Karya Tulis

  • View
    21

  • Download
    0

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Trip Tangkuban Perahu

Text of Karya Tulis

karya tulis ( tangkuban perahu )

BAB IPENDAHULUANSesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan di SMA Islam Taallumul Huda Bumiayu bahwa dalam memenuhi persyaratan mengikuti Ujian Akhir Sekolah( UAS ) dan Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) maka setiap siswa diwajibkan untuk membuat laporan perjalanan atau karya tulis. Adapun yang akan penulis bahas mengenai : GUNUNG TANGKUBAN PERAHU, BANDUNG - JAWA BARAT

A. Alasan Pemilihan JudulDalam menyusun karya tulis ini , penulis mengangkat judul : SEKILAS TENTANG GUNUNG TANGKUBAN PERAHU, BANDUNG - JAWA BARAT dengan alasan sebagai berikut :

1. Untuk mengenal lebih ajuh tentang obyek wisata yang ada di Indonesia, khususnya Gunung Tangkuban Perahu.

2. Menarik minat Pembaca untuk mengunjungi obyek wisata Gunung Tangkuban Perahu.

3. Menyadarkan kepada kita bahwa di Indonesia terdapat banyak obyek wisata yang melukiskan tentang keindahan alam.

B. Tujuan Penulisan1. Sebagai syarat yang harus dipenuhi oleh siswa siswi guna mengikuti Ujian Akhir Sekolah ( UAS ) dan Ujian Akhir Nasional ( UAN )

2. Untuk menambah pengetahuan dan wawasan bagi diri sendiri juga para pembaca tentang Gunung Tangkuban Perahu

3. Untuk melatih dan mengembangkn bakat serta kemampuan penulisan dalam menyusun laporan perjalanan ataupun karya tulis secara sistematis.

C. Metode Penulisan Dalam penyusunan karya tulis ini Penulis memilih menggunakan metode-metode sebagai berikut :

1. Metode Observasi

Teknik pengumpulan data dengan melihat dan mengujungi secara langsung obyek yang telah ditentukan.

2. Metode Pustaka

Teknik pengumpulan data dengan cara membaca dan mencatat dari buku-buku yang berhubungan langsung dengan Gunung Tangkuban Perahu.

3. Metode Interview

Teknik pengumpulan data dengan melakukan tanya - jawab secara langsung dengan pihak yang bersangkutan.

D. Sistematika PenulisanSebagai gambaran, penulis memberikan garis besar karya tulis ini, yaitu :

BAB I .

Pendahuluan yang meliputi : Alasan Pemilihan Judul , Tujuan Penulisan, Metode Penulisan dan Sistematika Penulisan. laporan perjalanan

BAB II.

Sejarah singkat gunung Tangkuban Perahu dan Topografi yang meliputi :Asal usul Gunung Tangkuban Perahu , Letak Geografis , Iklim.Luas Areal., Tabel Analisis Gas Kimia. Legenda sangkuriang ,Kawah Gunung Tangkuban Perahu , Kelompok Pangguyangan Badak ( Kawah Utama ) Kelompok Kawah Parasiter ..Aktifitas Letusan..Flora Dan Vegetasi...dan Satwa Liar

BAB III.

Obyek obyek wisata di sekitar gunung Tangkuban Perahu yang meliputi : Bumi Perkemahan Cikole.Pemandian Air Panas, Situ Lembang Air Terjun Maribaya. Curug Cimahi, Taman Junghun Jaya Giri Desa Wisata Bunga Cihideung Observatorium / Teropong Bintang Bosscha

BAB IV.

Arti dan fungsi Tangkuban Perahu bagi penduduk sekitar, wisatawan domestik dan asing yang meliputi: Biologis, Ekonomis, Psikologis dan Akademis.

BAB V.

Bab ini meliputi PENUTUP dari penulis yang meliputi : Kesimpulan dan Saran saran.

BAB IIPENGERTIAN UMUMGunung Tangkuban ParahuKetinggian : 2,084 meter (6,837 kaki)

Lokasi : Jawa Barat, Indonesia

Koordinat : 6.77LS 107.6BT

Geologi : Jenis Stratovolcano

Letusan terakhir : 1983[1]

Gunung Tangkuban Parahu atau Gunung Tangkuban Perahu adalah salah satu gunung yang terletak di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Sekitar 20 km ke arah utara Kota Bandung, dengan rimbun pohon pinus dan hamparan kebun teh di sekitarnya, gunung Tangkuban Parahu mempunyai ketinggian setinggi 2.084 meter. Bentuk gunung ini adalah Stratovulcano dengan pusat erupsi yang berpindah dari timur ke barat. Jenis batuan yang dikeluarkan melalui letusan kebanyakan adalah lava dan sulfur, mineral yang dikeluarkan adalah sulfur belerang, mineral yang dikeluarkan saat gunung tidak aktif adalah uap belerang. Daerah Gunung Tangkuban Perahu dikelola oleh Perum Perhutanan. Suhu rata-rata hariannya adalah 17C pada siang hari dan 2 C pada malam hari.

Gunung Tangkuban Parahu mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.

Legenda rakyat setempatAsal-usul Gunung Tangkuban Parahu dikaitkan dengan legenda Sangkuriang, yang dikisahkan jatuh cinta kepada ibunya, Dayang Sumbi. Untuk menggagalkan niat anaknya menikahinya, Dayang Sumbi mengajukan syarat supaya Sangkuriang membuat perahu dalam semalam. Ketika usahanya gagal, Sangkuriang marah dan menendang perahu itu, sehingga mendarat dalam keadaan terbalik. Perahu inilah yang kemudian membentuk Gunung Tangkuban Parahu.

Gunung Tangkuban Parahu ini termasuk gunung api aktif yang statusnya diawasi terus oleh Direktorat Vulkanologi Indonesia. Beberapa kawahnya masih menunjukkan tanda tanda keaktifan gunung ini. Di antara tanda gunung berapi ini adalah munculnya gas belerang dan sumber-sumber air panas di kaki gunung nya di antaranya adalah di kasawan Ciater, Subang.

Keberadaan gunung ini serta bentuk topografi Bandung yang berupa cekungan dengan bukit dan gunung di setiap sisinya menguatkan teori keberadaan sebuah telaga (kawah) besar yang kini merupakan kawasan Bandung. Diyakini oleh para ahli geologi bahwa kawasan dataran tinggi Bandung dengan ketinggian kurang lebih 709 m diatas permukaan laut merupakan sisa dari letusan gunung api purba yang dikenal sebagai Gunung Sunda dan Gunung Tangkuban Parahu merupakan sisa Gunung Sunda purba yang masih aktif. Fenomena seperti ini dapat dilihat pada Gunung Krakatau di Selat Sunda dan kawasan Ngorongoro di Tanzania, Afrika. Sehingga legenda Sangkuriang yang merupakan cerita masyarakat kawasan itu diyakini merupakan sebuah dokumentasi masyarakat kawasan Gunung sunda purba terhadap peristiwa pada saat itu.

A. Asal Usul Gunung Tangkuban PerahuGunung Tangkuban Perahu terbentuk dari aktivitas letusan yang paling muda di antara jajaran/ kompleks Gunung Api Sunda Purba dengan type letusan Strato/ berlapis , sekitar 3000 tahun yang lalu.

Dari gunung Sunda Purba (dengan ukuran yang lebih besar) kemudian Terbentuklah 3 tiga gunung api baru, yaitu : Gunung Sunda ( Baru ) , Gunung Tangkuban Perahu. Gunung Burangrang dan Pada Fase terakhir sekitar 2000 tahun yang lalu terbentuklah dasar batuan Sedimen neogen / endapan batu bara.

Bagian sisa kawah ( Kaldera ) gunung Sunda Purbamasih terdapat di antara Gunung Burangrang dan Tangkuban Perahu. Sedangkan Danau atau Situ. Lembang masih merupakan salah satu bagian dari dasar kawah gunung Sunda Purba itu sendiri. Peristiwa runtuhan ini terjadi pada dua tahap, yaitu:

1. Terjadinya patahan di Lembang sekitar + 3000 tahun yang lalu

2. Runtuhnya bagian puncak di sebelah Utara, kemudian muncullah kegiatan gunung Tangkuban Perahu di sebelah Timur yang merupakan sisa kawah Kaldera gunung Sunda (+ 2000 tahun yang lalu ).

Dalam perkembangannya membentuk tubuh gunung dengan puncak gunung api yang memanjang . Bentuk tubuh yang memanjang disebabkan oleh adanya tempat perpindahan titik letusan yang memanjang + 1100 m dengan arah timur dan barat . Hal ini dapat ditunjukkan dengan adanya sisa sisa tepi kawah yang lama yang mendirikan adanya gerakan atau perpindahan aktifitas puncak. Pada waktu yang bersamaan terbentuk pula mata air panas Ciater dan Maribaya.

Perpindahan aktifitas puncak yang membentang dari timur ke barat, maka apabila dilihat dari arah Selatan ( kota Bandung ) maka tampak seperti trapesium atau seperti perahu yang terbalik ( Bahasa Sunda ) perahu nangkub = Tangkuban Perahu .

Keadaan / aktifitas gunung Tangkuban Perahu Sampai saat ini adalah dalam keadaan aktif dan normal. Dengan suhu permukaan kawah 96 C s/d 98 C dengan kondisi asap berwarna putih tipis. setelah kira kira 3 bulan yang lalu Gunung Tangkuban Perahu dinyatakan statusnya WASPADA,dengan ketinggian antara 5 15 m dari permukaan ( kawah Baru, Ratu, Domas ). Dalam masyarakat setempat( Sunda ), terbentuknya Gunung Tangkuban Perahu tidak lepas dengan legenda Sangkuriang.

B. Letak Geografis Secara geografis Gunung Tangkuban Perahu berada pada 64 derajat 06 LS dan 107 derajat 36 BT dengan puncak tertinggi kurang lebih 2,084 meter dpi. Obyek wisata gunung Tangkuban Perahu yang terletak tidak jauh dari jalan raya Bandung Jakarta via Subang, Cikampek. Sekitar 30 km dari Bandung (merupakan Ibukota Provinsi Jawa Barat ) ke arah Utara 200 km dari Jakarta atau 32 km sebelah selatan kota Subang secara administratif berada di wilayah kabupaten Subang dan kabupaten Bandung.

C. Iklim Daerah Tangkuban Perahu termasukkategori daerah tropis dengan suhu rata - rata siang hari 18 derajat celcius dan antara 7 derajat sampai 9 derajat celcius malam hari. Memiliki curah hujan 2.700 mm pertahun dengan curah hujan terendah 100 mm di bulan Juli dan tertinggi 320 mm di bulan Nonember dengan kelembaban udara 45 % - 95 % Prosentasi penyinaran Matahari tinggi antara 40 % - 60 % dengan lama penyinaran 4,8 jam atau sekitar 7- 2 jam per hari.

D. Luas ArealSecara keseluruhan luas areal gunung Tangkuban Perahu : 3.320 km2 dan dalam pengelolaannya terbagi dalam tiga kelompok,yaitu :

1. Hutan Produksi : 1.290 km2

2. Hutan Wisata : 370 km

E. Kawah Gunung Tangkuban PerahuGunung Tangkuban Perahu mempunyai dua kelompok kawah pusat yang masih aktif sampai saat ini , diantaranya adalah :

1. Kelompok Pangguyangan Badak ( kawah Utama )a. Kawah Pangguyangan Badak ( pertama ) ukuran 800 m x 700 m

b. Kawah Upas, kawah Upas A ( tertua ), kawah Upas B ( sebelum sekarang ) Kawah Upas C ( sekarang ) ukuran 800 m x 560 m

c. Kawah Ratu, kawah Ratu B ( sekarang ) ukuran 650 m x 500 m

d. Kawah G Como, ( leburan tahun 1926 )

e. Kawah Baru

2. Kelompok Kawah Parasitera. Kawah Jurig

b. Kawah Siluman

c. Kawah Jurian

d. Kawah Badak