Click here to load reader

Kehidupan Masyarakat Prasejarah 3

  • View
    31

  • Download
    3

Embed Size (px)

DESCRIPTION

sejarah

Text of Kehidupan Masyarakat Prasejarah 3

  • A. KEHIDUPAN SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT PRA-AKSARA DI INDONESIA

    Bila ditinjau dari sistem mata pencahariannya, perkembangan kehidupan sosial ekonomi masyarakat pra-aksara melelui beberapa tahap, yaitu :

    4.Masyarakat perundagian3.Masyarakat bercocok tanam dan beternak2.Masyarakat berburu dan meramu tingkat lanjut1. Masyarakat berburu dan meramu

  • 1.MASYARAKAT BERBURU DAN MERAMUPerkembangan masyarakat pada masa ini berjalan sangat lamban.Manusia hidup tergantung dengan alam,makanan diperoleh dengan cara berburu,mengumpulkan umbi-umbian dan menangkap ikan.Mereka hidup dalam kelompok-kelompok kecil,hal ini untuk memudahkan langkah dan gerak mereka dalam mengikuti binatang buruannya,atau mengumpulkan makanan,Hidup berpindah-pindah tempat (nomaden)Pemilihan pemimpin dengan menggunakan sistem Primus Inter Pares.Menggunakan berbagai alat dari batu dan tulang

  • 2.MASYARAKAT BERBURU DAN MERAMU TINGKAT LANJUTMereka hidup masih tergantung dengan alamMulai lama tinggal disuatu tempat ,di dalam gua-gua (semi sedentair ).Karena tidak lagi berpindah-pindah tempat,mereka memiliki waktu luang untuk melakukan hal lain seperti membuat lukisan di dinding gua yang mereka tinggali.Lukisan yang mereka buat masih berkaitan dengan kepercayaan awal : penghormatan kepada arwah nenek moyang,menggambarkan binatang buruan,atau binatang yang dianggap suci dan gambar telapak tangan yang berwarna merah (sebagai penolak roh jahat dan upacara kesuburan ).

  • 3.MASYARAKAT BERCOCOK TANAM DAN BERTERNAKMereka sudah hidup menetap,sudah ada perkampungan yang dekat dengan mata air,seperti sungai.Adanya pembagian kerja secara sederhana antara laki-laki dan perempuan,laki-laki tugasnya ada hubungannya dengan mengerjakan lahan sedangkan perempuan berkaitan dengan tugas-tugas penyelenggaraan rumah tangga.Dalam corak bercocok tanam mereka mulai menggarap tanahnya dan berusaha menyimpan makanannya dengan cara mengawetkan.Bentuk kerja mereka adalah dengan cara berhuma,dan ladang berpindah.

  • 4.MASYARAKAT PERUNDAGIANPengertian Perundagian adalah pertukangan,artinya orang yang memiliki ketrampilan atau kemampuan dalam melakukan pekerjaan tertentu.Telah memiliki kehidupan yang menetap (sedenter).Hasil kebudayaan berkembang dengan pesat,seperti benda-benda yang terbuat dari : perunggu,besi, dan gerabah yang sangat halus,serta perhiasan / manik-manik yang terbuat dari batu-batuan,dan dari kulit kerang.Mata pencaharian adalah pertanian dengan cara berladang dan bersawah,masyarakatnya sudah mengenal perdagangan dengan sistem barter .Sistem kepercayaan yang berkembang adalah pemujaan taerhadap roh nenek moyang, yang didahului persembahan terhadap roh nenek moyang ( ditemukannya bangunan pemujaan ).

  • B.KEBUDAYAAN MASYARAKAT AWALDI INDONESIAPengertian Kebudayaan Kebudayaan merupakan hasil cipta ,rasa dan karsa manusia,dapat berwujud benda maupun abstrak. Kebudayaan sangat dipengaruhi oleh perkembangan masyarakat maupun secara keseluruhan.

    Menurut Arnold J.Toynbe : kebudayaan timbul dan berkembang sebagai upaya manusia untuk menjawab tantangan yang

  • Menurut Koentjaraningrat terdapat 7 unsur kebudayaan yang bersifat universal,yaitu : 1.sistem religi 2.sistem sosial/organisasi 3.sistem pengetahuan 4.bahasa 5.kesenian 6.sistem mata pencaharian 7.sistem peralatan hidup/ tekhnologi

  • Bila dilihat dari benda-benda hasil budaya manusia purba, Maka tahap-tahap perkembangan kebudayaan masyarakat awal di Indonesia dikelompokkan dalam pembabakan zaman sebagai berikut :5. Zaman LOGAM4. Zaman MEGALITHIKUM3. Zaman NEOLITHIKUM2. Zaman MESOZOIKUM1. Zaman PALEOLITHIKUM

  • 1.ZAMAN PALEOLITHIKUM

    Pada zaman ini terdapat 2 kebudayaan yaitu : kebudayaan Pacitan dan Ngandong,di kebudayaan Pacitan ditemukan alat-alat dari batu,yang disebut kapak genggam (chopper). Sedangkan di kebudayaan Ngandong banyak ditemukan artefak dari tulang dan kapak genggam yang mempunyai ciri yang khas.Manusia pendukungnya adalah ; homo soloensis, Meganthropus paleojavanicus, dan Pitecantropus erectus.

  • 2. ZAMAN MESOLITHIKUM

    Zaman ini berkembang pada zaman holocen.Perkembangan kebudayaan zaman ini berlangsung lebih cepat dari masa sebelumnya,hal ini disebabkan antara lain oleh :a).keadaan alam yang sudah stabil, memungkinkan manusia dapat hidup tenang dan mengembangkan kebudayaannya. b).manusia pendukungnya adalah Homo sapiens. Hasil kebudayaannya adalah : kapak sumatera atau kapak genggam (pebble culture),alat-alat dari tulang (bone culture),dan tradisi serpih belah (flakes culture).

  • PETA PENYEBARAN BENDA-BENDA HASILKEBUDAYAAN MESOLITHIKUM DI INDONESIA

  • GAMBAR KAPAK GENGGAM

  • GAMBAR ALAT-ALAT DARI TULANG

  • GAMBAR TRADISI SERPIH BELAH (FLAKES CULTURE)

  • 3. ZAMAN NEOLITHIKUMPara ahli sejarah sepakat untuk menyebut bahwa masa ini adalah masa revolusi besar-besaran yang dilakukan oleh manusia purba.Mereka mulai menetap dan mengembangkan bercocok tanam.Untuk masalah tempat tinggal mereka sudah menetap sementara di pantai atau di gua-gua,dan kemudian membangun rumah panggung.Peralatan yang dihasilkan sudah lebih diperhalus,jika dibandingkan dengan masa Mesolithikum.

  • Hasil kebudayaan NEOLITHIKUM:Kebudayaan Neolithikum di Indonesia dibagi menjadi 2 ; 1.Kebudayaan Kapak Persegi Kapak persegi merupakan nama yang diberikan Von Heine Geldren untuk kapak yang berbentuk memanjang dengan penampang lintang trapesium maupun persegi panjang.Bahan yang digunakan adalah batu api dan chalcedon,kapak ini banyak ditemukan di daerah jawa, Sumatera,Kalimantan dan Nusa tenggara. Pendukung kebudayaan ini adalah Ras Proto Melayu, yang bertempat tinggal di Indonesia bagian Timur.

  • 2.Kebudayaan Kapak Lonjong Adalah kapak yang penampangnya berbentuk lonjong atau bulat telur,dengan ujungnya yang lancip sebagai tempat tangkai yang diikat menyiku. Persebarannya disekitar Indonesia bagian Timur : Sangihe Talaud, Sulawesi, Flores dan Maluku,Kapak lonjong memiliki 2 ukuran : ukuran kecil (kleinbeil) dan ukuran besar (walzenbeil). Selain Itu ada pula ditemukan gerabah untuk keperluan rumah tangga dan upacara yang ditemukan dibukit kerang Sumatera dan bukit pasir pantai selatan.Pendukung kebudayaan ini adalah Ras Melayu Melanesoid.

  • GAMBAR KAPAK PERSEGI

  • GAMBAR KAPAK LONJONG

  • 4. ZAMAN MEGALITHIKUMMegalithikum merupakan kebudayaan yang menghasilkan bangunan dari batu besar (mega=besar,lithos = batu).Kebudayaan ini muncul pada masa Neolithikum.Yang membedakan keduanya adalah adanya alat peninggalan berbentuk batu besar dan berhubungan dengan sistem kepercayaan yang mereka anut,seperti Animisme, Dinamisme, dan Totemisme .Persebaran kebudayaan ini terdapat di Nias,Flores,Sumba dan Toraja

  • HASIL KEBUDAYAAN MEGALITHIKUMHasil-hasil kebudayaan Megalithikum adalah :1. Menhir6. Arca Batu5. Waruga4. Punden Berundak3. Sarkofagus2. Dolmen

  • 1. MENHIRAdalah tiang atau tugu batu tunggal yang didirikan untuk menghormati roh nenek moyang.Menhir banyak ditemukan di Kalimantan,Sulawesi Tengah dan Jawa Tengah ( Gunung Kidul,Playen,Sukoliman,dan Rembang). Menhir ada 2 jenis : ada yang memiliki illustrasi ditugu batu dan ada yang tidak memiliki illustrasi ditugu batu tersebut.

  • GAMBAR MENHIR

  • 2. DOLMENAdalah meja yang berkakikan menhir,dolmen digunakan sebagai tempat sesaji untuk pemujaan pada roh nenek moyang . Dolmen ada juga yang berbentuk peti mati dan didalamnya berisi tulang belulang manusia serta beberapa benda yang disertai seperti periuk, gigi binatang dan porselen. Dolmen banyak sekali ditemukan di Nusatenggara, Lampung dan Sumatera.

  • GAMBAR DOLMEN

  • 3. SARKOFAGUSAdalah lesung yang mempunyai tutup dan berfungsi sebagai peti mati atau keranda.Bentuknya bermacam-macam : ada yang seperti binatang (Pejeng) atau ada yang bulat utuh.Peti mayat ini ditemukan situs Pejeng Bali dan beberapa daerah di Jawa Barat (kuningan)

  • GAMBAR SARKOFAGUS

  • 4. PUNDEN BERUNDAKMerupakan bangunan batu yang disusun secara bertingkat. Biasanya pada punden berundak terdapat menhir. Fungsi Punden berundak adalah sebagai sebagai tempat pemujaan,sekilas bangunan ini berupa anak tangga yang tersusun rapi hingga keatas . Bangunan ini dapat ditemukan di Lebak Sibedug, Banten Selatan, Kuningan, Pasirangin.

  • GAMBAR PUNDEN BERUNDAK

  • 5. WARUGA/PETI KUBUR Adalah kubur batu yang terbuat dari batu utuh, namun berbentuk bulat,ada pula yang kubus. Waruga dapat ditemukan di daerah Sulawesi Utara danTengah,Minahasa.

  • GAMBAR WARUGA

  • 6. ARCA BATUArca-arca Megalithik biasanya menggambarkan binatang dan manusia. Binatang yang terdapat di arca antara lain Gajah, Kerbau, Harimau, dan Monyet. Arca-arca tersebut dapat ditemukan di daerah Jawa Tengah,Jawa Timur,Lampung dan Sumatera Selatan. Arca ini terus berkembang hingga kebudayaan Logam yang tadinya dibuat dari batu diganti dengan logam.

  • GAMBAR ARCA BATU

  • ZAMAN LOGAMDisebut zaman logam karena alat-alat penunjang kehidupan manusia sebagian besar terbuat dari logam.Zaman ini dapat dinamakan sebagai revolusi tahap kedua oleh masyarakat awal Indonesia (telah mampu mengolah dan melebur logam).Pembuatan benda-benda dari logam menggunakan tekhnik A Cire Perdue (caranya benda yang dikehendaki di buat dulu dari lilin,lengkap dengan bagian-bagiannya-kemudian lilin dibungkus dengan tanah liat dan selanjutnya dipanaskan sehingga lilin menjadi cair-selanjutnya logam cair dituangkan dalam cetakan dan setelah dingin dipecahkan hingga terbentuklah peralatan yang dikehendaki)

  • HASIL KEBUDAYAAN ZAMAN LOGAMHasil-Hasil Kebudayaan Zaman Logam adalah:NEKARAARCA PERUNGGUPERHIASAN PERUNGGUCANDRA

Search related