Kelompok 3.pptx

  • View
    218

  • Download
    2

Embed Size (px)

Text of Kelompok 3.pptx

Kelompok 3

DEFINISI SYARIATSecara bahasa ,syariah artinya jalan lurus menuju mata air. (Lisan Al-Arab, 8/175)Secara bahasa, kata syariat juga digunakan untuk menyebut madzhab atau ajaran agama. (Tafsir Al-Qurthubi, 16/163).Secara istilah, syariah adalah hukum-hukum yang ditetapkan Allah taala untuk mengatur manusia. (Tarikh Tasyri Al-Islami, Manna Qathan, hlm. 13).

SIFATUmumUniversalDitegaskan oleh Allah SWT. "Tidak ada sesuatu pun yang kami luputkan di dalam Kitab (Al-Qur'an)." (QS. 6/An-An'am: 38). Maksudnya di dalam Al-Qur'an itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah, dan tuntunan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan di akhirat.Orisinil dan abadi"Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al-Qur'an, dan pasti Kami (pula) yang memeliharanya." (QS. 151 Al-Hijr: 9). Mudah dan tidak memberatkan. "Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya." [QS. 2/Al-Baqoroh: 286).Seimbang antara kepentingan dunia dan akhirat. "Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia." (QS. 28/Al-Qoshosh: 77). Dialah yang menjadikan malam untukmu (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangkit berusaha." (QS. 25/Al-Furqon: 47).

PEMBAGIAN SYARIAT ISLAMHukum yang diturunkan melalui Nabi Muhammad saw. untuk segenap manusia dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:Ilmu TauhidIlmu AkhlakIlmu FiqhRUANG LINGKUPSyariah Islam adalah aturan hidup yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Hukum-hukum Islam yang diatur dalam Al Quran dan As Sunah meliputi :Aspek aqidah.Aspek akhlaq.Aspek hukum-hukum amaliyah (praktis)

Aspek ini terbagi lagi menjadi dua :1. aspek ibadah2. aspek muamalah

Rincian Syariat Para Nabi Berbeda-beda...Allah tegaskan dalam Al-Quran,

Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. (QS. Al-Maidah: 48)

"kemudian Kami jadikan engkau (Muhammad) mengikuti syariat (peraturan) dari agama itu, maka ikutilah syariat itu, dan janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang tidak mengetahui." (QS. 45/211-Jatsiyah: 18).

Syariat Islam ini, secara garis besar, mencakup tiga hal:Petunjuk dan bimbingan untuk mengenal Allah SWT serta alam gaib yang tak terjangkau oleh indera manusia (Ahkam syar'iyyah I'tiqodiyyah)Petunjuk untuk mengembangkan potensi kebaikan (Ahkam syar'iyyah khuluqiyyah)Ketentuan yang mengatur tata cara beribadah kepada Allah SWT atau hubungan manusia dengan Allah (vetikal), serta ketentuan yang mengatur hubungan antar manusia dan dengan lingkungannya.

DASAR HUKUMAllah berfirman,

Kemudian Aku jadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dari urusan (agama itu), Maka ikutilah syariat itu (QS. Al-Jatsiyah: 18) Makna ayat,Aku jadikan kamu berada di atas manhaj (jalan hidup) yang jelas dalam urusan agama, yang akan mengantarkanmu menuju kebenaran. (Tafsir Al-Qurthubi, 16/163).

Bukti bahwa hukum Islam mencakup segala urusan manusia, berikut kami petikkan beberapa ayat Al-Qur'an, antara lain:tentang ekonomi dan keuangan. Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu melakukan utang-piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar." (QS. 2/Al-Baqoroh: 282].tentang usaha dan kerja. Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya." (QS. 53/An-Najm: 39).tentang peradilan. "...dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaknya kamu menetapkannya dengan adil." (QS. 4/An-Nisa':58).

Bukti-bukti bahwa syarat ini mudah dan tidak memberatkan , bisa kita dapati antara lain bagi:

- orang yang bepergian mendapat keringanan boleh mengqoshor dan boleh tidak berpuasa dengan catatan harus menggantinya pada hari yang lain.orang sakit tidak diharuskan bersuci dengan wudhu, melainkan dengan tayammum .Dalam sholat , jika tidak sanggup berdiri, boleh dengan duduk.percikan najis dari genangan air di jalanan, apabila mengena pakaian, dimaafkan karena itu sulit di hindarkan.dalam keadaan terpaksa, tidak ada secuil pun makanan untuk mengganjal perut, makanan yang telah diharamkan seperti bangkai, boleh dimakan asalkan tidak berlebihan.

Keistimewaan Syariat Islam :Bersumber dari TuhanTerjaga dari perubahanMencakup aspek kehidupanMenjadi keputusan adilLayak diterapkan di setiap zaman dan tempat.

Dalam istilah kontemporer, aspek muamalah ini meliputi aturan hidup yang sangat luas, yaitu Ahkamul Akhwal SyakhsiahAl Ahkamul MadaniyahAl Ahkamul JinaiyahAl Ahkamul DusturiyahAhkamul MurafaatAl Ahkamul Iqtishodiyah wal Maliyah (ekonomi dan moneterAl Ahkam Ad Duwaliyah[Tarikhu Al Tasyri' Al Islami hal. 84-86, Al Madkhal Ila Dirasati Syari'ah Islamiyah hal. 49-53 dan 156-158, Ilmu Ushulil Fiqhi hal. 32-33 ].

Kedudukan Al-Quran

Al-Quran merupakan pedoman hidup kaum muslimin. Allah SWT menetapkan Al-Quran sebagai sumber pertama dan utama bagi hukum Islam. Sebagaimana firman-Nya : -

Artinya : Sungguh, Kami telah menurunkan Kitab )Al-Quran) kepadamu (Muhammad), membawa kebenaran agar engkau mengadili antara manusia dengan apa yang telah diajarkan Allah kepadamu, dan janganlah engkau menjadi penantang (orang-orang yang tidak bersalah), karena (membela) orang-orang yang bekhianat. (QS. An Nisa : 105).Fungsi AL-QURANa. Sebagai pedoman hidup manusiab. Sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwac. Sebagai mukjizat atas kebenaran risalah Nabi Muhammad saw.d. Sebagai sumber hidayah dan syariahe. Sebagai pembeda antara yang hak dan yang bathilAL-HADISTMenurut bahasa, hadits artinya baru, dekat dan berita. Menurut istilah, hadits adalah perkataan (qaul), perbuatan (fiil) dan ketetapan (taqrir) Nabi Muhammad saw. yang berkaitan dengan hukum. HADIS=SUNNAHMenurut istilah, sunnah sama dengan pengertian hadits, yaitu segala ucapan, perbuatan dan ketetapan Nabi Muhammad saw. yang harus diterima sebagai ketentuan hukum oleh kaum muslimin dan segala yang bertentangan dengannya harus ditolak.Kedudukan Hadits

Derajatnya menduduki urutan kedua setelah Al-Quran. Hal ini merupakan ketentuan Allah swt. Sebagaimana firman-Nya :

Artinya : Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. (QS. Al Hasyr : 7)

Hadits terbagi dalam beberapa derajat keasliannya, diantaranya adalah:ShahehHasanDhaif (lemah)Maudu' (palsu)

FUNGSI HADISa. Sebagai penguat hukum yang sudah ada di dalam Al-Quran/Bayan At Tauhidb. Sebagai penjelas atas hukum-hukum yang terdapat di dalam Al-QuranMacam HadisHadits QauliyahHadits FiliyahHadits TaqririyahHadits HammiyahMacam hadis berdasarkan jumlah orang yang meriwayatkan...Hadis MutawatirHadis MasyurHadis AhadIJTIHADa. Menurut arti bahasa : memeras pikiran/berusaha dengan giat dan sungguh-sungguh, mencurahkan tenaga maksimal atau berusaha dengan giat dan sungguh-sungguh.b. Menurut istilah Ijtihad berarti : berusaha dengan sungguh-sungguh untuk memecahkan suatu masalah yang tidak ada ketetapan hukumnya, baik dalam Al-Quran maupun Hadits, dengan menggunakan akal pikiran serta berpedoman kepada ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Dalam Al-Quran dan Hadits tersebut orang yang melakukan ijtihad disebut Mujtahid.DASAR HUKUMAdapun dasar keharusan ijtihad antara lain terdapat di dalam Al-Quran surat An Nisa [4] : 59 dan sabda Rasulullah saw. kepada Abdullah bin Masud :

Syarat-syarat melakukan ijtihadMengetahui isi dan kandungan Al-Quran dan Al HaditsMengetahui seluk beluk bahasa Arab dengan segala kelengkapannya Mengetahui ilmu ushul dan kaidah-kaidah fiqh secara mendalamMengetahui soal-soal IjmaKedudukan dan Dalil Ijtihad

Ijtihad sangat diperlukan dalam kehidupan umat Islam untuk mencari kepastian hukum (Islam) terhadap berbagai persoalan yang tidak ditemukan sumber hukumnya secara jelas dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Perhatikan firman Allah swt. Berikut ini :

Artinya : "Maka ambilah (kejadian) itu menjadi pelajaran, wahai orang-orang yang mempunyai pandangan. (QS. Al Hasyr : 2)Metode IjtihadIjmaQiyasMaslahah Mursalah'UrfIstihsanIstish-habMadhab ShahabiSyaru man qablanaSaddu az ZaraiyahIjmaBahas: 1. berupaya (tekad) terhadap sesuatu. 2. kesepakatan. Ahli Ushul : kesepakatan semua para mujtahid dari kaum muslimin dalam suatu masa setelah wafat Rasul Saw atas hukum syara

Kesepakatan itu dapat dikelompokan menjadi empat hal:1. Tidak cukup ijma dikeluarkan oleh seorang mujtahid apabila keberadaanya hanya seorang (mujtahid) saja di suatu masa. 2. Adanya kesepakatan sesama para mujtahid atas hukum syara dalam suatu masalah, dengan melihat negeri, jenis dan kelompok mereka. 3. Hendaknya kesepakatan mereka dimulai setiap pendapat salah seorang mereka dengan pendapat yang jelas apakah dengan dalam bentuk perkataan, fatwa atau perbuatan.4. Kesepakatan itu terwujudkan atas hukum kepada semua para mujtahid. Syarat Mujtahid

Memiliki pengetahuan sebagai berikut:1. Memiliki pengetahuan tentang Al Quran2. Memiliki pengetahuan tentang Sunnah3. Memiliki pengetahuan tentang masalah Ijma sebelumnyaMemiliki pengetahuan tentang ushul fikihMenguasai ilmu bahasa

QiyasQiyas menurut ulama ushul adalah menerangkan sesuatu yang tidak ada nashnya dalam Al Quran dan hadits dengan cara membandingkan dengan sesuatu yang ditetapkan hukumnya berdasarkan nash.

Berhubung qiyas merupakan aktivitas akal, maka beberapa ulama berselisih faham dengan ulama jumhur. Pandangan ulama mengenai qiyas ini terbagi menjadi tiga kelompok:1. Kelompok jumhur, mereka menggunakan qiyas sebagai dasar hukum pada hal-hal yang tidak jelas nashnya baik dalam Al Quran, hadits, pendapat shahabt maupun ijma ulama.2. Mazhab Zhahiriyah dan Syiah Imamiyah, mereka sama sekali tidak menggunakan qiyas. 3. Kelompok yang lebih memperluas pemakaian qiyas, yang berusaha berbagai hal karena