of 1 /1
Jakarta, 1 September 2016 – Neraca perdagangan Indonesia bulan Juli 2016 masih mencatatkan surplus sebesar USD 598,3 juta yang terdiri dari defisit neraca perdagangan migas besar USD 475,1 juta dan surplus neraca perdagangan non migas sebesar USD 1,1 miliar. Surplus neraca perdagangan September 2016 Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP) Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP) Impor bulan Juli 2016 juga mengalami penurunan yang cukup tajam sebesar 26,3% (MoM) menjadi USD 8,9 miliar. Penurunan ini merupakan yang terdalam sejak tiga tahun terakhir. Penurunan impor terutama bersumber dari penurunan impor non migas sebesar 27,9%. Sementara penurunan impor migas relatif lebih rendah sebesar 16,8%. Secara kumulatif Januari - Juli 2016, impor mencapai USD 74,9 miliar, lebih rendah -10,9% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Nilai impor tersebut terdiri dari impor migas sebesar USD 10,1 miliar dan impor non migas sebesar 64,7 miliar. Penurunan impor berasal dari impor migas yang turun sebesar 33,9% karena menurunnya Kinerja ekspor pada Juli 2016 menurun tajam Kinerja Ekspor Juli 2016 Menekan Surplus Perdagangan Ekspor Indonesia di Bulan Juli 2016 tercatat USD 9,5 miliar, menurun tajam sebesar 26,7% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD 12,9 miliar (MoM). Penurunan ini merupakan cerminan dari siklus musiman yang kembali terulang. Pada umumnya pergerakan ekspor bulan Juli setiap tahunnya selalu mengalami penurunan, namun berdasarkan siklus pertumbuhan, kinerja ekspor diperkirakan akan membaik kembali di bulan selanjutnya. Perbaikan kinerja ekspor juga terlihat dari pergerakan moving average yang cenderung meningkat walaupun tipis. Penurunan ekspor Juli 2016 mempengaruhi kinerja ekspor secara kumulatif. Ekspor Sebagian besar ekspor non migas ke negara tujuan utama mengalami penurunan pada periode Januari - Juli 2016. Namun, masih terdapat ekspor yang meningkat ke beberapa negara antara Swiss (122,7%, YoY); Pilipina (21,6%); dan Vietnam (5,4%).Dari 15 komoditi utama, hanya beberapa produk HS 2 digit yang masih mengalami peningkatan ekspor. Beberapa produk tersebut antara lain Perhiasan/Permata (HS 71) sebesar 21,6%; berbagai produk kimia (HS 38) yang meningkat sebesar 7,6% dan ikan dan udang (HS 03) dengan kenaikan 5,7%. Penurunan sebagian besar produk diantaranya karena masih mengalami pelemahan harga komoditas dunia seperti bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), bijih, kerak dan abu logam (HS 26) dan karet dan barang dari karet (HS 40). Secara nilai, ekspor bahan bakar mineral menurun sebesar 24,9%, namun penurunan volume ekspor lebih rendah sebesar 6,6%. Nilai ekspor lemak dan minyak hewan nabati juga mengalami penurunan yakni sebesar 18,5%, sementara volume ekspor turun 16,2%. Sama halnya dengan karet dan barang dari karet dimana penurunan nilai ekspor sebesar 12,1% lebih dalam dibandingkan penurunan ekspor Impor barang konsumsi kembali meningkat, sebaliknya impor bahan baku/penolong dan barang modal kembali turun. Impor barang konsumsi tercatat USD 6,9 miliar pada periode Januari - Juli 2016, meningkat 12,3% (YoY). Peningkatan ini mampu mendorong pangsa impor barang konsumsi dari 7,3% pada periode Januari - Juli 2015 menjadi 9,2% pada periode yang sama tahun 2016. Kenaikan barang konsumsi ditopang oleh naiknya impor daging hewan sebesar 90,8% (YoY); barang-barang dari kulit (34,9%) dan sayuran (7,7%). Impor bahan baku/penolong masih mencatatkan pangsa tertinggi sebesar 74,6%, namun kondisi ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 75,7%. Penurunan pangsa disebabkan oleh menurunnya impor bahan baku/penolong sebesar Negara penyumbang surplus neraca perdagangan non migas Indonesia periode Januari - Juli 2016 antara lain Amerika Serikat, India, Pilipina, Swiss dan Belanda. Surplus neraca perdagangan non migas yang diperoleh Indonesia dengan kelima negera tersebut mencapai USD 13,5 miliar. Surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, Pilipina dan Swiss meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan surplus tertinggi terjadi pada perdagangan Indonesia dengan Swiss sebesar USD 1 miliar. Sebaliknya, penurunan surplus terbesar terjadi pada perdagangan Indonesia dengan India dari USD 5,6 miliar pada periode Januari - Juli Berdasarkan negara mitra dagang utama, impor yang menurun paling tajam berasal dari Singapura, Malaysia dan Korea Selatan. Penurunan impor dari ketiga negara tersebut sebesar 27,7%; 26,4% dan 25,8%. Sebaliknya, impor dari Thailand dan RRT justru meningkat masing-masing sebesar 7,8% dan 1,0%. (Grafik 5) bulan Juli 2016 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD 879,2 juta. Surplus neraca perdagangan secara kumulatif Januari - Juli 2016 tercatat USD 4,2 miliar. Nilai ini terdiri dari defisit neraca perdagangan migas sebesar USD 2,7 miliar dan surplus neraca perdagangan non migas sebesar USD 6,8 miliar. Surplus neraca perdagangan Januari - Juli 2016 turun 28,8% dibandingkan perolehan surplus periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Penurunan ekspor yang lebih dalam dibandingkan impor di bulan Juli 2016 mengurangi perolehan surplus neraca perdagangan secara keseluruhan. (Tabel 1) 12,1% pada periode Januari - Juli 2016 hingga menjadi USD 55,9 miliar. Bahan baku/penolong yang impornya turun signifikan antara lain: benda-benda dari besi dan baja (19,6%, YoY); bahan kimia organik (16,9%, YoY) dan besi dan baja (10,3%, YoY). Hal yang sama juga terjadi pada impor barang modal. Secara kumulatif Januari - Juli 2016, impor barang modal turun signifikan sebesar 15,2% menjadi USD 12,1 miliar. Penurunan ini berdampak pada berkurangnya pangsa impor barang modal terhadap total impor menjadi 16,2% di tahun 2016. Menurunnya impor mesin/pesawat mekanik sebesar 9,2%; mesin/peralatan listrik sebesar 6,7% dan kendaraan bermotor dan bagiannya sebesar 8,6% merupakan faktor utama melemahnya impor barang modal. (Grafik 4) kumulatif Januari - Juli 2016 mencapai USD 79,1 miliar, turun 12,0% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Nilai ekspor kumulatif terdiri dari ekspor migas sebesar USD 7,5 miliar dan ekspor non migas sebesar USD 71,6 miliar. Penurunan ekspor secara kumulatif terutama berasal dari menurunnya ekspor migas, khususnya hasil minyak yang turun sangat tajam sebesar 63,3% (YoY). (Grafik 2) Impor bulan Juli 2016 juga Mengalami Penurunan, Namun Tidak Sedalam Penurunan Ekspor -9.7 -2.5 -0.9 -0.6 -0.6 -0.4 -0.4 -0.3 -0.3 -0.2 0.6 0.6 0.8 0.9 1.0 1.3 1.3 2.2 3.6 5.0 -8.7 -1.9 -1.1 -0.6 -0.7 -0.5 -0.5 -0.1 -0.5 -0.3 0.6 0.7 1.0 0.1 1.1 1.7 0.4 1.8 5.6 4.6 REP.RAKYAT CINA THAILAND AUSTRALIA ARGENTINA BRASILIA KOREA SELATAN KANADA PERANCIS VIETNAM SWEDIA SPANYOL BANGLA DESH UNI EMIRAT ARAB SINGAPURA PAKISTAN BELANDA SWISS PILIPINA INDIA AMERIKA SERIKAT Mitra Dagang Penyebab Defisit Perdagangan Non Migas Terbesar Mitra Dagang Penyumbang Surplus Perdagangan Non Migas Terbesar USD Miliar Jan-Jul 2016 Jan-Jul 2015 2015 menjadi USD 3,6 miliar pada periode Januari - Juli 2016. Adapun negara penyumbang defisit terbesar antara lain RRT, Thailand, Australia, Argentina dan Brazil. Total defisit neraca perdagangan non migas yang disumbang oleh kelima negara tersebut sebesar 14,5 miliar. Kenaikan defisit terbesar terjadi pada perdagangan Indonesia dengan RRT sebesar USD 1 miliar dari USD 8,7 miliar menjadi USD 9,7 miliar pada periode Januari - Juli 2016. Selain RRT, perdagangan Indonesia dengan Thailand juga menghasilkan kenaikan defisit neraca perdagangan non migas sebesar USD 0,6 miliar. (Grafik 1) (25.0) (20.0) (15.0) (10.0) (5.0) - 5.0 10.0 15.0 - 2.0 4.0 6.0 8.0 10.0 12.0 14.0 16.0 18.0 Jan'14 Mar Mei Jul Sep Nov Jan'15 Mar Mei Jul Sep Nov Jan'16 Mar Mei Jul % USD Miliar Non Migas Migas Monthly growth (YoY) Moving average p.a growth USD JUTA % GROWTH NILAI YOY KONTRIBUSI (%) RIBU TON % GROWTH VOLUME YOY TOTAL EKSPOR 79,081.6 -12.0 100.0 283,634.8 -5.1 TOTAL NON MIGAS 71,585.2 -8.8 90.5 257,862.7 -5.6 1 15 Lemak & minyak hewan/nabati 9,135.8 -18.5 11.6 14,151.2 -16.2 2 27 Bahan bakar mineral 7,565.4 -24.9 9.6 203,629.6 -6.6 3 85 Mesin/peralatan listrik 4,550.5 -7.9 5.8 288.9 -0.3 4 71 Perhiasan/Permata 4,412.2 21.6 5.6 1.8 11.6 5 87 Kendaraan dan Bagiannya 3,163.7 0.3 4.0 378.9 4.4 6 40 Karet dan Barang dari Karet 3,082.2 -12.1 3.9 1,835.5 -3.9 7 84 Mesin-mesin/Pesawat Mekanik 3,002.1 0.2 3.8 343.0 1.6 8 64 Alas kaki 2,670.3 1.8 3.4 141.6 5.4 9 62 Pakaian jadi bukan rajutan 2,303.7 -1.1 2.9 113.5 -5.1 10 44 Kayu, Barang dari Kayu 2,173.7 -6.9 2.7 3,147.5 -12.6 11 48 Kertas/Karton 1,961.1 -7.2 2.5 2,330.6 -7.1 12 61 Barang-barang rajutan 1,869.1 -2.9 2.4 140.7 -1.7 13 38 Berbagai produk kimia 1,761.1 7.6 2.2 2,103.0 9.0 14 26 Bijih, Kerak, dan Abu logam 1,620.1 -16.9 2.0 3,171.1 5.6 15 03 Ikan dan Udang 1,604.8 5.7 2.0 386.3 8.6 SUBTOTAL 15 KOMODITI UTAMA 50,875.9 -9.1 64.3 232,163.3 -7.0 NON MIGAS LAINNYA 20,709.4 -8.1 26.2 25,699.4 8.2 TOTAL MIGAS 7,496.4 -34.3 9.5 25,772.1 0.7 Minyak Mentah 3,125.8 -19.1 4.0 10,416.2 18.6 Hasil Minyak 456.2 -63.3 0.6 1,715.5 -42.9 Gas 3,914.4 -37.9 4.9 13,640.4 -1.1 NO HS URAIAN JAN-JUL 2016 secara volume yakni sebesar 3,9%. Adapun pelemahan harga yang signifikan terjadi pada ekspor bijih, kerak dan abu dimana penurunan ekspor secara nilai tercatat 16,9%, namun secara volume, ekspor justru mengalami kenaikan sebesar 5,6%. (Tabel 2) Barang Konsumsi 9.2% Bahan Baku/ Penolong 74.6% Barang Modal 16.2% Jan-Jul 2016 Barang Konsumsi 7.3% Bahan Baku/ Penolong 75.7% Barang Modal 16.7% Jan-Jul 2015 6.9 55.9 12.1 6.1 63.6 14.3 Barang Konsumsi Bahan Baku/ Penolong Barang Modal Nilai (USD Miliar) Jan-Jul 2016 Jan-Jul 2015 12.3 -12.1 -15.2 -14.1 -20.4 -15.8 Pertumbuhan (%, YoY) -30 -20 -10 0 10 20 30 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 Jan'14 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan'15 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan'16 Feb Mar Apr Mei Jun Jul % USD Miliar Migas Non Migas Monthly Growth Rate of Import (mom) Growth Rate of Import ( yoy) 16.80 7.77 7.22 5.13 3.98 3.90 3.83 2.82 1.82 1.68 16.62 10.76 8.01 4.76 5.41 4.44 5.16 2.85 1.84 1.93 CHINA SINGAPORE JAPAN THAILAND MALAYSIA UNITED STATES KOREA, REPUBLIC OF AUSTRALIA VIET NAM TAIWAN Nilai Impor (USD Miliar) Jan-Jul 2016 Jan-Jul 2015 1.08 -27.74 -9.84 7.82 -26.40 -12.18 -25.80 -0.88 -1.13 -12.95 Growth (yoy,%) impor hasil minyak. Penurunan ini merupakan dampak dari penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Pertamina dan Shell terkait penggunaan kilang minyak Shell International Eastern Trading Company (SIETCO) di Singapura. (Grafik 3) Tabel 1. Neraca Perdagangan Indonesia Grafik 1. Negara Penyumbang Surplus dan Defisit Grafik 2. Kinerja Ekspor Bulanan Tabel 2. Nilai dan Volume Ekspor Menurut HS 2 Digit Grafik 3. Kinerja Impor Bulanan Grafik 4. Impor Berdasarkan Golongan Penggunaan Barang Grafik 5. Impor Berdasarkan Mitra Dagang Utama Ekspor Impor Selisih Ekspor Impor Selisih Ekspor Impor Selisih Ekspor Impor Selisih Ekspor Impor Ekspor Impor Total 12,974.4 12,095.2 879.2 9,514.3 8,916.0 598.3 89,890.9 84,031.3 5,859.6 79,081.6 74,909.9 4,171.7 -26.67 -26.28 -12.02 -10.85 Migas 1,187.3 1,772.2 -584.9 998.6 1,473.7 -475.1 11,413.9 15,391.2 -3,977.3 7,496.3 10,173.3 -2,677.0 -15.89 -16.84 -34.32 -33.90 Minyak Mentah 551.8 569.6 -17.8 407.4 606.7 -199.3 3,865.1 4,923.7 -1,058.6 3,125.8 3,833.8 -708.0 -26.17 6.51 -19.13 -22.14 Hasil Minyak 65.9 1,064.0 -998.1 51.6 751.4 -699.8 1,244.1 9,281.3 -8,037.2 456.2 5,431.9 -4,975.7 -21.70 -29.38 -63.33 -41.47 Gas 569.6 138.6 431.0 539.6 115.6 424.0 6,304.7 1,186.2 5,118.5 3,914.4 907.6 3,006.8 -5.27 -16.59 -37.91 -23.49 Nonmigas 11,787.1 10,323.0 1,464.1 8,515.7 7,442.3 1,073.4 78,477.0 68,640.1 9,836.9 71,585.3 64,736.6 6,848.7 -27.75 -27.91 -8.78 -5.69 Uraian Nilai (USD Juta) Growth Juli 2016 MoM (%) Growth Jan-Jun 2016 YoY (%) Juni 2016 Juli 2016 Januari-Juli 2015 Januari-Juli 2016 Pusat Pengkajian Perdagangan Luar Negeri

Kinerja Ekspor Juli 2016 Barang Konsumsi Bahan Baku ...bppp.kemendag.go.id/media_content/2017/08/NL_September_2016_Indo... · dengan Amerika Serikat, Pilipina dan Swiss meningkat

Embed Size (px)

Text of Kinerja Ekspor Juli 2016 Barang Konsumsi Bahan Baku...

Jakarta, 1 September 2016 Neraca perdagangan Indonesia bulan Juli 2016 masih mencatatkan surplus sebesar USD 598,3 juta yang terdiri dari defisit neraca perdagangan migas besar USD 475,1 juta dan surplus neraca perdagangan non migas sebesar USD 1,1 miliar. Surplus neraca perdagangan

September 2016

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP)

Sumber: BPS (diolah Puska Daglu, BPPP)

Impor bulan Juli 2016 juga mengalami penurunan yang cukup tajam sebesar 26,3% (MoM) menjadi USD 8,9 miliar. Penurunan ini merupakan yang terdalam sejak tiga tahun terakhir. Penurunan impor terutama bersumber dar i penurunan impor non migas sebesar 27,9%. Sementara penurunan impor migas relatif lebih rendah sebesar 16,8%.

Secara kumulatif Januari - Juli 2016, impor mencapai USD 74,9 miliar, lebih rendah -10,9% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Nilai impor tersebut terdiri dari impor migas sebesar USD 10,1 miliar dan impor non migas sebesar 64,7 miliar. Penurunan impor berasal dari impor migas yang turun sebesar 33,9% karena menurunnya

Kinerja ekspor pada Juli 2016 menurun tajam

Kinerja Ekspor Juli 2016

Menekan Surplus Perdagangan

Ekspor Indonesia di Bulan Juli 2016 tercatat USD 9,5 miliar, menurun tajam sebesar 26,7% dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD 12,9 m i l i a r ( M o M ) . P e n u r u n a n i n i merupakan cerminan dari siklus musiman yang kembali terulang. Pada umumnya pergerakan ekspor bulan Juli setiap tahunnya selalu mengalami penurunan, namun berdasarkan siklus p e r t u m b u h a n , k i n e r j a e k s p o r diperkirakan akan membaik kembali di bulan selanjutnya. Perbaikan kinerja ekspor juga terlihat dari pergerakan moving average yang cenderung meningkat walaupun tipis. Penurunan ekspor Juli 2016 mempengaruhi kinerja ekspor secara kumulatif. Ekspor

Sebagian besar ekspor non migas ke negara tujuan utama mengalami penurunan pada periode Januari - Juli 2016. Namun, masih terdapat ekspor yang meningkat ke beberapa negara antara Swiss (122,7%, YoY); Pilipina (21,6%); dan Vietnam (5,4%).Dari 15 komoditi utama, hanya beberapa produk H S 2 digit yang masih mengalami peningkatan ekspor. Beberapa produk tersebut antara lain Perhiasan/Permata (HS 71) sebesar 21,6%; berbagai produk kimia (HS 38) yang meningkat sebesar 7,6% dan ikan dan udang (HS 03) dengan kenaikan 5,7%. Penurunan sebagian besar produk diantaranya karena masih mengalami pelemahan harga komoditas dunia seperti bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan/nabati (HS 15), bijih, kerak dan abu logam (HS 26) dan karet dan barang dari karet (HS 40). Secara nilai, ekspor bahan bakar mineral menurun sebesar 24,9%, namun penurunan volume ekspor lebih rendah sebesar 6,6%. Nilai ekspor lemak dan minyak hewan nabati juga mengalami penurunan yakni sebesar 18,5%, sementara volume ekspor turun 16,2%. Sama halnya dengan karet dan barang dari karet dimana penurunan nilai ekspor sebesar 12,1% lebih dalam dibandingkan penurunan ekspor

Impor barang konsumsi kembali meningkat, sebaliknya impor bahan baku/penolong dan barang modal kembali turun. Impor barang konsumsi tercatat USD 6,9 miliar pada periode Januari - Juli 2016, meningkat 12,3% (YoY). Peningkatan ini mampu mendorong pangsa impor barang konsumsi dari 7,3% pada periode Januari - Juli 2015 menjadi 9,2% pada periode yang sama tahun 2016. Kenaikan barang konsumsi ditopang oleh naiknya impor daging hewan sebesar 90,8% (YoY); barang-barang dari kulit (34,9%) dan sayuran (7,7%). Impor bahan baku/penolong masih mencatatkan pangsa tertinggi sebesar 74,6%, namun kondisi ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 75,7%. Penurunan pangsa disebabkan oleh menurunnya impor bahan baku/penolong sebesar

Negara penyumbang surplus neraca perdagangan non migas Indonesia periode Januari - Juli 2016 antara lain Amerika Serikat, India, Pilipina, Swiss dan Belanda. Surplus neraca perdagangan non migas yang diperoleh Indonesia dengan kelima negera tersebut mencapai USD 13,5 miliar. Surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat, Pilipina dan Swiss meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan surplus tertinggi terjadi pada perdagangan Indonesia dengan Swiss sebesar USD 1 miliar. Sebaliknya, penurunan surplus terbesar terjadi pada perdagangan Indonesia dengan India dari USD 5,6 miliar pada periode Januari - Juli

Berdasarkan negara mitra dagang utama, impor yang menurun

paling tajam berasal dari Singapura, Malaysia dan Korea Selatan.

Penurunan impor dari ketiga negara tersebut sebesar 27,7%; 26,4%

dan 25,8%. Sebaliknya, impor dari Thailand dan RRT justru

meningkat masing-masing sebesar 7,8% dan 1,0%. (Grafik 5)

bulan Juli 2016 lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai USD 879,2 juta. Surplus neraca perdagangan secara kumulatif Januari - Juli 2016 tercatat USD 4,2 miliar. Nilai ini terdiri dari defisit neraca perdagangan migas sebesar USD 2,7 miliar dan surplus neraca perdagangan non migas sebesar USD 6,8 miliar. Surplus neraca perdagangan Januari - Juli 2016 turun 28,8% dibandingkan perolehan surplus periode yang sama tahun sebelumnya (YoY). Penurunan ekspor yang lebih dalam dibandingkan impor di bulan Juli 2016 mengurangi perolehan surplus neraca perdagangan secara keseluruhan. (Tabel 1)

12,1% pada periode Januari - Juli 2016 hingga menjadi USD 55,9 miliar. Bahan baku/penolong yang impornya turun signifikan antara lain: benda-benda dari besi dan baja (19,6%, YoY); bahan kimia organik (16,9%, YoY) dan besi dan baja (10,3%, YoY). Hal yang sama juga terjadi pada impor barang modal. Secara kumulatif Januari - Juli 2016, impor barang modal turun signifikan sebesar 15,2% menjadi USD 12,1 miliar. Penurunan ini berdampak pada berkurangnya pangsa impor barang modal terhadap total impor menjadi 16,2% di tahun 2016. Menurunnya impor mesin/pesawat mekanik sebesar 9,2%; mesin/peralatan listrik sebesar 6,7% dan kendaraan bermotor dan bagiannya sebesar 8,6% merupakan faktor utama melemahnya impor barang modal. (Grafik 4)

kumulatif Januari - Juli 2016 mencapai USD 79,1 miliar, turun 12,0% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Nilai ekspor kumulatif terdiri dari ekspor migas sebesar USD 7,5 miliar dan ekspor non migas sebesar USD 71,6 miliar. Penurunan ekspor secara kumulatif terutama berasal dari menurunnya ekspor migas, khususnya hasil minyak yang turun sangat tajam sebesar 63,3% (YoY). (Grafik 2)

Impor bulan Juli 2016 juga Mengalami Penurunan, Namun Tidak Sedalam Penurunan Ekspor

-9.7

-2.5

-0.9-0.6-0.6

-0.4-0.4-0.3-0.3-0.2

0.60.60.80.91.01.31.3

2.2

3.6

5.0

-8.7

-1.9

-1.1-0.6-0.7-0.5-0.5-0.1-0.5-0.3

0.60.71.0

0.11.1

1.7

0.4

1.8

5.64.6

REP

.RA

KYA

T C

INA

THA

ILA

ND

AU

STR

ALI

A

AR

GEN

TIN

A

BR

ASI

LIA

KOR

EA S

ELA

TAN

KA

NA

DA

PER

AN

CIS

VIE

TNA

M

SWED

IA

SPA

NYO

L

BA

NG

LA D

ESH

UN

I EM

IRA

T A

RA

B

SIN

GA

PU

RA

PAK

ISTA

N

BEL

AN

DA

SWIS

S

PIL

IPIN

A

IND

IA

AM

ERIK

A S

ERIK

AT

Mitra Dagang Penyebab Defisit Perdagangan Non Migas TerbesarMitra Dagang Penyumbang Surplus Perdagangan Non Migas Terbesar

USD MiliarJan-Jul 2016 Jan-Jul 2015

2015 menjadi USD 3,6 miliar pada periode Januari - Juli 2016. Adapun negara penyumbang defisit terbesar antara lain RRT, Thailand, Australia, Argentina dan Brazil. Total defisit neraca perdagangan non migas yang disumbang oleh kelima negara tersebut sebesar 14,5 miliar. Kenaikan defisit terbesar terjadi pada perdagangan Indonesia dengan RRT sebesar USD 1 miliar dari USD 8,7 miliar menjadi USD 9,7 miliar pada periode Januari - Juli 2016. Selain RRT, perdagangan Indonesia dengan Thailand juga menghasilkan kenaikan defisit neraca perdagangan non migas sebesar USD 0,6 miliar. (Grafik 1)

(25.0)

(20.0)

(15.0)

(10.0)

(5.0)

-

5.0

10.0

15.0

-

2.0

4.0

6.0

8.0

10.0

12.0

14.0

16.0

18.0

Jan'14 Mar Mei Jul Sep Nov Jan'15 Mar Mei Jul Sep Nov Jan'16 Mar Mei Jul

%USD MiliarNon Migas Migas

Monthly growth (YoY)

Moving average p.a growth

USD JUTA% GROWTH

NILAI YOYKONTRIBUSI (%) RIBU TON

% GROWTH

VOLUME YOY

TOTAL EKSPOR 79,081.6 -12.0 100.0 283,634.8 -5.1

TOTAL NON MIGAS 71,585.2 -8.8 90.5 257,862.7 -5.6

1 15 Lemak & minyak hewan/nabati 9,135.8 -18.5 11.6 14,151.2 -16.2

2 27 Bahan bakar mineral 7,565.4 -24.9 9.6 203,629.6 -6.6

3 85 Mesin/peralatan listrik 4,550.5 -7.9 5.8 288.9 -0.3

4 71 Perhiasan/Permata 4,412.2 21.6 5.6 1.8 11.6

5 87 Kendaraan dan Bagiannya 3,163.7 0.3 4.0 378.9 4.4

6 40 Karet dan Barang dari Karet 3,082.2 -12.1 3.9 1,835.5 -3.9

7 84 Mesin-mesin/Pesawat Mekanik 3,002.1 0.2 3.8 343.0 1.6

8 64 Alas kaki 2,670.3 1.8 3.4 141.6 5.4

9 62 Pakaian jadi bukan rajutan 2,303.7 -1.1 2.9 113.5 -5.1

10 44 Kayu, Barang dari Kayu 2,173.7 -6.9 2.7 3,147.5 -12.6

11 48 Kertas/Karton 1,961.1 -7.2 2.5 2,330.6 -7.1

12 61 Barang-barang rajutan 1,869.1 -2.9 2.4 140.7 -1.7

13 38 Berbagai produk kimia 1,761.1 7.6 2.2 2,103.0 9.0

14 26 Bijih, Kerak, dan Abu logam 1,620.1 -16.9 2.0 3,171.1 5.6

15 03 Ikan dan Udang 1,604.8 5.7 2.0 386.3 8.6

SUBTOTAL 15 KOMODITI UTAMA 50,875.9 -9.1 64.3 232,163.3 -7.0

NON MIGAS LAINNYA 20,709.4 -8.1 26.2 25,699.4 8.2

TOTAL MIGAS 7,496.4 -34.3 9.5 25,772.1 0.7

Minyak Mentah 3,125.8 -19.1 4.0 10,416.2 18.6

Hasil Minyak 456.2 -63.3 0.6 1,715.5 -42.9

Gas 3,914.4 -37.9 4.9 13,640.4 -1.1

NO HS URAIAN

JAN-JUL 2016

secara volume yakni sebesar 3,9%. Adapun pelemahan harga yang signifikan terjadi pada ekspor bijih, kerak dan abu dimana penurunan ekspor secara nilai tercatat 16,9%, namun secara volume, ekspor justru mengalami kenaikan sebesar 5,6%. (Tabel 2)

Barang Konsumsi

9.2%

Bahan Baku/

Penolong74.6%

Barang Modal16.2%

Jan-Jul 2016

Barang Konsumsi

7.3%

Bahan Baku/

Penolong75.7%

Barang Modal16.7%

Jan-Jul 2015

6.9

55.9

12.1

6.1

63.6

14.3

BarangKonsumsi

Bahan Baku/Penolong

BarangModal

Nilai (USD Miliar)

Jan-Jul 2016

Jan-Jul 2015

12.3

-12.1

-15.2

-14.1

-20.4

-15.8

Pertumbuhan (%, YoY)

-30

-20

-10

0

10

20

30

0

2

4

6

8

10

12

14

16

18

Jan'14 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan'15 Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nov Des Jan'16 Feb Mar Apr Mei Jun Jul

%USD Miliar

Migas Non Migas

Monthly Growth Rate of Import (mom)

Growth Rate of Import ( yoy)

16.80

7.77

7.22

5.13

3.98

3.90

3.83

2.82

1.82

1.68

16.62

10.76

8.01

4.76

5.41

4.44

5.16

2.85

1.84

1.93

CHINA

SINGAPORE

JAPAN

THAILAND

MALAYSIA

UNITED STATES

KOREA, REPUBLICOF

AUSTRALIA

VIET NAM

TAIWAN

Nilai Impor (USD Miliar)

Jan-Jul 2016

Jan-Jul 2015

1.08

-27.74

-9.84

7.82

-26.40

-12.18

-25.80

-0.88

-1.13

-12.95

Growth (yoy,%)

impor hasil minyak. Penurunan ini merupakan dampak dari penandatanganan perjanjian kerja sama antara PT Pertamina dan Shell terkait penggunaan kilang minyak Shell International Eastern Trading Company (SIETCO) di Singapura. (Grafik 3)

Tabel 1. Neraca Perdagangan Indonesia

Grafik 1. Negara Penyumbang Surplus dan Defisit

Grafik 2. Kinerja Ekspor Bulanan

Tabel 2. Nilai dan Volume Ekspor Menurut HS 2 Digit

Grafik 3. Kinerja Impor Bulanan

Grafik 4. Impor Berdasarkan Golongan Penggunaan Barang

Grafik 5. Impor Berdasarkan Mitra Dagang Utama

Ekspor Impor Selisih Ekspor Impor Selisih Ekspor Impor Selisih Ekspor Impor Selisih Ekspor Impor Ekspor Impor

Total 12,974.4 12,095.2 879.2 9,514.3 8,916.0 598.3 89,890.9 84,031.3 5,859.6 79,081.6 74,909.9 4,171.7 -26.67 -26.28 -12.02 -10.85

Migas 1,187.3 1,772.2 -584.9 998.6 1,473.7 -475.1 11,413.9 15,391.2 -3,977.3 7,496.3 10,173.3 -2,677.0 -15.89 -16.84 -34.32 -33.90

Minyak Mentah 551.8 569.6 -17.8 407.4 606.7 -199.3 3,865.1 4,923.7 -1,058.6 3,125.8 3,833.8 -708.0 -26.17 6.51 -19.13 -22.14

Hasil Minyak 65.9 1,064.0 -998.1 51.6 751.4 -699.8 1,244.1 9,281.3 -8,037.2 456.2 5,431.9 -4,975.7 -21.70 -29.38 -63.33 -41.47

Gas 569.6 138.6 431.0 539.6 115.6 424.0 6,304.7 1,186.2 5,118.5 3,914.4 907.6 3,006.8 -5.27 -16.59 -37.91 -23.49

Nonmigas 11,787.1 10,323.0 1,464.1 8,515.7 7,442.3 1,073.4 78,477.0 68,640.1 9,836.9 71,585.3 64,736.6 6,848.7 -27.75 -27.91 -8.78 -5.69

Uraian

Nilai (USD Juta) Growth Juli 2016

MoM (%)

Growth Jan-Jun 2016

YoY (%)Juni 2016 Juli 2016 Januari-Juli 2015 Januari-Juli 2016

Pusat Pengkajian Perdagangan Luar Negeri

Page 1