41
KOMPLIKASI BAYI KOMPLIKASI BAYI BARU LAHIR BARU LAHIR BARU LAHIR BARU LAHIR Dewi Puspasari, S.Kep., Ners., M.Kep

Komplikasi Bayi Baru Lahir

Embed Size (px)

DESCRIPTION

bayi

Citation preview

  • KOMPLIKASI BAYI KOMPLIKASI BAYI BARU LAHIRBARU LAHIRBARU LAHIRBARU LAHIR

    Dewi Puspasari, S.Kep., Ners., M.Kep

  • Diskorasi kulit, mukosa membran, dan sklera

    oleh karena peningkatan kadar bilirubin dalam serum (> 2 mg/dL)

    Ikterus tampak pada bayi baru lahir bila kadar

    IKTERUS NEONATORUMIKTERUS NEONATORUM

    bayi baru lahir bila kadar bilirubin darah 5-7

    mg/dL

  • Bilirubin berasal dari pemecahan protein yang mengandung heme di sistem

    RE

    Bayi baru lahir memproduksi bilirubin 6-10 mg/kgBB/hari

  • METABOLISME

    Pengambilan bilirubin oleh

    sel hati

    KonjugasiTransportasi METABOLISME

    BILIRUBINKonjugasi

    Ekskresi

    Transportasi bilirubin

  • Timbul pada bayi cukup bulan

    Peningkatan bilirubin sampai 12 mg/dL pada hari ke-3, 4 atau 5

    Ikterusfisiologis

    Ikterus timbul dalam 24 jam

    Klasifikasi ikterusKlasifikasi ikterus

    Ikterus timbul dalam 24 jam pertama kehidupan

    Ikterus menetap setelah 8 hari pada bayi cukup bulan dengan ASI atau setelah 14 hari pada bayi kurang bulan

    Ikterus patologis

  • 1. Peningkatan beban bilirubin ke sel hati

    2. Defek pengambilan bilirubin dari plasma

    3. Defek konjungasi bilirubin menurunkan UDPG-T

    4. Defek ekskresi bilirubin

    Etiologi ikterus fisiologisEtiologi ikterus fisiologis

    5. Perfusi hepar yang tidak adekuat

    6. Meningkatnya sirkulasi enterohepatik

  • IsoimunisasiDefek eritrosit (G6PD)

    Ekstravasasi darah

    PolisitemiaDefisiensi piruvat

    Etiologi ikterus patologisEtiologi ikterus patologis

    Polisitemia piruvat kinase

  • Kramer 1

    Kepala dan leher

    (7,4 mg%)

    Kramer 2

    Dada sampai pusat

    (10,6 mg%)

    KADAR

    Kramer 3

    Pusat bagian bawah sampai lutut

    (14,1 mg%)

    Kramer 4

    Lutut sampai pergelangan kaki

    Bahu sampai pergelangan tangan (17,2 mg%)

    KADAR BILIRUBIN

  • Kern Icterus

    Sindroma neurologik karena menurunnya bilirubin indirek dalam sel otak

    Stadium 1

    Refleks moro jelek, hipotoni, letargi, vomitus, kejang

    Stadium 4

    Retardasi mental, tuli parsial/komplit, displasia dental

    KomplikasiKomplikasi

    Stadium 2

    Panas, rigiditas, mata cenderung deviasi keatas

    Stadium 3

    Spastisitas menurun

  • Berat badan (gr) Terapi

    < 1000 Fototerapi mulai 24 jam pertamaTransfusi ganti pada bilirubin 10-12 mg/dL

    1000-1500 Fototerapi pada kadar 7-9 mg/dlTransfusi ganti pada bilirubin 12-15 mg/dL

    1500-2000 Fototerapi pada kadar 10-12 mg/dlTransfusi ganti pada bilirubin 15-18 mg/dL

    2000-2500 Fototerapi pada kadar 13-15 mg/dl

    TerapiTerapi

    2000-2500 Fototerapi pada kadar 13-15 mg/dlTransfusi ganti pada bilirubin 18-20 mg/dL

    > 2500 dan bayi dalam keadaan

    sakit

    Fototerapi pada kadar 12-15 mg/dlTransfusi ganti pada bilirubin 18-20 mg/dL

  • Bronze baby

    syndromeDiare Dehidrasi

    Ruam kulit

    Komplikasi fototerapiKomplikasi fototerapi

  • Kelainan jantung

    Vaskular

    Gangguan elektrolitInfeksi

    Komplikasi Transfusi GantiKomplikasi Transfusi Ganti

    Koagulasi

  • Suatu keadaan hipoksia yang progresif, akumulasi CO2 dan asidosis

    Tanpa asfiksia (APGAR 8-10)

    Asfiksia ringan-sedang (APGAR 4-7)

    Asfiksia berat (APGAR 0-3)

    ASFIKSIA NEONATORUMASFIKSIA NEONATORUM

    Asfiksia berat (APGAR 0-3)

  • Asfiksia antepartum dan intrapartum

    Insufisiensi plasenta

    Asfiksia postpartum

    Akibat sekunder dari insufisiensi

    Etiologi Etiologi

    Akibat sekunder dari insufisiensi paru, jantung, pembuluh darah, dan neurologis

  • Hipoksia, edema, nekrosis serebral

    Perdarahan peri-

    intraventikuler

    Gagal

    KomplikasiKomplikasi

    Gagal ginjalGagal jantung

  • RESUSITASI

    Tujuan untuk memberikan ventilai yang

    adekuat, pemberian oksigen dan curah

    jantung yang cukup untuk menyalurkan

    oksigen ke otak, jantung, dan alat vital

    Terapi Terapi

    oksigen ke otak, jantung, dan alat vital

    lainnya

  • Menjaga suhu tubuh Pembebasan jalan nafas Posisi bayi Penghisapan lendir Pembebasan jalan nafas dari mekonium Rangsang taktil Pemberian oksigenVentilasi

    Langkah resusitasiLangkah resusitasi

    Ventilasi Pemijatan dada Medikasi

  • Bayi baru lahir Berat lahir

    kurang dari 2500 gram

    BERAT BADAN LAHIR RENDAH BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR)(BBLR)

    2500 gram

  • Berat lahir (BL)Berat badan bayi baru lahir yang dihitung sejak 0-24 jam setelah lahir

    Berat badan lahir sangat rendah (BBLSR)BBL dengan berat lahir kurang dari 1000-1500 gram

    Berat badan lahir amat sangat rendah (BBLASR)

    Definisi IstilahDefinisi Istilah

    Berat badan lahir amat sangat rendah (BBLASR)BBL dengan berat lahir kurang dari 1000 gram

  • Bayi Kurang Bulan (BKB)

    BBL dengan usia kehamilan < 37 minggu

    Bayi Imatur

    BBL dengan usia kehamilan < 28 minggu

    Bayi Cukup Bulan (BCB)

    BBL dengan usia kehamilan 37-40 minggu

    Bayi Lebih Bulan (BLB)

    Definisi IstilahDefinisi Istilah

    Bayi Lebih Bulan (BLB)

    BBL dengan usia kehamilan > 40 minggu

  • Status sosial ekonomi

    Riwayat BBLR

    Keadaan yang menyebabkan gangguan oksigenasi plasenta

    Lesi plasenta

    Infeksi virus

    Kehamilan multipel

    Etiologi Etiologi

    Kehamilan multipel

    Malformasi

  • Antepartum

    Intrapartum

    Postpartum

    Pengelolaan BBLRPengelolaan BBLR

  • Kehamilan dipertahankan sampai aterm

    Bila terjadi gawat janin, kehamilan ditunggu sampai usia kehamilan lewat 35 minggu (maturitas janin optimal)

    Bila terjadi gawat janin, dilakukan resusitasi intrauterin, kehamilan dicoba dipertahankan dengan pemberian tokolitik

    dan antibiotik yang aman

    Pengelolaan antepartumPengelolaan antepartum

    Bila kehamilan < 35 minggu dan tidak dapat dipertahankan, diberikan kortikosteroid dosis tunggal untuk pematangan paru

    janin

  • Pertahankan suhu tubuh optimal

    Pertahankan oksigenasi

    Memenuhi kebutuhan nutrisi

    Mencegah dan mengatasi infeksi

    Mengatasi hiperbilirubinemia

    Memenuhi kebutuhan psikologis

    Mencegah dan mengatasi timbulnya PDA

    Perawatan BBLRPerawatan BBLR

    Mencegah dan mengatasi timbulnya PDA

    Melibatkan orang tua dalam perawatan bayi

    Program imunisasi

  • Metode kangguruMetode kangguru

  • Suhu optimal BBL adalah 370C dengan rentang terendah 36,50C dan tertinggi 37,50C

    BBL mengalami cold stress bila suhu optimal turun sampai 36,40C- 360C

    Hipotermi sedang, bila suhu BBL antara 320C- 35,90C

    TERMOREGULASI: HIPOTERMIATERMOREGULASI: HIPOTERMIA

    320C- 35,90C

    Hipotermi berat, bila suhu BBL < 320C

  • Evaporasi Konduksi

    Radiasi Konveksi

    Proses kehilangan panasProses kehilangan panas

    Radiasi Konveksi

  • Reaksi Fisiologis

    Aktifitas menggigil

    Aktifitas saraf simpatis

    Aktifitas metabolisme lemak

    Reaksi Patologis

    Vasokontriksi paru, produksi surfaktan menurun

    Reaksi terhadap hipotermiReaksi terhadap hipotermi

    Oksigen dalam darah menurun

    Aktifitas anaerob meningkat

    Pemakaian kalori meningkat

    Bayi mengalami gagal tumbuh

  • Infeksi sitemik

    Gagal ginjal

    Apneu

    Perdarahan Perdarahan

    Komplikasi hipotermiKomplikasi hipotermi

    Perdarahan paru

    Perdarahan otak

  • Perawatan neonatal dengan rantai hangat (warm chain):

    Menyiapkan kamar bersalin yang hangat, bersih, dan aman

    Segera mengeringkan bayi setelah lahir Merawat bayi bersama ibunya ASI eksklusif

    Pencegahan hipotermiPencegahan hipotermi

    ASI eksklusif Menjaga bayi tetap hangat dan aman Support system

  • Terima kasihTerima kasih