Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

  • View
    249

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    1/23

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1 Latar Belakang

    Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya

    disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, Arif, et al, 2!. Fraktur adalah rusaknya

    kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang datang lebih besar dari yang

    dapat diserap oleh tulang. (Linda "uall #, 1$$$ !. Fraktur humerus adalah diskontinuitas

    atau hilangnya struktur dari tulang humerus (Mansjoer, Arif, et al, 2!. Fraktur humerus

    adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan %trauma langsung

    maupun tak langsung (&jamsuhidajat, '. 2!.

    )i*ente dan arino (1$++! melaporkan hasil penelitian terhadap 1$ anak dengan

    fraktur suprakondiler humeri derajat --- yang di kelolah dengan reposisi tertutup dan

    pemasangan per*utaneous pinning/ mendapatkan 101 ($,0! dengan hasilsangat baik,

    2$ (13,0! dengan hasil sangat baik, 2 (1,! kurang dan 1 (,3! sangat jelek "adi

    fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan %

    trauma langsung maupun tak langsung karena diskontinuitas atau hilangnya struktur dari

    tulang humerus.

    4rauma yang terjadi pada tulang humerus dapat menyebabkan fraktur. Fraktur

    dapat berupa fraktur tertutup ataupun terbuka. Fraktur tertutup tidak disertai kerusakan

    jaringan lunak di sekitarnya sedangkan fraktur terbuka biasanya disertai kerusakan

    jaringan lunak seperti otot tendon, ligamen, dan pembuluh darah.4ekanan yang kuat dan

    berlebihan dapat mengakibatkan fraktur terbuka karena dapat menyebabkan fragmen

    tulang keluar menembus kulit sehingga akan menjadikan luka terbuka dan akan

    menyebabkan peradangan dan kemungkinan terjadinya infeksi. 5eluarnya darah dari luka

    terbuka dapat memper*epat pertumbuhan bakteri. 4ertariknya segmen tulang disebabkan

    karena adanya kejang otot pada daerah fraktur menyebabkan disposisi pada tulang sebab

    tulang berada pada posisi yang kaku.

    Fraktur yang masih baru terutama grade - tidak memerlukan reposisi. 6ada grade --

    reposisi dapat dilakukan dengan mudah dalam pembiusan umum dan setelah itu dipasang

    mitela.

    6ada fraktur epifisis humerus grade --- dan -) harus dilakukan reposisi dengan

    pembiusan umum dan apabila tidak berhasil dilakukan operasi terbuka dengan fiksasi interna

    dengan menggunakan pin ke*il.

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    2/23

    1.2 'umusan masalah

    1. Apa defenisi fraktur humerus 7

    2. Apa etiologi fraktur humerus 7

    0. Apa klasifikasi fraktur humerus7

    . Bagaimana manifestasi fraktur humerus 7

    3. Bagaimana patofisiologi fraktur humerus 7

    . Bagaimana penatalaksanaan fraktur humerus 7

    +. Apa komplikasi fraktur humerus 7

    . Bagaimana prognosis fraktur humerus 7

    1.0 4ujuan

    1.0.1 4ujuan umum

    Mampu mengetahui konsep dan asuhan kepera8atan pada fraktur humerus

    1.0.2 4ujuan khusus

    1. Mampu mengetahui defenisi fraktur humerus

    2. Mampu mengetahui etiologi fraktur humerus

    0. Mampu mengetahui klasifikasi fraktur humerus

    . Mampu mengetahui manifestasi fraktur humerus

    3. Mampu mengetahui patofisiologi fraktur humerus

    . Mampu mengetahui penatalaksanaan fraktur humerus

    +. Mampu mengetahui komplikasi fraktur humerus

    . Mapu mengetahui prognosis fraktur humerus

    1. Manfaat

    Makalah dengan judul asuhan kepera8atan dengan fraktur humerus diharapkan

    dapat bermanfaat bagi mahasis8a kepera8atan dalam menerapkan implemtasi pada klien

    dengan fraktur humerus

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    3/23

    BAB II

    PEMBAHASAN

    2.1 Anatomi Sistem Muskuloskeletal

    &istem muskuloskeletal merupakan sistem tubuh yang terdiri otot (muskulo! dan

    tulang 9 tulang serta sensi yang memebentuk rangka (skelet!. :tot adalah jaringan tubuh

    yang mempunyai kemampuan mengubah energi kimia menjadi energi mekanik (gerak!.

    &edangkan rangka adalah bagian tubuh yang terdiri dari tulang dan sendi yang

    memungkinkan tubuh mempertahankan bentuk, sikap, dan posisi tubuh.

    &istem muskuloskeletal memiliki beberapa fungsi, yaitu;

    1. 5erangka tubuh; sistem muskulo skeletal memberi bentuk pada tubuh.

    2. 6roteksi; sistem muskuloskeletal melindungi organ 9 organ penting, misalnya;

    otak yang dilindungi oleh tulang 9 tulang tengkorak, jantung < paru 9 paru

    dilindungi rongga dada yang dibentuk oleh tulang 9 tulang *ostae (iga!.

    0. Ambulasi dan mobilisasi; tulang dan otot memungkinkan terjadinya pergerakan

    tubuh dan perpindahan tempat.

    . =aemopoesis; berperan dalam pembentukan sel darah pada bone marrow.

    3. >eposit mineral; tulang mengandung $$ kalsium dan $ fosfor tubuh.

    2.1.1 Tulang Humerus

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    4/23

    =umerusmerupakan tulang terpanjang dan terbesar dari ujung atas, melainkan

    dibagi ke dalam tubuh dan dua kaki.&e*araanatomis,

    tulanghumerusdapatdibagimenjaditigabagian ;

    1. Kaut . &epertiga dari ujung atas humerus terdiri atas sebuah kepala, yang membuat

    sendi dengan rongga glenoid dari skapla dan merupakan bagian dari banguan sendi

    bahu. >iba8ahnya terdapat bagian yang lebih ramping disebut leher anatomik.

    >isebelah luar ujung atas diba8ah leher anatomik terdapat sebuah benjolan, yaitu

    4uberositas Mayor dan disebelah depan terdapat sebuah benjolan lebih ke*il yaitu

    4uberositas Minor. >iantara tuberositas terdapat *elah bisipital (sulkus

    intertuberkularis! yang membuat tendon dari otot bisep. >iba8ah tuberositas terdapat

    leher *hirurgis yang mudah terjadi fraktur.

    2. Korus. &ebelah atas berbentuk silinder tapi semakin keba8ah semakin pipih.

    >isebelah lateral batang, tepat diatas pertengahan disebut tuberositas deltoideus

    (karena menerima insersi otot deltoid!. &ebuah *elah benjolan oblik melintasi sebelah

    belakang, batang, dari sebelah medial ke sebelah lateral dan memberi jalan kepada

    saraf radialis atau saraf muskulo?spiralis sehingga disebut *elah spiralis atau radialis.

    0. U!ung Ba"a#. Berbentuk lebar dan agak pipih dimana permukaan ba8ah sendi

    dibentuk bersama tulang lengan ba8ah. 4rokhlea yang terlatidak di sisi sebelah dalam

    berbentuk gelendong?benang tempat persendian dengan ulna dan disebelah luar

    etrdapat kapitulum yang bersendi dengan radius. 6ada kedua sisi persendian ujung

    ba8ah humerus terdapat epikondil yaitu epikondil lateral dan medial. (6ear*e, @elyn

    #, 1$$+!

    2.1.2 $tot

    :tot merupakan organ yang berkontraksi dengan tujuan memperoleh tenaga dan

    gerakan kearah tertentu. &ebagian besar otot dihubungkan dengan tulang oleh tendon.

    :tot terdiri atas sel 9 sel yang disebut sebagai serabut (fibers! yang mempunyai

    struktur tertentu. 5umpulan serabut disebut fasikula, setiap serabut dalam fasikula

    dipersarafi oleh motor neuron yang berbeda (oer &, 1$$!.

    6adatulanghumerusterdiridaribeberapaototyaitu ;

    a. $tot Deltoi%eus adalah otot yang membentuk struktur bulat pada bahu

    manusia.>inamakan deltoideus sebab bentuknya mirip seperti alphabet

    yunani delta (segitiga!.otot ini sering digunakan untuk melakuakn suntikan

    intra?muskular.

    C :rigo:tot deltoideus tersusun dari tiga serat berasal dari ;

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    5/23

    1. serat anterior,berasal dari *lai*ula

    2. serat media,berasal dari pinggir lateral dan permukaan atas a*romion

    s*apula

    0. serat posterior,berasal dari bibir ba8ah dari atas posterior dari spina

    s*apula

    C -nsertio Djung akhir dari serat atot menyatu menjadi sebuah tendon tebal

    yang berada dituber*ulum deltoideus dari humerus (tulang lengan atas!.

    b. $tot e&tensor 'ari ra%ialis longusadalah satu dari lima otot utama yang

    mengatur pergerakan pergelangan tangan. &esuai dengan namanya otot ini

    berukuran *ukup panjang.

    C :rigo :tot ini berorigo dari margo lateralis humerus,epi*ondylus

    lateralis dan septum intermus*ululare bra*hii laterale.:tot ini memenjang

    bersamaan dengan otot bra*hioradialis.

    C -nsetio:tot ini berisinsio pada permukaan dorsal dari dasar tulang

    pergelengan tangan --.

    *. $tot In(rasinatusadalah otot pemutar (rotator! pada sendi bahu dan

    addu*tor lengan. -nfraspinatus adalah otot tebal berbentuk segitiga yang

    melekati sebagian besar fossa infraspinatus. Biasanya serat ototnya serat

    ototnya terlihat bergabung dengan otot teres minor.

    C :rigo dan -nsertionya :tot ini melekat pada fossa intraspinatus dari

    s*apula dan berakhir dotuber*ulum pada humerus.

    d. $tot Sam)ungan $tot Latisimus %orsi adalah otot yang besar, datar,

    pada bagian punggung dan terletak dibelakang lengan.

    C :rigo:tot ini dimulai dari bagian posterior *rista pada pelis (tulang

    pinggul!,fas*ia lumbalis,dan pro*essus spinous tulang thorak bagian

    ba8ah,dan tulang rusuk ke 0 dan bagian ba8ah.4erkadang juga melalui

    berapa serabut dari angulus inferior s*apula.

    C -nsertio

    :tot berisentio di sul*us bi*ipitalis pada humerus (tulang lengan atas!.

    2.1.* Persen%ian

    &endi adalah semua persambungan tulang, baik yang memungkinkan tulang 9

    tulang tersebut dapat bergerak satu sama lain maupun tidak dapat bergerak satu sama

    lain (oer &., 1$$!. =ubungan antara dua tulang yang memungkinkan pergerakan

    dinamakan sendi (&meltEer, 22!. &endi menuruut 6ri*e (1$$3! adalah tempat

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    6/23

    pertemuan dua atau lebih tulang. "adi dapat disimpulkan bah8a sendi adalah

    hubungan atau pertemuan dua buah tulang atau lebih yang memungkinkan pergerakan

    satu sama lain maupun yang tidak dapat bergerak satu sama lain.

    6adatulanghumerusterdiridaribeberapapersendianyaitu ;

    A. Sen%i +elang Ba#u

    erakan?gerakan yang terjadi di gelang bahu dimungkinkan oleh sejumlah

    sendi yang saling berhubungan erat. &endi bahu dibentuk oleh kepala tutang

    humerus dan mangkok sendi, disebut *aitas glenoidalis. &endi ini menghasilkan

    gerakan fungsional sehari?hari seperti menyisir, menggaruk kepala, mengambil

    dompet dan sebagainya atas kerja sama yang harmonis dan simultan dengan

    sendi?sendi lainnya. #aitas glenoidalis sebagai mangkok sendi bentuknya agak

    *ekung tempat melekatnya kepala tulang humerus dengan diameter *aitas

    glenoidalis yang pendek kira?kira hanya men*akup sepertiga bagian dan kepala

    tulang sendinya yang agak besar, keadaan ini otomatis membuat sendi tersebut

    tidak stabil namun paling luas gerakannya.

    erakan lengan di kontrol oleh banyak otot yang menggerakan sendi gelang

    bahu otot otot ini di bedakan lagi menjadi dalam 0 golongan.

    ? +olongan A; otot?otot yang berorigo pada tulang s*apula berinsersio pada tulang

    lengan atas (humerus!.

    :tot?otot ini meliputi 3 buah otot yaitu ;

    1. M.supraspinatus yang mengangkat lengan ke atas,letaknya di ba8ah sebuah

    otot besar yang membentuk kontur bahu yaitu M.deltoideus.

    2. M.ters msyor sebuah otot bundar dan besar yang berpungsi melakukan aduksi

    lengan dan memutar lengan ke dalam.Biasanya otot ini bekerja sama dengan

    M.latimus dorsi.

    0. M.infraspinatus infra G ba8ah dan,. M.teres minor,kedua otot ini melakukan aduksi dan eksorotasi lengan atas.

    3. M.subskapularis otot ini melakukan aduksi dan endorotasi lengan atas

    (subGba8ah,s*apulaGtulang bahu!.

    ? +olongan B; otot?otot yang mempunyai origo pada batang badan dan berinsersio

    pada tulang s*apula.

    &upaya mendapat gerak lengan dan kekuatan yang maksimal,posisi gelang bahu

    harus optimal sebagai titik permulaan gerak tersebut.erak gerak pada gelang

    bahu meliputi ;

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    7/23

    1. erak gelang bahu ke kranial dan ke kaudal (eleasi dan depresi!.

    2. 'etaksi gerak galang bahu kea rah dorsal sehingga pinggir medial s*apula

    mendekati *olumna ertebralis. 6rotaksi kebalikan dari gerakan retraksi dan

    gerakan ini disebut abduksi s*apula.

    0. @ksorotasi s*apula,garak s*apula sehingga *aitas glenoidalisnya menghadap

    ke entral dan kranial,jadi angulas inferior s*apula bergerak ke lateral.

    @ndorotasi s*apula gerak ini merupakan kebalikan dari gerak eksorotasi di

    atas.

    :tot?otot yang menggerakkan gelang bahu ke *ranial yaitu ;

    1. M.leator s*apulae.

    2. Mm.rhomboideus major dan minor otot?otot ini mengangkat bahu di sertai

    sedikit gerakan endorotasi yang terjadi bersamaan.>an kedua otot ini di tutupi

    oleh ;

    0. M.trapeEius yang berorigo pada dasar tengkorak.Fungsinya mengangkat dan

    mengabduksi gelang bahu di sertai eksorotasi,memutar kepala dan

    mengekstensi leher.

    ? +olongan ,; otot?otot yang berorigo pada batang badan dan berinsersio pada

    tulang humerus.

    1. M.pe*toralis major, berasal dari batang badan menuju langan atas.Bila

    berkontraksi otot ini menghasilkan kekuatan besar di sertai kelenturan yang

    *ukup.

    2. &ternum dan manubrium sterni.

    0. 4ulang?tulang ra8an iga iga ke 2 sampai ke +. -nsersio,baian lateral os

    humerus.Fungsinya membentuk dinding entral fossa aHilaris,adduksi dan

    andorotasi lengan atas,Fleksi lengan atas.

    . M.deltoideus yang berorigo bagian lateral *laikula.dan berinsersio tuberositas

    deltoidea humeri,yang berpungsi aduksi lengan yang dilakukan bagian yengah

    otot.ektensi dan eksorotasi lengan oleh otot bagian dorsal.

    3. M.latimus dorsi yang berorigo separuh bagian ba8ah pro*essi *olumna

    ertebralis sampai os sa*rum.fungsinya membentuk dinding dorsal fossa

    Hillaris.dan aduksi ektensi dan endorotasi lengan atas.

    Lengan atas bersendi pada gelang bahu di persendian yang di sebut

    arti*ulation humeri yang merupakan sendi peluru.erakan yang dapat dilakukan

    pada persendian ini adalah ;

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    8/23

    1! erak ketul ke depan dan belakang (fleksi dan ekstensi!.

    2! erak mengayun lengan ke lateral dan medial (aduksi dan abduksi!.

    0! erakan puterlengan ke luar dan ke dalam (eksorotasi dan endorotasi!.

    >aerah sendi bahu ini merupakan tempat perlekatan sebagian besar otot ?

    otot lengan atas. 6ada permukaan entral *olum humeri terdapat tonjolan kasar

    sebelah lateral yakni tuberculum majus humeridan di sebelah medial terdapat

    tonjolan ke*il yakni tuberculum minus humeriyang kea rah distal di lanjutkan

    sebagai crista tuberculi majoris humeri dan crista tuberculi minoris humeri

    semuanya ini merupakan tempat lekat otot?otot lengan.

    Beberapa karakteristik daripada sendi bahu, yaitu;

    o 6erbandingan antara permukaan mangkok sendinya dengan kepala sendinya tidak

    sebanding.

    o 5apsul sendinya relatif lemah.

    o :tot?otot pembungkus sendinya relatif lemah, seperti otot supraspinatus,

    infrapinatus, teres minor dan subs*apularis.

    o erakannya paling luas.

    o &tabilitas sendinya relatif kurang stabil.

    >engan melihat keadaan sendi tersebut, maka sendi bahu lebih mudah

    mengalami gangguan fungsi dibandingkan dengan sendi lainnya.

    B. Sen%i Siku

    erak sendi siku terjadi pada 0 buah sendi terpisah.

    1. Sen%i eluru; persendian yang memungkinkan pergerakan ke segala arah.

    #ontoh; hubungan tulang lengan atasdengan tulang belikat.

    2. Sen%i engsel; persendian yang memungkinkan gerakan satu arah. #ontoh; sendi

    siku antara tulang lengan atasdan tulang hasta.

    0. Sen%i kisardi antara ulna dan radius.

    -leksi sen%i siku.

    o 4iga otot fleksor yang terpenting adalah ;

    1. M.bi*eps bra*hii (otot berkepala dua !

    Iang berorigo tuberositas supragenoidalis s*apulae (*aput logam ! dan

    pro*essus *ora*oideus s*apulae (*aput bree! dan berinsersio tuberositas radii

    dan mempunyai pungsi pleksi sendi siku,supinasi lengan ba8ah,fleksi lenga

    atas.M.bi*eps mempunyai peranan yang penting pada stabilitas sendi

    http://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_lengan_atashttp://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_belikathttp://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_lengan_atashttp://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_hastahttp://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_belikathttp://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_lengan_atashttp://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_hastahttp://id.wikipedia.org/wiki/Tulang_lengan_atas
  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    9/23

    bahu.kekuatan m.bi*eps tergantung dari posisi lengan ba8ah,karna jarak origo

    dan insersio otot ini terpanjang jika lengan ba8ah terjadi supinasi , sehingga

    kapasitas otot ini menjadi maksimal pada posisi tersebut.

    2. M.bra*hialis.

    Iang berorigo pada permukaan entral pertengahan os humerus dan

    berinsersio tuberositas ulnae yang berpungsi fleksi sendi siku.untuk menambah

    fleksor sendi siku maka barbell harus di pegang dena telapak tangan menhadap

    ke atas.

    0. M.bra*hioradialis.

    Berpungsi untuk fleksi sendi siku dan membatasi lengan ba8ah.

    o :tot ekstensor sendi siku.

    M.tri*eps bra*hii yang berpungsi ekstensi sendi siku dan bahu kekuatan

    ekstensi sendi siku pada berbagai posisi tergantung pada panjang otot dan

    besarnya momen gaya otot. Bila lengan di rentangkan (ekstensi!di sebelah entral

    badan maka posisi kaput logam m.tri*eps braa*hii sangat jelek karna jarak origo

    dan insersio pendek bila di bandingkan denga posisi ekstensi lengan atas ba8ah.

    2.2 De(inisi

    Frakture adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan

    oleh trauma (Mansjoer, Arif, et al. 2!. &edangkan menurut Linda "uall # (1$$$!

    fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang disebabkan adanya tekanan eksternal yang

    lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang.

    =umerus atau tulang lengan atas adalah tulang panjang pada lengan yang terletak

    antara bahu dan siku. 6ada sistem rangka terletak diantara skapula (tulang belikat! dan

    radius?ulna (tulang pengumpil?hasta!. &e*ara anatomis tulang hemurus dapat dibagi

    menjadi tiga bagian, yaitu; bagian atas humerus, badan humerus (*orpus humerus!, dan

    bagian ba8ah humerus. 5epala bonggol humerus (*aput humerus! bersendi dengan

    *aitas glenoidales dari skapula. 6enyambungan ini dikenal dengan sendi bahu yang

    memiliki jangkauan gerak yang luas. 6ada persendian ini terdapat dua bursa yaitu bursa

    suba*romialis dan bursa subs*apularis. Bursa suba*romialis membatasi otot

    supraspinatum dan otot deltoideus. Bursa subs*apularis memisahkan fossa subs*apularis

    dari tendon otot subs*apularis.

    5estabilan sendi humerus dibantu oleh otot rottator *uff. 6ada bagian siku terdapat

    persendian dengan ulna sehingga memungkinkan gerak fleksi dan ekstensi. erakan ini

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    10/23

    terjadi pada bagian troklea humerus. 4erdapat dua *ekungan pada ujung ba8ah humerus,

    yaitu fossa *oronoidea dan fossa ole*rani. &elain itu, terdapata banyak otot yang melekat

    pada humerus. :tot?otot tersebut memungkinkan gerakan pada siku dan bahu. :tot

    khusus rotator *uff melekati bagian atas humerus dan dapat melakukan rotasi serta

    abduksi pada bahu. 4erdapat pula otot pada lengan ba8ah yang melekati humerus seperti

    otot pronator teres dan otot fleksor dan ekstensor lengan ba8ah.

    Fraktur humerus adalah diskontinuitas atau hilangnya struktur dari tulang humerus

    (Mansjoer, Arif, et al, 2!.Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang

    disebabkan oleh benturan % trauma langsung maupun tak langsung (&jamsuhidajat, '.

    2!.

    "adi fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh

    benturan%trauma langsung maupun tak langsung karena diskontinuitas atau hilangnya

    struktur dari tulang humerus.

    2.* Klasi(ikasi

    Frakture atau patah tulang humerus terbagi atas;

    a. Fraktur suprakondilar humerus, jenis fraktur ini dapat dibedakan menjadi;

    1. "enis ekstensi; terjadi karena trauma langsung pada humerus distal melalui

    benturan pada siku dan lengan ba8ah pada posisi supinasi dan lengan siku dalam

    posisi ekstensi dengan tangan terfiksasi.

    2. "enis fleksi; banyak pada anak yang terjadi akibat jatuh pada telapak tangan

    dengan tangan dan lengan ba8ah dalam posisi pronasi dan siku dalam posisi

    sedikit fleksi.

    b. Frakture interkondiler humerus; sering terjadi pada anak.

    *. Frakture batang humerus; frakture ini disebabkan oleh trauma langsung yang

    mengakibatkan fraktur transfersal atau gaya memutar tak langsung yang

    mengakibatkan fraktur spiral (fraktur yang arah garis patahnya berbentuk spiral yang

    disebabkan trauma rotasi!.

    d. Fraktur kolum humerus; dapat terjadi pada kolum anatomikum (terletak diba8ah

    kaput humeri! dan kolum sirurgikum (terletak diba8ah tuberkulum!.

    2. Etiologi

    6enyebab frakture humerus diantaranya adalah;

    a. Akibat peristi8a trauma; karena adanya tekanan tiba 9 tiba dengan kekuatan yang

    melebihi batas kemampuan tulang yang berupa pemukulan, penghan*uran,

    penekukan, pemuntiran, atau penarikan. 4rauma ada dua, yaitu;

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    11/23

    1. 4rauma langsung; tulang bisa patah pada tempat yang terkena benturan,

    kemungkinan ada kerusakan pada jaringan lunak.

    2. 4rauma tidak langsung; tulang dapat mengalami frakture pada tempat yang jauh

    dari tempat terkena benturan, kerusakan jaringan lunak pada fraktur kemungkinan

    tidak terjadi.

    b. Akibat tekanan; disebabkan adanya tekanan yang berulang?ulang sehingga dapat

    menyebabkan retak pada tulang.

    *. 5ondisi abnormal pada tulang; fraktur dapat terjadi oleh tekanan yang normal pada

    tulang jika tulang tersebut lemah misalnya oleh tumor atau tulang tersebut dalam

    kondisi rapuh (osteoporosis!.

    2./ Mani(estasi Klinik

    Manifestasi klinis pada fraktur humerus adalah;

    a. yeri terus menerus dan meningkat, terjadi karena adanya spasme otot dan kerusakan

    sekunder sehingga fragmen tulang tidak bisa digerakkan.

    b. >eformitas atau kelainan bentuk. 4erdapat perubahan pada fragmen tulang yang

    disebabkan oleh adanya deformitas tulang dan fraktur itu sendiri. =al ini akan

    tampak saat dibandingkan dengan daerah yang tidak luka.

    *. 4erdapat gangguan fungsi. &etelah terjadi fraktur ada bagian yang tidak dapat

    digunakan dan *enderung menunjukkan pergerakan abnormal, ekstremitas tidak

    berfungsi se*ara teratur karena fungsi normal otot tergantung pada integritas tulang

    yang mana tulang tersebut saling berdekatan.

    d. Bengkak dan memar, terjad karena adaya hematoma pada jaringan lunak.

    e. 6emendekan. 6ada frakture tulang panjang terjadi pemendekan yang nyata pada

    ekstremitas yang disebabkan oleh kontraksi otot yang berdempetan di atas dan di

    ba8ah lokasi fraktur humerus.

    f. 5repitasi. &uara derik tulang dapat didengar atau dirasakan ketika humeri digerakkan

    yang disebabkan oleh trauma langsung maupun tak langsung.

    2.0 Pato(isiologi

    4rauma yang terjadi pada tulang humerus dapat menyebabkan fraktur. Fraktur dapat

    berupa fraktur tertutup ataupun terbuka. Fraktur tertutup tidak disertai kerusakan jaringan

    lunak di sekitarnya sedangkan fraktur terbuka biasanya disertai kerusakan jaringan lunak

    seperti otot tendon, ligamen, dan pembuluh darah. 4ekanan yang kuat dan berlebihan

    dapat mengakibatkan fraktur terbuka karena dapat menyebabkan ragmen tulang keluar

    menembus kulit sehingga akan menjadikan luka terbuka dan akan menyebabkan

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    12/23

    peradangan dan kemungkinan terjadinya infeksi. 5eluarnya darah dari luka terbuka dapat

    memper*epat pertumbuhan bakteri. 4ertariknya segmen tulang disebabkan karena adanya

    kejang otot pada daerah fraktur menyebabkan disposisi pada tulang sebab tulang berada

    pada posisi yaang kaku.

    2. Komlikasi

    a. >islokasi bahu. Fraktur dislokasi baik anterior maupun posterior sering terjadi.

    >islokasi biasanya dapat direduksi se*ara tertutup dan kemudian diterapi seperti

    biasa.

    b. #edera saraf. 5elumpuhan saraf radialis dapat terjadi pada fraktur humerus jika tidak

    ditangani dengan benar.

    *. Lesi saraf radialis. 5etidakmampuan melakukan ekstensi pergelangan tangan

    sehingga pasien melakukan fleksi jari se*ara efektif dan tidak dapat menggenggam

    lagi.

    d. 5ekakuan sendi. 5ekakuan pada sendi terjadi jika tidak dilakukan aktiitas lebih

    a8al.

    e. on?union. 6enyembuhan tulang tidak terjadi 8alaupun ttelah memakan 8aktu lama

    karena;

    1. 4erlalu banyak tulang rusak pada *edera sehingga tidak ada yang menjembatani

    fragmen.

    2. 4erjadi nekrosa tulang karena tidak ada aliran darah.

    0. Anemi endo*eime imbalan*e yaitu ketidakseimbangan endokrin atau penyebab

    sistemik yang lain.

    2. Pen'ega#an

    Menurut Long B.# (1$$J 03! untuk men*egah terjadinya fraktur humerus dapat

    dilakukan 0 hal, yaitu;

    a. >engan membuat lingkungan lebih aman.

    b. Memberikan [email protected] pada masyarakat mengenai;

    1. Bahaya minum saat mengemudi.

    2. 6entingnya pemakaian sabuk pengaman.

    0. Berhati?hati saat mengangkat beban berat.

    . Berhati?hati saat olahraga.

    *. Berikan [email protected] pada 8anita tentang osteoporosis yang men*akup dampak dan *ara

    mengatasinya.

    2.3 Penatalaksanaan

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    13/23

    Menurut &jamsuhidajat (1$$! prinsip pengelolaan patah tulang adalah reposisi dan

    imobilisasi. 6enatalaksanaan yang bisa dilakukan antar lain;

    a. 6roteksi, misalnya untuk fraktur dengan kondisi ringan.

    ). -mmobilisasi dengan fiksasi atau immobilisasi luar tanpa reposisi, tetapi tetap perlu

    imobilisasi agar tidak terjadi dislokasi fragmen.

    '. 'eposisi dan immobilisasi.

    %. 'eposisi dengan traksi terus?menerus selama masa tertentu disertai immobilisasi.

    e. 'eposisi diikuti immobilisasi fiksasi luar.

    (. 'eposisi se*ara non operatif diikuti dengan pemasangan fiksasi dalam pada tulang

    se*ara operatif.

    g. 'eposisi se*ara operatif diikuti dengan fiksasi patahan tulang dengan pemasangan

    fiksasi internal.

    #. @ksisi fragmen patahan tulang dan menggantinya dengan prostetis.

    6ada prinsipnya pengobatan fraktur humerus dapat dilakukan se*ara tertutup dengan

    *ara;

    a. Fragmen?fragmen dikembalikan pada posisi anatomis (reposisi!.

    b. >ilakukan immobilisasi sampai terjadi penyambungan fragmen?fragmen tersebut

    (fiksasi atau immobilisasi!.

    *. 6emulihan fungsi (restorasi!.

    =al di atas dapat dilakukan karena adanya toleransi yang baik terhadap pemendekan,

    serta rotasi rotasi fragmen patahan tulang. 6engobatan se*ara tertutup dapat dilakukan

    dengan traksi skelet. &e*ara umum, tindakan yang dilakukan pada pasien dengan fraktur

    tertutup antara lain;

    a. Anjurkan pasien melakukan aktifitas seperti biasa sesegera mungkin selama kondisi

    pasien memungkinkan.

    b. Ajarkan pasien dalam mengontrol nyeri.

    *. Ajarkan pasien untuk aktif sebatas kemampuannya dalam kondisi immobilisasi

    fraktur.

    d. Lakukan latihan untuk mempertahankan kondisi otot yang tidak rusak dan untuk

    meningkatkan kekuatan otot.

    e. Ajarkan pasien *ara menggunakan alat bantu se*ara aman.

    f. Bantu pasien dalam memodifikasi lingkungan rumah mereka agar aman bagi pasien.

    g. Ajarkan pasien untuk pera8atan mandiri dan informasikan tentang pengobatan.

    h. Monitoring potensial komplikasi, dan

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    14/23

    Perubahan jaringan sekitar

    Pergeseran fragmen tulang

    Deformitas

    Gangguan fungsi

    MK: Gangguan mobilitas sik

    Trauma langsung Trauma tak langsung Ko

    FRAKTUR HUMERUS

    Diskontinuitas tulang Perges

    Laserasi kulit

    Putus ena!arteri

    perdarahan

    Kehilangan olume "airan

    MK: #ho"k hipoolemik

    MK: Kerusakan integritas kulit

    MK: resiko infeksi

    #pasme ototPeningkatan tekanan kapiler

    Pelepasan histamin

    Protein plasma hilang

    edema

    Penurunan perfusi jaringan

    Penekanan pembuluh darah

    K: Gangguan perfusi jaringan

    $eaksi stres klien

    Tekanan sumsum tulang % tinggi dari kapiler

    Kerusakan fragmen tulang

    Pelepasan katekolamin

    &sam lemak termobilisasi

    Lemak berikatan dengan trombosit

    Lemak berikatan dengan trombosit

    emboli

    Penyumbatan pembuluh darah

    i. 6ertimbangkan kebutuhan penga8asan pelayanan kesehatan lanjutan.

    2.14 5$,

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    15/23

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    16/23

    BAB *

    ASUHAN KEPE6A5ATAN

    *.1 ,onto# Kasus

    4n. 5 (2 tahun! korban ke*elakaan lalu lintas diba8a ke rumah sakit dengan

    keluhan lengan kiri tidak dapat di gerakan. 6asien mengalami penurunan kesadaran

    selama 0 menit kemudian diba8a ke rumah sakit dan dilakukan operasi debridement

    untuk pembersihan luka serta pemasangan skin traksi. 44) ; 4> 11%+ mm=g, nadi

    1%menit, '' 2H%menit, suhu ; 0+,3o #. 4n. 5 di diagnosa *lose fraktur humerus

    sinistra.

    *.2 Asu#an Keera"atan

    *.2.1 Pengka!ian

    1. Anamnesa

    -dentitas 5lien

    ama ; 4n. 5

    Dmur ; 2 th

    "enis 5elamin ; Laki?laki

    6ekerjaan ; Kiras8asta

    &uku bangsa ; "a8a%-ndonesia

    Agama ; -slam

    &tatus perka8inan ; Belum 5a8in

    Alamat ; &urabaya

    5eluhan utama ; Lengan kiri tidak bisa digerakan dan terasa sangat nyeri.

    'i8ayat penyakit sekarang ; pasien datang ke rumah sakit dengan keluhan lengan

    kiri tidak bisa digerakkan setelah ke*elakaan beberapa jam yang lalu. pasien

    mengalami 5LL, menghindari mobil motor jatuh ke sebelah kiri dengan lengan kiri

    pasien menahan beban. pasien mengalami penurunan kesadaran selama 0 menit

    kemudian diba8a ke rumah sakit dan dilakukan operasi debridement untuk

    pembersihan luka serta pemasangan skin traksi.

    'i8ayat penyakit dahulu ; ?

    'i8ayat penyakit keluarga ; tidak ada keluarga yang menderita patah tulang

    sebelumnya

    2. Pemeriksaan -isik

    44) ; 4> 11%+ mm=g, nadi 1%menit, '' 2H%menit, suhu ; 0+,3o#

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    17/23

    '

    ' '

    (

    ':& ('eie8 of &ystem!

    B1 (Breathing! ; ''G 2H%min, irama nafas reguler, bunyi nafas esikuler.

    B2 (Blood! ; sklera konjungtia anemis, 4>G11%+ mm=g, nadi 1Hmin.

    B0 (Brain! ; konjungtia anemis, sklera tidak ikterik, dan mukosa mulut tidak

    mengalami peradangan

    B (Bladder! ; 8arna urine jernih kekuningan

    B3 (Bowel! ; mual muntah (!, makan 0H%hari porsi tidak habis. 4n. 5 mengatakan

    perutnya mual saat makan. 4n.5 makan mandiri.

    B (Bone! ; gerak sendi terbatas,

    kekuatan otot

    keterangan; 3G kekuatan otot penuh

    G ada gerakan tapi tidak penuh

    0G bisa mela8an graitasi

    2G bisa gerak tapi tidak bisa mela8an graitasi

    1G tidak ada kekuatan.

    #lose Fraktur =umerus &inistra, terpasang skin traksi.

    yeri (!

    6 ; setiap saat dan semakin hebat saat terjadi pergerakan

    ; tumpul menyebar

    ' ; lengan kiri menjalar sampai dengan jari?jari tangan kiri

    & ; skala $

    4 ; saat terjadi pergerakan

    terdapat luka bekas operasi pas*a pemasangan traksi.

    6ersonal =igien; seka (! pagi dan sore dibantu keluarga, sikat gigi (?!, kuku bersih

    pendek, ganti baju 2hari sekali.

    *.2.2 Analisa Data

    7analisa %atan8a ti%ak a%a re9isi: langsung 'oast %ari so(t 'o8 8ang ma!u

    kemaren a!a::::;

    *.2.* Diagnosa Keera"atan

    1. yeri berhubungan dengan pergeseran fragmen tulang

    2. 5erusakan integritas kulit berhubungan dengan laserasi kulit

    0. angguan Mobilitas fisik berhubungan dengan deformitas

    . 'esiko infeksi berhubungan dengan luka terbuka dan bekas luka operasi

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    18/23

    *.2. Inter9ensi Keera"atan

    1. yeri berhubungan dengan pergeseran fragmen tulang

    4ujuan ; klien menyatakan nyeri berkurang atau hilang

    5riteria =asil ;

    < >alam 1H2 jam skala nyeri turun menjadi ?3.

    < 6asien tampak tenang dan tidak menahan sakit.

    < 6asien tampak rileks, ''G2H%min, adiG 1H%min

    Inter9ensi 6asional

    1. 6ertahankan imobilasasi bagian yang

    sakit dengan tirah baring, gips, bebat

    dan atau traksi

    2. 4inggikan posisi ekstremitas yang

    terkena.

    0. Lakukan dan a8asi latihan gerak pasif

    untuk area yang terdapat fraktur

    (ekstremitas sinistra atas! dan ':M

    aktif untuk daerah yang bebas frakture

    (ekstremitas ba8ah sinistra deHtra dan

    ekstremitas atas deHtra!.

    . Lakukan tindakan untuk

    meningkatkan kenyamanan (masase,

    perubahan posisi!

    3. Ajarkan penggunaan teknik

    manajemen nyeri (latihan napas

    dalam, imajinasi isual, aktiitas

    dipersional!

    . Lakukan kompres dingin selama fase

    akut (2? jam pertama! sesuai

    keperluan di area sekitar luka dan

    Mengurangi nyeri dan mencegah

    malformasi.

    Meningkatkan aliran balik vena,

    mengurangi edema/nyeri.

    Mempertahankan kekuatan otot dan

    meningkatkan sirkulasi vaskuler.

    Meningkatkan sirkulasi umum,

    menurunakan area tekanan lokal dan

    kelelahan otot.

    Mengalihkan perhatian terhadap nyeri,

    meningkatkan kontrol terhadap nyeri

    yang mungkin berlangsung lama.

    Menurunkan edema dan mengurangi

    rasa nyeri.

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    19/23

    fraktur.

    +. 5olaborasi pemberian analgetik sesuai

    indikasi.

    . @aluasi keluhan nyeri (skala,

    petunjuk erbal dan non eral,

    perubahan tanda?tanda ital!

    Menurunkan nyeri melalui mekanisme

    penghambatan rangsang nyeri baik

    secara sentral maupun perifer.

    Menilai perkembangan masalah klien.

    2. 5erusakan integritas kulit berhubungan dengan laserasi kulit

    4ujuan ; klien menyatakan ketidaknyamanan hilang

    5riteria =asil ;

    ? lesi berkurang sesuai dengan tahap penyembuhan luka

    Inter9ensi 6asional

    1. 6ertahankan tempat tidur yang

    nyaman dan aman (kering, bersih,

    alat tenun ken*ang, bantalan ba8ah

    siku, tumit!.2. Masase kulit terutama daerah

    penonjolan tulang dan area distal

    bebat%gips.

    0. Menjaga skin traksi dengan

    dengan ra8at luka.

    . :bserasi keadaan kulit,

    penekanan gips%bebat terhadap

    kulit, insersi pen%traksi.

    Menurunkan risiko kerusakan/abrasi

    kulit yang lebih luas.

    Meningkatkan sirkulasi perifer dan

    meningkatkan kelemasan kulit dan otot

    terhadap tekanan yang relatif konstan

    pada imobilisasi.

    Mencegah gangguan integritas kulit

    dan jaringan akibat kontaminasi fekal.

    Menilai perkembangan masalah klien.

    0. angguan Mobilitas fisik berhubungan dengan deformitas

    4ujuan ; 5lien dapat meningkatkan mobilitas fisik pada lengan yang

    mengalami fraktur

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    20/23

    5riteria =asil ;

    ? klien dapat menggerakkan ujung?ujung jari

    ? klien dapat mengangkat bahu

    Inter9ensi 'asional

    1. 6ertahankan pelaksanaan aktiitas

    rekreasi terapeutik (radio, koran,

    kunjungan teman%keluarga! sesuai

    keadaan klien.

    2. Bantu latihan rentang gerak pasif

    aktif pada ekstremitas yang sakit

    maupun yang sehat sesuai keadaan

    klien.

    0. Berikan papan penyangga kaki,

    gulungan trokanter%tangan sesuai

    indikasi.

    . Bantu dan dorong pera8atan diri

    (kebersihan%eliminasi! sesuai keadaan

    klien.

    3. Dbah posisi se*ara periodik sesuai

    keadaan klien.

    . >orong%pertahankan asupan *airan

    2?0 ml%hari.

    +. Berikan diet 4546.

    . 5olaborasi pelaksanaan fisioterapi

    sesuai indikasi.

    Memfokuskan perhatian,

    meningkatakan rasa kontrol

    diri/harga diri, membantu

    menurunkan isolasi sosial.

    Meningkatkan sirkulasi darah

    muskuloskeletal, mempertahankan

    tonus otot, mempertahakan gerak

    sendi, mencegah kontraktur/atrofi dan

    mencegah reabsorbsi kalsium karena

    imobilisasi.

    Mempertahankan posis fungsional

    ekstremitas.

    Meningkatkan kemandirian klien

    dalam perawatan diri sesuai kondisi

    keterbatasan klien.

    Menurunkan insiden komplikasi kulit

    dan pernapasan (dekubitus,

    atelektasis, penumonia)

    Mempertahankan hidrasi adekuat,

    mencegah komplikasi urinarius dankonstipasi.

    !alori dan protein yang cukup

    diperlukan untuk proses penyembuhan

    dan mempertahankan fungsi

    fisiologis tubuh.

    !erjasama dengan fisioterapis perlu

    untuk menyusun program aktivitas

    fisik secara individual.

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    21/23

    $. @aluasi kemampuan mobilisasi

    klien dan program imobilisasi.

    Menilai perkembangan masalah klien.

    . angguan perfusi jaringan berhubungan dengan penyumbatan pembuluh darah

    4ujuan ; klien akan menunjukkan fungsi neuroaskuler baik

    5riteria =asil ;

    ? akral hangat, tidak pu*at dan tidak sianosis, dapat bergerak se*ara aktif

    Inter9ensi 6asional

    1. >orong klien untuk se*ara rutin

    melakukan latihan menggerakkan

    jari%sendi distal *edera.

    2. =indarkan restriksi sirkulasi akibat

    tekanan bebat%spalk yang terlalu

    ketat.

    0. 6ertahankan letak tinggi ekstremitas

    yang *edera ke*uali ada

    kontraindikasi adanya sindroma

    kompartemen.

    . Berikan obat antikoagulan

    (8arfarin! bila diperlukan.

    3. 6antau kualitas nadi perifer, aliran

    kapiler, 8arna kulit dan kehangatan

    kulit distal *edera, bandingkan

    dengan sisi yang normal.

    Meningkatkan sirkulasi darah dan

    mencegah kekakuan sendi.

    Mencegah stasis vena dan sebagai

    petunjuk perlunya penyesuaian

    keketatan bebat/spalk.

    Meningkatkan drainase vena dan

    menurunkan edema kecuali pada

    adanya keadaan hambatan aliran

    arteri yang menyebabkan penurunan

    perfusi.Mungkin diberikan sebagai upaya

    profilaktik untuk menurunkan trombus

    vena.

    Mengevaluasi perkembangan masalah

    klien dan perlunya intervensi sesuai

    keadaan klien

    3. 'esiko infeksi berhubungan dengan luka terbuka dan bekas luka operasi

    4ujuan ; 5lien mengalami penyembuhan luka sesuai 8aktu

    5riteria =asil ;

    ? bebas drainase purulen atau eritema dan demam

    Inter9ensi 6asional

    1. Lakukan pera8atan pen steril dan

    pera8atan luka sesuai protokol2. Ajarkan klien untuk mempertahankan

    Mencegah infeksi sekunderdan mempercep

    penyembuhan luka.Meminimalkan kontaminasi.

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    22/23

    sterilitas insersi pen.

    0. 5olaborasi pemberian antibiotika dan

    toksoid tetanus sesuai indikasi.

    . Analisa hasil pemeriksaan laboratorium

    (=itung darah lengkap, [email protected]>, 5ultur dan

    sensitiitas luka%serum%tulang!

    3. :bserasi tanda?tanda ital dan tanda?

    tanda peradangan lokal pada luka.

    "ntibiotika spektrum luas atau spesifik dap

    digunakan secara profilaksis, mencegah at

    mengatasi infeksi. #oksoid tetanus untuk

    mencegah infeksi tetanus.

    $eukositosis biasanya terjadi pada proses

    infeksi, anemia dan peningkatan $%& dapa

    terjadi pada osteomielitis. !ultur untuk

    mengidentifikasi organisme penyebab infek

    Mengevaluasi perkembangan masalah klie

    N)= !u%ul makala# %i 'o9er %ean %iganti >asu#an keera"atan a%a asien %engan

    'lose (raktur #umerus sinistra ost

  • 7/21/2019 Kelompok 7 _ Fraktur Humerus

    23/23

    Da(tar ustaka

    &jamsuhidajat, '. 2.Buku "jar 'lmu Bedah. "akarta ; @#

    Mansjoer, Arif. 2.!apita elekta [email protected] ---. "akarta ; Media Aes*ulapius

    :4A (orthopaedi* trauma asso*iation, 21! dan AA:& (Ameri*an A*ademy of

    :rthopaedi* &urgeons!. Aailable NonlineO; Phttp;%%orthoinfo.aaos.org%topi*.*fm7

    topi*GA310QN1 Mei 212O

    ugroho, >enmo*i. 211."suhan !eperawatan !lien dengan raktur *umerus.

    Aailable NonlineO; Phttp;%%dentingberdetak.blogspot.*om%211%+%askep?pada?klien?dengan?

    fraktur?humerus.htmlQN01 Mei 212O

    #arpenito, Lynda "uall,+encana "suhan dan &okumentasi !eperawatan, @#, "akarta,

    1$$$.

    6hieno. 2$.!uliah tot.Aailable NonlineO;

    Phttp;%%phieno1.8ordpress.*om%2$%11%%ma*am?ma*am?otot QN01 Mei 212O

    Kijaya, &urya.pakar anatomi kedokteran,kinesiology. Fakultas 5edokteran Dniersitas

    -ndonesia,"akarta,1$$.

    http;%%anatomi?dan?fisiologi?bahu..a*.id%%.html

    http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=A00513http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=A00513http://dentingberdetak.blogspot.com/2011/07/askep-pada-klien-dengan-fraktur-humerus.htmlhttp://dentingberdetak.blogspot.com/2011/07/askep-pada-klien-dengan-fraktur-humerus.htmlhttp://phieno10.wordpress.com/2009/11/06/macam-macam-otot%3E%5B31%20Mei%202012%5Dhttp://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=A00513http://orthoinfo.aaos.org/topic.cfm?topic=A00513http://dentingberdetak.blogspot.com/2011/07/askep-pada-klien-dengan-fraktur-humerus.htmlhttp://dentingberdetak.blogspot.com/2011/07/askep-pada-klien-dengan-fraktur-humerus.htmlhttp://phieno10.wordpress.com/2009/11/06/macam-macam-otot%3E%5B31%20Mei%202012%5D