Kemenhub Talkshow Musrenbangnas 2015

  • View
    222

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Kemenhub Talkshow Musrenbangnas 2015

  • 7/24/2019 Kemenhub Talkshow Musrenbangnas 2015

    1/41

    30/04

    Disampaikan pada :

    Dialog Interaktif/ TalkshowMusyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Tahun 2015

    Jakarta, 29 April 2015

    MEMPERCEPAT PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR UNTUK

    MELETAKKAN FONDASI PEMBANGUNAN YANG BERKUALITAS

    KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

    Bahan Acuan Sekretaris Jenderal

    OUTLINE1 KONDISI INFRASTRUKTUR INDONESIA

    2

    4

    KEBIJAKAN PEMBANGUNAN INFRASTUKTURSEKTOR TRANSPORTASI

    3

    REKOMENDASI RAKORBANGPUS & MUSRENBANGNAS

    TAHUN 2015 UNTUK KEMENTERIAN PERHUBUNGAN

    SKENARIO PEMBANGUNAN SEKTORTRANSPORTASI

    Halaman

    3-8

    ... 9-12

    ....... 13-30

    .. 31-33

    5 TEROBOSAN DALAM PENYELENGGARAANPERHUBUNGAN .... 34-45

    LAMPIRANPAGU KEBUTUHAN DAN INDIKATIF TAHUN 2016 48-82

  • 7/24/2019 Kemenhub Talkshow Musrenbangnas 2015

    2/41

    30/04

    1 KONDISI INFRASTRUKTURINDONESIA

    Adanya ketimpangan tin gkat pert umbuh an perek ono mian antara kawasan bara t dan ti mur Ind onesia seh ing ga

    diperlukan upaya pemerataan melalui upaya pembangunan pada sektor -sektor yang sangat berpengaruh

    terhadap tingkat perekonomian

    GAMBARAN KONDISI PEREKONOMIANSECARA NASIONAL

    4

    KAWASAN TIMUR INDONESIA

    SUMATERA

    % PDRB = 23,77%

    KALIMANTAN

    % PDRB = 9,30%

    JAWA, BALI

    % PDRB = 58,87%NUSA TENGGARA

    % PDRB = 1,26%

    SULAWESI

    % PDRB = 4,74%

    MALUKU, MALUT

    % PDRB = 0,27%

    PAPUA & PAPUA BARAT

    % PDRB = 1,80%

    Sumber : BPS, diolah (2013)

    *) Data BPS Tahun 2014 belum tersedia

    GAMBARAN KONDISI PEREKONOMIAN

    SECARA NASIONAL

  • 7/24/2019 Kemenhub Talkshow Musrenbangnas 2015

    3/41

    30/04

    Tahun Ranking

    2009 2010 54

    2010 2011 44

    2011 2012 46

    2012 - 2013 50

    2013 - 2014 38

    2014 - 2015 34

    Indeks Daya Saing GlobalIndonesia (GCI)

    Sumber:The Global Competitiveness Report(World Economic Forum)

    Indonesia Malaysia Thailand Vietnam Phillipines

    Infrastruktur 72 20 76 112 95

    Jalan 72 19 50 104 87

    Kereta Api 41 12 74 52 80

    Pelabuhan 77 19 54 88 101

    TransportasiUdara 64 19 37 87 108

    Listrik 84 39 58 88 87

    Telepon Bergerak 54 30 34 42 86

    Telepon Tetap 71 73 91 86 113

    Indeks Daya Saing

    Infrastruktur Indonesia (GCI)

    Tahun Ranking

    2010 2011 90

    2011 2012 82

    2012 - 2013

    92

    2013 - 2014 82

    2014 2015 72

    DAYA SAING INFRASTRUKTUR INDONESIA

    Perkembangan Indeks Kinerja Logistik Indonesia (LPI)

    5

    6

    PERMASALAHAN INFRASTRUKTUR

    TRANSPORTASI

    Lambatnya pembaharuan dan pembangunan padasektor kereta api

    Pertumbuhan di sektor kereta api hanya 7.7% dari total4,800 km adalah jalur ganda, dimana kereta

    penumpang dan barang menggunakan jalur yangsama

    Efisiensi waktu pada jaringan sektor tersebut sangatrendah.

    Kurang berimbangnya komposisi moda dalam bidangtransportasi

    Tingginya pengguna kendaraan pribadi menjadi

    sumber kemacetan di kota-kota besar.

    Menurut survey, Jakarta didominasi dengankendaraan pribadi sebanyak 62.2%, yang berarti

    sekitar 10 juta komuter melakukan perjalanan setiapharinya.

    7.700%

    13.400

    %

    18.00%

    28.400%

    38.800%

    41.100%

    Indonesia

    Thailand

    Malaysia

    India

    China

    Japan

    Rasio Double Tracking Jalur KA (%)

    Pangsa Moda (%)

    2.3

    14

    25

    62.2

    46

    11

    12.9

    20

    63

    22.6

    19

    0

    0% 50% 100%

    Jakarta

    Taipei

    Hong Kong

    Rail Private Transport Non-Rail Public Transport Others

  • 7/24/2019 Kemenhub Talkshow Musrenbangnas 2015

    4/41

    30/04

    7

    Jaringan Transportasi Udara yang melebihikapasitas

    Semenjak diberlakukannya deregulasi padatahun 2004, perkembangan transportasi udara

    meningkat menjadi double digit setiap tahunnya,sementara perkembangan bandara yang lambat

    tidak dapat mengejar laju permintaan.35

    45

    55

    65

    75

    85

    95

    1 99 8 2 00 0 2 00 2 2 00 4 2 00 6 2 00 8 2 01 0 2 01 2 2 01 4

    PASSENGERS

    (MillionPassengersPerAnnum)

    Year

    Top10Airports of Passengersin the World

    1st:ATLANTAGA

    2nd:BEIJING

    3rd:LONDON

    4th:CHICAGOIL

    5th:TOKYO,JP

    6th:LOSANGELESCA

    7th:PARIS

    8th:DALLAS/FORTWORTHTX

    9th:JAKARTA

    10th:DUBAIJakarta

    1.1

    2

    3

    3

    4

    4

    5

    8

    0 5 10

    Singapore

    Hong Kong

    France

    Australia, NZ

    UK, Los Angeles

    Malaysia (Port

    Thailand

    Tanjung Priok

    Waktu Dwelling/DwellingTime (hari)

    6

    Kurang optimalnya kinerja dari sektor transportasi laut Ketidakseimbangan muatan angkutan laut sehingga

    sistem logistik menjadi tidak efisien dan berdampakpada tingginya biaya ekonomi.

    Rendahnya waktu bongkar-muat selama 6 hari dipelabuhan Tanjung Priok. Waktu bongkar-muat ini

    lebih lama dibandingkan dengan pelabuhan diSingapura, Malaysia dan Thailand.

    Tingginya biaya logistik di Indonesia yang mencapai24% dari total PDB

    PERMASALAHAN INFRASTRUKTUR

    TRANSPORTASI

    BELAWAN

    JAKARTA

    SURABAYA

    MAKASSAR

    SORONG

    BATAM

    BITUNG

    AMBON

    JAYAPURA

    MERAUKE

    POMAKO

    TANTANGAN PEMBANGUNAN TRANSPORTASI SEBAGAI

    PENYEIMBANG LOGISTIK MUATAN BARAT DAN TIMUR INDONESIA

    Kondisi saat ini muatan terkonsentrasi di Kawasan Barat Indonesia, maka untuk menyeimbangkan muatan ke

    Kawasan Timur Indonesia diperlukan upaya optimalisasi kerjasama antar sektor seperti perindustrian,

    pertanian, pertambangan, dsb guna menyeimbangkan mata rantai jaringan logi stik b arat dan timur Indonesia,

    selain itu didukung dengan peningkatan infrastruktur pelabuhan di Kawasan Timur Indonesia antara lain

    pengadaan peralatan bongkar muat s ehingga dapat meningkatkan kinerja pelayanan pelabuhan lebih efisien

    8

  • 7/24/2019 Kemenhub Talkshow Musrenbangnas 2015

    5/41

    30/04

    2 KEBIJAKAN PEMBANGUNANSEKTOR TRANSPORTASI

    TANTANGAN

    1. Geopolitik

    2. Geoekonomi

    3. Bonus Demografi

    4. Agenda Paska 2015

    5. PerubahanIklim

    REGULASI KELEMBAGAAN PENDANAAN

    PRO

    YEKSTRATEGIS

    AMANAT RPJPNInfrastruktur Memadai Pendapatan per kapita USD 14 Ribu

    Pengangguran < 5% Penduduk Miskin > 5% HDI danGDI Meningkat

    PERMASALAHAN

    1. Kondisi jalan daerah

    kurangmemadai

    2. Pembangunan

    Kereta api masihterbatas.

    3. Kinerja Pelabuhan

    kurang kompetitif

    4. Perkotaan yang

    semakin padat

    ISU STRATEGIS

    VISI/MISI PRESIDEN + NAWA CIPTA

    SASARAN RPJMN2015-2019

    Kondisi mantap jalan nasional100%

    Waktu tempuh perjalanan daratdari 2,6 jam per 100 km menjadi2,2 jam per 100 km

    Biaya logistik menurun menjadi19,2% terhdap PDB

    Pangsa Pasar Angkutan Umum32%

    Ontime performancepenerbangan mencapai 95%

    Jumlah penumpang pesawatsebanyak 162 juta penumpangper tahun

    Menurunnya angka fatalitaskorban kecelakaan transportasijalan hingga 50 persen darikondisibaseline.

    Menurunnya rasio kecelakaantransportasi udara pada AOC 121dan AOC 135 menjadi kurangdari 3 kejadian/1 jutaflight cycle.

    Menurunnya jumlah kejadiankecelakaan transportasi lautmenjadi kurang dari 50kejadian/tahun.

    Menurunnya rasio angkakecelakaan kereta api menjadikurang dari 0,025 kecelakaan per1 juta-kmperjalanan kereta api.

    KEBIJAKAN DAN SRATEGI

    Pembangunan TransportasiMultimoda dan mendukung Sislognas,kawasan industri,

    Mempercepatpembangunan SistemTransportasi Multimoda

    Melakukanupaya keseimbanganantaratransportasi yangberorientasinasional dengan transportasiyangberorientasi lokaldan kewilayahan.

    Membangun sistemdan jaringantransportasiyang terintegrasiuntukmendukung investasi padaKoridorEkonomi, KawasanIndustri Khusus,Kompleks Industri, danpusat-pusatpertumbuhan lainnya di wilayahnon-koridor ekonomi

    Meningkatkan keselamatandankeamanan dalampenyelengaraantransportasi

    Mengembangkan sarana danprasarana transportasiyang ramahlingkungan

    Mengembangkan sistem angkutanumummassal yang modern

    Meningkatkan Kapasitas danKualitasJaringan JalanKota

    Mengembangkan manajementransportasiperkotaanyangberimbang

    PERBAIKAN REGULASI, TEROBOSAN KEBIJAKAN DAN

    PENDANAAN KREATIF

    KERANGKA PIKIR PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

    TAHUN 2015-2019

    10

    Peningkatan

    Ketersediaan

    Penguatan

    Konektivitas

    Nasional

    Pengembangan

    Transportasi

    Massal Perkotaan

    Peningkatan

    Efektivitas dan

    Efisiensi

    PembiayaanPenyediaan

    Infrastruktur

  • 7/24/2019 Kemenhub Talkshow Musrenbangnas 2015

    6/41

    30/04

    SASARAN NASIONAL

    (RPJMN 2015-2019)

    Kapasitas Sarana &

    Prasarana

    Keterpaduan Antarmoda/

    Multimoda

    Kinerja Pelayanan

    Konektivitas Nasional &

    Global

    Keamanan & Keselamatan

    Ramah Lingkungan

    Perdesaan,Rawan

    Bencana, Tertinggal &

    Perbatasan

    ISU STRATEGIS

    (RPJMN 2015-2019)

    Konektivitas

    Transportasi

    Perkotaan

    Pelayanan angkutan

    massalperkotaan

    Kinerja lalu lintas

    perkotaan

    Manajemen transportasi

    perkotaan

    1

    2

    1

    2

    3

    4

    6

    7

    8

    5

    SASARAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN TAHUN 2015-2019

    Keselamatan d