of 40 /40
Tg l No Dx Perencanaan Dx Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi 1 Gangguan proses fikir: waham TUM: Klien dapat mengontrol wahamnya. TUK: 1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. 1.1 Setelah …x interaksi klien: Mau menerima kehadiran perawat di sampingnya. Mengatakan mau menerima bantuan perawat. Tidak menunjukkan tanda-tanda curiga. Mengijinkan duduk disamping. 1.1 Bina hubungan saling percaya dengan klien : Beri salam. Perkenalkan diri, tanyakan nama serta nama panggilan yang disukai. Jelaskan tujuan interaksi. Yakinkan klien dalam keadaan aman dan perawat siap menolong dan mendampinginya. Yakinkan bahwa kerahasiaan klien akan tetap terjaga. Tunjukkan sikap terbuka dan jujur. Perhatikan kebutuhan dasar dan beri bantuan untuk memenuhinya.

lampiran intervensi waham

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: lampiran intervensi waham

Tgl No Dx

PerencanaanDx Keperawatan Tujuan Kriteria Evaluasi Intervensi

1 Gangguan proses fikir: waham

TUM: Klien dapat mengontrol wahamnya.TUK:1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.

1.1 Setelah …x interaksi klien: Mau menerima

kehadiran perawat di sampingnya.

Mengatakan mau menerima bantuan perawat.

Tidak menunjukkan tanda-tanda curiga.

Mengijinkan duduk disamping.

1.1 Bina hubungan saling percaya dengan klien : Beri salam. Perkenalkan diri, tanyakan

nama serta nama panggilan yang disukai.

Jelaskan tujuan interaksi. Yakinkan klien dalam

keadaan aman dan perawat siap menolong dan mendampinginya.

Yakinkan bahwa kerahasiaan klien akan tetap terjaga.

Tunjukkan sikap terbuka dan jujur.

Perhatikan kebutuhan dasar dan beri bantuan untuk memenuhinya.

2. Klien dapat mengidentifikasi perasaan yang muncul secara berulang dalam pikiran klien.

2.1 Setelah ...x interaksi klien: Menceritakan ide-ide

dan perasaan yang muncul secara berulang dalam pikirannya.

2. Bantu klien untuk mengungkapkan perasaan dan pikirannya.

Diskusikan dengan klien pengalaman yang dialami selama ini termasuk hubungan dengan orang yang berarti, lingkungan kerja, sekolah, dsb.

Dengarkan pernataan klien

Page 2: lampiran intervensi waham

dengan empati tanpa mendukung/ menentang pernyataan wahamnya.

Katakan perawat dapat memahami apa yang diceritakan klien.

3. klien dapat mengidentifikasi stessor/ pencetus wahamnya. (Triggers Factor)

3.1 setelah ...x interaksi klien: Dapat menyebutkan

kejadian-kejadian sesuai dengan urutan waktu serta harapan/kebutuhan dasar yang tidak terpenuhi seperti: harga diri, rasa aman, dsb.

Dapat menyebutkan hubungan antara kejadian traumatis/ kebutuhan tidak terpenuhi dengan wahamnya.

3. Bantu klien untuk mengidentifikasi kebutuhan yang tidak terpenuhi serta kejadian yang menjadi faktor pencetus wahamnya.

Diskusikan dengan klien tentang kejadian-kejadian traumatik yang menimbulkan rasa takut, ansietas maupun perasaan tidak dihargai.

Diskusikan kebutuhan/ harapan yang belum terpenuhi.

Diskusikan dengan klien cara-caa mengatasi kebutuhan yang tidak terpenuhi dan kejadian yang traumatis.

Diskusikan dengan klien apakah ada halusinasi yang meningkatkan pikiran / perasaan yang terkait wahamnya.

Diskusikan dengan klien antara kejadian-kejadian

Page 3: lampiran intervensi waham

tersebut dengan wahamnya.4. klien dapat mengidentifikasi wahamnya.

4. setelak...x interaksi klien: Menyebutkan

perbedaan pengalaman nyata dengan pengalaman wahamnya.

4. Bantu klien mengidentifikasi keyakinannya yang salah tentang situasi yang nyata (bila klien sudah siap)

Diskusikan dengan klien pengalaman wahamnya tanpa berargumentasi.

Katakan kepada klien akan keraguan parawat terhadap pernyataan klien.

Diskusikan dengan klien respon perasaan terhadap wahamnya.

Diskusikan frekuensi, intensitas, dan durasi terjadinya waham.

Bantu klien membedakan situasi nyata dengan situasi yang dipersepsikan salah oleh klien.

5. klien dapat mengidentifikasi konsekuensi dari wahamnya

5. Setelah...x interaksi: Klien menjelaskan

gangguan fungsi hidup sehari-hari yang diakibatkan ide-ide /pikirannya yang tidak sesuai dengan kenyataan seperti:

Hunbungan dengan

5.1. Diskusikan denagn klien pengalaman –pengalaman yang tidak menguntungkan sebagai akibat dari wahamnya seperti:

Hambatan dalam berinteraksi dengan keluarga

Hambatan berinteraksi

Page 4: lampiran intervensi waham

keluarga Hubungan dengan

orang lain Aktivitas sehari-hari Pekerjaan Sekolah Prestasi, dsb

dengan orang lain Hambatan dalam melakukan

aktivitas sehari-hari Perubahan dalam prestasi

kerja/sekokah5.2. Ajak klien melihat bahwa waham tersebut adalah masalah yang membutuhkan bantuan dari orang lain5.3. Diskusikan denagn klien orang/tempat ia minta bantuan apabila wahamnya timbul/sulit dikendalikan

6. Klien dapat melakukan teknik distraksi sebagai cara menghentikan pikiran yang terpusat pada wahamnya

6. Setelah ...x interaksi klien: klien melakukan aktivitas yang konstruktif sesuai dengan minatnya yang dapat mengalihkan fokus klien dari wahamnya.

6.1. Diskusikan hobi/aktivitas yang disukainya6.2. Anjurkan klien memilih dan melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian dan ketrampilan fisik6.3. Ikut sertakan klien dalam aktivitas fisik yang membutuhkan perhatian sebagai pengisi waktu luang.6.4. Libatkan klien dalam TAK orientasi realita6.5. Bicara denagn klien topik-topik yang nyata6.6. Anjurkan klien untuk

Page 5: lampiran intervensi waham

bertanggung jawab secara peronal dalam mempertahankan/meningatakan kesehatan dan pemulihannya.6.7. Beri penghargaan bagi setiap upaya klien yang positif.

7. Klien mendapatkan dukungan keluarga.

7.1. Setelah...x interaksi keluarga dapat menjelaskan tentang:

Pengertian waham Tanda dan gejala

waham Penyebab dan akibat

waham Cara merawat klien

waham7.2. Setelah..x interaksi keluarga dapat memperaktekan cara merawat klien waham

7.1. Diskusikan pentingnya peran serta keluarga sebagai pendukung untuk mengatasi waham.7.2. Diskusikan potensi keluarga untuk membantu klien mengatasi waham.7.3. Jelaskan pada keluarga tentang :

Pengertian waham Tanda dan gejala waham Penyebab dan akibat Cara

merawat klien waham Waham

7.4. Latih keluarga cara merawat waham7.5. Tanyakan perasaan keluarga setelah mencoba cara yang dilatihkan7.6. Beri pujian kepada keluarga atas keterelibatannya merawat klien di rumah sakit.

8. Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik.

8.1 Setelah ....x interaksi klien menyebutkan :

8.1. Diskusikan dengan klien tentang manfaat dan kerugian tidak

Page 6: lampiran intervensi waham

Manfaat minum obat Kerugian tidak

minum obat Nama, warna, dosis,

efek terapi dan efek samping obat

8.2 Setelah ...x interaksi klien mendemonstrasikan penggunaan obat dengan benar8.3 Setelah ...x interaksi

klien menyebutkan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter

minum obat,nama, warna, dosis, cara,efek terapi dan efek samping penggunaan obat8.2. Pantau klien saat penggunaan obat

Beri pujian jika klien menggunakan obat dengan benar

8.3. Diskusikan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter

Anjurkan klien untuk konsultasi kepada dokter atau perawat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

2 Kerusakan interaksi sosial

TUM: Klien dapat berinteraksi dengan orang lain.

TUK:

1. klien dapat membina hubungan saling percaya.

1. Setelah ...x interaksi klien menunjukkan tanda-tanda percaya terhadap perawat:

Wajah cerah, tersenyum.

Mau berkenalan

Ada kontak mata

Bersedia menceritakan perasaan

1.1 Bina hubungan saling percaya dengan:

Beri salam setiap berinteraksi.

Perkenalkan nama, nama panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan.

Tanyakan dan panggil nama kesukaan klien.

Tunjiukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali

Page 7: lampiran intervensi waham

Bersedia mengungkapkan masalahnya

berinteraksi

Tanyakan perasaan klien dan masalah yang dihadapi klien.

Buat kontrak interaksi yang jelas.

Dengarkan dengan penuh perhatian ekspresi perasaan klien.

2. klien mampu menyebutkan penyebab menarik diri

2. Setelah ...xinteraksi klien dapat menyebutkan minimal satu penyebab menarik diri dari:

Perawat lain

Klien lain

Kelompok

2.1 Tanyakan pada klien tentang:

Orang yang tinggal serumah/teman sekamar klien

Orang yang paling dekat dengan klien dirumah /ruang perawatan

Apa yang membuat klien dekat dengan orang di rumah/di ruang perwatan

Orang yang tidak dekat dengan klien

Page 8: lampiran intervensi waham

dirumah/diruang perawatan

Apa yang membuat klien tidak dekat dengan orang tersebut

Upaya apa yang sudah dilakukan agar dekat dengan orang lain.

3. klien mampu menyebutkan keuntungan berhubungan sosial dan kerugian menarik diri.

3. Setelah...xinteraksi klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan sosial seperti:

Banyak teman

Tidak kesepian

Bisa diskusi

Saling menolong

Dan kerugian menarik diri:

Sendiri

Kesepian

Tidak bisa diskusi

3.1 Tanyakan pada klien tentang:

Manfaat hubungan sosial

Kerugian menarik diri

3.2 Diskusikan bersama klien tentang manfaat berhubungan sosial dan kerugian menarik diri

3.3 Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya.

Page 9: lampiran intervensi waham

4. klien dapat melaksanakan hubungan sosial secara bertahap

4. Setealah...xinteraksi klien diharapkan dapat menjelaskan hubungan sosial secara bertahap dengan:

Perawat lain

Klien lain

Kelompok

4.1 Observasi perilaku klien saat berhubungan sosial.

4.2 Beri motivasi dan bantu klien untuk berkenalan / berkomunikasi dengan: perawat lain, klien lain, kelompok.

4.3 Libatkan klien dalam terapi aktivitas kelompok sosial

4.4 Diskusikan jadwalharian yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kemampuan klien bersosialisasi

4.5 Beri motivasi klienuntuk melakukan kegiatansesuai dengan jadwal ang telah dibuat

4.6 Beri pujian terhadap kemampuan klienmemperluas pergaulannyamelalui aktivitas yang dilaksanakan.

5. Klien mampu menjelaskan perasaannya setelah berhubungan sosial

5. setelah ...xinteraksi klien dapat menjelaskan perasaanya setelah berhubungan sosial dengan:

5.1 Diskusikan dengan klien tentang perasaannya setelah berhubungan sosial denganorang lain atau kelompok.

Page 10: lampiran intervensi waham

Orang lain

Kelompok

5.2 Beri pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya.

6. Klien mendapat dukungan keluarga dalam memperluas hubungan sosial

6.1 Setelah...x pertemuan keluarga dapat menjelaskan tentang:

Pengertian menarik diri

Tanda dan gejala menarik diri

Penyebab dan akibat menarik diri

Cara merawat klien menarik diri.

6.2 Setelah ...x pertemuan keluarga dapat mempraktekkan cara merawat klien menarik diri.

6.1 Diskusikan pentingnya peran serta keluarga sebagai pendukung untuk mengatasi perilaku menarik diri.

6.2 Diskusikan potensi keluarga untuk membantu klien mengatasi perilaku menarik diri.

6.3 Jelaskan pada keluarga tentang :

Pengertian menarik diri

Tanda dan gejala menarik diri

Penyebab dan akibat menarik diri

Cara merawat klien menarik diri

6.4 Latih keluarga cara merawat klien menarik diri

6.5 Tanyakan perasaan keluarga setelah mencoba cara yang

Page 11: lampiran intervensi waham

dilatihkan

6.6 Beri motivasi keluarga agar membantu klien untuk bersosialisasi

6.7 Beri pujian kepada keluarga atas keterlibatan nya merawat klien dirumahsakit.

7. Klien dapat memanfaatkan obat dengan baik

7.1 Setelah ..x interaksi klien menyebutkan:

Manfaat minum obat

Kerugian tidak minum obat

Nama, warna, disis, efek terapi dan efek samping obat.

7.2 Setelah..x interaksi klien mendemonstrasikan penggunaan obat dengan benar.

7.3 Setelah...x interaksi kllien menyebutkan akibat

7.1 Diskusikan dengan klien tentang manfaat dan kerugian tidak minum obat, nam, warna,disis, cara, efek terapi dan efek samping penggunaan obat.

7.2 Pantau klien saat penggunaan obat.

7.3 Beri pujian jika klien menggunakan obat dengan benar

7.4 Diskusikan akibat berhenti minum obat tanpa konsultasi dengan dokter

7.5 Anjurkan klien untuk konsultasi kepada dokter/perawat jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Page 12: lampiran intervensi waham

berhenti minum obat tanpa konsultasi dokter.

3 Gangguan konsep diri : harga diri rendah

TUM: Klien memiliki konsep diri yang positif

TUK:

1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat.

1. setelah...x interaksi klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi.

1. Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prisnip komunikasi terapeutik:

Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal.

Perkenalkan diri dengan sopan.

Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai.

jelaskan tujuan pertemuan. Jujur dan menepati janji. Tunjukkan sikap empati dan

menerima klien apa adanya. Beri perhatian dan

perhatikan kebutuhan dasar klien.

2. klien dapat mengidentifikasi aspek positif dan kemampuan yang dimiliki.

2. setelah..x interaksi klien menyebutkan :

Aspek positif dan kemampuan yang

2.1 diskusikan dengan klien tentang :

Aspek positif yang dimiliki klien,keluarga, lingkungan.

Page 13: lampiran intervensi waham

dimiliki klien. Aspek positif

keluarga. Aspek positif

lingkungan klien.

Kemampuan yang dimiliki klien.

2.2 bersama klien buat daftar tentang:

Aspek positif klien, keluarga, lingkungan.

Kemampuan yang dimiliki klien.

2.3 Beri pujian yang realistis, hindarkan memberi penilaian negatif.

3. klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk dilaksanakan.

3. Setelah...x interaksi klien menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakan.

3.1 Diskusikan dengan klien kemampuan yang dapat dilaksanakan.

3.2 Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya.

4. klien dapat merencanangankan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.

4. setelah...x interaksi klien membuat rencana kegiatan harian.

4.1 rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan klien:

Kegiatan mandiri. Kegiatan dengan klien.

4.2 tingkatkan kegiatan sesuai

Page 14: lampiran intervensi waham

kondisi klien.

4.3 beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan.

5. klien dapat melakukan kegitan sesuai rencana yang dibuat.

5, setelah....x interaksi klien melakukan kegiatan sesuai jadwal yang dibuat.

5.1 anjurkan klien untuk melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan.

5.2 pantau kegiatan yang dilaksanakan klien.

5.3 beri pujian atas usaha yang dilakukan klien.

5.4 diskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan setelah paulang.

6. klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada.

6. setelah ....x interaksi klien memanfaatkan sistem pendukung yang ada di keluarga.

6.1 beri pendidikan kesehatan pada keluaraga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah.

6.2 bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat.

6.3 bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah.

4 Risiko perilaku TUM: Klien tidak melakukan 1. Setelah ...x pertemuan 1. Bina hubungan saling percaya

Page 15: lampiran intervensi waham

kekerasan tindakan kekerasanTUK:

1. Klien dapat membina hubungan saling percaya

klien menunjukkan tanda – tanda percaya kepada perawat: Wajah cerah,

tersenyum Mau berkenalan Ada kontak mata Bersedia

menceritakan perasaan

dengan: Beri salam setiap

berinteraksi Perkenalkan nama, nama

panggilan perawat dan tujuan perawat berinteraksi

Tanyakan dan panggil nama kesukaan klien

Tunjukkan sikap empati, jujur dan menepati janji setiap kali berinterksi

Tanyakan perasaan klien dan masalah yang dihadapi klien

Buat kontrak interaksi yang jelasdengarkan dengan penuh perhatian ungkapan perasaan klien

2. Klien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan yang dilakukannya

2. setelah ...x pertemuan klien menceritakan penyebab perilaku kekerasan yang dilakukannya:

Menceritakan penyebab perasaan jengkel / kesal baik dari diri sendiri maupun lingkungannya.

2. Bantu kien mengungkapkan perasaan marahnya:

Motivasi kien untuk menceritakan penyebab rasa kesal / jengkelnya

Dengarkan tanpa menyela atau memberi penilaian setiap ungkapan perasaan klien

3. Klien dapat mengidentifikasi tanda-

3. setelah ...x pertemuan klien menceritakan tanda-

3. Bantu klien mengungkapkan tanda-tanda perilaku kekerasan

Page 16: lampiran intervensi waham

tanda perilaku kekerasan. tanda saat terjadi perilaku kekerasan:

Tanda fisik: mata merah, tangan mengepal, ekspresi tegang dll

Tanda emosional : perasaan marah, jengkel, bicara kasar

Tanda sosial : bermusuhan yang dialami saat terjadinya perilaku kekerasan.

yang dialaminya : Motivasi klien menceritakan

kondisi fisik ( tanda-tanda fisik) saat perilaku kekerasan terjadi.

Motivasi klien menceritakan kondisi emosinya (tanda-tanda emosional) saat terjadi perilaku kekerasan

Motivasi klien menceritakan kondisi hubungan dengan orang lain (tanda-tanda sosial) saat terjadi perilaku kekerasan

4. Klien dapat mengidentifikasi jenis perilaku yang pernah dilakukannya

4. Setelah ...x pertemuan klien menjelaskan :

Jenis-jenis ekspresi kemarahan yang selama ini telah dilakukannya

Perasaannya saat melakukan kekerasan

Efektivitas cara yang dipakai dalam menyelesaikan masalah

4. Diskusikan dengan klien perilaku kekerasan yang dilakukannya selama ini:

Motivasi klien menceritakan jenis-jenis tindak kekerasan yang selama ini telah dilakukannya

Motivasi klien menceritakan perasaan klien setelah tindak kekerasan itu terjadi

Diskusikan apakah dengan tindak kekerasan yang dilakukannya masalah yang dialaminya teratasi

5. Klien dapat mengidentifikasi akibat

5. Setelah... x pertemuan klien menjelaskan akibat

5. Diskusikan dengan klien akibat negatif (kerugian) cara

Page 17: lampiran intervensi waham

perilaku kekerasan tindak kekerasan yang dilakukannya:

Diri sendiri: luka, dijauhi teman dll

Orang lain/ keluarga: luka, tersinggung, ketakutan dll

Di lingkungan : barang atau benda rusak dll

yang dilakukan pada: Diri sendiri Orang lain / keluarga Lingkungan

6. Klien dapat mengidentifikasi cara konstruktif dalam mengungkapkan kemarahan.

6. setelah ...x pertemuan klien:

Menjelaskan cara – cara sehat mengungkapkan marah

6. Diskusikan dengan klien : Apakah klien mau

mempelajari cara baru mengungkapkan marah yang sehat

Jelaskan berbagai alternatif pilihan untuk mengungkapkan marah selain perilaku kekerasan yang diketahui klien

Jelaskan cara-cara sehat untuk mengungkapkan marah: - Cara fisik : nafas dalam,

pukul bantal atau kasur,olahraga.

- Verbal: mengungkapkan bahwa dirinya sedang

Page 18: lampiran intervensi waham

kesal kepada orang lain- Sosial: pelatihan aseptik

dengan orang lain- Spiritual:

sembahyang/doa, zikir,meditasi, dsb sesuai keyakinan masing-masing.

7. Klien dapat mendemostrasikan cara mengontrol perilaku kekerasan

7. setelah ...x pertemuan klien memperagakan cara mengontrol perilaku kekerasan: Fisik : tarik nafas

dalam , memukul bantal/ kasur

Verbal : mengungkapkan perasaan kesal/jengkel pada orang lain tanpa menyakiti

Spiritual: Zikir/ doa, meditasi sesuai agamanya.

1.1. Diskusikan cara yang mungkin dipilih dan anjurkan klien memilih cara yang mungkin untuk mengungkapkan kemarahan.

1.2. Latih klien memperagakan cara yang dipilih: Peragakan cara

melaksanakan cara yang dipilih

Jelaskan manfaat cara tersebut

Anjurkan klien menirukan peragaan yang mudah dilakukan

Beri penguatan pada klien, perbaiki cara yang masih belum sempurna

1.3. Anjurkan klien menggunakan cara yang sudah dilatih saat marah / jengkel.

8. Klien mendapat dukungan keluarga untuk

8. Setelah..x pertemuan keluarga:

1.4. Diskusikan pentingnya peran serta keluarga sebagai

Page 19: lampiran intervensi waham

mengontrol perilaku kekerasan

Menjelaskan cara merawat klien dengan perilaku kekerasan

Mengungkapkan rasa puas dalam merawat klien

pendukung klien untuk mengatasi perilaku kekerasan

1.5. Diskusikan potensi keluarga untuk membantu klien mengatasi perilaku kekerasan

1.6. Jelaskan pengertian , penyebab , akibat cara merawat klien perilaku kekerasan yang dapat dilaksanakan oleh keluarga

1.7. Peragakan cara merwat klien ( menangani perilaku kekerasan)

1.8. Beri kesempatan keluarga untuk memperagakan ulang

1.9. Beri pujian kepada keluarga setelah peragaan

1.10. Tanyakan perasaan keluarga setelah mencoba cara yang dilakukan

9. Kllien menggunakan obat sesuai program yang telah ditetapkan

9.1 Setelah...x pertemuan klien menjelaskan :

Manfaat minum obat

Kerugian tidak minum obat

Nama obat Bentuk dan warna

obat Dosis yang

diberikan

1.11. Jelaskan manfaat menggunakan obat secara teratur dan kerugian jika tidak menggunakan obat

1.12. Jelaskan kepada klien : Jenis obat (nama,warna,dan

bentuk obat) Dosis yang tepat untuk

klien Waktu pemakaian Cara pemakaian

Page 20: lampiran intervensi waham

kepadanya

Waktu pemakaian Cara pemakaian Efek yang dirasakan

9.2 Setelah...x pertemuan klien menggunakan obat sesuia program

Eek yang akan dirasakan klien

9.3 Anjurkan klien : Minta dan menggunakan

obat tepat waktu Lapor ke perawat/dokter

jika mengalami efek yang tidak biasa

Beri pujian terhadap kedisiplinan klien menggunakan obat

5 Defisit perawatan diri TUM : klien dapat mandiri dalam perawatan diriTUK:

1. Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat

1. Dalam...x interaksi klien menunjukkan tanda-tanda percaya kepada perawat: Wajah cerah,

tersenyum Mau berkenalan Ada konnntak mata Menerima kehadiran

perawat Bersedia menceritakan

perasaannya

1. Bina hubungan saling percaya: Beri salam setiap

berinteraksi Perkenalkan nama, nama

panggilan perawat dan tujuan perawat berkenalan

Tanyakan nama dan panggilan kesukaan klien

Tunjukkan sikap jujur dan menepati janji setiap kali berieraksi

Tanyakan perasaan dan

Page 21: lampiran intervensi waham

masalah yang dihadapi klien

Buat kontrak interaksi yang jelas

Dengarkan ungkapan perasaan klien dengan empati

Penuhi kebutuhan dasar klien

2. Klien mengetahui pentingnya perawatan diri

Setelah...x interaksi klien menyebutkan :

Penyebab tidak merawat diri

Manaat menjaga perawatan diri

Tanda-tanda bersih dan rapi

Gangguan yang dialami jika perawatan diri tidak diperhatikan

2. Diskusikan dengan klien :

Penyebab klien tidak merawat diri

Manfaat menjaga perawatan diri untuk keadaab fisik, mental dan sosial

Tanda-tanda perawatan diri yang baik

Penyakit atau ganggaun kesehatan yang bisa dialami oleh klien bila perawatan diri tidak adekuat

Page 22: lampiran intervensi waham

3. Klien mengetahui cara-cara melakukan perawatan diri

3.1 Dalam...x interaksi klien menyebutkan rekuensi menjaga perawatan diri:

frekuensi mandi

frekuensi gosok gigi

frekuensi keramas

frekuensi ganti pakaian

Frekuensi berhias

Frekuensi gunting kuku

3.2 Dalam ...x interaksi klien menjelaskan cara menjaga perawatan diri:

Cara mandi Cara gosok

gigi Cara

keramas Cara

berpakaian Cara berhias Cara gunting

kuku

3.1 Diskusikan rekuensi menjaga perawatan diri selama ini Mandi Gosok gigi Keramas Berpakaian Berhias Gunting kuku

3.2 Diskusikan cara praktek perawaatan diri mandiri yang baik dan benar :

Mandi Gosok gigi Keramas Berpakaian Berhias Gunting kuku

3.3 Berikan pujian untuk setiap respon

Page 23: lampiran intervensi waham

klien yang positif

4. Klien dapat melaksanakan perawatan diri dengan bantuan perawat

Selama ...x interaksi klien mempraktekkan perawatn diri dengan dibantu oleh perawat :

Mandi Gosok gigi Keramas Berpakaian Berhias Gunting kuku

4.1 Bantu klien saat perawatan diri :

Mandi Gosok gigi Keramas Berpakaian Berhias Gunting kuku

4.2 Beri pujian setelah klien selesai melaksanakan perawatan diri

5. Klien dapat melaksanakan perawatan diri secara mandiri

5. dalam ... x interaksi klien melaksanakan praktek perawatan diri secara mandiri

Mandi 2x sehari Gosok gigi sehabis

makan Keramas 2x

seminggu Ganti pakaian1x

sehari Berhias sehabis

5.1 Pantau klien dalam melaksanakan perawatan diri:

Mandi Gosok gigi Keramas Berpakaian Berhias Gunting kuku

5.2 Beri pujian saat klien

Page 24: lampiran intervensi waham

mandi Gunting kuku

setelah mulai panjang

melaksanakan perawatn diri secara mandiri

6. Klien mendapatkan dukungan keluarga untuk meningkatkan perawatan diri

6.1 Dalam ...x interaksi keluarga menjelaskan cara-cara membantu klien dalam memenuhi kebutuhan perawatan dirinya6.2 Dalam...x interaksi keluarga menyiapkan sarana perawatan iri klien:sabun mandi,pasta gigi, sikat gigi,sampo,handuk,pakaian bersih, sandal dan alat berhias6.3 Keluarga mempratekkan perwatan diri pada klien

6.1 Diskusikan dengan keluarga:

Penyebab klien tidak melaksanakan perawatan diri

Tindakan yang telah dilakukan klien selama di rumah sakit dalam menjaga perawatan diri dan kemajuan yang telah dialami oleh klien

Dukungan yang bisa diberikan oleh keluarga untuk meningkatkan kemampuan klien dalam perawatan diri

6.2 Diskusikan dengan keluarga tentang :

Sarana yang diperlukan untuk menjaga perawatan diri klien

Anjurkan kepada keluarga menyiapkan

Page 25: lampiran intervensi waham

sarana tersebut6.3 Diskusikan dengan keluarga hal-hal yang perlu dilakukan keluarga dalam perawatan diri :

Anjurkan keluarga untuk mempraktekkan perawatan diri

Ingatkan klien waktu mandi, gosok gigi,keramas, ganti baju, berhias dan gunting kuku

Bantu jika klien mengalami hambatan dalam perawatan diri

Berikan pujian atas keberhasilan klien