37
KEPUTUSAN MENKES RI KEPUTUSAN MENKES RI NO. 1204/MENKES/SK/X/200 NO. 1204/MENKES/SK/X/200 TENTANG TENTANG PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH SAKIT RUMAH SAKIT

Kepmenkes Ri 1204

  • Upload
    pasebat

  • View
    79

  • Download
    2

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kepmenkes Ri 1204

Citation preview

  • KEPUTUSAN MENKES RINO. 1204/MENKES/SK/X/2004

    TENTANG

    PERSYARATAN KESEHATAN LINGKUNGAN RUMAH SAKIT

  • PENDAHULUANKebijakan pembangunan kesehatan : Paradigma sehat upaya preventif & promotif selain kuratif & rehabilitatif.Pencemaran lingkungan penyebab masalah kesehatan masyarakat.Sebagai fasilitas yankes, kegiatan RS berpotensi mencemari lingkungan. Upaya kesling RS diharapkan meningkatkan kinerja RS dlm Yankes secara prima terutama dalam era globalisasi.

  • LANDASAN HUKUM (1)1. UU No. 23/1992 ttg. Kesehatan2. UU No.23/1997 ttg. Pengelolaan Lingkungan Hidup3. UU No.25/2000 ttg. Program Pembangunan Nasional Tahun 2000-2004 (PROPENAS)4. PP No.85/1999(revisi dari PP No.18/1999) ttg. Pengelolaan Limbah B35. Kepmeneg. LH No.Kep-58/1995 ttg Baku Mutu Limbah Cair Kegiatan RS6. Kepmenkes No.1204/Menkes/SK/X/2004 ttg.Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit

  • LANDASAN HUKUM (2)7. Kepmenkes No 715 tahun 2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Jasaboga8. Kepmenkes No 1098 tahun 2003 tentang Persyaratan Hygiene Sanitasi Rumah Makan dan Restoran9. Permenkes No 722 tahun 1988 tentang Bahan Tambahan Makanan10.Permenkes No 826 tahun 1987 tentang Makanan Iradiasi11. Kepmenkes No 907/2002 ttg Syarat2 dan Pengawasan Kualitas Air Minum12. Permenkes No 416/1990 ttg Syarat2 dan Pengawasan Kualitas Air

  • TUJUAN & SASARANTujuan : mewujudkan lingk. RS yg nyaman, aman dan sehat bagi pasien, pekerja, pengunjung, dan masyarakat di sekitar RS

    Sasaran: seluruh RS di Indonesia (pemerintah & swasta)

  • KEBIJAKAN (1)1.Pengelola RS bertanggung jawab thd kesling RS (instalasi sanitasi)2.AMDAL RS kelas A & B, UKL dan UPL RS kelas C & D 3.Pengelolaan limbah RS dg minimasi limbah4.Peningkatan monev kesling RS dan dukungan Perda oleh Dinkes Prov. & Dinkes Kab/Kota

  • KEBIJAKAN (2)5.Pengembangan & sosialisasi Peraturan Perundang-undangan, Juklak, Juknis kesling RS.6.Akreditasi RS bidang kesling.7.Kerjasama LP & LS dlm pengelolaan limbah, air, makmin rumah sakit.8. Kemitraan antar RS, instansi pemerintah, swasta, LSM dalam pengelolaan limbah, air, makmin rumah sakit9.Pengelolaan limbah radioaktif dg BATAN10.Peningkatan SDM dalam manajemen kesling RS

  • LINGKUNGAN RSInfeksi NosokomialPenyakit Akibat Kerja (PAK)Kecelakaan Akibat Kerja Penyakit Akibat Hubungan Kerja (PAHK) Tmpt penularan penyakitPencemaran LingkunganGangguan KesehatanPekerja PasienPengunjung Masyarakat

  • FAKTOR RISIKO LINGKUNGAN RSMANAGEMENT LINGKUNGAN RSKEP. MENKES RS1024/MENKES/SK/X/2004TTGPERSYARATAN KES. LINGKUNGAN RUMAH SAKIT

  • PERSYARATAN KESLING RS1. Penyehatan Ruang Bangunan dan Halaman RS2. Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman3. Penyehatan Air4. Pengelolaan Limbah5. Pengelolaan Tempat Pencucian Linen (Laundry)6. Pengendalian Serangga, tikus dan Binatang Penganggu7. Dekontaminasi melalui Disinfeksi dan Sterilisasi8. Persyaratan Pengamanan Radiasi9. Upaya Promosi Kesehatan Dari Aspek Kesehatan Lingkungan

  • Persyaratan Kesling RSI. Penyehatan Ruang bangunan dan halaman RSLingk bangunan RS hrs mempunyai batas jelas, dilengkapi pagar yg kuat, tdk memungkinkan hewan/manusia keluar masuk dgn bebasLuas lahan bangunan & halaman disesuaikan dgn luas lahan keseluruhan. Cukup tempat parkir disertai rambuLingk RS bebas banjir, jika berlokasi didaerah banjir tersedia teknologi untuk mengatasinyaLingk RS harus merupakan kawasan bebas rokok

  • Persyaratan Kesling RSLingk bangunan RS hrs dilengkapi penerangan dgn intensitas cahaya yg cukupLingk RS harus tdk berdebu, becek, sistem drainage yg baikSaluran pembuangan limbah domestik & medis harus tertutup, terpisah langsung dihubungkan IPALTersedia tempat sampahHarus tersedia sarana sanitasi yg cukup

  • Persyaratan Kesling RSKonstruksi Bangunana. LantaiTerbuat dari bahan yg kuat, kedap air, permukaan rata, tdk licin, warna terang, mudah dibersihkanLantai yg selalu kontak dgn air hrs mempunyai kemiringan cukupPertemuan lantai dgn dinding hrs conus / lengkung

  • Persyaratan Kesling RSc. DindingPermukaan dinding hrs kuat, rata, berwarna terang dan tdk menggunakan cat yg mengandung logam beratd. VentilasiVentilasi alami hrs menjamin aliran udara di dlm kamar/ruang dgn baik ( minimum 15 % dari luas lantai )Bila tdk mencukupi ventilasi alami hrs dilengkapi penghawaan buatan/mekanis sesuai peruntukan ruangan

  • Persyaratan Kesling RSd. AtapKuat, tdk bocor, tdk menjadi tempat perindukan tikus/hewan pengganggu lainLebih tinggi dari 10 m dilengkapi penangkal petire. Langit langitKuat anti rayap, warna terang, mudah dibersihkanTinggi minimal 2,70 m dari lantai

  • Persyaratan Kesling RSf. KonstruksiBalkon, beranda dan talang hrs sedemikian sehingga tdk terjadi genangan air tempat perindukan nyamukg. Lalu Lintas Antar RuanganPembagian ruangan/ lalu lintas ruangan dilengkapi petunjuk letak ruangan, terhindar dari risiko kecelakaan & kontaminasi

  • Persyaratan Kesling RSRUANG BANGUNANA. ZONA DGN RESIKO RENDAHRuang administrasi, komputer, perpustakaan, resepsionis, pendidikan / pelatihanB. ZONA DGN RESIKO SEDANGRuang rawat inap ( bkn penyakit menular ), rawat jalan, ganti pakaian, tunggu pasien

  • Persyaratan Kesling RSC. ZONA DENGAN RESIKO TINGGIRuang isolasi, perawatan intensif, Laboratorium, penginderaan medis ( medical imaging ), bedah mayat ( autopsy ), jenazah D. ZONA DENGAN RISIKO SANGAT TINGGIRuang operasi, bedah mulut, perawatan gigi, gawat darurat, bersalin dan ruang patologi

  • HIGIENE SANITASI MAKANAN DAN MINUMANPERSYARATAN:Angka kuman Eschericia coli pada makanan siap saji harus 0 CFU/gr sampel makanan dan minumanKebersihan peralatan makanan dan minuman, angka total kuman sebanyak-banyaknya 100/cm2 permukaan peralatan dan tdk ada kuman E coliPengecekan sampel makanan siap saji utk disimpan sbg sampel arsipPengecekan angka kuman mak siap saji dan peralatan mak dilakukan setiap 1 bulan sekaliMakanan kemasan tertutup sebaiknya disimpan dlm suhu kurang lebih 10oCPenjamah makanan hrs sehat, secara berkala diperiksa kesehatannya 2 kali setahun

  • Prinsip-prinsip Hygiene Sanitasi Makanan dan Minuman di Rumah Sakit

    Pemilihan Bahan Makanan Penyimpanan Bahan Makanan Pengolahan Makanan Penyimpanan Makanan Masak Pengangkutan Makanan Penyajian Makanan

  • PENGAWASAN HYGIENE SANITASI MAKANAN MINUMAN di RS Dilakukan pengawasan (inspeksi) secara terus menerus / berkala

    Pengawasan dilakukan terhadap Penjamah makanan, Tempat Usaha, Bahan makanan dan makanan jadi serta peralatannya

    Pengambilan sampel terhadap makanan, perlengkapan atau orang yang dicurigai.

  • Hal-hal yang harus diperhatikan di Dapur Rumah Sakit

    a.Tersedia bahan pencuci peralatan yang mampu membersihkan bahan makanan dan mencuci peralatan.b.Tersedia tempat untuk mencuci tangan c. Tersedia tempat pencucian bahan makanand. Tersedia fasilitas sanitasi

  • PENYEHATAN AIRPERSYARATAN:

    Tersedia air cukup secara kuantitas dan kualitas Kualitas air minum mengacu Kepmenkes No 907/Menkes/SK/VII/2002 ttg syarat2 dan pengawasan kualitas air minum.KUalitas air yang digunakan di ruang khususRuang OperasiBagi rumah sakit yang menggunakan air yang sdh diolah seperti dari PDAM, sumur bor, dan sumber lain utk keperluan operasi dpt melakukan pengolahan tambahan dengan catridge filter dan dilengkapi dengan disinfeksi ultra violet.

    Ruang Farmasi dan HemodialisisAir yang digunakan di ruang farmasi terdiri dari air yang dimurnikan utk penyiapan obat, penyiapan injeksi, dan pengenceran dalam hemodialisis.

  • KEBUTUHAN AIR MINUM RUMAH SAKITSecara umum kebutuhan air minim rumah sakit berdasarkan jumlah tempat tidur :

    500 liter/Tempat Tidur/Hari

    SUMBER AIR MINUM :Sebaiknya Rumah Sakit mengambil air dari : PDAMKarena: AKAN MENGURANGI BEBAN PENGOLAHAN, SEHINGGA HANYA TINGGAL BEBAN PENGAWASAN

    Bila tidak tersedia saluran PDAM, maka Air Tanah menjadi pilihan utama, karena kualitasnya relatif lebih baik & stabil.

  • PENGAWASAN KUALITAS AIR DI RUMAH SAKIT Kegiatan Pokok Pengawasan Kualitas air: 1. Inspeksi Sanitasi (IS) 2. Pengambilan Sampel ( Kual fisik, bakt, dan kimia) 3. Pemeriksaan sampel (lapangan dan laboratorium)4. Pencatatan dan Analisa 5. Rekomendasi6. Tindakan Perbaikan (konstruksi, air, penyuluhan)

  • UPAYA PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS1. Pewadahan & Penampungana. Pemilahan (mulai dari sumber)b. Pewadahanc. Penggunaan kantong sesuai peruntukansampah infeksius kuningsampah citotoksik ungusampah radioaktif merahsampah domestik hitamd. Khusus limbah tajam dimasukkan dlm safety box2. Penyimpanan3. Pengangkutan limbaha. internalb. ekternal4. Pemusnahan insinerator

  • LIMBAH SARANA KESEHATANSemua limbah yang dihasilkan oleh sarana pelayanan kesehatan, fasilitas penelitian, laboratorium, termasuk sumber limbah dari ruang perawatan.

    75-90 % limbah tergolong tidak berisiko, sama spt limbah rumah tangga/domistik. 10-25 % limbah dianggap sebagai bahan berbahaya, yangmungkin menimbulkan risiko.

  • LIMBAH INFEKSIUSMengandung patogen (bakteri, virus, parasit, dan jamur) dlm konsentrasi yg cukup dpt menyebabkan penyakit pada pejamu, meliputi:

    Kultur infeksius dari laboratorium Limbah dr unit bedah dan otopsi yg kena penyakit infeksi Limbah dr penderita terinfeksi di bangsal isolasi (tinja, darah, cairan tubuh lain) Limbah telah kontak penderita terinfeksi (handuk, sarung tangan, jas laboratorium) Binatang terinfeksi dari laboratorium Benda2 tajam kontak orang/binatang yang terinfeksi

  • Hasil assesment Th 2003 oleh Ditjen PPM & PL bekerja sama dg WHO di 76 RS dari 22 Provinsi terdiri dari :kelas A: 5kelas C: 23 kelas B: 33 Kelas D: 5

    Sumber Air Baku RS Sebanyak 82,0 % menggunakan air minum PDAM dan 18,0 % menggunakan sumur bor Penanganan Limbah 39 RS (61,9 %) sudah memisahkan menjadi 2 kategori dalam menangani limbah medis padat RS. Sedangkan yang menangani limbah medis cair RS telah dilakukan sebanyak 45 RS (75,0 %)

  • Kemitraan RS Dalam Pengelolaan Limbah Medis RS 80,3 % mengadakan kemitraan dengan DinKes 39,3 % melakukan kemitraan dengan Swasta atau pihak lain, tdd : - Kemitraan dalam pengangkutan dan pembuangan limbah sebanyak 30,4 % - Kemitraan dalam pengolahan limbah sebanyak 26,1 %

    Keberadaan Limbah Padat - Sebanyak 54 RS (83,1 %) memiliki instalasi pengolahan limbah medis padat RS - Sedangkan 49 RS (74,2 %) menggunakan insinerator dalam pengolahan limbah medis padat RS

  • Unit Pengelolaan Limbah Medis RS RS yang memiliki unit sanitasi dan lingkungan (IPAL) adalah sebanyak 41,3 %

    Keberadaan Limbah Cair Sebanyak 55 RS (84,6 %) memiliki sarana instalasi pengolahan limbah medis cair dan 38 RS ( 69,1 %) menggunakan IPAL lengkap dalam teknologi pengolahan limbah medis cair RS.

    Pelatihan petugas Sebanyak 46 RS (71,9 %) pernah mengikuti pelatihan pengelolaan limbah medis RS Sedangkan 48 RS ( 75,0 %) pernah mengikuti pelatihan hygiene dan sanitasi RS

  • PROMOSI KESEHATAN LINGKUNGAN

    Yang harus diperhatikan:Identifikasi masalah kesehatan lingkunganSasaran penyuluhanMetode yang digunakanKebutuhan alat penunjang

  • PEMBINAAN DAN PENGAWASAN

    Pembinaan teknis kesehatan lingkungan rumah sakit di Tk Provinsi/Kab/Kota dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan.

    Pelaksanaan pengawasan penyelenggaraan kesehatan lingkungan rumah sakit dilakukan oleh Dinas Kesehatan.

  • UPAYA PENGELOLAANPengelola/Direksi RS bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan kesling

    Pengelola/Direksi RS dlm melaksanakan tanggung jawabnya wajib melakukan kerjasama lintas program dan sektor terkait terutama jajaran instansi kesehatan dan pemerintah daerah setempat.

    Pembiayaan utk penyelenggaraan kesehatan lingkungan RS menjadi tanggung jawab pemilik dan penyelenggara RS.

  • MASALAH DAN TANTANGANMasalah :Perpu terkait kesling RS blm memasyarakatPelaksanaan Amdal, UKL & UPL RS masih berorientasi secara administrasiAnggapan bahwa biaya kesling RS terbuang percumaKegiatan kesling RS belum mjd prioritasTantangan :Kesling merupakan kegiatan bisnisMinimasi limbah RS memberi nilai tambah

  • PENUTUPKegiatan RS dapat menimbulkan bahaya thd lingkungan dan kes-mas yg mempengaruhi kualitas RS scr keseluruhanUntuk menjamin kualitas Pelayanan tsb, semua RS hrs mengacu ketentuan Depkes.Globalisasi dan AFTA RS di Indonesia dituntut meningkatkan kualitas pelayananKomitmen tinggi dari pengelola RS dlm program kesling memberi kontribusi dlm mewujudkan lingkungan sehat dan aman dg mengeliminasi atau menghilangkan dampak negatif terhadap lingk. dan kes-mas.

  • TERIMA KASIH