Click here to load reader

Keefektifan Pembelajaran Dengan Model Kooperatif Tipe Think Yuliawati

  • View
    34

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Keefektifan Pembelajaran Dengan Model Kooperatif Tipe Think Yuliawati

KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN DENGAN MODEL KOOPERATIF TIPE THINK-PAIR-SHARE (TPS) TERHADAP SUB POKOK BAHASAN HIDROKARBON PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 3 PALANGKARAYA TAHUN PELAJARAN 2008/2009

SKRIPSI

OLEHYULIAWATIACC 104 033

UNIVERSITAS PALANGKA RAYAFAKULTAS KLEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKANJURUSAN PENDIDIKAN MIPAPROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA2009BAB IPENDAHULUAN

1.1 Latar BelakangPelajaran kimia merupakan salah satu pelajaran yang memiliki karakteristik tersendiri dan memerlukan keterampilan dalam memecahkan masalah-masalah ilmu kimia yang berupa teori, konsep, hukum, dan fakta. Salah satu tujuan pembelajaran ilmu kimia di SMA adalah agar siswa memahami konsep-konsep kimia dan saling keterkaitanya serta penerapanya baik dalam kehidupan sehari-hari maupun teknologi. Oleh sebab itu, siswa diharapkan mampu memahami dan menguasai konsep-konsep kimia (Depdiknas, 2003). Hidrokarbon merupakan salah satu materi kimia yang diajarkan di SMA kelas X semestar genap. Pada pokok bahasan hidrokarbon, khususnya tentang penggolongan hidrokarbon, siswa dituntut untuk dapat menguasai dan memahami penentuan nama senyawa alkana, alkena, alkuna. Pemahaman konsep hidrokarbon ini mencakup: penentuan rantai terpanjang, prioritas penomoran pada rantai terpanjang, dan urutan prioritas alkil berdasarkan abjad. Jika siswa tidak menguasai hal tersebut maka akan mengalami kesulitan dalam tata nama senyawa hidrokarbon.Berdasarkan wawancara dengan guru bidang studi kimia kelas X SMA Negeri 3 Palangka Raya, masih terdapat siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami materi pelajaran kimia, misalnya untuk materi yang berkaitan dengan hidrokarbon. Banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal-soal yang berhubungan dengan penamaan senyawa alkana, alkena dan alkuna. Hal ini terlihat dari masih rendahnya nilai ulangan harian siswa, yaitu dengan rata-rata masih belum mencapai standar nilai yang ditetapkan. Untuk mengatasi kesulitankesulitan siswa dalam mengerjakan soal-soal kimia dapat diterapkan metode pembelajaran yang tepat, yang sesuai dengan situasi dan materi yang akan disampaikan agar pembelajaran berlangsung secara efektif dan efisien dengan membuat siswa aktif, lebih banyak berpikir, mudah berinteraksi dengan guru maupun dengan temannya, serta mampu mengemukakan pendapatnya maupun menanggapi pertanyaan dan bekerjasama dengan teman.Think-Pair-Share (TPS) atau Berpikir-Berpasangan-Berbagi merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Think-Pair-Share merupakan model pembelajaran yang dikembangkan dengan memberikan penekanan kepada siswa untuk lebih berfikir, mendiskusikan suatu permasalahan dan berbagi. Keunggulan dari Think-Pair-Share adalah (1) dapat meningkatkan kualitas kepribadian anak-anak dalam hal bekerjasama, saling menghargai pendapat orang lain, toleransi, (2) siswa dapat lebih mudah berinteraksi, (3) siswa dapat lebih termotivasi untuk mendukung dan menunjukan minat terhadap apa yang dipelajari pasangan. Sehingga cocok untuk digunakan pada konsep-konsep yang menekankan suatu pemahaman, salah satunya adalah konsep hidrokarbon. Penelitian dengan model kooperatif tipe Think-Pair-Share telah dilakukan sebelumnya oleh Yerie Astarina, yang melaporkan Penggunaan Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share untuk Meningkatkan Pemahaman Pembelajaran Kimia Dasar II Mengenai Hidrokarbon Pada Mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika FKIP MIPA Universitas Palangkaraya Tahun Ajaran 2007/2008, sebagai berikut:1) Upaya peningkatan hasil belajar mahasiswa program studi pendidikan fisika melalui model pembelajaran kooperatif tipe TPS dinyatakan berhasil.2) Aktifitas pengajar dan mahasiswa dinyatakan baik terbukti dari perhitungan skor total lembar observasi aktivitas pengajar dan mahasiswa.3) Hasil belajar mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran kooperatif tipe TPS dinyatakan lulus.4) Persepsi mahasiswa program studi pendidikan fisika bahwa merasa tertarik untuk belajar aktif saat proses belajar mengajar, lebih berani mengungkapkan ide/pendapat dan bertanya tentang materi yang belum dipahami, lebih mengasikan,merasa lebih terbuka untuk bertukar pikiran dengan teman serta mendorong untuk berfikir dan berusaha memahami materi yang sedang dibahas pada umumnya sangat setuju, walaupun sebagian kecil ada mahasiswa yang tidak setuju bahwa daya ingat terhadap pelajaran lebih lama. Berdasarkan uraian-uraian di atas, hasil pembelajaran model kooperatif tipe Think-Pair-Share pada mahasiswa dinyatakan berhasil. Dengan karakteristik model pembelajaran yang sama, maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul Keefektifan Pembelajaran dengan Model Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS) terhadap Sub Pokok Bahasan Hidrokarbon pada Siswa Kelas X SMA Negeri 3 Palangka Raya Tahun Pelajaran 2008/2009.1.2 Fokus PenelitianFokus dari penelitian ini adalah peningkatan pemahaman konsep dan kecakapan hidup siswa. Kedua kompetensi tersebut diharapkan dapat diperoleh secara bersamaan dalam pembelajaran kimia.

1.3 Rumusan MasalahMasalah yang dirumuskan dalam penelitian ini, sebagai berikut:1. Apakah pembelajaran dengan model kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) lebih efektif daripada pembelajaran dengan model konvensional pada sub pokok bahasan hidrokarbon bila ditinjau dari pemahaman konsep.2. Apakah siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) akan memperoleh kecakapan hidup lebih banyak bila dibandingkan dengan pembelajaran model konvensional.

1.4 Tujuan PenelitianPenelitian ini bertujuan untuk:1. Mengetahui apakah pembelajaran dengan model kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) lebih efektif daripada pembelajaran dengan model konvensional pada sub pokok bahasan hidrokarbon bila ditinjau dari pemahaman konsep.2. Mengetahui apakah siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) akan memperoleh kecakapan hidup lebih banyak bila dibandingkan dengan pembelajaran model konvensional.

1.5 Manfaat PenelitianDari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan gambaran kepada guru mata pelajaran kimia agar dapat menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Think-Pair-Share (TPS) dalam mengajarkan sub pokok bahasan hidrokarbon.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

2.1Keefektifan PembelajaranKeefektifan berasal dari kata efektif, yang berarti tepat guna atau tepat sasaran. Efektif mengarah pada pengertian ketepatan atau kesesuaian antara usaha yang dilakukan dengan tujuan yang telah ditentukan.Keefektifan proses pembelajaran artinya derajat dimana kelompok mencapai tujuanya/ pencapaian nilai-nilai maksimal dengan alat yang terbatas. Jadi, keefektifan proses pembelajaran berarti setelah mengalami proses belajar siswa dapat mencapai tujuan pembelajaran, dan aktivitas yang dilakukan siswa tersebut mempunyai ketepatan atau kesesuaian dengan tujuan yang telah ditentukan. Pencapaian tujuan tersebut ditandai dengan adanya penilaian terhadap hasil belajar siswa setelah proses pembelajaran berlangsung. Semakin baik hasil yang dicapai siswa maka dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran tersebut semakin efektif. (http:// beta.tnial.mil.id/cakrad_cetak.php?id)

2.2 Kecakapan Hidup

Malik Fajar (2002) mendefinisikan kecakapan hidup sebagai kecakapan untuk bekerja selain kecakapan untuk berorientasi ke jalur akademik.

2.3 Data observasi siswaData yang bertujuan untuk mengamati aktivitas siswa dan guru selama penelitian sebagai upaya untuk mengetahui kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan tindakan.

2.4 Skala respon siswaSkala yang bertujuan untuk menyimpulkan data berupa informasi tentang siswa terhadap pembelajaran yang pengisiannya dengan memberikan tanda check ().

2.5 Metode Konvensial

Menurut Djamarah (1996) metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran. Dalam pembelajaran sejarah metode konvensional ditandai dengan ceramah yang diiringi dengan penjelasan serta pembagian tugas dan latihan.

2.6 Pembelajaran Kooperatif2.6.1Pengertian Model Pembelajaran KooperatifPembelajaran kooperatif adalah kegiatan belajar mengajar dalam kelompokkelompok kecil, siswa belajar dan bekerjasama untuk sampai pada pengalaman individu maupun kelompok. Esensi pembelajaran kooperatif adalah tanggungjawab individu sekaligus kelompok, sehingga dalam diri siswa terbentuk sikap kebergantungan positif yang menjadikan kerja kelompok berjalan optimal. Keadaan ini mendorong siswa dalam kelompoknya belajar, bekerja dan bertanggung jawab dengan sungguhsungguh sampai selesainya tugastugas individu dan kelompok (Santoso, 1998 dalam Sholehah, 2004).

2.7 Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think-Pair-Share (TPS)2.7.1 Pengertian Think-Pair-Share (TPS)Think-Pair-Share (TPS) atau Berpikir-Berpasangan-Berbagi merupakan jenis pembelajaran kooperatif yang dirancang untuk mempengaruhi pola interaksi siswa. Struktur yang dikembangkan ini dimasukkan sebagai alternatif terhadap struktur kelas tradisional. Stuktur ini menghendaki siswa bekerja saling membantu dalam kelompok kecil (2-6 anggota) dan lebih dicirikan oleh penghargaan kooperatif daripada penghargaan individual. Think-Pair-Share (TPS) memiliki prosedur yang ditetapkan secara eksplisit untuk memberi siswa waktu lebih banyak untuk berfikir, menjawab dan saling membantu satu sama lain. Model Think-Pair-Share (TPS) mendorong partisipasi anak, bahkan anak yang pemalu atau bahkan mereka yang tersisihkan. Menanyakan pertanyaan terbuka kepada anak dapat memberikan kesempatan kepada mereka untuk memutuskan sesuatu atau mengekspresikan pemikiran mereka. Guru memberikan waktu untuk memikirkan (Think) tentang jawaban mereka, meminta mereka untuk berdiskusi dengan mitranya (Pair) dan meminta seseorang secara suk

Search related