of 1 /1
Kondisi Perekonomian Global Menekan Kinerja Ekspor Semester I 2015 Jakarta, 1 Agustus 2015 – Selama tahun 2015 ini, permintaan pasar impor negara-negara tujuan ekspor utama Indonesia belum memperlihatkan kondisi yang membaik. Antara lain, permintaan pasar impor Jepang mengalami penurunan sebesar 21,2% selama Januari-Mei 2015. Sementara itu, pasar impor RRT, Amerika Serikat, dan Singapura juga mengalami penurunan masing-masing 21,0%, 3,6%, dan 21,9%. Kondisi tersebut masih menekan kinerja ekspor Indonesia selama Semester I 2015. Selama periode tersebut, ekspor Indonesia mencapai USD 78,3 miliar, mengalami penurunan sebesar 11,9% bila dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (YoY). Ekspor migas dan non migas Indonesia juga mengalami pelemahan. Pada Semester I 2015, ekspor migas Indonesia mencapai USD 10,0 miliar, turun 36,3%, sedangkan ekspor non migas turun 6,6% menjadi sebesar USD 68,3 miliar pada Semester I 2015. (Tabel 1) Selama Semester I 2015, ekspor sektor industri yang merupakan sektor yang mendominasi ekspor non migas Indonesia mengalami penurunan sebesar 6,4% (YoY). Beberapa produk ekspor non migas sektor industri yang turun signifikan antara lain bahan kimia organik (turun 35,8%), berbagai produk kimia (turun 35,0%), benda-benda dari besi dan baja (turun 23,3%), dan barang dari karet (turun Meskipun demikian, ekspor non migas sepanjang Semester I 2015 ke beberapa negara mitra dagang masih menunjukkan peningkatan signifikan, seperti Swiss, Tanzania, Mozambik, Algeria, Mesir, India, Malaysia, dan Arab Saudi. Ekspor non migas ke Swiss tumbuh signifikan lebih dari 1.500% sedangkan ekspor ke Tanzania naik sebesar 135,6%; Algeria 41,8%; Arab Saudi naik sebesar 23,5%; India naik sebesar 12,7%; Mozambik naik 100,9%, dan Malaysia naik 2,4%. Bijih, kerak, dan abu logam; Perhiasan serta Besi dan Baja adalah beberapa produk yang menopang peningkatan ekspor non migas Indonesia ke India. Sementara itu, beberapa produk ekspor Indonesia yang naik signifikan ke pasar Malaysia adalah CPO, Tembaga serta Ikan dan Udang. (Tabel 2) Penurunan Impor Memperbaiki Surplus Perdagangan Semester I 2015 Permintaan impor minyak selama Semester I 2015 berhasil ditekan, sehingga dapat memperbaiki surplus neraca perdagangan. Total impor selama periode tersebut mencapai USD 73,9 miliar atau mengalami penurunan 17,8% dibanding Semester I tahun lalu. Penurunan impor ini dipicu oleh rendahnya permintaan impor minyak, baik mentah maupun olahannya, yang impornya masing- masing turun 39,0% dan 41,1% serta turunnya permintaan gas sebesar 33,4% (Grafik 2). Permintaan impor migas yang dapat ditekan selama semester I 2015 tersebut membuat surplus neraca perdagangan semakin membaik. Selama Semester I 2015, impor bahan baku mengalami penurunan signifikan, sebesar 18,8% Menurut negara asal impor, impor dari negara mitra dagang utama Indonesia mengalami penurunan. Selama Januari- Juni 2015, penurunan tertinggi berasal dari Singapura (turun 18,13%), Jepang (turun 17,12%), dan Thailand (turun 16,24%) (Grafik 5). Produk impor dari Singapura yang mengalami penurunan signifikan selama periode tersebut antara lain Bahan Kimia Organik (42,25%), Besi dan Baja (37,11%), dan Mesin-mesin / Pesawat Mekanik (27,41%). Penurunan impor dari Jepang yang cukup signifikan selama Januari-Juni 2015 terutama dipicu oleh drastisnya penurunan impor kendaraan Bermotor "in ckd" dan komponennya yang mencapai 61,48%. Selain itu, barang impor asal Jepang lainnya yang juga mengalami penurunan signifikan antara lain: Mesin- mesin / Pesawat Mekanik (turun 23,02%), Agustus 2015 Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP) Tabel 1. Kinerja Ekspor Indonesia Tabel 2. Kenaikan Ekspor Non Migas Terbesar Berdasarkan Negara Tujuan: Januari-Juni 2015 23,1%). Penurunan signifikan sebesar 9,8% juga dialami oleh ekspor sektor pertambangan, terutama pada komoditi timah dan batubara yang turun masing-masing sebesar 26,5% dan 21,7% (YoY). Di sisi lain, ekspor sektor pertanian masih mengalami peningkatan sebesar 1,3% di mana kenaikan tertinggi terjadi pada Kopi, Teh, dan Rempah-rempah (23,5%); dan buah- buahan (22,5%). (Grafik 1) Impor non migas dari negara mitra dagang turun signifikan Grafik 4. Impor Indonesia Berdasarkan Golongan Penggunaan Barang Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP) Grafik 2. Kinerja Impor Migas Indonesia Grafik 3. Neraca Perdagangan Indonesia Grafik 1. Ekspor Berdasarkan Sektor Juni '15 Jan-Jun '14 Jan-Jun '15 Juni '15 (MoM) Juni '15 (YoY) Jan-Jun '15 (YoY) Total 13,440.7 88,824.5 78,286.6 5.91 -12.78 -11.86 Migas 1,456.1 15,685.1 9,985.8 6.26 -47.73 -36.34 Minyak Mentah 573.5 4,642.3 3,414.7 11.36 -42.83 -26.44 Hasil Minyak 158.0 1,938.6 1,118.3 6.83 -50.52 -42.31 Gas 724.6 9,104.2 5,452.8 2.43 -50.49 -40.11 Nonmigas 11,984.6 73,139.4 68,300.8 5.87 -5.06 -6.62 Uraian Nilai Ekspor (USD Juta) Growth (%) 2.7 59.1 11.4 15.7 2.7 55.3 10.3 10.0 Pertanian Industri Pertambangan Migas Ekspor Menurut Sektor (USD Miliar) Jan-Jun 2015 Jan-Jun 2014 2.6 4.5 -27.1 -3.9 1.3 -6.4 -9.8 -36.3 Pertumbuhan yoy (%) Pertanian 3.4% Industri 70.7% Pertambangan 13.1% Migas 12.8% Struktur Ekspor Menurut Sektor Jan-Jun 2015 NEGARA ∆ USD JUTA GROWTH (%, YoY) INDIA 720.0 12.7 SWITZERLAND 705.5 1,573.3 SAUDI ARABIA 213.3 23.5 EGYPT 109.3 18.4 VIET NAM 85.9 7.9 TANZANIA, UNITED REP. OF 77.2 135.6 MALAYSIA 76.2 2.4 MOZAMBIQUE 38.1 100.9 ALGERIA 33.2 41.8 SRI LANKA 30.5 19.2 -0.4 0.8 0.7 -2.0 0.1 -0.3 0.0 -0.3 -0.3 0.0 -0.4 0.2 0.6 0.7 1.0 0.5 1.1 0.5 (2.5) (2.0) (1.5) (1.0) (0.5) - 0.5 1.0 1.5 2.0 2.5 Jan '14 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan '15 Feb Mar Apr Mei Jun USD Miliar Non Migas Migas Total 6.9 13.3 1.6 4.2 7.8 1.0 Minyak Mentah Hasil Minyak Gas Impor Migas Indonesia (USD Miliar) Januari-Juni 2015 Januari-Juni 2014 -39.0 -41.1 -33.4 Minyak Mentah Hasil Minyak Gas Growth Jan-Jun 2015 YoY (%) Neraca perdagangan bulan Juni 2015 mencatat surplus sebesar USD 477,0 juta, lebih baik dibanding surplus bulan sebelumnya yang defisit sebesar USD 288,3 juta. Secara kumulatif, neraca perdagangan selama Semester I 2015 mengalami surplus USD 4,4 miliar. Perolehan surplus neraca perdagangan selama tahun 2015 ini ditopang oleh peningkatan surplus perdagangan non migas dan defisit migas yang semakin kecil. Surplus neraca perdagangan non migas selama Semester I 2015 mencapai USD 7,5 miliar, sedangkan neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar USD 3,1 miliar. (Grafik 3) Selama Semester I 2015, impor tetap didominasi oleh Bahan Baku/Penolong (75,6%) yang nilainya mengalami penurunan sebesar 18,8% (YoY). Barang-barang yang tergolong Bahan baku/penolong yang impornya turun signifikan antara lain: ethylene (50,0%), Kedelai (45,9%), dan gula (38,9%). Belum membaiknya permintaan global dan menurunnya konsumsi domestik menyebabkan industri manufaktur di dalam negeri yang bahan bakunya sebagian besar berasal dari impor mengurangi produksinya, yang selanjutnya berdampak pada pengurangan impor bahan baku/penolong tersebut. Di sisi lain, impor Barang Modal, yang pangsanya mencapai 17,2% dari total impor, juga mengalami penurunan sebesar 15,0% (YoY) selama Semester I 2015. Adapun Barang modal yang mengalami penurunan impor secara signifikan antara lain: ekskavator (72,6%), kendaraan (71,4%), jagung (59,2%), dan telepon seluler (31,7%). Pangsa impor Barang Konsumsi naik menjadi 7,3% dari total impor, namun mengalami penurunan sebesar 13,8% (YoY). Barang konsumsi yang impornya turun signifikan antara lain: motor car (61,7%), susu dan krim (49,7%), dan krimer non susu (36,6%). (Grafik 4) Barang Konsumsi 7.3% Bahan Baku/ Penolong 75.6% Barang Modal 17.1% Jan-Jun 2015 Barang Konsumsi 7.0% Bahan Baku/ Penolong 76.5% Barang Modal 16.7% Jan-Jun 2014 5.4 55.9 12.6 6.3 68.8 14.9 Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Nilai (USD Miliar) Jan-Jun 2015 Jan-Jun 2014 -13.8 -18.8 -15.0 -2.2 -4.6 -6.3 Pertumbuhan (%, YoY) 15.16 8.66 5.14 4.96 4.33 3.97 2.99 2.64 2.12 1.86 14.71 7.18 4.21 4.15 3.98 3.39 2.60 2.52 1.82 1.72 TIONGKOK JAPAN SINGAPORE THAILAND UNITED STATES KOREA, REPUBLIC OF MALAYSIA AUSTRALIA GERMANY, FED. REP. OF TAIWAN Nilai Impor Non Migas (USD Miliar) Jan-Jun 2014 Jan-Jun 2015 -3.02 -17.12 -18.13 -16.24 -8.16 -14.67 -13.11 -4.35 -13.98 -7.75 Growth (y-o-y, %) Karet dan Barang dari Karet (turun 19,24%), Benda-benda dari Besi dan Baja (turun 13,95%), dan Besi dan Baja (13,37%). Sementara itu, produk impor dari Thailand yang mengalami penurunan signifikan selama periode tersebut antara lain Gula dan Kembang Gula (48,64%), Mesin-mesin / Pesawat Mekanik (27,93%), Kendaraan dan Bagiannya (20,89%), dan Plastik dan Barang dari Plastik (20,10%). Grafik 5. Impor Non Migas Indonesia Berdasarkan Negara Asal Impor

Kondisi Perekonomian Global Menekan Kinerja Ekspor ...bppp.kemendag.go.id/media_content/2017/08/NL_Agustus_2015_Indo_OK.pdf · Kondisi Perekonomian Global Menekan Kinerja Ekspor Semester

  • Author
    lehuong

  • View
    224

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Kondisi Perekonomian Global Menekan Kinerja Ekspor...

Kondisi Perekonomian Global Menekan Kinerja Ekspor Semester I 2015

Jakarta, 1 Agustus 2015 Selama tahun 2015 ini, permintaan pasar impor

negara-negara tujuan ekspor utama Indonesia belum memperlihatkan

kondisi yang membaik. Antara lain, permintaan pasar impor Jepang

mengalami penurunan sebesar 21,2% selama Januari-Mei 2015.

Sementara itu, pasar impor RRT, Amerika Serikat, dan

Singapura juga mengalami penurunan masing-masing

21,0%, 3,6%, dan 21,9%. Kondisi tersebut masih menekan

kinerja ekspor Indonesia selama Semester I 2015. Selama

periode tersebut, ekspor Indonesia mencapai USD 78,3

miliar, mengalami penurunan sebesar 11,9% bila

dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu (YoY).

Ekspor migas dan non migas Indonesia juga mengalami

pelemahan. Pada Semester I 2015, ekspor migas Indonesia

mencapai USD 10,0 miliar, turun 36,3%, sedangkan ekspor

non migas turun 6,6% menjadi sebesar USD 68,3 miliar pada

Semester I 2015. (Tabel 1)

Selama Semester I 2015,

ekspor sektor industri yang

m e r u p a ka n s e kto r ya n g

mendominasi ekspor non

migas Indonesia mengalami

penurunan sebesar 6,4%

(YoY) . Beberapa produk

ekspor non migas sektor

industri yang turun signifikan

antara la in bahan k imia

o r g a n i k ( t u r u n 3 5 , 8 % ) ,

berbagai produk kimia (turun

35,0%), benda-benda dari besi

dan baja (turun 23,3%), dan

barang dari karet (turun

Meskipun demikian, ekspor non migas sepanjang Semester I 2015 ke

beberapa negara mitra dagang masih menunjukkan peningkatan

signifikan, seperti Swiss, Tanzania, Mozambik, Algeria, Mesir, India,

Malaysia, dan Arab Saudi. Ekspor non migas ke Swiss tumbuh signifikan

lebih dari 1.500% sedangkan ekspor ke Tanzania naik sebesar 135,6%;

Algeria 41,8%; Arab Saudi naik sebesar 23,5%; India naik sebesar 12,7%;

Mozambik naik 100,9%, dan Malaysia naik 2,4%. Bijih, kerak, dan abu

logam; Perhiasan serta Besi dan Baja adalah beberapa produk yang

menopang peningkatan ekspor non migas Indonesia ke India. Sementara

itu, beberapa produk ekspor Indonesia yang naik signifikan ke pasar

Malaysia adalah CPO, Tembaga serta Ikan dan Udang. (Tabel 2)

Penurunan Impor Memperbaiki Surplus Perdagangan Semester I 2015

Permintaan impor minyak selama Semester I 2015 berhasil ditekan,

sehingga dapat memperbaiki surplus neraca perdagangan. Total

impor selama periode tersebut mencapai USD 73,9 miliar atau

mengalami penurunan 17,8% dibanding Semester I tahun lalu.

Penurunan impor ini dipicu oleh rendahnya permintaan impor

minyak, baik mentah maupun olahannya, yang impornya masing-

masing turun 39,0% dan 41,1% serta turunnya permintaan gas

sebesar 33,4% (Grafik 2). Permintaan impor migas yang dapat

ditekan selama semester I 2015 tersebut membuat surplus neraca

perdagangan semakin membaik.

Selama Semester I 2015, impor bahan baku mengalami penurunan signifikan, sebesar 18,8%

Menurut negara asal impor, impor dari

negara mitra dagang utama Indonesia

mengalami penurunan. Selama Januari-

Juni 2015, penurunan tertinggi berasal dari

Singapura (turun 18,13%), Jepang (turun

17,12%), dan Thailand (turun 16,24%)

(Grafik 5). Produk impor dari Singapura

yang mengalami penurunan signifikan

selama periode tersebut antara lain Bahan

Kimia Organik (42,25%), Besi dan Baja

(37,11%), dan Mesin-mesin / Pesawat

Mekanik (27,41%). Penurunan impor dari

Jepang yang cukup signifikan selama

Januari-Juni 2015 terutama dipicu oleh

drastisnya penurunan impor kendaraan

Bermotor "in ckd" dan komponennya yang

mencapai 61,48%. Selain itu, barang impor

asal Jepang lainnya yang juga mengalami

penurunan signifikan antara lain: Mesin-

mesin / Pesawat Mekanik (turun 23,02%),

Agustus 2015

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP)

Tabel 1. Kinerja Ekspor Indonesia

Tabel 2. Kenaikan Ekspor Non Migas Terbesar Berdasarkan Negara Tujuan: Januari-Juni 2015

23,1%). Penurunan signifikan sebesar 9,8% juga dialami oleh ekspor sektor pertambangan,

terutama pada komoditi timah dan batubara yang turun masing-masing sebesar 26,5% dan

21,7% (YoY). Di sisi lain, ekspor sektor pertanian masih mengalami peningkatan sebesar 1,3% di

mana kenaikan tertinggi terjadi pada Kopi, Teh, dan Rempah-rempah (23,5%); dan buah-

buahan (22,5%). (Grafik 1)

Impor non migas dari negara mitra dagang turun signifikan

Grafik 4. Impor Indonesia Berdasarkan Golongan Penggunaan Barang

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BP2KP)

Grafik 2. Kinerja Impor Migas Indonesia

Grafik 3. Neraca Perdagangan Indonesia

Grafik 1. Ekspor Berdasarkan Sektor

Juni '15 Jan-Jun '14 Jan-Jun '15Juni '15

(MoM)

Juni '15

(YoY)

Jan-Jun

'15 (YoY)

Total 13,440.7

88,824.5

78,286.6

5.91

-12.78 -11.86

Migas 1,456.1

15,685.1

9,985.8

6.26

-47.73 -36.34

Minyak Mentah 573.5

4,642.3

3,414.7

11.36

-42.83 -26.44

Hasil Minyak 158.0

1,938.6

1,118.3

6.83

-50.52 -42.31

Gas 724.6 9,104.2 5,452.8 2.43 -50.49 -40.11

Nonmigas 11,984.6 73,139.4 68,300.8 5.87 -5.06 -6.62

Uraian

Nilai Ekspor (USD Juta) Growth (%)

2.7

59.1

11.4

15.7

2.7

55.3

10.3

10.0

Pertanian

Industri

Pertambangan

Migas

Ekspor Menurut Sektor(USD Miliar)

Jan-Jun 2015

Jan-Jun 2014

2.6

4.5

-27.1

-3.9

1.3

-6.4

-9.8

-36.3

Pertumbuhan yoy (%)

Pertanian3.4%

Industri70.7%

Pertambangan 13.1%

Migas12.8%

Struktur Ekspor Menurut SektorJan-Jun 2015

NEGARA USD

JUTA

GROWTH

(%, YoY)

INDIA 720.0

12.7

SWITZERLAND 705.5

1,573.3

SAUDI ARABIA 213.3

23.5

EGYPT 109.3

18.4

VIET NAM 85.9

7.9

TANZANIA, UNITED REP. OF 77.2

135.6

MALAYSIA 76.2

2.4

MOZAMBIQUE 38.1 100.9

ALGERIA 33.2 41.8

SRI LANKA 30.5 19.2

-0.4

0.80.7

-2.0

0.1-0.3

0.0-0.3 -0.3

0.0

-0.4

0.2

0.6 0.71.0

0.5

1.1

0.5

(2.5)

(2.0)

(1.5)

(1.0)

(0.5)

-

0.5

1.0

1.5

2.0

2.5

Jan '14 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan '15 Feb Mar Apr Mei Jun

USD Miliar

Non Migas Migas Total

6.9

13.3

1.6

4.2

7.8

1.0

Minyak Mentah

Hasil Minyak

Gas

Impor Migas Indonesia (USD Miliar)

Januari-Juni 2015

Januari-Juni 2014

-39.0

-41.1

-33.4

Minyak Mentah

Hasil Minyak

Gas

Growth Jan-Jun 2015 YoY (%)

Neraca perdagangan bulan Juni 2015 mencatat surplus sebesar USD

477,0 juta, lebih baik dibanding surplus bulan sebelumnya yang

defisit sebesar USD 288,3 juta. Secara kumulatif, neraca

perdagangan selama Semester I 2015 mengalami surplus USD 4,4

miliar. Perolehan surplus neraca perdagangan selama tahun 2015 ini

ditopang oleh peningkatan surplus perdagangan non migas dan

defisit migas yang semakin kecil. Surplus neraca perdagangan non

migas selama Semester I 2015 mencapai USD 7,5 miliar, sedangkan

neraca perdagangan migas mengalami defisit sebesar USD 3,1

miliar. (Grafik 3)

Selama Semester I 2015, impor tetap didominasi oleh Bahan

Baku/Penolong (75,6%) yang nilainya mengalami penurunan

sebesar 18,8% (YoY). Barang-barang yang tergolong Bahan

baku/penolong yang impornya turun signifikan antara lain:

ethylene (50,0%), Kedelai (45,9%), dan gula (38,9%). Belum

membaiknya permintaan global dan menurunnya konsumsi

domestik menyebabkan industri manufaktur di dalam negeri yang

bahan bakunya sebagian besar berasal dari impor mengurangi

produksinya, yang selanjutnya berdampak pada pengurangan

impor bahan baku/penolong tersebut.

Di sisi lain, impor Barang Modal, yang pangsanya mencapai 17,2% dari

total impor, juga mengalami penurunan sebesar 15,0% (YoY) selama

Semester I 2015. Adapun Barang modal yang mengalami penurunan

impor secara signifikan antara lain: ekskavator (72,6%), kendaraan

(71,4%), jagung (59,2%), dan telepon seluler (31,7%). Pangsa impor

Barang Konsumsi naik menjadi 7,3% dari total impor, namun

mengalami penurunan sebesar 13,8% (YoY). Barang konsumsi yang

impornya turun signifikan antara lain: motor car (61,7%), susu dan

krim (49,7%), dan krimer non susu (36,6%). (Grafik 4)

Barang Konsumsi

7.3%

Bahan Baku/

Penolong75.6%

Barang Modal17.1%

Jan-Jun 2015

Barang Konsumsi

7.0%

Bahan Baku/

Penolong76.5%

Barang Modal16.7%

Jan-Jun 2014

5.4

55.9

12.6

6.3

68.8

14.9

BarangKonsumsi

Bahan Baku/Penolong

Barang Modal

Nilai (USD Miliar)

Jan-Jun 2015

Jan-Jun 2014

-13.8

-18.8

-15.0

-2.2

-4.6

-6.3

Pertumbuhan (%, YoY)

15.16

8.66

5.14

4.96

4.33

3.97

2.99

2.64

2.12

1.86

14.71

7.18

4.21

4.15

3.98

3.39

2.60

2.52

1.82

1.72

TIONGKOK

JAPAN

SINGAPORE

THAILAND

UNITED STATES

KOREA, REPUBLIC OF

MALAYSIA

AUSTRALIA

GERMANY, FED. REP. OF

TAIWAN

Nilai Impor Non Migas (USD Miliar)

Jan-Jun 2014

Jan-Jun 2015

-3.02

-17.12

-18.13

-16.24

-8.16

-14.67

-13.11

-4.35

-13.98

-7.75

Growth (y-o-y, %)

Karet dan Barang dari Karet (turun 19,24%), Benda-benda dari Besi dan Baja (turun

13,95%), dan Besi dan Baja (13,37%). Sementara itu, produk impor dari Thailand yang

mengalami penurunan signifikan selama periode tersebut antara lain Gula dan

Kembang Gula (48,64%), Mesin-mesin / Pesawat Mekanik (27,93%), Kendaraan dan

Bagiannya (20,89%), dan Plastik dan Barang dari Plastik (20,10%).

Grafik 5. Impor Non Migas Indonesia Berdasarkan Negara Asal Impor

Page 1