KARYA TULIS

  • View
    171

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of KARYA TULIS

BAB 1 PENDAHULUAN

A.

ALASAN PEMILIHAN JUDUL

Dalam penyusunan laporan karya tulis ini,penyusun mendapat objek berdasarkan ziaroh dan penelitian yang di laksanakan pada tanggal 31 Desember 2008 dan penyusun mengambil judul: KEANEKARAGAMAN AVES DI KEBUN BINATANG WONOKROMO SURABAYA Adapun penulis mengambil judul tersebut karena beberapa alasan diantaranya adalah: 1. 2. 3. B. Untuk mengetahui secara terperinci tentang keanekaragaman hayati khususnya di kebun binatang wonokromo Surabaya. Untuk mengetahui berapa banyak aves yang masih ada. Untuk menambah ilmu dan wawasan yang masih belum kami ketahui.

TUJUAN PENELITIAN Adapun tujuan penelitian penulis dalam pembuatan karya tulis adalah: 1. 2. 3. 4. 5. 6. Memenuhi persyaratan mengikuti ujian nasional atau madrasah Mengungkapkan sesuatu yang telah dipelajari dalam karya tulis ini Lebih mengetauhi jenis-jenis aves dikebun binatang disurabaya Melatih kerja sama dalam kelompok Melaksanakan program tahunan madrasah aliyah el-bayan Belajar mencintai dan menyayangi marga satwa terutama burung

C.

METODE PENGUMPULAN DATA Metode yaitu cara atau langkah yang ditempuh untuk mencapai suatu tujuan. Metode yang di pakai dalam penyusunan karya tulis ini adalah: 1. Metode observasi Yaitu metode yang di lakukan dengan cara mengamati secara langsung objek yang di teliti 2. Metode literatur Yaitu metode yang dilakukan dengan mencari informasi yang berkaitan dengan objek

karya tulis-keanekaragaman AVES

1

D.

SISTEMATIKA PENULISAN Untuk memudahkan pembaca dalam memahami laporan ini kami menyajikan sistematika penulisan dengan susunan: Bab 1: Pendahuluan, meliputi: Alasan pemilihan judul, tujuan penulisan, metode pengumpulan data, dan sistematika penulisan. Bab II:Pembahasan, meliputi: Deskripsi lokasi, keanekaragaman hayati, keanekaragaman aves. Bab III: Penutup , meliputi: Saran saran dan kata penutup.

karya tulis-keanekaragaman AVES

2

BAB II PEMBAHASAN

A.

DESKRIPSI LOKASI Kebun binatang Wonokromo terletak di kota Surabaya ditandai dengan sebuah bangunan/monumen berlambang ikan Hiu (Sura) dan Buaya (Baya) yang sedang berkelahi. Kebun binatang Wonokromo terletak di jalan Setail no.01 Surabaya, kira-kira 200 meter dari terminal Wonokromo, dan tidak jauh dari terminal Bungurasih, serta stasiun kereta api, seperti: stasiun Semut, Gubeg, dan stasiun Pasar Turi. Banyak kendaraan yang dapat dijadikan sarana transportasi untuk menuju kebun binatang, seperti: taksi, minibus, dan ojek. Kebun binatang tersebut kurang lebih seluas 15 hektar dihuni lebih dari 4.000 satwa dari 300 spesies yang di datangkan dari penjuru dunia seperti burung, mamalia, reptil, ikan, dan lain lain. Selain sebagai penangkaran hawan, kebun binatang Wonokromo juga di lengkapi dengan ribuan koleksi flora dari berbagai wilayah di Indonesia sehingga disebut BOTANICAL AND ZOOLOGICAL GARDENS SOCIETY OF SURABAYA (Perkumpulan Taman Flora dan Satwa Surabaya). Pada waktu tertentu untuk meramaikan sekaligus mengundang minat para pengunjung, kebun binatang Wonokromo mengadakan berbagai acara, diantaranya: Tunggang gajah, setiap hari (pukul 10.00 - 13.00 WIB), kereta onta, tunggang kuda, dan aneka pertunjukan satwa, Sabtu dan Minggu (pukul 10.00 - 13.00 WIB).

B.

KEANEKARAGAMAN HAYATI

Makhluk hidup yang ada di dunia ini sangat banyak jenis dan jumlahnya, dari yang paling sederhana sampai yang paling kompleks. Keanekaragaman hayati dapat terjadi pada berbagai tingkat kehidupan, mulai dari organisme tingkat rendah sampai tingkat tinggi misalnya, dari

karya tulis-keanekaragaman AVES

3

makhluk bersel satu hingga bersel banyak, dari tingkat organisasi kehidupan individu sampai tingkat interaksi kompleks, misalnya dari spesies sampai ekosistem. Keanekaragaman mahluk hidup ditunjukan dengan adanya variasi bentuk, ukuran, jumlah dan ruang pada setiap kondisi lingkungan yang berbeda. Mahluk hidup yang sejenis (dalam sepesies yang sama) memiliki ciri yang sama, jadi didalam spesies yang sama terdapat keseragaman ciri mahluk hidup, sedangkan spesies yang berbeda terdapat keanekaragaman. Keanekaragaman mahluk hidup disebut sebagai keanekaragaman hayati atau biodiversitas, dalam satu jenis mahluk hidup juga dijumpai perbedaan/keberagaman, dan perbedaan sifat dalam satu jenis disebut variasi, jadi keanekaragaman hayati terbentuk karena adaya keseragaman dan keberagaman sifat/ciri mahluk hidup.

C.

KEANEKARAGAMAN AVES Aves adalah tergolong hewan bertulang belakang yang memiliki bulu dan sayap, fosil tertua aves ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeo pteryx. Jenis aves sangat bervariasi, mulai dari aves yang kecil sampai dengan aves yang besar, diperkirakan terdapat 8.800-10.200 spesies aves diseluruh dunia. Sekitar 1500 spesies ditemukan di Indonesia. Berbagai jenis burung secara ilmiah digolongkan kedalam kelas AVES. Aves memiliki ciri-ciri antara lain badan tertutup dengan bulu yang di milikinya, sebagian besar aves menggunakan sayapnya sebagai alat gerak yang utama. aves termasuk hewan berdarah panas dengan suhu tubuh yang tinggi. Peredaran darah aves tersusun oleh jantung sebagai pusat peradaran darah. Selain jantung, pembuluh darah juga sangat berperan dalam peredaran darah. Pembuluh darah di bedakan menjadi dua yaitu pembuluh darah vena dan pembuluh darah arteri. aves mempunyai alat pernapasan berupa pundi-pundi udara yang terletak di rongga dada, perut,leher dan di antara tulang selangka. Tubuh Aves hampir semuanya ditutupi oleh bulu-bulu halus yang berfugsi untuk menjaga kehangatan badan. Bulu tutup adalah bulu yamg melindungi bulu halus dan memberi bentuk pada aves. Bulu tutup yang besar dan tersusun rapat terdapat pada sayap dan ekor yang digunakan untuk

karya tulis-keanekaragaman AVES

4

terbang. Bulu sayap berbentuk panjang, kuat, ringan dan kaku sehingga mudah diangkat di udara. Bulu ekornya digunakan untuk mengemudi pada waktu terbang. Bangsa aves memiliki indra penglihatan yang tajam, dan saluran pancernaannya mulai dari mulut/paruh, kerongkongan, tembolok, lambung kelenjar, lambung dan kloaka. Aves berkembang biak dengan cara bertelur, kebanyakan aves membuat sarang untuk mengerami dan menetaskan telurnya untuk kelangsungan hidup keturunannya.. aves yang kami jadikan objek Penelitian diantaranya ialah: 1. Aceros everetti Deskripsi Bentuk Lebih kurang 70 cm. Sebagian besar hitam. Jantan: kepala dan leher merah-karat. Betina: kepala dan leher hitam. Deskripsi Suara Dideskripsikan dengan berbagai cara sebagai nada ketukan parau berulang-ulang; suara dua nada singkat, erm-err; dan kokokokokokokoko. Kebiasaan Sendiri, berpasangan dan berkelompok hingga 15 ekor, dan dalam kelompok besar hingga 70 ekor di pohon tidur. Kebanyakan sering di kanopi, adakalanya di bawah kanopi. Biasanya teramati ketika terbang dan di pohon-pohon buah. Terbang diantara bekas-bekas hutan. Nama Inggris Nama Indonesia Ketinggian Daerah Sebaran Endemik Status IUCN Jenis Dilindungi Status CITES Burung Sebaran Terbatas : Sumba Hornbill : Julang sumba : 0 - 950 m : Nusa Tenggara; : Nusa Tenggara; (endemik Indonesia); : VU : Ya : appendix_2; : Ya

karya tulis-keanekaragaman AVES

5

Penyebaran Global Penyebaran lokal

: Endemik di Sumba, Nusa Tenggara barat. : Tidak umum. Menghuni hutan primer dan sekunder lama selalu hijau; kadang tepi hutan, petak-petak pohon yang terisolasi dan pohonpohon di lahan budidaya. Dari dataran rendah sampai ketinggian 950+ m.

Habitat

: Hutan primer dan hutan sekunder selalu hijau

2. Aethopyga duyvenbodei Deskripsi Bentuk Lebih kurang 12 cm. Jantan: bagian atas hijau metalik dan biru; punggung zaitun kekuningan; pita-tunggir kuning; tenggorokan kuning. Betina: bagian atas zaitun kekuningan; tunggir kekuningan; mahkota bersisik; tenggorokan dan bagian bawah kuning. Deskripsi Suara Tidak terdokumentasi, tapi mungkin memiliki suara dengan nada tinggi dan nyanyian menggoda seperti jenis burung-madu lainnya. Kebiasaan Sendiri, berpasangan dan adakalanya dalam kelompok kecil. Biasanya teramati bergabung bersama dalam kelompok burung pencari makan, khususnya dengan burung-madu dan burung cabai. Mengumpulkan serangga dari vegetasi dan sarang laba-laba. Nama Inggris Nama Indonesia Ketinggian Daerah Sebaran Endemik Status IUCN Jenis Dilindungi Burung Sebaran Terbatas Penyebaran Global Penyebaran lokal : Elegant Sunbird : Burung-madu sangihe : 0 - 900 m : Bali; Sulawesi; : Sulawesi; (endemik Indonesia); : EN : Ya : Ya : Endemik di Sangihe dan Siau (pulau-pulau kecil di Sulawesi bagian utara). : Cukup umum di Sangihe. Menghuni perkebunan campuran di sekitar petak-petak hutan yang

karya tulis-keanekaragaman AVES

6

tersisa; juga petak-petak hutan, tepi hutan dan pertumbuhan sekunder yang tinggi. Dari dataran rendah sampai ketinggian sekitar 900 m. Di Siau hanya diketahui dari sebuah spesimen tunggal yang dikoleksi pada abad yang lalu. Habitat : Hutan, kebun 3. Aquila clanga Deskripsi Bentuk 62-74 cm. Pemangsa berukuran besar, berwarna gelap. Dewasa coklat gelap dengan bulu-bulu terbang pucat yang ramping. Sayap bagian bawah umumnya lebih gelap atas. Deskripsi Suara Menyalak kyak pada saat kawin Kebiasaan Ditemukan di hutan dataran rendah primer, bersarang di pohon tinggi dan berburu di daerah rawa terbuka. Pada saat migrasi mengunjungi gurun, semak, lahan basah dan mangrove. Nama Inggris Nama Indonesia Ketinggian Daerah Sebaran Status IUCN Jenis Dilindungi Status CITES Burung Sebaran Terbatas Penyebaran Global : Geater Spotted Eagle : Rajawali totol : 0-0m : Sumatera; : VU : Ya : appendix_2; : Tidak : Berbiak mulai dari Finlandia sampai Cina, pada musim dingin bermigrasi ke Kenya hingga Jepang. Penyebaran lokal : Di Asia berbiak di Rusia, Cina dataran utara, Pakistan, India. Pengunjung musim dingin di Jepang, Bhutan, Korea Selatan, Cina Thailand, daratan, Laos, Hongkon