Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya 2034

  • View
    277

  • Download
    82

Embed Size (px)

DESCRIPTION

disampaikan oleh Budi SItumorang Direktur Tata Ruang Wilayah Nasional pada Sosialisasi Perpres Nomor 81 Tahun 2014 tentang RTR Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya di Medan 18 Nopember 2014

Text of Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya 2034

Draft Bahan Tayang Modul Sosialisasi

Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya2034Oleh:Dr. Ir. Budi Situmorang, MURPDirektur Penataan Ruang Wilayah NasionalDisampaikan dalam Sosialisasi Perpres RI Nomor 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan SekitarnyaMedan, 18 November 2014

D. Pengelolaan Kawasan Danau TobaC. Indikasi Program Utama A. PendahuluanKerangka SosialisasiB. Tujuan, Kebijakan, & Strategi RTR Kawasan Danau TobaE. Ketentuan Peralihan

A. PendahuluanTelah disahkan oleh Presiden per tanggal 13 Agustus 2014:

Peraturan Presiden RI Nomor 81 Tahun 2014 tentang Rencana Tata Ruang Kawasan Danau Toba dan Sekitarnya

1RTR KSN merupakan rencana rinci utk Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (Penjelasan Pasal 14 ayat 3 huruf a )2Rencana tata ruang KSN disusun sbg perangkat operasional Rencana Umum Tata Ruang (Penjelasan Pasal 14 ayat 4)3KSN termasuk KSN Danau Toba & Sekitarnya ditetapkan dalam Peraturan Presiden (Pasal 21 Ayat 1) DASAR HUKUM: AMANAT UU NO. 26 TAHUN 2007 TENTANG PENATAAN RUANG PENGERTIAN Kawasan Strategis Nasional adalah Wilayah (yang memiliki fungsi utama) yg penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan & keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan, termasuk wilayah yg ditetapkan sebagai warisan dunia. (UU No.26 Th 2007 Pasal 1)

AMANAT PP NO. 26 TAHUN 2008 TENTANG RTRWN:1Strategi Umum KSN dari sudut kepentingan Fungsi & daya dukung LH.(Pasal 75 huruf e)2Kaw Danau Toba & Sekitarnya ditetapkan sebagai Kawasan Strategis Nasional,, dari sudut kepentingan fungsi & daya dukung lingkungan hidup .(Lampiran X, angka 7)3Perwujudan Kawasamn Danau Toba merupakan Program Prioritas tahun 2010-2014. (Lampiran XI)Pengertian dan Dasar HukumAspek EKONOMI/KESEJAHTERAAN: Kemandirian Ekonomi Antar Wilayah Ekonomi Daya SaingAspek LINGKUNGAN HIDUP: Fungsi & DD LH Daya Dukung Air (Kuantitas & Kualitas) Kawasan Konservasi, Hutan Lindung, Perairan Danau Rawan Bencana Ekosistem pentingAspek SOSIAL : Kekerabatan Masyarakat Adat Isolasi wilayahAspek PUSAT PELAYANAN: ~ dg sistem Nasional Pusat Pertumbuhan ekonomi Pusat Pelayanan (Pariwisata)Aspek INFRASTRUKTUR:~ dg Sistem Nasional Mendukung pusat pelayanan + Fasilitas Dasar (Ekonomi, LH, & Sosial) Membuka Isolasi WilayahKRITERIA: POLA

& STRUKTUR RUANGPerlindungan keanekaragaman hayatiAset nas berupa kaw. lindung bagi perlindungan ekosistem, flora dan/atau fauna yg hampir punahKeseimbangaan tata guna airPrioritas tinggi peningkatan kualitas lingkungan hidupRawan bencana alam nasionalKeseimbangaan iklim makroSangat menentukan dlm perubahan rona alam & mempunyai dampak luas thd kelangsungan kehidupan

PENDEKATAN PENYUSUNAN RTR KAWASAN DANAU TOBA DELINIASI, DIMASUKIM 5BAB. IKETENTUAN UMUMBAB. IITUJUAN, KEBIJAKAN, & STRATEGI PENATAAN RUANG KAW. DANAU TOBABAB. III RENCANA STRUKTUR RUANG KAWASAN DANAU TOBABAB.IV RENCANA POLA RUANG KAWASAN DANAU TOBABAB. V ARAHAN PEMANFAATAN RUANG KAWASAN DANAU TOBABAB. VI ARAHAN PENGENDALIAN PEMANFAATAN RUANG KAW. DANAU TOBABAB. VII PENGELOLAAN KAWASAN DANAU TOBA BAB. VIII PERAN MASYARAKAT DLM PENATAAN RUANG KAW. DANAU TOBABAB . IX KETENTUAN PERALIHAN DLM PENATAAN RUANG KAW. DANAU TOBABAB. X KETENTUAN PENUTUP

LAMPIRAN . I PETA RENCANA STRUKTUR RUANG (skala 1 : 50.000)LAMPIRAN . II PETA RENCANA POLA RUANG (skala 1 : 50.000)LAMPIRAN. III INDIKASI PROGRAM UTAMA JANGKA MENENGAH

3. Destinasi Wisata Nasional dan Internasional4. Kawasan Budidaya yang Terkendali

1. Danau Toba Sebagai Sumber Air Kehidupan Aek Natio yang Lestari

2. Pemersatu Masyarakat Batak.Nilai-nilai budaya lokal sudah mulai ditinggalkan masyarakat

Kerusakan Ekosistem Kawasan danau TobaArah Pengembangan

Pengembangan Kawasan Budidaya Khususnya Pertanian dan Perkebunan Belum Mendapat Perhatian

Pengembangan Potensi Wisata Kurang Dinamis dan Maksimal

Lunturnya kearifan lokal dalam pengelolaan Sumber Daya AirIsu Strategis

pelestarian Kawasan Danau Toba sebagai air kehidupan (Aek Natio) masyarakat, ekosistem, dan kawasan kampung masyarakat adat Batak

pengembangan kaw pariwisata berskala dunia yg terintegrasi dg pengendalian kaw budi daya sesuai dg daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta adaptif terhadap bencana alam.

B. Tujuan, Kebijakan, dan Strategi RTR Kawasan Danau TobaTujuan 01Tujuan 02pengembangan & pengendalian pemanfaatan kaw pariwisata yg berdaya tarik internasional, nasional, & regionalpengendalian kaw budi daya perikanan danaupemertahanan kaw. pertanian tanaman panganpengendalian kaw. peternakan, hortikultura, & perkebunan berbasis masy. & ramah lingkungan; perwujudan kerja sama pengelolaan dan pemeliharaan kualitas lingkungan hidup, pemasaran produksi kaw budi daya, & peningkatan pelayanan sarpraskebijakankebijakanstrategistrategiPemertahanan kestabilan kuantitas dan pengendalian kualitas air Danau Tobapelestarian ekosistem penting perairan danau dan sekitarnyapelestarian kawasan kampung dan budaya masyarakat adat Batak

Rencana pola ruangKAWASAN DANAU TOBA TAHUN 2034

ISI BERUPA PETA 8

KAWASAN DANAU TOBA TAHUN 2034

meliputi 61 kecamatan di 8 kabupaten yaitu TAPANULI UTARA, HUMBANG HASUNDUTAN, DAIRI, SAMOSIR, KARO, SIMALUNGUN, TOBA, SAMOSIR, dan PAKPAK BHARAT, yang juga mencakup perairan danau seluas 1.102,60 km2 Rencana Pola Ruang di KDT meliputi:Kawasan Lindung:Zona L1: kaw. yg memberikan perlindungan terhadap kaw. bawahannyaZona L2: kaw. perlindungan setempatZona L3: kaw. suaka alam, pelestarian alam, dan cagar budayaZona L4: kaw rawan bencana alamZona L5: kawasan lindung geologi

Kawasan Budi Daya: Zona B1: kaw. permukiman kepadatan sedang & tinggi;Zona B2: kaw. permukiman kepadatan rendahZona B3: kaw. pariwisataZona B4: kaw. pertanian pangan;Zona B5: kaw. pertanian hortikultura;Zona B6: kaw. PeternakanZona B7: kaw perkebunan; danZona B8: kaw. hutan produksi.

Kawasan Perairan:Zona A1: kaw. yg memberikan perlindungan terhadap permukimanZona A2: kaw.pariwisata tirtaZona A3: kaw. penghasil nutrien & pendukung kegiatan pariwisataZona A4: kawasan dg fungsi sebagai zona pengurai/dekomposer ekosistem alami.

Rencana pola ruang

Rencana STRUKTUR ruangKAWASAN DANAU TOBA TAHUN 2034

ISI BERUPA PETA 10

RENCANA STRUKTUR RUANG TERDIRI DARI :Rencana sistem pusat permukimanRencana sistem jaringan prasarana 1. Sistem jaringan transportasi Jaringan jalan Lalu lintas dan angkutan jalan Transportasi penyeberanganTransportasi danau Tatanan kebandarudaraan Sistem jaringan energi Sistem jaringan telekomunikasi Sistem jaringan sumber daya air Sistem jaringan prasarana permukimansistem penyediaan air minum (SPAM)sistem jaringan drainasesistem jaringan air limbahsistem pengelolaan persampahan.

Rencana struktur ruang

KAWASAN DANAU TOBA TAHUN 2034

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba & Strategi mewujudkan Sumber Air Kehidupanyang Lestari

01. Kondisi Eksisting Air Danau Toba KUANTITAS AIR DANAU TOBA:Perairan mencapai kedalaman 500 m, dgn panjang 100 km, dan lebar 30 kmVolume air (2010) 1, 18 triliun m

Luas genangan permukaan air 1.102,60 km2 Outlet utama air Danau Toba S. Asahan, & dimanfaatkan untuk PLTA Asahan, kuantitas dan ketinggian air danau dikendalikan oleh bendungan pengatur yg dibangun di Siruar

(Sumber : http://www.otorita-asahan.go.id/inalum/think_friendship.htm)a. Air Danau Toba b. Sumber AirBersumber dari hulu DTA dan CAT berupa kawasan hutan, mengalir melalui DAS.Luas hutan lindung di KDT 124 ribu Ha Luas DTA 4087 Km2 ,dg 2292 Km2 di P.Sumatera, 693 km2 di P.Samosir, & 1.100 km2 perairan Danau Toba.Ada 4 CAT di KDT, yaitu: CAT Sidikalang, CAT Tarutung, CAT Pulau Samosir, dan CAT Porsea-ParapatAda 25 SubDAS di KDT, mengalirkan air ke danau toba 215,7 m3/dtk (kondisi normal), namun krn 80% kondisi sungai dlm keadaan kritis, maka debit yg masuk 70-80 m3/dtk. perlu reboisasi pd kawasan tutupan hutan yg gundul & DAS kritis.Solusi RTR untuk 32 DAS : melindungi kawasan DAS dengan reboisasi Hutan Lindung Solusi RTR untuk outlet air Danau Toba : mengendalikan ketinggian air danau toba dengan mengatur keluaran air danau Toba di pintu pintu air pembangkit listrik Pengendalian kuantitas air danau toba : Bendungan Pengatur (Regulating Dam) Siruar

Bendungan yang dibangun di Siruar berfungsi sebagai pengendali ketingggian permukaan air Danau Toba dan debit air yang mengalir ke Sungai Asahan, guna dapat dipergunakan untuk membangkitkan tenaga listrik di PLTA Siguragura dan PLTA Tangga. Mulai dibangun pada bulan Juni tahun 1978 dan selesai pada Januari 1981. Bendungan Pengatur Siruar berjenis struktur Concrete Gravity dengan tinggi bendungan 39 meter dari dasar sungai Asahan. (sumber : http://www.otorita-asahan.go.id/inalum/think_friendship.htm)

Debit air yang masuk ke dalam dantob : 70 80m3/s (sumber : http://www.pu.go.id/satminkal/dit_sda/profil%20balai/bws/profilebalai%20sumatera%20II_baru.pdf)

Debit air yang masuk ke dalam dantob (rata2 perbulan sepanjang th 2003) : 114.3 m3/s (sumber : http://laketoba.org/wp-content/uploads/2011/08/1.-Gambaran-Umum-EKDT.pdf)

Debit air keluar (alami) danau toba dari sei asahan : 87.9 m3/s 105.4m3/s (http://serasah.blogspot.com/2010/09/danau-toba-pemanfaatan-dan.html), dengan ketinggian permukaan yang diijinkan 905 m dpl 902,4 m dpl

13

KUALITAS AIR :a. Kualitas Air Danau Toba:Kualitas Air Danau Toba dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya:Aktifitas budi daya KJA yang menghasilkan limbahLimbah transportasi penyeberangan danau terutama sisa BBM dan oliLimbah dan polutan dari kawasan permukiman seperti sampah dan sisa deterjenb. Kualitas Air Sungai:Sungai yang mengalir men