Click here to load reader

LAPKAS DM Tipe 2

  • View
    33

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

DM TIpe 2

Text of LAPKAS DM Tipe 2

Slide 1

DIABETES MELITUS TIPE 2

Oleh :

Mery Friyanti P (110100239)

Jessica D S (110100236)

Khalis Hamdani (110100336)

Arifah Abriana Nst (110100090)

Putri Arini Oktasari (100100092)

Supervisor : dr. Burham, Sp.PD

+

BAB 1

LATAR BELAKANG

+

Latar Belakang

Dunia Prevalensi 9%Usia > 18 tahun

1,5 juta kematian Low & middle income countries

Amerika 29,1 juta penduduk (9,3%)

Indonesia 1,1% (2011) ; 2,1% (2013)

Prevalensi meningkat dengan bertambahnya usia

Hiperglikemia kronis pada diabetes

+

Bab 2

TINJAUAN PUSTAKA

+

+

Definisi DM

Penyakit metabolik dengan ciri hiperglikemia

Diagnosis DM

Gejala klasik DM + glukosa plasma sewaktu 200mg/dL

Gejala klasik DM + glukosa plasma puasa 126 mg/dL

Klasifikasi DM

Diabetes melitus tipe 1

Diabetes melitus tipe 2

Glukosa plasma 2 jam pada TTGO 200 mg/dL

Diabetes melitus tipe lain

Diabetes kehamilan

Mekanisme dan DinamikaSekresi Insulin

+

Patogenesis dm tipe 2

Gangguan pada fase 1(terjadi segera setelah sel beta mendapat rangsangan)hiperglikemia

Peningkatan kerja fase 2(setelah fase 1 yang muncul secara perlahan)dekompensasipeningkatan glukosa darah dan dislipidemiakerusakan jaringanresistensi insulin

+

KOMPLIKASI

+

DM

Nefropati

Retinopati

PJK

Neuropati

Stroke

Hipertensi

PVD

Perlemakan hati

Penyakit paru

Gangguan Saluran Cerna

Infeksi

Empat Pilar Penatalaksanaan DM

+

Edukasi

Terapi Gizi Medis

Latihan Jasmani

Farmakologis

Edukasi

Partisipasi aktif penderita, keluarga dan masyarakat

Edukasi perubahan perilaku dan gaya hidup

+

Terapi Gizi Medis

Karbohidrat : 45 65% total asupan energi

Protein : 10 20% total asupan energi

Lemak : 20 25 % kebutuhan kalori

Jumlah kalori yang diperlukan

Laki-laki: 30 Kkal/kg BBI

Perempuan: 25 Kkal/kg BBI

+

Latihan Jasmani

3-4 kali seminggu selama, kurang lebih 30 menit

Tujuan :

menjaga kebugaran

menurunkan berat badan

memperbaiki sensitivitas insulin

dianjurkan berupa latihan jasmani yang bersifat aerobik seperti : jalan kaki, bersepeda santai, jogging, dan berenang

+

Farmakologis

A. Pemicu sekresi insulin (insulin secretagogue) :

Sulfonilurea

Glinid

B. Penambah sensitivitas terhadap insulin :

Tiazolidindion

C. Penghambat glukoneogenesis :

Metformin

D. Penghambat absorpsi glukosa :

Penghambat glukosidase alfa (Acarbose)

+

BAB 3

LAPORAN KASUS

+

Laporan Kasus

Nama Lengkap : Sukardi

Tanggal Lahir : 24-03-1953

Umur : 62 tahun

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pekerjaan : Wiraswasta

Status: Sudah Menikah

Jenis Suku : Jawa

Agama : Islam

+

Keluhan Utama: Benjolan dibawah skrotum

Deskripsi :

Hal ini dialami os 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Benjolan disertai nyeri dan berdenyut secara terus-menerus

Os juga mengalami nausea (+) dan vomitus (+) yang dialami os setelah operasi pada tanggal 11 juni lalu

Os juga mengeluh polidipsi, polifagi, poliuri dan mengaku memiliki riwayat Diabetes Melitus selama 12 tahun dan tidak teratur minum obat dengan KGD tertinggi 400mg/dl

+

DESKRIPSI UMUM

KesadaranCMDeskripsi: Komunikasi BaikNadiFrekuensi 64x/ireguler, t/v: cukupTekanan darahBerbaring: 140/70 mmHg-TemperaturAksila : 35,8oCRektal : tdpPernafasanFrekuensi: 16 x/menitDeskripsi: Torako abdominal

TANDA VITAL

+

Intensitas Nyeri : 3

Lokasi Nyeri : Regio epigastrium

+

KEPALA :

MATA: Konjungtiva palpebra pucat (-), sklera ikterik (-), pupil isokor, ki=ka 3mm, refleks cahaya direk (+), indirek (+), kesan anemis.

TELINGA: Dalam batas normal

HIDUNG: Dalam batas normal

MULUT DAN TENGGOROKAN: Dalam batas normal

LEHER : Struma tidak membesar, pembesaran KGB (-), Trakea medial, TVJ R-2 cmH2O

+

DepanBelakangInspeksiSimetris fusiformisSimetris fusiformisPalpasiSf ki=ka, kesan normalSf ki=ka, kesan normalPerkusiSonor pada kedua lapangan paruSonor pada kedua lapangan paruAuskultasiSP: vesikulerST: -SP: vesikulerST: -

THORAX :

JANTUNG :

Batas Jantung Relatif:

Atas: ICS III sinistra

Kanan: ICS IV linea parasternalis dekstra

Kiri: 1cm medial linea midclavicularis sinistra

HR: 88x/menit, reguler

M1>M2, P2>P1, T1>T2, A2>A1, desah (-).

+

ABDOMEN

Inspeksi: Simetris

Palpasi: Soepel, H/L/R tidak teraba

Perkusi: Timpani

Auskultasi: Normoperistaltik

PINGGANG :

Tapping pain (-), ballotement (-)

INGUINAL :

Pembesaran KGB (-)

EKSTREMITAS :

Superior : edema (-), dbn

Inferior : edema (-), dbn

+

GENITALIA :

Debridement scrotalis, benjolan pada perineum

NEUROLOGI :

Refleks fisiologi (+) Normal

Refleks Patologis (-)

Darah: Hb 12,6gr%, Eritrosit 3.8 juta/mm3, Leukosit 7.520/mm3, Trombosit 125.000/mm3,GDS : 358 mg/dlKemih: Warna kuning jernih, tidak dilakukan pemeriksaanTinjaTidak dilakukan pemeriksaan

HASIL LAB

RESUME DATA DASAR (Diisi dengan hal positif)

Keluhan Utama : Benjolan dibawah skrotumAnamnesis : Hal ini dialami os 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Benjolan disertai nyeri dan berdenyut secara terus-menerusOs juga mengalami nausea (+) dan vomitus (+) yang dialami os setelah operasi pada tanggal 11 juni laluOs juga mengeluh polidipsi, polifagi, poliuri dan mengaku memiliki riwayat Diabetes Melitus selama 12 tahun dan tidak teratur minum obat dengan KGD tertinggi 400mg/dlPemeriksaan FisikGenitalia:Debridement scrotalis, nodul pada perineum

+

Laboratorium RutinDarahDarah : Hb 12,6gr%, Eritrosit 3.8 juta/mm3, Leukosit 7.520/mm3, Trombosit 125.000/mm3,GDS : 358 mg/dlDiagnosa Banding Perineum nodular dd Abcess perineum + DM tipe 2 dd DM tipe 1Diagnosa SementaraPerineum nodular + DM tipe 2PenatalaksanaanAktivitas : Tirah BaringDiet : Diet DM 1300 kkalMedikamentosa :IVFD NaCl 0,9% 20gtt/IInj. Novorapid 6-6-6 IUInj. Lantus 0-0-17 IUInj. Ranitidin 50mg/12jamInj. Ondansetron 4mg/8jamTindakan LanjutanKGD puasa, KGD 2 jam PPHbA1c

+

TERIMA KASIH

+