? Web viewProtein merupakan polimer dari asam amino yang mana struktur dari protein ada 4 macam yaitu: struktur primer, sekunder, tersier, dan kuarterner

  • Published on
    30-Jan-2018

  • View
    218

  • Download
    6

Embed Size (px)

Transcript

<p>Materi Tes Tulis Oprec</p> <p>Oleh :</p> <p>TIM ASISTEN</p> <p>PRAKTIKUM BIOKIMIA</p> <p>FAKULTAS PETERNAKAN</p> <p>UNIVERSITAS BRAWIJAYA</p> <p>MALANG</p> <p>2017</p> <p>BAB 1</p> <p>KARBOHIDRAT</p> <p>DASAR TEORI</p> <p>Karbohidrat diidentifikasikan sebagai senyawa yang unsur-unsurnya terdiri dari karbon (C), hidrogen (H) dan oksigen (O), dengan rumus empiris (CH2O)n. Senyawa karbohidrat dibagi dalam tiga golongan utama yang terdiri dari monosakarida, oligosakarida dan polisakarida.</p> <p>Monosakarida merupakan suatu senyawa polihidroksi aldehid (aldosa) atau polihidroksil keton. Pada umumnya monosakarida bersifat optis aktif, mudah larut dalam air, berupa zat padat putih, bila dipanaskan akan berbau karamel dan mempunyai sifat mereduksi. Contoh dari senyawa monosakarida yaitu glukosa, galaktosa, fruktosa dan sebagainya.</p> <p>Oligosakarida terdiri dari dua atau lebih monosakarida yang dihubungkan dengan ikatan glikosida. Senyawa tersebut dapat dihidrolisa dalam suasana asam menghasilkan monosakarida. Contoh dari senyawa ini antara lain sukrosa, laktosa dan maltosa.</p> <p>Polisakarida merupakan polimer dari monosakarida. Contoh dari polisakarida ini antara lain amilum, selulosa, dan glikogen. Amilum merupakan zat tepung dalam tumbuhan yang dapat dijumpai pada beras, gandum maupun umbi-umbian. Amilum terdiri dari amilosa dan amilopektin. Amilosa mengandung 300 unit glukosa dengan ikatan -1,4 glukosidik, sedangkan amilopektin terdiri dari 1000 unit glukosa yang bergabung membentuk rantai lurus dengan ikatan -1,4 glukosidik dan pada setiap 25 atau 30 unit glukosa terdapat rantai cabang dengan ikatan -1,6 glukosidik. Selulosa terdiri dari 6000 unit glukosa yang dihubungkan dengan ikatan -1,4 glukosidik membentuk rantai linier. Glikogen merupakan karbohidrat cadangan yang hanya terdapat pada hewan dan manusia, dan mempunyai struktur seperti amilopektin dalam hal unit yang mendirikan molekul adalah glukosa, jenis ikatan pada rantai dan ikatan pada cabang. Glikogen mempunyai massa molekul relatif 30.000 dan pada tiap 10 unit glukosa dalam rantai lurus terdapat rantai cabang. Contoh lain dari polisakarida adalah khitin, hemiselulosa dan pektin.</p> <p>1.1 UJI BENEDICT</p> <p> TUJUAN:</p> <p>Uji benedict bertujuan untuk mengidentifikasi atau menganalisa adanya gula-gula pereduksi pada suatu bahan/sampel.</p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Gula-gula pereduksi akan mereduksi Reagen benedict (ion kupri) sehingga membentuk senyawa yang berwarna. </p> <p> ALAT:</p> <p>1. Tabung rekasi</p> <p>2. Rak</p> <p>3. Pipet tetes</p> <p>4. Beaker glass</p> <p>5. Erlenmeyer</p> <p>6. Bunsen dan korek api</p> <p>7. Penjepit</p> <p> BAHAN:</p> <p>1. Reagen benedict</p> <p>2. Larutan karbohidrat 1% (sukrosa, glukosa, amilum, sorbitol, fruktosa)</p> <p> PROSEDUR :</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Dimasukkan reagen benedict sebanyak 1 ml (20 tetes) dalam tabung reaksi</p> <p>3. Dimasukkan sampel larutan karbohidrat 1% sebanyak 1 ml (20 tetes) dalam tabung reaksi</p> <p>4. Dihomogenkan dan diamati warna sebelum dipanaskan</p> <p>5. Dipanaskan tabung reaksi pada api bunsen dengan penjepit hingga mendidih</p> <p>6. Ditaruh pada rak</p> <p>7. Diamati perubahan warna dan dicatat pada hasil pengamatan</p> <p>1.2 UJI IODINE</p> <p> TUJUAN:</p> <p>Untuk mengidentifikasi atau menganalisa adanya polisakarida (pati) dalam suatu bahan atau sampel.</p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Larutan polisakarida akan mengabsobsi larutan iodine sehingga akan memberikan perubahan warna tertentu.</p> <p> ALAT:</p> <p>1. Tabung reaksi</p> <p>2. Rak</p> <p>3. Pipet tetes</p> <p>4. Beaker glass</p> <p>5. Erlenmeyer </p> <p> BAHAN:</p> <p>1. Larutan iodine</p> <p>2. Larutan karbohidrat 1% (sukrosa, glukosa, fruktosa, amilum, sorbitol)</p> <p>3. Larutan HCl 2 N</p> <p> PROSUDER KERJA:</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Dimasukkan sampel larutan karbohidrat 1% sebanyak 1 ml ke dalam tabung reaksi</p> <p>3. Diamati warna dan dicatat pada tabel hasil pengamatan</p> <p>4. Ditambahkan HCl 2 N sebanyak 1 ml</p> <p>5. Ditambahkan 2-4 tetes larutan iodine</p> <p>6. Dihomogenkan </p> <p>7. Diamati perubahan warna yang terjadi dan dicatat pada hasil pengamatan</p> <p>1.3 UJI SALIWANOFF</p> <p> TUJUAN:</p> <p>Uji saliwanoff bertujuan untuk mengidentifikasikan gugus keton yang ada pada karbohidrat</p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Keton lebih mudah membentuk derifat furfural dari pada aldosa</p> <p> ALAT:</p> <p>1. Tabung reaksi</p> <p>2. Rak</p> <p>3. Pipet tetes</p> <p>4. Beaker glass</p> <p>5. Erlenmeyer</p> <p>6. Bunsen dan korek api</p> <p>7. penjepit</p> <p> BAHAN :</p> <p>1. Reagen saliwanoff</p> <p>2. Larutan karbohidrat 1% (sukrosa, glukosa, fruktosa, amilum, sorbitol)</p> <p> PROSEDUR KERJA:</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Dimasukkan reagen saliwanoff sebanyak 2 ml pada tabung reaksi</p> <p>3. Ditambahkan sampel larutan karbohidrat 1% sebanyak 2 tetes</p> <p>4. Dipanaskan dengan api bunsen hingga mendidih</p> <p>5. Ditaruh pada rak dan diamati perubahan warna yang terjadi</p> <p>6. Dicatat pada hasil pengamatan</p> <p>1.4 ISOLASI KARBOHIDRAT</p> <p> TUJUAN: </p> <p>Untuk mengisolasi pati atau amilum dari suatu bahan.</p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Mengisolasi pati atau amilum dengan metode homogenisasi, dekantasi, suspensi dan pengendapan.</p> <p> ALAT:</p> <p>1. Pisau /cutter</p> <p>2. Timbangan</p> <p>3. Blender/mortal</p> <p>4. Kain saring</p> <p>5. Gelas kimia 500ml</p> <p>6. Labu ukur</p> <p>7. Sorong buchner</p> <p>8. Kertas saring pori-pori besar</p> <p> BAHAN:</p> <p>1. Kentang</p> <p>2. Aquadest</p> <p>3. Air</p> <p>4. Etanol 95%</p> <p> PROSEDUR KERJA:</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Kupas kentang dan dipotong kecil-kecil kemudian ditimbang 150 300 gram</p> <p>3. Diblender bersama 100 200 ml air sampai halus</p> <p>4. Disaring dengan kain saring dan ditampung pada gelas kimia</p> <p>5. Ditambah aquadest 50 100 ml </p> <p>6. Dihomogenkan, diendapkan dan didekantasi</p> <p>7. Pati disuspensikan dengan 50 100 ml etanol 95%</p> <p>8. Ditimbang kertas saring</p> <p>9. Disaring melalui corong dengan kertas saring</p> <p>10. Dikeringkan pada suhu kamar</p> <p>11. Ditimbang </p> <p>12. Dihitung randemen pati dalam kentang</p> <p> HASIL PENGAMATAN:</p> <p>Randemen pati </p> <p>BAB II</p> <p>PROTEIN</p> <p>DASAR TEORI</p> <p>Asam amino adalah senyawa organik yang merupakan satuan penyusun protein yang mempunyai gugus amino dan karboksilat. Oleh karena itu asam amino mempunyai sifat-sifat asam maupun basa.</p> <p>NH2</p> <p> I</p> <p> R CH COOH</p> <p>Asam amino bersifat tidak seperti senyawa-senyawa organik, tetapi mirip dengan garam-garam anorganik. Pada umumnya asam amino larut dalam air, tetapi hanya larut sebagian di dalam pelarut organik.</p> <p>Titik leleh asam-asam amino sangat tinggi untuk senyawa-senyawa organik dengan massa molekul relatif rendah dan kebanyakan lebih besar dari 200C. Hal ini dapat dijelaskan karena asam amino di dalam larutan netral akan membentuk zwitter ion (ion yang bermuatan ganda). Titik leleh yang tinggi dapat pula dijelaskan dalam hubungannya dengan energi yang dibutuhkan untuk memecahkan ikatan-ikatan ionik dalam kisi kristalnya.</p> <p>Beberapa asam amino mengandung gugus terionisasi pada rantai samping R, hal ini mempengaruhi karakteristik apakah asam amino tersebut bebas di dalam larutan atau bergabung dengan asam amino yang lain. Pada kenyataannya, sifat muatan dari protein ditentukan banyaknya gugus yang terionisasi pada rantai samping asam amino.</p> <p>Dalam protein, asam amino satu dengan asam amino yang lain bergabung melalui ikatan peptida (-CO-NH-). Ikatan peptida dibentuk dengan kondensasi gugus -COOH dari asam amino yang satu dengan gugus -NH2 dari asam amino yang lain. Protein merupakan polimer dari asam amino yang mana struktur dari protein ada 4 macam yaitu: struktur primer, sekunder, tersier, dan kuarterner.</p> <p>Protein merupakan bahan pembentuk makhluk hidup, katalisator organik atau biasa disebut enzim, dan bagian penting dari nukleoprotein.</p> <p>2.1 UJI BIURET</p> <p> TUJUAN:</p> <p>Untuk mengidentifikasi atau menganalisa adanya dua atau lebih ikatan peptide (protein) dalam suatu bahan atau sampel.</p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Kupri sulfat dalam suasana basaakan bereaksi dengan ikatan peptide sehingga akan menghasilkan senyawa kompleks berwarna ungu.</p> <p> ALAT:</p> <p>1. Tabung reaksi</p> <p>2. Rak</p> <p>3. Pipet tetes</p> <p>4. Beaker glass</p> <p> BAHAN:</p> <p>1. Kupri sulfat (CuSO4)</p> <p>2. NaOH 10N</p> <p>3. Larutan protein (albumin, kasien, gelatin)</p> <p> PROSEDUR KERJA:</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Dimasukkan 2 mL larutan protein pada tabung reaksi</p> <p>3. Ditambahkan 5 tetes larutan kupri sulfat</p> <p>4. Ditambahkan 2 mL NaOH</p> <p>5. Dihomogenkan </p> <p>6. Diamati perubahan warna dan dicatat pada hasil pengamatan</p> <p>2.2 PENGENDAPAN PROTEIN DENGAN LOGAM BERAT</p> <p> TUJUAN:</p> <p>Untuk menganalisa pengendapan protein dengan logam berat</p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Protein pada suasana netral atau sedikit basa mempunyai muatan negatif, apabila dinetralkan dengan penambahan ion logam yang bermuatan positif maka akan mengalami pengendapan.</p> <p> ALAT:</p> <p>1. Tabung reaksi</p> <p>2. Pipet tetes</p> <p>3. Beaker glass</p> <p>4. Rak</p> <p> BAHAN:</p> <p>1. Kupri sulfat (CuSO4)</p> <p>2. Larutan protein (albumin, kasein, gelatin)</p> <p> PROSEDUR KERJA:</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Dimasukkan larutan protein sebanyak 2 mL</p> <p>3. Ditambahkan 5 tetes larutan logam berat CuSO4 (kupri sulfat)</p> <p>4. Dihomogenkan</p> <p>5. Diamati endapan yang terbentuk</p> <p>2.3 PENGENDAPAN PROTEIN OLEH ASAM</p> <p> TUJUAN:</p> <p>Untuk menanalisa pengendapan protein dengan asam</p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Senyawa asam yang mempunyai muatan negative yang besar dapat menetralkan protein yang bermuatan positif sehingga akan membentuk endapan.</p> <p> ALAT: </p> <p>1. Tabung reaksi</p> <p>2. Pipet tetes</p> <p>3. Beaker glass</p> <p>4. Rak</p> <p> BAHAN:</p> <p>1. HCl 1N</p> <p>2. HCl 10N</p> <p>3. Larutan protein (albumin, kasein, gelatin)</p> <p> PROSEDUR KERJA :</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Dimasukkan larutan protein sebanyak 2 mL</p> <p>3. Ditambahkan larutan HCl 1 N dan HCl 10N</p> <p>4. Dihomogenkan</p> <p>5. Diamati endapan yang terbentuk dan catat pada hasil pengalaman</p> <p>2.4 ISOLASI KASEIN DARI SUSU</p> <p> TUJUAN:</p> <p>Untuk mengisolasi kasein dari susu atau untuk mengetahui jumlah kandungan kasein dari susu. </p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Kasein akan terpisah (mengendap) dari susu pada titik isoelektriknya. </p> <p> ALAT:</p> <p>1. Gelas kimia 500 mL</p> <p>2. Beaker glass</p> <p>3. Termometer </p> <p>4. Hot plate magnetic stirer</p> <p>5. Pengaduk </p> <p>6. Pipet tetes </p> <p>7. Corong Buchner</p> <p>8. Labu ukur</p> <p> BAHAN :</p> <p>1. Susu segar</p> <p>2. Cuka (asam asetat)</p> <p>3. Aquadest </p> <p>4. Etanol </p> <p>5. Etanol-eter</p> <p>6. Kertas saring</p> <p>7. Timbangan analitik </p> <p> PROSEDUR KERJA :</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Dimasukkan susu 100 mL pada gelas kimia 500 mL</p> <p>3. Dihangatkan pada hot plate sampai 400C sambil diaduk</p> <p>4. Ditambahkan cuka (asam asetat) sebanyak 5-10 tetes</p> <p>5. Diaduk sampai mengumpal</p> <p>6. Diambil gumpalan dan ditambahkan etanol sebanyak 30 mL</p> <p>7. Disaring dengan kertas saring melalui corong buchner</p> <p>8. Dicuci dengan etanol-eter sebanyak 20 mL</p> <p>9. Dicuci dengan eter sebanyak 50 mL</p> <p>10. Dikeringkan dan ditimbang</p> <p>11. Dihitung randemen kasein susu</p> <p> HASIL PENGAMATAN :</p> <p>Randemen kasein = (berat kasein susu + kertas saring) (berat kertas saring)/ volume susu : 1,028 X 100%</p> <p>2.5 ISOLASI PROTEIN WHEY</p> <p> TUJUAN:</p> <p>Untuk mengisolasi protein whey dari whey bubuk atau untuk mengetahui kandungan protein whey dari whey bubuk.</p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Dengan sentrifugasi larutan whey pada titik isoelektrik (PH 4,2) maka protein whey akan terpisah dengan zat lain.</p> <p> ALAT:</p> <p>1. Gelas kimia</p> <p>2. Beaker glass</p> <p>3. Erlenmeyer </p> <p>4. Indicator pH</p> <p>5. Pipet tetes</p> <p>6. Sentrifugator</p> <p>7. Timbangan analitik</p> <p> BAHAN:</p> <p>1. Whey bubuk (susu alemen)</p> <p>2. Aquadest</p> <p>3. HCl 1N</p> <p>4. NaOH 1N</p> <p> PROSEDUR KERJA:</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Dilarutkan 50 gram whey bubuk dengan aquadest 100 mL (1:2) </p> <p>3. Didiamkan hingga terbentuk 3 lapisan</p> <p>4. Diambil lapisan yang tengah</p> <p>5. Diatur pada pH 4,2 dengan menambahkan HCl 1 N jika kelebihan di atur dengan menambahkan NaOH 1 N (digunakan indicator pH)</p> <p>6. Ditimbang tabung sentrifugator kemudian ditambahkan larutan whey sebanyak 7 gram</p> <p>7. Disentrifugasi kecepatan 5000 rpm selama 15-30 menit</p> <p>8. Dibuang larutan (supernatan) dan diambil pellet (endapan)</p> <p>9. Dioven selam 10-15 menit</p> <p>10. Ditimbang dan dihitung rendemen protein whey</p> <p> HASIL PENGAMATAN :</p> <p>Rendemen protein whey = (berat endapan + tabung) (berat tabung kosong) / berat larutan whey X 100 %</p> <p>BAB III</p> <p>LIPID</p> <p>DASAR TEORI</p> <p>Lipid adalah golongan senyawa organik yang terdapat di alam, merupakan suatu komponen makanan untuk makhluk hidup. Lipid penting bagi manusia, sehubungan dengan beberapa vitamin yang larut dalam lipid (A, D, E dan K) maka lipid dapat digunakan oleh tubuh di samping untuk memenuhi kebutuhan lemak esensial, juga merupakan sumber energi yang lebih efektif dibanding karbohidrat dan protein.</p> <p>Lipid merupakan senyawa ester dari asam lemak rantai panjang, sehingga lipid bersifat tidak larut dalam air, tetapi larut di dalam pelarut organik, seperti aseton, alkohol, kloroform atau benzen. Lipid yang terdapat pada jaringan hewan dan tumbuhan dapat diekstraksi dengan pelarut organik.</p> <p>Lipid dapat dikelompokkan dalam dua golongan utama, yaitu lipid sederhana dan senyawa lipid kompleks. Steroid dan vitamin yang larut dalam lipid juga digolongkan dalam turunan lipid. Lemak dan minyak merupakan lipid sederhana. Lemak pada suhu kamar berbentuk padat, sedangkan minyak pada suhu kamar berbentuk cair. Lemak dan minyak merupakan bagian terbesar dan terpenting dari bahan makanan. Lipid terdapat pada hampir semua bahan makanan dengan kandungan yang berbeda-beda.</p> <p>Lemak adalah ester yang terbentuk oleh kondensasi dari tiga molekul asam lemak dengan satu molekul trihidroksi alkohol, gliserol. Apabila asam lemak ditulis dengan rumus RCOOH, pembentukan lemak adalah sebagai berikut:</p> <p>CH2OH CH2OOCR</p> <p> I I</p> <p>CHOH + HOOCR ------------ CHOOCR + 3H2O</p> <p> I I</p> <p>CH2OH CH2OOCR</p> <p>Gliserol asam lemak Trigliserida</p> <p>Tiga asam lemak penyusunnya dalam hal ini tidak harus semuanya sama, tiga asam lemak yang berbeda satu sama lain dapat berkondensasi dengan satu molekul gliserol. Asam lemak yang terpenting yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan adalah asam butirat, asam kaproat, asam palmitat, asam stearat dan asam oleat.</p> <p>3.1 KELARUTAN LIPID</p> <p> TUJUAN:</p> <p>Untuk mengetahui kelarutan berbagai macam lipid dengan berbagai macam pelarut polar maupaun non-polar.</p> <p> PRINSIP KERJA:</p> <p>Lipid akan larut pada pelarut non-polar, karena lipid bersifat non-polar. Akan terjadi emulsi jika dilarutkan dengan pelarut polar.</p> <p> ALAT:</p> <p>1. Beaker glass</p> <p>2. Tabung reaksi</p> <p>3. Rak </p> <p>4. Pipet tetes</p> <p>5. Kertas saring</p> <p> BAHAN:</p> <p>1. Lipid (lemak dan minyak) meliputi minyak goreng, mentega, margarin</p> <p>2. Pelarut (aquadest, etanol, eter, dan aseton)</p> <p> PROSEDUR KERJA:</p> <p>1. Disiapkan alat dan bahan</p> <p>2. Dimasukkan 2 mL sampel lipid pada tabung reaksi</p> <p>3. Ditambahkan 2 mL pelarut</p> <p>4. Dihomogenkan </p> <p>5. Diamati kelarutan lipid pada pelarut</p> <p>atau</p> <p>1. Diteteskan 1 tetes larutan lipid diatas kertas saring</p> <p>2. Dibiarkan kering</p>...