61
KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA dr. IFDELLIA SURJADI

KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

  • Upload
    knut

  • View
    341

  • Download
    12

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA. dr. IFDELLIA SURJADI. SISTEM REPRODUKSI PRIA. ORGANA GENITALIA INTERNA TESTIS TRACTUS GENITALIS DUCTULUS EFFERENS TESTIS DUCTUS EPIDYDIMIDIS DUCTUS DEFERENS DUCTUS EJACULATORIUS ORGANA GENITALIA EXTERNA SCROTUM PENIS - PowerPoint PPT Presentation

Citation preview

Page 1: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

KULIAH HISTOLOGISISTEM REPRODUKSI PRIA

dr. IFDELLIA SURJADI

Page 2: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SISTEM REPRODUKSI PRIA

• ORGANA GENITALIA INTERNA– TESTIS– TRACTUS GENITALIS

• DUCTULUS EFFERENS TESTIS• DUCTUS EPIDYDIMIDIS• DUCTUS DEFERENS• DUCTUS EJACULATORIUS

• ORGANA GENITALIA EXTERNA– SCROTUM– PENIS

• GLANDULAE GENITALES ACCESSORIAE– GLANDULA SEMINALIS– GLANDULA PROSTATA– GLANDULA BULBOURETHRALIS

Page 3: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SISTEM REPRODUKSI PRIA

SCROTUM

TESTIS

EPIDIDYMIS

PENIS

GLANDULA VESICALIS

GLANDULA PROSTATA

GLANDULA BULBO-

URETHRALIS

VESICALIS

DUCTUS DEFERENS

BULBO-URETHRALIS

GLANS PENIS

URETHRA

DUCTUS EJACULATORIUS

URETHRA

Page 4: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

TESTIS• BENTUK:

– OVOID PIPIH (SEPASANG)• UKURAN:

– 4 - 4,5 cm X 2 - 2,5 cm X 2 - 2,5 cm, BERAT: 15 - 25 g• LOKASI:

– EKSTRA-ABDOMINAL, DI DALAM KANTONG SCROTUM• ORGANISASI:

– DIBUNGKUS OLEH:• TUNICA VAGINALIS (TUNICA SEROSA)

– LAMINA PARIETALIS– LAMINA VISCERALIS

• TUNICA ALBUGINEA (JARINGAN PENGIKAT)– LOBULUS TESTIS:

• DIPISAHKAN OLEH SEPTULUM TESTIS, LANJUTAN T. ALBUGINEA• PARENCHYMA TESTIS:

– TUBULUS SEMINIFERUS– INSTERSTITIUM TESTIS

Page 5: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SELUBUNG TESTIS

• TUNICA VAGINALIS PROPRIA TESTIS (BERASAL DARI PERITONEUM)– LAMINA PARIETALIS– LAMINA VISCERALIS– DIPISAHKAN OLEH CELAH BERISI CAIRAN SEROSA– JARINGAN PENGIKAT DILAPISI MESOTEL

• TUNICA ALBUGINEA:– LANGSUNG KONTAK PARENKIM– JARINGAN PENGIKAT PADAT FIBROSA – MELANJUTKAN SEBAGAI SEPTULUM TESTIS SECARA RADIER– DIDAERAH POSTERIOR MENJADI MEDIASTINUM TESTIS

• TUNICA VASCULOSA TESTIS • SEPTULUM TESTIS:

– MEMBATASI RUANGAN BERBENTUK PIRAMID• 250 RUANGAN• BERISI LOBULUS TESTIS

Page 6: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

LOBULUS TESTIS

• KOMPONEN:– TUBULUS SEMINFERUS CONVULOTUS SEBANYAK 1 - 4 BATANG.– JARINGAN INTERSTITIEL

• MENEMPATI RUANGAN YANG DIBATASI:– TUNICA ALBUGINEA

• JARINGAN PENGIKAT PADAT• MELANJUTKAN MENJADI SEPTULUM TESTIS

– MEDIASTINUM TESTIS (SEBELAH POSTERIOR)– TUNICA VASCULOSA

• JARINGAN PENGIKAT LONGGAR, ANYAMAN PEMB. DARAH• MENGIKUTI SEPTULUM• MELANJUTKAN MENJADI JARINGAN INTERSTITIAL:

– BERISI SEL MAKROFAG, FIBROBLAS, MASTOSIT, SEL MESENKIM– SEL INTERSTITIEL LEYDIG

» SEL KELENJAR ENDOKRIN MENGHASILKAN TESTOSTERON

Page 7: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SAYATAN MEMANJANG TESTIS DAN EPIDIDYMIS

Page 8: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

BAGAN TESTIS DAN SALURAN KELUAR SPERMA

EPIDIDYMIS

DUCTUS DEFERENS

Page 9: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS• BENTUK DAN UKURAN :

– PIPA HALUS, BERKELOK-KELOK– PANJANG: 30 - 70 cm, DIAMETER:150 - 250 m

• FUNGSI: PARS SECRETORIA DARI KELENJAR SITOGENIK• DINDING:

– EPITEL BERLAPIS ( 4 - 8 LAPIS)• SEL SPERMATOGENIK

– SPERMATOGONIUM– SPERMATOSIT PRIMER– SPERMATOSIT SEKUNDER– SPERMATID– SPERMATOZOON

• SEL PENYOKONG: – SEL SERTOLI

• MEMBRANA BASALIS– LAMINA PROPRIA

• SEL-SEL MESENKHIM DARI JARINGAN INTERSTITIEL• SEL MYOID: EPITELOID DAN KONTRAKTIL

Page 10: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS

Page 11: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SEL SPERMATOGENIK DALAM TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS

SPERMATOGONIUM ASPERMATOGONIUM B

SPERMATOSIT IB

SPERMATIDSEL SERTOLI

SEL MIOID

Page 12: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SEL SPERMATOGENIK

• SPERMATOGONIUM TIPE A– SEL BULAT, KECIL, INTI DENGAN KHROMATIN YANG BER- KELOMPOK;

DEKAT MEMBRANA BASALIS; MENGADAKAN MITOSIS BEBERAPA KALI; SEBAGIAN BERDIFERENSIASI MENJADI:

• SPERMATOGONIUM TIPE B– SEL BULAT, TUMBUH LEBIH BESAR DAN BERDIFERENSIASI:

• SPERMATOSIT PRIMER– MIOSIS I, MENJADI HAPLOID, MENJAUHI M. BASALIS

• SPERMATOSIT SEKUNDER– MIOSIS II, HAPLOID, SEL BERUKURAN PALING BESAR DARI SEL

SPERMATOGENIK; MELAKUKAN SPERMATOGENESIS• SPERMATOZOON

– BENTUK SUDAH BERUBAH SEKALI, DENGAN KELENGKAPAN UNTUK BERGERAK CEPAT

– MENCAPAI PERMUKAAN EPITEL.

Page 13: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SEL SPERMATOGENIK DAN SEL SERTOLI

Page 14: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SEL SERTOLI• STRUKTUR:

– BENTUK DASAR: • SILINDRIS; BERTUMPU PADA MEMBRANA BASALIS; MENCAPAI PERMUKAAN

TUBULUS SEMINIFERUS; • SITOPLASMA MENYELUBUNGI BEBERAPA SEL SPERMATOGENIK DI

SEKELILINGNYA; • INTI: MELIPAT-LIPAT; 9 m X 12 m

– HUBUNGAN DENGAN SEL SERTOLI LAINNYA: • TIGHT JUNCTION

• FUNGSI: – MENOPANG SECARA MEKANIK– PERLINDUNGAN SEL-SEL SPERMATOGENIK– MEMBENTUK SAWAR

• MELALUI TIGHT JUNCTION, MEMISAHKAN:– KOMPARTIMEN ADLUMINAL DAN KOMPARTIMEN BASALIS

– NUTRISI– FAGOSITOSIS SISA-SISA SITOPLASMA SEL SPERMATOGENIK

Page 15: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

HUBUNGAN SEL SERTOLI DENGAN SEL SPERMATOGENIK

Page 16: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SEL SERTOLI

Page 17: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

TUBULUS SEMINIFERUS RECTUS

• STRUKTUR:– BAGIAN DARI LOBULUS TESTIS– KELANJUTAN TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS– PENDEK– LUMEN LEBIH SEMPIT– DINDING:

• TANPA SEL-SEL SPERMATOGENIK• SEL-SEL SERTOLI MULAI JARANG, YANG AKAN MENGHILANG• EPITEL KUBOID SELAPIS

• LOKASI:– RUANGAN YANG DIBATASI OLEH SEPTULA TESTIS– DAERAH POSTERIOR

• FUNGSI: – DUCTUS EXCRETORIUS– BERMUARA DALAM RETE TESTIS

Page 18: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

TUBULUS SEMINIFERUS RECTUS

PEMBULUH DARAH

Page 19: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

RETE TESTIS

• LOKASI:– MEDIASTINUM TESTIS (DAERAH POSTERIOR TESTIS)

• STRUKTUR:– ANYAMAN RUANGAN-RUANG SEMPIT – DIBATASI OLEH:

• EPITEL KUBOID SELAPIS• SEL EPITEL MEMILIKI MIKROVILI (JARANG)

– DIKELILINGI OLEH JARINGAN PENGIKAT PADAT• FUNGSI:

– DUCTUS EXCRETORIUS– PENGHUBUNG ANTARA TUBULUS SEMINIFERUS RECTUS DAN

DUCTULUS EFEFERENTES – MENYALURKAN SPERMA

Page 20: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

RETE TESTIS

Page 21: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

• LETAK:– DIANTARA TUBULUS SEMINIFERUS CONVULOTUS

• STRUKTUR– JARINGAN PENGIKAT – JARINGAN SARAF– PEMBULUH DARAH– PEMBULUH KAPILER TIPE FENESTRA– SEL INTERSITIEL LEYDIG

• BERKELOMPOK ATAU MENYENDIRI• BERINTI BULAT• DIKELILINGI KAPILER DARAH• SEL ENDOKRIN• MENGHASILKAN HORMON TESTESTERON

JARINGAN INTERSTITIEL

Page 22: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

SEL INTERSTITIEL LEYDIG

Page 23: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DUCTULUS EFFERENTES TESTIS

• PENAMPILAN: – 12 -15 BATANG SALURAN BERJALAN SPIRAL SEBAGAI KELAN-JUTAN RETE

TESTIS– MUNCUL DARI PERMUKAAN TESTIS– MEMBENTUK BANGUNAN SEBAGAI KERUCUT SEBANYAK 5 - 10

• CONUS VASCULOSUS• PUNCAK MENHADAP PERMUKAAN TESTIS• DASAR KERUCUT MENGHADAP EPIDIDYMIS

• MIKROSKOPIS POTONGAN MELINTANG:– BENTUK LUMEN DIBATASI PERMUKAAN YANG BERGELOMBANG– EPITEL SELAPIS DENGAN 2 KELOMPOK SEL YANG BERBEDA UKURAN,

TERSUSUN SECARA BERGANTIAN:• KELOMPOK SEL-SEL BERBENTUK KUBOID• KELOMPOK SEL-SEL BERBENTUK SILINDRIS BERSILIA

– DILUAR MEMBRANA BASALIS: SEL-SEL OTOT POLOS SIRKULER

Page 24: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DUCTULUS EFFERENTES TESTIS

SEL OTOT POLOS

Page 25: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

TRACTUS GENITALIS INTRATESTICULARIS

FUNGSI: TRANSPORTASI PRODUK KELENJAR

TUBULUS SEMINIFERUS RECTUS

RETE TESTIS

DUCTULUS EFFERENTIS

DUCTUS EPIDIDYMIDIS

Page 26: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

EPIDIDYMIS

• PENAMPILAN:– BERBENTUK SEBAGAI BULAN SABIT, PANJANG < 7,6 cm– MENEMPEL TESTIS

• LOKASI:– SISI DORSAL TESTIS

• BAGIAN-BAGIAN:– CAPUT EPIDIDYMIDIS (DI ATAS)– CORPUS EPIDIDYMIDIS– CAUDA EPIDIDYMIDIS ( MENGECIL DI BAWAH)

• KOMPONEN:– SELUBUNG:

• TUNICA SEROSA TESTIS (TUNICA VAGINALIS)– DUCTUS EPIDIDYMIDIS YANG BERKELOK-KELOK MULAI DARI CAPUT DAN

BERAKHIR PADA CAUDA EPIDIYMIDIS• TERSUSUN PADAT

– ANYAMAN PEMBULUH DARAH

Page 27: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

EPIDIDYMIS

CAPUT EPIDIDYMIDIS

CORPUS EPIDIDYMIDIS CAUDA

EPIDIDYMIDIS

DUCTUS DEFERENS

Page 28: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DUCTUS EPIDIDYMIDIS• PENAMPILAN:

– BERKELOK-KELOK PADAT• SEJUMLAH POTONGAN MELINTANG DUCTUS EPIDIDYMIDIS YANG

BERDEKATAN DIPISAHKAN OLEH JARINGAN PENGIKAT– BENTUK POTONGAN: BULAT, OVAL ATAU LAIN.

• UKURAN: PANJANG MENCAPAI 6 meter• MIKROSKOPIS:

– EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS :• SEL SILINDRIS TINGGI DENGAN STEREOSILIA

– MAKIN KE DISTAL MAKIN PENDEK MENJADI KUBOID– MEMPUNYAI FUNGSI SEKRETORIS

• SEL BASAL : PENDEK TIDAK MENCAPAI PERMUKAAN – FUNGSI: TIDAK JELAS

– LAPISAN OTOT POLOS• BERTAMBAH TEBAL KE ARAH CAUDA EPIDIDYMIDIS• DAERAH CAPUT: SIRKULER• DAERAH CORPUS : 2 LAPIS - SIRKULER DAN SERONG• DAERAH CAUDA: 3 LAPIS

Page 29: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DUCTUS EPIDIDYMIDIS

SAYATAN EPIDIDYMIS

Page 30: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

LAPISAN DINDING DUCTUS EPIDIDYMIDIS

POTONGAN MELINTANG DAERAH PROKSIMAL POTONGAN MELINTANG DAERAH DISTAL

Page 31: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

ANYAMAN KAPILER SEKELILING DUCTUS EPIDIDYMIDIS

Page 32: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DUCTUS DEFERENS• DI BAGI DALAM:

– PARS EPIDIDYMIDIS: • BAGIAN DEKAT TESTIS

– PARS FUNICULARIS:• SEBAGAI BAGIAN DARI FUNICULUS SPERMATICUS

– FUNICULUS SPERMATICUS = DUCTUS DEFERENS BERSAMA: A. SPERMATICA, PLEXUS PAMPINIFORMIS (ANYAMAN VENA), PLEXUS NERVOSUS SPERMATICUS, SEBAGAI BERKAS.

– SEBELAH LUAR DIIKUTI SERABUT-SERABUT OTOT SERAN LINTANG DENGAN ARAH MEMANJANG MEMBENTUK LAPISAN LONGGAR SEBAGAI M. CREMASTERICA

– PARS INGUINALIS:• PADA SAAT MELALUI CANALIS INGUINALIS

– PARS PELVINA:• DALAM CAVUM PELVIS MENUJU BAGIAN ATAS VESICA URINARIA

– AMPULLA DUCTUS DEFERENS: MELEBAR• PADA UJUNG DISTAL TERDAPAT MUARA VESICULA SEMINALIS

• TAMPILAN:– KELANJUTAN DUCTUS EPIDIDYMIDIS

Page 33: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

PENGGAL-PENGGAL DUCTUS DEFERENS

PARS EPIDIDYMIDIS

PARS FUNICULARIS

PARS INGUINALIS

PARS PELVINA

AMPULLA DUCTUS DEFERENS

DUCTULUS EFFERENTES

DUCTUS EPIDIDYMIDIS

RETE TESTIS

DUCTUS EJACULATORIUS

Page 34: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DINDING DUCTUS DEFERENS• MEMBRANA MUCOSA:

– MEMBENTUK LIPATAN MEMANJANG • TERUTAMA DI DAERAH AMPULLA • BENTUK LUMEN MENJADI TIDAK TERATUR

– EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS • SEL-SEL SILINDRIS PENDEK DENGAN STEREOSILIA• SEL-SEL BASAL BERBENTUK PIRAMIDAL, TIDAK MENCAPAI PERMUKAAN

– LAMINA PROPRIA • JARINGAN PENGIKAT LONGGAR BANYAK SERABUT ELASTIS

• TUNICA MUSCULARIS:– LAPISAN OTOT POLOS TEBAL (1 mm):

• STRATUM LONGITUDINALE INTERNUM• STRATUM CIRCULARE• STRATUM LONGITUDINALE EXTERNUM

• TUNICA ADVENTITIA:– JARINGAN PENGIKAT LONGGAR

Page 35: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DINDING PARS FUNICULARIS DUCTUS DEFERENS

FUNICULUS SPERMATICUS

PLEXUS VENOSUS PAMPINIFORMIS

Page 36: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DINDING PARS FUNICULARIS DUCTUS DEFERENS

Page 37: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DINDING PARS AMPULLA DUCTUS DEFERENS

Page 38: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DUCTUS EJACULATORIUS• TAMPILAN:

– SETELAH MENERIMA SALURAN KELUAR VESICULA SEMINALIS, DUCTUS DEFERENS MELANJUTKAN MENJADI DUCTUS EJACULATORIUS

– MENEMBUS GLANDULA PROSTATA PADA DAERAH DASAR VESICA URINARIA

– PANJANG: 19 mm• MUARA:

– URETHRA PARS PROSTATICA• MIKROSKOPIS:

– MEMBRANA MUCOSA:• LIPATAN-LIPATAN TIPIS• EPITEL: SILINDRIS SELAPIS ATAU SILINDRIS SEMU BERLAPIS

– SEL-SEL MENGANDUNG BUTIR-BUTIR PIGMEN KUNING• LAMINA PROPRIA: JARINGAN PENGIKAT

– TUNICA MUSCULARIS• MENYATU DENGAN PARENKHIM KELENJAR PROSTAT

Page 39: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

DUCTUS EJACULATORIUS

DUCTUS EJACULATORIUS

VESICA URINARIA

Page 40: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

URETHRA MASCULINA

• URETHRA PARS PROSTATICA– DIKELILINGI JARINGAN GLANDULA PROSTATA– BENTUK LUMEN: PIPIH– BANYAK MUARA GLANDULA PROSTATA– COLLICULUS SEMINALIS = TONJOLAN PERMUKAAN DORSAL

• TERDAPAT MUARA:– VAGINA MASCULINA = UTRICULUS PROSTATICUS (SALURAN BUNTU DI TENGAH)– 2 BUAH DUCTUS EJACULATORIUS (KIRI KANAN VAGINA MASC.)

– CRISTA URETHRALIS SUPERIOR DAN CRISTA URETHRALIS INFERIOR: LANJUTAN COLLICULUS SEMINALIS

– EPITEL TRANSTITIONAL • URETHRA PARS MEMBRANACEA (PANJANG 18 mm)

– DIBATASI EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS/ BERLAPIS• URETHRA PARS CAVERNOSA

– DIBAHAS BERSAMA PEMBAHASAN PENIS

Page 41: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

URETHRA PARS PROSTATICA

COLLICFULUS SEMINALIS

MUARA DUCTUS EJACULATORIUS

CRISTA URETHRALIS INFERIOR

CRISTA URETHRALIS SUPERIOR

TAMPAK DARI DEPAN

GLANDULA PROSTATA

Page 42: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

ORGANA GENITALIA EXTERNA

• SCROTUM:– KANTUNG YANG BERASAL DARI DINDING DEPAN PERUT:

• KULIT• TUNICA DARTOS:

– SEBAGAI LANJUTAN JARINGAN SUBCUTIS– JARINGAN PENGIKAT MENGANDUNG OTOT POLOS

• FASCIA CREMASTERICA : JARINGAN PENGIKAT• M. CREMASTER (LANJUTAN OTOT DINDING PERUT)

– FUNGSI:• MELINDUNGI TESTIS

• PENIS:– TERBENTUK OLEH 3 BANGUNAN SILINDRIS:

• CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE• 2 CORPORA CAVERNOSA PENIS• MASING-MASING TERBENTUK OLEH JARINGAN SEPERTI SPONS

Page 43: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

STRUKTUR PENIS

• PARS OCCULTA = RADIX PENIS – PANGKAL 2 CORPUS CAVERNOSUM PENIS MELEKAT PADA PERINEUM

• PARS LIBERA– CORPUS PENIS

• CORPUS CAVERNOSUM PENIS ( 2 BUAH BANGUNAN SILINDRIS) • CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE (1)

– DILALUI URETHRA PARS CAVERNOSA – MELANJUTKAN KE DEPAN MENJADI GLANS PENIS

– GLANS PENIS :• PRAEPUTIUM PENIS

– LIPATAN KULIT YANG MENUTUPI GLANS PENIS– LEMBAR LUAR ADALAH LANJUTAN DARI KULIT YANG MENUTUPI CORPUS PENIS– LEMBAR DALAM MELEKAT PADA SULCUS GLANDIS

• ORIFICIUM PRAEPUTII = LUBANG YANG DIBATASI OLEH GARIS BALIK LIPATAN PRAEPUTIUM.

Page 44: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

STRUKTUR PENIS

A. BULBOURETHRALIS

CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE

CORPUS CAVERNOSUM PENIS

GLANS PENIS

RADIX PENIS

KULIT

Page 45: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

STRUKTUR PENIS

CORPUS CAVERNOSUM

PENIS

TUNICA ALBUGINEA

FASCIA PENIS

A. PUDENDA PENIS

Page 46: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

STRUKTUR MIKROSKOPIS PENIS

• POTONGAN MELINTANG MELALUI CORPUS PENIS:– CUTIS– SUBCUTIS:

• JARINGAN PENGIKAT LONGGAR• BANYAK MENGANDUNG OTOT POLOS

• CORPUS CAVERNOSUM PENIS:– MERUPAKAN JARINGAN EREKTIL/KAVERNUS – DI TENGAH DILALUI A. PROFUNDA PENIS– MASING-MASING DISELUBUNGI OLEH TUNICA ALBUGINEA TEBAL

• TUNICA ALBUGINEA = JARINGAN PENGIKAT FIBROSA PADAT ( 2 mm)• SERABUT-SERABUT KOLAGEN KEBANYAKAN MEMANJANG• DIBAGIAN TENGAH BERSATU MENJADI SEPTUM PECTINIFORME• TUNICA ALBUGINEA MEMBERIKAN JARINGAN PENGIKAT KE DALAM CORPUS CAVERNOSUM

SEBAGAI TRABECULA

• CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE– MERUPAKAN JARINGAN EREKTIL – BULBUS URETHRAE = SEBAGAI PANGKAL BERBENTUK BULAT – MELANJUTKAN SEBAGAI GLANS PENIS– DISELUBUNGI JUGA OLEH TUNICA ALBUGINEA, LEBIH TIPIS

Page 47: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

CORPUS CAVERNOSUM

• STRUKTUR:– ANYAMAN RUANGAN-RUANGAN YANG DILAPISI OLEH ENDOTEL– RUANGAN-RUANGAN DIPISAHKAN:

• aTRABEKULA YANG MERUPAKAN LANJUTAN DARI TUNICA ALBUGINEA– TERDAPAT ARTERI HELICINAE YANG BERJALAN SPIRAL– TERDAPAT SERABUT-SERABIT OTOT POLOS

• PERBEDAAN ANTARA C.C. PENIS DAN C.C. URETHRAE– CORPUS CAVERNOSUM PENIS:

• RUANGAN-RUANGAN SEMAKIN DEKAT TUNICA ALBUGINEA SEMAKIN KECIL– CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE:

• RUANGAN-RUANGAN HAMPIR SAMA BESAR

Page 48: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

STRUKTUR MIKROSKOPIS CORPUS CAVERNOSUM PENIS

A. HELICINAE

Page 49: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE

Page 50: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

CORPUS CAVERNOSUM URETHRAE

GLANDULA PARAURETHRALIS

GLANDULA PARAURETHRALIS

Page 51: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

GLANS PENIS

PRAEPUTIUM

PRAEPUTIUM

Page 52: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

FOSSA NAVICULARIS

• PELEBARAN BAGIAN UJUNG URETHRA– BERADA DALAM GLANS PENIS– BERMUARA SEBAGAI ORIFICIUM EXTERNUM URETHRAE

• EPITEL GEPENG BERLAPIS

• MEMBRANA MUCOSA:– CEKUNGAN-CEKUNGAN: LACUNA MORGAGNI

• MELANJUTKAN DIRI MENJADI: GLANDULA PARA URETHRALIS LITTRE– EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS/ BERLAPIS

• SEL PIALA – LAMINA PROPRIA:

• JARINGAN PENGIKAT LONGGAR • BANYAK PEMBULUH DARAH • SEL-SEL OTOT POLOS

Page 53: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

GLANDULAE GENITALES ACCESSORIAE

• GLANDULA VESICULOSA S. GLANDULA VESICALIS– SEPASANG– BERBENTUK PANJANG 15 cm , SEBAGAI TONJOLAN KELUAR DUCTUS

DEFERENS , BERKELOK-KELOK PADAT• GLANDULA PROSTATA

– SEBUAH, BERUKURAN PALING BESAR DI ANTARA KELENJAR LAIN– TERLETAK DI BAWAH VESICA URINARIA

• GLANDULA BULBOURETHRALIS COWPERI– SEBESAR KACANG KAPRI, KIRI KANAN BULBUS URETHRAE

• GLANDULAE PARAURETHRALES– KELENJAR PENGHASIL MUKOSA BERADA DI SEKITAR URETHRA PARS

CAVERNOSA• GLANDULAE INTRAEPITHELIALES

– KELENJAR PENGHASIL MUKOSA DALAM EPITEL URETHRA PARS CAVERNOSA

Page 54: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

GLANDULA VESICALIS

• DINDING:– MEMBRANA MUCOSA

• MELIPAT-LIPAT DAN BERCABANG BEBERAPA KALI SALING BERHUBUNGAN, SEHINGGA MEMBERI GAMBARAN ADANYA LUBANG-LUBANG DARI BERBAGAI UKURAN– EPITEL: SILINDRIS SELAPIS/ SEMU BERLAPIS – LAMINA PROPRIA, JARINGAN PENGIKAT LONGGAR TIPIS

– TUNICA MUSCULARIS• LAPISAN OTOT POLOS LEBIH TIPIS DARIPADA TUNICA MUSCULARIS DUCTUS

DEFERENS– TUNICA ADVENTITIA

• LAPISAN JARINGAN PENGIKAT TIPIS

• FUNGSI:– SEKRESI KENTAL KAYA KANDUNGAN FRUCTOSE– DIPERLUKAN UNTUK SUMBER BAHAN MAKANAN UNTUK

SPERMATOZOA YANG MEMERLUKAN ENERGI

Page 55: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

GLANDULA VESICALIS

Page 56: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

GLANDULA PROSTATA

• KAPSEL:– JARINGAN PENGIKAT FIBROELASTIK PADAT– MEMBERIKAN SEPTA

• TERDIRI ATAS JARINGAN FIBROMUSKULER SEKELILING KELENJAR

• TERDIRI ATAS:– GABUNGAN KELENJAR TUBULO-ALVEOLER BERCABANG– SEBANYAK 30 - 50 UNIT

• KELOMPOK KELENJAR:– DAERAH MUKOSAL: SEKITAR URETHRA PARS PROSTATICA– DAERAH SUBMUKOSAL: SEKITAR DAERAH MUKOSAL– DAERAH DI BAWAH KAPSEL: KELENJAR PROSTAT UTAMA

• PARS SECRETORIA:– EPITEL : GEPENG/KUBOID/GEPENG SELAPIS– MEMBRANA BASALIS: KURANG JELAS

• DUCTUS EXCRETORIUS:– BERMUARA DALAM URETHRA PARS PROSTATICA

Page 57: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

KELOMPOK GLANDULA PROSTATA

PARS MEMBRANACEA URETHRAE

Page 58: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

MIKROSKOPIK GLANDULA PROSTATA

DUCTUS EJACULATORIUS

URETHRA

Page 59: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

GLANDULA BULBOURETHRALIS COWPERI

• KELENJAR TUBULO-ALVEOLER• PARS SECRETORIA:

– EPITEL: GEPENG/KUBOID/SILINDRIS• DUCTUS EXCRETORIUS:

– EPITEL SILINDRIS SEMU BERLAPIS– BERMUARA DALAM URETHRA PARS MEMBRANACEA

• SIFAT SEKRESI:– MUKUS

Page 60: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

GLANDULA BULBOURETHRALIS COWPERI

Page 61: KULIAH HISTOLOGI SISTEM REPRODUKSI PRIA

TERIMA KASIH