Kisi-kisi Materi Tes Kompetensi Dasar Dan Bidang (Tkd) & Tkb Cpns

  • View
    441

  • Download
    72

Embed Size (px)

DESCRIPTION

asdasdasd

Text of Kisi-kisi Materi Tes Kompetensi Dasar Dan Bidang (Tkd) & Tkb Cpns

44

Kisi-Kisi Materi Tes Kemampuan Dasar (TKD)danTes Kemampuan Bidang (TKB)

Seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)

MUQADIMAH

Segala puji hanya bagi Allah Rabb Semesta Alam, shalawat dan salam semoga senantisa tercurah kepada manusia pilihan, Rasulullah Muhammad shallalahu alaihi wasallam, para shahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka hingga Hari Kiamat. Amma badu.Wahai orang yang bercita-cita tinggi, bersusah payahlah, niscaya kamu akan memperoleh apa yang kamu angankan!Sesungguhnya orang yang bercita-cita yang tinggi itu rela mengorbankan jiwa dan hartanya demi meraih tujuan yang hendak dicapai karena untuk mendapatkan kemuliaan itu tidak terlepas dari hal-hal yang tidak menyenangkan. Segala kebaikan, kenikmatan, dan kesempurnaan itu hanya bisa diperoleh dengan cara bersusah payah terlebih dahulu. Semua itu harus dilewati di atas jembatan penderitaan.Seorang penyair mengatakan: Aku melihat kesenangan besar...,dan aku tahu, untuk mencapainya harus meniti jembatan deritaPenyair lain mengatakan: Katakan kepada orang yang mengharapkan sesuatu yang tinggi,:"Tanpa bersusah payah, kamu hanya mengharapkan sesuatu yang mustahil" Penyair lain mengatakan: Tanpa bersusah payah, semua manusia yang dermawan akan miskindan orang-orang yang pemberani akan menjadi pembunuhPenyair lain mengatakan: Siapa mengarungi samudera, dari jauh ia akan melihat gelombang datang menyerbu silih bergantiPenyair lain mengatakan: Kenistaan itu ada pada jiwa yang kerdilAku tak melihat kehidupan mulia, tanpa dilalui dengan bersusah payah Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu Anhu selalu berpuasa. Pada suatu hari seseorang bertanya kepadanya, "Kenapa Anda tidak mau mengistirahatkan diri Anda?" Ia menjawab, "Itu tidak mungkin! Sesungguhnya yang akan menang ialah kuda pacuan." Ada peribahasa mengatakan, "Siapa ingin kesenangan, ia harus meninggalkan kesenangan." Hai orang yang rindu bertemu kekasih..,Kamu kira jalan menuju ke sana itu tanpa perlu bersusah payah?Imam Ibnul Qayyim Rahimahullahu mengatakan,"Orang-orang pintar setiap umat sepakat bahwa kenikmatan itu tidak bisa didapat dengan kenikmatan pula. Siapa yang mementingkan kesenangan, ia akan kehilangan kesenangan. Siapa yang berani menentang badai dan menghadapi rintangan, ia akan memperoleh kegembiraan dan kenikmatan.Tidak ada kegembiraan sama sekali bagi orang yang tidak punya hasrat dan cita-cita.Tidak ada kesenangan sama sekali bagi orang yang tidak punya kesabaran.Tidak ada kenikmatan sama sekali bagi orang yang tidak pernah mengalami penderitaan.Dan tidak ada kenyamanan sama sekali bagi orang yang tidak pernah mengalami kesusahan.Bahkan, hanya dengan mengalami kesusahan sebentar saja, seseorang dijanjikan akan mendapatkan kesenangan cukup lama. Hanya dengan tabah menanggung beratnya kesabaran beberapa lama, ia akan mampu mengendalikan hidup ini untuk selamanya.Orang-orang yang mendapatkan kenikmatan yang kekal adalah karena mereka mau bersabar beberapa lama. Di tangan Allahlah letak pertolongan. Tidak ada daya serta kekuatan sama sekali tanpa pertolongan-Nya." Semakin mulia jiwa dan semakin tinggi cita-cita, maka semakin besar kepayahan yang harus dirasakan oleh tubuh sehingga jarang sekali menikmati kesenangan, sebagaimana yang dikatakan oleh seorang penyair: Apabila jiwa besar...., tubuh akan merasa kepayahan menuruti keinginan-keinginannya..., Imam Muslim dalam kitabnya Shahih Muslim berkata, "Yahya bin Abu Katsir mengatakan, 'llmu itu tidak bisa diperoleh dengan memanjakan badan'." Semua orang pintar sepakat bahwa kesenangan yang sempura itu tergantung pada kadar kesusahan yang dialami; Kenikmatan yang sempurna itu tergantung pada proses ketabahan dalam menanggung beban-beban yang berat. Kesenangan, kelezatan, dan kenikmatan yang ada di dunia ini hanya bersifat sementara. Adapun kesenangan, kelezatan, dan kenikmatan yang sejati dan abadi itu ada di surga nanti.Abu Bakar Ash-Shiddiq Radhiyallahu Anhu mengatakan, "Demi Allah, aku tidak bisa tidur lalu langsung bermimpi. Aku juga tidak berfirasat lalu langsung lupa. Akan tetapi, aku selalu berusaha berada di jalan yang lurus karena takut menyimpang." Maksudnya, ketika Abu Bakar sedang fokus memerangi orang-orang murtad, berencana melakukan penaklukan-penaklukan, dan mempersiapkan negeri kekhalifahan, ia tidak bisa tidur nyenyak, apalagi bermimpi. Fatimah binti Abdul Malik berkata tentang Amirul Mukminin Umar bin Abdul Aziz Rahimahulllah, "Semenjak diangkat sebagai khalifah, aku tidak pernah melihat ia mandi karena jinabat atau mimpi basah." Ketika sedang berada dalam penjara, Imam Ahmad pernah berkata kepada putranya, "Putraku, aku telah memberikan kekuatan pada diriku sendiri." Syaikh Muhammad Al-Hadhar Husain Rahimahullahu mengatakan,"Orang yang punya himmah (cita-cita) besar itu akan selalu menderita. Ia akan mencari semua ilmu, bukan sebagian saja. Inilah yang tidak bisa diimbangi oleh kemampuan fisiknya. Baginya, konsisten pada ilmu itu harus diamalkan. Oleh karena itu, ia selalu bersungguh-sungguh melakukan shalat pada malam hari, dan berpuasa pada siang hari. Memadukan semua itu dengan ilmu adalah pekerjaan yang sulit. Baginya, konsisten pada ilmu itu berarti harus rela meninggalkan kesenangan duniawi, suka mengorbankan kepentingan diri sendiri demi kepentingan orang lain, tidak bersifat kikir, dan terdorong untuk selalu dermawan. Kemuliaan jiwanya mencegah untuk mendapatkan sesuatu dengan cara-cara yang mengorbankan kepentingan orang lain. Demi menuruti wataknya yang dermawan, ia rela miskin dan mengorbankan kepentingan diri sendiri serta keluarganya. Wataknya itulah yang selalu menghalanginya berbuat kikir.Pada hakikatnya, penderitaan yang dialami oleh orang yang bercita-cita tinggi adalah kesenangan. Sebaliknya, kesenangan yang dinikmati oleh orang yang bercita-cita rendah adalah nestapa. Hal itu cocok dengan apa yang pernah dikatakan oleh Abdullah bin Mu'awiyah bin Abdullah bin Ja'far:Aku melihat jiwaku ingin menjelajahi segala sesuatu dan tidak akan berhenti sebelum sampai..., Jiwaku tidak mau tunduk pada kekikiran.., Hartaku tidak akan mampu mengantarkan aku pada kemuliaan, tanpa cita-cita yang tinggi..! Seseorang pernah berkata kepada Rabi' bin Khaitsam, "Kenapa Anda tidak sempat menyenangkan batin Anda?" Ia menjawab, "Dikarenakan aku justru ingin menyenangkannya." Ahmad bin Qaud alias Abu Sa'id AI-Wasithi berkata, "Aku menemui Imam Ahmad bin Hanbal di penjara, sebelum ia disiksa. Aku katakan kepadanya, 'Hai Abu Abdullah, Anda ini punya tanggungan keluarga dan punya anak-anak yang masih kecil. Kamu turuti saja apa tuntutan mereka.' Dengan tegas ia menjawab, 'Kalau itu pikiranmu, keenakan aku'." Pada suatu hari Imam Ahmad ditanya oleh seorang temannya, "Kapan seorang hamba mendapati kesenangan?" Ia menjawab, "Ketika ia menapakkan kakinya di surga." Kesedihan-kesedihan hatiku tidak akan pernah lenyap sampai aku mendapat kabar gembira diterima Allah sambil memegang buku catatan amal dengan tangan kanan dan mataku melihat sang Rasul Amir Syamsul Ma'ali Qabus mengatakan, "Membangun biografi yang manis itu harus dengan bersusah payah. Dan menorehkan kenangan yang indah itu harus dengan berusaha keras." Ketika seorang ulama salaf dicerca karena terlalu rajin berijtihad, ia menjawab,"Sesunguhnya dunia itu ada, tetapi aku tidak berada di dalamnya. Dunia akan terus ada, tetapi aku tidak akan ada di dalamnya. Aku tidak suka menganiaya hari-hariku. Selesai tidur, bergegaslah menyongsong kemuliaan. Kemuliaan itu selalu akrab dengan orang yang jarang tidur di malam hari.Shalat itu lebih baik daripada tidur; bersabar itu lebih baik daripada berbuat bodoh;sesuatu yang tinggi itu lebih baik daripada yang rendah. Dan barangsiapa yang mulia ia akan menang." Bangunlah langkah yang penuh harapan! Karena segala yang disukai dalam kehidupan ini adalah nista.Anda Iihat, betapa orang yang bercita-cita tinggi itu terus bergerak melesat menuju titik harapan dengan penuh keyakinan dan rasa percaya diri bahwa ia akan sampai padanya. Dengan modal kekuatan batin, ilmu, dan kearifan ia mengarungi berbagai tantangan gelombang dan menganggap remeh segala kesulitan tanpa kenai menyerah.Amr bin AI-Ash Radhiyallahu Anhu berkata, "Kalian harus bercita-cita meraih hal-hal yang besar, bukan hal-hal yang kecil." Biarkan aku bersusah payah mengarungi gelombang zaman karena setelah ilu aku akan terdampar di pantai kebahagiaan Ka' ab bin Zuhair berkata: Orang yang tidak mau mengarungi gelombang, ia tidak punya tujuan Penyair lain berkata: Biarkan aku menggapai kemuliaan yang belum pernah aku gapai;Nilai kemuliaan itu tergantung pada tingkat kesulitan dan kemudahan dalam mendapatkannya;Syarif Ar-Radhi berkata: Aku kejar terus kemuliaan-kemuliaan itu, tanpa peduli segala hambatan yang menghadangkarena antara yang rindu dan yang dirindukan selalu ada sekat yang melintang Dengan sabar aku tetap setia berusaha mendapatkannya dan aku tak pernah katakan bahwa satu-satunya solusi cekcok rumah tangga adalah perceraian Orang yang bercita-cita tinggi tidak akan pernah bosan untuk berjuang mendapatkan apa yang dicita-citakan, apapun yang teriadi. Seorang penyair mengatakan: Jika aku tidak menemukan di suatu negeri sesuatu yang aku inginkan Aku masih punya asa dan hasrat di negeri lainnya Malik bin Raib berkata: Di muka bumi tersebar negara Setiap negara yang aku huni adalah seperti negeriku sendiriIbarat burung, orang yang bercita-cita tinggi akan terbang dengan sayapnya ke tempat yang dituju tanpa mau hinggap ke mana-mana. Ia tidak terpengaruh oleh cercaan orang-orang yang mencerca, dan tidak terhambat oleh orang-orang yang malas. Aku dahului semua manusia di dunia ini ke tempat yang luhur dengan pikiran yang tepat dan cita-cita yang tinggi.Dengan sikap bijakku,cahaya petunjuk itu nampak berkilau di malam yang gelap Walaupun orang-orang bodoh hendak memadamkannya, namun Allah malah menyempurnakannya Asy-Syamakh bin Dhirar bertutur tentang kereta milik suku Aus: Aku lihat kereta Al-Ausi terus mendaki ke bukit-bukit kebajikan dan talinya