LAPKAS ANESTESI FITRIA

  • View
    228

  • Download
    1

Embed Size (px)

Text of LAPKAS ANESTESI FITRIA

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    1/33

    BAB I

    PENDAHULUAN

    Hernia inguinalis lateralis cukup sering terjadi pada pria dari pada wanita

    dengan angka kejadian 7 kali lipat. Usia juga dapat mempengaruhi kejadian

    hernia, dimana pada usia tua kemungkinan terjadinya hernia bisa menjadi lebih

    besar dikarenakan melemahnya dinding otot perut.

    Hal ini dipeng aruhi oleh kekuatan otot-otot perut yang sudah mulai

    melemah. Hernia, atau sering kita kenal dengan istilah Turun Bero,

    merupakan penonjolan isi suatu rongga melalui de!ek atau bagian lemah

    dari dinding rongga bersangkutan. "ada hernia abdomen, isi perut menonjol

    mela lui de!ek atau bagian lemah dar i lapisan muskulo aponeurotik #lapisan

    otot$ dinding perut.

    Hernia terdiri atas jaringan lunak, kantong, dan isi hernia.7% & dari

    seluruh hernia abdominal terjadi di inguinal #lipat paha$. 'ang lainnya dapat

    terjadi di umbilikus #pusar$ atau daerah perut lainnya. Hernia inguinalis dibagi

    menjadi (, yaitu hernia inguinalis medialis dan hernia inguinalis lateralis. )ika

    kantong hernia inguinalis lateralis mencapai skrotum #buah *akar$, hernia disebut

    hernia skrotalis.

    +angkah operati! adalah pengobatan satu-satunya yang rasional. ndikasi

    operasi sudah ada sejak diagnosa ditegakkan. "rinsip dasar operasi terdiri dari

    herniotomi dan hernioplasti. )enis anestesi yang digunakan ketika prosedur

    operasi ini dilakukan adalah regional anestesi dengan spinal anestesi yang sesuai

    dengan indikasi operasi didaerah genital.

    1

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    2/33

    BAB II

    STATUS PASIEN

    dentitas "asien

    ama Tn. B

    )enis kelamin +aki-laki

    Umur /0 tahun

    1tatus 1udah 2enikah

    3gama slam

    Tgl masuk 41 (% o5ember (06%

    . 3namnesis

    U Terdapat benjolan yang menetap di paha sebelah

    kanan sejak ( tahun.

    4"1 "asien datang ke 41U8 Bangkinang dengan

    keluhan terdapat benjolan menetap disekitar buah

    paha sebelah kanan sejak ( tahun. Benjolan tersebut

    berbentuk bulat, dengan permukaan yang rata dan

    warna sama dengan warna kulit sekitarnya. Ukuranbenjolan sebesar telur ayam, awalnya benjolan tidak

    membesar namun sejak / bulan terakhir semakin

    membesar. Tidak ada demam, mual #-$ , pusing dan

    muntah #-$ namun pasien merasa kurang nyaman.

    4"8 awalnya ada benjolan kecil dilipat paha kanan,

    semakin membesar. Tidak memiliki riwayat

    penyakit prostat.

    4" tidak terdapat riwayat penyakit keluarga yang

    berhubungan.

    ebiasaan riwayat merokok #-$, riwayat meminum alkohol #-$

    mengangkat beban yang berat #9$

    . "emeriksaan tanda 5ital #5ital sign$

    Tekanan darah 660:70 mmHg

    1uhu tubuh ;/,/0 :menit

    ?rekuensi na!as (0 >:menit

    2

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    3/33

    . "emeriksaan ?isik 8iagnostik

    @. 3 keadaan umum

    esadaran

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    4/33

    3uskultasi suara na!as 5esikuler, tidak terdengar ronkhi

    maupun whee*ing pada kedua lapang paru.

    @. "emeriksaan 3bdomen

    nspeksi Tidak ditemukan perubahan warna kulit, tidak

    ditemukan jaringan parut.

    auskultasi Bising usus normal

    "erkusi Terdapat timpani pada seluruh lapangan abdomen

    "alpasi Hepar dan lien tidak teraba, tidak ditemukan nyeri

    tekan dan nyeri lepas.

    "emeriksaan ren tidak dilakukan pemeriksaan

    "emeriksaan nyeri ketok ginjal tidak dilakukan pemeriksaan

    "emeriksaan asites tidak dilakukan pemeriksaan

    "emeriksaan ekstremitas tidak dilakukan pemeriksaan

    Status Lokalis Genitalia Pria

    nspeksi terlihat benjolan, bentuk bulat warna sama dengan warna kulit

    "alpasi teraba masa didaerah lipatan paha sebelah kanan, sebesar telur ayam,

    permukaan rata, tidak nyeri, massa teraba lunak. Tidak ditemukan

    tanda- tanda radang.

    I. PEMERIKSAAN LABORATORIUM

    Tanggal 60-66-(06%

    Pemeriksaan ara! len"ka# $

    Hb 6%,C g:dl

    +8 6D mm:jam

    +eukosit 7.000 ul

    Hematokrit C;,( &

    4

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    5/33

    Trombosit (/D.000:ul

    Pemeriksaan "in%al

    tra irreponibel

    III. STATUS ANASTESI

    ASA II #"asien dengan gangguan sistemik ringan, perubahan anatomi

    dan !isiologi$

    I'. TINDAKAN

    8ilakukan Herniotomi dan hernioplasti

    Tanggal (/ o5ember (06%

    '. LAPORAN ANESTESI

    a. "ersiapan 3nestesi

    - n!ormed concent

    - "uasa"engosongan lambung, penting untuk mencegah aspirasi isi

    lambung karena regurgitasi. Untuk dewasa dipuasakan /-= jam

    sebelum operasi

    - "emasangan @ line1udah terpasang jalur intra5ena menggunakan @ catheter

    ukuran 6= atau menyesuaikan keadaan pasien dimana dipilih

    ukuran yang paling maksimal bisa dipasang.

    - 8ilakukan pemasangan monitor tekanan darah, nadi dan saturasi

    E(

    5

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    6/33

    b. "enatalaksanaan 3nestesi

    )enis anestesi 4egional 3nestesi #43$spinal anestesi

    "remedikasi - Endansetron @ C mg- 2ida*olam @ ( mg2edikasi intra operati!

    - Bupi5acain spinal @ (,% cc #6(,% mg$

    2edikasi post operati!

    - Tramadol (00 mg- etorolac @ ;0 mg

    Teknik anestesi

    "asien dalam posisi duduk tegak dan kepala menunduk, dilakukan

    desin!eksi di sekitar daerah tusukan yaitu di regio 5ertebra lumbal (-C.

    8ilakukan 1ub arakhnoid blok dengan jarum spinal no. (7 pada regio

    5ertebra lumbal (-C dengan tusukan paramedian.

    +

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    7/33

    BAB III

    TIN(AUAN PUSTAKA

    ).* Anestesi Re"ional

    A. De+inisi

    3nestesi regional adalah hambatan impuls nyeri suatu bagian tubuh

    sementara pada impuls syara! sensorik, sehingga impuls nyeri dari satu bagian

    tubuh diblokir untuk sementara #re5ersibel$. ?ungsi motorik dapat terpengaruh

    sebagian atau seluruhnya, tetapi pasien tetap sadar

    3natomi

    6. Tulang punggung #koluna 5ertebrais$, terdiri dari

    a. 7 5ertebra ser5ikal

    b. 6( 5ertebra torakala

    c. % 5ertebra lumbal

    d. % 5ertebra skaral # menyatu pada orang dewasa$

    e. C-% 5ertebra koksigeal # menyatu pada orang dewasa$

    "rocessus spinosus

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    8/33

    (. @ertebra lumbal

    Bgambar anatomi 5ertebra lumbal

    ;. "eredaran darah

    2edulla spinalis diperdarahi oleh a. spinalis anterior dan a. spinalis

    posterior

    C. +apisan punggung

    Untuk mencapai cairan cerebrospinalis, maka jarum suntik akan

    menembus kulit, subkutis, ligamentum supraspinosusm, ligamentum

    intraspinosusm, ruang epidural, duramater, ruang subarachnoid,

    %. 2edulla spinalis, #korda spinalis, the spinal cord$

    Berada dalam kanalis spinalis yang dikelilingi oleh cairan cerebrospinal,

    dibungkus meninggen #duramater, lemak, dan pleksus 5enosus$. "ada

    8

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    9/33

    dewasa berakhir setinggi +6 dan pada anak +(, pada bayi +; dan sakus

    duralis berakhir setinggi 1(.

    /.

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    10/33

    4elati! aman untuk pasien yang tidak puasa #operasi emergency,

    lambung penuh$ karena penderita sadar

    Tidak ada komplikasi jalan na!as dan respirasi

    Tidak ada polusi kamar operasi oleh gas anestesi

    "erawatan post operasi lebih ringan

    Keru"ian

    Tidak semua penderita mau dilakukan anestesi secara regional

    2embutuhkan kerjasama pasien yang kooperati!

    1ulit diterapkan pada anak-anak

    Tidak semua ahli bedah menyukai anestesi regional

    Terdapat kemungkinan kegagalan pada teknik anestesi regionalD. Persia#an Anastesi Re"ional

    "ersiapan anestesi regional sama dengan persiapan anestesi umum

    karena untuk mengantisipasi terjadinya reaksi toksik sistemik yang bisa

    berakibat !atal. 8aerah disekitar tempat tusukan diteliti apakah akan

    menimbulkan kesulitan, misalnya ada kelainan anatomis tulang punggung

    atau pasien gemuk sekali sehingga tidak teraba tonjolan prosesus spinosus.

    1elain itu harus diperhatikan hal-hal dibawah ini

    n!ormed consent #i*in dari pasien$ "emeriksaan !isik, tidak dijumpai kelainan spesi!ik seperti kelainan

    tulang punggung.

    "emeriksaan laboratorium anjuran, misalnya hemoglobin,

    hematokrit.

    E. Anestesi S#inal

    3nestesi spinal ialah pemberian obat anestetik lokal ke dalam

    ruang subarachnoid.3nestesi spinal diperoleh dengan cara menyuntikkan

    anastetik lokal kedalam ruang subarachnoid. 3nestesi spinal disebut juga

    sebagai analgesi atau blok spinal intradural. Untuk mencapai cairan

    serebrospinal, maka jarum suntik akan menembus kutis, subkutis, +ig.

    1upraspinosum, +ig. nterspinosum, +ig. ?la5um, ruang epidural,

    durameter, ruang subarachnoid.

    10

  • 7/26/2019 LAPKAS ANESTESI FITRIA

    11/33

    Aambar 6. "enampang @ertebra

    . Inikasi an kontrainikasi*

    Inikasi

    Bedah ekstremitas bawah

    Bedah panggul

    Tindakan sekitar rektum perineum

    Bedah obstetrik-ginekologi

    Bedah urologi

    Bedah abdomen bawah

    "ada bedah abdomen atas dan bawah pediatrik biasanya

    dikombinasikan dengan anestesi umum ringan

    Kontra inikasi a&solut$

    "asien menolak

    n!eksi pada tempat suntikan

    Hipo5olemia berat, syok

    oagulapatia atau mendapat terapi koagulan

    Tekanan intrakranial meningkat

    ?asilitas resusitasi minim

    urang pengalaman tanpa didampingi konsulen anestesi.