of 30 /30
Nama : Farizky Arif Prazada NPM : 1312011362 BAB I PENGERTIAN HUKUM PIDANA 1. Nilai merupakan ukuran yang disadari atau tidak disadari oleh suatu masyarakat untuk menetapkan apa yang baik dan benar. ‘Ukuran’ yang dimaksud di dalam pengertian di atas, kecuali: a. Kesetiaan, keindahan, dan kehormatan b. Keindahan, kehormatan, dan kesusilaan c. Keindahan, kehormatan, dan kesucian d. Keindahan, ketidakpastian, dan kesucian Jawaban: D 2. Hukum pidana adalah semua aturan-aturan hukum yang menentukan terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dijatuhi pidana dan apakah macamnya pidana itu, merupakan pengertian menurut: a. Moeljatno b. Mezger c. Jean Calas d. Pompe Jawaban: D 3. Pelepasan bersyarat dapat dilakukan kepada pelaku tindak pidana apabila telah menjalani lamanya pidana: a. 2/3 dari lamanya ancaman pidana, minimal 9 tahun

Kumpulan Soal-Soal Hukum Pidana

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Merupakan soal-soal yang membahas mengenai hukum pidana. Dikhususkan untuk mahasiswa Fakultas Hukum yang mengambil mata kuliah hukum pidana.

Text of Kumpulan Soal-Soal Hukum Pidana

Nama: Farizky Arif PrazadaNPM: 1312011362

BAB I PENGERTIAN HUKUM PIDANA1. Nilai merupakan ukuran yang disadari atau tidak disadari oleh suatu masyarakat untuk menetapkan apa yang baik dan benar. Ukuran yang dimaksud di dalam pengertian di atas, kecuali:a. Kesetiaan, keindahan, dan kehormatanb. Keindahan, kehormatan, dan kesusilaanc. Keindahan, kehormatan, dan kesuciand. Keindahan, ketidakpastian, dan kesucianJawaban: D2. Hukum pidana adalah semua aturan-aturan hukum yang menentukan terhadap perbuatan-perbuatan apa yang seharusnya dijatuhi pidana dan apakah macamnya pidana itu, merupakan pengertian menurut:a. Moeljatnob. Mezgerc. Jean Calasd. PompeJawaban: D3. Pelepasan bersyarat dapat dilakukan kepada pelaku tindak pidana apabila telah menjalani lamanya pidana:a. 2/3 dari lamanya ancaman pidana, minimal 9 tahunb. 2/3 dari lamanya ancaman pidana, maksimal 9 tahunc. 1/3 dari lamanya ancaman pidana, minimal 9 tahund. 1/3 dari lamanya ancaman pidana, maksimal 9 tahunJawaban: A4. Hak Pistole diberikan kepada pelaku tindak pidana yang diberikan pidana berupa:a. Pidana penjarab. Pidana dendac. Pidana kurungand. Pidana percobaanJawaban: C5. Berikut ini merupakan perbedaan antara pidana penjara dan pidana kurungan, kecuali:a. Pidana penjara memiliki waktu yang lebih banyak. Pidana kurungan memiliki waktu yang lebih sedikitb. Pidana kurungan diberlakukan bagi pelaku tindak pidana kejahatanc. Pidana kurungan dapat diberlakukan dengan pengganti pidana dendad. Ancaman maksimum pidana penjara adalah 15 sampai 20 tahun. Sedangkan, ancaman maksimum pidana kurungan adalah selama 1 tahunJawaban: B

BAB II TEORI-TEORI TENTANG TUJUAN HUKUM PIDANA DAN PEMIDANAAN6. Salah satu dari aliran-aliran yang menjelaskan tujuan dibentuknya hukum pidana adalah Aliran Neo-Klasik, yang berkembang pada awal abad ke-19. Aliran ini dikenal dengan Paham Indeterminisme, yaitu:a. Kepercayaan pada kebebasan kehendak manusia dalam melakukan perbuatannyab. Kepercayaan masyarakat dalam mensyaratkan penghapusan pertanggungjawaban pidanac. Paham yang memberikan perlindungan terhadap individu berdasarkan perumusan yang tepat dari hukum pidanad. Paham yang dipengaruhi oleh berbagai faktor di luar diri manusia.Jawaban: A7. Di dalam Teori Absolut, Hegel menjelaskan pernyataannya mengenai pengingkaran terhadap pengingkaran, yang bermaksud:a. Apabila pengingkaran terhadap ketertiban hukum negara yang merupakan perwujudan dari cita susilab. Apabila terhadap pengingkaran perlindungan masyarakat dalam memberantas kejahatanc. Pengingkaran tersebut tertuju pada perbuatan-perbuatan tertentu yang dilarangd. Pengingkaran tersebut tertuju pada perbuatan tertentu, bukan semata-mata untuk pembalasanJawaban: A8. Yang termasuk perbedaan antara teori prevensi umum dan teori prevensi khusus di dalam teori relatif adalah, kecuali:a. Prevensi khusus bertujuan untuk mencegah pelaku untuk mengulangi kejahatannya lagib. Di dalam Teori Prevensi Umum dikenal dengan teori paksaan psikis oleh Feuerbachc. Prevensi umum bertujuan untuk mencegah terjadinya kejahatan pada masyarakat umumd. Objek tujuan dari prevensi umum adalah pelaku tindak pidana, sedangkan prevensi khusus adalah masyarakat luasJawaban: D9. Teori Gabungan merupakan teori yang terdiri dari gabungan tujuan dibentuknya sistem pemidanaan ataupun hukum pidana yang bertujuan untuk:a. Pembalasan dan perlindungan masyarakatb. Pembalasan dan pencegahanc. Pencegahan dan perlindungan masyarakatd. Pembalasan dan pertanggungjawabanJawaban: A10. Di dalam menanggulangi kejahatan dalam memberikan sanksi hukum, apabila hukum pidanan telah digunakan untuk menanggulangi kejahatan tersebut sebagai sarana terakhir, disebut dengan:a. Paham Determinismeb. Paham Indeterminismec. Ultimum Remidiumd. Negation der NegationJawaban: C

BAB III ASAS BERLAKUNYA HUKUM PIDANA11. Asas legalitas yang dirumuskan dalam Pasal 1 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana menjelaskan bahwa:a. Tiada suatu perbuatan dapat dipidana kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada, setelah perbuatan dilakukanb. Tiada suatu perbuatan dapat dipidana kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundang-undangan yang telah ada, sebelum perbuatan dilakukanc. Tiada suatu perbuatan dapat dipidana kecuali atas kekuatan aturan pidana dalam perundang-undangan yang belum ada, sebelum perbuatan dilakukand. Pilihan a, b, dan c salahJawaban: B12. Berdasarkan asas temporis delicti, yaitu tiap tindak pidana yang dilakukan harus diadili menurut ketentuan pidana yang berlaku pada saat itu, apabila terjadi perubahan aturan pidana setelah tindak pidana itu dilakukan, maka:a. Digunakan ketentuan/ peraturan perundang-undangan yang paling menguntungkan/ meringankan si pelakub. Digunakan ketentuan/ peraturan perundang-undangan yang berlaku sebelum tindak pidana dilakukanc. Digunakan ketentuan/ peraturan perundang-undangan yang berlaku setelah tindak pidana dilakukand. Digunakan ketentuan/ peraturan perundang-undangan yang paling terberatJawaban: A13. Asas territorial berdasarkan ketentuan pidana di dalam peraturan perundang-undangan Indonesia diberlakukan oleh ketentuan berikut ini, kecuali:a. Tindak pidana di wilayah Negara Republik Indonesiab. Tindak pidana dalam kapal atau pesawat udara Indonesiac. Tindak pidana di bidang teknologi informasi yang terjadi di wilayah Indonesia dan dalam kapal atau pesawat udara Indonesiad. Tindak pidana yang menyerang kepentingan hukum negara IndonesiaJawaban: D14. Tindak pidana yang dilarang tindakannya sehubungan dengan berlakunya asas perlindungan di dalam locus delicti, kecuali:a. Kejahatan-kejahatan terhadap keamanan negara dan martabat presidenb. Pemalsuan surat-surat hutang dan sertifikat-sertifikat hutang atas beban Indonesia, daerah, atau sebagian daerahc. Pengedaran mata uang palsud. Kejahatan-kejahatan tentang materai atau merk yang dikeluarkan Pemerintah IndonesiaJawaban: C15. Teori yang harus dianggap sebagai tempat terjadinya tindak pidana dimana perbuatan yang dilarang dan diancam itu dilakukan, merupakan teori:a. Teori Instrumenb. Teori Perbuatan Materiilc. Teori Akibatd. Teori GeneralisasiJawaban: B

BAB IV HUBUNGAN SEBAB AKIBAT (TEORI KAUSALITAS)16. X mengambil parang yang sedang digunakan Z untuk memotong rumput. Lalu, X menghampiri Y yang berada tidak jauh dari tempat Z memotong rumput, dan menusuk tangan dan kaki Y. Seketika, X melarikan diri dan Y mencari bantuan dengan menaiki sebuah taksi S yang sedang melintasi jalan tersebut dengan keadaan berlumuran darah. Karena panik, taksi S mengemudi kencang dan jatuh di sungai yang mengakibatkan Y meninggal, tetapi S tetap dalam keadaan hidup.Dari kasus tersebut, yang dapat diberikan pertanggungjawaban terhadap kematian Y adalah:a. Hanya Xb. X dan Zc. X, Z, dan Sd. X dan SJawaban: C17. Terkait soal dan kasus di atas, teori apakah yang berlaku atau berkaitan dengan sistem pertanggungjawaban dari kasus tersebut?a. Teori Generalisasib. Teori Conditio Sine Qua Nonc. Teori Individualisasid. Teori AkibatJawaban: B18. Berikut ini adalah penjelasan mengenai apa yang dimaksud dengan teori individualisasi, yaitu:a. Hanya dicari satu peristiwa dari beberapa peristiwa yang terjadi, yang dianggap sebagai sebab daripada akibat itub. Hanya dicari beberapa peristiwa dari semua peristiwa yang terjadi, yang dianggap sebagai sebab daripada akibat ituc. Hanya dicari beberapa peristiwa dari semua peristiwa yang terjadi, yang dianggap sebagai akibatd. Semua pilihan salahJawaban: A19. Berikut ini yang merupakan penganut Teori Adequat yang Subjektif adalah:a. Von Kriesb. Rumelinc. Traeger dan Birkmeyerd. Von BuriJawaban: A20. Berikut ini merupakan beberapa perbedaan antara Teori Adequat Subjektif dan Teori Adequat Objektif, kecuali:a. Teori Adequat Subjektif mengarah pada pandangan atau pengetahuan si pembuat yang menentukanb. Teori Adequat Objektif dimana perbuatan menimbulkan akibat yang kemudian pada umumnya diketahuic. Teori Adequat Objektif mengarah pada pandangan atau pengetahuan si pembuat yang menentukand. Teori Adequat Subjektif menentukan unsure kesalahan si pembuatJawaban: C

BAB V ISTILAH DAN PENGERTIAN TINDAK PIDANA21. Tindak pidana adalah kelakuan orang yang dirumuskan dalam undang-undang yang bersifat melawan hukum, yang patut dipidana dan dilakukan dengan kesalahan, merupakan pengertian menurut:a. Van Hamelb. Pompec. Wirjono Prodjodikorod. MoeljatnoJawaban: A22. Berikut ini merupakan istilah-istilah tindak pidana yang dipergunakan di dalam buku-buku yang dikarang oleh pakar-pakar hukum pidana di Indonesia, yaitu:a. Delik, peristiwa pidana, perbuatan pidana, perbuatan yang dapat dihukum, hal yang diancam dengan hukum, perbuatan yang diancam dengan hukum, dan tindak pidanab. Delik, peristiwa pidana, perbuatan pidana, perbuatan yang dapat dihukum, hal yang diancam dengan hukum, perbuatan yang diancam dengan hukum, dan hukum pidanac. Delik, peristiwa pidana, perbuatan yang dapat dihukum, hukum pidana, hal yang diancam dengan hukum, perbuatan yang diancam dengan hukum, dan tindak pidanad. Delik, peristiwa pidana, perbuatan pidana, perbuatan yang dapat dihukum, hal yang diancam dengan hukum, hukum pidana, dan perbuatan yang diancam dengan hukumJawaban: A23. Unsur-unsur tindak pidana meliputi:a. Perbuatan, diancam dengan pidana, melawan hukum, dilakukan dengan kesalahan, dan dilakukan oleh orang yang mampu bertanggung jawabb. Perbuatan, diancam dengan pidana, melawan hukum, dilakukan dengan kesalahan, dan tidak ada alasan pembenarc. Perbuatan, diancam dengan pidana, tidak melawan hukum, dilakukan dengan kesalahan, ada alasan pemaafd. Perbuatan, diancam dengan pidana, melawan hukum, tidak memenuhi rumusan dalam undang-undang, dan dilakukan oleh orang yang mampu bertanggung jawabJawaban: A24. Berikut ini yang bukan merupakan perbedaan antara pelanggaran dan kejahatan, baik secara kuantitatif maupun kualitatif, yaitu:a. Pelanggaran merupakan perbuatan yang disadari sebagai suatu tindak pidana karena undang-undang menyebutnya sebagai delikb. Pelanggaran lebih ringan dibandingkan dengan kejahatanc. Kejahatan sebagai perbuatan yang bertentangan dengan keadiland. Melakukan pelanggaran dan kejahatan sama-sama tidak dipidanaJawaban: D25. Berikut ini merupakan delik-delik yang ada di dalam rumusan tindak pidana, kecuali:a. Delik dolus dan delik culpab. Delik yang tidak dikualifikasikanc. Delik sederhana dan delik yang ada pemberatannyad. Delik tunggal dan delik gandaJawaban: B

BAB VI PERBUATAN DAN TINDAK PIDANA26. Sifat melawan hukum formil dapat dihapuskan dengan berdasarkan suatu ketentuan undang-undang yang dirumuskan dengan suatu delik. Dari pengertian tersebut, sifat melawan hukum formil dapat dicontohkan dengan:a. Orang tua memukul anaknya yang nakal dengan kedua tangannyab. Regu tembak yang menembak terpidana matic. Menerobos masuk rumah orang lain untuk memadamkan apid. Kuli bangunan menghancurkan dinding rumah di dalam proyeknyaJawaban: B

PidanaSyarat Pemidanaan

B. ORANG3. Kesalahan:a. Mampu bertanggung jawabb. ???A. PERBUATAN1. ???2. ???

27. Berdasarkan bagan di atas, terdapat dua unsur dari perbuatan, yaitu:a. Memenuhi rumusan UU dan bersifat melawan hukumb. Memenuhi rumusan UU dan tidak ada alasan pemaafc. Bersifat melawan hukum dan tidak ada alasan pemaafd. Tidak ada alasan pembenar dan tidak ada alasan pemaafJawaban: A28. Berdasarkan bagan diatas, unsur dari kesalahan memiliki deliknya tersendiri, yaitu:a. Delik tunggal dan delik gandab. Delik sederhana dan delik yang ada pemberatannyac. Delik dolus dan delik culpad. Delik aduan dan bukan delik aduanJawaban: C29. Sifat melawan hukum materiil adalah suatu perbuatan melawan hukum atau tidak, tidak hanya yang terdapat dalam UU saja, tetapi harus juga melihat berlakunya asas-asas hukum yang tidak tertulis. Berikut ini yang bukan merupakan contoh dari sifat melawan hukum materiil, yaitu:a. Orang tua memukul anaknya yang nakal dengan kedua tangannyab. Regu tembak yang menembak terpidana matic. Menerobos masuk rumah orang lain untuk memadamkan apid. Membunuh teman yang luka parah dan sekarat di tempat terpencil dan terasing yang jauh dari jangkauan pendudukJawaban: B30. Ajaran yang mengakui kemungkinan adanya hal-hal diluar undang-undang (hukum tidak tertulis) yang dapat menghapus sifat melawan hukumnya perbuatan yang memenuhi rumusan delik, merupakan definisi dari:a. Sifat melawan hukum formil dalam fungsinya yang positifb. Sifat melawan hukum formil dalam fungsinya yang negatifc. Sifat melawan hukum materiil dalam fungsinya yang positifd. Sifat melawan hukum materiil dalam fungsinya yang negatifJawaban: DBAB VII ORANG DAN PERTANGGUNGJAWABAN PIDANA31. (1) Tidak seorangpun yang melakukan tindak pidana dapat dipidana tanpa kesalahan(2) Kesalahan terdiri dari kemampuan bertanggung jawab, kesengajaan, kealpaan, dan tidak ada alasan pemaafBunyi kedua ayat di atas merupakan ayat yang mengandung Asas Kesalahan yang terdapat di dalam pasal:a. Pasal 53 KUHPb. Pasal 37 KUHPc. Pasal 32 KUHPd. Pasal 63 KUHPJawaban: B32. Kesalahan dibedakan menjadi tiga arti, yaitu kesalahan dalam arti yang seluas-luasnya, kesalahn dalam arti bentuk kesalahan, dan kesalahan dalam arti sempit. Berikut ini yang merupakan kesalahan dalam arti yang seluas-luasnya adalah:a. Orang yang melakukan kesalahan berupa tindak pidana dan bertanggung jawab atas celaan yang orang itu lakukanb. Adanya unsur kesengajaan dan unsur kealpaanc. Pemakaian istilah kesalahan digantikan dengan istilah kealpaand. Pilihan a, b, dan c benarJawaban: A33. Orang dapat dikatakan sebagai individu yang memiliki kemampuan bertanggung jawab yang berupa suatu keadaan normalitas fisik dan kematangan berpikir harus membawa tiga kemampuan, kecuali:a. Mampu untuk menentukan kehendaknya atas perbuatan-perbuatannya itub. Mampu untuk mengerti nilai dari akibat-akibat perbuatannya sendiric. Mampu untuk menyadari bahwa perbuatannya itu menurut pandangan masyarakat tidak dibolehkand. Mampu memberikan hukuman pidana kepada orang lainJawaban: D34. Unsur-unsur kesalahan salah satunya adalah kemampuan untuk bertanggung jawab atas perbuatan kesalahan yang dilakukan, namun ada orang-orang yang tidak mampu bertanggung jawab atas hal itu yang dapat dicirikan dengan, kecuali:a. Keadaan jiwa yang cacat pertumbuhannya sehingga mempengaruhi keadaan jiwanyab. Keadaan jiwa yang terganggu karena suatu penyakit sehingga tidak menyadari apa yang telah ia perbuatc. Keadaan dimana orang tersebut mengalami retardasi mentald. Keadaan jiwa yang normal dan dilakukan dengan unsur kesengajaanJawaban: D35. Di dalam unsur kesengajaan, terdapat corak kesengajaan yang memiliki tiga bentuk dari corak batin (berupa niat) dari perbuatan yang dilakukan, yaitu:a. Kesengajaan sebagai maksud, kesengajaan dengan sadar kepastian, dan kesengajaan dengan sadar kemungkinanb. Kesengajaan sebagai maksud, kesengajaan dengan pertanggungjawaban, dan kesengajaan dengan sadar kemungkinanc. Kesengajaan sebagai maksud, kesengajaan dengan pertanggungjawaban, dan kesengajaan dengan kealpaand. Kesengajaan sebagai maksud, kesengajaan dengan sadar kepastian, dan kesengajaan dengan pertanggungjawabanJawaban: A

BAB VIII ALASAN PENGHAPUS PIDANA36. Ilmu pengetahuan hukum pidana memberikan pembedaan antara dapat dipidananya perbuatan dan dapat dipidananya orang/ pembuat, yaitu alasan pembenar dan alasan pemaaf. Alasan pembenar diatur di dalam pasal:a. Pasal 48, 49 ayat (1), dan Pasal 50 KUHPb. Pasal 49 ayat (1), Pasal 50, dan Pasal 51 ayat (1) KUHPc. Pasal 50, Pasal 51 ayat (1), dan Pasal 52 KUHPd. Pasal 49 ayat (1) KUHPJawaban: B37. Perbedaan antara unsur-unsur alasan penghapus pidana yang terletak di luar diri orang dan alasan penghapus pidana di dalam KUHP terletak pada salah satu unsurnya, yaitu:a. Di dalam KUHP, tidak terdapat unsur daya paksa dan pembelaan terpaksab. Di dalam KUHP, terdapat unsur tidak mampu bertanggung jawabc. Di luar diri orang, terdapat unsur tidak mampu bertanggung jawabd. Di luar diri orang, terdapat unsur tidak mampu bertanggung jawab dan daya paksaJawaban: B38. Sistem pemidanaan terhadap unsur melaksanakan ketentuan undang-undang di dalam alasan penghapus pidana sesuai dengan Pasal 50 KUHP, yaitu:a. Dikurangi sepertiga dari ancaman maksimumb. Ditambah sepertiga dari ancaman maksimumc. Tidak dipidanad. Piihan a, b, dan c salahJawaban: C39. Alasan penghapus pidana juga diatur di luar KUHP, walaupun tidak diatur di dalam undang-undang, tetapi tetap diterima juga sebagai alasan penghapus pidana dalam praktik peradilan. Alasan-alasan penghapus pidana tersebut mencakup:a. Adanya unsur sifat melawan hukum yang materil, adanya izin dari orang lain, dan tidak ada kesalahan sama sekalib. Adanya unsur sifat melawan hukum yang materil, tidak ada izin dari orang lain, dan tidak ada kesalahan sama sekalic. Tidak adanya unsur sifat melawan hukum yang materil, tidak ada izin dari orang lain, dan tidak ada kesalahan sama sekalid. Tidak adanya unsur sifat melawan hukum yang materil, adanya izin dari orang lain, dan tidak ada kesalahan sama sekaliJawaban: D40. Berikut ini merupakan contoh dari hak yang muncul dari pekerjaan, yaitu:a. Ahli biologi membedah beberapa hewan sebagai percobaan penelitiannyab. Kuli bangungan membongkar dinding rumahc. Montir mengaplikasikan beberapa aksesoris di mobil yang sedang diperbaikid. Orang tua memukul anaknya karena anak itu nakalJawaban: A

BAB IX PERCOBAAN MELAKUKAN TINDAK PIDANA41. Di dalam melakukan suatu percobaan tindak pidana, sudah dipastikan terdapat unsur-unsur yang terkandung di dalamnya. Berikut ini yang bukan merupakan unsur-unsur dari percobaan melakukan tindak pidana adalah:a. Ada niatb. Ada permulaan pelaksanaanc. Pelaksanaan tersebut tidak selesai bukan semata-mata karena kehendaknya sendirid. Ada finishing, berupa penyelesaian melakukan percobaan tindak pidanaJawaban: DSuatu ketika, A sedang berjalan melalui area parkir sebuah Mall. A melihat sebuah mobil yang diparkirkan B dalam keadaan kosong dengan keadaan terdapat telepon genggam dan laptop di kursi mobil B tersebut. A langsung berusaha membuka paksa pintu mobil B itu, namun tanpa sengaja, seorang satpam melihat apa yang dilakukan A dan mengejarnya. A akhirnya tertangkap dan dibawa ke kantor polisi untuk ditindaklanjuti.42. Dari kasus di atas, pasal yang dikenakan kepada A yang telah diatur di dalam KUHP adalah:a. Pasal 335 KUHPb. Pasal 362 KUHPc. Pasal 365 KUHPd. Pasal 285 KUHPJawaban: B43. Ancaman pidana maksimum yang dikenakan kepada A dengan melakukan percobaan tindak pidana pencurian adalah selama:a. 3 tahun 4 bulanb. 3 tahun 3 bulanc. 5 tahun 0 buland. 2 tahun 8 bulanJawaban: A44. Sistem pemidanaan terhadap pelaku percobaan tindak pidana kejahatan yang telah diatur di dalam Pasal 53 ayat (2) KUHP, berupa:a. Dikurangi sepertiga dari ancaman pidana maksimumb. Ditambah sepertiga dari ancaman pidana maksimumc. Tidak dipidanad. Piihan a, b, dan c salahJawaban: A45. Sistem pemidanaan terhadap pelaku percobaan pelanggaran yang telah dirumuskan di dalam Pasal 54 KUHP, berupa:a. Dikurangi sepertiga dari ancaman maksimumb. Ditambah sepertiga dari ancaman maksimumc. Tidak dipidanad. Piihan a, b, dan c salahJawaban: C

BAB X PENYERTAAN TINDAK PIDANADi hari yang sibuk, C sebagai seorang direktur perusahaan yang hampir mengalami kepailitan terhadap perusahaannya, karena kalah bersaing dengan perusahaan yang dimiliki F, yang notabene bergerak di bidang yang sama. C sangat bingung dan akhirnya menelpon D sebagai kolega dekatnya untuk menceritakan apa yang terjadi. Di dalam percakapan via telepon itu, D menyarankan C untuk menghabisi F, dan C menerima saran D tersebut. Suatu ketika di sebuah hotel yang kebetulan F sedang menginap, C menjalankan aksinya dengan meminta bantuan A untuk menghabisi F. A menjalankan aksinya untuk menghabisi F bersama rekannya, B. Di saat melakukan aksinya, seorang cleaning service E lewat dan melihat aksi itu. A dan B terkejut dan memaksa E untuk membantu menghabisi F. Pada akhirnya, F tewas di dalam aksi tersebut.46. Dari kasus diatas, siapakah yang bertindak sebagai pleger?a. Si Ab. Si Bc. Si Cd. A, B, dan CJawaban: A47. Siapakah yang bertindak sebagai doenpleger?a. Si Ab. Si Bc. Si Cd. A, B, dan CJawaban: C48. Sistem pemidanaan terhadap E di dalam kasus tersebut adalah:a. Dikurangi sepertiga dari ancaman pidana maksimum, sehingga menjadi 13 tahun 4 bulanb. Ditambah sepertiga dari ancaman pidana maksimum, sehingga menjadi 26 tahun 8 bulanc. Ancaman pidana maksimumnya adalah 20 tahund. Tidak dipidanaJawaban: A

49. Sistem pemidanaan terhadap A, B, C, dan D di dalam kasus tersebut adalah:a. Dikurangi sepertiga dari ancaman pidana maksimum, sehingga menjadi 13 tahun 4 bulanb. Ditambah sepertiga dari ancaman pidana maksimum, sehingga menjadi 26 tahun 8 bulanc. Ancaman pidana maksimumnya adalah 20 tahund. Tidak dipidanaJawaban: C50. Siapakah yang bertindak sebagai medeplichtige?a. Si Bb. Si Cc. Si Dd. Si EJawaban: D

BAB XI PERBARENGAN TINDAK PIDANADalam sebuah kasus, X melakukan perbuatan tindak pidana dengan memperkosa seorang wanita dewasa di jalan umum. Sehingga termasuk dalam melakukan perbarengan tindak pidana yang melanggar Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan dan Pasal 281 KUHP tentang melanggar kesusilaan di muka umum.51. Kasus diatas termasuk dalam ketentuan Concursus di dalam KUHP yang berupa:a. Concursus Idealisb. Vorgezette Handelingc. Concursus Realisd. Tidak ada yang benarJawaban: A

52. Berdasarkan kasus diatas, pelaku perbarengan tindak pidana tersebut dijatuhkan ancaman pidana maksimum selama:a. 2 tahun 8 bulanb. 12 tahun 8 bulanc. 12 tahun 0 buland. 14 tahun 8 bulanJawaban: C53. Concursus Realis terjadi apabila seseorang melakukan beberapa perbuatan yang berdiri sendiri, tetapi perbuatan-perbuatan tidak sejenis atau tidak saling berhubungan satu sama lain. Sehingga sistem pemidanaan untuk Concursus Realis adalah:a. Dikenakan satu pidana dengan ketentuan jumlah maksimum pidana tidak boleh lebih dari maksimum terberat ditambah sepertigab. Dikenakan beberapa pidana dengan ketentuan jumlah maksimum pidana tidak boleh lebih dari maksimum terberat ditambah sepertigac. Dikenakan satu pidana dengan ketentuan jumlah maksimum pidana tidak boleh lebih dari maksimum terberat dikurangi sepertigad. Dikenakan beberapa pidana dengan ketentuan jumlah maksimum pidana tidak boleh lebih dari maksimum terberat dikurangi sepertigaJawaban: A54. Sebuah kasus dimana A melakukan dua jenis kejahatan yang masing-masing kejahatan tersebut telah diatur di dalam KUHP dan dikenakan ancaman pidana 1 tahun penjara dan 9 tahun penjara. Berapa lama ancaman maksimum pidana yang dijatuhkan kepada A?a. 12 tahunb. 11 tahunc. 10 tahund. 9 tahunJawaban: C

55. Di dalam suatu kasus, Rudi melakukan dua jenis kejahatan yang masing-masing diancam pidana 9 bulan kurungan dan 2 tahun penjara. Jenis concursus apa yang terkait dengan kasus tersebut, dan berapa lama Rudi menjalankan masa pidananya?a. Vorgezette Handeling, 2 tahun 8 bulanb. Vorgezette Handeling, 2 tahun 9 bulanc. Concursus Realis, 2 tahun 8 buland. Concursus Realis, 2 tahun 9 bulanJawaban: C

BAB XII PENGULANGAN TINDAK PIDANA/ RECIDIVE56. Pengulangan tindak pidana/ Recidive memiliki keterkaitan atau kesamaan dengan salah satu jenis Concursus, yaitu:a. Perbarengan Peraturanb. Perbuatan Berlanjutc. Perbarengan Perbuatand. Delictum ConstituatumJawaban: C57. Dari beberapa pilihan di bawah ini, yang mana yang bukan merupakan perbedaan antara Recidive Umum dan Recidive Khusus?a. Recidive Umum tidak ditentukan jenis tindak pidana yang dilakukanb. Recidive Khusus dikenakan terhadap pengulangan yang dilakukan terhadap jenis tindak pidana tertentu c. Di dalam Recidive Umum tidak memiliki masa daluwarsa recidived. Recidive Umum ditentukan tenggang waktu pengulangan tindak pidananyaJawaban: D58. Berikut ini merupakan syarat-syarat di dalam Recidive kejahatan yang telah dirumuskan di dalam pasal-pasal KUHP, kecuali:a. Kejahatan yang diulangi harus sama atau sejenis dengan kejahatan yang terdahulub. Antara kejahatan yang terdahulu dan kejahatan yang diulangi harus sudah ada keputusan hakim c. Pelaku melakukan kejahatan yang bersangkutan pada waktu menjalankan pencahariannyad. Pengulangan tindak pidananya tidak ditentukan dalam tenggang waktu tertentuJawaban: D59. Di dalam recidive, pengulangan tindak pidana dihitung sejak adanya putusan hakim yang berkekuatan tetap. Sehingga sistem pemberatan pidana di dalam recidive ini adalah, kecuali:a. Dapat diberikan pidana tambahan berupa pelaranganb. Pidananya dikurangi sepertiga c. Pidana penjaranya dapat dilipatkan dua kali d. Pencabutan hak untuk menjalankan mata pencahariannya apabila delik-delik pengulangannya dilakukan pada saat menjalankan pencahariannyaJawaban: B60. Recidive bisa dilakukan sebagai recidive kejahatan dan recidive pelanggaran. Berikut ini adalah beberapa persyaratan recidive pelanggaran yang telah dirumuskan di dalam pasal-pasal KUHP, kecuali:a. Pelanggaran yang diulangi harus sama atau sejenis dengan pelanggaran yang terdahulub. Harus ada putusan hakim berupa pemidanaan yang berkekuatan tetap untuk pelanggaran yang terdahuluc. Tenggang waktu pengulangannya belum lewat satu atau dua tahun sejak adanya putusan pemidanaan yang berkekuatan tetapd. Pidananya ditambah sepertigaJawaban: D

BAB XIII HAPUSNYA KEWENANGAN MENUNTUT DAN MENJALANKAN PIDANA61. Berikut ini merupakan dasar hukum yang mengatur gugurnya kewenangan menuntut di dalam KUHP yang berupa alasan:a. Ne bis in idem, terdakwa meninggal dunia, tidak dapat bertanggung jawab, penyelesaian di luar acara, dan tidak adanya aduan pada delik-delik aduanb. Ne bis in idem, terdakwa meninggal dunia, daluwarsa, penyelesaian di luar acara, dan tidak adanya aduan pada delik-delik aduanc. Ne bis in idem, terdakwa meninggal dunia, pembelaan terpaksa, penyelesaian di luar acara, dan tidak adanya aduan pada delik-delik aduand. Ne bis in idem, terdakwa meninggal dunia, adanya daya paksa, penyelesaian di luar acara, dan tidak adanya aduan pada delik-delik aduanJawaban: B62. Salah satu dari dasar hukum yang mengatur gugurnya kewenangan menuntut di dalam KUHP adalah daluwarsa. Berikut ini yang bukan kewenangan menuntut pidana hapus karena daluwarsa adalah:a. Mengenai semua pelanggaran dan kejahatan yang dilakukan percetakan sesudah satu tahunb. Mengenai kejahatan yang diancam denda, kurungan, atau pidana penjara paling lama tiga tahun, sesudah enam tahunc. Mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana penjara lebih dari tiga tahun, sesudah dua belah tahund. Mengenai kejahatan yang diancam dengan pidana mati sesudah dua puluh tahunJawaban: D63. Orang yang sedang mabuk ditempat umum mengganggu ketentraman umum, telah memukul dada dan menendangan kaki seorang anggota polisi yang sedang menjalankan tugasnya, awalnya, terdakwa diputus dan dipidana karena menganiaya polisi (Pasal 32 sub 2), kemudian oleh Jaksa dituntut lagi mengenai mengganggu ketentraman umum dalam keadaan buruk (Pasal 492). Dari kasus tersebut, termasuk dalam dasar hukum yang mana yang dapat menggugurkan kewenangan menuntut orang tersebut di dalam KUHP?a. Ne bis in idemb. Daluwarsac. Penyelesaian di luar acarad. Tidak adanya aduan pada delik-delik aduanJawaban: A64. Berikut ini yang merupakan alasan hapusnya kewenangan menjalankan pidana yang diatur di luar KUHP adalah:a. Grasi dan Abolisib. Grasi dan Amnestic. Abolisi dan Amnestid. Abolisi dan daluwarsaJawaban: B65. Di dalam alasan hapusnya kewenangan menjalankan pidana yang diatur di dalam KUHP, ada terdakwa meninggal dunia dan karena daluwarsa. Berikut ini adalah hapusnya kewenangan menjalankan pidana karena daluwarsa sesuai Pasal 84 KUHP, kecuali:a. Tenggang waktu daluwarsa mengenai semua pelanggaran lamanya dua tahunb. Tenggang daluwarsa harus kurang dari lamanya pidana yang dijatuhkanc. Wewenang menjalankan pidana mati tidak mungkin daluwarsad. Tenggang daluwarsa yang dilakukan dengan sarana percetakan lamanya lima tahunJawaban: B