KRITIK IDEOLOGI TERHADAP GERAKAN RADIKALISME FRONT ... Naser_ ¢  mengenai tokoh filsafat

  • View
    4

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of KRITIK IDEOLOGI TERHADAP GERAKAN RADIKALISME FRONT ... Naser_ ¢  mengenai tokoh filsafat

  • KRITIK IDEOLOGI TERHADAP GERAKAN RADIKALISME

    FRONT PEMBELAISLAM

    (Perspektif Kritik Ideologi Jurgen Habermas)

    SKRIPSI

    Disusun untuk memenuhi tugas akhir guna memperoleh gelar

    Sarjana Strata Satu (S1)dalam Aqidah dan Filsafat Islam

    OLEH :

    Farid Naser

    NIM: E21215082

    PROGRAMxSTUDIiAQIDAHiDANiFILSAFATiISLAM

    FAKULTAS USHULUDDIN DANiFILSAFAT

    UNIVERSITASiISLAMiNEGERIjSUNANjAMPELjSURABAYA

    2019

  • i

  • ii

  • iii

  • iv

  • digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

    v

    ABSTRAK

    Kritik Ideologi Terhadap GerakanRadikalis Front Pembela Islam” (Perspektif Kritik

    Ideologi Jurgen Habermas)

    Oleh:

    Farid Naser

    NIM. E21215082

    Abstrak: skripsi ini membahas tentang variabel kritik ideologi terhadap tindakan

    radikalisme Front Pembela Islam, Penulis ingin mengkritik suatu tindakan

    FPI di dalam mengaplikasikan makna amar ma’ruf nahy munkar. Salah

    satu masalah di dalam ormas FPI ini adalah tindakan yang mengandung

    sifat anarkis tidak berkeperimanusiaan sehingga membuat bangsa ini

    terkukung oleh sebuah ideologi dari tindakan Front Pembela Islam

    tersebut,tindakan semacam ini seharusnya berkordinasi dengan tokoh-

    tokoh keagamaan seperti para kyai, ulama ustaz dan tokoh-tokoh yang

    berpengaruh terhadap negara Indonesia ini. Di sini penulis ingin

    mengkritiki dengan menggunakan pisau analis kritik ideologi Jurgen

    Habermas dengan di dukung oleh salah satu tindakan komunikatif di dalam

    mengedepankan emansipatoris dan terujudnya masyarakat tanpa paksa.

    Sistem kerja kritik ideologi Jurgen Habermas ini menggunakan tiga bentuk

    tindakan yaitu, konstruktif, dekonstruktif, dan destruktif, dengan tiga

    tindakan ini bisa kita ketahui dimana letak kekurangan dari tindakan Front

    Pembela Islam. Maka tindakan FPI lebih bersifat destruktif dan melupakan

    tindakan konsstruktif dan tindakan dekonstruktif.

    Kata Kunci:FPI, Kritik Ideologi Jurgen Habermas.

  • digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

    vi

    DAFTAR ISI

    HALAMAN DEPAN

    HALAMAN JUDUL………………………………………………………….….i

    HALAMAN PERSETUJUAN…………………………………………….…….ii

    HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN……………………………………iii

    MOTTO………………………………………………………………….……..iv

    HALAMAN PERSEMBAHAN………………………………………..……….v

    ABSTRAK……………………………………………………………………...vii

    KATA PENGANTAR…………………………………………………………viii

    DAFTAR ISI……………………………………………………………….……xi

    BAB I: PENDAHULUAN……………………………………………………...1

    A. Latar belakang………………………………………………….……......1

    B. Rumusan Masalah…………………………………………………….…5

    C. Tujuan Penelitian………………………………………………...….…..6

    D. Kegunaan Penelitian……………………………………………….……6

    E. Tinjauan Pustaka………………………………………………….……..7

    F. Kerangka Teori…………………………………………………..….….10

    G. Metode Penelitian………………………………………………..……..12

    1. Jenis Penelitian…………………………………………….…….…12

    2. Sumber Data…………………………………………….……….....13

    3. Metode Pengolahan Data analisis ……..…………….………….…14

    H. Sistematika Pembahasan……………………………….……………....15

  • digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

    vii

    BAB II: BIOGRAFI DAN KARYA PEMIKIRAN JURGEN

    HABERMAS………………………………………………………………….16

    A. Biografi Jurgen Habermas…………………………………………..…16

    B. Karya-karya Pemikirannya………………………………………....….19

    C. Mazhab Frankfrut dan Jurgen Habermas…………………………...…22

    D. Teori Kritis Jurgen Habermas…………………………………………26

    E. Teori Tindakan Komunikatif Jurgen Habermas………………..……...31

    BAB III: SEJARAH TERBENTUKNYA FRONT PEMBELA

    ISLAM........................................................................................................…..37

    A. Sejarah Terbentuknya FPI………………………………………….….37

    B. Visis dan Misi Didirikannya Organisasi FPI……………………...…..39

    C. Hubungan FPI dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia………...42

    D. Islam adalah Solusi…………………………………………………....45

    BAB IV: KRITIK IDEOLOGI DAN TINDAKAN IDEOLOGI FRONT

    PEMBELA ISLAM…………………………………………………….…….48

    A. Ideologi Gerakan Dakwah Front Pembela Islam…………………...…48

    B. Kritik Ideologi Jurgen Habermas dalam Tindakan FPI………….……54

    BAB V: PENUTUP………………………………………………….….……58

    A. Kesimpulan………………………………………………………..…..58

    B. Saran………………………………………………………..…….……60

    DAFTAR PUSTAKA

    LAMPIRAN

  • digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    A. LatarjBelakang

    SejarahjgerakanjIslam di Indonesia saat ini sangat menarik untuk kita bahas di

    kalangan ummat Islam di Indonesia. Saat ini begitu besar, terutama di dalam aliran

    Islam yang mengikuti dan berperan di dalam tindakan ideologi di dalam sebuah

    aliran, di dalam gerakan ini masyarakat di kalangan ummat Islam yang ingin sekali

    mengkaji sebuah peristiwa atau sejarah dan ajarannya mulai mecari tahu dari mana

    munculnya gerakan-gerakan tersebut. Munculnya gerakan Islam di Indonesia sekitar

    tahun 1400-1900 yang dinamakan gerakan pembangkitan. Gerakan Organisasi ini

    terdapat beberapa aspek.Pertama, memurnikan ajaran agama yang diawali oleh

    pembaharu Muhammadiyah, al-Irsyad, dan Persis, bertujuan untuk menghindari

    dongeng atau mitos, takhayul, dan lain sebagainya.Kedua, menguatkan ajaran atau

    kebiasaan seperti bermazhab dalam bidang fiqih yang diawali oleh gerakan

    tradisional NU dan al-Washliyah.1

    Dengan munculnya dua aliran tersebut membuat masyarakat kebingungan

    sehingga muncul berbagai kontroversi dikalangan masyarakat kala itu. Dari situlah

    masyarakat mulai bergerak untuk mencari dimana letak kebenaran kedua aliran

    1Saeful Anwar, “Pemikiran dan Gerakan Amar Ma’ruf Nahy Mungkar Front Pembela Islam (FPI)”,

    jurnal Teosofi Tasawuf dan Pemikiran Islam, Vol 4, (Surabaya: 2014), 221.

  • digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id digilib.uinsby.ac.id

    2

    tersebut, salah satunya mulai bermunculan gerakan-gerakan pasca Orde Baru, Tetapi

    sebelumnya ormas tersebut beroperasi diam-diam dan berani keluar setelah Soeharto

    lengser, mulai dari komunitas Tarbiyah yang berproses di dalam sebuah Partai

    Keadilan Sejahtera (PKS), Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Front Pembela Islam

    (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Laskar Jihad (Yogyakarta), Laskar

    Jundullah (Sulawesi Selatan), sampai Jamaah Islamiyah (JI). Diantara semua ormas

    itu hanya FPI yang memiliki corak tersendiri.2

    Di setiap ormas didalamnya pasti memiliki sebuah pemikiran dan tujuan atau

    sering kali kita dengar dengan sebutan ideologi, misalnya seperti dalam perbuatan

    Nahi mungkar(mencegah kemungkaran) FPI di sini bisa dikatakan memiliki karakter

    atau ideologi yang berbeda dari ormas yang lain seperti PKS dan HTI. Aksi yang

    paling besar dalam pengarahan secara serentak sebagai gerakan damai yang

    dilakukan di jalan protokol ibukota. FPI sering kali menunjukan sikap lebih agresif,

    seperti mengobrak-abrik tempat perjudian maupun perzinaan.3 Sebagai masyarakat

    yang ideologis yang memperhatikan jalan atau alur Islam saat ini, masyarakat berhak

    untuk menilai dan mengukur aktivitas atau gerakan mereka di dalam kesehariannya

    untuk menilai perilaku yang baik dan menjauhi perilaku yang jelek. Di dalam FPI

    terdapat klasifikas