Konfirmasi Dapat Dibagi Menjadi Dua

  • Published on
    11-Jan-2016

  • View
    6

  • Download
    2

DESCRIPTION

konfirmasi dalam audit

Transcript

Konfirmasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu konfirmasi positif dan konfirmasinegatif. Pada konfirmasi positif auditor mengirimkan surat yang isinya memintatanggapan kepada pihak ketiga terkait, pihak yang dimintakan konfirmasi tersebutdiharuskan menjawab (membalas) apakah setuju atau tidak dengan jumlah yangtercantum dalam surat yang dikirimkan auditor.

Konfirmasi positif biasanyadigunakan dalam keadaan:1. saldo utang/piutang klien per pelanggan/kreditur relatif besar 2. jumlah pelanggan/kreditur sedikit3. pengendalian intern klien (agak)lemah4. waktu audit cukup panjang.

Sedangkan pada konfirmasi negatif, surat yang dikirimkan auditor hanyadibalas pihak yang dimintakan konfirmasi apabila jumlah yang tercantum dalamsurat yang dikirimkan auditor tersebut tidak disetujui oleh pihak ketiga tersebut. Apabila pihak ketiga setuju dengan jumlah yang tercantum dalam surat yangdikirimkan auditor, maka pihak ketiga tersebut tidak perlu membalas surat yangdikirimkan tersebut. Biasanya dalam konfirmasi negatif, surat yang dikirimkan auditor diberi batas waktu. Jika pihak terkait yang dikirimi surat tidak memberikan jawabanatas konfirmasi tersebut sampai pada waktu yang ditetapkan maka pihak yangdimintakan konfirmasi tersebut dianggap setuju.

Konfirmasi negatif umumnyadigunakan auditor apabila :1. saldo utang/piutang klien per pelanggan/kreditur relatif kecil2. jumlah pelanggan/kreditur banyak3. pengendalian intern klien (cukup)kuat4. waktu audit cukup singkat.

VOUCHING DAN TRACINGA.Vouching Vouching adalah kegiatan yang dilakukan untuk memeriksa kebenaran ataukeabsahan suatu bukti yang mendukung transaksi. Kegiatan ini meliputi memilihcatatan yang ada pada catatan akuntansi serta memperoleh dan menyelidikidokumen yang mendasari catatan tersebut untuk menentukan keabsahan danketelitian transaksi yang dicatat. Dengan vouching , arah pengujian berlawanandengan tracing. Penelusuran dimulai dari catatan ke dolumen.

Vouching digunakan untuk mendeteksi apakah catatan akuntansi klienketinggian (overstatement). Selain itu, vouching juga digunakan untuk menguji asersimanajemen mengenai keberadaan (existence), penilaian (valuation), hak dankewajiban (rights and obilgation), penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure). Namun, vouching juga memiliki kelemahan. Pengujian asersi mengenaikelengkapan ( completeness) melalui vouching lebih sulit dilakukan karena pengujiankelengkapan mengharuskan auditor untuk mencari bukti item yang tidak tercatat.Verifikasi adalah sebuah istilah yang digunakan dalam arti umum untuk memeriksa ketelitian perkalian, penjumlahan pembukuan, kepemilikan, dankeberadaannya. Adapun tujuan dari vouching dan verifikasi untuk memastikanbahwa:1. Bukti tersebut telah disetujui oleh pejabat yang berwenang dan terkait2. Bukti tersebut dari sesuai dengan tujuannya3. Jumlah yang tertera di dalam bukti adalah benar dan sesuai dengantransaksi4. Pencatatan dilakukan secara benar 5. Kepemilikan dan keberadaannya sah

B.Tracing Tracing adalah suatu kegiatan yang merupakan kebalikan dari vouching. Arah kegiatan tracing adalah mengikuti dokumen sumber hingga ke pencatatannyadalam catatan akuntansi. Adapun pelaksanaan dari tracing adalah dengan pertama-tama auditor melakukan penyeleksian dokumen sumber, seperti faktur penjualanatau laporan pengiriman, kemudian auditor melakukan penelusuran dokumensumber tersebut melalui sistem akuntansi ke pencatatan akhir dalam catatanakuntansi, seperti jurnal dan buku besar.

Karena arah pengujian tracing berlawanan dengan vouching, tracing dapat digunakan untuk menguji asersi manajemen mengenai kelengkapan (completeness).Tracing juga dapat digunakan auditor untuk menguji asersi manajemen mengenaipenilaian (valuation) serta penyajian dan pengungkapan ( presentation and disclosure).

ASERSIKeberadaan atau keterjadian (existence or occurrence).Kelengkapan (completeness).Hak dan kewajiban (right and obligation).Penilaian (valuation) atau alokasi.Penyajian dan pengungkapan (presentation and disclosure)

01 Asersi tentang keberadaan atau keterjadian berhubungan dengan apakah aktiva atau utang entitas ada pada tanggal tertentu dan apakah transaksi yang dicatat telah terjadi selama periode tertentu. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa sediaan produk jadi yang tercantum dalam neraca adalah tersedia untuk dijual. Begitu pula, manajemen membuat asersi bahwa penjualan dalam laporan laba-rugi menunjukkan pertukaran barang atau jasa dengan kas atau aktiva bentuk lain (misalnya piutang) dengan pelanggan.

02 Asersi tentang kelengkapan berhubungan dengan apakah semua transaksi dan akun yang seharusnya disajikan dalam laporan keuangan telah dicantumkan di dalamnya. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa seluruh pembelian barang dan jasa dicatat dan dicantumkan dalam laporan keuangan. Demikian pula, manajemen membuat asersi bahwa utang usaha di neraca telah mencakup semua kewajiban entitas.

03 Asersi tentang hak dan kewajiban berhubungan dengan apakah aktiva merupakan hak entitas dan utang merupakan kewajiban perusahaan pada tanggal tertentu. Sebagai contoh manajemen membuat asersi bahwa jumlah sewa guna usaha (leased) yang dikapitalisasi dineraca mencerminkan nilai pemerolehan hak entitas atas kekayaan yang disewa-guna-usahakan (leased) dan utang sewa guna usaha yang bersangkutan mencerminkan suatu kewajiban entitas.

04 Asersi tentang penilaian atau alokasi berhubungan dengan apakah komponen- komponen aktiva, kewajiban, pendapatan dan biaya sudah dicantumkan dalam laporan keuangan pada jumlah yang semestinya. Sebagai contoh, manajemen membuat asersi bahwa aktiva tetap dicatat berdasarkan harga pemerolehannya dan pemerolehan semacam itu secara sistematik dialokasikan ke dalam periode-periode akuntansi yang semestinya. Demikian pula manajemen membuat asersi bahwa piutang usaha yang tercantum di neraca dinyatakan berdasarkan nilai bersih yang dapat direalisasikan.

05 Asersi tentang penyajian dan pengungkapan berhubungan dengan apakah komponen-komponen tertentu laporan keuangan diklasifikasikan, dijelaskan, dan diungkapkan semestinya. Misalnya, manajemen membuat asersi bahwa kewajiban-kewajiban yang diklasifikasikan sebagai utang jangka panjang di neraca tidak akan jatuh tempo dalam waktu satu tahun. Demikian pula, manajemen membuat asersi bahwa jumlah yang disajikan sebagai pos luar biasa dalam laporan laba-rugi diklasifikasikan dan diungkapkan semestinya.

Opini audita. Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion)Dengan pendapat wajar tanpa pengecualian, auditor menyatakan bahwa laporan keuanganmenyajikan secara wajar dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansiberterima umum di Indonesia.Laporan audit dengan pendapat wajar tanpa pengecualian diterbitkan oleh auditor jikakondisi berikut ini terpenuhi :1. Semua laporan neraca, laporan laba-rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan aruskas terdapat dalam laporan keuangan.2. Dalam pelaksanaan perikatan, seluruh standar umum dapat dipenuhi oleh auditor.3. Bukti cukup dapat dikumpulkan oleh auditor, dan auditor telah melaksanakanperikatan sedemikian rupa sehingga memungkinkan untuk melaksanakan tiga standarpekerjaan lapangan.4. Laporan keuangan disajikan sesuai dengan prinsip akuntansi berterima umum diIndonesia.5. Tidak ada keadaan yang mengharuskan auditor untuk menambah paragraf penjelasatau modifikasi kata-kata dalam laporan audit.

b.Pendapat Wajar Tanpa Pengecualian dengan Bahasa Penjelas (UnqualifiedOpinion with Explanatory Language)Dalam keadaan tertentu, auditor menambahkan suatu paragraf penjelas (atau bahasapenjelas yang lain) dalam laporan audit, meskipun tidak mempengaruhi pendapat wajartanpa pengecualian atas laporan keuangan keuangan auditan. Paragraf penjelasdicantumkan setelah paragraf pendapat.Keadaan yang menjadi penyebab utama ditambahkannya suatu paragraf penjelas ataumodifikasi kata-kata dalam laporan audit baku adalah:1. Ketidakkonsistenan penerapan prinsip akuntansi berterima umum.2. Keraguan besar tentang kelangsungan hidup entitas.3. Auditor setuju dengan suatu penyimpangan dari prinsip akuntansi yang dikeluarkanoleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan.4. Penekanan atas suatu hal5. Laporan audit yang melibatkan auditor lain.

c.Pendapat Wajar dengan Pengecualian (Qualified Opinion)Pendapat wajar dengan pengecualian diberikan apabila auditee menyajikan secara wajarlaporan keuangan, dalam semua hal yang material sesuai dengan prinsip akuntansiberterima umum di Indonesia, kecuali untuk dampak hal-hal yang dikecualikan.Pendapat wajar dengan pengecualian dinyatakan dalam keadaan :1. Tidak adanya bukti kompeten yang cukup atau adanya pembatasan terhadap lingkupaudit.2. Auditor yakin bahwa laporan keuangan berisi penyimpangan dari prinsip akuntansiberterima umum di Indonesia, yang berdampak material, dan ia berkesimpulan untuktidak menyatakan pendapat tidak wajar.

d.Pendapat Tidak Wajar (Adverse Opinion)Pendapat tidak wajar diberikan oleh auditor apabila laporan keuangan auditee tidakmenyajikan secara wajar laporan keuangan sesuai dengan prinsip akuntansi berterimaumum.

e.Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer of Opinion)Auditor menyatakan tidak memberikan pendapat jika ia tidak melaksanakan audit yangauditor memberikan pendapat atas laporan keuangan. Pendapat ini juga diberikan apabilaia dalam kondisi tidak independen dalam hubungannya dengan klienBiaya dan bebanLetak perbedaan biaya dan beban tampak dalam penyusunan laporan keuangan. Beban akan masuk ke dalam penyusunan laporan laba-rugi, dimana termasuk pengeluaran yang sudah terpakai, tak memberi manfaat dimasa depan dan periodenya kurang dari satu tahun. Jumlah rupiah yang harus dikeluarkan tidak begitu besar, bahkan relatif kecil bila dibandingkan biaya.

Salah satu contoh beban, toko mebel harus membayar bunga pinjaman uang di bank BCA. Toko wajib melakukannya karena telah menerima manfaat peminjaman uang dari bank yang masuk sebagai aktiva. Akan tetapi, pembayaran bunga pinjaman tidak ada sangkut pautnya dalam penambahan aktiva, sehingga masuk ke dalam pengeluaran atau kewajiban.

Letak di Laporan Keuangan :Biaya, di neraca (Belum terpakai, biaya-biaya yang dianggap akan memberi manfaat dimasa yang akan datang, berupa aktiva) Misal : Sewa Dibayar DimukaBeban, di laporan laba-rugi (Pengeluaran/Biaya yang telah terpakai dan tidak dapat memberikan manfaat lagi dimasa yang akan datang) Misal : Beban Sewa

Periode Akuntansi :Biaya periodenya lebih dari satu tahun, merupakan pengeluaran modal(capital expenditure)Bebanperiodenya kurang dari satu tahun, merupakan pengeluaran pendapatan(revenueexpenditure)

Kasus: Pada awal bulan tanggal 2 Januari 2009, PT. ABC membayar uang sewa kantor sebesar Rp. 800.000 untuk dua bulan dimuka. Pengeluaran(cost)ini merupakan suatu "aktiva" yang berupa "hak untuk menempati kantor selama dua bulan." Setiap hari berlalu dalam bulan tersebut sebagian dari masa pakai harta tadi telah terpakai dan menjadi beban(expense). Pada tanggal 31 Januari 2009 separuhnya telah terpakai sebesar Rp. 400.000 dan harus diperlakukan sebagai beban.Ayat Jurnalnya:Beban Sewa 400.000 Sewa Dibayar Dimuka 400.000Perkiraan sewa dibayar dimuka sekarang mempunyai saldo Rp. 400.000 yang mencerminkan pembayaran dimuka untuk selama satu bulan. Perkiraan beban sewa mencerminkan pengeluaran Rp. 400.000 untuk bulan tersebut.

Recommended

View more >