Kehati Malaka

  • View
    32

  • Download
    8

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Aneka Hayati Kabupaten Malaka

Transcript

FORMAT PROFIL

PROFIL KEANEKARAGAMAN HAYATI

KABUPATEN MALAKA

FORMAT PROFILKEANEKARAGAMAN HAYATI DAERAHI. Keadaan Umum

1. Nama Kabupaten/Kota

: Malaka2. Letak geografis

: 124 38 32.17 BT 125 5 21.38 BT dan

9 18 7.19 LS 9 4726.68 LS.3. Batas wilayah administrasi

: Sebelah utara :berbatasan dengan Kecamatan Naneut Duabesi dan Kecamatan Raimanuk Kabupaten Malaka Sebelah selatan:berbatasan dengan Laut Timor

Sebelah timur:berbatasan dengan wilayah Negara Republik Demokratik Timor Leste

Sebelah barat:berbatasan dengan wilayah Kecamatan Insana dan Kecamatan Biboki Tampah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan wilayah Kecamatan Kokbaun, Kecamatan Fatukopa, Kecamatan Toianas, Kecamatan Amanatun Utara Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

4. Aksesibilitas

:

5. Kependudukan

:

Jumlah kecamatan dan kelurahan/desa: Kecamatan:12 Kecamatan

Kelurahan/desa:127 Kelurahan/Desa

Jumlah penduduk:.. jiwa

(Data penduduk per kecamatan terlampir)

6. Kondisi sosial ekonomi

:

Data yang tercakup dalam komponen ekonomi adalah komponen yang mempengaruhi pengelolaan berkelanjutan dan pemanfaatan sumberdaya alam lestari dalam matriks lansekap yang mewakili.Rata-rata Distribusi Prosentase PDRB Kabupaten Malaka No.Aktivitas Ekonomi UtamaSumbangan terhadap PDRB DaerahPotensi Dampak Negatif terhadap Keanekaragaman HayatiKet

1.Pertanian

2.Jasa-jasa

3.Perdagangan, Restoran dan Hotel

4.Pengangkutan dan Komunikasi

5.Bangunan/Konstruksi

6.Keuangan, Persawahan dan Jasa Perusahaan

7.Industri dan Pengolahan

8.Pertambangan dan Penggalian

9.Listrik, Gas dan Air Bersih

7. Kondisi budaya

No.Kelompok Masyarakat AdatJumlah PendudukPenyebaran di KecamatanKeterangan

1.BunakJumlah penduduk menurut kelompok masyarakat adat tidak dapat disajikan karena kelompok masyarakat adat yang berbeda dapat berada pada kecamatan yang sama Lamaknen, KobalimaTradisi tara horak untuk melarang pemanfaatan sumberdaya alam yang tidak berkelanjutan

2.KemakLamaknen

3.TetunMalaka Barat, Malaka Tengah, Malaka Timur, Wewiku, Weliman, Rinhat, Kobalima, Kobalima Timur,

4.DawanSasitamean, Laenmanen, Iokufeu, Malaka Timur, Rinhat,

8. Peta keadaan umum daerah

Untuk mengetahui potensi, kondisi keanekaragaman hayati, batas wilayah administrasi, Aksesibilitas, Kependudukan kondisi sosial ekonomi perlu digambarkan dengan peta.

II. Kebijaksanaan dan Kelembagaan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

2.1. Peraturan Daerah mengenai keanekaragaman hayati (Belum ada)2.2. Kelembagaan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati

Sebutkan nama-nama lembaga yang langsung mengelola sumber daya alam hayati lembaga pemerintah terkait (Dinas Pertanian, Kehutanan, Perkebunan, Kelautan dan Perikanan, dll) Tidak ada.2.3. Tata Ruang

Alokasi ruang menurut peruntukan sesuai dengan RTRW Kabupaten Malaka berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, baik analisis fisik maupun sosial ekonomi dan budaya maka secara umum digambarkan fungsi kawasan di wilayah Kabupaten Malaka dibedakan atas dua bagian besar yaitu : Kawasan Lindung dan Kawasan Budidaya sebagai berikut:

2.3.1.Kawasan Lindung yang ditetapkan di Kabupaten Malaka meliputi :

a. Kawasan Perlindungan dibawahnya; yang terdiri dari kawasan Hutan Lindung.

b. Kawasan Perlindungan Setempat; yang terdiri dari :

Kawasan Pengamanan Pantai.

Kawasan Pengamanan Sungai.

Kawasan Sekitar Mata Air.

c. Kawasan Lindung Lainnya; yang terdiri dari kawasan Pantai Berhutan Bakau.2.3.2.Kawasan Budidaya yang diarahkan di kabupaten Malaka meliputi :

- Kawasan Budidaya Pertanian a. Kawasan Hutan Produksi; yang terdiri dari :

Hutan Produksi Tetap.

Hutan Produksi Terbatas.

Hutan Produksi Konversi.

b. Kawasan Pertanian Tanaman Pangan; yang terdiri dari :

Kawasan Pertanian Lahan Basah.

Kawasan Pertanian Lahan Kering.

c. Kawasan Perkebunan (Tanaman Tahunan).

d. Kawasan Peternakan.

e. Kawasan Perikanan.

- Kawasan Budidaya Non Pertanian

a. Kawasan Pariwisata.

b. Kawasan Permukiman; yang terdiri dari :

Kawasan Permukiman Perkotaan.

Kawasan Permukiman Perdesaan.

Arahan penetapan fungsi kawasan di Kabupaten Malaka menyebar pada Lima wilayah kecamatan, kecuali Kawasan Perikanan di kecamatan Malaka Tengah, kecamatan Malaka Barat, kecamatan Wewiku, kecamatan Kobalima.Berdasarkan kriteria yang ditetapkan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku pada saat ini maka kawasan lindung yang ditetapkan di wilayah Kabupaten Malaka terdiri dari :a. Kawasan Hutan Lindung

Kawasan hutan lindung terletak menyebar hampir di 4 kecamatan dalam wilayah administratif Kabupaten Malaka kecuali Kecamatan Rinhat, Kecamatan Sasitamean, Kecamatan Laenmanen, Kecamatan Malaka Tengah, Kecamatan Weliman, Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Wewiku, dan Kecamatan Raihat.

b. Kawasan Cagar Alam

Kawasan cagar alam hanya terletak di pantai selatan Kabupaten Malaka yang terletak dalam wilayah kecamatan Malaka Tengah, kecamatan Malaka Barat, kecamatan Kobalima dan kecamatan Wewiku

c. Kawasan Suaka Margasatwa

Kawasan suaka margasatwa terletak di wilayah Kecamatan Malaka Tengah dan dalam wilayah Kecamatan Sasitamean.

d. Kawasan Pantai Berhutan Bakau

Kawasan pantai berhutan bakau di Kabupaten Malaka ditetapkan di bagian pantai utara yang memiliki hutan bakau yaitu yang terdapat di kecamatan Malaka Timur

e. Kawasan Pengamanan Pantai

Kawasan sempadan pantai meliputi daerah sepanjang pesisir pantai Kabupaten Malaka yang tidak tergolong dalam Tiga kawasan diatas, dengan jarak minimal 200 m dari garis pasang tertinggi air laut kearah darat.

f. Kawasan Pengamanan Sungai

Kawasan sempadan sungai ditetapkan 50m dari tepi kiri kanan sungai besar (lebar 10 m); dan 25 m dari tepi kiri kanan sungai kecil (lebar < 10 m).

g. Kawasan Sekitar Mata Air

Kawasan sekitar mata air ditetapkan dengan jarak minimal radius 200 m dari sumber mata air.

Berdasarkan kriteria yang ditetapkan sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku pada saat ini maka kawasan budidaya yang ditetapkan di wilayah Kabupaten Malaka terdiri dari :1. Kawasan Budidaya Pertaniana. Kawasan Hutan Produksi Tetap

Kawasan hutan produksi tetap.

b. Kawasan Hutan Produksi Terbatas

Kawasan hutan produksi terbatas.

c. Kawasan Hutan Produksi Konversi

Kawasan hutan produksi konversi diarahkan di Kecamatan Laenmanen dan Kecamatan Wewiku.

d. Kawasan Tanaman Pangan Lahan Basah

Kawasan Tanaman pangan lahan basah diarahkan di Kecamatan Malaka Tengah, Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Weliman, Kecamatan Raihat, dan Kecamatan Lamaknen.

e. Kawasan Tanaman Pangan Lahan Basah

Kawasan Tanaman pangan lahan basah diarahkan di Kecamatan Malaka Tengah, Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Weliman, Kecamatan Raihat, dan Kecamatan Lamaknen.

f. Kawasan Tanaman Pangan Lahan Kering

Kawasan tanaman pangan lahan kering diarahkan disemua wilayah kecamatan, dekat dengan permukiman penduduk dan pada lereng permukaan lahan yang relatif landai.

g. Kawasan Tanaman Perkebunan/Tahunan

Kawasan tanaman tahunan diarahkan hampir merata disemua wilayah kecamatan terutama pada daerah-daerah dengan kemiringan lahan agak curam.

h. Kawasan Perikanan

Kawasan Perikanan diarahkan di Kecamatan Malaka Tengah, Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Wewiku.

2. Kawasan Budidaya Non Pertaniana. Kawasan PariwisataKawasan Pariwisata diarahkan pada beberapa wilayah Kecamatan yang potensial yaitu di Kecamatan Malaka Tengah, Kecamatan Malaka Timur, Kecamatan Kobalima, Kecamatan Wewiku, Kecamatan Malaka Barat, Kecamatan Lamaknen.

b. Kawasan Permukiman PerkotaanKawasan permukiman perkotaan diarahkan pada Kota Betun sebagai ibukota Kabupaten Malaka dan semua ibukota kecamatan yang ada dalam wilayah Kabupaten Malaka.

c. Kawasan Permukiman PerdesaanKawasan permukiman pedesaan diarahkan di pusat-pusat permukiman penduduk yang tidak termasuk dalam kawasan permukiman perkotaan dan yang terletak diluar kawasan lindung.

d. Kawasan PertambanganKawasan pertambangan diarahkan di Kecamatan Rinhat, dan kecamatan-kecamatan yang memiliki sungai-sungai yang mengandung bahan galian C untuk pembangunan/konstruksiAlokasi ruang diatas dapat diperjelas dengan lampiran Peta RTRW. Beberapa data dan informasi yang dicantumkan dalam profil sebagai berikut:

1. Kawasan Konservasi (in-situ)

NoNamaLokasiLuasKeterangan

1Cagar Alam MaubesiMalaka Barat, Malaka Tengah dan Kobalima8.531,721. Penebangan hutan untuk bahan bangunan, bahan bakar/kayu api dan pembuatan pagar

2. Alih fungsi kawasan hutan bakau untuk tambak ikan

2Suaka Marga Satwa KateriMalaka Tengah, Botinleobele, Malaka Timur dan Kobalima4.699,321. Perubahan kawasan hutan Kateri untuk perladangan dan pemukiman oleh warga baru

2. Perambahan hasil hutan kayu untuk kebutuhan bahan bangunan dan bahan bakar kayu/kayu api

3. Terjadinya perubahan kawasan hutan menjadi ladang perkebunan sehingga satwa yang dilindungi di dalam kawasan tersebut banyak yang mati dan bermigrasi ke tempat lain

4. Sumber mata air yang berada di dalam dan disekitar kawasan konservasi berkurang

5. Penghasilan masyarakat sekitar dari hasil panen asam/hasil hutan non kayu berkurang karena pohon asam dan pohon tempat bersarang lebah sudah di tebang.

2. Hutan Lindung

NoNamaLokasiLuasKeterangan

1.Bifemnasi Son Mahole Sasitamean, Malaka Timur,