of 23 /23
II-1 Laporan Kerja Praktik Analisa Sistem Penyaluran Air Minum PDAM Kota Banyuwangi 2011 ASRI HAYYU RINPROPADEBI | 3308100009 AYU RATRI WIJAYANING H. | 3308100097 BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Definisi dan Persyaratan Air Bersih 2.1.1 Definisi Air Bersih Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum. Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologi dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping (Ketentuan Umum Permenkes No. 416/Menkes/PER/IX/1990 (Dalam Modul Gambaran Umum Penyediaan dan Pengolahan Air Minum Edisi Maret 2003 hal. 3 dari 41) 2.1.2 Sumber Air Baku Penyediaan air minum untuk masyarakat dilakukan dengan tujuan agar kebutuhan masyarakat akan air minum dapat tersedia dengan baik sehingga didapatkan air yang cukup banyak, berkualitas (memenuhi standar baku air minum), dapat diperoleh secara kontinyu, mudah dan dengan biaya yang memadai bagi setiap pemakainya. Dalam menyediakan kebutuhan air minum, yang perlu kita ketahui adalah sumber-sumber air minum, banyaknya keperluan air minum, pengolahan air minum dan distribusi air minum. Beberapa sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk air minum adalah sebagai berikut: 1. Mata Air

LAP BAB II

Embed Size (px)

Text of LAP BAB II

Laporan Kerja Praktik Analisa Sistem Penyaluran Air MinumII-1 PDAM Kota Banyuwangi 2011

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 2.1.1

Definisi dan Persyaratan Air Bersih Definisi Air Bersih Air bersih adalah air yang digunakan untuk keperluan sehari-hari dan

akan menjadi air minum setelah dimasak terlebih dahulu. Sebagai batasannya, air bersih adalah air yang memenuhi persyaratan bagi sistem penyediaan air minum. Adapun persyaratan yang dimaksud adalah persyaratan dari segi kualitas air yang meliputi kualitas fisik, kimia, biologi dan radiologis, sehingga apabila dikonsumsi tidak menimbulkan efek samping (Ketentuan Umum Permenkes No. 416/Menkes/PER/IX/1990 (Dalam Modul Gambaran Umum Penyediaan dan Pengolahan Air Minum Edisi Maret 2003 hal. 3 dari 41) 2.1.2 Sumber Air Baku Penyediaan air minum untuk masyarakat dilakukan dengan tujuan agar kebutuhan masyarakat akan air minum dapat tersedia dengan baik sehingga didapatkan air yang cukup banyak, berkualitas (memenuhi standar baku air minum), dapat diperoleh secara kontinyu, mudah dan dengan biaya yang memadai bagi setiap pemakainya. Dalam menyediakan kebutuhan air minum, yang perlu kita ketahui adalah sumber-sumber air minum, banyaknya keperluan air minum, pengolahan air minum dan distribusi air minum. Beberapa sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk air minum adalah sebagai berikut: 1. Mata Air Air yang keluar dari mata air umumnya jernih dan memenuhi syaratsyarat air minum. Oleh karena itu, bila debitnya mencukupi dan mendapat izin dari yang berwajib maka mata air sangat baik untuk dieksploitasi. Sebelum dialirkan mata air tersebut harus dikaptir atau dibungkus agar tidak ada pengotoran dari luar dan gangguangangguan lainnya.

ASRI HAYYU RINPROPADEBI AYU RATRI WIJAYANING H.

| 3308100009 | 3308100097

Laporan Kerja Praktik Analisa Sistem Penyaluran Air MinumII-2 PDAM Kota Banyuwangi 2011 2. Air Permukaan Merupakan air yang terdapat dalam sungai, parit, saluran irigasi, danau. Air permukaan ini dalam hal kekeruhan berubah-ubah, apalagi di musim hujan sangat keruh. Selain kekeruhan, susunan kimianya juga berubah. Saat ini, sudah banyak yang memanfaatkan air sungai untuk diolah menjadi air minum. 3. Air Tanah Dangkal Pemanfaatan air tanah ( 1.000.000 500.000 1.000.000 100.000 500.000 20.000 100.000 Konsumsi Air (lt/org/hari) 210 170 150 90 mengganggu kesehatan. Persyaratan bakteriologis ini ditandai dengan tidak adanya bakteri E. coli atau fecal coli dalam

Sumber : Kimpraswil, 2003 ASRI HAYYU RINPROPADEBI AYU RATRI WIJAYANING H. | 3308100009 | 3308100097

Laporan Kerja Praktik Analisa Sistem Penyaluran Air MinumII-4 PDAM Kota Banyuwangi 2011

2.1.3.3

Persyaratan Kontinuitas

Air baku untuk air bersih harus dapat diambil terus menerus dengan fluktuasi debit yang relatif tetap, baik pada saat musim kemarau maupun musim hujan. Kontinuitas juga dapat diartikan bahwa air bersih harus tersedia 24 jam per hari, atau setiap saat diperlukan, kebutuhan air tersedia. Akan tetapi kondisi ideal tersebut hampir tidak dapat dipenuhi pada setiap wilayah di Indonesia, sehingga untuk menentukan tingkat kontinuitas pemakaian air dapat dilakukan dengan cara pendekatan aktifitas konsumen terhadap prioritas pemakaian air. Prioritas pemakaian air yaitu minimal selama 12 jam per hari, yaitu pada jam-jam aktifitas kehidupan, yaitu pada pukul 06.00 18.00. Kontinuitas aliran sangat penting ditinjau dari dua aspek. Pertama adalah kebutuhan konsumen. Sebagian besar konsumen memerlukan air untuk kehidupan dan pekerjaannya, dalam jumlah yang tidak ditentukan. Karena itu, diperlukan pada waktu yang tidak ditentukan. Karena itu, diperlukan reservoir pelayanan dan fasilitas energi yang siap setiap saat. Sistem jaringan perpipaan didesain untuk membawa suatu kecepatan aliran tertentu. Kecepatan dalam pipa tidak boleh melebihi 0,61,2 m/dt. Ukuran pipa harus tidak melebihi dimensi yang diperlukan dan juga tekanan dalam sistem harus tercukupi. Dengan analisis jaringan pipa distribusi, dapat ditentukan dimensi atau ukuran pipa yang diperlukan sesuai dengan tekanan minimum yang diperbolehkan agar kuantitas aliran terpenuhi. 2.1.3.4 Persyaratan Tekanan Air Konsumen memerlukan sambungan air dengan tekanan yang cukup, dalam arti dapat dilayani dengan jumlah air yang diinginkan setiap saat. Untuk menjaga tekanan akhir pipa di seluruh daerah layanan, pada titik awal distribusi diperlukan tekanan yang lebih tinggi untuk mengatasi kehilangan tekanan karena gesekan, yang tergantung kecepatan aliran, jenis pipa, diameter pipa, dan jarak jalur pipa tersebut. ASRI HAYYU RINPROPADEBI AYU RATRI WIJAYANING H. | 3308100009 | 3308100097

Laporan Kerja Praktik Analisa Sistem Penyaluran Air MinumII-5 PDAM Kota Banyuwangi 2011 Dalam pendistribusian air, untuk dapat menjangkau seluruh area pelayanan dan untuk memaksimalkan tingkat pelayanan maka hal wajib untuk diperhatikan adalah sisa tekanan air. Sisa tekanan air tersebut paling rendah adalah 5mka (meter kolom air) atau 0,5 atm (satu atm = 10 m), dan paling tinggi adalah 22mka (setara dengan gedung 6 lantai). Menurut standar dari DPU, air yang dialirkan ke konsumen melalui pipa transmisi dan pipa distribusi, dirancang untuk dapat melayani konsumen hingga yang terjauh, dengan tekanan air minimum sebesar 10mka atau 1atm. Angka tekanan ini harus dijaga, idealnya merata pada setiap pipa distribusi. Jika tekanan terlalu tinggi akan menyebabkan pecahnya pipa, serta merusak alat-alat plambing (kloset, urinoir, faucet, lavatory, dll). Tekanan juga dijaga agar tidak terlalu rendah, karena jika tekanan terlalu rendah maka akan menyebabkan terjadinya kontaminasi air selama aliran dalam pipa distribusi. 2.2 Kebutuhan Air Kebutuhan air dapat dibedakan menjadi 2 (Mangkoedihardjo, 1985), yaitu: 1. 2. Kebutuhan Air Domestik Kebutuhan Air Non- Domestik

2.2.1 Kebutuhan Air Domestik Kebutuhan air domestik dapat diketahui dari data penduduk yang ada. Kebiasaan dan pola hidup serta tingkat hidup yang didukung perkembangan sosial ekonomi memberi kecenderungan meningkatkan kebutuhan air dasar. Demikian pula dengan semakin baiknya sanitasi yang memerlukan lebih banyak air untuk menggelontor limbah, terkadang perlu diambil kebijaksanaan untuk mengurangi banyaknya sambungan langsung dan memperbanyak hidran umum. Jenis pelayanan air memberikan pengaruh terhadap konsumsi air, yang dikenal dua kategori fasilitas penyediaan air minum yaitu: 1) Fasilitas Perpipaan meliputi: Sambungan Rumah (SR) ASRI HAYYU RINPROPADEBI AYU RATRI WIJAYANING H. | 3308100009 | 3308100097

Laporan Kerja Praktik Analisa Sistem Penyaluran Air MinumII-6 PDAM Kota Banyuwangi 2011 Kran disediakan sampai dalam rumah atau bangunan Sambungan Kran Umum (KU) Bak air yang dipakai bersama oleh sekelompok rumah atau bangunan. 2) Fasilitas Non-Perpipaan meliputi: Sumur umum, mobil air, dan mata air. Berikut ini merupakan tabel kebutuhan air domestik menurut P.U Cipta Marga dan P3KT (PELITA V):

Tabel 2.2 Kebutuhan Air Domestik Berdasarkan P.U. CIPTA MARGA Jumlah Kategori No 1 2 3 Kota Metropolita n Besar Sedang Penduduk (orang) >1.000.000 500.0001.000.000 100.000500.000 20.000Penyedian air SR KU 190 170 150 30 30 30 30 30 Kehilangan air 20% 20% 20% 20% 20%

4 Kecil 100.000 130 5 IKK 1.000.000 500.0001.000.000 | 3308100009 | 3308100097 SR 120 100 KU 30 30 Penyedian air Kehilangan air 15-25% 15-25%

ASRI HAYYU RINPROPADEBI AYU RATRI WIJAYANING H.

Laporan Kerja Praktik Analisa Sistem Penyaluran Air MinumII-7 PDAM Kota Banyuwangi 2011 100.0003 4 5 6 Sumber Sedang Kecil IKK Sub IKK : P3KT 500.000 20.000100.000 3.000-20.000