Keracunan Napza

Embed Size (px)

Text of Keracunan Napza

6

18

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1. PENGETAHUAN2.1.1. Definisi PengetahuanPengetahuan merupakan hasil dari tahu dan ini terjadi setelah seseorang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Penginderaan ini terjadi melalui panca indera manusia, yaitu indera penglihatan, pendengaran, penciuman, rasa dan raba. Sebagian besar pengetahuan manusia diperoleh melalui mata dan telinga. Pengetahuan merupakan faktor yang sangat penting untuk terbentuknya perilaku seseorang.8

2.1.2. Tingkat PengetahuanAda enam tingkatan pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif, yakni:8 1. Tahu Tahu diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk kedalam tingkat pengetahuan ini adalah mengingat kembali terhadap sesuatu yang spesifik dari keseluruhan bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. 2. MemahamiMemahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menerapkan materi tersebut secara benar. 3. MenerapkanMenerapkan diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada kondisi yang sebenarnya. Aplikasi di sini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum, rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks atau situasi yang lain.4. AnalisisAnalisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau objek ke dalam komponen-komponen tetapi masih di dalam satu struktur organisasi dan masih ada kaitannya satu sama lainnya. 5. SintesisSintesis menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru. Dengan kata lain, sintesis adalah kemampuan untuk menyusun formulasi-formulasi yang ada.6. EvaluasiEvaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi atau penilaian terhadap suatu objek atau materi. Penilaian-penilaian ini didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri atau menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada.

2.1.3. Indikator PengetahuanIndikator-indikator yang digunakan untuk mengetahui tingkat pengetahuan atau kesadaran terhadap kesehatan dapat dikelompokkan menjadi:9 1. Pengetahuan tentang sakit dan penyakit yang meliputi penyebab penyakit, gejala atau tanda-tanda penyakit, cara pengobatan dan ke mana mencari pengobatan, cara penularan dan cara pencegahan suatu penyakit.2. Pengetahuan tentang cara pemeliharaan kesehatan dan cara hidup sehat meliputi jenis-jenis makanan bergizi, manfaat makanan bergizi bagi kesehatan, pentingnya olahraga bagi kesehatan, bahaya merokok, minuman keras, narkoba dan lain sebagainya.3. Pengetahuan mengenai kesehatan lingkungan meliputi manfaat air bersih, cara pembuangan limbah yang sehat, manfaat pencahayaan dan penerangan, rumah yang sehat dan akibat polusi yang ditimbulkan polusi bagi kesehatan.

2.1.4. Faktor-faktor yang Memengaruhi PengetahuanTingkat pengetahuan dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor sebagai berikut:8,91. Sosial ekonomiLingkungan sosial akan mendukung tingginya pengetahuan seseorang, sedangkan ekonomi dapat dikaitkan dengan pendidikan, jika ekonomi seseorang tersebut baik, biasanya tingkat pendidikannya tinggi sehingga memengaruhi pengetahuan.2. Pendidikan Pendidikan berarti bimbingan yang diberikan seseorang terhadap pendidikan orang lain menuju kearah cita-cita tertentu yang menentukan manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupan untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan. Pendidikan diperlukan untuk mendapat informasi misalnya hal-hal yang menunjang kesehatan sehingga meningkatkan kualitas hidup. 3. Lingkungan Lingkungan keluarga mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap cara pandang seseorang. Lingkungan pergaulan sangat mendukung tingkat pengetahuan seseorang dan sangat percaya dengan orang lain.4. BudayaBudaya sangat berpengaruh terhadap tingkat pengetahuan seseorang karena informasi yang baru akan dipilih sesuai dengan budaya dan agama yang dianut.5. Sumber informasiSumber informasi merupakan tingkat pengetahuan di mana baik atau tidaknya pengetahuan tergantung pengetahuan kepada masing-masing individu dalam memahami dan menerima informasi yang diterima.

2.1.5. Pengukuran PengetahuanPengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi materi yang ingin diukur dari subjek penelitian. Kedalaman pengetahuan yang ingin kita ketahui atau kita ukur dapat kita sesuaikan dengan tingkat-tingkat tersebut di atas.9Menurut Arikunto, pengetahuan seseorang dapat diketahui dan diinterpretasikan dengan skala yang bersifat kualitatif, yaitu:91. Baik : Hasil persentase 76% - 100%2. Cukup : Hasil persentase 56% - 75%3. Kurang : Hasil persentase < 56 %

2.2. SIKAP2.2.1. Definisi SikapSikap merupakan suatu respon tertutup seseorang terhadap stimulus atau objek tertentu, yang sudah melibatkan faktor pendapat dan emosi yang bersangkutan (senang-tidak senang, setuju-tidak setuju, baik-tidak baik, dan sebagainya). Newcomb dalam Notoatmodjo, menyatakan bahwa sikap merupakan kesiapan atau kesediaan untuk bertindak dan bukan merupakan pelaksanaan motif tertentu.9

2.2.2. Komponen pokok sikapAllport dalam Notoatmodjo (2010), menyatakan bahwa sikap mempunyai tiga komponen pokok, yaitu:9 1. Kepercayaan (keyakinan), ide dan konsep terhadap suatu objek. 2. Kehidupan emosional atau evaluasi terhadap suatu objek. 3. Kecenderungan untuk bertindak.

2.2.3. Tingkatan sikapSikap mempunyai tingkatan-tingkatan, yaitu:9 1. Menerima yaitu menerima stimulus yang diberikan (objek).2. Menanggapi/ merespon yaitu memberikan jawaban atau tanggapan terhadap pertanyaan atau objek yang dihadapi.3. Menghargai yaitu memberikan nilai positif terhadap objek atau stimulus, membahasnya dengan orang lain dan bahkan mengajak atau memengaruhi orang lain.4. Bertanggung jawab yaitu bertanggung jawab terhadap apa yang telah diyakininya.

2.2.4. Pengukuran sikap Pengukuran sikap dapat dilakukan secara langsung ataupun tidak langsung. Pengukuran sikap secara langsung dapat dilakukan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang stimulus atau objek yang bersangkutan. Pertanyaan secara langsung juga dapat dilakukan dengan cara memberikan pendapat dengan menggunakan kata setuju atau tidak setuju terhadap pernyataan-pernyataan terhadap objek tertentu.8

2.3. Narkoba2.3.1. Definisi NarkobaMenurut Badan Narkotika Nasional (BNN) No. SE/03/IV/2002/BNN, narkoba adalah bahan/ zat/ obat psikoaktif, yang bila masuk ke dalam tubuh manusia akan memengaruhi tubuh, terutama otak/ susunan saraf pusat, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, perubahan perilaku, perasaan dan pikiran.1,2 Narkoba hanya boleh digunakan dan diedarkan dalam dunia pengobatan dan ilmu pengetahuan.10,11

2.3.2. Klasifikasi Narkoba2.3.2.a. NarkotikaNarkotika adalah bahan kimia yang bekerja memengaruhi kerja susunan saraf pusat yang dapat menghilangkan rasa sakit. Senyawa yang ada didalam narkotika akan menghambat produksi dan pelepasan serotonin (5-hidroksi triptamin). Senyawa tersebut sangat diperlukan sebagai transmiter informasi ke sistem saraf pusat. Oleh karena itu, sistem transmisi saraf mengalami gangguan karena terjadi kerusakan sel-sel saraf yang memproduksi serotonin tersebut.13,14,15Menurunnya produksi serotonin menyebabkan banyak informasi tidak tersampaikan ke saraf. Sebagai indikator bahwa produksi zat serotonin menurun adalah naiknya tekanan darah, berdebar-debar, suhu tubuh naik, otot kejang, dilatasi pupil, menurunnya kesadaran dan sering disertai mual dan muntah. Adapun beberapa jenis narkotika yang sering digunakan antara lain:16,17,18,19,20

Tabel 2.1. Jenis jenis NarkotikaJenis NarkotikaKeterangan

1. Ganja

a. Nama lain: Cannabis satifa

a. b.Gambar 2.1. a. Tanaman Marijuana (Cannabis sativa), b. Ganja Kering19b. Sumber: Mengandung zat aktif cannabinoids diantaranya, yakni Tetrahydrocannabinol (THC)c. Reseptor cannabinoids merupakan turunan asam arakhidonat yang diduga sebagai ligan endogen disebut anandamid. Reseptor ligan tersebut memiliki konsentrasi tinggi di korteks serebral, hipokampus, striatum dan serebelum. Reseptor tersebut akan mengaktivasi pelepasan serotonin, meningkatkan katekolamin, menghambat aktivitas parasimpatis serta menghambat biosintesis prostaglandind. Efek samping dari penggunaan ganja: perubahan mood, persepsi, motivasi, perubahan perilaku, halusinasi hingga psikosis akut.

Jenis NarkotikaKeterangan

2. Opioidaa. Definisi: nama segolongan zat, baik alamiah, semisintesis, atau sintesis yang diambil dari bagian pohon Papaver somniferum (poppy)

Gambar 2.2. Bunga dan buah opium (Papaver somniferum)19b. Pembagian opiat:a) Opiat alami, contoh obat: opium, morfin, dan kodeinb) Opiat semisintesis, contoh obat: heroin, petidin, dan metadon.c) Opiat sintesis, contoh obat: kokain dan meperidin.c. Kegunaan opiat: anti nyeri dan anti muntahd. Efek samping ketergantungan opiat: a) Efek psikologis: perasaan gembira dan kepercayaan diri, sertab) Efek fisiologis: percepatan denyut jantung, peningkatan tekanan darah, berkeringat, serta mual dan muntah.

2.3.2.b. PsikotropikaPsikotropika adalah suatu obat yang dapat menimbulkan ketergantungan, menurunkan aktifitas otak/ merangsang saraf pusat, dapat menimbulkan halusinasi, ilusi, gangguan berpikir, perilaku dan perasaan. Semua jenis psikotropika merupakan senyawa yang telah melalui proses (murni sintesis).21,22,23,24,25,26 Jenis psikotropika yang banyak disalahgunakan adalah turunan dari amfetamin. Menurut UU RI. NO.35/2009 tentang psikotropika, maka ada empat golongan psikotropika, yaitu:12

Tabel 2.2. Golongan PsikotropikaGolongan PsikotropikaKeterangan

a. Golongan Ia. Obat yang digunakan untuk ilmu pengetahuan dan tidak digunakan sebagai sarana pengobatan/ terapib. Berpotensi sangat kuat mengakibatkan ketergantunganc. Contoh obat: Lysergic Diethilamide (LSD) dan 3,4-Methylene-Dioxy-N-Methamphetamine (MDMA)