LAPORAN DELEGASI TEKNIS BKSAP DPR-RI KE ??Keputusan (SK) Pimpinan DPR-RI No. 76/PIMP/IV/2010-2011 tentang Penugasan Delegasi DPR-RI dalam Kunjungan Teknis BKSAP DPR-RI

  • View
    216

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of LAPORAN DELEGASI TEKNIS BKSAP DPR-RI KE ??Keputusan (SK) Pimpinan DPR-RI No. 76/PIMP/IV/2010-2011...

  • 1

    LAPORAN DELEGASI TEKNIS BKSAP DPR-RI

    KE REPUBLIK ALBANIA DAN BOSNIA HERZEGOVINA

    TANGGAL 23 29 JULI 2011

    I. PENDAHULUAN

    Pada tanggal 23 29 Juli 2011, Delegasi DPR-RI melakukan kunjungan

    teknis ke 2 negara yaitu ke Republik Albania dan Bosnia Herzegovina. Pilihan untuk

    berkunjung ke 2 negara ini berdasarkan hasil Rapim BKSAP yaitu mengajak Albania

    dan Bosnia Herzegovina untuk berpartsipasi aktif dalam organisasi Parlemen

    Negara-negara Organisasi Konferensi Islam (Parliamentary Union of the OIC

    Member States). Albania yang merupakan anggota OKI jarang mengikuti kegiatan

    PUIC, sedangkan Bosnia yang masih berstatus Observer organisasi OKI belum

    pernah sama sekali mengikuti kegiatan PUIC.

    A. Dasar Pengiriman Delegasi

    Pengiriman Delegasi Teknis BKSAP DPR-RI ini berdasarkan Surat

    Keputusan (SK) Pimpinan DPR-RI No. 76/PIMP/IV/2010-2011 tentang Penugasan

    Delegasi DPR-RI dalam Kunjungan Teknis BKSAP DPR-RI ke Albania dan Bosnia

    Herzegovina dari tanggal 23 29 Juli 2011.

    B. Susunan dan nama-nama Delegasi

    Delegasi Teknis BKSAP DPR-RI terdiri dari :

    1. DR. M. Hidayat Nur Wahid, MA (Ketua Delegasi/Ketua BKSAP/Komisi I /F-PKS)

  • 2

    2. DR. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si (Wakil Ketua BKSAP/Komisi I/F-PD)

    3. Sidarto Danusubroto (Wakil Ketua BKSAP/Komisi I/F-PDI Perjuangan)

    4. Ir. H. Azwar Abubakar, MM (Wakil Ketua BKSAP/Komisi I/F-PAN)

    5. Ir. Atte Sugandi, MM (Anggota BKSAP/Komisi VI/F-PD)

    6. Tantowi Yahya (Anggota BKSAP/Komisi I/F-PG)

    7. Nazarudin Kiemas (Anggota BKSAP/Komisi VII/F-PDI Perjuangan)

    C. Misi Delegasi

    Misi Delegasi Teknis BKSAP DPR-RI ke Albania dan Bosnia Herzegovina adalah :

    1. Meningkatkan diplomasi parlemen dan persahabatan serta kerjasama di berbagai

    bidang.

    2. Mengajak kedua negara sebagai negara Eropa yang mayoritas penduduknya

    Muslim untuk aktif berpartisipasi di PUIC dan memberikan dukungan terhadap

    presidency Indonesia di PUIC. Seperti diketahui Indonesia (Ketua DPR-RI) akan

    menjadi Presiden Konferensi PUIC untuk periode 2012-2013.

    3. Berbagi pengalaman (sharing experiences) mengenai kehidupan Demokrasi dan

    nilai-nilai Islam.

    II. KEGIATAN DELEGASI TEKNIS BKSAP DPR-RI

    A. Di Republik Albania

    1. Pertemuan dengan Ketua Parlemen Albania, Mrs. Josefina Topalli,

    tanggal 25 Juli 2011 pukul 10.00.

    Setelah perkenalan delegasi, Ketua Delegasi DPR-RI, DR. M. Hidayat Nur

    Wahid, MA menyampaikan surat undangan Ketua DPR-RI, DR. H. Marzuki Alie

    kepada Ketua Parlemen Albania untuk menghadiri Konferensi ke-7 PUIC yang

    rencananya berlangsung di Palembang, Januari 2012.

    Selanjutnya, Ketua Delegasi DPR-RI menyampaikan bahwa ini adalah

    kunjungan yang pertama dari Delegasi Parlemen Indonesia ke Albania,

    karenanya diharapkan juga memunculkan hasil yang positif dan historik. Ketua

  • 3

    Delegasi DPR-RI mengajak Parlemen Albania untuk meningkatkan diplomasi

    parlemen Indonesia-Albania di masa depan, mengingat banyaknya kesamaan

    kedua negara, baik sebagai negara yang plural dalam aspek agama dan etnik

    maupun sesama negara bermayoritaskan Islam yang mempraktekkan Islam dan

    demokrasi. Ketua Delegasi DPR-RI juga memuji keberhasilan pemerintah dan

    masyarakat Albania dalam menjalankan kehidupan demokrasi sejak runtuhnya

    rezim komunis di tahun 1991. Diharapkan peran aktif Albania dalam Konferensi

    PUIC di Palembang mendatang diantaranya dapat berbagi pengalaman dalam hal

    demokratisasi di Albania kepada negara-negara anggota OKI lainnya sehingga

    PUIC tidak lagi terkesan Arab Centris. Dengan demikian, negara-negara Eropa

    (Barat) tidak selalu menengok misalnya Indonesia dan Turki sebagai model

    dalam kehidupan berdemokrasi di negara yang mayoritas penduduknya Muslim,

    karena di negara Eropa pun (Albania) telah ada yang berhasil melakukannya.

    Pimpinan Delri juga menyampaikan bahwa mestinya tidak ada hambatan bagi

    Albania untuk aktif di PUIC karena selain sebagai anggota OKI, Presiden PUIC

    yang sekarang adalah Ketua Parlemen Uganda yang juga beragama non-muslim.

    Menanggapi undangan untuk hadir di PUIC Palembang, Ketua Parlemen

    Albania, Mrs. Josefina Topalli langsung menyatakan siap menghadiri konferensi

    tersebut. Beliau juga sangat bangga dengan kedatangan Delegasi DPR-RI yang

    negara mewakili penduduk Muslim terbesar di dunia dan negara demokratis

    ketiga terbesar di dunia. Selanjutnya Ketua Parlemen menjelaskan tentang masa

    lalu Albania yang dikuasai rezim komunis yang sangat mencengkeram seluruh

    masyarakat Albania dengan kediktatorannya.

    Mrs. Topalli juga menerangkan tentang produk-produk Albania seperti

    pertambangan (mining), mineral, air, dan sebagainya dan mengungkapkan

    kestrategisan Albania karena merupakan pintu masuk ke negara-negara Balkan.

    Beliau juga menjelaskan keanggotaan Albania di IPU dan organisasi-organisasi

    baik internasional seperti IPU maupun di regional. Mrs. Topalli sempat

    menanyakan jumlah anggota Parlemen Perempuan di DPR-RI yang kemudian

    dijawab oleh Wakil Ketua BKSAP, DR. Nurhayati Ali Assegaf, M.Si.

  • 4

    Gmb. 1 : Suasana Courtesy Call Delegasi DPR-RI dengan Ketua Parlemen Albania

    2. Peninjauan ke Gedung Parlemen Albania, 25 Juli 2011

    Di sela-sela pertemuan, Delegasi DPR-RI (Delri) melakukan peninjauan ke

    Gedung Parlemen Albania. Walaupun anggota Parlemen Albania hanya

    berjumlah 140 orang namun peralatan sidang dan untuk melakukan voting

    sudah digitalized serta tertata rapi.

    Gmb. 2 : Delegasi DPR-RI saat melihat Gedung Parlemen Albania

  • 5

    3. Pertemuan dengan Ketua Komisi Hubungan Luar Negeri Parlemen

    Albania, Mr. Fatos Beja, tanggal 25 Juli 2011 pukul 11.00.

    Setelah memperkenalkan anggota delegasi, Ketua Delegasi DPR-RI

    menerangkan tentang kehidupan demokrasi dan Islam di Indonesia.

    Sedangkan Mr. Fatos Beja menegaskan bahwa Indonesia dan Albania harus

    membangun kerjasama yang baik dimana Indonesia sebagai salah satu

    negara terbesar di dunia merupakan mitra yang strategis yaitu dengan cara

    saling bertukar delegasi dan kerjasama lain yang saling menguntungkan.

    Selanjutnya ia menjelaskan tentang perkembangan penduduk di Albania

    dimana pada saat ini negara-negara Eropa yang menjadi tetangga Albania

    khawatir dengan migrasi besar-besaran dari Albania seperti yang pernah

    terjadi 20 tahun silam.

    Sealin itu, menanggapi pertanyaan Delri mengenai pencapaian Millennium

    Development Goals (MDGs) di Albania, anggota Komisi Hubungan Luar Negeri

    Parlemen Albania menjelaskan bahwa pencapaian MDGs di Albania sangat

    bergantung pada reformasi pembangunan ekonomi Albania. Saat ini sudah

    ada beberapa kemajuan karena Pemerintah Albania sudah bekerja sama

    dengan badan PBB, UNDP dalam pencapaian MDGs. Mengenai koordinasi

    pelaksanaannya telah terintegrasi antara Pemerintah, Parlemen dan UNDP.

    Albania juga memiliki standar pencapaian MDGs yang sama dengan Uni

    Eropa. Rintisan MDGs yang dimulai sejak tahun 2003 ini yakin akan dapat

    dicapai oleh Albania pada tahun 2015.

  • 6

    Gmb. 3. Pertemuan dengan Komisi Luar Negeri Parlemen Albania

    Isu lain yang dibahas adalah tentang kemerdekaan Kosovo karena saat ini

    sudah 76 negara yang mendukung kemerdekaan tersebut. Komisi Hubungan

    Luar Negeri Parlemen Albania menjelaskan bahwa 85% penduduk Kosovo

    adalah Muslim dan sekarang ini sedang terjadi krisis ekonomi karena

    sebagian besar penduduknya pengangguran. Komisi ini sempat menanyakan

    sikap RI terhadap masalah kemerdekaan Kosovo. Menanggapi hal tersebut,

    Wakil Ketua BKSAP, Sidarto Danusubroto menyatakan bahwa karena kasus ini

    bersifat sensitif maka DPR-RI akan menyampaikan hal ini kepada Pemerintah

    RI dalam hal ini Kementerian Luar Negeri RI, karena keputusan final

    mendukung atau belum mendukung, ada tangan di Pemerintah RI, sekalipun

    sebagai institusi yang mewakili rakyat, DPR-RI sangat bisa memahami apa

    yang yang menjadikan keputusan rakyat Kosovo tersebut.

  • 7

    4. Pertemuan dengan Perdana Menteri Albania, Mr. Sali Berisha,

    tanggal 25 Juli 2011 pukul 13.00.

    PM Sali Berisha mengucapkan selamat datang kepada Delegasi DPR-RI

    dan menyambut antusias kunjungan pertama kali dan bersejarah Delegasi

    DPR-RI ke Albania serta menyatakan kunjungan DPR-RI ini merupakan

    kontribusi yang konkrit terhadap hubungan kedua negara. PM Berisha

    mengungkapkan keinginannya agar Indonesia dan Albania dapat

    bekerjasama secara lebih dekat di segala bidang, khususnya di bidang energi,

    air, turisme serta mengajak para investor Indonesia untuk menanamkan

    investasinya di Albania. PM Albania juga mengusulkan peningkatan hubungan

    bilateral Indonesia dan Albania seperti diselesaikannya draft perjanjian

    peningkatan dan perlindungan investasi, perjanjian penghindaran pajak

    berganda, perjanjian transportasi maritim, perjanjian kebudayaan serta

    adanya saling kunjung pejabat dan pengusaha dari kedua negara.

    Lebih lanjut PM Berisha menyampaikan pertumbuhan ekonomi di

    negerinya serta menerangkan tentang kabinet yang dipimpinya yang terdiri

    dari 11 orang menteri. Selain itu, PM Berisha mendukung penguatan

    Friendship Group Parlemen Albania dengan DPR-RI serta menyarankan agar

    Ketua Parlemen Al