KERANGKA PENGEMBANGAN STRATEGIS WILAYAH BERBASIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL

  • View
    111

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

KERANGKA PENGEMBANGAN STRATEGIS WILAYAH BERBASIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL. Oleh DIREKTUR JENDERAL PENATAAN RUANG. Disampaikan dalam rangka Diskusi Geo-Ekonomi Strategis Global Bappenas, Jakarta 26 Mei 2005. DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM. SISTEM PERENCANAAN TATA RUANG. - PowerPoint PPT Presentation

Transcript

  • KERANGKA PENGEMBANGAN STRATEGIS WILAYAHBERBASIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH NASIONAL OlehDIREKTUR JENDERAL PENATAAN RUANGDEPARTEMEN PEKERJAAN UMUMDisampaikan dalam rangkaDiskusi Geo-Ekonomi Strategis GlobalBappenas, Jakarta 26 Mei 2005

  • SISTEM PERENCANAAN TATA RUANGKerangka Pengembangan StrategisRTRWNRTRWPRTRWKSistem Perencanaan Tata Ruang NasionalSistem Perencanaan Tata Ruang ProvinsiSistem Perencanaan Tata Ruang Kab/KotaRTR Pulau, Kawasan Tertentu, Kawasan Perbatasan, Kawasan TerpencilRenc. Bagian Wil ProvRDTR Kab/KotaRTR Kawasan (Nasional)RTR Kawasan(skala Provinsi)RTRHirarkiRencana Umum TRRencana OperasionalRencana OperasionalTeknisOperasionalisasi/tingkat kedalaman

  • Memiliki 5 Pulau Besar, Gugus Pulau Samodra, Gugus Pulau Pantai yang keseluruhannya berjumlah lebih dari 17000, dan adanya pegunungan tinggi serta dilalui jalur patahan dan sesar; Tingginya jumlah penduduk miskin (lebih dari 48 juta jiwa atau lebih kurang 23% terutama di daerah tertinggal dan perkotaan);Lebarnya kesenjangan tingkat pembangunan antar wilayah secara nasional (sudah berkembang: Sumatra, Jawa, Bali ; berkembang: Kalimantan, Sulawesi, NTB; perkembagan baru: Maluku, NTT, Papua);Kesenjangan tingkat pembangunan antar bagian wilayah Pulau Besar dan antar kota dan desa; Angkutan pelayaran internasional dominan oleh kapal asing (>96%);TANTANGAN (1)

  • Angkutan laut belum didukung oleh infrastruktur yang mantap (pelabuhan, galangan kapal dll);Sistem perdagangan ekspor-impor melalui pelabuhan laut terjadi di wilayah Sudah Berkembang (Thn 2001, hampir 40% total volume atau US$ 42,5 billion atau 65,2% dilakukan dari Tanjung Priok, Tanjung Perak dan Tanjung Emas); Interaksi perdagangan dalam negeri melalui pelabuhan laut banyak terjadi di pelabuhan besar di wilayah Sudah Berkembang (>90%) menuju ke dan berasal dari Medan, Palembang, Jakarta, Cirebon, Surabaya, Makasar dan Semarang);Belum dimanfaatkannya secara penuh peluang pasar Asia Pasifik (70% pasar dunia) dan pemanfaatan 3 Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI);Memiliki Pusat Pertumbuhan Ekonomi Nasional dan Internasional (PKN) dan memiliki Infrastruktur lainnya meliputi jalan lintas, listrik (SUTET) yang dominan di koridor utara Jawa, koridor pantai timur Sumatra, pada wilayah-wilayah pulau yang mengubungkan antar PKN tersebut

    TANTANGAN (2)

  • MERUMUSKAN DAN MELAKSANAKANKERANGKA PENGEMBANGAN STRATEGIS(STRATEGIC DEVELOPMENT FRAMEWORK)

    upaya terpadu menghadapi tantangan

  • KERANGKA PENGEMBANGAN STRATEGISBontangPulau BesarGugus Pulau SamudraGugus Pulau PantaiPegunungan TinggiKawasan AndalanPola Sebaran PermukimanPoros Pengembangan Startegis Global/NasionalPoros Pengembangan Strategis Sub RegionalPoros Pengembangan Strategis NasionalBatas TeritorialBatas ZEEJalur Patahan dan SesarAlur Pelayaran InternasionalKota PKN

  • POKOK-POKOKKERANGKA PENGEMBANGAN STRATEGIS (1)Menetapkan Poros Pengembangan Strategis Global/Nasional meliputi: Poros global pengembangan koridor timur Sumatra, koridor utara Jawa sampai ke NTT; poros koridor barat dan timur Kalimantan; poros koridor barat Sulawesi menerus ke Menado dan Jayapura Merauke; Poros Nasional Padang-Pekanbaru, Bengkulu-Palembang; Batam-Pekanbaru, Pangkal Pinang-Palembang, Bandung Jakarta, Yogya Semarang, Malang Surabaya, Pangkalan Bun Palangkaraya Banjarmasin, Kendari Makasar dan Ambon Ternate. Percepatan pengembangan kawasan andalan pada poros pengembangan, terutama pengembangan kawasan tertentu cepat tumbuh (Metropolitan Jabodetabek Punjur, Mebidang, Gerbang Kerta Susila, Maminasata, Bandung Raya)Dukungan pembangunan kawasan perbatasan serta pulau kecil terluar Mengembangkan keterkaitan sosial ekonomi antar daerah terutama pengembangan sistem jaringan transportasi nasional, termasuk jalan, yang mempunyai akses yang tinggi ke pelabuhan di sepanjang poros pengembanganPengembangan infrastruktur Pelabuhan Laut dengan menetapkan pelabuhan internasional terutama penetapan hub internasional (antara lain Bojonegara, Bitung), penentuan rute pelayaran yang efektif dan kompatibel dengan alur pelayaran internasional, dan pengembangan galangan kapal

  • POKOK-POKOK KERANGKA PENGEMBANGAN STRATEGIS (2)Dukungan pembangunan infrastruktur lainnya dengan sasaran kewilayahan terutama di poros pengembangan: Pemantapan dan pengembangan pelayanan sumber daya air pada kawasan potensial ekonomi, pulau-pulau kecil, kawasan perbatasan, konservasi & pengelolaan sungai dan danau (antara lain DAS Cilcis, Brantas, Jratunseluna, Membramo);Pengembangan prasarana dan sarana permukiman di pusat-pusat permukiman pada poros pengembangan, dan kawasan perbatasan; Pengembangan tenaga listrik dan sumberdaya energi lainnya untuk memacu tingkat daya saing koridor pengembangan.

  • Legenda :Pulau BesarGugus Pulau SamudraGugus Pulau PantaiPegunungan TinggiBatas TeritorialBatas ZEEGUGUS PULAU SAMUDRA DAN PANTAI

  • Jalur PatahanLegenda :SesarJALUR PATAHAN DAN SESAR

  • Legenda :Sebaran Beberapa Kota PKNBontangBanda AcehMedanPekanbaruPadangJambiBengkuluPalembangLampungJAKARTABandungSemarangYogyakartaSurabayaDenpasarMataramKupangPontianakPalangkarayaBanjarmasinSamarindaManadoPaluMakasarKendariAmbonJayapuraBatamPangkal PinangSerangMamujuGorontaloTernateSorongSebaran Kejadian Gempa Pada kedalaman 0-33 kmtSebaran Kejadian Gempa Pada kedalaman 33-70 kmtSEBARAN KEJADIAN GEMPA 1990-2000Legenda :Jalur PatahanJalur Sesar

  • Legenda :Sebaran Beberapa Kota PKNSEBARAN KOTA PKN

  • Legenda :ALKIJALUR ALKI

  • Legenda :Kawasan Andalan DaratKawasan Andalan LautKAWASAN ANDALAN

  • Legenda :Poros Pengembangan PerbatasanKAWASAN PERBATASAN NEGARAKalimantan (Kalimantan Barat & Kalimantan Timur) Sabah/SarawakNusa Tenggara Timur Timor LestePapua Papua New GuineaSangihe Talaud PhilipinaMaluku Timor LesteMaluku Utara PalauNTT (Kep. Alor) Timor Leste/AustraliaRiau (Kep. Natuna) Malaysia/Brunei/Vietnam/SingapuraNAD India/Thailand

  • PENGEMBANGAN GKS

  • KESENJANGAN KAWASAN (1)

    No.ASPEKSUDAH BERKEMBANG(SUMATRA,JAWA, BALI)SEDANG BERKEMBANG DAN PERKEMBANGAN BARU1Kependudukan80 % dari penduduk Indonesia (60 % di P. Jawa)Prosentase kota-desa hampir sama20 % dari penduduk IndonesiaDominasi perdesaan2Kegiatan Usaha81 % dari PDRB Indonesia78 % dari pertanian Indonesia90 % dari industri Indonesia (75 % di Jabotabek)19 % dari PDRB Indonesia22 % dari pertanian Indonesia10 % dari industri Indonesia3Sumberdaya AlamLahan sudah dikelolaLahan SuburLuas hutan relatif sempit dan terdesak oleh pertanian dan permukimanLahan masih belum dikelolaLahan relatif kurang suburLuas hutan masih luas, namun sudah dieksploitasi4Sumberdaya BuatanTransportasi darat

    Transportasi lautTransportasi UdaraListrik dan TelekomunikasiKonsentrasi di Pantura Jawa, dan Timur SumateraMelayani hampir seluruh wilayahMelayani hampir seluruh wil.Cukup (terutama kota-kota besar)Berupa jalan lintas belum sepenuhnya menerusMelayani daerah tertentuMelayani daerah tertentuRelatif kurang (Spot)

  • KESENJANGAN KAWASAN (2)

    No.ASPEKSUDAH BERKEMBANG(SUMATRA,JAWA, BALI)SEDANG BERKEMBANG DAN PERKEMBANGAN BARU5Human Development Index1996 : 69,41999 : 65,71996 : 65,71999 : 62,96Human Poverty Index1995 : 24,31998 : 24,81995 : 28,51999 : 27,77Penanaman ModalDalam negeri 80,5%Luar Negeri 86,5%Dalam negeri 19,5%Luar Negeri 13,5%8Ekspor-ImporEkspor: 79,8%Impor: 92,1%Ekspor: 20,2%Impor: 7,9%

  • Pantai Utara dengan Pantai Selatan Pulau Jawa dan Pulau Bali (yaitu 89% berbanding 11% terhadap total PDRB Propinsi)Pantai Timur dengan pantai Barat Pulau Sumatera (80% berbanding 20% terhadap total PDRB Propinsi)Bagian Utara dan Selatan dengan Bagian Tengah dan Tenggara Pulau Sulawesi (78% berbanding 22% terhadap total PDRB Propinsi)Bagian pesisir dengan bagian pedalaman Pulau Kalimantan (90% berbanding 10% terhadap total PDRB Propinsi)Fakta-fakta Kesenjangan Antar Bagian Wilayah Pulau

  • REKAP KAWASAN ANDALAN

  • TABEL SWS PRIORITAS Pulau SWS DAS

    Sumatera 19 27Jawa-Bali 20 29 39 56

    Kalimantan 2 4Nusa Tenggara 5 5Sulawesi 17 32Maluku-Papua 5 29 41

  • SUDAH BERKEMBANGPEMBAGIAN WILAYAH NASIONALSEDANG BERKEMBANGPERKEMBANGAN BARU

  • KAWASAN PERBATASAN NEGARAKalimantan (Kalimantan Barat & Kalimantan Timur) Sabah/SarawakNusa Tenggara Timur Timor LestePapua Papua New GuineaSangihe Talaud PhilipinaMaluku Timor LesteMaluku Utara PalauNTT (Kep. Alor) Timor Leste/AustraliaRiau (Kep. Natuna) Malaysia/Brunei/Vietnam/SingapuraNAD India/Thailand

  • Struktur Pemanfaatan Ruang per Pulau

    PulauKotaPelabuhanBandar Udara PKNPKWPKLIHPIPNPPrimerSekunderTersierSumatera9471301586816Jawa933106131745Sudah Berkembang1880236289132121

    Bali- Nusa Tenggara4836-2161212Kalimantan152583-28328Sulawesi72066-15448Maluku-Papua92053-16-1310Sedang Berkembang dan Perkembangan Baru3573238-620133138NASIONAL5315347421429265159

  • KAWASAN ANDALAN : Kawasan yang mampu menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah melalui pengembangan sektor-sektor atau sumber daya unggulan yang didukung oleh ketersediaan infrastruktur dan aset manusiaKRITERIA PENETAPANTerdapat lebih dari 3 aglomerasi kota di dalamnyaMemberikan kontribusi terhadap PDB > 0,25% Persentasi penduduknya > 3% dari penduduk propinsiMemiliki prasarana dasar jaringan jalan, pelabuhan laut dan/atau bandar udara, prasarana listrik, telekomunikasi, air, dan lain-lainMemiliki sumberdaya alam dalam jumlah yang cukup besarMemiliki sektor unggulan nasional yang sudah berkembangA. Kawasan Andalan Berkembang

  • Terdapat 1 2 aglomerasi kota di dalamnyaMemberikan kontribusi terhadap PDB >0,05% Laju Pertumbuhan 4%Persentasi penduduknya > 0,5% - 2% dari penduduk propinsiPrasarana dasar jaringan jalan belum lengkap, kondisi pela

Recommended

View more >