KURIKULUM 2016 PROGRAM STUDI SARJANA ARSITEKTUR

  • Published on
    01-Jan-2017

  • View
    213

  • Download
    1

Transcript

  • 1

    KURIKULUM 2016 PROGRAM STUDI SARJANA ARSITEKTUR DEPARTEMEN TEKNIK ARSITEKTUR DAN PERENCANAAN

    FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA 2016

  • 2

    Kurikulum 2016 A. Penjelasan Umum

    Acuan kompetensi yang digunakan untuk penyusunan kurikulum ini terdiri dari dua sudut. Pertama adalah acuan dari pendidikan arsitektur, dan yang kedua acuan dari dunia praktek profesional arsitektur. Acuan dari pendidikan arsitektur menggunakan QAA (Quality Assurance Agency) for Higher Education bidang arsitektur dan kompetensi lulusan yang dikeluarkan oleh APTARI. Dari dunia praktek profesional arsitektur yang diacu adalah UIA, yang merupakan organisasi internasional yang mewadahi institusi nasional di bidang profesi arsitek dan memiliki kepentingan dan tanggung jawab atas kualitas pendidikan arsitektur di dunia. Selain QAA, UIA dan APTARI, acuan dalam merumuskan kurikulum Program Studi Sarjana Arsitektur adalah adanya Peraturan Presiden no 8 tahun 2012 tentang Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) dan Peraturan Menteri no 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT). Pada peraturan-peraturan tersebut ditentukan level kemampuan kerja lulusan jenjang sarjana adalah pada level 6 yaitu mampu mengaplikasikan, mengkaji, membuat desain, manfaatkan IPTEKS dalam menyelesaikan masalah prosedural. Dengan demikian, kemampuan yang diharapkan dari program sarjana adalah mampu merancang dan menguasai ilmu arsitektur pada tingkat dasar.

    B. Program outcome dan Course Outcome (Kompetensi) Lulusan Sarjana Arsitektur

    Sebagaimana disebutkan dalam Outcome Based Curriculum, maka sebuah kurikulum harus memiliki kelengkapan berupa program objectives, program outcomes, dan course outcomes. Program Objectives dalam kurikulum ini adalah sebagaimana tertuang dalam visi dan misi program studi. Adapun Program Outcomes diramu dari berbagai kompetensi yang menjadi acuan, sementara Course Outcomes terlihat pada Peta Kurikulum dan Silabus Mata Kuliah. Sesuai dengan visi misi program studi, maka program objectives kurikulum adalah mendidik dan melatih mahasiswa agar siap berkembang menjadi arsitek professional dengan kompetensi lulusan yang menguasai kemampuan dasar merancang (basic skill design) dan memiliki kemampuan unggulan tambahan dalam merespon isu-isu kemanusiaan yang meliputi teori arsitektur dan perkembangan gaya arsitektur mutakhir, konservasi, kebencanaan, teknologi, green architecture serta sustainable-based architecture. Secara subtansial, item-item kompetensi yang ada pada acuan menyebutkan hal yang hampir serupa dan saling melengkapi. Berbagai acuan komptetensi tersebut diramu dan disesuaikan

  • 3

    dengan kondisi internal prodi, sehingga menghasilkan program outcomes (expected learning outcomes): a. Mampu memformulasikan konsep dan mentransformasikannya ke dalam bentuk yang

    layak dan fungsional b. Mampu menentukan penggunaan struktur dan sistem bangunan yang relevan c. Mampu meramu architectural related issues ke dalam perancangan d. Mampu mempresentasikan gagasan dan hasil rancangan e. Memegang etika dan bersikap secara professional

    Rumusan program outcomes dirinci dalam bentuk kompetensi seperti terlihat pada Tabel 2. Tabel 2 : Program Outcomes (Expected Learning Outcomes) Lulusan

    Program Outcomes Kompetensi

    Mampu memformulasikan konsep dan mentransformasikannya ke dalam bentuk yang layak dan fungsional (Prinsip Desain)

    1 Pengetahuan tentang teori dan metoda merancang, serta memahami prosedur dan proses desain.

    2 Pengetahuan tentang seni rupa, preseden desain dan kritik arsitektur.

    Mampu menentukan penggunaan struktur dan sistem bangunan yang relevan (Teknologi Arsitektur)

    3 Pengetahuan teknis struktur, bahan, dan konstruksi. 4 Memahami sistem utilitas bangunan (mekanikal dan elektrikal)

    dan integrasi desainnya dalam mendukung fungsi, keselamatan dan kesehatan bangunan

    5 Kesadaran peran dokumentasi teknis, spesifikasi, perencanaan dan kendali biaya dalam desain

    Mampu meramu architectural related issues ke dalam perancangan (Konteks)

    6 Memiliki pengetahuan sejarah arsitektur yang luas, lokal dan dunia serta memahami isu-isu pusaka budaya

    7 Kesadaran akan kaitan antara arsitektur dan disiplin kreatif lainnya.

    8 Mampu bekerja untuk masyarakat luas, memiliki pengetahuan dan wawasan yang luas akan isu dan konsteks sosial.

    9 Memiliki kepedulian terhadap lingkungan alam dan memahami isu isu ekologis, pegelolaan energi dan resiko bencana alam

    10 Kesadaran akan perencanaan/perancangan kota dan permukiman, terkait dengan aspek sejarah, demografi dan sumber daya.

    Mampu mempresentasikan gagasan dan hasil rancangan (Kemampuan teknis)

    11 Memiliki kemampuan komunikasi yang baik dan mengembangkan jaringan kerjasama yang luas

    12 Menguasai berbagai media, metode dan teknik presentasi, baik manual maupun digital, untuk menyampaikan gagasan dan desain

  • 4

    Lanjutan Tabel 2

    Program Outcomes Kompetensi

    Memegang etika dan bersikap secara professional (Profesionalisme)

    13 Memahami etika akademik dan mampu menunjukkan pola pikir ilmiah

    14 Memahami peran dan lingkup layanan arsitek, memiliki etika profesional dan wawasan yang luas tentang dunia usaha, keuangan dan hukum yang terkait

    15 Memahami peran sebagai warganegara, memahami nilai-nilai agama dan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan pribadi dan masyarakat

    Mampu memformulasikan konsep dan mentransformasikannya ke dalam bentuk yang layak dan fungsional, serta menerapkan architectural related issues (Komprehensif)

    16 Kemampuan berimajinasi, berpikir kreatif dan integratif dalam mentranformasikan konsep terhadap eksplorasi desain

    17 Kemampuan untuk mengumpulkan informasi, merumuskan masalah, melakukan analisis

    18 Kemampuan merancang yang menerapkan pengetahuan tentang seni rupa dan pengaruhnya terhadap kualitas desain arsitektur.

    19 Kesadaran akan peraturan yang relevan, pedoman teknis dan standar untuk perencanaan, desain, konstruksi, kesehatan, keselamatan dan penggunaan lingkungan binaan.

    Dalam hal kedalaman penguasaan kompetensi, standard akademik dalam QAA mensyaratkan kompetensi dalam tingkatan: (1) mengetahui dan memahami (knowledge); (2) memahami dan menganalisa (understanding); dan (3) mempraktikkan kemampuan (skill). Kompetensi disusun dengan menempatkan kompetensi level skill sebagai inti kurikulum, yang didukung dengan kemampuan understanding sebagai pendukung, dan kemampuan knowledge di bagian terluar.

    PRINSIP DESAIN

    TEKNOLOGI ARSTEKTUR

    KONTEKS KEMAMPUAN TEKNIS

    PROFESIO-NALISME

    KOMPREHENSIF

    Knowledge Pengetahuan umum

    Understanding Teori dan Prinsip Desain Arsitektur, Etika dan profesionalisme, softskill

    Skill Praktek Desain Arsitektur

    Understanding Struktur, Konstruksi, Teknologi untuk Arsitektur

    Knowledge Pengetahuan unggulan

    PRINSIP DESAIN

    TEKNOLOGI ARSTEKTUR

    KONTEKS KEMAMPUAN TEKNIS

    PROFESIO-NALISME

    KOMPREHENSIF

    Cakupan Program Outcomes UIA APTARI - UGM

    Gambar 1: Diagram Program Outcomes

  • 5

    Sebagaimana terlihat pada Gambar 1, pada dasarnya semua substansi yang berada pada level knowledge dan understanding akan tertagihkan pada Studio Desain Arsitektur yang merupakan muara dari semua mata kuliah. Dengan demikian level knowledge dan understanding juga akan sampai pada tataran penerapan. Konsep kurikulum 2016 Program Studi Sarjana Arsitektur UGM adalah Basic Skill Design Plus, yaitu diarahkan untuk mencapai kemampuan dasar merancang agar siap dipoles menjadi arsitek professional dan mencapai kemampuan unggulan agar siap berdaya saing di level Asia dengan mengedepankan arsitektur untuk kemanusiaan. a. Kemampuan basic skill (dasar) dan kemampuan Plus (unggulan).

    Kemampuan Dasar Materi untuk mencapai kemampuan dasar merancang (basic skill design) dijabarkan ke dalam matakuliah inti yang merupakan Kompetensi Perancangan Dasar Arsitektural sebagaimana tercantum dalam Program Outcomes. Kemampuan Plus Kemampuan plus (unggulan) terutama dibekalkan di ujung akhir masa studi, yaitu di 3 semester akhir. Kemampuan yang akan dicapai oleh mahasiswa berkaitan dengan keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh para staf pengajar yang muncul dalam kelompok bidang keahlian. Keunggulan ini dimunculkan dalam bentuk Studio Tematik dan mata kuliah Pilihan. Secara substansial, mahasiswa dapat memilih kemampuan plus yang diinginkan. Pada mata kuliah pilihan, mahasiswa memilih satu mata kuliah berdasarkan silabus/substansinya, sedangkan pada studio tematik, mahasiswa memilih tema berdasarkan tawaran kepakaran dosen/tim pembimbingan. Pelaksanaan mata kuliah dan studio tematik yang membekali kemampuan plus ini disempurnakan keragaman materi dan pelaksanaannya pada kurikulum 2016. Hal ini untuk mengakomodasi hasil review kurikulum 2011, serta untuk menjawab kebutuhan eksternal yang berkembang. Dengan pengakomodasian ini maka kurikulum 2016 memiliki nilai tambah yang diharapkan akan meningkatkan kualitas pelaksanaan dan lulusan program studi. Studio Tematik Ada tiga alternatif pengembangan substansi pembelajaran dalam Studio Tematik yang dapat dipilih oleh mahasiswa, yaitu: a. Tema berdasar Kepakaran (satu) Dosen b. Kelompok Kepakaran Dosen (dikembangkan oleh satu atau lebih KBK)

  • 6

    c. Kolaborasi eksternal: Tema/tugas yang dikembangkan/dikerjakan satu/kelompok dosen dengan pihak eksternal (dari biro konsultan yang telah menjadi mitra prodi). Alternatif ini dapat mensyaratkan mahasissa untuk magang dalam kurun waktu tertentu sesuai kesepakatan dengan dosen pembimbing

    Mata Kuliah Pilihan a. Jumlah mata kuliah yang diwajibkan diambil adalah 8 mata kuliah dengan beban 16

    sks, kurang lebih 11% dari total sks. b. Sebagian mata kuliah pilihan dapat diambil dari mata kuliah yang diselenggarakan

    oleh prodi lain di UGM. c. Transfer kegiatan akademik non kurikuler sebagai mata kuliah pilihan, misalnya

    melalui kegiatan Kuliah Kerja Arsitektur (KKA) atau student exchange.

    Pada studio tugas akhir, mahasiswa menentukan sendiri projek yang akan diselesaikan. Dengan desain tersebut, maka keberlanjutan ke jenjang studi berikutnya dapat dilakukan sebagaimana terlihat pada Table 3.

    Tabel 3 : Hubungan studi jenjang sarjana dan magister

    Pendidikan Sarjana Arsitektur Pendidikan Magister Arsitektur

    Kemampuan Basic Skill Design

    Kemampuan Plus dengan muatan keilmuan

    arsitektur

    Penulisan Tugas Akhir Pendalaman Keilmuan Arsitektur

    b. Studio Arsitektur sebagai tulang punggung (backbone) kurikulum a. Studio adalah muara kemampuan yang diperoleh dan dikembangkan pada mata

    kuliah teori/non studio, baik pada semester yang bersangkutan dan atau pada semester-semester sebelumnya

    b. Komprehensif gradual/bertahap: kemampuan yang dibekalkan kepada mahasiswa adalah komprehensif pada setiap tahapnya, dan ditingkatkan secara gradual per semesternya. Pada setap tahap dilakukan penekanan substansi tertentu. Gambaran komprehensif dapat dilihat dalam Gambar 2 berikut ini.

  • 7

    semester

    Gambar 2: Gambaran kemampuan komprehensif studio per semester

    Pada semester 1, estetika menjadi penekanan pemberian substansi, tanpa menghilangkan pembekalan akan fungsi, konteks dan teknologi pada level semester 1. Pada semester selanjutnya, seluruh materi diharapkan bertambah intensitasnya setelah menempuh mata kuliah pendukung, dengan penekanan yang bergilir antara fungsi, koteks dan teknologi. Pada semester 5, semua kemampuan diharapkan dapat dipadukan secara komprehensif.

    c. Studio sebagai proses berlanjut sampai dengan kemampuan profesional, sebagaimana terlihat pada Tabel 4. Bagi mahasiswa yang akan melanjutkan ke ranah dunia profesi arsitek, kemampuan merancang akan dilanjutkan ke Studio Profesional 1 dan 2 yang diselenggarakan pada program Pendidikan Profesi Arsitek (PPAr)

    Tabel 4 : Hubungan Penekanan Antar Studio

    Pendidikan Sarjana Arsitektur PPAr

    Kemampuan Basic Skill Design Kemampuan Plus Simulasi Profesi-

    onal Praktek Profesional

    SDA1 SDA2 SDA3 SDA4 SDA5 Studio Tematik 1

    Studio Tematik 2

    Studio Tugas Akhir

    Studio Profesional I

    Studio Profesional 2

    Estetika form space

    Fungsi Tapak Building System

    Kompre-hensif

    Tema kepakaran dan minat mahasiswa

    Proposal Proyek

    Skala kecil Parsial skala besar

  • 8

    C. Hubungan Program outcome, Course outcome dengan Mata kuliah

    Penyusunan mata kuliah dilakukan dengan menyusun deskripsi dan gambaran substansi mata kuliah yang menjembatani antara kompetensi yang sudah disusun dengan mata kuliah yang telah diselenggarakan pada Kurikulum 2011. Untuk itu, dilakukan penyesuaian dan penajaman substansi agar program outcome dan kompetensi lulusan sebagaimana telah dirumuskan dapat dicapai. Gambaran substansi mata kuliah juga harus menjamin bahwa seluruh kebutuhan keilmuan arsitektur yang dibutuhkan tersampaikan ke mahasiswa dengan lengkap. Gambaran substansi dan rancangan mata kuliah dapat dilihat dalam Tabel 5. Tabel 5: Penyusunan Mata Kuliah Kurikulum 2016

    Program Outcomes Diskrispi Gambaran Substansi Mata Kuliah Rancangan Mata kuliah

    Mampu memformulasikan konsep dan mentransformasikannya ke dalam bentuk yang layak dan fungsional (Prinsip Desain)

    Gambaran keseluruhan tentang dunia arsitektur Pengantar Arsitektur

    Penguasan dan pemahaman estetika, baik estetika secara uum atau estetika secara khusus pada arsitektur

    Estetika Dasar, Estetika Arsitektur

    Berbagai metode dalam perancangan, terutama terkat dengan pengembangan konsep dan transformasinya

    Metoda Pemrograman, Metode Tranformasi dalam Desain Arsitektur

    Penguasan tapak dan lingkungan yang berpengaruh lagsung pada desain

    Analisa Tapak

    Teori-teori utama dan penting dalam arsitektur, dan kritik

    Teori dan Kritik Arsitektur

    Mampu menentukan penggunaan struktur dan sistem bangunan yang relevan (Teknologi Arsitektur)

    Peguasan berbagai material untuk bangunan, bahan stuktur konstruksi maupun bahan arsitektur, baik dari aspek estetika maupun karakteristik materialnya

    Bahan Bangunan, Teknologo Bahan

    Penguasaan sistem layanan untuk bangunan untuk kenyamana, kesemlamatan dan kesehatan bangunan

    Fisika Bangunan (pencahayanaa, akustik, termal) utilitas, mekanikal dan elektrikal bangunan

    Pemahahaman akan hubungan desain dengan penggunaan energi dalam bangunan

    Penguasaan struktur dan konstruksi, berbagai tipe, bahan dan tingkat kompleksitas yang diperlukan dalam desain arsitektur

    Struktur dan Konstruksi dalam bangunan, mekanika teknik

    Pemahama tentang gaya, kekuatan dan kestabilan bangunan

  • 9

    lanjutan Tabel 5

    Program Outcomes Diskrispi Gambaran Substansi Mata Kuliah

    Rancangan Mata kuliah

    Mampu meramu architectural related issues ke dalam perancangan (Konteks)

    Pemahaman akan sejarah perkangan arsitektur dunia dan secara khusus indonesia

    Sejarah dan Perkembangan Arsitektur Indonesia, Asia dam Dunia

    pemahaman akan konteks pada skala wilayah yang lebih luas

    Kontes kota, dasar perancangan kota, dasatr perancangan perumukiman

    kesadaran akan faktor sosial, ekonomi, budaya lingkungan pada desain arsitektur

    Berbagai mata kuliah pilihan terkait dengan sosial, budaya, psikologi, seni dan lain-lain

    Mampu mempresent...

Recommended

View more >