25
Kejang Demam Penyaji : Nurfajrin Hatibie Pembimbing klinik : dr. Amsyar Praja, Sp.A REFLEKSI KASUS

Kejang Demam Refka

Embed Size (px)

DESCRIPTION

ke

Citation preview

Page 1: Kejang Demam Refka

Kejang Demam

Penyaji : Nurfajrin Hatibie

Pembimbing klinik : dr. Amsyar Praja, Sp.A

REFLEKSI KASUS

Page 2: Kejang Demam Refka

Pendahuluan

• Definisi

Kejang demam ialah bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rectal diatas 38 ° C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Kejang demam merupakan kelainan neurologis yang paling sering dijumpai pada anak, terutama pada golongan umur 6 bulan sampai 4 tahun.

Page 3: Kejang Demam Refka

Mekanisme Kejang Demam

Page 4: Kejang Demam Refka

PenatalaksanaanSegera diberikan diazepam IV : dosis rata-rata 0.3 mg/kgBBAtau rectal : < 10 kg = 5 mg, >10 kg= 10 mg

Bila kejang tidak berhenti tunggu 15 menit

Dapat diulangi dengan dosis/cara yang sama

Kejang Berhenti

Berikan dosis fenobarbitalDosis: Neonatus : 30 mg IM

1 bulan- 1 tahun : 50 mg IM> 1 tahun : 75 mg IM

4 jam kemudianDosis: Hari I+II : Fenobarbital 8-10 mg/kgbb (dibagi dalam 2 dosis)

Hari berikutnya : Fenobarbital 4-5 mg/kgbb (dibagi dalam 2 dosis)

Pengobatan Rumah

Page 5: Kejang Demam Refka

Laporan Kasus

Seorang anak perempuan 2 tahun 5 bulan masuk dengan keluhan kejang yang dialami 1 kali dengan durasi 10 menit, kejang baru pertama kali terjadi, sebelum kejang pasien sempat demam 1 hari sebelumnya dan tidak dibawa kerumah sakit dan tidak diberikan obat, hari kedua pasien mulai makin demam dan akhirnya kejang, batuk -, beringus -, sesak -, muntah + , Nafsu makan turun. BAK dan BAB biasa.

Page 6: Kejang Demam Refka

• Riwayat penyakit terdahulu – Tidak ada

• Riwayat penyakit dalam keluarga – Tidak ada

• Riwayat kehamilan dan persalinan– Riwayat ANC lengkap– Riwayat sakit waktu hamil (-)– Riwayat hipertensi selama kehamilan (-)– Riwayat natal : Anak ini lahir spontan di rumah sakit bersalin swasta

dengan berat badan lahir 3000 gram sedangkan panjang badan lahir 40 cm. Saat lahir anak ini langsung menangis, tidak ada sianosis dan gerak aktif.

Page 7: Kejang Demam Refka

• Riwayat perkembangan– Tengkurap : 3 bulan– Duduk : 7 bulan– Merangkak : 9 bulan– Berdiri : 11 bulan– Berjalan : 1 tahun

• Riwayat Imunisasi – Lengkap yaitu:– BCG: 1 kali (usia 2 bulan)– Polio: 4 kali (usia 0,2,4,6 bulan)– DTP: 3 kali (usia 2,4,6 bulan)– Campak: 1 kali (usia 9 bulan)– Hepatitis B: 3 kali (usia 0,1,6 bulan)

Page 8: Kejang Demam Refka

Anamnesis makanan

Usia Riwayat makanan

0-3 bulan ASI

3 bulan – 6 bulan Susu Formula

6 bulan sampai – 10 bulan Bubur Kemasan + Susu Formula

10 bulan – sekarang Bubur Biasa + Susu formula

11 bulan- Sekarang Nasi + Sayur + Ikan + Susu Formula

Selama perawatan Nasi + Sayur + Ikan + Susu Formula

Page 9: Kejang Demam Refka

Pemeriksaan FisikKeadaan Umum : Sakit Sedang, kesadaran kompos mentis

Status Gizi : BB=11 kg

PB = 100 cm

TB= PB-0.5cm= 99.5 cm

BB/U%= 14/15 x 100%= 93.33% Gizi Baik

TB/U%= 100/102 x 100%= 98,03%

Tanda Vital : Nadi = 124x/m, Respirasi = 34x/m, Suhu = 39°c

Kepala : Normocephal

Muka : Simetris Kiri=Kanan

Rambut : Hitam, sukar dicabut

Telinga : Sekret tidak ada

Mata : Konjungtiva tidak anemis kiri dan kanan, Sklera tidak ikterik kiri dan kanan

Pupil isokor

Hidung : Sekret -/-

Mulut : Bibir biasa, sianosis dan pucat tidak ada. Lidah kotor tidak ada

Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar getah bening, Tidak ada pembesaran tiroid,

Page 10: Kejang Demam Refka

Paru-paru : Bentuk dada simetris kiri dan kanan, retraksi sela iga tidak ada,

massa -, perkusi sonor, Rh -/-, Wh -/-

Jantung : Ictus cordis tidak terlihat, ictus cordis teraba pada ICS V linea mid

clavicularis sinistra, batas jantung normal, BJ I & II murni regular,

tidak dijumpai adanya bunyi jantung tambahan.

Abdomen : Bentuk kesan datar, mengikuti gerak napas, peristaltik (+) kesan

normal, perkusi tympani, nyeri tekan pada keempat kuadran

abdomen (-), hati dan lien tidak teraba.

Anggota Gerak : Atas : tidak ada edema, tonus otot normal, akral hangat

Bawah : tidak ada edema, tonus otot normal, akral hangat

Page 11: Kejang Demam Refka

Resume

Pasien perempuan 5 tahun masuk dengan keluhan demam tinggi dan kejang dirumah, saat di rumah pasien sempat kejang 1 kali dengan durasi 10 menit, kejang seperti ini baru pertama kali dirasakan pasien, sebelum demam dan kejang pasien, pada pemeriksaan fisis didapatkan nadi 124 x/mnt, pernafasan 94x/mnt, suhu 39 C, pemeriksaan fisis lain dalam batas normal.

Page 12: Kejang Demam Refka

Pemeriksaan Penunjang

DL Tgl 23/09/2014

WBC

RBC

HGB

HCT

PLT

15.3 x 103/mm3

4.47 x 106/mm3

12.6 mg/dl

37.2 %

395 x 103/mm3

Laboratorium

Page 13: Kejang Demam Refka

Diagnosis Kerja

Kejang Demam Sederhana

Page 14: Kejang Demam Refka

Penatalaksanaan• Non-medikamentosa:

– Edukasi orang tua pasien agar posisikan anak miring dengan leher ekstensi sehingga sekret dapat keluar melalui mulut saat kejang

– Edukasi orang tua agar melakukan pendinginan dengan melepas pakaian dan selimut yang terlalu tebal saat anak kejang

– Edukasi orang tua agar waspada saat anak mulai demam.

Page 15: Kejang Demam Refka

• Medikamentosa:– IVFD RL 20 tetes/menit– Inj Ceftriaxone 500 mg/12j/iv (Skin test cocok)– Dexamethasone ½ ampul/8j/iv– PCT 3 x 1 cth (Kalau perlu)– Stesolid Syr 3x ½ cth– B – Comp 2x1 tab

Page 16: Kejang Demam Refka

No. Tanggal & Jam Vital Sign Keterangan

1. 24-09-2014, Jam: 07.00 N : 100x/menit

P : 40 x/menit

S : 36,7o C

S : Panas (-), kejang (-), batuk (-),

beringus (-), sesak (-), muntah (-),

BAK dan BAB biasa

O : KU sakit sedang, CM

Wajah : simetris, normocephal

Thorax : dalam batas normal

Jantung : dalam batas normal

Abdomen : datar, nyeri tekan

epigastrium (-), hepatosplenomegali

(-)

Ekstremitas : akral hangat

A : Kejang Demam

P : IVFD RL 12 tetes/menit, Inj

Ceftriaxone 500 mg/12j/iv, PCT 3 x 1

cth (Kalau perlu), Stesolid Syr 3x ½

cth, B – Comp 2x1 tab

Page 17: Kejang Demam Refka

2. 25/09/2014, Jam: 07.00 N : 100x/menit

P : 40 x/menit

S : 36.4o C

S : Panas (-), kejang (-), batuk (+),

beringus (-), sesak (-), muntah (-),

BAK dan BAB biasa

O : KU sakit sedang, CM

Wajah : simetris, normocephal

Thorax : dalam batas normal

Jantung : dalam batas normal

Abdomen : datar, nyeri tekan

epigastrium (-), hepatosplenomegali

(-)

Ekstremitas : akral hangat

A : Kejang Demam

P : IVFD RL 12 tetes/menit, Inj

Ceftriaxone 500 mg/12j/iv, PCT 3 x 1

cth (Kalau perlu), Stesolid Syr 3x ½

cth, B – Comp 2x1 tab

Page 18: Kejang Demam Refka

DISKUSI

Page 19: Kejang Demam Refka

• Kejang merupakan hasil dari pelepasan aktivitas listrik abnormal oleh neuron otak. Sebelum kejang, pasien demam, demam sudah berlangsung selama 3 hari. Pasien didiagnosis sebagai kejang demam karena kejang terjadi didahului oleh demam.

Page 20: Kejang Demam Refka

• Kejang demam merupakan suatu kejang yang terjadi pada usia antara 6 bulan sampai hingga 5 tahun yang berkaitan dengan demam namun tanpa adanya tanda-tanda infeksi intracranial atau penyebab yang jelas.

Page 21: Kejang Demam Refka

• Sekitar 30-50-% anak mendapatkan kejang berulang pada episode demam berikutnya dan sebagian kecil mengalami kejang demam yang berulang. Faktor yang berhubungan dengan peningkatan resiko berulangnya kejang pada umur <12 bulan, suhu rendah sebelum kejang, riwayat keluarga kejang demam.

Page 22: Kejang Demam Refka

Kriteria Livingston

• Umur anak ketika kejang antara 6 bulan dan 4 tahun• Kejang berlangsung hanya sebentar saja, tidak lebih dari 15 menit• Kejang bersifat umum• Kejang timbul dalam 16 jam pertama setelah timbulnya demam• Pemeriksaan saraf sebelum dan sesudah kejang normal• Pemeriksaan EEG yang dibuat sedikitnya 1 minggu sesudah suhu

normal tidak menunjukkan kelainan• Frekuensi bangkitan kejang dalam 1 tahun tidak melebihi 4 kali.

Page 23: Kejang Demam Refka

Tatalaksana kejang:

• Posisi tenang: posisikan anak miring (semipronasi) dengan leher ekstensi sehingga sekresi dapat keluar melalui mulut.

• Jika pernapasan sulit: buka saluran napas dengan ekstensi leher secara hati-hati, angkat rahang ke depan. Jangan letakkan apapun ke dalam mulut. Berikan O2 jika tersedia.

• Jika kejang berlanjut berikan diazepam: IV/rectal• Periksa gula darah• Lakukan penilaian dan pemeriksaan penunjang. Jika ada

kecurigaan meningitis, harus dilakukan pungsi lumbal.

Page 24: Kejang Demam Refka

• Prognosis pasien dengan kejang demam adalah baik. Resiko untuk menjadi epilepsi akibat kejang demam adalah kira-kira 2%-5%.

Page 25: Kejang Demam Refka

Terima Kasih