Karya Tulis q

  • View
    215

  • Download
    5

Embed Size (px)

Text of Karya Tulis q

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Tanaman Durian termasuk famili Bombaceae sebangsa pohon kapuk-kapukan. Yang lazim disebut durian adalah tumbuhan dari marga (genus) Durio, Nesia, Lahia, Boschia dan Coelostegia. Durian merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam. Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M. Nama lain durian adalah duren (Jawa, Gayo), duriang (Manado), dulian (Toraja), rulen (Seram Timur). Di Indonesia, tanaman durian terdapat di seluruh pelosok Jawa dan Sumatra. Sedangkan di Kalimantan dan Irian Jaya umumnya hanya terdapat di hutan, di sepanjang aliran sungai. Di dunia, tanaman durian tersebar ke seluruh Asia Tenggara, dari Sri Langka, India Selatan hingga New Guenea. Khusus di Asia Tenggara, durian diusahakan dalam bentuk perkebunan yang dipelihara intensif oleh negara Thailand. Sejak munculnya durian bangkok tahun 1980-an dan diikuti dengan munculnya durian unggul lokal, pengembangan bercocok tanam durian semakin cepat. Thailand yang selama ini dikenal sebagai penghasil buah-buahan tropis terkemuka di dunia ternyata hanya mengembangkan empat varietas unggul, yakni montong, chance, kan yao, dan kradum thong. Varietas montong dan chanee, telah diintroduksi ke Indonesia dan dilepas Menteri Pertanian sebagai otong dan kani. Saat ini ada puluhan durian yang diakui keunggulannya oleh Menteri Pertanian dan disebarluaskan kepada masyarakat untuk dikembangkan. Macam varietas durian tersebut adalah: durian sukun (Jawa Tengah), petruk (Jawa Tengah), sitokong (Betawi), simas (Bogor), sunan (Jepara), otong (Thailand), kani (Thailand), sidodol (Kalimantan Selatan), sijapang (Betawi), 1

sihijau (Kalimantan Selatan), raja mabah (Kalimantan Barat), sawah mas (Kalimantan Barat), Varietas-varietas Durian Unggul Durian Otong( Montong) dan sebagainya.

Gambar 4.9 Durian Montong) (www.google.co.id) Durian ini berasal dari Thailand. Tanaman Durian montong merupakan tanaman genjah. Mampu berproduksi pada umur 4-5 tahun sejak ditanam dengan bibit asal sambung pucuk. Produksi buahnya cukup banyak. Mampu beradaptasi pada berbagai tempat. Sayangnya, tanaman ini tidak mempunyai ketahanan terhadap penyakit Phytophthora .sp. Bentuk buah bervariasi, dari bulat panjang sampai hampir persegi. Durinya besar dan tersusun jarang. Bobot buahnya mampu mencapai 6 kg. Kulitnya tebal dengan warna hij au. juringnya ada 5. Warna daging buah ada yang kuning emas, ada pula yang krem. Dagingnya sangat tebal dengan rasa manis legit dan aroma harum sedang.(http://agrimaniax.blogspot.com)

2

Durian sitokong

(Gambar 4.9 Durian Sitokong) (www.google.co.id) Varietas ini berasal dari Ragunan, Pasarminggu, Jakarta Selatan. Bentuk tajuknya seperti kerucut menjulang. Buah durian sitokong berbentuk bulat panjang dengan warna hijau kekuningan. Bentuk duri kulit buah seperti kerucut dengan tersusun rapat. Sifat buah sukar dibelah. Berat buah 2-2,5 kg. Ketebalan kulit buahnya sedang, sekitar 5-8 mm. Dalam satu buah terdapat terdapat 5 juring dengan jumlah ponggenya ada 5-25 buah. Bijinya berbentuk lonjong dan berukuran kecil. Daging buahnya tebal, kering, bertekstur halus, berwarna kuning, berlemak, beraroma harum cukup tajam, dan rasanya manis. Pada pohon yang berumur 100 tahun produksi buahnya dapat mencapai 50-200 buah per tahun. Varietas ini tahan terhadap pentakit busuk akar dan hama penggerek buah. Durian unggul ini bersal dari Gendol, Boyolali, Jawa Tengah. Buahnya berbentuk bulat telur terbalik dengan warna hijau kecoklatan. Duri kulit buahnya berbentuk kerucut, kecil, dan jarang. Sifat buah mudah dibelah. Berat buah 1,5-2,5 kg. Kulit buah tipis, kurang dari 5 mm. Setiap buahnya terdapat 5 juring dengan pongge ada 20-35 buah. Bentuk biji sempurna pada setiap buahnya hanya ada 1-2 butir, sedangkan lainnya kempes. Bentuk biji lonjong dan berukuran kecil. Daging buahnya sangat tebal, kering berlemak, bertekstur halus, berwarna krem, beraroma harum dan tajam, serta rasanya manis. Pada tanaman berumur 200 tahun dapat berproduksi 3

sebanyak 200-800 buah per pohon per tahun. Varietas ini memiliki daya tahan terhadap penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.(http://www.ideelok.com) 1.2 RUMUSAN MASALAH Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: 1. 2. 3. Jenis-jenis buah durian Manfaat dan khasiat buah durian bagi kesehatan Perbedaan durian sitokong dengan durian montong 1.3 TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan penelitian dalam penelitian ini yaitu: 1. Untuk mengetahui jenis-jenis buah durian 2. Untuk mengetahui manfaat dan khasiat buah durian bagi kesehatan 3. Untuk mengetahui perbedaan durian sitokong dengan durian montong 1.4 MANFAAT PENELITIAN Adapun dalam penelitian ini yaitu:manfaat 1. Dapat mengetahui jenis-jenis buah durian 2. Dapat mengetahui manfaat dan khasiat buah durian bagi kesehatan 3. Dapat montong mengetahui perbedaan durian Sitokong dengan durian

BAB II 4

LANDASAN TEORI 2.1 PENGERTIAN DURIAN Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari Asia Tenggara,

sekaligus nama buahnya yang bisa dimakan. Nama ini diambil dari ciri khas kulit buahnya yang keras dan berlekuk-lekuk tajam sehingga menyerupai duri. Sebutan populernya adalah "raja dari segala buah" (King of Fruit), dan durian adalah buah yang kontroversial. Meskipun banyak yang menyukainya, sebagian yang lain muak dengan aromanya. Sesungguhnya, tumbuhan dengan nama durian bukanlah spesies tunggal tetapi sekelompok tumbuhan dari marga Durio. Namun demikian, yang dimaksud dengan durian (tanpa imbuhan apa-apa) biasanya adalah Durio zibethinus. Jenis-jenis durian lain yang dapat dimakan dan kadangkala ditemukan di pasar tempatan di Asia Tenggara di antaranya adalah lai (Durio kutejensis), kerantungan (Durio oxleyanus), durian kura-kura atau kekura (Durio graveolens), serta lahung (Durio dulcis). Untuk selanjutnya, uraian di bawah ini mengacu kepada Durio zibethinus.(Yumoto, 2009) 2.2 JENIS DURIAN YANG TERMASUK DALAM MARGA DURIO Durio adalah nama marga durian; termasuk ke dalam suku Malvaceae (dahulu Bombacaceae), anak suku Helicteroideae. Dari sekitar 27-30 spesies anggota marga ini, sejauh ini diketahui tujuh spesies yang menghasilkan buah yang dapat dimakan. Meskipun demikian, masih banyak spesies yang buahnya belum berhasil dikoleksi atau belum dikenal dengan baik; dan masih sangat mungkin untuk mendapatkan spesies lain yang buahnya mungkin dapat dimakan. Kostermans pada tahun 1958 melaporkan persebaran 27 spesies Durio: 18 di Kalimantan, 11 di Semenanjung Malaya, dan 7 di Sumatera. Hasil kajian terhadap koleksi herbarium di Kebun Raya Bogor menunjukkan bahwa di Indonesia ada

5

sedikitnya 20 jenis Durio: 18 di Kalimantan, 7 di Sumatera, dan masing-masing satu di Jawa, Bali, Sulawesi, dan Maluku. Tujuh spesies yang termasuk dalam marga durio, antara lain :1. 2. 3.

Durio zibethinus, durian . Durio dulcis Becc., durian marangang (atau merangang), tutong, atau lahung. Durio graveolens (Becc.), durian burung, durian otak udang galah, atau tabelak. Durio kutejensis Hassk. & Becc., lai, nyekak atau pekawai. Durio grandiflorus, durian monyet Durio oxleyanus (Griff.), durian sukang, durian beludu, isu atau kerantungan. Durio testudinarum (Becc.), durian kura-kura.(Onny Untung, 2008) 1. Akar

4. 5. 6. 7.

2.3 BAGIAN-BAGIAN DARI BUAH DURIAN

(Gambar 2.1 akar tanaman durian ) (www.google.co.id) Pemotongan akar akan menghambat pertumbuhan vegetatif tanaman sampai 40% selama 1 musim. Selama itu pula tanaman tidak dipangkas. Pemangkasan akar selain membuat tanaman menjadi cepat berbuah juga meningkatkan kualitas buah, menarik, buah lebih keras dan lebih tahan lama. Waktu pemotongan akar paling baik pada saat tanaman mulai berbunga, paling lambat 2 minggu setelah berbunga. Jika

6

dilakukan melewati batas, hasil panen berkurang dan pertumbuhan terhambat. Cara pemotongan: kedua sisi barisan tanaman durian diiris sedalam 60-90 cm dan sejauh 1,5-2 meter dari pangkal batang. 2. Batang

(Gambar 2.2 batang tanaman durian) (www.google.co.id) Batang tanaman durian memiliki cabang. Cabangnya tumbuh mendatar atau tegak dan membentuk sudut yang bervariasi tergantung varietasnya. Percabangannya banyak dan membentuk tajuk mirip kerucut atau segitiga (Wiryanto, 2005)

3. Daun

7

(Gambar 2.3 daun tanaman durian) (www.google.co.id) Tanaman durian mempunyai daun berbentuk bulat memanjang (oblongus) dengan bagian ujung runcing, tata letaknya berselang-seling dan tumbuh secara tunggal. Struktur helaian daun agak tebal, permukaan daun sebelah atas berwarna hijau mengkilap, sedangkan permukaan sebelah bawah berwarna kecoklat-coklatan. Sistem percabangan tanaman durian tumbuh mendatar atau tegak membentuk sudut 30o- 45o tergantung pada jenis atau varietasnya. Cabang yang letaknya di bagian bawah ataupun sebelah atas merupakan tempat munculnya bunga (Rukmana, 1996). 4. Buah

(Gambar 2.4 buah tanaman durian) (www.goole.co.id)

8

Buah durian berbentuk bulat atau lonjong atau tidak teratur, ukurannya kecil sampai besar, kulit berduri dan bagian dalam buah berongga atau beruang lima yang di dalamnya berisi biji yang terbungkus oleh daging buah. Tangkai buah berbentuk bulat panjang dan terletak di pangkal buah. Panjangnya bias sampai 15 cm. Buah akan matang atau tua dan siap dipetik pada usia kurang lebih empat bulan setelah bunga mekar. Usia kematangn buah ini juga dipengaruhi oleh intensitas cahaya matahari dan ketinggian tempat. Buah yang sudah matang biasanya mengeluarkan bau harum yang khas (Rukmana, 1996). 5. Biji

(Gambar 2.5 biji tanaman duri