Click here to load reader

KRL Commuter Line

  • View
    123

  • Download
    15

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Krl commuter line yang beroperasi di jabodetabek

Text of KRL Commuter Line

KRL Commuter Line

Kereta rel listrik Tokyu Corporation seri 8500

KRL Tky Corporation seri 8500

Beroperasi?2006sekarang

Perusahaan yang memproduksiTky Car Corporation (anak perusahaan dari Tokyu Corporation)

Tahun pembuatan19751990

Formasi8 kereta per rangkaian

Nomor armada8 unit

Kapasitas1.136 penumpang (rata-rata)

DipoNagatsuta (Tky), Suzaka (Nagaden), Hirosegawara (Chichibu), Depok, Bogor (Jabodetabek)

Data teknis

Bodi gerbongStainless steel

Panjang gerbong20.000 mm (20 m)

Lebar2.800 mm (2,8 m)

Tinggi4.145 mm (4,15 m)

Pintu4 pintu di setiap sisi

Kecepatan maksimum120 km/jam

Berat276 ton (rata-rata)

Percepatan3,3 km/jam/sekon

Perlambatan3,5 km/jam/sekon (normal), 4,5 km/jam/sekon (darurat)

Sistem traksiMotor generator (MG) atau inverter statis (SIV)

Daya mesin3.120 kW (rata-rata)

TransmisiField chopper controller

Sistem listrik1.500 V DC

Metode pengambilan arusListrik Aliran Atas (LAA) dengan pantograf

BogieTS-807A, TS-815C dengan pegas udara

Sistem remPengereman elektropneumatik regeneratif

Sistem keselamatanTobu ATS, Tokyu + Tokyo Metro CS-ATC

Lebar sepur1,067mm (3ft 6in)

Kereta rel listrik Tokyu seri 8500 (8500() Tky 8500-kei (densha)?) buatan Tokyu Car Corporation (anak perusahaan dari Tokyu Corporation), adalah unit kereta rel listrik buatan Jepang, yang kini beroperasi di lintas Jabodetabek. KRL berteknologi chopper dan terbuat dari stainless steel ini pernah dipakai di lintas milik Tokyu, yakni Tokyu Denentoshi. Ciri Khas KRL ini adalah menggunakan kipas angin sebagai pendinginnya, sama seperti KRL seri 8000. KRL inilah yang pertama kalinya dicat dengan striping khas KCJ atau Jalita.Indonesia membeli kereta ini bersama Tky seri 8000 dengan harga sekitar Rp 800 juta per gerbong, atau sekitar 6,5 miliar per rangkaian dengan 8 kereta per rangkaian. Selain itu, rangkaian seri 8500 ini juga dijual ke Nagano Electric Railway (Nagaden) dan Chichibu Railway dengan formasi 3 kereta per rangkaian dan satu kereta bernomor 8723 diberikan kepada Izukyu yang kemudian dimodifikasi menjadi berkabin masinis.[1]KRL Jalita saat ini dirucat di Stasiun Cikaum, Subang, karena kesulitan suku cadang.Pengoperasian di JabodetabekKRL ini bersama KRL seri 8000 beroperasi di seluruh lintas Jabodetabek kecuali Tangerang. Sebelumnya, KRL ini memiliki masalah khusus, dimana KRL ini tidak bisa melewati lintas Serpong dan Tangerang karena adanya "Blank Spot" (Listrik Aliran Atas Tanpa Listrik), dan KRL ini menggunakan sistem Chopper dan VVVF-GTO. Tetapi, saat ini KRL ini sudah bisa melewati lintas Serpong. Rangkaian yang pernah beroperasi di Serpong diantaranya 8610F, 8611F, 8618F, dan lainnya.Notasi rangkaianNomor12345678910

PenomoranDeHa 8600DeHa 8700SaHa 8900DeHa 8800DeHa 8700DeHa 8800DeHa 8700SaHa 8900DeHa 8800DeHa 8500

LainnyaDeHa 0700DeHa 0800DeHa 0700DeHa 0800DeHa 0700DeHa 0800

KodifikasiMC2M1TM2M1M2M1TM2MC1

Daftar rangkaian[1]1. 8604F: 8604-8704-8904-8825-8719-8909-8804-8504 dengan warna biru-kuning dan motif bunga berwarna pink pada kereta khusus wanita2. 8607F: 8607-8707-8948-8828-8743-8924-8807-8507 dengan warna biru-kuning3. 8608F: 8608-8708-8949-8829-8744-8925-8808-8508 dengan warna biru-kuning4. 8610F: 8610-8710-8951-0815-0715-8927-8810-8510 dengan warna biru-kuning dan motif bunga berwarna pink pada kereta khusus wanita5. 8611F: 8611-8711-8911-8832-8735-8928-8811-8511 dengan warna biru-kuning6. 8612F: 8612-8712-8912-0817-0717-8929-8812-8512 dengan warna biru-kuning7. 8613F "Jalita": 8613-8713-8913-0800-8796-8930-8813-8513 dengan warna merah-putih-kuning dan motif bunga berwarna pink pada kereta khusus wanita, dirucat di Stasiun Cikaum, Subang8. 8618F: 8618-8724-8935-8855-8753-8954-0811-8518 dengan warna biru-kuningNomor12345678

PenomoranDeHa 8600DeHa 8100SaHa 8200DeHa 8100DeHa 8200SaHa 8900DeHa 8700DeHa 8500

LainnyaDeHa 0800DeHa 0700DeHa 0800

KodifikasiMC2M1TM2M1TM2MC1

Galeri Rangkaian 8513F Jalita (2009) Rangkaian 8613F Jalita (2011) KRL Tokyu 8500 di Stasiun Jatinegara Tokyu 8500 semasa masih beroperasi di Jepang

Kereta rel listrik Tokyu Corporation seri 8000

KRL Tokyu Corporation seri 8000

Beroperasi?2005sekarang

Perusahaan yang memproduksiTokyu Car Corporation (anak perusahaan dari Tokyu Corporation)

Tahun pembuatan19701985

Formasi8 kereta per rangkaian

Nomor armada3 set

Kapasitas1.136 penumpang (rata-rata)

OperatorTokyu CorporationPT KAI Commuter Jabodetabek

Data teknis

Bodi gerbongStainless steel

Panjang gerbong20.000 mm (20 m)

Lebar2.800 mm (2,8 m)

Tinggi4.145 mm (4,15 m)

Pintu4 pintu di setiap sisi

Kecepatan maksimum120 km/jam

Berat276 ton (rata-rata)

Percepatan3,3 km/jam/sekon

Perlambatan3,5 km/jam/sekon (normal), 4,5 km/jam/sekon (darurat)

Sistem traksiMotor generator dan/atau inverter statis (SIV)

Daya mesin3.120 kW (rata-rata)

TransmisiField chopper controller

Sistem listrik1.500 V DC

Metode pengambilan arusListrik Aliran Atas (LAA) dengan pantograf

BogieTS-807B, TS-815C dengan pegas udara

Sistem remPengereman elektropneumatik regeneratif

Sistem keselamatanTokyu ATS, ATS-P, CS-ATC

Lebar sepur1.067 mm

Kereta rel listrik Tokyu Corporation seri 8000 (8000 Tky 8000-kei densha?) adalah unit kereta rel listrik buatan Tokyu Car Corporation Jepang. Indonesia membeli kereta ini bersama KRL Tky seri 8500. Semua rangkaian di bawah perawatan Dipo Depok dan memiliki warna biru-kuning.KRL buatan tahun 1970 ini datang ke Indonesia mulai tahun 2005.[1]Rangkaian 8003F 8007F 8039FNomor12345678

PenomoranDeHa 8000DeHa 8100DeHa 8200DeHa 8600DeHa 8700DeHa 8800DeHa 8900KuHa 8800

KodifikasiTC2M2M1M2M1M2M1TC1

Daftar rangkaian1. 8003F: 8003-8202-8104-8263-8142-8213-8103-80042. 8007F: 8007-8245-8107-8260-8137-8204-8108-80083. 8039F: 8039-8248-8158-8218-8164-8249-8159-8040

Kereta rel listrik Toei seri 6000

KRL Toei seri 6000

Rangkaian 6121F di Jalur Mita, Februari 1999

Beroperasi?1968saat ini

Perusahaan yang memproduksiNippon SharyoAlnaHitachi, Ltd.

Tahun dinas/operasi1968-1999 (di Jepang)2000-saat ini (di Indonesia)

Jumlah beroperasi72 gerbong di Indonesia

Formasi6 gerbong/rangkaian (Jepang)4/6/8 gerbong/rangkaian (Indonesia)

Kapasitas150 org. (ujung)170 org. (tengah)

OperatorToei MetroPT KAI Commuter Jabodetabek

JalurToei Mita LineKA Commuter Jabodetabek

Data teknis

Bodi gerbongStainless steel

Panjang gerbong20.000 mm

Lebar2.790 mm

Tinggi3.690 mm

Pintu4 pasang/gerbong

Kecepatan maksimum70-100 km/jam

Berat215,5 ton (seluruhnya)

Percepatan3,5 km/jam/sekon

Perlambatan4-5 km/jam/sekon

Daya mesin2.400 kW

Sistem listrik1.500 volt, arus searah

Metode pengambilan arusListrik aliran atas dengan pantograf

BogieBogie tipe KD70

Sistem remAbar elektromagnetik

Sistem keselamatanT-ATS

Lebar sepur1.067 mm

Kereta rel listrik Toei seri 6000 (6000 Tkyto ktskyoku 6000-kei densha?) adalah unit kereta rel listrik (KRL) AC buatan Jepang yang kini beroperasi di lintas Jabodetabek. KRL ini disebut dengan KRL Hibah karena dipesan melalui proses hibah dari Pemerintah Kota Tokyo, Jepang, kepada Pemerintah Indonesia tahun 2000.[1]PenggunaanPenggunaan di JepangKRL ini digunakan di Toei Mita Line, mulai tahun 1968. KRL ini diproduksi sebanyak 28 set (6101 - 6281) dengan formasi 6 kereta setiap setnya. (6xx1-6xx2-6xx5-6xx6-6xx7-6xx8)Pada awalnya kereta ini beroperasi, kereta ini tidak menggunakan AC. AC terinstalasi sejak tahun 1989 dengan bentuk seperti kotak pendingin KRL Tokyu untuk seri 6101F-6111F, dan seperti kotak pendingin KRL JR East untuk seri 6121F. Selanjutnya, semua KRL Toei 6000 batch 2 dan 3 menggunakan 2 kotak pendingin, sedangkan KRL Toei batch 4 (6271F - 6281F) menggunakan 1 kotak pendingin berukuran besar di tengah dengan papan petunjuk jurusan dan tanpa jendela kecil di dekat pintu.Seiring waktu, dan mulai adanya Toei seri 6300, KRL ini pensiun pada akhir tahun 1999. KRL ini pun dijual ke operator lainnya di Jepang dan juga dihibahkan ke PT Kereta Api (nama KAI saat itu) di Indonesia.Penggunaan di IndonesiaKaisar Akihito yang prihatin[butuh rujukan] dengan kondisi KRL Jabotabek yang buruk (mengingat tahun 90-an akhir mulai banyak "Atapers"), menghibahkan KRL ini ke PT KAI pada tahun 2000, dan digunakan untuk jalur Jabotabek, dioperasikan di sebagian besar rute untuk layanan ekspres dengan tambahan pendingin udara (AC). KRL ini menggantikan peran KRL Rheostatik AC dan KRL Bisnis (Rheostatik stainless buatan Kawasaki Heavy Industries dan Hitachi, serta BN Holec serta Hitachi yang merupakan buatan Inka). Karena asalnya, KRL ini sering disebut sebagai KRL hibah.Awalnya, rangkaian 6121F sampai 6201F (termasuk rangkaian rakitan) digunakan untuk jalur Depok, Bogor dan Bekasi, sedangkan 6271F untuk Tangerang dan 6281F untuk Serpong.KRL hibah ini sempat memiliki AC yang cukup dingin, tapi kini KRL ini dikenal memiliki AC yang kurang dingin, dan akibat kesalahan perawatan, seringkali bermasalah. Pada mulanya, didatangkan 72 gerbong hibah yaitu 6121F, 6151F, 6161F, 6171F, 6181F, 6201F, 6271F, dan 6281F dari Jepang dengan masing-masing rangkaian terdiri dari 8 gerbong. Selain itu, datang juga 8 gerbong tambahan. Namun, pada akhirnya hanya sebanyak 3 rangkaianlah yang memiliki 8 gerbong (6121F, 6161F, 6171F), sedangkan sisanya dijadikan enam gerbong per rangkaiannya. Ini berlaku untuk kedua macam model baik seri 61xx ataupun seri 62xx. Saat ini, saat susunan rangkaian diubah, terdapat