Konsep Dasar Pemberian Obat Dan Aturan Pemberian Obat

  • View
    413

  • Download
    24

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Ketrampilan Dasar Praktek Klinik Kebidanan dan keperawatan

Text of Konsep Dasar Pemberian Obat Dan Aturan Pemberian Obat

Konsep Dasar Pemberian Obat dan Aturan Pemberian Obat

Konsep Dasar Pemberian Obat dan Aturan Pemberian ObatArif Yusuf Wicaksana, S.Farm., AptAPA SIH OBAT ITU ?

DefinisiObat merupakan sebuah substansi yang diberikan kepada manusia atau binatang sebagai perawatan atau pengobatan bahkan pencegahan terhadap berbagai gangguan yang terjadi di dalam tubuh.

Ada yang pernah lihat logo ini?

Reaksi Pemberian ObatSebagai bahan atau benda asing yang masuk kedalam tubuh obat akan bekerja sesuai proses kimiawi, melalui suatu reaksi obat. Reaksi obat dapat dihitung dalam satuan waktu paruh yakni suatu interval waktu yang diperlukan dalam tubuh untuk proses eliminasi sehingga terjadi pengurangan konsentrasi setengah dari kadar puncak obat dalam tubuh.Faktor yang mempengaruhi Reaksi Obat1. Absorbsi obat2. Distribusi obat3. Metabolisme obat4. Eksresi sisaEfek ObatAda 2 efek obat yakni efek teurapeutik dan efek samping.Efek terapeutik adalah obat memiliki kesesuaian terhadap efek yang diharapkan sesuai kandungan obatnya seperti paliatif (berefek untuk mengurangi gejala), kuratif (memiliki efek pengobatan) dan lain-lain. Efek samping adalah dampak yang tidak diharapkan, tidak bias diramal, dan bahkan kemungkinan dapat membahayakan seperti adanya alerg, toksisitas (keracunan), penyakit iatrogenic, kegagalan dalam pengobatan, dan lain-lain.Prinsip 6 Benar Pemberian Obat1. Tepat ObatSebelum mempersipakan obat ketempatnya bidan harus memperhatikan kebenaran obat sebanyak 3 kali yaitu ketika memindahkan obat dari tempat penyimpanan obat, saat obat diprogramkan, dan saat mengembalikan ketempat penyimpanan.

2. Tepat DosisUntuk menghindari kesalahan pemberian obat, maka penentuan dosis harusdiperhatikan dengan menggunakan alat standar seperti obat cair harus dilengkapi alat tetes, gelas ukur, spuit atau sendok khusus, alat untuk membelah tablet dan lain-lain sehingga perhitungan obat benar untuk diberikan kepaad pasien.3. Tepat pasienObat yang akan diberikan hendaknya benar pada pasien yang diprogramkan dengan cara mengidentifikasi kebenaran obat dengan mencocokkan nama, nomor register, alamat dan program pengobatan pada pasien.

4. Tepat cara pemberian obatOral? Injection? Obat Kumur ? Inhalasi?5. Tepat waktuPemberian obat harus benar-benar sesuai dengna waktu yang dprogramkan , karena berhubungan dengan kerja obat yang dapat menimbulkan efek terapi dari obat.6. Tepat pendokumentasian- Rekam Medis Pasien- Catatan Pengobatan Pasien- Kartu Stok Obat- Kartu KB- Faktur ObatDosisjumlah obat yang diberikan kepada penderita dalam satuan berat (gram, milligram,mikrogram) atau satuan isi (liter, mililiter) atau unit-unit lainnya (Unit Internasional). Kecuali bila dinyatakan lain maka yang dimaksud dengan dosis obat yaitu sejumlah obat yang memberikan efek terapeutik pada penderita dewasa, juga disebut dosis lazim atau dosis medicinalis atau dosis terapeutik. Bila dosis obat yang diberikan melebihi dosis terapeutik terutama obat yang tergolong racun ada kemungkinan terjadi keracunan, dinyatakan sebagai dosis toxic. Dosis toxic ini dapat sampai mengakibatkan kematian, disebut sebagai dosis letal.Macam-macam dosisDosis Terapi (Therapeutical Dose), yaitu dosis obat yang dapat digunakan untuk terapi atau pengobatan untuk penyembuhan penyakit.Dosis Maksimum (Maximalis Dose), yaitu dosis maksimal obat atau batas jumlah obat maksimum yang masih dapat digunakan untuk penyembuhan. Dalam buku buku standar seperti Farmakope atau Ekstra Farmakope Dosis Maksimum (DM) tercantum diperuntukkan orang dewasa.Dosis Lethalis (Lethal Dose), yaitu dosis atau jumlah obat yang dapat mematikan bila dikonsumsi. Bila mencapai dosis ini orang yang mengkonsumsi akan over dosis (OD)Faktor faktor pemberian obat Faktor Obat:a.Sifat fisika : daya larut obat dalam air/lemak, kristal/amorf, dsb.b.Sifat kimiawi : asam, basa, garam, ester, garam kompleks, pH, pKa.c.Toksisitas : dosis obat berbanding terbalik dengan toksisitasnya. Faktor Cara Pemberian Obat Kepada Penderita:a. Oral : dimakan atau diminumb. Parenteral : subkutan, intramuskular, intravena, dsbc. Rektal, vaginal, uretrald. Lokal, topicale. Lain-lain : implantasi, sublingual, intrabukal, dsbFaktor Penderita:1. Umur2. BB3. Jenis Kelamin 4. Toleransi5. Patofisiologi6. Cara pemberian obat7. Waktu Pemakaian Obat8. Interaksi ObatPerhitungan Dosis ObatBeberapa rumus perhitungan dosisPerhitungan dosis berdasarkan umurPerhitungan dosis berdasarkan bobot badanPerhitungan dosis berdasarkan luas permukaanPerhitungan dosis dengan pemakaian berdasarkan jam

24Perhitungan dosis berdasarkan umurRumus young

Rumus Fried

Rumus Dilling

Rumus Basteo

25

Rumus Cowling

Rumus Gaubius 0-1 tahun = x dosis dewasa1-2 tahun = 1/8 x dosis dewasa2-3 tahun = 1/6 x dosis dewasa3-4 tahun = x dosis dewasa 4-7 tahun = 1/3 x dosis dewasa7-14 tahun = x dosis dewasa14-20 tahun = 2/3 x dosis dewasa21-60 tahun = dosis dewasa

Rumus Bastedo

26

Perhitungan dosis berdasarkan bobot badanRumus Clark (Amerika)

Rumus Thremich-Fier (jerman)

Rumus Black (Belanda)

27

Perhitungan dosis berdasarkan luas permukaan

Dari kumpulan kuliah farmakologi UI thn 1968

Rumus Catzel

28

Perhitungan dosis dengan pemakaian berdasarkan jam

Menurut FI III

Menurut Van DuinPemakaian sehari dihitung untuk 16, kecuali antibiotika dihitung sehari semalam 24 jam.29

Penggunaan Unit Dosis ObatJika obat digunakan dibawah dosis lazimnya, maka suatu obat tidak akan cukup memberikan khasiat sedangkan apabila dosis yang diberikan melebihi dosis maksimalnya maka efek racun dari suatu obat akan terjadi pada penggunanya.Ketepatan jumlah dosis menjadi salah satu bagian yang paling penting dalam memperoleh khasiat dari obat tersebut. Informasi mengenai dosis obat dapat diperoleh dari etiket atau brosur yang disertakan pada suatu produk obat atau dengan menanyakannya pada apoteker anda.Keracunan obat bisa terjadi karena dosis yang diminum melebihi dosis anjuran. Misalnya karena merasa ingin cepat sembuh, dosis obat yang seharusnya satu tablet diminum menjadi 2 tablet.Dalam penggunaan dosis obat terdapat batasan obat. Sebagai bahan kimia, obat identik dengan racun. Yang membedakan adalah cara pemberian dan dosisnya. Bila indeks terapinya sempit, seperti digoksin dan xantine, tingkat toksisitasnya akan semakin tinggi.Penyimpanan ObatSuhu, adalah faktor terpenting, karena pada umumnya obat itu bersifat termolabil (rusak atau berubah karena panas), untuk itu perhatikan cara penyimpanan masing-masing obat yang berbeda-beda. Misalnya insulin, supositoria disimpan di tempat sejuk < 15C (tapi tidak boleh beku), vaksin tifoid antara 2 10C, vaksin cacar air harus < 5C.Posisi, pada tempat yang terang, letak setinggi mata, bukan tempat umum dan terkunci.Kedaluwarsa, dapat dihindari dengan cara rotasi stok, dimana obat baru diletakkan dibelakang, yang lama diambil duluan. Perhatikan perubahan warna (dari bening menjadi keruh) pada tablet menjadi basah / bentuknya rusak.31Kegunaan obat, antara lain:a. DiagnosisContohnya barium sulfat (BaSO4) yang digunakan sebagai cairan kontras dalam pemeriksaan radiology untuk melihat fungsi organ tertentu.b. PencegahanMisalnya Vaksin yang diberikan pada adik bayi.c. Mengurangi/menghilangkan gejalaUntuk menghilangkan gejala simtomatis ada golongan analgetika yang udah kita kenal seperti Antalgin, Paracetamol.d. Menyembuhkan penyakitDiantaranya antibiotic, yang harus kita tegaskan aturan minumnya agar tak terjadi resistensi.e. Memperelok tubuhObat jerawat, pemutih kulit,dll.Pencegahan Injury KesehatanDalam risiko cedera sebagai hasil dari interaksi kondisi lingkungan dengan respon adaptif indifidu dan sumber pertahanan.Faktor Resiko1. Eksternala. Mode transpor atau cara perpindahanb. Manusia atau penyedia pelayanan kesehatan (contoh : agen nosokomial)c. Pola kepegawaian : kognitif, afektif, dan faktor psikomotord. Fisik (contoh : rancangan struktur dan arahan masyarakat, bangunan dan atau perlengkapan)e. Nutrisi (contoh : vitamin dan tipe makanan)f. Biologikal ( contoh : tingkat imunisasi dalam masyarakat, mikroorganisme)g. Kimia (polutan, racun, obat, agen farmasi, alkohol, kafein nikotin, bahan pengawet, kosmetik, celupan (zat warna kain))2. Internal Psikolgik (orientasi afektif) Mal nutrisi Bentuk darah abnormal, contoh : leukositosis/leukopenia, perubahan faktor pembekuan, trombositopeni, sickle cell, thalassemia, penurunan Hb, Imun-autoimum tidak berfungsi. Biokimia, fungsi regulasi (contoh : tidak berfungsinya sensoris) Disfugsi gabungan Disfungsi efektor Hipoksia jaringan Perkembangan usia (fisiologik, psikososial) Fisik (contoh : kerusakan kulit/tidak utuh, berhubungan dengan mobilitas)

3. NOC : Risk KontrolKriteria Hasil : Klien terbebas dari cedera Klien mampu menjelaskan cara/metode untukmencegah injury/cedera Klien mampu menjelaskan Factor resiko dari lingkungan/perilaku personal Mampu memodifikasi gaya hidup untuk mencegah injury Menggunakan fasilitas kesehatan yang ada Mampu mengenali perubahan position kesehatan4. NIC : Environment Management (Manajemen lingkungan)1. Sediakan lingkungan yang aman untuk pasien2. Identifikasi kebutuhan keamanan pasien, sesuai dengan kondisi fisik dan fungsi kognitif pasien dan riwayat penyakit terdahulu pasien3. Menghindarkan lingkungan yang berbahaya (misalnya memindahkan perabotan)4. Memasang side rail tempat tidur5. Menyediakan tempat tidur yang nyaman dan bersih6. Menempatkan saklar lampu ditempat yang mudah dijangkau pasien.7. Membatasi pengunjung8. Memberikan penerangan yang cukup9. Menganjurkan keluarga untuk menemani pasien.10. Mengontrol lingkungan dari kebisingan11.