19
KONSEP SEHAT SAKIT Oleh: Dewi Nastiti, S.Kep, Ns A. Definisi sehat sakit Sehat dalam arti luas adalah suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal dan eksternal untuk mempertahankan keadaan kesehatannya. Perawat dapat memiliki definisi yang berbeda-beda tentang kesehatan, mereka membuat rencana perawatan berdassarkn pada definisi sehat dan standar pelayanan kesehatan yang diterapkan Beberapa definisi sehat: 1. Perkins (1939), sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk dan fungsi tubuh dan beberapa factor yang berusaha mempengaruhinya 2. WHO (1974), sehat adalah suatu keadaan yang sempurna dari aspek fisik, mental, soaial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. 3. Neuman (1989) sakit sebagai totalitas dari seluruh proses kehidupan, termasuk memandang sakit sebuah proses 4. UU NO.23, 1992, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang memungkinkan hidup produktif secara social dan ekonomi MK IKD 1

konsep-sehat-sakit.doc

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: konsep-sehat-sakit.doc

KONSEP SEHAT SAKIT

Oleh: Dewi Nastiti, S.Kep, Ns

A. Definisi sehat sakit

Sehat dalam arti luas adalah suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan

diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal dan eksternal untuk

mempertahankan keadaan kesehatannya.

Perawat dapat memiliki definisi yang berbeda-beda tentang kesehatan, mereka membuat

rencana perawatan berdassarkn pada definisi sehat dan standar pelayanan kesehatan yang

diterapkan

Beberapa definisi sehat:

1. Perkins (1939), sehat adalah suatu keadaan keseimbangan yang dinamis antara bentuk

dan fungsi tubuh dan beberapa factor yang berusaha mempengaruhinya

2. WHO (1974), sehat adalah suatu keadaan yang sempurna dari aspek fisik, mental,

soaial dan tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan.

3. Neuman (1989) sakit sebagai totalitas dari seluruh proses kehidupan, termasuk

memandang sakit sebuah proses

4. UU NO.23, 1992, kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan social yang

memungkinkan hidup produktif secara social dan ekonomi

5. Perkins (1937), sakit adalah suatu keadaan yang tidak menyenangkan yang menimpa

seseorang sehingga menimbulkan gangguan aktifitas sehari-hari baik aktivitas jasmani,

rohani dan social

6. WHO (1974), sakit adalah suatu keadaan yang tidak seimbang/sempurna seseorang dari

aspek medis, fisik, mental, sosial, psikologis dan bukan hanya mengalami kesakitan

tetapi juga kecacatan

7. Raverlyy (1940an), sakit adalah tidak adanya keselarasan antara lingkungan, agen dan

individu

8. UU NO.23, 1992,sakit adalah jika seseorang menderita penyakit menahun (kronis),

atau gangguan kesehatan lain yang menyebabkan aktivitas kerja/kegiatannya terganggu.

MK IKD 1

Page 2: konsep-sehat-sakit.doc

Walaupun seseorang sakit (istilah sehari-hari) seperti masuk angin, pilek tetapi bila ia

tidak terganggu untuk melaksanakan kegiatannya, maka ia dianggap tidak sakit.

B. Model sehat sakit

1. Kontinum sehat sakit atau rentang sehat sakit

Neuman (1990) “sehat dalam suatu rentang adalah tingkat sejahtera klien pada waktu

tertentu, yang terdapat dalam rentang dari kondisi sejahtera yang optimal, dengn

energy yang paling maksimum, sampai kondisi kematian, yang menandakan habisnya

energy total”

Menurut model kontinum sehat sakit, sehat adalah sebuah keadaan yang dinamis yang

berubah secara terus menerus sesuai dengan adaptasi individu terhadap perubahan

lingkungan internal dan eksternal untuk mempertahankan keadaan fisik, emosional,

intelektual, sosial, perkembangan dan spiritual yang sehat.

Sakit adalah sebuah proses dimana fungsi individu mengalami perubahan atau

penurunan bila dibandingkan dengan kondisi individu sebelumnya.

Karena sehat dan sakit merupakan kualitas yang relative, yang mempunyai beberapa

tingkat, maka akan lebih akurat bila ditentukan sesui dengan titik tertentu pada skala

kontimum sehat sakit:

Rentang sehat renatang sakit

Sjahtera sht skali sht normal stengah skit sakit skit kronis mati

Ket gambar:

Rentang sakit dapat digambarkan mulai setengah sakit, sakit, sakit kronis dan berakhir

dengan kematian, sedangkan rentang sehat dapat digambarkan mulai dari sehat

normal, sehat sekali dan sejahtera sebagai status sehat yang paling tinggi.

MK IKD 1

Page 3: konsep-sehat-sakit.doc

Berdasarkan rentang sehat sakit tersebut, maka paradigma keperwatan dalam konsep

sehat sakit, memandang bahwa bentuk pelayanan keperawatan yang akan biberikan

selama rentang sehat sakit, akan melihat terlebih dahulu status kesehatan dalam

rentang sehat sakit tersebut, apakah statusnya dalam keadaan sakit atau sakit kronis

sehingga dapat diketahui tingkatan asuhan keperawatan yang akan diberikan serta

tujuan yang ingin dicapai untuk meningkatkan status kesehatannya.

2. Model kesejahteraan tingkat tinggi

Model kesejahteraan tingkat tinggi berorientasi pada cara memaksimalkan potensi

sehat pada setiap individu utuk mampu mempertahankan rentang keseimbangan dan

arah yang memiliki tujuan tertentu dalam lingkungan.

Model ini mencakup kemajuan tingkat fungsi ke arah yang lebih tinggi, yang menjadi

suatu tantangan yang luas dimana individu mampu hidup dengan potensi yang paling

maksimal, merupakan suatu proses yang dinamis, bukan suatu keadaan yang statis dan

pasif.

3. Model agen-penjamu-lingkungan

Menurut pendekatan ini, tingkat sehat sakit individu atau kelompok ditentukan oleh

hubungan yang dinamis antara ketiga variable agen, pejamu dan lingkungan.

Agen: factor internal atau eksternal yang dapat mengakibatkan terjadinya penyakit

Ex: seseorang terkena penyakit typoid, dimana agen adalah bakteri

Pejamu: seseorang atau sekelompok orang yang rentan terhadap penyakit atau sakit

tertentu.ex: riwayat keluarga, usia, gaya hidup

Lingkungan: seluruh factor yang ada diluar pejamu. Lingkungan fisik antara lain

tingkat ekonomi, iklim, kondisi tempat tinggal. Lingkungan soaial terdiri dari

interaksi seseorang dengan orang lain, termasuk stress, konflik dengan orang lain,

kesulitan ekonomi, krisis hidup, kematian pasangan.

4. Model keyakinan kesehatan

Menyatakan hubungan antara keyakinan seseorang dengan perilaku yang

ditampilkannya.

MK IKD 1

Page 4: konsep-sehat-sakit.doc

komponen pertama adalah persepsi individu tentang kerentangan dirinya terhadap

suatu penyakit, ex: klien perlu mengenal adany penyakit diabetes militus melalui

riwayat keluarganya, terutama jika dalam empat decade ada keluarga yang meninggal

karena penyakit tersebut, maka klien munngkin akan merasakan risiko mengalami

penyakit diabetes militus. Komponen kedua adalah persepsi indiividu terhadap

keseriusan penyakit tertentu, dipengaruhi oleh variable demaografi dan

sosiopsikologis, perasaan terancam oleh penyakit dan tanda-tanda untuk bertindak,

komponen ketiga dimana seseorang akan mengambil tindakan preventif, missal

mengubah gaya hidup.

Model keyakinan kesehatan menbantu perawat memahami berbagai factor yang dapat

mempengaruhi persepsi, keyakinan, perilaku klien serta membantu perawat membuat

rencana paling efektif untuk membantu klien memelihara atau memperoleh kembali

status kesehatannya dan mencegah terjadinya penyakit.

5. Model peningkatan kesejahteraan

“Peningkatan kesehatan bertujuan untuk meningkatkan tingkat kesehatan klien”

(Pender 1993, 1996). Model tersebut mengidentifikasi beberapa factor (demografi dan

sosial) yang dapat meningkatkan atau menurunkan partisipasi untuk meningkatkan

kesehatan. Model tersebut juga mengatur berbagai tanda kedalam sebuah pola untuk

menjelaskan kemungkinan munculnya partisipasi klien dalam perilaku peningkatan

kesehatan (Pender, 1993, 1996)

C. Variable yang mempengaruhi keyakinan dan praktik kesehatan

Variable internal dan eksternal dapat mempengaruhi bagaimana individu berfikir dan

bertindak, pemahaman cara bagaimana variable ini mempengaruhi klien memungkinkan

perawat merencanakan dan memberikan perawatan individual.

1. Variable internal

1.1 tahap perkembangan, contoh: secara umum seoarang anak belum mampu mengenal

potensi penyakit serius dan mereka perlu diberikan motivasi untuk berpartisipasi

dalam rencana pengobatan

1.2 latar belakang intelektual

1.3 persepsi tentang fungsi, cara seseorang merasakan fungsi fisik akan berakibat pada

keyakinan terhadap kesehatan dan cara melaksanakannya. Contoh, seseorang

MK IKD 1

Page 5: konsep-sehat-sakit.doc

dengan kondisi jantung yang kronik akan merasa bahwa tingkat kesehatan mereka

berbeda dengan orang yang tidak mengalami masalah kesehatan yang berarti.

1.4 faktor emosional, seseorang yang tidak mampu melakukan koping scara emosional

terhadap ancamman penyakitnya, mungkin akan menyangkal adanya gejala

penyakit pada dirinya dan tidak mau menjalani pengobatan. Contoh, seseorang

dengan nafas yang terengah-engah dan sering batuk mungkina akan menyalahkan

cuaca dingin jika ia secara emosional tidak dapat menerima kemungkinan

menderita penyakit saluran pernafasan.

1.5 Faktor spiritual

Kesehatan dipandang oleh beberapa orang sebagai suatu kemampuan untuk

menjalani kehidupan secara utuh.

Pelaksanaan perintah agama merupakan suatu cara seseorang berlatih secara

spiritual. Ada beberapa agama yang melarang penggunaan bentuk tindakan

pengobatan tertentu, perawat harus memahami dimensi spiritual klien sehingga

mereka dapat dilibatkan secara aktif dalam asuhan keperawatan.

2. Variable eksternal

1.1 prakti dikeluarga

cara bagaimana keluarga klien menggunakan pelayanan kesehatan biasanya akan

mempengaruhi cara klien dalam melaksanakan kesehatan. Contoh, seorang anak

yang diajak orang tuannya untuk memeriksakan kesehatan rutin, kemungkinan

besar ketika mereka dewasa juga akan membawa anaknya untuk melakukan

pemeriksaan yang sama.

1.2 Faktor sosioekonomik

Factor sosial dan psikososial dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit dan

mempengaruhi cara seseorang mendefinisikan dan bereraksi terhadap penyakit.

Contoh, jika masyarakat menerima perilaku dari sekelompok gadis remaja tertentu

yang mempunyai kebiasaan merokok, maka dorongan untuk menerima kebiasaan

tersebut lebih besar daripada perhatian tentang bahaya merokok.

1.3 Latar belakang budaya

Latar belakang budaya mempengaruhi keyakinan, nilai dan kebiasaan individu.

Budaya juga mempengaruhi tempat masuk ke dalam system pelayanan kesehatan

dan mempengaruhi cara melaksanakan kesehatan pribadi. Contoh, sebuah studi

MK IKD 1

Page 6: konsep-sehat-sakit.doc

tentang pendidikan kesehatan yang dilakukan pada penduduk Amerika keturunan

Afrika sebagian besar tidak mempunyai akses untuk mendapatkan pendidikan

kesehatan yang dapat digunakan sebagai cara pencegahan primer (Airhihenbuwa,

1989).

Oleh karena itu perawat harus menyadari pola dan budaya yang berhubungan

dengan perilaku dan bahasa yang digunakan oleh diri sendiri maupun orang lain,

maka mereka akan mampu mengenal, memahami perilaku dan keyakinan klien.

Perawat harus mengidentifikasi dan memasukkan factor budaya kedalam rencana

perawatan klien untuk menghindari terjadinya konflik antara tujuan dan metode

perawatan dengan latar belakang budaya klien

D. Peningkatan kesehatan dan pencegahan penyakit,

Preventif:

- Primer

Pencegahan yang sebenarnya, pencegahan ini dilakukan sebelum terjadi penyakit dan

gangguan fungsi, dan diberikan kepada klien yang sehat secara fisik dan mental, tidak

menggunakan tindakan terapetik dan tidak menggunakan identifikasi gejala penyakit

(Edelman dan Mandle, 1994). Contoh, program pendidikan kesehatan, imunisasi,

penyediaan nutrisi yang baik, kesegaran fisik

- Sekunder

Pencegahan sekunder berfokus pada individu yang mengalami masalah kesehatan atau

penyakit. Dan individu yang beresiko mengalami komplikasi atau penyakit yang labih

buruk. Dengan cara pembuatan diagnose dan pemberian intervensi yang tepat untuk

menghindari kondisi yang lebih parah dan memungkinkan klien kembali pada kondisi

kesehatan yang normal (Pender, 1993; Edelman dan Mandle, 1994).

Sebagian besar dilakukan dirumah, rumah sakit atau fasilitas yang memadai.

Pencegahan sekunder terdiri dari teknik screening dan pengobatan penyakit pada tahap

dini untuk membatasi kecacatan.

- Tersier

Pencegahan tersier dilakukan ketika terjadi kecacatan atau ketidakmampuan yang

permanaen dan tidak dapat disembuhkan. Pencegahan tersier terdiri dari cara

MK IKD 1

Page 7: konsep-sehat-sakit.doc

meminimalkan akibat penyakit atau ketidakmampuan melalui intervensi yang

bertujuan untuk mencegah komplikasi dan penurunan kondisi kesehatan (Edelman dan

Mandle, 1994).

Tingkat perawatan ini disebut perawatan preventif karena didalamnya mencakup

tindakan pencegahan terjadinya ketidakmampuan atau penurunan fungsi yang lebih

jauh. Contoh, pemberian perawatan tersier pada klien yang telah mengalami kebutaan,

tidak hanya membantu klien untuk beradaptasi dengan kecacatannya, tapi juga

ditujukan untuk mencegah timbulnya masalah dimasa yang akan dating (ex: terjadinya

kecelakaan dirumah, dalam pengasuhan anaknya)

E. Factor resiko,

1. Factor genetic dan fisiologis

Factor resiko fisiologis mencakup funngsi tubuh secara fisik.seperti kelebihan berat

badan dan tempat yang dapat meningkatkan stress pada sisitem fisik. (Cotoh, system

sirkulasi) dapat meningkatkan kerentanan seseoranng terhadap penyakit pada area ini.

Factor genetic, keturunan terhadap penyakit tertentu. Seseorang dengan riwayat

keluarga yang menderita penyakit diabetes militus akan berisiko untuk mengalami

penyakit tersebut dikemudian hari.

2. Usia

Usia dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit tertentu. Contoh, resiko

terjadinya penyakit kardiovaskuler meningkat sesuai dengan peningkatan usia untuk

kedua jenis kelamin, resiko terjadinya kecacatan saat lahir dan komplikasi kehamilan

meningkat pada wanita yang melahirkan setelah usia 35 tahun

3. Lingkungan

Lingkungan fisik tempat dimana seseorang bekerja atau tinggal juga dapat

meninngkatkan terjadinya penyakit tertentu. Contoh, beberapa jenis kanker dan

penyakit lainnya mempunyai kemungkinan yang lebih besar terjadi pada pekerja

didaerah industri yang terpajan dengan zat kimia tertentu; polusi udara,air dan suara

juga dapat menimbulkan penyakit

4. Gaya hidup

Banyak kegiatan, kebiasaan dan cara pelaksanaan kesehatan yang mengandung factor

resiko. Contoh, makan yang berlebihan, nutrisi yang buruk, kurang tidur dan istrahat,

kebiasaan merokok dll

MK IKD 1

Page 8: konsep-sehat-sakit.doc

F. Sakit dan perilaku sakit

Sakit bukan hanya keadaan dimana terjadi suatu proses penyakit, tapi suatu keadaan

dimana funngsi fisik, emosional,, intelektual, sosial, perkembangan seseorang terganggu

bila dibandingkan dengan keadaan sebelumnya.

Kanker merupakan sebuah proses penyakit, tetapi klien dengan leukemia yang sedang

menjalani pengobatan mungkin akan mampu berfungsi seperti biasa, sedang klien dengan

kanker payudara yang sedang mempersiapkan diri untuk operasi mungkin akan merasakan

akibatnya pada dimensi lain selain dimensi fisik.

Seseorang yang sedang sakit pada umumnya mempunyai perilaku yang menurut istilah

sosiologi kedokteran disebut perilaku sakit. Perilaku sakit mencakup cara seseorang

memantau tubuhnya, mendefinisikan dan menginterprestasikan gejala yang dialaminya,

melakukan upaya penyembuhan dan menggunakan system pelayanan kesehatan

(Mechanic, 1982)

Selain itu perilaku sakit juga dapat terjadi pada klien yang mengalami kehilangan peran,

harapan sosial atau tanggung jawab. Contoh, ibu rumah tangga yang sedang terkena flu

mungkin harus berhenti sementara dari tanggung jawabnya menjaga anak dan mengurus

rumah.

1. Variabel yang mempengaruhi sakit

1) Variabel internal

Tetgantung pada persepsi terhadap gejala dan sifat sakit yang dialami,

jika klien merasa gejala sakit tersebut mengganggu kehidupan sehari-hari maka

mereka cenderung mencari bantuan kesehatan dibandingkan bila klien tidak

memandang gejala tersebut menjadi gangguan baginya. Contoh, tukang kayu yang

menderita sakit punggung, jika klien yakin bahwa gejala tersebut adalah hal yang

serius dan mengancam kehidupannya, maka klien tersebut akan segera mencari

bantuan kesehatan.contoh 2, seseorang yang terbangun dari tidurnya ditengah

malam karena nyeri dada, umumnya memandang peristiwa ini sebagai suatu

gejala yang berpotensi serius sebagai sakit yang mengancam kehidupan dan

mungkin ia akan termotivasi untuk mancari bantuan, akan tetapi persepsi seperti

itu dapat juga mempunyai akibat yang sebaliknya. Individu mungkin akan merasa

MK IKD 1

Page 9: konsep-sehat-sakit.doc

takut mengalami sakit yang serius, bereaksi dengan cara menyangkal dan tidak

mau mencari bantuann kesehatan

2) Variable eksternal

Variable eksternal yang mempengaruhi perilaku sakit antara lain:

gejala yang dapat dilihat, suatu penyakit dapat berpengaruh terhadap citra tubuh

dan perilaku sakit contoh, seseorang yang mengalami bibir pecah-pecah akn lebih

cepat mencari solusi daripada seseorang yang terkena sakit tenggorok, karena

mungkin orang lain akan member komentar terhadap gejala pecah-pecah yang

terlihat.

Kelompok sosial,klien akan membantu mereka untun menngenali ancaman penyakit

atau memberi dukungan kepada klien untuk menyangkal potensi terjadinya suatu

penyakit. Conth, dua orang wanita usia 35 tahun yang berasal dari dua kelompok

sosial yang berbeda telah menemukan adanya benjolan pada payudara ketika mereka

sedang memeriksa payudara sndiri, kemudian keduanya mendiskusikan kepada teman

mereka massing-masing, teman pertama munngkin akan mendoronng untuk mencari

penngobatan untuk menentukan apakah perlu dilakukan biopsy, sedang teman yang

kedua mungkin akan mengatakan kepadanya bahwa benjolan tersebut hanya

merupakan bentuk dari penyakit fibrosistik sehingga ia tidak perlu ke dokter untuk

segera memeriksakan diri.

Latar belakang budaya dan etnik mengajarkan seorang individu bagaimana menjadi

sehat, mengenal penyakit dan menjadi sakit. Pemberian arti sehat dan sakit

berhubungan dengan nilai budaya dasar yang digunakan oleh seseorang untuk

mendefinisikan spengalaman persepsi yang diterimanya (Spector, 1991), oleh karena

itu perawat perlu memahami latar belakang budaya yang dimiliki klien agar bias

mengembangkan terapi yang individual.

Akses klien kedalam system pelayanan kesehatan sangat erat hubungannya dengan

pengaruh factor ekonomi, sisitem layanan kesehatan merupakan suatu system

sosioekonomi dimana klien harus masuk, berinteraksi dengannya dan kemudian

keluar dari system tersebut.

Seringkali klien merasakan bahwa pusat pelayanan kesehatan yang besar kurang

menghargai mereka, dan pelayanan yang diberikan besifat seperti mesin satu arah,

MK IKD 1

Page 10: konsep-sehat-sakit.doc

dan tenaga kesehatan selalu memcari hal yang paling buruk, tetapi ada beberapa klien

yang mungkin hanya mau mencari pelayanan dari tempat pelayanan kesehatan yang

besar karena mereka percaya bahwa diagnose dan prosedur yang dilakukan lebih

akurat.

2. Tahap perilaku sakit

a. tahap gejala

merupakan tahap awal seseorang mengalami proses sakit dengan ditandai adanyan

perasaan tidak nyaman terhadap dirinya, seperti rasa nyeri, panas dll sebagai

manifestasi terjadinya ketidak seimbangan dalam tubuh.

b. tahap asumsi terhadap sakit

tahap seseorang melakukan interprestasi terhadap sakitnya, kemudian berespon dalam

bentuk emosi terhadap gejala tersebut, seperti merasakan ketakutan /kecemasan –

konsultasi dengan orang yang dianggap lebih tau/ yankes.

c. tahap kontak dengan palayanan kesehatan

tahap dimana seseorang telah mengadakan hubungan dengan yankes, meminta

nasuhat dari profesi kesehatan seperti dokter, perawat yang dilakukan atas inisiatif

sendiri, untuk mencari pembenaran tentang sakitnya. Jika ternyata tidak lagi

ditemukan gejala yang ada, maka klien mengaggap dirinya sembuh, namun bila gejala

tersebut muncul kembali, maka dirinya akan datang ke yankes kembali.

d. tahap ketergantungan

tahap dimana seseorang dianggap mengalami suatu penyakit yang akan mendapat

bantuan pengobatan juga kondisi seseorang sudah mulai tergantung, tetapi tidak

semua orang mempunyai tingkat katergantungan yang sama, melainkan berbeda

berdasarkan tingkat kebutuhannya juga penyakitnya. Tahapan ini dapat dilakukan

dengan pengkajian kebutuhan terhadap ketergantungan dan diberi support agar agar

seseorang mengalami kemandirian.

e. tahap penyembuhan

merupakan tahap akhir menuju proses kembalinya kemampuan untuk beradaptasi

kembali dengan lilngkungan atau dari sakit-sehat, persiapan untuk berfungsi dalam

MK IKD 1

Page 11: konsep-sehat-sakit.doc

kehidupan social. Peran tenkes disini adalah membantu klien untuk meningkatkan

kemandirian serta memberikan harapan dan kehidupan menuju kesejahteraans

G. Dampak sakit pada klien dan keluarga

1. Perubahan perilaku dan emosi

Setiap orang mempunyai perilaku yang berbeda-beda terhadap kondisi sakit,

tergantung pada penyakit dan sikap klien dalam menghadapi penyakit tersebut.

Contoh, penyakit dengan jangka waktu singkat dan tidak mengancam kehidupan akan

menimbulkan sedikit perubahan dan perilaku dalam fungsii klien atau keluarga.

Contoh, seorang suami yang mengalami sakit demam, ia akan mengalami penurunan

tenaga tau kesabaran, dan mungkin menjadi lebih mudah marah, memilih untuk tidak

berinteraksi dengan yang lain. Penyakit yang berat, yang mengancam kehidupan, dapat

menimbulkan perubahan emosi yang lebih luas, seperti ansietas, syok, penolakan,

marah, dan menatrik diri. Hal tersebut merupakan respon umum terhadap stress yang

disbabkan oleh sakit. Perawat mengembangkan berbagai intervensi untuk membantu

klien dan keluarga membentuk koping terhadap stress, karena stressor umumnya tidak

dapat diubah lagi.

2. Dampak sakit pada peraan keluarga

Setiap orang mempunyai berbagai peran dalam kehidupannya, seperti pencari nafkah,

pengambil keputusan, contoh seorang ibu dengan dua orang anak yang sedang

mengalami inveksi virus, dan sudah menderita sakit selama satu minggu, maka selama

waktu tersebut ia tidak bisa merawat anak-anaknya dan bekerja mengurus rumah

tangganya. Pada awalnya dia mau melepaskan tanggung jawabnya tersebur agar dia

mampu merawat dirinya sendiri, setelah berangsur-anngsur sembuh ia akan kembali

melakukan peran-perannya tersebut. Dengan perubahan peran jangka pendek seorang

klien tidak akan mengalami tahap penyesuaian yang berkapanjangan. Tetapi pada

perubahan jangka panjang klien akan memerlukan proses penyesuaian yang sama

dengan proses berduka.

3. Dampak pada citra tubuh

Merupakan konsep subyektif seseoranng terhadap penampilan fisiknya. Beberapa

penyakit dapat mengakibatkan perubahan pada penampilan fisiknya, serta klien dan

keluarga kan bereaksi yang berbeda-beda. Reaksi klien dan keluarga terhadap

MK IKD 1

Page 12: konsep-sehat-sakit.doc

gambaran tubuh tergantung pada antara lain: jenis perubahan (kehilangan anggota

badan), kapasitas adaptasi, kecepatan perubahan, dukungan yang tersedia

Contoh, misal akibat amputasi kaki, maka umumnya klien akan mengalami tahap

berikut:syok, manarik diri, mengakui, menerima dan rehabilitasi

4. Dampak pada konsep diri

Konsep diri adalah citra mental seseorang terhadap dirinya sendiri, mencakup

bagaimana mereka melihat kekuatan dan kelemahan pada seluruh aspek

kepribadiannya. Konsepnya ini tidak hanya tergantung pada gambaran tubuh dan

peran yang dimiliki tetapi juga bergantung pada aspek psikologis juga spiritual diri.

Akibat sakit terhadap konsep diri klien dan anggota keluarga mungkin dapat bersifat

kompleks dan kurang bisa diobservasi bila dibandingkan dengan perubahan peran.

Klien yang mengalami perubahan konsep diri karena kondisi sakitnya mungkin tidak

lagi mampu memenuhi harapan keluarganya, yang akhirnya akan menimbulkan

konflik atau ketegangan.

Contoh, klien tidak lagi terlibat dalam proses pengambilan keputusan dikeluarga atau

tidak akan mampu memberi dukungan emosi pada anggota keluarga yang lain atau

kepada teman-tamanya. Akhirnya klien akan merasa kehilangan funngsi sosialnya.

Perawat berperan dalam pembuatan asuhan keperawatan dalam membantu klien akibat

kondisi sakit yang dialaminya tersebut.

5. Dampak pada dinamika keluarga

Dinamika keluarga merupakan proses dimana keluarga melakukan fungsi, mengambil

keputusan, member dukungan kepada anggota keluarganya dan melakukan koping

terhadap perrubahan dan tantangan hidup sehari-hari.

Contoh, akan mengalami rasa kehilangan jika salah satu orangtua harus dirawat

dirumah sakit atau jika orangtuanya tidak bisa memberikan kasih sayang dan rasa

aman kepadanya, kesulitan emosi mungkin tetep berlangsung meskipun peran

orangtua telah digantikan oleh annggota keluarga yang lain. Penggantian situasi

tersebut dapat menimbulkan stres dan dapat menyebabkan tanggung jawab yang

bertentangan bagi anaknya atau menyebabkan konflik pada saat pengambilan

keputusan.

MK IKD 1

Page 13: konsep-sehat-sakit.doc

MK IKD 1