Click here to load reader

kasbes Diare

  • View
    78

  • Download
    6

Embed Size (px)

DESCRIPTION

anak

Text of kasbes Diare

LAPORAN KASUS BESAR

SEORANG ANAK LAKI-LAKI 11 BULANDENGAN DIARE AKUT DEHIDRASI TAK BERAT

Diajukan guna memenuhi syarat menempuh ujian Kepaniteraan Klinik Senior Bagian Ilmu Kesehatan AnakFakultas Kedokteran Universitas Diponegoro

Disusun oleh :Anindia Wardhani22010110200028

Penguji :dr. MS Anam, M.Si Med, Sp.A

Pembimbing :dr. Farah

BAGIAN ILMU KESEHATAN ANAKFAKULTAS KEDOKTERANUNIVERSITAS DIPONEGOROSEMARANG2012

HALAMAN PENGESAHAN

Nama:Anindia WardhaniNIM:22010110200028Fakultas:Kedokteran UmumJudul:Laporan Kasus Besar Seorang Anak 11 Bulan dengan Diare Akut Dehidrasi Tak Berat Bagian/SMF:Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro SemarangPenguji: dr. MS Anam, M.Si Med, Sp.APembimbing:dr. Farah

Semarang, 24 Maret 2012

Penguji

dr. Anam, M.Si Med, Sp.APembimbing

dr. Farah

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat dan karunia-Nya Penulis dapat menyelesaikan laporan kasus besar yang berjudul Seorang Anak 11 Bulan dengan Diare Akut Dehidrasi Tak Berat.Laporan kasus ini disusun untuk memenuhi syarat menempuh ujian Kepaniteraan Klinik Senior di Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, Semarang.Pada kesempatan ini Penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada:1. dr. MS Anam, M.Si Med, Sp.A sebagai penguji yang telah bersedia meluangkan waktu dan membimbing penulis.2. dr. Farah, sebagai pembimbing yang telah memberikan masukan-masukan, petunjuk, serta kritik yang membangun dalam penyusunan kasus ini.3. Anak R, serta keluarga, atas bantuannya sebagai pasien di dalam penyusunan kasus besar ini.4. Ibu, Bapak dan adik-adik atas bantuan dukungan penuh dan doanya.5. Teman-teman yang satu stase di bagian anak yang telah memberikan bantuan baik material maupun spiritual kepada penulis dalam menyusun laporan kasus ini.Penulis menyadari bahwa masih terdapat kekurangan dalam laporan kasus ini, maka penulis sangat mengharapkan kritik yang membangun serta saran dari semua pihak.Semoga laporan kasus besar ini dapat bermanfaat bagi kita semua, terutama untuk kasus diare aku dengan dehidrasi tak berat.

Semarang, 24 Maret 2012

Penulis

DAFTAR ISI

HalamanHALAMAN JUDUL iHALAMAN PENGESAHAN iiKATA PENGANTAR iiiDAFTAR ISI ivBAB I. PENDAHULUAN 1BAB II. PENYAJIAN KASUS 4A. Identitas Penderita 4B. Data Dasar 5C. Data Khusus7D. Pemeriksaan Fisik12E. Kebutuhan Cairan, Kalori, Protein 16F. Daftar Masalah 17G. Initial Plan 17H. Perjalanan Penyakit 22I. Hasil kunjungan rumah 28BAB III. TINJAUAN PUSTAKA 32

DIARE AKUT DEHIDRASI TAK BERAT.................................32

A. Diagnosis ...................................................................................32

B. Pengelolaan ................................................................................37

C. Pencegahan ................................................................................42

PENATALAKSANAAN KOMPREHENSIF DAN HOLISTIK......44

1. Kuratif...........................................................................................44

2. Preventif .......................................................................................45

3. Promotif .......................................................................................46

4. Rehabilitatif..................................................................................47

5. Psikososial ..................................................................................47

PROGNOSIS ..................................................................................49

BAGAN PERMASALAHAN........................................................50

BAB IV PEMBAHASAN 51

BAB VSIMPULAN DAN SARAN........................................................... 54

LAMPIRAN HASIL KUNJUNGAN RUMAH............................................. 55

DAFTAR PUSTAKA . 57

v

BAB IPENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANGDiare didefinisikan sebagai peningkatan dari jumlah tinja dan penurunan konsistensi tinja dari lembek cair sampai cair, dengan atau tanpa darah dan atau tanpa lendir di dalam tinja, dimana manifestasi klinik yang utama adalah kehilangan air dan elektrolit melalui saluran cerna. 1,2 Untuk keperluan diagnosis, secara epidemiologis dalam masyarakat, diare didefinisikan sebagai berak lembek cair sampai cair 3-5 kali perhari.1Penyakit diare menjadi salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian pada bayi dan balita di negara berkembang dengan perkiraan 1,3 milyar episod dan 3,2 juta kematian setiap tahun pada balita, sekitar 80% kematian yang berhubungan dengan diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Penyebab utama kematian karena diare adalah dehidrasi akibat kehilangan cairan dan elektrolit melalui tinjanya. Penyebab lain yang penting adalah kekurangan gizi dan ineksi yang serius. Di Indonesia sendiri hal ini dapat terlihat dari tingginya angka kesakitan dan kematian akibat diare. Menurut laporan Departemen Kesehatan di Indonesia, setiap anak mengalami diare 1,6-2 kali pertahun.1,2Menurut Hipokrates, diare adalah keadaaan yang abnormal dari frekuensi dan kepadatan tinja. Sedangkan Lebenthal, Gry Bosky dan Smith mendefinisikan diare sebagai gangguan pasase yang frekuen dari tinja dengan konsistensi lembek sampai cair dengan volume melebihi 10 ml/kgBB/hari. Pada Seminar Rehidrasi Nasional III (1982) mendefinisikan diare adalah perubahan konsistensi berak menjadi lembek sampai cair lebih dari 3-5 kali per hari. Pembagian diare menurut Depkes meliputi diare tanpa tanda dehidrasi, dehidrasi tak berat, dan dehidrasi berat.1,2Berdasarkan waktu lama penyakit, diare dibedakan atas, diare akut jika berlangsung kurang dari 14 hari dan diare persisten yaitu diare yang mula-mula bersifat akut kemudian berlangsung lebih dari 14 hari.1,3 Hal ini dapat dibedakan dengan diare kronik, yaitu diare yang bersifat intermiten ( hilang timbul) yang berlangsung lama akibat proses noninfeksi.3Dua bahaya utama diare adalah dehidrasi dan gizi kurang. Dehidrasi terjadi bila pengeluaran air dan elektrolit lebih banyak dibandingkan pemasukannya. Semakin banyak tinja yang dikeluarkan berarti semakin banyak anak tersebut kehilangan cairan. Pembagian diare menurut Depkes meliputi diare tanpa tanda dehidrasi, dehidrasi tak berat, dan dehidrasi berat1,2,3.Pada umumnya pada kasus diare akut dengan pengelolaan yang tepat akan sembuh namun sebagian kecil akan melanjut menjadi diare kronik atau komplikasi lain. Komplikasi yang dapat terjadi adalah kehilangan air dan elektrolit, gangguan gizi, perubahan ekologi dalam lumen usus dan perubahan mekanisme ketahanan isi usus. Kehilangan cairan dan elektrolit dapat menyebabkan dehidrasi, renjatan hipovolemik, hipokalemia, hipoglikemi, intoleransi laktosa sekunder, kejang maupun malnutrisi energi protein. Keadaan dehidrasi sering disertai penurunan jumlah cairan ekstraseluler (hipovolemik) yang kemudian diikuti pula dengan gangguan perfusi jaringan akibat hipoksia. Keadaan ini akan menambah berat asidosis metabolik dan dapat memberikan gangguan kesadaran. Penanganan diare akut terkait dengan derajat dehidrasinya, yaitu memberikan rencana terapi A, B, dan C . 3 Rencana terapi A diberikan bila tidak didapatkan tanda-tanda dehidrasi. Rencana terapi B diberikan pada diare dengan dehidrasi ringan sedang, dan terapi C pada diare dengan dehidrasi berat.3 Selain rehidrasi, perlu juga untuk memperhatikan faktor-fakor lain yang berpengaruh terhadap diare, seperti faktor infeksi, umur, status gizi, lingkungan, dan faktor makanan.Dalam penulisan ini akan dilaporkan seorang anak dengan diare cair akut dehidrasi tak berat dengan tujuan untuk mengetahui cara menegakkan diagnosa dan mengelola penderita sehingga dapat mencegah komplikasi lebih lanjut.

B. TujuanPada laporan kasus ini disajikan suatu kasus seorang anak dengan diare akut dehidrasi tak berat yang dirawat di bangsal C1 L2 IRNA C RSUP Dr. Kariadi Semarang. Penyajian kasus ini bertujuan untuk mempelajari lebih dalam tentang cara mendiagnosis, mengelola dan mengetahui prognosis penderita dengan penyakit tersebut di atas.

C. MANFAATPenulisan laporan kasus ini diharapkan dapat membantu mahasiswa kedokteran untuk belajar menegakkan diagnosis, melakukan pengelolaan, dan mengetahui prognosis penderita diare akut dehidrasi tak berat.

BAB IIPENYAJIAN KASUS

A. IDENTITAS PENDERITANama: An. RUmur: 11 bulan / 28 maret 2011Jenis kelamin: Laki - lakiAlamat:Borobudur Timur Kembangarum RT 009 RW 009, Kodya SemarangAgama: Islam

No. CM: C342927Bangsal : C1 L2 Kelas IIIMasuk Rumah Sakit: Rabu, 7 Maret 2012Keluar Rumah Sakit: Jumat, 9 Maret 2012

IDENTITAS ORANG TUANama Ayah: Tn.SUmur: 23 tahunPekerjaan: Swasta (Tukang Bengkel)Pendidikan : SMKAlamat:Borobudur Timur Kembangarum RT 009 RW 009, Kodya Semarang

Nama Ibu: Ny. KUmur: 20 tahunPekerjaan: Pedagang warungPendidikan: SLTPAlamat:Borobudur Timur Kembangarum RT 009 RW 009, Kodya SemarangB. DATA DASAR

Anamnesis ( Alloanamnesis)Alloanamnesis dengan ibu dan ayah penderita pada tanggal 7 Maret 2012 pukul 04.00 WIB di bangsal anak C1L2 RSDK.

1. Keluhan Utama : Mencret2. Riwayat Penyakit Sekarang : 1 hari (Pagi) sebelum masuk rumah sakit anak mencret > 10x @ 1/3 gelas belimbing, cair, warna kuning, tidak ada ampas, tidak ada lendir darah, berak tidak nyemprot, tidak berminyak, tidak berbau asam, tidak nyeri maupun kemerahan di sekitar anus. Tidak ada muntah, tidak ada demam, tidak ada batuk. Kemudian anak dibawa ke RS Mardirahayu, mendapat obat puyer, metoclopramid, kaolin dan pectin sirup, tetapi keluhan dirasa tidak berkurang.1 hari (Malam) sebelum masuk rumah sakit anak muntah, terutama jika diberi makan/minum, total 5x, setiap kali munt