Laporan Hd Bondet

Embed Size (px)

Citation preview

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    1/36

    LAPORAN PENDAHULUAN

    HEMODIALISA

    DI RUANG HEMODIALISA RS Dr.SOEPRAOEN MALANG

    OLEH :

    ERVINDA OVALIA

    13.1.080

    PROGAM STUDI KEPERAWATAN

    POLITEKNIK KESEHATAN RS dr.SOEPRAOEN MALANG

    TAHUN AKADEMIK 2015/2016

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    2/36

    LAPORAN PENDAHULUAN

    HEMODIALISA

    A. K!"#$ d%"%r 'd(%)("%

    1. D#*(!("(

    Hemodialisis berasal dari kata hemo yang berarti darah dan dialysis yang

    berarti pemisahan atau filtrasi, melalui membrane semi-permeabel, jadi hemodialisa

    adalah proses pemisahan atau filtrasi zat-zat tertentu dari darah melalui membrane

    semi-permeabel. Hemodialisa adalah proses pembersihan darah oleh akumulasi

    sampah buangan (Nursalam, 2006. Haemodialysis adalah pengeluaran zat sisa

    metabolisme seperti ureum dan zat bera!un lainnya, dengan mengalirkan darah

    le"at alat dializer yang berisi membrane yang selektif-permeabel dimana melalui

    membrane tersebut fusi zat-zat yang tidak dikehendaki terjadi. Haemodialysa

    dilakukan pada keadaan gagal ginjal dan beberapa bentuk kera!unan (#rooker,

    200$. Hemodialisa adalah suatu prosedur dimana darah dikeluarkan dari tubuh

    penderita dan beredar dalam sebuah mesin diluar tubuh yang disebut dialyzer.

    %rosedur ini memerlukan jalan masuk ke aliran darah. &ntuk memenuhi kebutuhan

    ini, maka dibuat suatu hubungan buatan diantara arteri dan 'ena (fistula

    arterio'enosa melalui pembedahan.

    Hemodialisis digunakan bagi pasien dengan tahap akhir gagal ginjal atau

    pasien berpenyakit akut yang membutuhkan dialysis "aktu singkat (Nursalam,

    2006. #agi penderita ), hemodialisis akan men!egah kematian. Namun

    demikian, hemodialisis tidak menyembuhkan atau memulihkan penyakit ginjal dan

    tidak mampu mengimbangi hilangnya akti'itas metaboli! atau endokrin yang

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    3/36

    dilaksanakan ginjal dan dampak dari gagal ginjal serta terapinya terhadap kualitas

    hidup pasien. %asien-pasien ini harus menjalani terapi dialysis sepanjang hidupnya

    (biasanya * kali seminggu selama paling sedikit * atau + jam per kali terapi atau

    sampai mendapat ginjal baru melalui operasi pen!angkokan yang berhasil. %asien

    memerlukan terapi dialysis yang kronis kalau terapi ini diperlukan untuk

    mempertahankan kelangsungan hidupnya dan mengendalikan gejala uremia.

    2. I!d(+%"( 'd(%)("%

    a. ndikasi egera

    )oma, perikarditis, atau efusi peri!ardium, neuropati perifer, hiperkalemi,

    hipertensi maligna, o'er hidrasi atau edema paru, oliguri berat atau anuria.

    b. ndikasi ini

    ejala uremia, mual, muntah, perubahan mental, penyakit tulang, gangguan

    pertumbuhan dan perkembangan seks dan perubahan kulitas hidup, laboratorium

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    4/36

    abnormal, asidosis, azotemia (kreatinin /-$2 mg dan #lood &rea Nitrogen

    (#&N 1 $00 $20 mg , 3)) 1 4 ml5menit

    !. rekuensi Hemodialisa

    rekuensi dialisa ber'ariasi, tergantung kepada banyaknya fungsi ginjal yang

    tersisa, tetapi sebagian besar penderita menjalani dialisa sebanyak * kali5minggu.

    d. %rogram dialisa dikatakan berhasil jika1

    $ %enderita kembali menjalani hidup normal

    2 %enderita kembali menjalani diet yang normal

    * 7umlah sel darah merah dapat ditoleransi

    + 3ekanan darah normal

    4 3idak terdapat kerusakan saraf yang progresif.

    3. T,-,%! 'd(%)("%

    a. 8enggantikan fungsi ginjal dalam fungsi ekskresi, yaitu membuang sisa-sisa

    metabolisme dalam tubuh, seperti ureum, kreatinin, dan sisa metabolisme yang

    lain.

    b. 8enggantikan fungsi ginjal dalam mengeluarkan !airan tubuh yang seharusnya

    dikeluarkan sebagai urin saat ginjal sehat.

    !. 8eningkatkan kualitas hidup pasien yang menderita penurunan fungsi ginjal.

    d. 8enggantikan fungsi ginjal sambil menunggu program pengobatan yang lain.

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    5/36

    . Pr(!"($ '%r / $r"#" 'd(%)("%

    a. 9kses :askuler

    eluruh dialysis membutuhkan akses ke sirkulasi darah pasien. )ronik

    biasanya memiliki akses permanent seperti fistula atau graf sementara. 9kut

    memiliki akses temporer seperti 'as!oth.

    b. 8embran semi permeable

    Hal ini ditetapkan dengan dialyser a!tual dibutuhkan untuk mengadakan

    kontak diantara darah dan dialisat sehingga dialysis dapat terjadi.

    !. ifusi

    alam dialisat yang kon'esional, prinsip mayor yang menyebabkan

    pemindahan zat terlarut adalah difusi substansi. #erpindah dari area yang

    konsentrasi tinggi ke area dengan konsentrasi rendah. radien konsentrasi

    ter!ipta antara darah dan dialisat yang menyebabkan pemindahan zat pelarut

    yang diinginkan. 8en!egah kehilangan zat yang dibutuhkan.

    d. )on'eksi

    aat !airan dipindahkan selama hemodialisis, !airan yang dipindahkan akan

    mengambil bersama dengan zat terlarut yang ter!ampur dalam !airan tersebut.

    e. &ltrafiltrasi

    %roses dimana !airan dipindahkan saat dialysis dikenali sebagai ultrafiltrasi

    artinya adalah pergerakan dari !airan akibat beberapa bentuk tekanan. 3iga tipe

    dari tekanan dapat terjadi pada membrane 1

    $ 3ekanan positip merupakan tekanan hidrostatik yang terjadi akibat !airan

    dalam membrane. %ada dialysis hal ini dipengaruhi oleh tekanan dialiser

    dan resisten 'ena terhadap darah yang mengalir balik ke fistula tekanan

    positip ;mendorong< !airan menyeberangi membrane.

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    6/36

    2 3ekanan negati'e merupakan tekanan yang dihasilkan dari luar membrane

    oleh pompa pada sisi dialisat dari membrane tekanan negati'e ;menarikater 3reatment

    9ir dalam tindakan hemodialis dipakai sebagai pen!ampur dialisat peka

    (diasol. 9ir ini dapat berasal dari berbagai sumber, seperti air %98 dan air

    sumur, yang harus dimurnikan dulu dengan !ara ;water treatment< sehingga

    memenuhi standar 998 (9sso!iation for the 9d'an!ement of 8edi!al

    nstrument. 7umlah air yang dibutuhkan untuk satu session hemodilaisis

    seorang pasien adalah sekitar $20 =iter.

    d. =arutan ialisat

    ialisat adalah larutan yang mengandung elektrolit dalam komposisi

    tertentu. ipasaran beredar dua ma!am dialisat yaitu dialisat asetat dan dialisat

    bi!arbonate. ialisat asetat menurut komposisinya ada beberapa ma!am yaitu 1

    jenis standart, free potassium, lo" !alsium dan lain-lain. #entuk bi!arbonate

    ada yang po"der, sehingga sebelum dipakai perlu dilarutkan dalam air

    murni5air "ater treatment sebanyak ?,4 liter dan ada yang bentuk !air (siap

    pakai.

    e. 8esin Haemodialisis

    9da berma!am-ma!am mesin haemodilisis sesuai dengan merek nya.

    3etapi prinsipnya sama yaitu blood pump, system pengaturan larutan dilisat,

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    8/36

    system pemantauan mesin terdiri dari blood !ir!uit dan dillisat !ir!uit dan

    bebagai monitor sebagai deteksi adanya kesalahan. an komponen tambahan

    seperti heparin pump, tombol bi!arbonate, !ontrol ultrafiltrasi, program

    ultrafiltrasi, kateter 'ena, blood 'olume monitor.

    6. Pr"#" 'd(%)("%

    %ada proses hemodialisa, darah dialirkan ke luar tubuh dan disaring di

    dalam ginjal buatan (dialyzer. arah yang telah disaring kemudian dialirkan

    kembali ke dalam tubuh. @ata rata manusia mempunyai sekitar 4,6 s5d 6,/ liter

    darah, dan selama proses hemodialisa hanya sekitar 0,4 liter yang berada di luar

    tubuh. &ntuk proses hemodialisa dibutuhkan pintu masuk atau akses agar darah

    dari tubuh dapat keluar dan disaring oleh dialyzer kemudian kembali ke dalam

    tubuh. 3erdapat * jenis akses yaitu arterio'enous (9: fistula, 9: graft dan !entral

    'enous !atheter. 9: fistula adalah akses 'askular yang paling direkomendasikan

    karena !enderung lebih aman dan juga nyaman untuk pasien. ebelum melakukan

    proses hemodialisa (H, pera"at akan memeriksa tanda tanda 'ital pasien untuk

    memastikan apakah pasien layak untuk menjalani Hemodialysis. elain itu pasien

    melakukan timbang badan untuk menentukan jumlah !airan didalam tubuh yang

    harus dibuang pada saat terapi. =angkah berikutnya adalah menghubungkan pasien

    ke mesin !u!i darah dengan memasang blod line (selang darah dan jarum ke akses

    'askular pasien, yaitu akses untuk jalan keluar darah ke dialyzer dan akses untuk

    jalan masuk darah ke dalam tubuh. etelah semua terpasang maka proses terapi

    hemodialisa dapat dimulai. %ada proses hemodialisa, darah sebenarnya tidak

    mengalir melalui mesin H, melainkan hanya melalui selang darah dan dialyzer.

    8esin H sendiri merupakan perpaduan dari komputer dan pompa, dimana mesin

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    9/36

    H mempunyai fungsi untuk mengatur dan memonitor aliran darah, tekanan darah,

    dan memberikan informasi jumlah !airan yang dikeluarkan serta informasi 'ital

    lainnya. 8esin H juga mengatur !airan dialisat yang masuk ke dialyzer, dimana

    !airan tersebut membantu mengumpulkan ra!un ra!un dari darah. %ompa yang

    ada dalam mesin H berfungsi untuk mengalirkan darah dari tubuh ke dialyzer dan

    mengembalikan kembali ke dalam tubuh.

    . P#)%+"%!%%! 'd(%)("%

    %. P#r"(%$%! A)%%)%

    $ buah bak instrumen besar, yang terdiri dari 1

    - * buah mangkok ke!il

    - $ untuk tempat NaA=

    - $ untuk tempat #etadine

    - $ untuk 9lkohol 20

    - 9rteri klem

    - $ spuit 20 !!

    - $ spuit $0 !!

    - $ spuit $ !!

    - )assa 4 lembar (se!ukupnya

    - sarung tangan

    - =ido!ain 0,4 !! (bila perlu

    - %lester

    - 8asker

    - $ buah gelas ukur 5 math !an

    - 2 buah 9: istula

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    10/36

    - uk steril

    - %erlak untuk alas tangan

    - %lastik untuk kotoran

    . P#r"(%$%! P%"(#!

    - 3imbang berat badan

    - Bbser'asi tanda-tanda 'ital dan anamnesis

    - @aba desiran pada !imino apakah lan!ar

    - 3entukan daerah tusukan untuk keluarnya darah dari tubuh ke mesin

    - 3entukan pembuluh darah 'ena lain untuk masuknya darah dari mesin ke

    tubuh pasien

    - #eritahu pasien bah"a tindakan akan dimulai

    - =etakkan perlak di ba"ah tangan pasien

    - ekatkan alat-alat yang akan digunakan

    4. P#r"(%$%! P#r%%

    - %era"at men!u!i tangan

    - %era"at memakai masker

    - #uka bak instrumen steril

    - 8engisi masing-masing mangkok steril dengan1 9l!ohol, NaAl

    0,?, dan #etadine

    - #uka spuit 20 !! dan $0 !!, taruh di bak instrumen

    - %era"at memakai sarung tangan

    - 9mbil spuit $ !!, hisap lido!ain $ untuk anestesi lokal (bila

    digunakan

    - 9mbil spuit $0 !! diisi NaAl dan Heparin $400u untuk mengisi

    9: istula

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    11/36

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    12/36

    d. M#',)%( D#"(!*#+%!

    - 7epit kassa betadine dengan arteri klem, oleskan betadine pada

    daerah !imino dan 'ena lain dengan !ara memutar dari arah dalam ke luar,

    lalu masukkan kassa bekas ke kantong plastik

    - 7epit kassa 9l!ohol dengan arteri klem, bersihkan daerah Aimino

    dan 'ena lain dengan !ara seperti no.$

    - =akukan sampai bersih dan dikeringkan dengan kassa steril kering,

    masukkan kassa bekas ke kantong plastik dan arteri klem diletakkan di

    gelas ukur

    - %asang duk belah di ba"ah tangan pasien, dan separuh duk

    ditutupkan di tangan

    #. M#',)%( P,!+"( ('(!

    8emberikan anestesi lokal pada !imino (tempat yang akan dipunksi

    dengan spuit insulin $ !! yang diisi dengan lido!ain.

    3usuk tempat !imino dengan jarak / $0 !m dari anastomose

    3usuk se!ara intrakutan dengan diameter 0,4 !m

    8emberikan anestesi lokal pada tusukan 'ena lain

    #ekas tusukan dipijat dengan kassa steril

    *. M#'%",++%! 7%r,' AV (",)%

    - 8asukkan jarum 9: istula (Butlet pada tusukan yang telah dibuat pada

    saat pemberian anestesi lokal

    - etelah darah keluar aspirasi dengan spuit $0 !! dan dorong dengan NaAl

    0,? yang berisi heparin, 9: istula diklem, spuit dilepaskan, dan ujung

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    13/36

    9: istula ditutup, tempat tusukan difiksasi dengan plester dan pada atas

    sayap fistula diberi kassa steril dan diplester

    - 8asukkan jarum 9: istula (inlet pada 'ena lain, jarak penusukan inlet

    dan outlet usahakan lebih dari * !m

    - 7alankan blood pump perlahan-lahan sampai 20 ml5mnt kemudian pasang

    sensor monitor

    - %rogram mesin hemodialisis sesuai kebutuhan pasien

    - #ila aliran kuran dari $00 ml5mnt karena ada penyulit, lakukan penusukan

    pada daerah femoral

    - 9lat kotor masukkan ke dalam plastik, sedangkan alat-alat yang dapat

    dipakai kembali di ba"a ke ruang disposal

    - %ensukan selesai, pera"at men!u!i tangan

    %r% M#)%+,+%! P,!+"( #'r%)

    - Bbeser'asi daerah femoral (lipatan, yang aka digunakan penusukan

    - =etakkan posisi tidur pasien terlentang dan posisi kaki yang akan

    ditusuk fleksi

    - =akukan perabaan arteri untuk men!ari 'ena femoral dengan !ara

    menaruh * jari di atas pembuluh darah arteri, jari tengah di atas arteri

    - engan jari tengah $ !m ke arah medial untuk penusukan jarum 9:

    istula

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    14/36

    M#)%+,+%! K%!,)%"( D,)# L,'#!

    Aara kerjanya 1

    - Bbser'asi tanda-tanda 'ital

    - 7elaskan pada pasien tindakan yang akan dilakukan

    - #erikan posisi tidur pasien yang nyaman

    - ekatkan alat-alat ke pasien

    - %era"at men!u!i tangan

    - #uka kassa penutup !atheter dan lepaskan pelan-pelan

    - %erhatikan posisi !atheter double lumen

    9pakah tertekukC

    9pakah posisi !atheter berubahC

    9pakah ada tanda-tanda meradang 5 nanahC 7ika ada laporkan

    pada dokter

    - 8emulai desinfektan

    esinfektan kulit daerah kateter dengan kassa betadine, mulai dari

    pangkal tusukan kateter sampai ke arah sekitar kateter dengan !ara

    memutar kassa dari dalam ke arah luar

    #ersihkan permukaan kulit dan kateter dengan kassa alkohol

    %asang duk steril di ba"ah kateter double lumen

    #uka kedua tutup kateter, aspirasi dengan spuit $0 !! 5 20 !! yang

    sudah diberi NaAl 0,? yang terisi heparin.

    - 3entukan posisi kateter dengan tepat dan benar

    - %angkal kateter diberi #etadine dan ditutup dengan kassa steril

    - )ateter difiksasi ken!ang

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    15/36

    - )ateter double lumen siap disambungkan dengan arteri blood line dan

    'enus line

    - 9lat-alat dirapikan, pisahkan dengan alat-alat yang terkontaminasi

    - #ersihkan alat-alat

    - %era"at !u!i tangan

    )ateter double lumen mempunyai 2 !abang ber"arna 1

    8erah untuk inlet (keluarnya darah dari tubuh pasien ke mesin

    #iru untuk outlet (masuknya darah dari mesin ke tubuh pasien

    8. K'$)(+%"( 'd(%)("%

    a. )ram otot

    )ram otot pada umumnya terjadi pada separuh "aktu berjalannya hemodialisa

    sampai mendekati "aktu berakhirnya hemodialisa. )ram otot seringkali terjadi

    pada ultrafiltrasi (penarikan !airan yang !epat dengan 'olume yang tinggi.

    b. Hipotensi

    3erjadinya hipotensi dimungkinkan karena pemakaian dialisat asetat,

    rendahnya dialisat natrium, penyakit jantung aterosklerotik, neuropati

    otonomik, dan kelebihan tambahan berat !airan.

    !. 9ritmia

    Hipoksia, hipotensi, penghentian obat antiaritmia selama dialisa, penurunan

    kalsium, magnesium, kalium, dan bikarbonat serum yang !epat berpengaruh

    terhadap aritmia pada pasien hemodialisa.

    d. indrom ketidakseimbangan dialisa

    indrom ketidakseimbangan dialisa diper!aya se!ara primer dapat diakibatkan

    dari osmol-osmol lain dari otak dan bersihan urea yang kurang !epat

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    16/36

    dibandingkan dari darah, yang mengakibatkan suatu gradien osmotik diantara

    kompartemen-kompartemen ini. radien osmotik ini menyebabkan

    perpindahan air ke dalam otak yang menyebabkan oedem serebri. indrom ini

    tidak lazim dan biasanya terjadi pada pasien yang menjalani hemodialisa

    pertama dengan azotemia berat.

    e. Hipoksemia

    Hipoksemia selama hemodialisa merupakan hal penting yang perlu dimonitor

    pada pasien yang mengalami gangguan fungsi kardiopulmonar.

    f. %erdarahan

    &remia menyebabkan ganguan fungsi trombosit. ungsi trombosit dapat dinilai

    dengan mengukur "aktu perdarahan. %enggunaan heparin selama hemodialisa

    juga merupakan faktor risiko terjadinya perdarahan.

    g. angguan pen!ernaan

    angguan pen!ernaan yang sering terjadi adalah mual dan muntah yang

    disebabkan karena hipoglikemia. angguan pen!ernaan sering disertai dengan

    sakit kepala.

    h. %embekuan darah

    %embekuan darah disebabkan karena dosis pemberian heparin yang tidak

    adekuat ataupun ke!epatan putaran darah yang lambat.

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    17/36

    9. P#'%!%,%! "#)%'% 'd(%)("("

    a. 8onitor status hemodinamik, elektrolik, dan keseimbangan asam-basa,

    demikian juga sterilisasi dan sistem tertutup.

    b. #iasanya dilakukan oleh pera"at yang terlatih dan familiar dengan protokol

    dan peralatan yang digunakan. (Nursalam, 2006

    10. P#'%!%,%! "##)% 'd(%)("("

    a. #erat badan pasien ditimbang.

    b. 33: diperiksa.

    !. pesimen darah diambil untuk mengetahui kadar elektrolit serum dan zat sisa

    tubuh. (#aradero, 200/

    11. P#!%%)%+"%!%%! 'd(%)("(" -%!+% $%!-%!

    iet dan masalah !airan. iet merupakan faktor penting bagi pasien yang

    menjalani hemodialisis mengingat adanya efek uremia. 9pabila ginjal yang rusak

    tidak mampu mengeksresikan produk akhir metabolisme, substansi yang bersifat

    asam ini akan menumpuk dalam serum pasien dan bekerja sebagai ra!un atau

    toksik. ejala yang terjadi akibat penumpukan tersebut se!ara kolektif dikenal

    sebagai gejala uremik dan akan mempengaruhi setiap sistem tubuh. =ebih banyak

    toksin yang menumpuk, lebih berat gejala yang timbul. iet rend protein akan

    mengurangi penumpukan limbah nitrogen dan dengan demikian meminimalkan

    gejala. %enumpukan !airan juga dapat terjadi dan dapat mengakibatkan gagal

    jantung kongestif serta edema paru. engan demikian, pembatasan !airan juga

    merupakan bagian dengan resep diet untuk pasien ini.

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    18/36

    engan penggunaan hemodialisis yang efektif, asupan makanan pasien

    dapat diperbaiki meskipun biasanya memerlukan beberapa penyesuaian atau

    pembatasan pada asupan protein, natrium, kalium dan !airan. #erkaitan dengan

    pembatasan protein, maka protein dari makanan harus memiliki nilai biologis yang

    tinggi dan tersusun dari asam-amino esensial untuk men!egah penggunaan protein

    yang buruk serta mempertahankan keseimbangan nitrogen yang positif. Aontoh

    protein dengan nilai biologis yang tinggi adalah telur, daging, susu dan ikan.

    ampak iet @endah %rotein. iet yang bersifat membatasi akan merubah

    gaya hidup dan dirasakan pasien sebagai gangguan serta tidak disukai bagi banyak

    penderita gagal ginjal kronis. )arena makanan dan minuman merupakan aspek

    penting dalam sosialisasi, pasien sering merasa disingkirkan ketika berada bersama

    orang-orang lain karena hanya ada beberapa pilihan makanan saja yang tersedia

    baginya. 7ika pembatasan ini dibiasakan, komplikasi yang dapat memba"a

    kematian seperti hiperkalemia dan edema paru dapat terjadi.

    %ertimbangan medikasi. #anyak obat yang dieksresikan seluruhnya atau

    sebagian melalui ginjal. %asien yang memerlukan obat-obatan (preparat glikosida

    jantung, antibiotik, antiaritmia, antihipertensi harus dipantau dengan ketat untuk

    memastikan agar kadar obat-obat ini dalam darah dan jaringan dapat dipertahankan

    tanpa menimbulkan akumulasi toksik.

    #eberapa obat akan dikeluarkan dari darah pada saat dialisis oleh karena itu,

    penyesuaian dosis oleh dokter mungkin diperlukan. Bbat-obat yang terikat dengan

    protein tidak akan dikeluarkan selama dialisis. %engeluaran metabolit obat yang

    lain bergantung pada berat dan ukuran molekulnya. 9pabila seorang pasien

    menjalani dialisis, semua jenis obat dan dosisnya harus die'aluasi dengan !ermat.

    %asien harus mengetahui kapan minum obat dan kapan menundanya. ebagai

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    19/36

    !ontoh, jika obat antihipertensi diminum pada hari yang sama dengan saat

    menjalani hemodialisis, efek hipotensi dapat terjadi selama hemodialisis dan

    menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya.

    12. P#!d(d(+%! $%d% $%"(#!

    Hal-hal penting dalam program pengajaran men!akup1

    a. @asional dan tujuan terapi dialisis

    b. Hubungan antara obat-obat yang diresepkan dan dialisis

    !. Dfek samping obat dan pedoman kapan harus memberitahukan dokter

    mengenai efek samping tersebut

    d. %era"atan akses 'askuler1 pen!egahan, pendeteksian dan penatalaksanaan

    komplikasi yang berkaitan dengan akses 'askuler

    e. asar pemikiran untuk diet dan pembatasan !airan1 konsekuensi akibat

    kegagalan dalam mematuhi pembatasan ini

    f. %edoman pen!egahan dan pendeteksian kelebihan muatan !airan

    g. trategi untuk pendeteksian, penatalaksanaan dan pengurangan gejala pruritus,

    neuropati serta gejala-gejala lainnya.

    h. %enatalaksanaan komplikasi dialisis yang lain dan efek samping terapi (dialisis,

    diet yang membatasi, obat-obatan

    i. trategi untuk mengangani atau mengurangi ke!emasan serta ketergantungan

    pasien sendiri dan anggota keluarga mereka.

    j. %ilihan lain yang tersedia bagi pasien

    k. %engaturan finansial untuk dialisis1 strategi untuk mengidentifikasi dan

    mendapatkan sumber-sumber.

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    20/36

    l. trategi untuk mempertahankan kemandirian dan mengatasi ke!emasan

    anggota keluarga.

    ;. K!"#$ +#$#r%%%! $%d% $%"(#! 'd(%)("%

    1. P#!+%-(%!

    a. )eluhan utama

    3anda-tanda dan gejala uremia yang mengenai system tubuh (mual, muntah,

    anoreksia berat, peningkatan letargi, konfunsi mental, kadar serum yang

    meningkat. (#runner E uddarth, 200$ 1 $*?F

    b. @i"ayat penyakit sekarang

    %ada pasien penderita gagal ginjal kronis (stadium terminal. (#runner E

    uddarth, 200$1 $*?/

    !. @i"ayat obat-obatan

    %asien yang menjalani dialisis, semua jenis obat dan dosisnya harus die'aluasi

    dengan !ermat. 3erapi antihipertensi, yang sering merupakan bagian dari

    susunan terapi dialysis, merupakan salah satu !ontoh di mana komunikasi,

    pendidikan dan e'aluasi dapat memberikan hasil yang berbeda. %asien harus

    mengetahui kapan minum obat dan kapan menundanya. ebagai !ontoh, obat

    antihipertensi diminum pada hari yang sama dengan saat menjalani

    hemodialisis, efek hipotensi dapat terjadi selama hemodialisis dan

    menyebabkan tekanan darah rendah yang berbahaya. (#runner E uddarth,

    200$1 $+0$

    d. %sikospiritual

    %enderita hemodialisis jangka panjang sering merasa kuatir akan kondisi

    penyakitnya yang tidak dapat diramalkan. #iasanya menghadapi masalah

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    21/36

    finan!ial, kesulitan dalam mempertahankan pekerjaan, dorongan seksual yang

    menghilang serta impotensi, dipresi akibat sakit yang kronis dan ketakutan

    terhadap kematian. (#runner E uddarth, 200$1 $+02

    %rosedur ke!emasan merupakan hal yang paling sering dialami pasien yang

    pertama kali dilakukan hemodialisis. (8uttaGin, 20$$1 26F.

    e. 9= (9!ti'ity ay =ife

    Nutrisi 1 %asien dengan hemodialisis harus diet ketat dan pembatasan !airan

    masuk untuk meminimalkan gejala seperti penumpukan !airan yang dapat

    mengakibatkan gagal jantung kongesti serta edema paru, pembatasan pada

    asupan protein akan mengurangi penumpukan limbah nitrogen dan dengan

    demikian meminimalkan gejala, mual muntah. (#runner E uddarth, 200$ 1

    $+00

    Dliminasi 1 Bliguri dan anuria untuk gagal

    9kti'itas 1 ialisis menyebabkan perubahan gaya hidup pada keluarga. >aktu

    yang diperlukan untuk terapi dialisis akan mengurangi "aktu yang tersedia

    untuk melakukan akti'itas sosial dan dapat men!iptakan konflik, frustasi.

    )arena "aktu yang terbatas dalam menjalani akti'itas sehai-hari.

    f. %emeriksaan fisik

    ## 1 etelah melakukan hemodialisis biasanya berat badan akan menurun.

    33:1 ebelum dilakukan prosedur hemodialisis biasanya denyut nadi dan

    tekanan darah diatas rentang normal. )ondisi ini harus di ukur kembali pada

    saat prosedur selesai dengan membandingkan hasil pra dan sesudah prosedur.

    (8uttaGin, 20$$1 26/

    #2 1 hipotensi, turgor kulit menurun

    $ )eadaan umum klien

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    22/36

    a ata subjektif 1 lemah badan, !epat lelah, melayang.

    b ata objektif 1 nampak sakit, pu!at keabu-abuan, kurus, kadang

    kadang disertai edema ekstremitas, napas terengah-engah.

    2 )epala

    a @etinopati

    b )onjunkti'a anemis

    ! !lera ikteri! dan kadang kadang disertai mata merah (red eye

    syndrome.

    d @ambut rontok

    e 8uka tampak sembab

    f #au mulut amoniak

    * =eher

    a :ena jugularis meningkat5tidak

    b %embesaran kelenjar5tidak

    + ada

    a erakkan napas kanan5kiri seimbang5simetris

    b @on!khi basah5kering

    ! Ddema paru

    4 9bdomen

    a )etegangan

    b 9s!ites (perhatikan penambahan lingkar perut pada kunjungan

    berikutnya.

    ! )ram perut

    d 8ual5muntah

    6 )ulit

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    23/36

    a atal-gatal

    b 8udah sekali berdarah (easy bruishing

    ! )ulit kering dan bersisik

    d )eringat dingin, lembab

    e %erubahan turgor kulit

    F Dkstremitas

    a )elemahan gerak

    b )ram

    ! Ddema (ekstremitas atas5ba"ah

    d Dkstremitas atas 1 sudahkah operasi untuk akses 'askuler

    g. %emeriksaan %enunjang

    )adar kreatinin serum diatas 6 mg5dl pada laki-laki, +mg5dl pada perempuan,

    dan @ + ml5detik. (yl'ia 9. %otter, 2004 1 ?F$

    2. DIAGNOSA KEPRAWATAN DAN INTERVENSI :

    $. D(%!"% 1 %erubahan pola nafas berhubungan dengan hiper'entilasi paru,

    edema paru ditandai dengan adanya sianosis dan dispnea, penurunan bunyi

    nafas.

    T,-,%!1 etelah dilakukan tindakan kepera"atan klien menunjukkan pola nafas

    efektif

    Kr(#r(% &%"() 1 3idak adadispnea,bunyi nafas tidak mengalami penurunan, tidak

    ada penggunaan otot bantu pernafasan, @@$6-2+ 5menit.

    I!#r

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    24/36

    @asional1 istres pernapasan dan perubahan pada 'ital dapat terjadi sebagai

    akibat dari patofisiologi dan nyeri.

    b. Aatat pengembangan dada dan posisi trakea

    @asional1 %engembangan dada atau ekspansi paru dapat menurunkan

    apabila terjadi asietas atau edema pulmoner.

    !. )aji klien adanya keluhan nyeri bila batuk atau nafas dalam.

    @asional 1 okongan terhadap dada dan otot abdominal membuat batuk

    lebih efektif dan dapat mengurangi trauma.

    d. %ertahankan posisi nyaman misalnya posisisemi fowler

    @asional 1 8eningkatkan ekspansiparu.

    e. )olaborasikan pemeriksaan laboratorium (elektrolit

    @asional1&ntuk mengetahui elektrolit sebagai indi!ator keadaan status

    !airan.

    f. )olaborasikan pemberian oksigen

    @asional 1 8enghilangkan distress respirasi dan sianosis.

    2. D(%!"% 1 angguan pertukaran gas berhubungan dengan penurunan ekspansi

    paru sekunder terhadap adanya edema pulmoner.

    T,-,%! 1 etelah dilakukan tindakan kepera"atan pasien menunjukkan

    pertukaran gas efektif.

    Kr(#r(% &%"()1 analisa gas darah dalam rentang normal, tidak ada tanda sianosis

    maupun hipoksia, taktilfremitus positif kanan dan kiri, bunyi nafas tidak

    mengalami penurunan, auskultasi paru sonor, 33: dalam batas normal1 @@$6-

    2+ 5menit

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    25/36

    I!#r

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    26/36

    i. )olaborasikan pemeriksaan oksigen

    @asional 1 8enghilangkan distress respirasidan sianosis.

    *. D(%!"% 1 angguan perfusi jaringan berhubungan dengan penurunan

    suplaiB2 dan nutrisi ke jaringan sekunder terhadap penurunan Hb.

    T,-,%! 1etelah dilakukan tindakan kepera"atan perfusi jaringanadekuat

    Kr(#r(% &%"() 1 8embran mukosa "arna merah muda, kesadaran kompos

    mentis, tidak ada keluhan sakit kepala, tidak ada tanda sianosis ataupun

    hipoksia, capillaryrefill kurang dari * detik, nilai laboratorium dalam batas

    normal (Hb$2-$4gr, konjungti'a tidak anemis, tanda-tanda 'ital stabil1 31

    $205/0 mmHg, nadi1 60-/05menit.

    I!#r

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    27/36

    @asional 1 8emaksimalkan transport oksigen kejaringan.

    e. )olaborasikan pemeriksaan laboratorium (hemoglobin.

    @asional 1 8engetahui status transport B2

    f. )olaborasikan pemberian terapi untuk peningkatan Hb (Dritropoetin

    timulating 9gen

    @asional 1 untuk meningkatkan kadar Hb dalam tubuh.

    +. D(%!"% 1 )elebihan 'olume !airan berhubungan dengan penurunan haluaran

    urine, retensi !airan dan natrium ditandai dengan peningkatan berat badan !epat

    (edema, distensi abdomen (asites.

    T,-,%! 1 kelebihan !airan tidak terjadi.

    Kr(#r(% &%"() 1 turgor kulit normal tanpa edema, tanda-tanda 'ital normal

    $205/0mmHg,tidak adaasites, tidak ada kenaikan ##.

    I!#r

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    28/36

    d. 7elaskan padapasien dan keluarga tentang pembatasan !airan.

    @asional 1 pemahaman meningkatkan kerjasama pasien dan keluarga

    dalam pembatasan !airan.

    e. #antu pasien dalam menghadapai ketidaknyamanan akibat pembatasan

    !airan.

    @asional 1 kenyamanan pasien meningkatkan kepatuhan terhadap

    pembatasan diet.

    f. 3imbangberat badan harian

    @asional 1 untuk memantau status !airan dan nutrisi.

    g. )olaborasikan dialisis

    @asional 1 untuk mengurangi penumpukan !airandalam tubuh.

    h. 9jarkan management rasahaus, oral higiene.

    @asional 1 untuk mengurangi rasahaus.

    4. D(%!"%1 @esikopenurunan !urah jantung berhubungan dengan

    ketidakseimbangan !airan mempengaruhi sirkulasi, peningkatan kerja

    miokardial dan tahanan 'askuler sistemik, gangguan frekuensi, irama, konduksi

    jantung (ketidak seimbangan elektrolit.

    T,-,%! 1 etelah dilakukan tindakan kepera"atan !urah jantungdapat

    dipertahankan

    )riteriahasil 1 3anda-tanda 'ital dalam batas normal1 tekanan darah1 $205/0

    mmHg, nadi 60-/0 5menit, kuat, teratur,akral hangat, capillary refill kurang

    dari * detik, Nilai laboratorium dalambatas normal (kalium *,4-4,$mmol5=,

    urea$4-*? mg5dl

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    29/36

    I!#r

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    30/36

    T,-,%!1 nutrisi adekuat

    Kr(#r(% &%"() 1%engukuran antropometri dalam batas normal, perlambatanatau

    penurunan berat badan yang !epat tidak terjadi, pengukuran biokimis dalam

    batas normal (albumin, kadarelektrolit, pemeriksaan laboratorium klinis dalam

    batasnormal, pematuhan makanan dalam pembatasan diet dan medikasi sesuai

    jad"al untuk mengatasi anoreksia.

    I!#r

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    31/36

    @asional 1 protein lengkap diberikan untuk men!apai keseimbangan nitrogen

    yang diperlukan untuk pertumbuhan dan penyembuhan.

    f. 9njurkan !amilan tinggi kalori,rendah protein, rendah natrium, diantara "aktu

    makan.

    @asional 1 mengurangi makanan danprotein yang dibatasi dan menyediakan

    kalori untuk energi, membagi protein untuk pertumbuhan dan penyembuhan

    jaringan.

    g. &bah jad"al medikasi sehingga medikasi ini tidak segera diberikan sebelum

    makan

    @asional 1 ingesti medikasi sebelum makan menyebabkan anoreksia dan rasa

    kenyang.

    h. 7elaskan rasional pembatasan diet dan hubunganya dengan penyakit ginjal

    dan peningkatan ureadan kadar kreatinin.

    @asional 1 meningkatkan pemahaman pasien tentang hubungan antara diet, urea,

    kadarkreatinin dengan penyakit renal.

    i. ediakan daftar makanan yang dianjurkan se!ara tertulis dan anjurkan untuk

    memperbaiki rasa tanpa menggunakan natrium atau kalium.

    @asional 1 daftar yang dibuat menyediakan pendekatan positif terhadap

    pembatasan diet dan merupakan referensi untuk pasien dan keluarga yang

    dapat digunakan dirumah.

    j. Aiptakan lingkungan yang menyenangkan selama"aktu makan.

    @asional 1 faktor yang tidak menyenangkan yang berperan dalam menimbulkan

    anoreksia dihilangkan.

    k. )aji bukti adanya masukan protein yang tidak adekuat seperti pembentukan

    edema, penyembuhan yang lambat, penurunan kadar albumin.

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    32/36

    @asional 1masukan proteinyang tidak adekuat dapat menyebabkan penurunan

    albumin dan protein lain, pembentukan edema dan perlambatan penyembuhan.

    F. D(%!"% 1 ntoleransi akti'itas berhubungan dengan keletihan, anemia,

    retensi produk sampah dan prosedur dialisisdi tandai dengan kelemahan otot,

    penurunan rentang gerak.

    T,-,%!1 #erpartisipasi dalam akti'itas yang dapat ditoleransi

    )riteriahasil 1 #erpartisipasi dalam meningkatkan tingkat akti'itas dan latihan,

    melaporkan peningkatan rasa sejahtera, melakukan istirahat dan akti'itas se!ara

    bergantian, berpartisipasi dalam akti'itas pera"atan mandiri yang dipilih

    I!#r

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    33/36

    /. D(%!"% 1 )erusakan integritas kulit berhubungan dengan pruritus dan kulit

    kering sekunder terhadap uremia dan edema ditandai dengan kulit menghitam,

    gangguan turgor kulit.

    T,-,%! 1 setelah dilakukan tindakan kepera"atan integritas kulit membaik.

    )riteriahasil 1mempertahankan kulit utuh, menurunkan perilaku5tekhnik untuk

    men!egah kerusakan5 !edera kulit.

    I!#r

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    34/36

    @asional 1 soda kue, mandi dengan tepung menurunkan gatal dan mengurangi

    pengeringan dari pada sabun. =osion dan salep mungkin diinginkan untuk

    menghilangkan kering, robekan kulit.

    f. %ertahankan linen kering, bebas keriput.

    @asional 1 menurunkan iritasidermal dan risiko kerusakan kulit.

    g. elidiki keluhan gatal.

    @asional1meskipun dialysis mengalami masalah kulit yang berkenaan denga

    nuremik, gatal dapat terjadi karena kulit adalah rute eksresi untuk produksisa.

    8isalkristal fosfat (berkenaan dengan hiper paratiroidisme pada penyakit tahap

    akhir.

    h. 9njurkan pasien menggunakan kompres lembab dan dingin untuk memberikan

    tekanan (daripada garukan pada areapruritus. %ertahankan kuku pendek1berikan

    sarung tangan selama tidur bila diperlukan.

    @asional 1 menghilangkan ketidak nyamanan dan menurunkan risiko !edera

    dermal.

    i. #erikan matras busa.

    @asional 1 menurunkan tekanan lama pada jaringan yang dapat membatasi

    perfusi selular yang menyebabkan iskemia5 nekrosis.

    ?. D(%!"% :gangguan konsep harga diri rendah berhubungan dengan penurunan

    fungsi tubuh dan perubahan penampilan.

    T,-,%! : setelah dilakukan tindakan kepera"atan dapat memperbaiki konsep

    diri.

    Kr(#r(% H%"() :klien tidak merasa minder dan malu

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    35/36

    I!#r

  • 7/25/2019 Laporan Hd Bondet

    36/36

    DATAR PUSTAKA

    #arader 8ary. 200/.Klien Gangguan Ginjal. 7akarta1 %enerbit #uku )edokteran DA.

    Aarpenito-8oyet, =ynda 7uall. 2006. Buku Saku Diagnosis Keperawatan. 7akarta1

    %enerbit #uku )edokteran DA.

    oengoes 8arylin et all. $???. Rencana Asuhan Keperawatan Ed. 3. 7akarta1 %enerbit

    #uku )edokteran DA.

    8utaGin 9rif. 20$$. Asuhan Keperawatan Gangguan Sistem Perkemihan. 7akarta1

    %enerbit alemba 8edika.

    Nursalam. 2006.Sistem Perkemihan. 7akarta1 %enerbit alemba 8edika.

    %ri!e, yl'ia 9nderson. 2004. Patoisiologi Ed. !. 7akarta1 %enerbit #uku )edokteran

    DA.

    meltzer, uzanne A. 200$. Buku Ajar Keperawatan "edikal Bedah. 7akarta1 %enerbit

    #uku )edokteran DA.