of 57 /57
LAPORAN AKHIR PENELITIAN DOSEN PEMULA Strategi Marketing Politik Calon Independen Dalam Pemilihan Walikota Yogyakarta Tahun 2017 (Studi Kasus Pada Pasangan Calon Garin Nugroho Rommy Heryanto) Tahun ke-1 dari rencana 1 tahun Ketua / Anggota Tim : Kristina Andryani, S.Sos., M.Ikom (Ketua), NIDN. 0514018301 Arif Kusumawardhani, S.Sos.,M.A (Anggota), NIDN. 0524078601 Dibiayai Oleh : Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Sesuai dengan Kontrak Penelitian Tahun Anggaran 2017 Nomor : 118/SP2H/LT/DRPM/2017, tanggal 3 April 2017 FAKULTAS KOMUNIKASI & MULTIMEDIA UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA OKTOBER 2017 Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

LAPORAN AKHIR

PENELITIAN DOSEN PEMULA

Strategi Marketing Politik Calon Independen Dalam Pemilihan Walikota

Yogyakarta Tahun 2017

(Studi Kasus Pada Pasangan Calon Garin Nugroho – Rommy Heryanto)

Tahun ke-1 dari rencana 1 tahun

Ketua / Anggota Tim :

Kristina Andryani, S.Sos., M.Ikom (Ketua), NIDN. 0514018301

Arif Kusumawardhani, S.Sos.,M.A (Anggota), NIDN. 0524078601

Dibiayai Oleh :

Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat

Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan

Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi

Sesuai dengan Kontrak Penelitian Tahun Anggaran 2017

Nomor : 118/SP2H/LT/DRPM/2017, tanggal 3 April 2017

FAKULTAS KOMUNIKASI & MULTIMEDIA

UNIVERSITAS MERCU BUANA YOGYAKARTA

OKTOBER 2017

Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

Page 2: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

2

Page 3: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

3

RINGKASAN

Tujuan Jangka Pangjang

Melalui penelitian tentang strategi marketing politik yang dilakukan calon

dari partai politik ini, tujuan yang hendak dicapai adalah :

1. Memberikan edukasi politik pada masyarakat di Yogyakarta, secara khusus

terkait strategi marketing politik.

2. Memberi ruang pada setiap elemen masyarakat untuk terlibat dalam

pemilihan kepemimpinan publik melalui pemilihan Walikota Yogyakarta.

3. Merumuskan kebijakan dan program terkait marketing politik yang

bermartabat. Artinya tanpa money politic, konvoi dan sampah visual di ruang

publik.

Target Khusus

Target khusus yang hendak dicapai dalam penelitian ini, mengingat subyek risetnya

berubah karena perkembangan situasi politik Yogyakarta maka target khususnya

adalah :

1. Memahami dan mengkaji strategi marketing politik yang dilakukan oleh

pasangan Imam –Fadli dan Haryadi-Heroe

2. Memetakan dan mengembangkan strategi marketing politik yang dilakukan

tim sukses Imam –Fadli dan Haryadi-Heroe dalam proses kampanye Pilwali

DIY

3. Untuk mendorong berkembangnya calon pemimpin publik yang benar –

benar muncul dari grass root, sehingga diharapkan mampu mengakomodir

aspirasi, kebutuhan dan pembangunan masyarakat yang lebih humanis.

Metode yang dipakai dalam pencapaian tujuan

Dalam penelitian ini penulis menggunakan analisa studi yang dilakukan

dengan dua tahap yaitu:

1. Tahap Pertama dengan menggunakan pendekatan studi kasus, melalui metode

pengumpulan data wawancara mendalam pada tim sukses. Hasil wawancara

tersebut akan digunakan sebagai bahan analisis terhadap strategi marketing

politik dalam kerangka komunikasi politik pada para konstituen.

2. Tahap Kedua dari penelitian ini adalah membuat proyeksi strategi, metode

dan konsep marketik politik yang bisa dipakai oleh pasangan calon, yang

pada periode berikutnya akan mengikuti proses pemilihan, secara khusus di

Yogyakarta.

Rencana Kegiatan yang Diusulkan

Adapun rencana kerja yang diusulkan dalam penelitian ini adalah :

1. Mengajukan draft usulan pada pemerintah Kota Yogyakarta untuk

menyelenggarakan program pendidikan politik, bagi masyarakat di tingkat

RW. Secara khusus materi tentang strategi marketing politik yang

bermartabat, adil dan sesuai dengan kondisi sosial budaya Yogyakarta.

2. Merekomendasikan agar rumusan – rumusan hasil penelitian disosialisasikan

kepada masyarakat, serta diproyeksikan agar mampu menjadi model bagi

pencalonan melalui jalur partai ke depan.

3. Menyelenggarakan workshop pada calon pemilih pemula, tentang seluk-beluk

Pilwali DIY. Materi yang diberikan bisa meliputi komunikasi politik, strategi

marketing politik dan memahami aktor – aktor yang terlibat dalam Pilkada.

Page 4: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

4

PRAKATA

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas berkatnya yang telah

memberikan kelancaran dan berkat, atas terselenggaranya penelitian pada Semester

Genap T.A. 2016 / 2017 ini. Dalam prosesnya penelitian ini mengalami beberapa

penyesuaian, dari tema awal tentang kontestasi Pilwali Yogyakarta pada calon

independen yang diusung oleh JOINT (―Jogja Independet‖), berganti menjadi Pilwali

Yogyakarta pada pasangan Haryadi-Heroe dan Imam- Fadhli. Pergantian ini

dikarenakan kurangnya syarat pada pengajuan calon independen, yakni jumlah KTP

yang tidak memenuhi kriteria dari KPUD Yogyakarta.

Meskipun mengalami perubahan, tema awal terkait strategi marketing politik

tetap menjadi locus yang akan dikaji dan dianalisis. Perubahan hanya terjadi pada

subyek materiil, yakni pasangan calon walikota Yogyakarta. Ketika kami

mewawancara beberapa inisiator JOINT, mereka mengatakan bahwa ada beberapa

kendala di lapangan ketika pengumpulan KTP, masyarakat ada yang menaruh curiga

ketika mereka dihimbau untuk pengumpulan fotocopy KTP. Terlepas dari kendala

tersebut, inisiatif untuk menghadirkan calon independent dalam kontestasi Pilwali

Yogyakarta, menjadi pembelajaran politik tersendiri bagi masyarakat.

Pemilihan Walikota Yogyakarta beberapa waktu lalu sempat diwarnai oleh

ketegangan ketika ada salah satu pihak merasa dicurangi oleh hasi perolehan suara.

Kejadian ini sempat diserahkan pada Mahkamah Konstitusi (MK), sehingga proses

penetapan menunggu hasil keputusan MK. Selisih suara yang tidak signifikan

ternyata menjadi salah satu pemicu untuk dilakukan penghitungan ulang. Bagian

tersebut, nantinya juga akan menjadi catatan tersendiri dalam proses penelitian ini.

Akhirnya, kami mengucapakan terimakasih atas kepercayaan Dikti yang telah

memberikan dukungan pada Penelitian Dosen Pemula ini. Kami menyadari bahwa

masih banyak kekurangan dan kelemahan dalam proses penelitian pada semester

genap ini. Oleh karena itu, kami terbuka pada segala masukan, kritik dan usul yang

konstruktif, sebagai bagian dari proses pembelajaran dan refleksi kritis bagi proses

penelitian berikutnya.

Tim Peneliti

Page 5: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

5

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL …………………………………………………………… 1

LEMBAR PENGESAHAN……………………………………………………….. 2

RINGKASAN …………………………………………………………………… 3

PRAKATA …………………………………………………………………….. 4

DAFTAR ISI………………………………………………………………… 5

BAB 1 PENDAHULUAN.......................................................... 6

1.1. Latar Belakang Masalah................................... 8

1.2. Rumusan Masalah.............................................. 13

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA................................................ 14

2.1. Hasil dan Temuan Penelitian Terdahulu………………….. 12

2.2. Marketing Politik dalam Pilwali Yogyakarta…….. 16

BAB 3 TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN…………………. 18

BAB 4 METODE PENELITIAN.............................................. 19

4.1. Metode dan Desain Penelitian....................................... 19

4.2. Subyek dan Lokasi Penelitian....................................... 19

4.3. Tahapan dan Teknik Pengumpulan Data...................... 20

4.4. Analisa Data dan Penarikan Kesimpulan...................... 21

BAB 5 HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI........................ 23

5.1. Hasil Penelitian............................................................. 23

5.1.1. Penyajian data : Marketing Politik………………….. 25

5.1.2. Analisis Hasil Penelitian…………………………………. 28

5.2. Luaran yang Dicapai.................................................... 32

BAB 6 RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA……………………… 34

BAB 7 KESIMPULAN DAN SARAN…………………………………. 35

DAFTAR PUSTAKA............................................................................. 36

LAMPIRAN................................................................................ 38

Lampiran Surat Keterangan Penerimaan Artikel

Transkrip Wawancara Narasumber

Page 6: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

6

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

1.1.1. JOINT dan Perkembangan Politik Yogyakarta1

Jogja Independent merupakan salah satu gerakan yang diawali sekitar Maret

2016, untuk menyertai pemilihan walikota Yogyakarta. Dalam gerakan tersebut

mengusung calon independen yang akan mengikuti kontestasi Pilwali Yogyakarta.

Menurut salah satu penggagasnya, momen ini dijadikan wadah untuk warga bisa

terlibat dalam membangun demokrasi yang menyenangkan. Gerakan ini diinisiasi

oleh beberapa kalangan, dari berbagai latar belakang baik akademisi, budayawan, eks

anggota partai politik, komunitas periklanan (industri kreatif lain) dan pengusaha.

Kehadiran JOINT juga sebagai sarana berlatih warga untuk secara langsung terlibat

dalam proses pemilihan melalui jalur independen (baik mencalonkan maupun

dicalonkan oleh perorangan atau kelompok).

Kegelisahan dari beberapa orang ini atas kondisi Yogyakarta yang selama ini

diwakili oleh Partai dalam konteks Pilkada, menjadi daya gerak tersendiri. Mereka

berpikir daripada berkoar-koar di media sosial dan juga menghujat sistem yang ada,

lebih baik jika mereka berbuat sesuatu dan membangkitkan kesadaran masyarakat

bahwa pemilihan kepala daerah tidak melulu melalui sistem kepartaian. Calon yang

kemudian dipilih dalam sebuah partai politik disangsikan apakah telah melewati

proses demokrasi yang sehat. Kadang masyarakat tidak tahu bagaimana asal-

muasalnya seorang terpilih, karena biasanya melewati mekanisme yang tertutup di

partai. Kemudian melalui JOINT inilah, dibuka kran lebar bagi siapa yang akan

mendaftar sebagai calon walikota. Proses seleksi dan fit and proper test dilewati

dengan sepengetahuan publik, hingga akhirya diperoleh hasil konvensi yang

mengusung Garin Nugroho dan Rommy Heryanto.

Dalam perjalanannya, JOINT mengumpulkan relawan-relawan lain untuk

membantu mendukung gerak mereka selama kurang lebih satu tahun. Banyak elemen

mahasiswa yang kemudian membantu sebagai relawan. Mereka menyumbangkan

1 Data adalah olahan peneliti dari hasil wawancara dengan Yustina Neni , Koordinator JOINT, 23

Januari 2017 di Kedai Kebun

Page 7: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

7

seluruh sumber daya yang mereka miliki, baik materiil maupun moril untuk

mendukung kerja-kerja tim dalam mengusung pasangan independen tersebut. Selain

itu pedagang, pekerja kreatif dan masyarakat awam juga turut membantu di bagian

sekretariat maupun di lapangan. Beberapa bantuan yang diberikan seperti kebutuhan

alat-alat kantor, kaos, mesin fotocopy, kertas, dan hal-hal lain terkait yang diperlukan

selama momen Pilkada berlangsung. Dari keterlibatan tersebut terasa bahwa mereka

menginginkan perubahan dan suasana baru pada Pilwali Yogyakarta.

Dari beberapa penggagas JOINT berpendapat bahwa generasi muda perlu

belajar untuk rendah hati dan belajar menjadi pemimpin. Selama ini proses

pengkaderan di Partai tidak cukup transparan, sehingga publik tidak mengetahui

bagaimana proses terpilihnya calon-calon tersebut. Sistem partai juga memungkinkan

terjadi koalisi atau deal-deal politik untuk mengusung pasangan calon dalam sebuah

Pilkada/Pilwali. Salah satu mekanisme inilah yang mendorong munculnya gerakan

JOINT. Hingga akhir jadwal yang ditentukan oleh KPUD Kota Yogyakarta, ternyata

dukungan yang diperoleh melalui jalur independen ini dinyatakan tidak memenuhi

syarat, sehingga apa yang sudah diputuskan dalam konvensi JOINT tidak bisa

bergabung atau mendaftar dalam bursa pencalonan walikota Yogyakarta.

Dari salah satu informan2 yang menggalang para relawan menyatakan bahwa

masyarakat Yogyakarta masih sulit untuk menerima hal baru dalam proses Pilwali.

Hal penting dalam hal ini adalah terkait pengumpulan KTP. Dalam proses

penggalangan dan pengumpulannya, beberapa warga masih mempunyai persepsi

tentang ―politik elit‖, artinya mereka mengharapkan imbalan dari pemberian

dukungan itu. Nampaknya hal ini menjadi ―wajar‖, saat sebelum-sebelumnya partai

politik juga menawarkan ―balas jasa‖ ketika warga menyatakan dukungan mereka

pada calon yang diusung. Hal lain, adalah masih adanya keengganan atau bahkan

kecurigaan ketika akan memberikan dukungan berupa KTP, mereka menyangsikan

dan menganggap bahwa hal tersebut akan disalahgunakan. Beberapa juga masih

menanyakan perihal alasan dibalik pengumpulan fotocopy KTP mereka.

Di sisi lain, hal yang membuat pengumpulan dukungan masih kurang atau

belum memenuhi syarat KPUD, karena gerakan JOINT bersifat sukarela. Individu-

2 Koordinator Relawan, Lukas Ispandriarno, wawancara 27 Januari 2017, FISIP Atma Jaya

Yogyakarta

Page 8: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

8

individu yang bergabung di dalamnya mempunyai semangat dan militansi yang

berbeda. Secara materiil mereka perlu dana untuk mensupport gerak mereka, tetapi

selama ini yang terjadi, ketika ―label‖ relawan dilekatkan, maka yang dilakukan

adalah menyumbang dengan sukarela untuk mendukung gerakan mereka.

―Kesukarelaan‖ ini juga masih belum mampu menggerakkan roda JOINT ketika

konsistensi dan juga besaran materi tidak dapat kita abaikan begitu saja. Pada aspek

pasangan calon yang diusung, tingkat kepopuleran keduanya juga turut

mempengaruhi. Garin hanya dikenal di kalangan budayawan dan seniman, begitupun

Rommy yang dikenal di kalangan pegiat UMKM. Sisi kepemimpinan publik dan

track record dalam pemerintahan di Yogyakarata ternyata turut berpengaruh pada

dukungan warga. Meski kiprah Garin cukup banyak di nasional maupun

internasional, tetapi karya – karyanya tidak cukup untuk mempertebal kepercayaan

publik padanya.

Dari perjalanan JOINT itu, akhirnya berhenti pada kurun waktu kurang lebih

satu tahun karena tidak terpenuhinya dukungan berupa KTP. Seluruh hasil deklarasi

dan juga kesepakatan – kesepakatan yang dihasilkan oleh JOINT, dikembalikan

kepada publik melalui pernyataan dan publikasi melalui media massa sebagai bentuk

pertanggungjawaban mereka. Akhirnya, Pilwali Yogyakarta kembali pada sistem

kepartaian yang calon-calonnya sudah terbentuk dari hasil koalisi. Dua pasang calon

tersebut adalah Imam Priyono dan Haryadi Suyuti yang sebelumnya pernah menjabat

sebagai walikota dan wakil walikota. Akhirnya mereka ―pecah kongsi‖ dan memilih

pasangan masing- masing sesuai dengan kesepakatan dan rapat-rapat dari partai.

Imam Priyono, menggandeng Achmad Fadli, sedangkan Haryadi memilih Heru

Purwadi sebagai calon wakilnya. Keterpilihan pasangan tersebut juga melewati

beberapa proses setelah beberapa kandidat lain dinyatakan gugur oleh partai. Berkaca

dari perjalanan itulah, akhirnya kami memutuskan untuk mengalihkan penelitian

pada pasangan calon tersebut dalam kontestasi Pilwali Yogyakarta.

1.1.2. Imam-Fadli dan Haryadi-Heroe dalam Kontestasi Pilwali Yogyakarta

Proses demokrasi di Indonesia mulai bergeliat. Banyak orang berharap dari

perjalanan demokrasi, dimana proses ini akan mengurangi ketidakadilan, melindungi

ruang kebebasan dan mendorong partisipasi, representasi serta akuntabilitas publik.

Page 9: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

9

Tetapi, melalui perjalanan panjang sistem demokrasi di Indonesia dapat dilihat

bahwa prosesnya tidak cukup mulus. Pelbagai coreng – moreng masih saja mewarnai

kehidupan bangsa. Korupsi yang paling mencolok, karena Indonesia termasuk dalam

sepuluh besar negara paling korup di dunia (Firmanzah, 2012 : xxiv). Masyarakat

kecewa ketika menyaksikan dan mengalami bahwa demokrasi tidak menghasilkan

yang diharapkan. Kebanyakan negara demokrasi cenderung meminggirkan kelompok

minoritas yang pada dasarnya sudah dalam posisi rentan.

Representativitas yang menjadi suatu mekanisme demokrasi menuai

ketidakjelasan. Terkait dengan hal ini Przreworski menegaskan dua hal, pertama,

para politikus sebagai wakil rakyat itu sangat mungkin mempunyai tujuan,

kepentingan atau nilai tersendiri. Kedua, para politikus ini tentu ingin terpilih

kembali karena dengan jabatan itu mereka memperoleh keuntungan bagi kepentingan

mereka, tetapi sering tujuan mereka berbeda dengan kepentingan rakyat yang

diwakilinya. Motivasi seperti itu mendorong mereka melakukan sesuatu yang kadang

tidak mencerminkan aspirasi yang diwakilinya (Haryatmoko, 2014 : 101 – 102).

Maka di satu sisi, kredibilitas demokrasi pada tingkat tertentu bergantung pada

bagaimana berbagai lembaga bekerja, sehingga lingkungan politik akan lebih terbuka

dan warga bisa berpartisipasi aktif dalam proses demokrasi.

Melalui pendekatan institut, parlemen dan partai politik (parpol) merupakan

lembaga yang memasukkan peran penting dalam menghubungkan warga dan

pemerintah. Parpol sangatlah terkait dengan kekuasaan untuk membentuk dan

mengontrol kebijakan publik, serta menghubungkan lembaga – lembaga pemerintah

dengan kelompok masyarakat. Dia akan efektif ketika mampu mengumpulkan

kepentingan dan menempatkan kepentingan warga lokal pada konteks nasional.

Selain itu, parpol juga diharapkan independen dari pengaruh pemerintah. Hal ini

bertujuan agar parpol bisa mengkritisi setiap kebijakan dan tidak bergantung pada

pemerintah yang dikritisi (Firmanzah, 2008 : Kelly & Ashiagbor, 2011). Parpol juga

berperan sebagai organisasi yang terus melahirkan program politik, yang tidak hanya

diproduksi dan dikomunikasikan menjelang Pemilu. Tetapi perlu secara kontinyu

memperhatikan dan mengawal setiap perubahan dan perkembangan dalam

masyarakat.

Page 10: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

10

Fenomena peta politik di atas memicu dan membuka ruang bagi munculnya

jalur independen di beberapa daerah di Indonesia. Peristiwa yang masih hangat

terkait jalur independen ini adalah kontestasi pencalonan Gubernur DKI Jakarta

Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Kehadirannya didukung oleh militansi ―Teman

Ahok‖ sebagai salah satu bentuk wadah untuk menggalang partisipasi masyarakat.

Sementara itu di Yogya beberap waktu lalu sempat tercetus ―Jogja Independent‖

(JOINT) untuk mengusung calon di luar partai. Pemilukada merupakan bentuk

demokrasi lokal dan merupakan lompatan sejarah dalam politik lokal. Jabatan kepala

daerah secara umum, menggunakan dua jalur sesuai ketentuan Undang -Undang

Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Pertama, diajukan dari parpol

tertentu atau beberapa parpol yang berkoalisi. Kedua, melalui calon independen atau

perseorangan (Novita, 2014 : 60-61).

Melihat pada kondisi Yogya, setelah beberapa waktu berjalan ternyata

pasangan calon independen yang diusung oleh JOINT mengundurkan diri pada

pertengahan Juli, mengingat baru sanggup mengumpulkan empat ribu KTP3 dari

minimal 26.374 KTP yang disyaratkan oleh KPUD. Akhirnya pada 24 Oktober 2016,

KPUD menetapkan 2 pasang calon walikota yakni Imam Priyono - Achmad Fadhli

(nomor urut 1) dan Haryadi Suyuti-Heroe Poerwadi (nomor urut 2)4. Sebagaimana

diketahui Haryadi dan Imam adalah walikota dan wakil walikota periode

sebelumnya. Dalam kesempatan itu, kedua pasangan calon juga menandatangani

deklarasi Pemilukada berintegritas dan damai. Pengesahan kedua pasangan calon

tersebut sebagai calon walikota, semakin menguatkan bahwa peran partai politik

masih cukup penting dan signifikan dalam sebuah pemilihan di daerah.

Jika ditilik lebih jauh, partai – partai yang mendukung kedua pasang calon

tersebut, adalah partai yang sudah memiliki bargaining dan memiliki basis massa

masing – masing pada tingkat lokal. Calon Wali Kota Yogyakarta Imam Priyono dan

wakilnya Achmad Fadli disokong oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kota

Yogyakarta yang meraih 15 kursi dan Partai Nasdem sebanyak satu kursi.

Sedangkan, calon Wali Kota Haryadi Suyuti dan wakilnya Heroe Purwadi didukung

3 http://jogja.tribunnews.com/2016/08/10/pilkada-yogyakarta-tanpa-calon-independen?page=2 akses

17 Januari 2017 4 http://jogja.tribunnews.com/2016/10/24/sah-dua-pasang-balon-wali-kota-yogya-resmi-bertarung-di-

pilkada-2017 akses 17 Januari 2017

Page 11: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

11

Partai Amanat Nasional yang punya lima kursi, PKS empat kursi, Demokrat satu

kursi, dan Gerindra lima kursi5. Namun demikian, masih ada warga yang memiliki

hak pilih belum mengenal dengan baik calon mereka yang akan maju pada pemilihan

walikota Yogya.

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Atma Jaya Yogya6,

pada 21 Oktober hingga 2 November 2016, yang melibatkan 70 warga Kota Jogja

berusia 18-75 tahun dan 80 pemilih pemula (16-19 tahun) menunjukkan bahwa

sebagain besar responden tidak mengenal dan tidak tahu calon dalam pilwali.

Dikatakan, dari total responden yang diwawancarai, 35 orang di antaranya mengaku

tidak kenal Imam-Fadli. Lalu 51 responden lainnya tidak tahu Haryadi-Heroe.

Sementara di kalangan pemilih pemula, 53 responden menyatakan tidak tahu Imam-

Fadly dan 51 lainnya tidak kenal Haryadi-Heroe. Meskipun begitu, 57 persen

responden umum menyatakan akan menggunakan hak pilih di pilwali. Demikian pula

70 persen responden pemilih pemula.

Dari hasil tersebut, ada dua sudut pandang dari kedua pasangan calon7.

Menurut Fadhli, hal tersebut dikarenakan kurang gencarnya sosialisasi yang

dilakukan. Selain itu juga Karen janji – janji politik para calon sering tidak terpenuhi.

Sementara itu, Haryadi berpandangan bahwa ada warga yang tidak tertarik pada

Pilwali, karena beranggapan politik hanya berorientasi kekuasaan yang penuh intrik,

saling jegal dan ejek. Penelitian yang dilakukan pada awal masa kampanye tersebut

patut menjadi catatan bagi kedua calon. Mengingat di sisi lain pendidikan politik dan

juga animo warga Yogya atas sebuah proses pemilihan kepala daerah perlu untuk

dicermati dan digali lebih jauh. Yogya sebagai salah satu kota mutkultur, seharusnya

mampu menjadi pemicu sekaligus tantangan bagi para calon untuk meraih dukungan

penuh dari warga Yogya. Bagaimana melakukan pendekatan pada masyarakat

menjadi bagian yang substansial tidak hanya semata demi kemenangan, tetapi

5 https://m.tempo.co/read/news/2017/01/15/058836214/jakarta-ada-agus-yogya-ada-haryadi-hanya-

hadir-debat-kpud akses 17 Januari 2017 6 https://www.radarjogja.co.id/peserta-pilwali-belum-membumi/ akses 17 Januari 2017 7 https://www.radarjogja.co.id/peserta-pilwali-belum-membumi/ akses 17 Januari 2017

Page 12: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

12

mendapatkan kepercayaan publik untuk mengelola tata pemerintahan demi

melahirkan kebijakan serta implementasi yang populis.

Oleh karenanya penting untuk membaca dan memahami visi misi serta

program – program apa saja yang diusung oleh kedua pasang calon tersebut. Poin –

poin tersebut dikerangkai dalam sebuah konsep marketing politik dimana orientasi

kegiatan marketing politik tidak semata-mata pada bagaimana mereka

mempengaruhi khalayak untuk memilih dan ―mencoblos‖ sang kandidat, namun

lebih dari itu yang terpenting justru bagaimana masyarakat memiliki responsibilitas

yang tinggi terhadap kegiatan-kegiatan partai secara umum dan kandidat secara

khusus. Dengan demikian, pemasaran politik lebih mengedepankan aspek

pemahaman visi, misi dan program partai dalam jangka panjang agar dibenak

khalayak timbul kesadaran, pemahaman, pengetahuan, dan perilaku yang positif

terhadap citra partai secara umum. Dalam konteks ini, memang bisa dikatakan

kampanye politik merupakan salah satu bagian terkecil dari marketing politik secara

keseluruhan (Prasetyo & Saleh :2).

Dua pasangan calon yang tampil pada Pilwali kali ini adalah petahana

sekaligus wakil walikota yang ―pecah kongsi‖ dan memilih berpartner dengan orang

baru yang juga masih mempunyai pengalaman di birokrasi. Menarik untuk

mencermati bagaimana para pasangan yang saling memiliki rekam jejak di

pemerintahan bersaing untuk ―memperebutkan‖ suara dari konstituen mereka. Imam-

Fadhli berkomitmen ingin mewujudkan pendidikan dan kesehatan gratis bagi

masyarakat seyogyanya mampu menjadi magnet tersendiri bagi pemilih rasional

yang ada di Yogya. Sementara itu, Haryadi-Heroe, berkomitmen ingin merawat

kebhinekaan, memperbaiki kualitas pendidikan dan daya jangkau yang mudah dan

murah bagi masyarakat. Keduanya sama – sama memiliki janji yang berpihak pada

warga Yogyakarta.

Kedua janji politik dari kedua pasangan calon menarik untuk dicermati,

mengingat bagaimana keterlibatan dan rekam jejak mereka sebelumnya di dalam

birokrasi dan tata kelola pemerintahan. Bagaimana mengemumakakan gagasan dan

melakukan sosialisasi agar warga Yogya sadar akan program dan pembaharuan

mereka penting untuk dipahami, untuk memberikan edukasi dan partisipasi warga

atas kehidupan demokrasi di Yogyakarta. Proses kampanye yang dilakukan tentunya

Page 13: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

13

tidak hanya yang artifisial, tetapi bagaimana kedua pasangan ini beserta timnya

mampu memberikan kesadaran pada warga Yogya atas visi misi yang diusung serta

program – program yang telah direncanakan dalam pemerintahan ke depan.

Marketing politik bukanlah proses yang instan, tetapi bertolak pada optimalisasi

humas partai dan tim sukses kandidat yang dilakukan secara terus- menerus dan

sistematis serta berkelanjutan dalam memberikan pendidikan dan kesadaran politik

secara khusus pada warga Yogya.

Ketika era persaingan politik semakin terbuka dan transparan, persaingan

dalm memasarkan ide, figur, gagasan dan pencalonan diri juga tak terelakkan. Maka,

strategi-strategi marketing politik semakin diperlukan dengan meletakkan bahwa

pemilih adalah subyek, bukan objek manipulasi dan eksploitasi. Melalui pemikiran

tersebut, penelitian ini hendak mempelajari dan mengkaji bagaimana pendekatan dan

strategi marketing politik yang dilakukan Imam-Fadli dan Haryadi-Heroe untuk

merebut hati dan memperoleh simpati dari warga Yogyakarta. Mereka sudah terpilih

melalui konvensi partai, merupakan representasi aspirasi masyarakat Yogya. Di sisi

lain, perlu dipahami lebih dalam terkait konsep dan metode strategi marketing politik

untuk mensosialisasikan program – program Imam-Fadli dan Haryadi-Heroe yang

mampu meyakinkan publik atas harapan dan perjuangan masyarakat Yogya.

1.2. Rumusan Masalah

Bertolak dari data dan fakta di atas, penelitian ini mengerucut pada sebuah

rumusan masalah : Bagaimana strategi marketing politik Imam - Fadli dan

Haryadi-Heroe dalam pemilihan Walikota DIY Tahun 2017 ?. Dalam konteks ini

tentunya tanpa mengabaikan peran dari tim sukses, yang telah mendukung pasangan

calon tersebut dalam proses Pilwali DIY 2017. Batasan masalah dalam penelitian ini,

mengkaji strategi marketing politik yang digunakan, tanpa melihat secara khusus

karakteristik pemilih. Sebagai data pendukung, juga menggali data dari tim sukses

inti yang turut merencanakan strategi marketing politik Imam-Fadli (IF) dan

Haryadi-Heroe (HH).

Page 14: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

14

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Hasil dan Temuan Penelitian Terdahulu

Beberapa penelitian yang telah dilakukan terkait marketing politik, turut

memberikan spektrum baru dan pengayaan pada permasalahan yang diangkat.

Penelitian Andries Kango (2014) tentang ―Marketing Politik Dalam Komunikasi

Politik‖, melihat dominasi ekonomi semakin berperan penting dalam kancah

perpolitikan. Politik sudah menjadi suatu ―industri raksasa‖ yang butuh banyak

modal untuk investasi. Konsekuensi logis yang harus diterima dari semua itu adalah,

hanya beberapa individu dan kelompok yang mampu dan dapat bermain dalam

memenangkan transaksi demokrasi. Kesimpulan riset ini menyatakan, paradigma

marketing politik dalam komunikasi politik adalah seperangkat metode dari berbagai

aspek dalam pemasaran politik untuk mencapai tujuan politik.

Berikutnya penelitian dengan judul ―Perang Tema dan Psikologi Publik :

Analisis Strategi Komunikasi Pemasaran Politik Pilkada DKI Jakarta 2007‖. Riset

yang dilakukan oleh Bambang Sukma (2012) ini, menganalisis komunikasi

pemasaran politik yang dilakukan oleh Fauzi - Prijanto, dengan mengkaji anatomi

khalayak konsumen pemilih. Hasilnya menemukan bahwa pemilih Jakarta cenderung

lebih rasional. Hal ini kemungkinan karena akses informasi yang terbuka dan luas,

persaingan hidup yang kuat dan kesadaran hukum yang lebih baik membuat warga

metropolitan cenderung lebih berani dan kritis menyuarakan aspirasinya. Bambang

menyimpulkan, lambat-laun, konsiderasi-konsiderasi emosional dalam Pemilu akan

terkikis dengan semakin meningkatnya pendidikan, ekonomi dan perubahan zaman

yang mengarah pada digital dan cyber life ke depan.

Sebuah penelitian yang dilakukan Christiany Juditha (2014), dengan tema

―Political Marketing dan Media Sosial (Studi Political Marketing Capres RI 2014

melalui Facebook). Metode analisis isi kualitatif digunakan untuk mendapatkan

gambaran political marketing Capres Prabowo – Jokowi melalui facebook. Political

Marketing dikategorikan dalam empat hal, yakni terkait kebijakan, figur, partai dan

pencitraan. Kebijakan publik meliputi isu dan program kerja. Figur, termasuk di

dalamnya figure kandidat dan pendukung. Partai meliputi ideologi, struktur, visi –

Page 15: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

15

misi dari partai yang mencalonkan. Pencitraan (presentation) meliputi, medium

komunikasi atau kontak simbolis. Dari riset tersebut juga menyatakan bahwa

political marketing merupakan upaya untuk memberikan pendidikan politik dengan

menawrkan produk berkualitas sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Capres perlu

memahami dan cermat menawarkan dalam menawarkan produk kebijakan.

Masyarakat membutuhkan Capres yang mampu menyelesaikan persoalan negara,

bukan hanya sekedar retorika.

Penelitian tentang pasangan dari jalur independen, dikaji oleh Handayani,

Utomo dan Purwoko (2013). Riset mengangkat tema tentang ―Strategi Pemenangan

Faisal-Biem dalam Pemilukada Gubernur Provinsi DKI Jakarta 2012‖. Riset tersebut

menggunakan metode kualitatif deskriftif. Sedangkan, pengumpulan data dilakukan

dengan wawancara mendalam terhadap beberapa informan yang representatif dan

dokumentasi. Hasilnya menyimpulkan, strategi pemenangan Faisal-Biem

menggunakan inovasi-inovasi baru dalam berkampanye yaitu adanya saweran untuk

mengumpulkan dana, menggunakan media internet, membuat JELITA (Jejaring

Peduli Jakarata) yang bertugas mengumpulkan KTP. Selain itu terdapat faktor yang

mempengaruhi kekalahan pasangan tersebut yaitu, kurangnya popularitas Faisal-

Biem, serta tidak adanya basis massa yang terstruktur dan terorganisisr seperti partai

politik.

―Profil Kontestan Pilkada DKI 2012‖, adalah penelitian yang dilakukan oleh

Natalia, Tintri dan Widya (2013). Penelitian ini bertujuan melakukan analisis profil

kontestan Pilkada DKI dalam tiga tahap. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, riset

ini menjelaskan strategi pemasaran politik yang dapat digunakan oleh kandidat untuk

memenangkan pemilihan. Hasilnya menyimpulkan, para kontestan menggunakan

teori manajemen citra dalam kampanye untuk memperoleh reputasi yang bagus.

Selanjutnya Persaingan dalam politik dianalogikan dengani medan pertempuran yang

membutuhkan strategi dan manajemen krisis. Maka para pemasar menggunakan teori

militer dalam memperoleh dan mempertahankan pangsa pasar. para ahli guna

merumuskan strategi pemasaran politik dalam memetakan profil peserta Pilkada

maupun calon pemilihnya.

Page 16: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

16

2.2. Marketing Politik dalam Pemilihan Walikota Yogyakarta

Beberapa hasil riset terdahulu menunjukkan bahwa marketing politik

perlu dilihat secara komprehensif. Seperti yang dikemukakan Lees-Marshmant

(Firmanzah, 2012 : 198-199). Pertama, marketing politik lebih daripada sekedar

komunikasi politik. Kedua, marketing politik diaplikasikan dalam seluruh proses

dan organisasi partai politik. Tidak hanya kampanye politik, tapi sampai pada

tahap bagaimana memformulasikan produk politik melalui pembagunan simbol,

image, platform dan program yang ditawarkan. Ketiga, marketing politik

menggunakan konsep marketing secara luas, dari teknik publikasi, desain produk

sampai market intelligent dan pemrosesan informasi. Keempat, marketing politik

melibatkan banyak disiplin ilmu seperti sosiologi dan psikologi dalam

pembahasannya. Kelima, konsep marketing politik bisa diterapkan dalam berbagai

situasi politik, mulai dari pemilu sampai proses lobi di parlemen.

Penelitian sebelumnya menggunakan beberapa perspektif dan objek

(subyek) serta metode yang berbeda. Titik beda yang unik dari penelitian terkait

Pemilihan Walikota Yogya tahun 2017 ini adalah, adanya gerakan politik yang

sempat dibangun dan dibentuk secara mandiri oleh masyarakat dengan nama

―Jogja Independent‖ (JOINT). Calon pasangan jalur independen ini dipilih

berdasarkan hasil konvensi dalam penentuan kriteria calon, uji publik dan

pemilihan yang langsung dilakukan oleh para ketua RW, Ormas dan masyarakat.

Kemudian dalam proses dan perjalanannya, calon yang diusung JOINT tidak lagi

berpartisipasi dalam Pilwali karena kurangnya dukungan KTP. Sehingga hal

ini memberikan gambaran bahwa pencalonan melalui jalur partai masih

dianggap sebagai hal yang dapat membawa aspirasi masyarakat. Dalam

konteks ini kiranya perlu dipahami lebih jauh bagaimana strategi marketing

politik Imam- Fadhli dan Haryadi-Heroe yang digunakan untuk memperjuangkan

aspirasi dan dukungan dari warga Yogyakarta.

Dalam proses marketing politik, ada beragam pendekatan yang dipakai.

Salah satunya adalah Niffenneger, yang menyatakan bahwa karakteristik dan

konten marketing politik berbeda dengan marketing komersial. Dalam hal strategi

komunikasi politik, marketing mengajarkan bagaimana partai politik bisa

mendiferensiasikan produk dan image politiknya. Dengan begitu masyarakat luas

Page 17: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

17

akan dapat mengenali identitas masing – masing partai poliik dan kontestan

perorangan. Berikut bagan proses marketing politik yang digagas oleh

Niffenneger (Firmanzah, 2012 : 199)

Dari bagan tersebut dapat dicermati sebuah 4P bauran marketing. 4P dalam

dunia politik memiliki nuansa yang berbeda. Produk utama dari sebuah insitusi

politik adalah platform partai yang berisikan konsep, identitas, ideologi dan program

kerja sebuah institusi politik. Dalam hal promosi, pemilihan media perlu

dipertimbangan karena tidak semua media tepat untuk menjadi ajang promosi.

Promosi juga bisa dilakukan melalui debat TV, karena melaluinya publik bisa

melihat pertarungan program kerja dari masing – masing institusi politik. Pada sisi

harga psikologis, mngacu pada harga persepsi psikologis. Selain itu juga berusaha

meminimalisasi resiko dan meningkatkan harga produk politik lawan. Place,

berkaitan dengan cara hadir atau distribusi sebuah institusi politik dan

kemampuannya dalam berkomunikasi dengan pemilih atau calon pemilih.

Program Marketing

Produk - Platform Partai

- Masa lalu - Karakteristik

personal

Promosi - Advertising - Publikasi,

Event, Debat

Harga - Biaya Ekonomi

- Biaya psikologis - Efek image

nasional

―Place‖ - Program

marketing personal

- Program

volunteer

Lingkungan

Segemen Pemilih

Segmen 1 Isu Politik / Kesempatan

Segmen 2 Isu Politik /

Kesempatan Segmen 3 Isu Politik /

Kesempatan Segmen 4 Isu Politik /

Kesempatan Kandidat

Page 18: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

18

BAB 3

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

3.1. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan, untuk memahami dan mengkaji strategi marketing

politik Imam-Fadli dan Haryadi-Heroe dalam pemilihan Walikota DIY tahun 2017.

Selain itu juga untuk menganalisis strategi pendekatan marketing politik yang

dilakukan Imam-Fadli dan Haryadi-Heroe dalam menarik calon pemilih (konstituen),

tanpa melihat secara khusus karakteristik pemilih.

3.2. Manfaat Penelitian

3.2.1. Manfaat Akademis :

Kajian marketing politik termasuk kajian yang relatif baru dengan

menggabungkan disiplin ilmu marketing. Melalui penelitian ini diharapkan dapat

memberikan kontribusi positif bagi perkembangan kajian komunikasi politik secara

umum. Marketing politik dalam konteks Pilwali Yogyakarta, juga diharapkan

mampu memberikan landskap baru terkait strategi kampanye dan pendekatan calon

pemimpin daerah yang dilakukan kepada konstituen mereka. Di sisi lain, juga turut

mempekaya analisis tentang perkembangan partai politik hari ini ketika mereka

mensosialisasikan program serta visi misi mereka untuk pembangunan daerah.

3.2.2. Manfaat Praktis :

Bagi mahasiswa, penelitian marketing politik ini diharapkan mampu

menstimulus mereka untuk berkecimpung di dunia politik baik dalam proses

kaderisasi kepemimpinan maupun belajar dalam program-program yang terkait

kebijakan publik. Di sisi lain, bagi partai politik, riset ini diharapkan mampu menjadi

bahan evaluasi atas strategi marketing politik yang telah dan yang akan dilakukan

pada proses Pilwali berikutnya. Bagi masyarakat, memberikan edukasi terkait

strategi marketing partai politik dan calon pemimpin dalam mensosialisasikan

program mereka, serta visi misi yang ditujukan untuk kesejahteraan masyarakat.

Page 19: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

19

BAB 4

METODE PENELITIAN

4.1. Metode dan Desain Penelitian

Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan

melihat secara khusus pada kasus pemilihan Walikota Yogyakarta tahun 2017.

Metode studi kasus ini diterapkan untuk memberikan penekanan pada spesifikasi

dari unit – unit atau kasus yang diteliti, dengan melihat pada sifat unik dan

permasalahan yang menjadi fokus penelitian (Pawito, 2008 : 141). Secara umum

tidak semua peristiwa merupakan studi kasus. Studi kasus memiliki karakter yang

dinamis dan digunakan untuk meneliti gejala – gejala humaniora. Louis Smith

menyatakan bahwa kasus adalah ―sistem yang terbatas‖ (a bounded system), spesifik

dan perilku kasus memiliki pola, konsistensi dan spesifikasi yang menonjol (Denzin

& Lincoln, 2009 : 300).

Studi kasus berarti ―proses pengkajian kasus‖ sekaligus ―hasil dari proses

pengkajian‖ tersebut. Penelitian ini menggunakan salah satu jenis dari studi kasus

yakni intrinsic case study. Jenis ini ditempuh karena ingin memahami lebih dalam

dari kasus pencalonan jalur independen dalam pemilihan Walikota Yogyakarta.

Menurut Denzin & Lincoln (2009 : 301), jenis intrinsic case study bukan karena

kasus ini mewakili kasus – kasus yang lain, tapi lebih pada seluruh aspek kekhususan

dan kesederhanannya, kasus ini menarik minat. Peneliti sementara akan mengabaikan

rasa keingintahuannya agar kasusnya dapat memunculkan kisah uniknya sendiri. Jadi

metode ini diambil karena minat intrinsik pada pasangan Imam-Fadli dan Haryadi-

Heroe yang lahir dari hasil konvensi partai politik.

3.3. Subyek dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Yogyakarta, secara khusus di Sekretariat

masing – masing kedua pasangan calon sebagai tempat untuk menggali data dan

melakukan proses wawancara melalui wawancara mendalam. Sekeretariat Imam-

Fadhli bertempat di ―Rumah Aspirasi‖ Gondokusuman Yogyakarta. Sementara

sekretarian Haryadi-Heroe berada di ―Omah Putih‖ Jl. Brigjend Katamso,

Yogyakarta. Riset ini memilih di kedua sekretariat tersebut untuk mempermudah

Page 20: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

20

akses kepada narasumber utama tim sukses kedua pasang calon dan narasumber

pendukung, juga akses data berupa dokumentasi maupun data sekunder lain.

Tim sukses dari kedua pasang calon tersebut, kami mengambil informan

kunci untuk memberikan keterangan dan data-data terkait psangan calon :

1. Tim Pasangan Imam Priyono dan Achmad Fadli (nomor urut 1) :

a. Fokki Ardianto sebagai badan pemenangan pemilu

b. Danang Rudyatmoko sebagai ketua tim pemenangan

c. Sutaryo sebagai Ketua koordinator program kampanye

d. Dimas Wijtaksana sebagai tim media centre

2. Tim pasangan Haryadi Purnomo dan Heroe Poerwadi (nomor urut 2) :

a. John Keban sebagai wakil koalisi Partai Golkar

b. Sofyan sebagai ketua stering commite tim sukses

c. Rifki sebagai ketua koalisi Partai Amanat Nasional

d. Hartono sebagai badan pemenangan pemilu

Para narasumber tersebut menjadi informan utama dari masing- masing pasangan

calon yang akan memeberikan data dan keterangan terkait proses marketing politik

dalam Pilwali Yogyakarta 2017. Selain itu keterlibatan para informan tersebut cukup

intensif dan menjadi selayaknya motor penggerak dalam keseluruhan proses

kampanye Pilwali Yogyakarta 2017

3.3. Tahapan dan Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini untuk mengumpulkan data dan fakta yang

dibutuhkan, maka ada beberapa tahap dan teknik dalam pengumpulan data. Beberapa

tahapan dan teknik diuraikan sebagai berikut :

1. Observasi : pengamatan dilakukan untuk melacak secara sistematis dan

langsung gejala – gejala terkait strategi marketing politik yang dilakukan oleh

Imam-Fadhli dan Haryadi-Heroe. Seperti yang disarankan Weick dan Lindlof

(Pawito, 2008 : 111 – 113), ―sistematis‖ merujuk pada pengamatan yang terus

– menerus dalam waktu yang relatif lama. Peneliti membuat catatan - catatan

lapangan yang jelas selama pengamatan berlangsung. Peneliti juga

memberikan latarbelakang situasi sosial dan memberikan keterangan pada

subyek yang menjadi fokus penelitian sehingga dapat bekerja secara obyekif.

Page 21: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

21

2. Wawancara mendalam : Wawancara ini sebagai alat pengumpulan data

penting yang melibatkan subyek (pelaku, aktor) sehubungan dengan realitas

atau gejala yang dipilih untuk diteliti. Wawancara akan dilakukan dua kali.

Pertama, melakukan wawancara dengan tim sukses inti dari kedua pasangan

calon. Kedua, melakukan wawancaa kepada tim pendukung kedua pasangan

calon dalam proses kampanye

Metode wawancara mendalam lazim digunakan untuk melacak

berbagai gejala tertentu dari perspektif orang – orang yang terlibat. Pada

metode wawancara ini, pada umumnya menggunakan interview guide untuk

kepentingan wawancara yang lebih mendalam dan memfokuskan pada

persoalan yang menjadi pokok dan minat penelitian. Dengan demikian akan

mempermudah dalam sistematisasi data. Pedoman wawancara lebih berisi

pertanyaan secara garis besar tentang informasi yang ingin didapatkan dari

informan, yang nanti akan dikembangan dengan memperhatikan

perkembangan, konteks dan situasi wawancara (Pawito, 2008 : 132 – 133).

3. Dokumen : Dokumen diperlukan untuk mengungkapkan bagaimana subyek

mendefinisikan dirinya, lingkungan dan situasi yang dihadapinya pada suatu

waktu. Hal ini ditegaskan oleh Schatman dan Strauss, bahwa dokumen

historis penting dalam penelitian kualitatif karena kebanyakan situasi yang

dikaji mempunyai sejarah dan dokumen itu sering menjelaskan aspek situasi

tersebut (Moleong, 2013 : 195 – 196). Berkait dengan hal tersebut, penelitian

ini akan merujuk pada catatan perjalanan proses dukungan dan konvensi

partai yang mengusung Imam-Fadhli dan Haryadi-Heroe. Data tersebut akan

diperoleh melalui data dari media sosial masing – masing timses, leaflet

kampanye, surat keterangan, maupun pemberitaan di media massa. Dokumen

juga bisa berupa biografi dari pasangan Imam-Fadhli dan Haryadi-Heroe,

serta catatan kisah mereka hingga sampai pada pencalonan tersebut.

3.4. Analisis Data dan Penarikan Kesimpulan

Teknik analisis yang digunakan, menggunakan pemikiran Miles dan

Huberman yang disebut interactive model. Teknik ini pada dasarnya terdiri dari tiga

komponen (Pawito, 2008 : 104-106) :

Page 22: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

22

1. Reduksi data (data reduction) ; melibatkan langkah editing, pengelompokan

dan meringkas. Tahap selanjutnya, menyusun kode dan catatan mengenai

berbagai hal termasuk yang berkenaa dengan aktivitas dan proses dari

narasumber. Kemudian menyusun rancangan konsep, penjelasan berkenaan

dengan tema, pola dan kelompok data yang bersangkutan

2. Penyajian data (display data) : melibatkan langkah mengorganisasikan data,

menjalin kelompok data yang satu dengan yang lain, sehingga seluruh data

yang dianalisis, benar – benar dilibatkan dalam satu kesatuan. Data biasanya

beraneka ragam perspektif, sehingga membantu proses analisis. Dalam

hubungan ini, data yang tersaji akan dielaborasikn dengan teori – teori yang

digunakan.

3. Penarikan kesimpulan (drawing and verifying conclusion) : Peneliti pada

dasarnya akan mengimplementasikan prinsip induktif, dengan

mempertimbangkan pola data yang ada atau kecenderungan dari penyajian

data yang telah dibuat. Kesimpulan akan diambil ketika peneliti sudah

melakukan analisis terhadap seluruh data yang ada. Sehubungan dengan ini,

peneliti masih harus mengkonfirmasi, mempertajam atau merevisi

kesimpulan yang telah dibuat, untuk sampai pada kesimpulan final.

Page 23: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

23

BAB 5

HASIL DAN LUARAN YANG DICAPAI

5.1. Hasil yang Dicapai

5.1.1. Profil Pasangan Imam Priyono (IP) dan Achmad Fadli (AF)8

Dilihat dari bibit, Lahir dari keluarga sederhana di Kemetiran Kidul, IP

tumbuh menjadi orang yang juga bersahaja, bahkan karena tidak punya biaya, IP

sempat dibiayai Romo Mangun dalam melanjutkan studinya. Poin plusnya IP

mempunyai jiwa toleransi yang tinggi, mampu merangkum keberagaman, dan

memahami betul ragam permasalahan masyarakat. Sedang AF lahir dari keluarga

Kyai di Bangkalan, Madura, saudara sekandung AF ada yang menjadi Dosen,

Mantan Wakil Bupati Bangkalan, dan juga anggota DPR-RI.

Hanya berbicara dan berkata apa yang sedang atau sudah dilakukan. Selalu

berusaha menepati janji. Tegas, sedikit bicara, banyak bekerja. Tapi entah kenapa,

jarang terekspos media. Amanah dan berbobot, selama menjabat terbukti jauh dari

KKN, bahkan sejak awal menjabat, hak gaji IP selalu teralokasikan untuk membantu

kegiatan-kegiatan masyarakat. IP mengandalkan pemasukan dari usaha-usahanya

diluar Jogja sebagai sumber pemasukannya, tanpa memanfaatkan amanah jabatannya

sebagai Wakil Walikota. Sedang AF, memilih mewakafkan jiwa & raganya dengan

mengasuh Pondok Pesantren Miftahussalam di rumahnya.

Fathonah (Cerdas) dan Ber-Bobot, IP sejak muda selalu menonjol dalam

prestasi akademik, dimulai dari menjadi Asisten Dosen, hingga menjadi Dosen

sendiri, dan menempuh studi S2 di UGM sebelum diberi amanah Pak Herry

Zudianto. Untuk memajukan PDAM. IP juga mempunyai gelar Ak.(Akuntan) dan

C.A.(Chartered Accountant), yang jarang dipublikasikan. Ketika ditanya IP

menjawab: Tidak penting gelar yang penting istiqomah belajar. Dalam Sekolah

Partai beberapa waktu yang lalu IP masuk 10 siswa terbaik, dari lebih kurang 100

8https://www.facebook.com/search/top/?q=imam%20priyono%20achmad%20fadli&ref=eyJzaWQiOi

IwLjIwNzIwNTIwNTQ0MTkxNzQ1IiwicXMiOiJKVFZDSlRJeWFXMWhiU1V5TUhCeWFYbHZibThsT

WpCaFkyaHRZV1FsTWpCbVlXUnNhU1V5TWlVMVJBIiwiZ3YiOiJiZWUwOWY5M2ZhNzMyY2ZhN

TlhMWNiNmQ5ZjQ1MGQzODkyNDI0ZTQ5In0 akses 24 Januari 2017

Page 24: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

24

siswa Sekolah yang notabene hampir semua adalah Calon Kepala Daerah dari

seluruh Indonesia.

Sedangkan AF juga saat ini menjabat sebagai Penasihat ISNU DIY, Dan

Menwa Mahakarta DIY, Ketua PERCASI Kota Jogja, Ketua Kwarcab Pramuka Kota

Jogja,dan Ketua KAGAMA KotaJogja. Nasionalis danAgamis. Perpaduan yang ideal

dan sangat manis, mengingat Jogja sangat kaya dengan keberagaman latar belakang

masyarakatnya. Membuat saya haru biru membayangkan jaman perjuangan lahir

batin Soekarno dan Tokoh-Tokoh Agama, seperti KH Hasyim Asy'ari dan KH

Ahmad Dahlan dahulu. Al Fatihah. Cepat tanggap terhadap permasalahan mendasar

masyarakat, dari mulai membantu menyelesaikan kesulitan masyarakat dari hulu ke

hilir bidang Kesehatan, hingga membantu mengambilkan ijazah-ijazah yang tertahan

di Sekolah, dan berbagai permasalahan sosial lainnya. IP, jemput bola melalui

tenaga-tenaga teknisnya.

Problem Solver, dapat mengidentifikasi masalah, mengkoordinasikan dengan

pihak terkait dan mengambil langkah-langkah penyelesaian, terutama terhadap hal-

hal darurat(bencana alam). Walaupun IP dan AF menyadari, tidak semua

permasalahan bisa IP tangani karena sebagai Wakil Kepala Daerah, ada kewenangan

yang dibatasi. Tanpa Sekat Dengan Rakyat, baik IP maupun AF dikenal sangat dekat

dengan masyarakat, untuk IP, hobi "blusukan" yang sudah menjadi agenda wajibnya

sejak lama. Begitu pula dengan AF, bahkan ketika AF dipromosikan menjadi Asek 1

karena dinilai berprestasi memajukan pasar ketika menjabat sbg Kepala Dinas Pasar,

para pedagang pasar ikut "nguntapke" dengan berjalan kaki dari pasar-pasar sampai

ke Balai Kota.

Minim Koalisi Partai, Memilih Koalisi Rakyat. Ketika ada deal politik yang

dirumuskan dengan begitu banyak partai, yang juga otomatis akan banyak

kepentingan. Alih-alih mengambil wakil dari partai sebagai penguat dukungan

politik, IP malah "nggandeng" orang yg piawai di birokrasi sebagai pendampingnya.

Secara logika, niatnya berarti memajukan memajukan kinerja pemerintah kota, yang

pada akhirnya akan lebih mensejahterakan masyarakat Jogja. Duet Imam dan Fadli

ini diprediksi mampu menjalankan roda pemerintahan dengan baik, karena keduanya

memiliki track record dan berproses cukup lama di Pemerintahan.

Page 25: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

25

5.1.2. Profil Haryadi Suyuti dan Heroe Poerwadi

Haryadi Suyuti lahir di Yogyakarta pada 09 Februari 1964. Ia adalah anak

pertama dari pasangan Dr. HC. H. Zarkowi Soejoeti dan Hj. Yayah Maskiyah.

Ayahnya pernah menjadi Rektor IAIN Walisongo Semarang, Sekretaris Jenderal

Departemen Agama Republik Indonesia, Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Arab

Saudi, Duta Besar Indonesia untuk Republik Arab Suriah, dan juga aktif pada

organisasi Muhammadiyah (antara lain Ketua Muhammadiyah Daerah Serang tahun

1965 - 1969) dan Ketua Dewan Pengawas Baitul Mal PP Muhammadiyah Tahun

1996-1997).

Sedangkan ibunya pernah menjadi DPRD Provinsi Jawa Tengah.

Haryadi Suyuti menikah dengan Hj. Tri Kirana Muslidatun, S.Psi yang banyak aktif

di berbagai kegiatan social. Saat ini dikaruniai 2 orang anak, Karina Arifiani anak

pertamanya kuliah di Fak. Kedokteran UGM dan anak kedua Kartika Zahra Salsabila

bersekolah di SD Muh. Sapen Yogyakarta. Sedangkan Heroe Poerwadi adalah

politikus senior PAN di Kota Yogya (Ketua DPP PAN Kota Yogya). Ia pernah

menjadi staf ahli wali kota Hery Zudianto dan pernah menjabat sebagai direktur

AKINDO. Pasangan calon ini didukung oleh empat partai dengan total 15 kursi

DPRD Kota Yogyakarta. Partai tersebut adalah Demokrat, Gerindra, Golkar, PKS

dan PAN.

Haryadi- Heroe beserta koalisi partai tersebut, mengusung visi meneguhkan

kota Yogyakarta sebagai kota nyaman huni dan pusat pelayanan jasa yang berdaya

saing kuat untuk keberdayaan masyarakat dengan berpijak pada nilai keistimewaan.

Beberapa misi yang diusung adalah meningkatkan kesejahteraan dan daya saing kota,

memperkuat ekonomi kerakyatan, memperkuat moral, memperkuat tata kota,

meningkatkan kualitas pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya. Membangun sarana

dan prasarana publik dan pemukiman. Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang

baik dan bersih.

5.1.3. Penyajian Data : Proses Marketing Politik.

Data awal diperoleh dari tim sukses pasangan nomor urut satu, yakni Imam

Priyono dan Achmad Fadli. Salah satu yang diwawancara adalah Pak Sutaryo,

anggota tim sukses yang berperan sebagai koordinator program kampanye. Beberapa

Page 26: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

26

hal yang disampaikan terkait proses kampanye, Imam- Fadli mengusung kampanye

damai, nyaman bagi masyarakat dan pengguna jalan. Cara paslon berkampanye

adalah dengan menangkap aspirasi dari bawah.

“mereka melakukan sambang kampung dengan warga masyarakat sekitar. Ada

inisiatif dari komunitas untuk mengundang, diantaranya Posyandu dan PKK yang

terdiri dari 44 kelompok” (Sutaryo, 17 Februari 2017, DPC PDIP)

Konten dalam proses kampanye yang menjadi keunggulan pasangan ini adalah Kartu

Jogja Cerdas yang diberikan berkait dengan keinginan untuk menyetarakan

penduduk. Mereka ingin agar semua anak memperoleh biaya untuk sekolah, tidak

ada lagi istilah SD favorit atau embel-embel favorit lain agar semua orang bisa

mengakses sekolah tersebut. Dengan dihilangkannya sekolah favorit maka akan

membuka peluang bagi siapa saja, arinya masing-masing sekolah adalah sekolah

favorit di kampungnya.

Program unggulan berikutnya ketika kampanye adalah Kartu Jogja Sehat,

karena masih ada delapan ribu masyarakat di bawah standar kemiskinan. Nantinya

program ini akan bekerjasama dengan dinas kesehatan. Salah satu masalah yang akan

diselesaikan adalah terkait dengan moratorium hotel, akan ditata kembali

perijinannya. Persoalan tata kota juga menjadi sorotan, salah satunya adalah

lingkungan hijau 32 km persegi. Mengadakan kampung free wifi supaya anak – anak

tidak keluyuran kemana-mana, junga sebagai sarana edukasi bagi mereka. Di sisi lain

juga peningkatan faktor ekonomi dengan memakai batik sebagai ―seragam‖

kampanye mereka.

Dilihat dari karakter personal, Imam adalah seorang pembuat keputusan dan

Fadli adalah tipe yang mengorganisir, dengan pengalaman menjabat di pemerintahan

dari tingkat yang paling rendah. Beberapa kampanye yang dilakukan adalah dengan

serangan udara, yakni melalui media sosial, media elektronik. Seragan darat dengan

media cetak dan sambang kampung. Pada sesi debat di media sedikit banyak

memberikan pengaruh. Maka ada persiapan yang dilakukan untuk menghadapi debat

tersebut. Pada segmen masyarakat tertentu (LSM, akademisi, aktivis) yang belum

terpapar kampanye darat, bisa melihat gesture, fisik yang lebih ekstrem bisa

mengubah pilihan – pilihan dari audiens. Segmentasi pemiih pemula, merea

Page 27: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

27

membidik anak – anak dari kelompok pengajian dan relawan – relawan dari

komunitas.

Dari pasangan nomor urut dua, Haryadi- Heroe, dapat dilihat bahwa proses

kampanye yang dilakukan dengan melakukan temu warga dan dengan menggunakan

alat peraga kampanye. Berikut pernyataan dari ketua stering committee tim

pemenangan Haryadi Heroe :

―kampanye kalau dari, bentuk kampanye kan seperti yang ditentukan. Satu saja

yang kita gunakan adalah kampanye terbuka. kampanye dengan temu warga,

dialog, itu kan sudah kita lakukan. Banyak kunjungan, dialog, temu warga itu yang

banyak kita lakukan kemarin. Yang umum kemudian kita lakukan juga pemasangan

alat-alat peraga, alat kampanye dalam bentuk spanduk, baliho dan pamphlet.

Kemudian penyebaran leaflet. Jadi yang dilakukan sebenarnya ya standar ya

sesuai ketentuan. Jadi itu pamphlet, leaflet, sosialisasi kemudian baliho. banyak

juga kita lakukan temu warga, dialog”. (Sofyan, ketua SC, 17 Maret 2017, Omah

Putih).

Menurut Sofyan, dalam temu warga tersebut tidak hanya proses dialog untuk

menampung aspirasi, permasalahan dan masukan dari warga. Tetapi juga

kegiatan rangkaian kegiatan yang lain, seperti senam, pemeriksaan kesehatan

menjadi rangkaian dari keseluruhan dialog tersebut.

Beberapa persoalan yang ditangkap dari warga, ketika tim Haryadi-

Heroe turun ke kecamatan adalah ada keluhan yang bersifat personal, lalu soal

tata ruang kota, berikutnya terkait pelayanan BPJS. Di sisi lain, aspek ekonomi

juga menjadi permasalahan yang mengemuka, diantaranya terkait dengan

peningkatan kesejahteraan, dan juga bagaimana para pelaku ekonomi industri

kecil mampu berdaya dan bersaing bersama industri lain di Yogya. Segala

problem yang ditangkap, dijadikan sebagai masukan dan pertimbangan, tim juga

melihat sejauh mana implementasi program yang akan dijalankan sesuai dengan

visi misi.

Sofyan menegaskan konsep program dan visi misi dalam pernyataan

berikut :

“Ya, jadi kami ingin mengemas, Yogya ini dikelola secara transparan ke depan ya

sebetulnya. Tapi itu kan terlalu elitis ya, dengan smart city itu kan tidak kurang

membumi ya, ini evaluasi buat kami. Jogja smart city itu, unggulan kami nantinya,

salah satunya. Bagaimana Jogja dikelola lebih secara transparan, efisien, efektif,

Page 28: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

28

semua bisa mengakses dengan mudah, pelayanan juga tidak pake ribet kan gitu”.

(Sofyan, ketua SC, 17 Maret 2017, Omah Putih).

Melihat pernyataan tersebut, secara gamblang disebutkan tentang konsep Yogya

sebagai smart city, hal ini sekaligus sebagai evaluasi ketika konsep ini pada

masa jabatan sebelumnya masih kurang membumi. Implementasi dari konsep ini

adalah terkait dengan bagaimana kota Yogya dikelola secara transparan, efektif

dan efisien. Konsep ini berbasis pada perkembangan teknologi, dimana semua

pelayanan terintegrasi dan online, sehingga bisa diakses dengan mudah tanpa

harus berbelit-belit. Pemerintah dalam hal ini dituntut untuk memahami fungsi

pelayanan publik dan meningkatkan proses pelayanan.

5.1.4. Analisis Hasil Penelitian

Strategi marketing politik pada kedua pasang calon tersebut, akan

dianalisis dengan menggunakan perspektif Niffenneger. Dua kandidat yang

bersaing dalam Pilwali Yogya, dilihat dengan menggunakan program marketing

mereka. Program tersebut akan dianalisis dari aspek produk, yang terdiri dari

platform partai, catatan tentang hal- hal yang dilakukan pada masa lalu dan

kemudian personal karakter dari masing – masing Paslon. Aspek kedua, melihat

pada strategi promosi mereka, yakni dari advertisingnya, publikasi, event

maupun debat yang dilakukan di televisi (TVRI Jogja). Aspek ketiga adalah

harga, yang dimaksud di sini adalah, biaya ekonomi dan biaya psikologis yang

dikelurkan selama kampanye, juga terkait dengan efek image nasional. Keempat,

“place” berkaitan dengan program marketing personal dan program volunteer.

1. Produk : Platform, Masa lalu dan Karakter paslon

Pada pasangan Imam – Fadhli, beberapa program yang menjadi unggulan

adalah : kartu Jogja Cerdas, yang dimaksud di sini, kartu tersebut sebagai sarana

menyetarakan pendidikan, tidak ada lagi sekolah favorit agar semua orang bisa

mengakses. Peluang bagi siapa saja. Sekolah – sekolah tersebut merupakan yang

favorit di kampungnya. Selain itu, mereka juga membawa Kartu Jogja Sehat,

pengadaan dan pelayanan kartu ini, akan bekerjasama dengan dinsos dan dinas

pendidikan. Mereka melihat bahwa delapan ribu ribu masyarakat masih di bawah

Page 29: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

29

standar, miskin. Pada sisi lingkungan, ada program unggulan lingkungan hijau seluas

32 km persegi. Tata ruang kota, mengupayakan hotel yang sudah berdiri ditata lagi.

Kampung free wifi, sebagai sarana edukasi dan agar warga (anak – anak) tidak

keluyuran kemana-mana.

Dari beberapa narsumber menyampaikan terkait kekuatan yang dimiliki oleh

keduanya, yakni : apa adanya, merakyat, sederhana, rasa sosial dan kepedulian

terhadap sesama. Imam seorang decision maker. Fadli, tipe yang mengorganisir,

pengalaman di pemerintahan berawal dari tingkat yang paling rendah. Terdorong

mencalonkan diri, secara alami, orang yang belum mendapatkan ingin mendapatkan

kekuasan. Cita – cita membangun kota, menyejahterakan. Menampilkan kader

dengan fit & proper test di DPP agar kepala daerah sesuai dengan visi misi

masyarakat. Imam ini orang yang meraih sukses bener-bener dari bawah, dari sejak

beliau sekolah merasakan kesulitan sekolah sampai lulus kuliah, berkarir dan lain

sebagainya. Itu dari kekuatan itu sendiri.

Sedangkan sosok Haryadi digambarkan sangat sederhana, tidak pencitraan,

bukan pencitraan ya. haryadi seorang yang bersih, bebas korupsi, simbol bebas

korupsi. hanya lepas apakah dari branding itu kesampaian ke masyarakat, nah itu

persoalan lain. Haryadi sosok yang bukan pencitraan. Bukan sosok yang memang

ingin memberikan pencitraan. Tapi ternyata satu sisi ini menjadi kelemahan untuk

tim ini. Ketika menampilkan itu sosok kesederhanaan, tidak butuh pencitraan. tapi di

dalam kampanye hal itu ternyata tidak selalu positif. Hal tersebut menjadi bahan

evaluasi.. Saat kampanye tim low profile, mengedepankan kampanye yang santun,

tidak melakukan black campaign dan menjatuhkan pasangan lain.

Program yang diunggulkan hampir sama, yakni terkait masalah pendidikan

dan kesehatan. Selain itu mereka mengusung ―Jogja Smart City‖. Mereka membuat

bagaimana fungsi dan proses pelayanan terintegrasi dengan pekembangan teknologi

informasi. Informasi bisa diakses dengan beberapa program aplikasi. Program-

program itu kemudian diadopsi di seluruh kegiatan, aktivitas di pemerintahan. Jadi

informasi apa saja tentang jogja, bagaimana pelayanan pemerintah kota yogya,

bagaimana proses, proses pelayanan itu sendiri, penganggaran, penggunaan

anggaran, semua bisa diakses, sampai di tingkat kabupaten. kemudian masalah

Page 30: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

30

administrasi kependudukan itu juga secara online juga, semua serba online, semua

aktivitas pemerintahan akan diarahkan supaya berbasis online.

2. Promosi : Publikasi, event dan Debat

Pada pasangan Imam – Fadhli, tim mereka membudayakan kampanye damai,

nyaman bagi pengguna jalan dan masyarakat. Menggunakan kampanye budaya, naik

odong- odong dan becak. Menangkap aspirasi dari bawah, menggunakan kegiatan

sambang kampung. Di beberapa kantong – kantong kegiatan, pengajian, PKK,

Posyandu. Kampanye di 415 titik RW. Setiap kampanye selalu membawa kartu Jogja

Cerdas dan Kartu Jogja Sehat. Mereka juga tidak memakai panggung rakyat, hanya

akustikan sebagai alat pengundang. Inisiatif mengundang dari warga. Dari segi

kostum, seragam batik motif Yogya sido asih dipilih sebagai bukti kesederhanaan,

sekaligus sebagai tindak lanjut kampanye budaya. Hal tersebut berpengruh ke

ekonomi, meningkatkan pendapatan pedagang batik. Kampanye melalui media –

mengangkat persoalan UMKM, masuk dipasar, mengundang media.

Publikasi yang dilakukan salah satunya melalui debat. Debat melalui media

dalam hal ini hanya sedikit memberi pengaruh. Tetapi pada segmen masyarakat

tertentu (LSM, akademisi, aktivis) yang belum terpapar kampanye darat, bisa melihat

gesture. Debat pertama, menghadirkan tim intern. Debat kedua, mendudukkan tokoh-

tokoh tertentu di dalam studio. Debat ketiga, mengundang dosen – dosen yang

berpengaruh di lingkungan keagamaan, NU, dan komunitas yang lain. Pengaruh

debat yang tidak terlalu signifikan beberapa diantaranya dikarenaan medianya

menggunakan televisi lokal serta jam tayang yang bukan pada waktu prime time.

Dari sisi tim pemenangan Haryadi-Heroe, bentuk kampanyenya seperti yang

ditentukan oleh KPU. Satu saja yang digunakan adalah kampanye terbuka. kampanye

dengan temu warga, dialog, itu kan sudah kita lakukan. Banyak kunjungan, dialog,

temu warga itu yang banyak dilakukan kemarin. Kemudian, mereka melakukan

pemasangan alat-alat peraga, alat kampanye dalam bentuk spanduk, baliho dan

pamphlet-leaflet. Selain itu merek juga melakukan temu warga dan dialog. Sebagai

petahana, timses Haryadi-Heroe juga mengcounter isu-isu negatif yang ada selama

pemerintahan Haryadi- Imam. Di sisi lain, mereka juga mensosialisasikan ratusan

Page 31: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

31

penghargaan yang diperoleh Haryadi selama menjabat. Hal ini untuk semakin

meyakinkan para calon pemilih mereka.

3. Biaya dan “Place”

Pasangan Imam-Fadhli mempunyai partai pengusung (hanya yang punya

perwakilan di DPRD, minimal 1 kursi). Partai pendukung mereka, Hanura, PKB,

tidak ada kontrak – kontrak politik. Pengeluaran terbesar di sambang kampung,

kebutuhan saksi (150 rb per orang). Hasil hitungan dikirim ke ranting- ranting, baru

ke call centre DPC PDIP. Mereka juga membuat satgas anti money politics. Selain itu

biaya diperoleh dari paslon dan sumbangan masyarakat. Menurut satu narasumber,

dananya hanya satu juta, untuk memfasilitasi kampung tersebut, jadi mereka

memberikan subsidi untuk melaksanakan kampanye itu. Inisiatif warga,

menyediakan bukan satu angkringan saja, mereka memasang tenda atau menyewa

kursi untuk kegiatan sambang kampung.

Penerimaan warga cukup besar, karena mereka melihat Walikota sebelumnya

yang banyak mendapat beberapa catatan soal Jogja Asat, Jogja Ora didol dan Jogja

tanam beton. kampanye melalui facebook, twitter, jumpa pers. Dari soal biaya, Kita

gotong-royong semuanya, jadi ada DPP nyumbang, yang pasangan calon nyumbang,

anggota sini juga nyumbang, nyumbangnya bukan dalam bentuk tunai, tapi

nyumbangnya dalam bentuk kegiatan, atau subsidi barang – barang untuk kebutuhan

kampanye, kursi, deklit, pertunjukkan untuk rakyat. Paslon Imam-Fadhli melaporkan

penggunaan dana selama kampanye 500 juta. Kegunaan, salah satunya untuk biaya

saksi. Adapula dana gotong-royong 150 ribu satu orang saksi, masing-masing TPS,

kita dua saksi. Jumlah total saksi kita itu 2072 kayaknya, sama buat membelikan

snack dan makan siang saksi.

Dana tersebut juga berasal dari partai di tingkat Kecamatan sama di Ranting

untuk menutupi atau memenuhi kebutuhan operasional, serta untuk menggerakkan

posko. Pada tingkat ranting itu mereka berinisiatif mengumpulkan koran-koran, jadi

mengumpulkan di kampungnya masing-masing untuk di jual sehingga hasilnya juga

bisa untuk kegiatan operasional. Pasangan Haryadi- Heroe, memperoleh dana mereka

dari Paslon sendiri lalu ditambah dengan mesin – mesin partai. Dukungan dari koalisi

partai cukup solid dalam memberikan dukungan materi mereka, selain juga memang

Page 32: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

32

ada kewajiban untuk iuran dari masing- masing anggotanya. Selain materi ada

beberapa komunitas yang menyumbang dalam bentuk non materiil. Hal tersebut juga

dialami oleh pasangan Imam – Fadhli, dimana dukungan komunitas juga yang

menjadi salah satu kekuatan.

Pada aspek ―place‖, jika dilihat dari basis partai pengusung Imam- Fdhli

(PDIP dan Nasdem), beberapa daerah seperti kecamatan Gondokusuman, Tegalrejo,

Danurejan, Gedongtengen, Jetis, Mergangsan (Parakan & wirogunan), Ngampilan

dan Mantrijeron. Segmentasi pemilih, pemula, kelompok pengajian, relawan,

komunitas – komunitas yang dimiliki oleh paslon. Jika dilihat ada sekitar 321 RW

dari 600 RW yang sudah mendapatkan sosialisasi dari pasangan Imam- Fadhli.

Kedua paslon juga mendapat dukungan dari berbagai komunitas, pedagang kaki

lima, tukang becak, dan juga gerakan – gerakan masyarakat yang lain yang

mendeklarasikan diri mereka. Sedangkan basis massa Haryadi – Heroe lebih

mengarah pada pendukung yang intelektual dan religius.Dari beberapa aspek strategi

marketing tersebut, dapat dilihat jika masing- masing mengunggulkan apa yang

menjadi kebijakan ke depan untuk mengatur kota Yogya ini.

5.2. Luaran Penelitian

No. Jenis Luaran Indikator

Capaian

Kategori SubKategori Wajib Tambahan TS

1 Artikel ilmiah dimuat

di jurnal

Internasional

bereputasi

Nasional

Terakreditasi

Submitted

Nasional tidak

terakreditasi

wajib

2 Artikel ilmiah dimuat

di prosiding

Internasional

Terindeks

Nasional tambahan Accepted

3 Invited speaker dalam

temu ilmiah

Internasional

Nasional Accepted

4 Visiting Lecture Internasionl

5 Hak Kekayaan

Intelektual (HKI)

Paten

Paten sederhana

Page 33: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

33

Hak Cipta

Merek dagang

Rahasia dagang

Desain Porduk

Industri

Indikasi Geografis

Perlindungan

Varietas Tanaman

Perlindungan

Topografi Sirkuit

Terpadu

6 Teknologi Tepat Guna

7 Metode/Purwarupa/De

sain/ Karya seni/

Rekayasa Sosial

8 Modul

9 Tingkat Kesiapan

Teknologi (TKT)

1

Page 34: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

34

BAB 6

RENCANA TAHAPAN BERIKUTNYA

No Nama Kegiatan Bulan Pelaksanaan Keterangan

1. Pengolahan data primer

September 2017 reduksi data dan

mempertajam analisis

2.

Workshop

September 2017

workshop untuk

mahasiswa terkait

komunikasi politik

dan strategi marketing

politik

3.

Publikasi

Oktober 2017

Pemakalah dalam

seminar nasional

Publikasi jurnal

nasional

4.

Penyusunan laporan akhir

penelitian Oktober 2017

Penyerahan laporan

lengkap ke LPPM

UMBY

Page 35: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

35

BAB 7. KESIMPULAN DAN SARAN

7.1. Kesimpulan

Dalam dunia politik, setiap kandidat memiliki ide, gagasan, pesan politik

yang harus tersampaikan kepada konstituen, sehingga berbagai hal yang ditawarkan

bisa diserap dan dipahami dengan baik, dan hal ini dapat disebut sebagai aktivitas

marketing politik. Dalam pemilihan pasangan calon Wali Kota DIY, masing-masing

calon telah membeberkan semua produk politiknya dengan cara tersendiri. Dan hasil

akhir yang menjadi pemenang dalam pemilihan tersebut adalah pasangan calon

dengan nomor urut 2, Haryadi Suyuti – Heroe Purwadi dengan perolehan prosentasi

suara 50,30 persen dan berbeda tipis dengan prosentasi yang didapat oleh pasangan

calon pesaing dengan prosentase sekitar 49,70 persen. Meskipun kemenangan sudah

ditentukan, tetapi terdapat sedikit permasalahan dalam pemilihan calon Wali Kota

Yogyakarta periode 2017-2021 yaitu pasangan calon nomor urut 1 merasa terdapat

sedikit penyimpangan dalam proses pemilihan yang ditandai dengan adanya suara

dari ASN (Aparat Sipil Negara), sehingga hal ini menjadi keganjalan tersendiri bagi

pasangan calon nomor urut 1. Dan pada akhirnya kasus tersebut dapat diselesaikan

dengan baik sesuai dengan prosedur dan melibatkan pihak yang berwajib, sehingga

pasangan yang menjadi calon Wali Kota ditetapkan secara sah oleh KPU adalah

Haryadi Suyuti – Heroe Purwadi.

7.2. Saran

Sebuah kontestasi politik yang selama ini identik dengan black campaign

atau money politic dan intrik, sejatinya bisa dimaknai secara berbeda ketika partai

politik sebagai bagian dari demokrasi cukup transparan dan konsisten dalam

mensosialisasikan visi misi serta programnya kepada masyarakat. Sehingga ketika

berlangsung proses pemilihan kepala daerah maupun kepala negara, masyarakat

benar- benar tahu dan mengenal seperti apa sosok calon pemimpin mereka.

Perjalanan politik di Yogyakarta satu tahun terakhir, menjadi pembelajaran sendiri,

dimana diwarnai dengan moment hadirnya calon independen yang turut meramaikan

bursa pemilihan calon walikota. Langkah selanjutnya, hal ini bisa sebagai bagian dari

evaluasi bagaimana sebuah produk- produk politik mampu menjadi pijakan bagi

lahirnya sebuah kebijakan publik yang berkeadilan dan menyejahterakan.

Page 36: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

36

DAFTAR PUSTAKA

Buku

Denzin, N dan Lincoln, Y. 2009. Handbook of Qualitative Research (terj.). Pustaka

Pelajar. Yogyakarta.

Firmanzah. 2008. Mengelola Partai Politik, Komunikasi dan Positioning Ideologi

Politik di Era Demokrasi. Obor. Jakarta.

Firmanzah. 2012. Marketing Politik, Antara Pemahaman dan Realitas. Obor. Jakarta

Haryatmoko. 2014. Etika Politik dan Kekuasaan. Gramedia. Jakarta.

Kelly, N. dan Ashiagbor, S. 2011. Partai Politik Dalam Perspektif Teoritis dan

Praktis (terj.). National Democratic Institute. Washington.

Moleong, L. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif, Paradigma Baru Ilmu

Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. PT. Remaja Rosdakarya. Bandung.

Pawito. 2008. Penelitian Komunikasi Kualitatif. LKiS. Yogyakarta

Jurnal

Andries, K. 2014. Marketing Politik Dalam Komunikasi Politik. Jurnal Farabi. II(1)

: 52-65.

Handayani, S. Susilo, U dan Purwoko. 2013. Strategi Pemenangan Faisal-Biem

dalam Pemilukada Gubernur DKI Jakarta 2012. Jurnal Ilmu Pemerintahan

UNDIP. 2(3) : 97-110.

Juditha, K. 2015. Political Marketing dan Media Sosial (Studi Political Marketing

Capres RI 2014 melalui facebook. Jurnal Studi Komunikasi dan Media. 19(2) :

225-241.

Natalia, A. Tintri, D dan Widya, W. 2013. Profil Kontestan Pilkada DKI 2012.

Universitas Gunadarma Jurnal. 7(8) : 18-23.

Novita, A. 2014. Eksistensi Calon Independen Pemilihan Kepala Daerah Kota

Malang Tahun 2013 (Studi Kasus Pasangan Dwi –Uddin). Jurnal Mahasiswa Ilmu

Pemerintahan UB. 1(1) : 20-37

Wijaya, B. 2012. Perang Tema dan Psikologi Publik : Analisis Strategi Komunikasi

Politik Pilkada DKI Jakarta 2007. Jurnal Komunikologi. 9(2) : 83-88.

Page 37: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

37

Media Online

http://regional.kompas.com/read/2016/03/28/13213001/Jogja.Independent.untuk.Cal

on.Independen.?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_campaign=Kaitrd

akses 28 April 2016

http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160313_indonesia_pilkada

akses 28 April 2016

http://krjogja.com/web/news/read/294928/Wakil_Rektor_UIN_Maju_Konvensi_Joint

akses 28 April 2016

http://www.kompasiana.com/aniskurniawan/menakar-masa-depan-jalur-

perseorangan_56fbdecb86afbd5e068b458e akses 30 April 2016

http://regional.kompas.com/read/2016/03/29/13055911/.Jogja.Independent.Dinilai.L

ebih.Menarik.daripada.Teman.Ahok.?utm_source=RD&utm_medium=box&utm_c

ampaign=Kaitrd akses 30 April 2016

https://beritagar.id/artikel/laporan-khas/joint-ikhtiar-mengusung-calon-independen-

di-yogyakarta akses 30 April 2016

http://jateng.tribunnews.com/2016/04/18/daulat-joint-untuk-pilkada-di-yogyakarta

akses 30 April 2016

http://www.trendezia.com/Trendz/read/4332/ini-efek-double-calon-independent-

wali-kota-yogyakarta akses 3 Mei 2016

http://jogja.tribunnews.com/2016/08/10/pilkada-yogyakarta-tanpa-calon-

independen?page=2 akses 17 Januari 2017

http://jogja.tribunnews.com/2016/10/24/sah-dua-pasang-balon-wali-kota-yogya-

resmi-bertarung-di-pilkada-2017 akses 17 Januari 2017

https://m.tempo.co/read/news/2017/01/15/058836214/jakarta-ada-agus-yogya-ada-

haryadi-hanya-hadir-debat-kpud akses 17 Januari 2017

https://www.radarjogja.co.id/peserta-pilwali-belum-membumi/ akses 17 Januari

2017

Wawancara

Yustina Neni, Koordinator JOINT, Kedai Kebun Yogyakarta, 23 Januari 2017

Lukas Ispandriarno, Koordinator Relawan JOINT, FISIP Univ. Atma Jaya

Yogyakarta, 27 Januari 2017

Page 38: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

38

Tim Pasangan Imam Priyono dan Achmad Fadli (nomor urut 1) :

a. Fokki Ardianto, badan pemenangan pemilu, 13 Februari 2017

b. Danang Rudyatmoko, ketua tim pemenangan, Kantor DPRD Kota

Yogyakarta, 14 Februari 2017

c. Sutaryo, Ketua koordinator program kampanye, Kantor PDIP Yogyakarta, 17

Februari 2017

d. Dimas Wijtaksana, tim media centre, Rumah Aspirasi, 14 Februari 2017

Tim pasangan Haryadi Purnomo dan Heroe Poerwadi (nomor urut 2) :

a. John Keban, wakil koalisi Partai Golkar, Kantor Golkar Yogyakarta, 13

Februari 2017

b. Sofyan, stering commite tim sukses, Omah Putih Yogyakarta, 3 Maret 2017

c. Rifki, ketua koalisi Partai Amanat Nasional, Rumah Patehan Yogyakarta, 16

Februari 2017

d. Hartono, badan pemenangan pemilu, Omah Putih Yogyakarta, 28 Februari

2017

Page 39: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

39

Lampiran 1.

Page 40: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

40

Lampiran 2.

JOINT—Yustina Neni – Kedai Kebun—23 Januari 2017

Rosa : saya mulai ya mbak, e…mau tanya awalnya ketika itu sudah tidak berlanjut lagi,

kalau saya baca dari bbrp berita kan itu ada relawan yang apa mereka itu menyewakan

printernya atau seperti apa para relawan itu, apakah mereka juga pada waktu itu berhenti atau

gimana mbak ?

Neni : ee.. ya.. jadi begini, semuanya yang terlibat di dalam aktivitas itu, itu secara spontan.

Keterlibatannya juga bersifat sangat pribadi. Kemudian sumbangan – sumbangannya, itu

juga sumbangan yang kemudian sifatnya perhatian terhadap fenomena yang terjadi di Yogya

juga sifatnya kemudian sangat pribadi. Jadi ada yang menyumbangkan printernya untuk

kemudian digunakan, jadi itu tidak disewakan, jadi itu semua digunakan. Kemudian seperti

saya, sebagai pemilik ini yang punya ruang di atas, ya itu, silakan digunakan untuk

sekretariat. Yang mempunyai kertas sisa, ya kemudian menyumbangkan kertasnya, yang

kemudian mempunyai usaha kaos, ya menyumbangkan kaosnya 20, 30, naa itu relawan-

relawan. Naa itu sudah selesai, ya barang-barangnya dikembalikan ke pemiliknya. Jadi itu ga

disewakan, ho-oh itu ga disewakan, karena itu semua kan pribadi. Ada yang meminjam

fotokopinya untuk digunakan sampai selesai. Naa begitu sudah selesai, ya udah. Udah selesai

kok, y owes tak jupuke meneh, diambil.

Rosa : itu berlangsung berapa lama ya mbak dari awal konvensi ?

Neni : itu kan mulainya, itu kan kita berkumpul februari, terus tanggal 20 maret itu,

deklarasi, kemudian dilanjutkan konvensi. Tapi tanggal-tanggalnya saya agak lupa.

Kemudian berakhir itu tanggal, secara resmi KPUD, itu tanggal 10 agustus, itu merupakan

hari terakhir untuk pendaftaran calon independen. Naa, dua minggu sebelum tanggal 10, itu

kami mengumumkan jumlah perolehan KTP, yak an, perolehan KTP pada waktu itu, kalau

tidak salah kami mengumpulkan, e..berapa ya.. saya lupa e, tapi mungkin di berita2 ada ya,

bisa dilihat di sana. Na itu kemudian, ee.. kalau tidak mencapai persyaratan, persyaratannya

kan sampai mencapai berapa ? 26 ribu, dua puluh.. enam ribu suara atau berapa gitu kan ga

mencapai itu, ya udah kemudian, ini kita umumkan bahwa ini tidak mencapai, ee.. suara itu,

kemudian selesai. Naa… begitu selesai ya udah, trus kita ya selesai. Itu gitu.

Rosa : itu berarti berawalnya karena KTP yang tidak memenuhi untuk persyaratan di KPUD

Neni : ho-oh.. iya kan itu sulit ya. Itu sulit sekali, berat, juga apa namanya, dimulai dari

bulan februari saja untuk memenuhi persyaratan itu dan itu kan persyaratan yang ga masuk

akal sebetulnya, karena sebetulnya.. e.. apa namanya, demokrasi di Indonesia itu kan

sebetulnya demokrasi yang tidak, tidak secara benar-benar ingin dijalankan sebagai satu

usaha yang memberi kemerdekaan pada setiap warga negara untuk e..menunjukkan diri

menjadi pemimpin yang baru, itu begitu. Jadi ya dipersulit aja gitu.

Rosa : karena berasal dari independen itu mungkin mbak, jadi ada persyaratan yang begitu

ketat ?

Page 41: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

41

Neni : itu kan salah satunya ya, tapi sebetulnya kan cita-citanya, cita-citanya adalah ee..

supaya kelompok-kelompok tertentu itu yang selalu langgeng dalam berkuasa. Padahal

sebetulnya kan, apa namanya, seperti kamu sekarang misalnya sedang mahasiswa, kamu

sekarang mempunyai tugas untuk ini, itu gitu, kan ga tahu lagi, setelah ini kamu mau

ngapain kan juga ga tahu, karena memang tidak mempunyai satu pandangan yang visi ke

depan bahwa seseorang itu akan menjadi calon pemimpin, karena memang rambu-rambunya

itu tidak memerdekakan warga negara untuk itu. Itu, jadi mahasiswa ya bertugas untuk itu,

selesai, sesuk eneh, lha wes rampung tugase kok, sesuk eneh, liyane opo meneh ? itu kan

gitu. Bahkan partai politikpun, misalnya seperti partai yang sudah ada, itu sistem

kaderisasinya juga mandeg. Jadi tidak menarik, itu begitu. Sebetulnya partai politik sebagai

pilar demokrasi dan independen yang dijamin Undang-undang, seandainya itu dijalankan itu

bagus sekali. Platform partai politik itu tidak ada yang buruk, semuanya baik. Itu begitu. Jadi

kaderisasi, misalnya ada, ee.. remaja yang berusia, artinya sudah bukan remaja lagi, remaja

itu kan dimulai sampai dengan umur 18 tahun. Nah setelah umur 18, bahwa dia ingin

berkarir di bidang politik menjadi misalnya ketua karang taruna, dimulai dari kampungnya.

Masuk dalam partai politik yang menurut dia menarik, entah itu PDI, entah itu PPP, entah itu

Golkar, Demokrat, Nasdem, dan sebagainya. Itu sebagai salah satu bagian dari hak warga

negara untuk ikut terlibat di dalam ee.. kemajuan bangsa ini gitu. Nah tapi parati politik itu,

dalam sistem kaderisasinya juga tidak mendorong e apa namanya pemuda-pemuda dan

pemudi-pemudi itu untuk berpikir maju menjadi seorang pemimpin. Nah jadi pada males,

lebih suka pada kelompok hura-huranya aja. pawai war- wer seperti itu.

Rosa : dulu spiritnya mengusung Garin-Romy itu ada latar belakang khusus atau ?

Neni : ya karena mereka menang konvensi.. ya karena mereka menang konvensi, jadinya itu

adalah satu cara yang paling terbuka dan demokratis dalam konteks pemilihan versi JOINT.

Jadi kita tidak mengusung satu calon tertentu ketika berangkat, tapi membuka peluang,

siapapun untuk mendaftar, na kemudian mereka menjalani berbagai macam tes, terus tesnya

juga bersifat publik, dan publik juga terlibat untuk memilih, dan waktu itu penjurian dan

publiknya juga memilih Garin dan Romy, ya sudah jadi mereka yang apa namanya, ee..

secara demokratis terpilih, ee. sebagai pemimpin yang diusung JOINT, versi JOINT. Naa itu

kan begitu.

Rosa : Itu di awal dari JOINT ini sebetulnya berangkatnya dari apa mbak ?

Neni : Dari males aja, dari males aja, wong Jogjanya sendiri tidak menarik, itu kan gitu,

daripada cerewet di facebook, cerewet di facebook kan aktivismenya apa, nge-like, nge-like

apa ngelike ngelike itu juga sudah akan membuat perubahan, kan ga juga. Lalu, itu kan

Maret 2016, terus Pemilunya nanti, 17, ee.. 15 Februari 2017 dan itu kan ada rentang waktu

satu tahun. Jadi memang Pilkada 2017 ini dijadikan momen untuk kita, ee.. mencoba untuk

terlibat di dalam, di dalam membangun demokrasi yang menyenangkan. Itu begitu. Jadi itu

adalah cara kita bersenang-senang di dalam alam demokrasi yang tidak menarik di sini. Jadi

itu adalah media bersenang-senang, ga dilarang hukum to ? jadi ya bersenang-senang aja,

gitu ya. Ya kemudian kok terus berhenti kenapa ? ya capek, kan waktunya, mosok kita akan

mengubah, mengubah sistem yang sudah berlangsung berpuuh-puluh tahun dalam waktu

empat bulan. Jadi ya, kita gunakan waktu itu untuk bersenang-senang. Siapapun boleh

Page 42: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

42

terlibat, siapapun boleh urun, naa itu kan begitu, jadi itu suasana yang menyenangkan, untuk

belajar, siapapun. Kemudian juga wartawan pada datang, kawan-kawan media di sini juga

kita semua bersenang-senang, itu saja.

Rosa : saya lihat ada yang menginisiasi, itu ada beberapa ya, maksudnya dari akademisi,

budayawan juga, memang awalnya dari komunitas ini ?

Neni : nggak, per orang, jadi kita cuman jawil-jawilan, piye, sebel ra kowe ? yo.. yo.. melu

yo, nggawe-nggawe ki. Ya, tapi kan kita bermacam-macam, dari, dari apa namanya berbagai

latarbelakang. Naa, akhirnya kan karena Yogya itu kan sebetulnya kecil, jadi kita nyari

saling kenal, temannya teman, mahasiswanya kawan, karena kebanyakan dari kami tuh

dosen ada, terus kemudian eks, partai politik-anggota partai politik juga ada, jadi gitu, jadi

kita bermacam- macam, bersenang-senang demokrasi.

Rosa : Ketika, ee.. JOINT itu tidak berlanjut lagi, kemudian apakah kemudian masing-

masing orang yang menginisiasi itu kembali lagi ke aktivitasnya, atau masih, apa istilahnya

memantau Pilkada hari ini ? atau justru ada yang berkecimpung lagi di sana

Neni : nggak tahu, nggak tahu, yang jelas bahwa kami kembali ke masing- masing. Naa,

paling kita juga e.. dengan urusan masing-masing, karena keterlibatan itu semua bersifat

personal. Urusannya sendiri-sendiri.

Rosa : bisa disebut volunteer gitu mbak ?

Neni : kami semua volunteer, kami semua volunteer. karena ga ada struktur organisasi di

dalamnya. Ga ada ketua, sekretaris, atau bendahara gitu ga ada. Jadi semuanya volunteer.

Termasuk yang kemudian menyumbangkan KTPnya itu juga mereka volunteer. Volunter kan

sukarela karen ga ada imbalan. Kasih KTP bayar 10 ribu, kasih KTP ga ada imbalan, jadi

sifatnya semua sukarela. Jadi ketika ini selesai, ya sifatnya sukarela, ya kita umumkan

kepada pemberi KTP, kita laporkan kepada mereka perolehan KTPnya berapa terus ya

kenapa ini tidak diteruskan, karena syaratnya terlalu jauh, gini-gini, ya sudah selesai. dah

gitu aja.

Rosa : dari yang memberi KTP itu tidak ada apa, kalau di Jawa, semacam gerundelan gitu

mungkin, ga ada atau?

Neni : ya mungkin mereka nggrundel-nggrundel sendiri, ya gapapa, kan ya capek. mereka

juga menyadari, oya gapapa mbak, gapapa mas, kan gitu, toh ini sedang usaha, ya kita

berusaha kan gitu. Kita semua menyadari ini sebagai proses yang berat ya, itu gitu.

Rosa : ketika awal mengumpulkan KTP itu darimana ? media sosial atau ?

Neni : macem-macem, karena kawan-kawan media juga di sini setiap saat, jadi setiap kali

kami mengumumkan, itu juga diumumkan lewat media. Media cetak, elektronik, ee..lewat

sosial media, lewat facebook, grup whatsaap, kemudian njawil-njawili.

Rosa : Ada sampai ratusan ribu mungkin ? KTPnya

Page 43: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

43

Neni : saya lupa deh, kamu cari aja deh. JOINT gitu nanti pasti ketemu.

Rosa sampai hari ini, ee… saya sih dua bulan lalu saya lihat masih ada webnya walaupun

tidak update dan mengatakan kalau mandeg ya. e..untuk beberapa orang itu, adakah yang

masih mensupport calon sekarang ?

Neni : ga tahu ya, karena saya sendiri juga ga memantau (rosa : mbak sendiri ?) nggak, yang

di sini ya karena dulu ini sekeretariatnya ya seperti kamu datang ke sini. Jadi kan sebetulnya

kamu bisa menemui siapa saja yang ada diwebsite itu. Tapi karena aku sudah terlanjur

melekat di situ, ya sampai sekarang mahasiswa-mahasiswa itu ya datang ke saya. Ya kamu

cari siapa lagi ya nanti, saya cari kontaknya ke siapa, itu gitu. Kalau misalnya masih mencari

informasi yang lain, itu gitu.

Rosa : berarti itu, kalau tadi dikatakan oya mereka warga akhirnya sadar atas itu, berarti

dalam JOINT sendiri tidak ada semacam pertanggungjawaban ke publik gitu ?

Neni : pertanggungjawaban publiknya konferensi pers. Jadi pas dua minggu sebelum, itu kita

mengadakan konferensi pers.. (Rosa : sebelum 2 minggu ?) dua minggu ditutup itu, kan itu

kan itu kita umumkan berapa jumlah KTP yang diperoleh, naa itu bentuknya konferensi pers,

pertanggungjawaban publiknya bentuknya seperti itu.

Rosa : Kalau tadi dilihat spiritny adalah, apa, membuka alam demokrasi hari ini. Kalau ini,

pendapat pribadi mbak. Menurut mbak neni sendiri, untuk calon-calonnya hari ini tuh

diusung partai ya. Apakah tidak ada, apa misalnya jawil-jawilan lagi untuk mesupport salah

satu dari mereka atau ? (Neni : ga, ga ada). Keterlibatan dalam Pilkadanya sendiri ?

Neni : ga tahu, mungkin mereka mau nyoblos atau ga, ga tahu juga.

Rosa : Ok, berarti istilahnya berhenti ketika beberapa persyaratan administrative itu sudah

tidak terpenuhi ?

Neni : ya, ya, pokoknya kami selesai, itu gitu. Nah kemudian urusannya dikembalikan pada

masing-masing pribadi. Jadi kalau ada yang mau ikut jadi kampanyenya siapa-siapa ya itu

sudah bukan urusan, kita ga ngurusi. saya juga ga urusan

Rosa : lalu kalau saya lihat di beritanya, itu ada beberapa hasil konvensi yang sempat

dipublish dan juga sempat disepakati. Itu akhirnya menjadi dokumentasi dari JOINT sendiri

atau ?

Neni : iya, itu direkomendasikan dalam bentuk koferensi pers, jadi langsung. Jadi setiap kita

mengadakan kegiatan-kegiatan itu selalu kemudian diikuti dengan konferensi pers. Jadi

media selalu bersama dalam setiap kegiatan publik kita. Jadi misalnya, ee.. bentuk-

bentuknya kan macam-macam ya. Jadi ketika para calon itu sudah menjadi lima, itu ada tes

dari Badan Narkotika Nasional. Naaa itu kan ada tes untuk narkoba, naa itu wartwan juga

diundang, untuk kemudian mengikuti smeua prose situ. Kemudian, pra konvensi, naa pra

konvensi itu kita juga, kemudian hasilnya diumumkan kepada media, untuk kemudian

mengikuti proses situ. Kemudian konvensinya sendiri itu ketika di JEC, itu wartawan juga

Page 44: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

44

mengikuti karena itu siatnya terbuka, itu gitu. Jadi semua bisa langsung bisa diketahui

prosesnya, bentuknya seprti itu.

Rosa : pada waktu proses situ, ketika itu, bagaimana keterlibatan mas Garin dan Mas

Rommy untuk mensupport ? apakah mereka selalu hadir ketika konferensi pers ? atau

mengikuti semacam briefing atau ? (Neni : ya, semuanya, semua ikut) dan ketika dipilih

beliau berdua memang istilahnya ga ada rasa keberatan atau giman ?

Neni : ga, kalau keberatan, mereka sudah mengundurkan diri sebelumnya. itu kan sudah

diusung sampai, kita mencari KTP kan itu juga, ee.. mereka mencari KTP juga secara

pribadi. mengikuti acara – acara publik dimana mereka diundang, semuanya aktif.

Rosa calon-calon yang mendaftar ketika itu, atas dorongan pribadi atau ada yang

mendukung?

Neni : Ada, ad, jadi misalnya saya. Saya waktu itu kan juga didorong kawan-kawan, sudah

ikut ndaftar aja. O yo, trus saya ikut gitu. Waktu itu kan ada 30 nama, naa 30 nama itu ada

yang ikutnya secara pribadi. Terus ada yang didorong kawan-kawannya. Memang kita apa

namanya mengajak setiap, niy kita mau bikin niy. Kan itu kan semangatnya bersenang-

senang dengan demokrasi. Jadi siapa nih yang mau. Naa kita kan sebetulnya, senang

seandainya orang mau apa namanya merendahkan diri. Merendahkan diri menjadi

pemimpin, karena selama ini kan nggak mau. Surung-surungan kan gitu. Jadi siapapun yang

mau menunjukkan dirinya, ee.. sukarela, merendahkan hati menjadi pemimpin. Itu kami

bangga sekali menerima. Itu begitu, jadi selain 30 nama yang digelar pada waktu deklarasi,

itu hari berikutnya kita sudah membuka pendaftaran baru di sini. Kemudian itu tambah nama

lagi, ada yang mau isi formulir segala macam. Ada pedagang yang, saya mau njajal

mendaftar jadi walikota. Oyaa.. kita senang sekali itu ya, kita layani sama dengan yang lain-

lain, sama seperti itu. Kemudian ada yang pengusaha, pedagang, itu, macam-macam. Mas

Rommy itu termasuk nama yang muncul kemudian, jadi dia mendaftar atas kenginannya

sendiri, jadi ee.. kami senang menerima kehadiran pribadi-pribadi itu, hadir mendaftarkan

dirinya.

Rosa : mereka-mereka itu tahunya dari media sosial, yang mendafatar itu ?

Neni : dari Koran, kan cuma media sosial. Kan kita langsung ke publik dalam arti yang

sebenarnya. Jadi media sosial iya, kemudian lewat media massa, baik cetak maupu

elektronik. Naaa itu kan waktu itu beritanya sangat panas ya, setiap hari tu muncul terus. Jadi

awareness masyarakat terhadap ee.. geliat JOINT pada waktu itu diapresiasi sangat baik

kalau menurut saya. Gitu, jadi semuanya ikut gitu. Kan orang Yogya itu ga terlatih, ga

terlatih, gubernurnya ga bisa dipilih, jadi kita ga punya latihan, kita ga punya latihan sama

sekali. Nah kesempatan berlatih itu kan pada waktu pemilihan walikota, naa sekarang

mending ya, beberapa tahun terakhir ini kan pemilihan RT, itu sudah dengan pemilu kecil-

kecilan tingkat RT misalnya kan gitu. Tapi kalau untuk camat, lurah kan belum. Itu sudah

mending kalau menurut saya pada tingkat organisasi kemasyarakatan pada tingkat yang

paing rendah. RT, RW itu kan sudah dipilih langsung bersama masyarakat, nah dari situ. Itu

mending.

Page 45: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

45

Rosa : Yang terakhir mbak, karena pada akhirnya kembali lagi pada sistem kepartaian ya,

ada perasaan apa, atau ada rasa apa, ketika ohh kita sudah menjalani proses panjang

kemudian itu nggak tercapai dan akhirnya harus balik lagi mengikuti sistem yang ada tuh

gimana mbak ?

Neni : ngga papa, karena pada dasarnya sistem yang ada itu baik kok. Sistem itu baik. Partai

politik adalah pilar demokrasi tu benar, ngga ada yang harus disayangkan dari itu, ngga ada,

ngga ada. Bahwa apa namanya, ee.. pemilihan pemimpin melalui jalur independen, itu yang

belum menjadi suatu budaya atau basis pemikiran bahkan dari masyarakatnya sendiri, bahwa

ini ada satu jalur lain yang bisa ditempuh untuk memilih pemimpin yang baik melalui cara

kita sendiri, itulah seperti itu. Itu kan yang belum dilatih, dan itu sebagai latihan menurut

saya bagus. Itu begitu, jadi ngga ada yang perlu disesali. Ini adalah tahapan-tahapan lain aja.

Nah perkara bahwa calonnya, jadi kalau partai politik ada itu baik, itu baik, wong pilar

demokrasinya itu itu kok, nggaka da yang perlu disesai dari sana. Persoalan bahwa calonnya

asal-muasalnya kenapa bisa dipilih itu bahkan partai politik, atau anggota partai yang

bersangkutan tu ngga tahu kok bisa tiba- tiba itu. Maka kemudian misalnya Pak Haryadi atau

Pak Imam gitu, tu apakah juga melalui proses yang demokratis juga di dalamnya, nah yang

menjadi persoalan adalah itu bukan partai politiknya. Tetapi apa yang berada di dalam partai

politik itu yang menjadi masalah. Kalau partai politiknya ngga masalah. Itu begitu, itu harus

hanya kemudian apa namnya dikritisi terus-menerus. Ya jadi yang dilakukan oleh kamu

waktu itu, itu adalah satu cara untuk melakukan evaluasi terhadap cara partai politik bekerja,

itu saja. waktu itu, ditanya, gimana mbak, kecewa ga, kalau kecewanya jelas kecewa tentu

saja. Tetapi bahwa kita tidak bisa, misalnya itu seperti bisa dikatakan David melawan

Goliath. Jadi ya untuk itu kan kita membutuhkan rentang waktu yang lebih panjang. Karena

apa yang terjadi dalam partai politik ini adalah yang sudah terbangun puluhan tahun. Kita

tidak bisa membalikkan seperti membalik telapak tangan itu kan. Tapi sebagai bagian dari

latihan itu penting sekali, dan kami bangga sekali berani melakukan itu, daripada orang yang

cuma klak-klik klak klik di facebook, bilang-bilang begini begitu tapi ngga ngapa-ngapain,

naa itu mending kan kami dulu pernah mencari, kalau sekarang ada yang itu ya, kenapa dulu

ngga setor KTP, kita bisa mengatakan seperti itu. Tetapi bahwa apapun yang terjadi, bahwa

apa yang kami lakukan itu cukup membangggakan, dan kami senang sekali pernah terlibat di

dalam usaha mencari pemimpin kota yang baik melalui cara- cara yang demokratis, melalui

konvensi JOINT itu, begitu. Partai politik ngga ada yang salah, partai politik dibubarkan itu

ya ngga bisa, bagaimanapun cara itu adalah metode kok, cuma metode masing- masing itu

bagaimana dijalankan, nah itu yang problematic, gitu aja.

Rosa : kalau dulu, selain mbak, mas rifki itu sebagai yang mengkoordinir apa, relawan itu.

mas rifki srengenge

Neni : Ngga, ngga yang mengkoordinir relawan itu namanya, pak Lukas, dosen atma jaya.

itu koordinir, koordinator untuk relawannya itu pak Lukas sama mas made

Page 46: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

46

3 Maret 2017 (Omah Putih) Pk. 12.30 – 13.10 – Pak Sofyan- Koordinator SC Haryadi-

Heroe

Rosa : Ini kilas balik dulu yang kemarin terkait proses kampanye pak haryadi, itu yang

dilakukan apa saja bentuknya pak ? mungkin bisa lebih spesifik

Sofyan : kampanye kalau dari, bentuk kampanye kan seperti yang ditentukan. Satu saja yang

kita gunakan adalah kampanye terbuka. kampanye dengan temu warga, dialog, itu kan sudah

kita lakukan. Banyak kunjungan, dialog, temu warga itu yang banyak kita lakukan kemarin.

Yang umum kemudian kita lakukan juga pemasangan alat2 peraga, alat kampanye dalam

bentuk spanduk, baliho dan pamphlet. Kemudian penyebaran leaflet. Jadi yang dilakukan

sebenarnya ya standar ya sesuai ketentuan. Jadi itu pamphlet, leaflet, sosialisasi kemudian

baliho. banyak juga kita lakukan temu warga, dialog.

Rosa : Kalau temu warga itu yang paling antusias di daerah mana Pak, atau tanggapannya

hampir sama ?

Sofyan : eee…jadi kalau antusiasmenya dalam bentuk jumlah, itu, hampir, kan kita punya

target, kalau temu warga ada yang kita memang ingin menghadirkan tidak banyak orang,

hanya.. karena ada ketentuan ya, bagaimana kita hanya dibatasi, kalaupun terbuka 10 ribu

orang kemudian kampanye dialog tertutup itu hanya 1000 orang. Sehingga dengan batasan2

itu kita juga tidak ingin, apa ya terlalu membuat, mengganggu aktivitas warga. Itulah

pertimbangan kami mengapa kita banyak melakukan dialog dengan sejumlah 300 ya. Tapi

untuk konsolidasi di akhir kita mendatangkan jumlah yang besar ya 3000 orang ya, itu untuk

konsolidasi di akhir, para kader terutama para saksi. Kalau dialog, temu warga itu, maksimal

300 orang. Itu bentuknya, ada yang sifatnya dialog, tapi kan ada rangkaian kegiatan itu kan

biasa. Kalau bentuk kampanyenya kita dialogis, tapi rangkaian, biasanyan kan ga mungkin

diaog cuma 5 menit selesai, atau 10 menit, 30 menit ya, dialognya 30 menit, tapi rangkaian

dari itu yang lebih lama, misalnya senam, pemeriksaaan kesehatan, itu kan rangkaian. Tetapi

itu sebetulnya substansinya adalah dialog, jadi kita ingin dialog, ingin mendengarkan

permasalahan dari warga.

Rosa : yang sering didengar dari warga ketika njenengan dan juga tim menyambangi itu apa

?

Sofyan : ya intinya mereka ingin Yogya dikelola dan ditata lebih baik. kan seperti itu,

normatiflah, kebanyakan mereka ya ada tuntutan yang sifatnya personal, ya lucu2 ndak papa

ya, kan sifatnya personal. Pak, saya ingin supaya saya nanti ada santunan, misalnya, kan

muncul spontan itu. Tapi ini representasi daripada kondisi warga kita yang harus kita eee,

apa namanya tampung ya, untuk menjadi bahan pertimbangan kita kedepan. Karena memang

program kita kan salah satunya adalah program2 yang ada di visi misi kita itu. Jadi

kebanyakan dari mereka ya satu, ya memang Yogya akan ditata yang lebih baik lagi,

kemudian kesejahteraan, dari pelaku ekonomi, ya apa pelaku ekonomi lebih diperhatikan.

Pelaku ekonomi lemah, kebanyakan dari mereka2lah, suara2 dari bawah. Kemudian tingkat

Page 47: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

47

kesejahteraan, kalau kita tangkap adalah mereka ingin kesejahteraan warga lebih baik. Ada

jaminan pelayanan kesehatan BPJS ini lebih mudah.

Rosa : itu menggunakan personal branding nggak Pak Haryadi itu ?

Sofyan : Maksudnya ?

Rosa artinya ee.. ada sesuatu yang ingin ditonjolkan dari beliau yang menjadi kekuatan ?

Sofyan : Ya, pasti dong ya, sebenarnya kita ini ingin menampilkan sosok pak haryadi, karena

pilkada itu kan kekuatan figur. Jadi sosok Pak Haryadi itu sosok yang ya sebenarnya sangat

sederhana, tidak pencitraan, bukan pencitraan ya. Jadi yang akan kita sampaikan itu bahwa

pak haryadi itu clear ya, clear artinya, nuwun sewu, tidak, kita bebas korupsi, simbol bebas

korupsi. hanya lepas apakah dari branding itu kesampaian ke masyarakat, nah itu persoalan

lain. Jadi yang kita branding itu pak haryadi clear kemudian pak haryadi yang orangnya

sederhana. Pak haryadi sosok yang bukan pencitraan. Bukan sosok yang memang ingin

memberikan pencitraan. Tapi ternyata itu menjadikan nganu ya, satu sisi itu kelemahan juga

buat kita. Kita ingin menampilkan itu sosok kesederhanaan, tidak butuh pencitraan. tapi di

dalam kampanye hal itu ternyata tidak selalu positif ya. Maka itu buat evaluasi buat kami.

Kita kan low profile kemarin, kampanye kita yang santun, kita gak mau black campaign. Itu

kan ga senang, itu kan ga menjatuhkan, menjatuhkan pasangan lain, baik program maupun,

secara personal, saya larang tim untuk menjelek-jelekkan, menjatuhkan. Jadi satu sisi

personal branding pak haryadi adalah sosok yang sederhana. Sederhana, kemudian yang

memang tidak senang pencitraan dan bersih pak haryadi itu.

Rosa : yang menjadi kekuatan dari visi misi secara keseluruhan itu apa ? Sofyan : ee..

visinya.. Rosa : berikut dengan programnya mungkin pak ?

Sofyan : Ya, jadi kami ingin mengemas, Yogya ini dikelola secara transparan ke depan ya

sebetulnya. Tapi itu kan terlalu elitis ya, dengan smart city itu kan tidak kurang membumi

ya, ini evaluasi buat kami. Jogja smart city itu, unggulan kami nantinya, salah satunya.

Bagaimana Jogja dikelola lebih secara transparan, efisien, efektif, semua bisa mengakses

dengan mudah, pelayanan juga tidak pake ribet kan gitu.

Rosa : lebih berbasis elektronik gitu maksudnya ?

Sofyan : Iya, sekarang orang bisa mengakses informasi dengan program2 aplikasi banyak

sekali kan. Nah program2 itu kita akan adopsi di apa, di seluruh kegiatan, aktivitas di

pemerintahan. Ee.. apa khususnya tentang pelayanan, fungsi pelayanan, jadi tentang

informasi apa saja tentang jogja, bagaimana pelayanan pemerintah kota yogya, bagaimana

proses, proses pelayanan itu sendiri, penganggaran, penggunaan anggaran, semua bisa

diakses, sampai di tingkat kabupaten. kemudian masalah administrasi kependudukan itu juga

secara online juga, semua serba online, seperti itulah

Rosa : Itu yang disampaikan ke masyarakat ?

Sofyan : Iya, jd bagaimana membuat KTP, ga ribet harus menunggu pak RT pak RW. Saya

mbayangke juga pak RW ke lur kota, nanti warga akan kerepotan menunggu Pak RW. Bisa

Page 48: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

48

ga Pak RW cukup online, bisa ga. Sekarang kan juga sudah ada, kita mulai dari.. jadi smart

city itu sebenarnya unggulan saya. Tapi ya keunggulan itu, itu tidak terkonfirmasi dengan

bahasa yang efektif. Tapi saya, ya alhamdullilah, insya allah kita menang. Ya masyarakat

akan tahu bagaimana kita.

Rosa : Oh iya.. kalau pak Haryadi ini kan Petahana ya, apa yang menjadi evaluasi dari

program kepemimpinan beliau periode yang lalu ?

Sofyan : ee.. programnya adalah mengenai… ee.. (rosa : yang perlu ditingkatkan atau

mungkin ada proses evaluasinya). Tentang pelayanan kesehatan ya, itu pasti, pelayanan

kesehatan yang bagus. Pelayanan kesehatan sudah bagus, akan tetapi terutama akses BPJS,

kita akan membuat, nah bagaimana pengguna BPJS itu bisa mengakses itu akan lebih

mudah. Kemudian akan meningkatkan jaminan2 yang lain.

Sosial-sosial yang lain yang sekarang belum terformulasikan, dan tentang UMKM, akses

perkreditan itu akan kita permudah. (Rosa : oo.. untuk usaha kecil ya?)… Ya.. jadi kita akan

permudah, ke depan, kita akan mempermudah itu, dengan cara bukan memperkecil bunga

ya, tapi kita akan mensubsidi, sehingga pelaku ekonomi itu akan merasa lebih ringan ya

bunganya, akan disubsidi..(Rosa; Oo.. nggih.. nggih…) bunganya akan disubsidi oleh

pemerintah gitu. Itu sebenarnya memang hanya bahasa kita terlalu elitis, terbacanya.. kalau

sudah kampanye itu kan efektif black campaign dan kita ga bisa.. (Rosa : ooya.. bahasa yang

mudah dicerna oleh masyarakat ?)..

iya.. iya..program yang kita evaluasi dan akan kita lakukan adalah program pelayanan

kesehatan.. kita akan tambah..kan masih kurang nih.. jumlah ee.. jumlah kelas, kelas rawat

inap di kelas 3, itu akan kita perbanyak. Kita kan punya Pramita kan di sini.. besok

akan..Pratama kok pramita… besok kita akan tambah di sektor utara, besok lagi akan

ditambah di sektor barat, timur, jadi warga itu akan bisa menikmati tidak hanya di sektor

selatan, Tapi juga merata. Kemudian bagaimana Puskesmas yang tadinya akan kita tuju

mejadi rawat inap. Kita menuju ke semua puskesmas, menuju rawat inap. Jadi pelayanan

kesehatan, pendidikan juga, besok kita, kita punya ikon taman pintar. Kita nanti akan punya

taman pintar 1, 2, dst.

Sungai, yang tadinya hanya semacam revitalisasi sungai, besok ga. Sungai akan menjadi

pusat kegiatan. Ya, insya allah lah nanti (Rosa : konsepnya artinya masyarakat berkegiatan di

situ).. Iya, ya, jadi pusat pelayanan, pusat hiburan, pusat wisata, pusat anak muda, besok

salah satunya akan terpusat di sungai besok. Ini sekarang kan kita sudah punya program

sungai nih, dampak sungai bagus-bagus kan buat wisata. Tapi besok lebih dari itu, besok

akanlebih (Rosa : dioptimalkan lagi) Ya.. jadi bagaimana orang bisa berkuliner di sana,

kuliner Yogya lo ya. jadi Yogya kan punya icon sate klathak, yang terkenal misalnya Pak

Pong. Kita akan hadirkan Pak Pong tidak hanya di sana, bakmi yang terkenal, harus ada di

tempat itu, kuliner Yogyalah, bukan hanya sekedar kuliner. Tapi kita akan seleksi, kuliner

yang ada di temapt itu, kuliner yang representasi Yogya. Kemudian anak muda juga ada di

sana, kita buatlah sungai itu, wisata sungainya. Itu kan yang tidak tersampaikan karena

waktunya pendek.. ya.. alhamdullilah kita sudah unggul lah.

Page 49: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

49

Rosa : Kalau yang saya baca beberapa kali di media, itu yang sering digembar-gemborkan

adalah banyaknya mall dan hotel di Yogya, itu menjadi proses evaluasi juga ?

Sofyan : Ga, evaluasinya ini pembodohan publik bisa jadi, kita yakin benar dengan apa yang

kita lakukan. Bukan evauasi, pembangunan hotel itu kan merespon gejolak masyarakat.

Informasi pembangunan hotel itu, kita sudah menghentikan proses perijinan pembangunan

hotel yang kemudian harus kita tegaskan, itu kan ada moratorium. Kemudian nanti akan kita

cerdaskan masyarakat. Yogya itu butuh hotel gitu lo, yogya itu hotel, yogya itu kota wisata,

kita kalau mau sepakat kota wisata, jangan sampai orang nanti marah dengan Yogya karena

tidak ada hotel. Kemudian yang kedua, pembangunan hotel itu sudah ada SOPnya, gitu lo

mbak, jadi tidak sembarangan membuat hotel ngawur gitu lo. Yogya asat ga ada identik

dengan hotel, ga ada hubungannya ini. Itu hanya pembodohan aja, hanya segelintir orang.

Saya siap nanti akn diskusi, saya akan buka selain itu. Jadi ttg black campaign itu akan saya

buka semua itu. Hotel itu, sudah menghsilkan 500 M PAD kita, tambahan, Itu untuk orang

miskin lo, orang2 miskin 500 M itu ambilnya dari hotel. Jangan mereka mau uangnya tapi

kok mengkrtisi hotel terus kan gitu. Beasiswa itu dari hotel itu. Njih jadi intinya besok kita

akan sampaikan ke masyarakat, setelah pelantikan ya, bahwa ada yang salah, info

penyampaian informasi itu pembodohan masyarakat, publik itu, oleh karena itu menjadi

tugas kami itu bagaimana kita sosialisasi sampai ke bawah, Pak RW pak RT. Ya gitu ajalah

kurang lebih hal yang bagus, tapi ga berhasil, ya pasti ga akan, yang memberikan dampak

negative tentu tidak akan kita lanjutkan. Tapi kalau itu positif ya akan kita lanjutkan, kita

akan tingkatkan.

Rosa : yang menjadi motivasi besar dari Pak Haryadi dan Pak Heru untuk mencalonkan

kembali dalam Pilkada ini apa ? kalau menurut Bapak ?

Sofyan : ya soal harmoni, masalah harmoni, mengapa Pak Heru memilih Pak haryadi, Pak

heru adalah masalah harmoni, dan pertimbangan politik. Pertimbangan politik adalah kans.

Kemudian alasannya itu bagaimana pak haryadi jelas, pembangunan yogya yang 5 tahun itu

cukup pendek, dengan visi misi beliau, masih dirasa kurang 5 tahun ini. Kan memang

sebetulnya visi misi beliau 5 tahun yang lalu tidak bisa tercapai semua. Ini yg menjadi salah

satu, hutanghutang inilah yang pengen pak haryadi mencalonkan kembali. Kemudian

mengapa pak heru, ya kita pandang pak heru lebih serasi, karena kepemimpinan itu kan duet

ya, bukan single fighter gitu. Jadi memang kepemimpinan yang dwi tunggal gitu. Pak

haryadi makanya.. nah kita pandang Pak heru bisa mendampingi pak haryadi. Tidak ngrecoki

gitu lho.. wakil mlaku dewe, itu ga boleh. Wakil ya porsinya di wakil (Rosa ; koordinasi).

Mewakili, tidak nyelap-nyelip gitu. Trus saya kira itu, apa lagi ?

Rosa : Ya.. ee..dalam proses, kembali lagi ke proses kampanye itu, apakah juga mengadakan

apa.. seperti akustikan gitu ? atau… (sofyan : akustikan itu apa ?) Rosa :ee.. band..

Sofyan : O ya..salah satunya iya. Ya salah satu di beberapa tempat, Ini kan kearifan lokal, ya

ada beberapa yang ingin menampilkan itu kan muatan lokal masing2 kepanitiaan. Kita

berikan otonomi ya untuk mengelola kampanye di tiap2 daerah ada yang pakai senam, ada

yang pemeriksaan kesehatan. Ada yang menggunakan, karena anak muda, ya akustikan atau

Page 50: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

50

band (Rosa : tapi tidak dalam skala besar ya ?) elekton, ya bentuknya seperti itu. Spot2

sehari kan bisa berapa titik, lima titik.

Rosa : Basis massa terbesar dimana ini Pak ?

Sofyan : Yogya selatan, kalau sejak lama, kan kultur ya ini, kita dari lama pendukung kita

kan religius ya. Sehingga basis kita memang di Yogya selatan, terbukti kemarin kan di

Yogya selatan (rosa : ya, banyak menangnya ya di sana)

Rosa : kalau dilihat dari koalisi paratai yang mendukung pak haryadi tu kan ada beberapa, itu

kan ada kontrak-kontrak politik yang dilakukan mungkin pak terkait itu ?

Sofyan : ya pasti ada, jadi seluruh partai politik mau mendukung itu kan pasti, yang jelas

kontrak politiknya sevisi, punya visi misi yang sama. Kemudian dituangkan dengan

bargaining-bargaining itu wajar. Tapi kita tidak yang sifatnya pragmatis. Terutama saya

sebagai ketua tidak meladeni tentang kontrak-kontrak politik yang sifatnya pragmatis, tapi

saya lebih cenderung membangun Yogya bersama-sama gitu. Koalisi itu berdasarkan

kesamaan visi misi, saya kira itu.

Rosa : Kampanye melalui media sosial apakah dilakukan ?

Sofyan : oya, iya, medos yang seru

Rosa : lebih banyak, facebook, tweeter atau hampir semua digunakan ?

Sofyan : saya tweeter ga begitu mengikuti ya. saya facebook ya, WA. yang sekarang efektif

kan dua aja. Instagram saya ga. Tapi teman2, anak2 muda juga melakukan itu.

Rosa : content paling banyak yang menjadi pembicaraan di medsos apa pak ?

Sofyan : kita kan counter, medsos kan kita counter isu negatif. Mereka kan black campaign,

kita counter itu tentang keberhasilan, bagaimana hotel, kita sampaikan di medsos, bagaimana

pemerintahan kota periode pak haryadi itu mendapatkan 100 lebih penghargaan. Masyarakat

ga ngerti gitu, karena bukan pencitraan. Kelemahannya Pak haryadi adalah orang yang tidak

bisa (Rosa: menonjolkan) mengkomunikasikan, mensosialisasikan keberhasilannya. Itu

kesalahannya pak haryadi. Kesalahannya Pak Haryadi selama 5 tahun tidak melakukan, ee…

apa itu update info pada masyarakat tentang apa yang diperoleh. (Rosa : ya capaian2) Baru

100 lebih disampaikan, masyarakat bingung (Rosa: ya say abaca bbrp) ya itu yang ramai,

kemudian profil personal pak haryadi, personal pak Heru, bagaimana keluarganya.

Rosa : kalau tim kampanyenya sendiri, itu terdiri dari, mungkin beberapa divisi atau ?

Sofyan : jadi gini, ada tim pengarah, saya, ketua SC, kemudian ada operasional juga,

pelaksana, juga struktur OC, SC, struktur OC nya juga ada. Kemudian divisinya kalau ga

salah ada 6 apa ya. Divisi kampanye, ada divisi penggalangan massa, divisi advokasi, divisi

kampanye tadi udah ya, Divisi tentang data, data itu hubungannya dengan saksi juga ya,

survey tentang data. Kemudian divisi itu menyangkut saksi juga, ya, logistic. Logistik dan

atribut ya, divisi atribut dan logistic (Rosa : itu ketika pencoblosan) bukan, divisi logistic,

Page 51: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

51

kampanye itu kan alat2 peraga, kaos, itu kan mereka yang bertugas untuk pengadaan maupun

pendistribusiannya gitu.

Rosa : ini sedikit terakhir terkait pendanaan pak, sumber dananya boleh tahu darimana saja ?

Sofyan : sumber dananya ini, jujur ya kita serahkan sepenuhnya pada paslon. Ada satu dua

tim bendahara yang donatur ya, jadinya selain pasangan calon, dari donator juga ada (rosa :

kalau teman2 partai ?) ya teman2 partai juga.

Rosa : kalau bentuk penggalangan dana lain, misalnya penjualan merchandise ? souvenir ?

Sofyan : ga, ga ada, (rosa : memang tidak diperbolehkan atau ?) bukan, itu tidak kita

lakukan, tapi, saya tidak tahu apakh panitia memperbolehkan itu. Tapi itu tidak kita lakukan

karena waktunya pendek sangat, dan itu saya pandang tidak efektif. Kalau kita long term

kampanye lima tahun itu efektif. Tapi sekarang kampanye itu malah nuwun sewu,

masyarakat beda ya, sosok yang euphoria dielu-elukan, nah itu beda mereka itu beda. Tapi

kan di kampanye saat ini kan terkesan, (rosa : adem ayem ?) transaksional kecenderungan

pragmatis to sekarang itu, kecenderungan seperti itu, ga bakal masyarakat sekarang mau, ya

to, membeli merchandise yang berlogo partai, berlogo calon, kecuali artis ya.

Rosa : sampai terakhir kampanye kemarin, pengeluarannya sekitar berapa pak ?

Sofyan : Nah ini yang saya, belum terkonfirmasi itu. Belum terkonfirmasi. Mungkin KPU,

saya tidak berandai-andai, itu masalah angka kan, nanti saya tidak berspekulasi, Terakhir

saya belum anu, laporan terakhir kemarin.

Rosa : tapi laporan clear ya pak ?

Sofyan : clear sudah diaudit, diaudit sampai wajar

Rosa : bentuk kerjasama, kalau kemarin saya denger sih ada relawan yang mendukung,

bentuk dukungan relawan itu seperti apa ? materi atau ?

Sofyan : dukungannya itu, salah satunya mungkin dalam pembuatan atribut yang tidak

terpantau, walaupun tidak boleh itu sebenarnya. Semuanya harus didaftarkan ke KPU, tapi

memang loh saya lihat ada atribut yang bukan produk kita, mereka dengan serta merta

membantu kita dengan hal itu. Kemudian yang jelas tenaga, dengan pikiran, mereka

membantu dengan semangat. Karena memang kita tidak ada biaya operasional yang

membiayai mereka secara personal mereka. Nah itu bentuk betul2 relawan.

Rosa : relawannya itu dari elemen mana saja Pak ?

Sofyan : elemen2 komunitas itu, ada berapa ya, banyak sekali sih mbak. komunitas

perempuan juga banyak sekali, kemudian, ada kelompok2 apa tukang becak, kemudian ada

asosiasi pedagang apa, asongan apa, namanya saya ga hafal. Tapi dari elemen2 masyarakat

banyak. Jadi memang saya banyak mengurusi di partai, saya ketua komisi ini memang, saya

mengkoordinasi, saya mengkonsolidasikan, tugas saya mengkoordinasikan dan

mengkonsolidasikan partai2. Namanya banyak sekali ya.

Page 52: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

52

Rosa : itu didokumentasikan tersendiri atau lepas ?

Sofyan: insya allah pasti kita akan dokumentasi, jadi kami siapapun seluruh elemen jangan

sampai ada yang tercecer, sesuai dengan pesan pak haryadi, termasuk saksi kita akan

didokumentasikan. Ya insya allah ya.. ya, bagian pemenangan kita, jangan sampai ada orang

yang membantu kita, jangan sampai tidak terdokumentasi. Seluruh tenaga, seluruh elemen,

baik itu relawan, komunitas, saksi, semua akan kita dokumentasikan.

Rosa : kalau menurut njenengan terkait dengan money politic di Yogya ini masih

berlangsung tidak ?

Sofyan : saya ga tahu, tapi nampaknya tidak ada ya. karena sejak pertama saya berkomitmen,

saya ndak mau, selaku ketua, di sini saya melarang di sini, siapapun di internal, itu hukuman.

Akan kita berikan di teman-teman, yang sengaja berkolaborasi dengan pihak – pihak lain, ya

seolah-olah mengatasnamakan kita itu juga, saya, saya mengawasi semua, anak-anak sendiri.

Jadi saya juga mengawasi dari paslon lain, kita juga mengawasi di internal kami, jangan

sampai ada orang yang seolah-olah mengatasnamakan kita, melakukan itu. Kan gitu. Itu bisa

ada konspirasi busuk. Maka saya di medos juga membentuk itu, sehingga saya sejak pertama

membentuk itu, jangan sampai orang nanti pura-pura, (rosa : mengatasnamakan tim

melakukan itu). Mengaku-ngaku, makanya saya ga mau ada konspirasi busuk ya, yang

mengatakan seolah-olah hebat, padahal money politic. Jadi, alhamdulilah saya ga ada, dari

paslon lain, maupun elemen, maupun pihak-pihak tertentu yang menyatakan kita melakukan

itu. Tapi, yang lain saya ga tahu ya, saya belum pernah laporan. Alhamdulilah sangat

mensyukuri, bahwa kami terbukti tidak melakukan itu.

Rosa : Dari proses debat kemarin, itu sejauh mana impactnya menurut Bapak ?

Sofyan : gak, saya, saya memang tidak ada nilai tambah. Saya akui, ya buat kami kurang ya,

tidak, kurang menimbulkan, dari sisi durasi, setting acara, waktu yang diambil, kemudian

tentang TV, TV yang tidak semua, karena terbatas biaya. Harusnya kan semua televisi dan

jam tayangnya juga, yang membuat orang tidak melihat itu, dan materinya, saya sendiri

mengakui dari content yang kami tampilkan memang tidak maksimal ya. Performa dari calon

kami juga, kami akui itu tidak maksimal (Rosa: walaupun sudah dilakukan persiapan ya?)

ya..sifatnya kan pendek durasinya sehingga tidak bisa membedah semua. Dengan durasi

waktu yang sangat pendek, hanya dua menit kalau ngomong. Itu kan hanya orang -orang

yang pinter memanaje. Sejak pertama kita sudah mewanti-wanti. Nha tapi calon kami kan

wes terbiasa, pak haryadi itu kan banyak di benaknya itu banyak yang ingin disampaikan

sehingga kadang – kadang kan tidak muncul, harusnya pointer-pointer, yang muncul itu

pointer, ada pertanyaan ini pointer. Tapi malah ada narasinya, jadi kelamaan. Kita akui

performanya memang kurang maksimal. Soal performa kalau diskusi kemarin itu.

Rosa : kalau terkait dengan baju lurik yang diagem itu, memang idenya ?

Sofyan : branding, ya branding kita ingin menampilkan itu. Kan ini kan ingin mengangkat

ikon baru, kalau batik kan udah lama nih. Ya mengapa batik terus kan gitu, dulu Pak Haryadi

jaman saya sudah mengangkat, ikon batik. Kita ingin mengangkat lagi, produk lurik Yogya

Page 53: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

53

Rosa : saya datang yang debat terakhir, nha itu kebetulan Ibu-ibu juga ngagem lurik semua,

itu sponsor atau ? (Sofyan : ibu-ibu rumah tangga atau…?) artinya ada yang mengkoordinir

supaya seragam ?

Sofyan : oya.. ya.. kalau itu teknis sekali (Rosa : karena seragam), karena beda, di awal debat

pertama kan saya ingin menyampaikan elegan, ga usah seragam-seragaman, seolah-olah kita

ini, sebenarnya kita tampil, berangkat ga usah semua-muanya diatur, lega.

Rosa : ya.. ya.. berarti hanya pas debat terakhir itu ya, seragam ?

Sofyan : ya, awalnya ada kan kita evaluasi, banyak kan masukan – masukan, wah kudu ada..

banyak. Saya kan mengkomodir aja, saya sebenernya entheng-enthengan aja, itu ga ngefeklah. Mosok dalam rangka itu, tapi sedikit mungkin ya, ada orang yang berpandangan

kompak dsb, timnya ga solid dsb. Ya dah kita nanti di akhir, Ibu-ibu semua gitu.

Rosa : Ok, ini terkait dengan njenengan sebagai narasumber, bisa menyebutkan

latarbelakang pendidikan pak nuwunsewu ?

Sofyan : Saya di S1, geodesi UGM, Teknik UGM.

Rosa : partai, atau ikut berkecimpung di politik sejak kapan ?

Sofyan : saya politik, sejak SMP kelas 1, sejak tahun 77 saya mbak (Rosa : di partai?) di

partainya mbak itu lo, sejak tahun 77. He.. mbk As, saya di partai sejak tahun 77, kelas 1

SMP, saya di P3, pertama kali berdirinya P3 saya di situ (rosa : ooo… sesepuh berarti). Saya

saksi 4 kali di P3, setelah ada reformasi, ya ada saudara kembarnya, saya baru di PAN. Saya jadi saksi, maka saya mblenger jadi saksi, 4 kali di P3 itu. Jadi saksi

Rosa : yang kalau di timnya pak haryadi sebagai ketua SC ?

Sofyan : ya, saya kemudian masuk PAN, ketua PAN pernah, ketua PAN yogya. Sekarang

dari MPP, Kalau di partai kan ketua MPP PAN Yogya. MPPnya Pak Heru itu, dulu kan saya, diganti Pak Heru. Gitu kalau di partai. Kalau berkecimpung di partai saya sejak kecil saya

seneng gitu. Tapi saya belum tertarik menjadi anggota legislative atau eksekutif, itu juga

belum berminat.

Rosa : padahal ada kans ke sana ? ada potensi ?

Sofyan : yang minang juga ada, tapi saya belum. Saya tak fokus di partai saja, tapi yang galak. Saya berpartai, semoga berpartai yang benerlah. Saya ingin berpartai, politik kan tidak

harus transaksional, idealismelah, kita mempertahankan itu. Ya mudah-mudahan lah di

kemenangan ini saya bisa mendampingi Pak Haryadi sampai lima tahun ke depan. Walaupun tim itu kan tidak boleh pecah, artinya koalisinya harus bisa ngawal Pak Haryadi supaya bisa

bekerja dengan baik. Tapi memang Pak Haryadi yang nggak bisa mengkomunikasikan hasil

jerih payahnya itu kan harus kita bantu. Jadi ga terulang lagi, hotel sak karepe dewe

Rosa : sampai hari ini njenengan masih di Partai ya ? sebagai… ?

Sofyan : Ketua MPP (Majelis Pertimbangan Partai) PAN (rosa : PAN atau P3 ?) PAN, dulu..

dulu saya di P3, makanya teman-teman di P3 kenal

Rosa : Ini, terkait hasil yang digugat di MK itu, itu sampai kapan pak waktunya ?

Page 54: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

54

Sofyan : itu kan ada ketentuannya ya, ya sebetulnya kalau final, mei ya. Tapi mudah-

mudahan layu sebelum berkembang. Soalnya MK itu kan belum tentu kan sampai di..MK

mudah-mudahan layu sbeelum berkembang (rosa : soalnya di media heboh sekali). Makanya itu harus diluruskan itu, makanya saya mau mempelajari dulu apa, gugatan mereka itu apa.

Kalau kecurangan, ga ada laporan kecurangan. Saya mau nanya siapa yang punya bukti

kecurangan, saya pengen tahu, ya to ? dari media, saya pengen tahu. Dari temen-temen media, curangnya dimana ? dari pengawas ga ada yang lapor, ya to ? Panwas TPS, Panwas

PPK, Panwas Kota ga ada yang merasa keberatan, ada keberatan kejadian luar biasa, baik di

tingkat TPS maupun PPK tadi, ga ada. Kejadian intimidasi, kecurangan, apa kejadian luar

biasa, ga ada. Kok ujug-ujug kemudian, setelah hari kesekian, setelah dia tahu kalah kok muncul macem-macem, kan gitu. Kan ada upaya-upaya sebelumnya kan, sebelumnya kan

upaya pengintimidasian, di tingkat-tingkat PPK, semua modusnya sama. mobilisasi preman

kan. Mereka memobilisasi preman, kemudian tidak mampu menggagalkan kegitan PPK, kemudian kota jga didema-demo seperti itu. Ini nanti masyarakat tahulah

Rosa : yang dipermasalahkan selalu selisih 14 ribu itu

Sofyan : iya, kan aneh. logikanya mana ? 14 ribu itu kok dianggap sebuah kesalahan. 14 ribu

itu murni golput, ga usah diinterpretasikan macem-macem. Itu murni golput. Mengapa

golput? ya tanyalah TPS, kok kemudian ingin membuka lagi, alasanya karena TPS, ya 14 itu golput kita harus menghormati, faktanya seperti itu. Kok tiba-tiba muncul 14 ribu, aneh kan

itu. Menurut saya, logika apa yang mereka gunakan untuk 14 ribu itu, apakah itu terbukti ga

dari yang sudah dibuka itu ? kan ga terbukti. Dari ratusan, (rosa : ada beberapa) ya itu kan ga representatif, itu hanya bukan karena manipulasi, itu hanya penafsiran, itu penafsiran,

interpretasi teman-teman di TPS. Baik saksi, pengawas, semua, itu yang mengatakan baik itu

sah, sah, itu kan kesepakatan mereka, musyawarah. Kalau kemudian di tingkat KPU dianulir

dengan seperti itu. Itu sebenarnya ga boleh, justru seperti itu, ga boleh menganulir. Loh itu kok menganulir. Harusnya kamu juga ikut di forum demokrasi di tingkat TPS, kan gitu.

Mereka ga ikut forum demokrasi, yang ada di TPS kok mengaku. Ini kesepakatan semua

pihak. Paslon 2 ada di situ, paslon 1 ada di situ. Panwasnya ada di situ, itu mereka menyatakan itu tidak sah, nah mereka menyatakan sah, kan gitu. Ada cctvnya juga, diamati

ya. Jadi semua pelaksanaan pemungutan kan diawasi, kan diawasi banyak pihak, untuk

kemanan, dokumentasi. Nah maksud saya adanya perbedaan angka yang tidak signifikan ini, tidak mewakili, tidak massif, terstruktur, tersistematis, adanya, tidak seperti itu. Itu kan

sangat, sangat kondisional kan gitu. Sehingga menurut saya, itu sesuatu yang gegemongso

(rosa : diada-adakan). Elek, kasare ya abal-abal. Maaf, masyarakat harus tahu. Saya pada

saatnya akan ngomong juga. Saya akan undang media juga.

Rosa : tapi tim advokasi siap ya ?

Sofyan : ya, siap, sebetulnya ringan tugasnya, tugasnya tuh ringan, wong yang digigat tuh

KPU, bukan kita. Mengapa kemudian kita tidak agresif, karena yang digugat kan KPU niy,

kecuali yang digugat kita, nah kita jelas reaktif, kan gitu. Kita selama ini kan cooling down,

kita evaluasi, tetap konsolidasi penuh, itu karena kita ingin ga memperkeruh, mempergaduh suasana. Supaya KPU konsen, bagaimana dia menghadapi gugatan itu aja. Yang jelas kita

siap membantu dengan tepat, bukan membela siapasiapa, tapi kita menyuguhkan data-data

apa adanya di C1 itu, kita punya, dan data itu sudah kita simpan asli, itu aman. Ya kita jadi saksi ya kita akan kawal.

Page 55: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

55

Pak Sutaryo (Ketua Koordinator Program Kampanye Imam-Fadli) - DPC PDIP Jl.

HOS Cokroaminoto- Jumat, 17 Februari 2017. (Pk. 12.30 – 13.45) – tidak berkenan

direkam.

Proses kampanye yang dilakukan membudayakan kampanye damai, nyaman bagi

masyarakat, nyaman bagi pengguna jalan. Menggunakan kampanye budaya, pada saat

pendaftaran di KPU naik sepeda, odong – odong, becak ada sekitar 300an. Ketika penutupan

kampanye ada sekitar 100an memakai becak dan sepeda.

Cara paslon berkampanye dnegan menangkap aspirasi dari bawah, di kampung –

kampung (sambang kampung) dengan warga masyarakat sekitar. Waktu kampanye 101 hari

– punya jatah 50 kali setiap 10 hari sekali dievaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut cukup

bagus respon masyarakat. Kampanye ada di 415 titik RW dari jumlah 617 – ke pengajian –

pengajian (32 pengajian), ada inisiatif dari komunitas untuk mengundang. Posyandu, PKK

(42 kelompok).

Content yang diunggulkan atau diberikan kepada warga : program unggulan kartu

Jogja Cerdas, diberikan berkait dengan keinginan untuk menyetarakan penduduk dalam

mengikuti jenjang pendidikan semua anak pada tingkat jenjangnya yang terbiayai yang

sekiranya tidak cukup. Tidak ada lagi SD favorit, agar semua orang bisa mengakses sekolah

– sekolah tersebut, karena jika ada perbedaan favorut dan tidak, maka hanya orang2 yang

mampu saja yang bisa ke sekolah favorit. Mereka yang mampu bisa membayar les

(bimbingan belajar) nilainya bagus, lalu masuk sekolah favorit. Dengan ―dihilangkan‖nya

sekolah favorit, maka akan membuka peluang bagi siapa saja. Artinya masing2 sekolah

adalah sekolah favorit di kampungnya / di daerahnya, sehingga mereka tidak perlu ke daerah

lain.

Kartu Jogja Sehat –walaupun ada jamkesda-agar masyarakat yang tidak

berkemampuan tetap bisa opnam dan periksa yang di kelas 3. KMS (kartu menuju sejahtera)

masih 8 ribu masyarakat yang di bawah standar miskin. Nantinya akan bekerjasama dengan

dinsos dan dinas pendidikan. (Ada relevansi dgn penjelasan narsum sebelumnya di timses

Imam- Fadhli). Moratorium- banyak hotel yang berubah fungsi (menjadi pusat belanja, ruang

pertemuan, dll) akan ditata sesuai perijinan. Banyak hotel yang tidak menyediakan 10%

airnya untuk warga. Air bawah tanah – sumur dalam, 120 m – 60m, teknis pemasangan

pompa.

Program unggulan – lingkungan hijau seluan 32 km persegi, idealnya oksigen 20 %,

tapi sekarang hanya 17,8 %. Kedua, tata ruang kota – mengupayakan hotel yang sudah

berdiri agar ditata lagi. Menerapkan konsep homestay. Kampung free wifi, sebagai sarana

edukasi dan agar warga (anak – anak) tidak keluyuran kemana- mana.

Karakter yang kuat dari Imam apa adanya, sederhana, merakyat, rasa sosial dan

kepedulian terhadap sesama. Imam juga seorang decision maker. Fadli : tipe yang

mengorganisir, menjabat di pemerintahan dari tingkat yang paling rendah.

Program yang dievaluasi dari kinerja2 sebelumnya : membentuk tim – tim, tenaga

teknis untuk mengurusi aduan – aduan warga. Misal : pendidikan, ancaman tidak bisa ikut

Page 56: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

56

ujian. Tim ini mengurus sampai hal – hal teknis- misal mengurus ijazah yang ditahan sampai

ke sekolah. Memperbaiki sistem jamkesda.

Event – event khusus yang diadakan – setiap kampanye selalu membawa kartu jogja

sehat dan kartu jogja cerdas (baik tim kampanye maupun istri2 paslon). Sebagai komitmen

tidak memakai panggung rakyat. Mereka hanya akustikan sebagai alat pengundang, inisiatif

megundang dari warga. Tentang seragam batik (sebagai personal branding)- itu bukti

kesederhanaan- ssatu kegiatan sambang kampung. Batik dengan motif Yogya – sido asih,

tumuruning wahyu, dll. Branding ini sebagai tindak lanjut dari kampanye budaya, efeknya ke

ekonomi, meningkatkan pendapatan pedagang batik.

Dengan media : setiap kali kampanye dan ada isu yang diangkat, selalu mengundang

media. Misal : penyampaian tentang kartu, mengangkat persoalan UMKM dengan media,

masuk di pasar mengundang media. Dari 50 kampanye, hampir separoh lebih isu itu

diangkat. ―serangan udara : melalui media sosial, media elektronik, cetak. ―Serangan darat‖

sambang kampung. Ada 101 hari kampaye, menjadi 50 hari masing2 calon, yang terakhir

menjadi harinya KPU.

Partai pengusung (hanya yang punya perwakilan di DPRD-minimal 1 kursi) : PDIP

dan Nasdem. Pendukung : Hanura, PKB. Tidak ada kontrak politik, partai – partai yang

mendukung tidak mengajukan syarat apapun, itu komitmen PDIP.

Pengeluaran terbesar : operasional (sambang kampung, dialog), tidak ada bendahara

tim. Kebutuhan saksi ; 1 TPS 2 orang, 150rb per orang, pulsa 10rb, hasil hitungan dikirim ke

ranting – ranting baru ke call centre di DPC PDIP. Soal money politics tahun 2011 ada.

Tahun ini, satgas anti money politic- belum menangkap secara tangkap tangan. Tapi dari

cerita teman – teman di lokasi rt, rw, PPk ada money politics. Pada level atas, untuk saksi

yang dibutuhkan perlu dilindungi. Biaya kampanye dan saksi dana dari paslon. Sumbangan

masyarakat, dari deklarasi di rumah aspirasi – PKL, pedagang pasar. Sumbangan dari tim

partai tidakmasuk laporan.

Prediksi suara : basis partai – kec.gondokusuman, tegalrejo,danurejan, gedong

tengen, jetis, mergangsan (parakan & wirogunan), ngampilan dan mantrijeron. yang bukan

basis : Kota gede, umbulharjo. Segmentasi pemilih pemula – anak – anak dari kelompok

pengajian, ulama mengajak mereka untuk terlibat dalam pengajian. Relawannya ; komunitas

– komunitas punya paslon, mereka mendampingi kampanye

Debat di media, sedikt banyak memberikan pengaruh), maka ada persiapan dalam

menghadapi debat tersebut. Pada segmen masyarakat tertentu (LSM, akademisi, aktivis),

yang belum ―tepapar‖ kampanye darat, bisa meihat gesture, fisik yang lebih ekstrem bisa

mengubah pilihan – pilihan mereka. Tanggapan LSM dan PNS cukup bagus. Debat 1 hanya

dihadirkan tim – tim intern. Debat kedua : mendudukkan tokoh - tokoh tertentu di dalam

studio. Debat ketiga : mengundang dosen – dosen yang berpengaruh di lingkungan

keagamaan, NU, komunitas yang lain.

Yang mendorong pak Imam mencalonkan diri : secara alami, orang yang belum

mendapatkan ingin meraih kembali kekuasaan, karena kemarin tidak bisa 100 % untuk

Page 57: Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi LAPORAN …rosalia.mercubuana-yogya.ac.id/wp-content/uploads/2019/03/laporan_akhir-1.pdf · Kode/Nama Rumpun Ilmu : 622/Ilmu Komunikasi

57

mendapatkan kekuasaan apapun. Cita – cita membangun kota – menyejahterakan. Persoalan

politik PDI – menampilkan kader dengan fit & proper test, di DPP agar menjadi kepala

daerah sesuai dengan visi misi masyarakat.

Pak Sutaryo pengurus dari 1987, mulai dari pengurus kelurahan – ranting (kordes)

kecamatan. Pimpinan Anak Cabang 10 tahun. DPC – sekretaris 3 periode, masa jabatan

berakhir 2019. Dalam timses ; sebagai ketua koordinator program dan kampanye merangkap

sekretaris. Anggota Dewan 1997 – 2004.