Kardiovaskuler Blok 8

  • View
    79

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Kardiovaskuler Blok 8

Struktur Sistem Kardiovaskuler dan Mekanisme Kerja JantungAntonius Jonathan*NIM 102011182Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta

Pendahuluan

Ketika kita akan membicarakan mengenai jantung, hal ini akan berhubungan dengan homeostasis tubuh. Terpeliharanya homeostasis bergantung pada bahan-bahan esensial misalnya oksigen dan nutrien yang secara terus-menerus diambil dari lingkungan dan disalurkan ke sel dan produk sisa yang secara terus-menerus dikeluarkan. Selain itu, kelebihan panas yang dihasilkan oleh otot harus disalurkan ke kulit tempat panas tersebut dapat dikeluarkan dari permukaan tubuh untuk membantu mempertahankan suhu tubuh. Homeostasis juga bergantung pada pemindahan hormon, yaitu pembawa pesan kimiawi yang bersifat regulatorik, dari tempat produksinya ke tempat kerjanya. Sistem sirkulasi, yang berperan dalam homeostasis dengan berfungsi sebagai sistem transpor tubuh, terdiri dari jantung, pembuluh darah, dan darah.1Jantung merupakan organ berongga dan berotot seukuran kepalan tangan. Jantung adalah salah satu organ penting dalam kehidupan manusia, jantung mengatur sirkulasi peredaran darah dalam tubuh kita sehingga seluruh bagian tubuh kita mendapatkan asupan oksigen. Jantung bekerja sebagai pompa dan pembuluh darah bekerja sebagai saluran-saluran yang menghantarkannya. Pada jantung tidak ada masa istirahat seperti otot biasa yang terdapat fase relaksasi yang cukup lama, jika hal tersebut terjadi pada jantung hal tersebut dapat berkaibat fatal. Di dalam jantung terdapat suatu mekanisme khusus yang menyebabkan kontraksi jantung secara terus-menerus yang disebut irama jantung, mejalarkan potensial aksi ke seluruh otot jantung untuk menimbulkan denyut jantung yang berirama. Jantung merupakan organ vital yang berukuran kecil dan sangat menarik untuk dipelajari, ukuran dengan kekomplektisitasnya menjadi suatu sudut pandang baru mengenai organ ini. Karena organ ini menjadi sumber kehidupan bagi setiap manusia. Oleh karena itu, akan dibahas lebih lanjut dalam lagi.

*Alamat Korespondensi:Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaArjuna Utara No. 6 Jakarta 11510Telephone: (021) 5694-2061 (hunting),Fax: (021) 563-1731Email: antoniussjoo@yahoo.comPembahasanSkenarioSeorang perempuan berusia 55 tahun dibawa ke unit gawat darurat karena tiba-tiba ia merasa lemas dan jantungnya berdegub sangat cepat. Pada pemeriksaan fisik di dapatTekanan darah : 80/60 mmHg, denyut nadi : 150x/menit, pernapasan: 32x/menit, suhu : 35,5Setelah melakukan pemeriksaan fisik ( termasuk EKG ) , dokter melakukan tindakan massage pada sinus karotikus. Tidak beberapa lama setelah massage tersebut pasien pulih kembaliStruktur JantungSecara umum, jantung dibagi menjadi paruh kanan dan kiri serta memiliki empat rongga, satu rongga atas dan satu rongga bawah di masing-masing paruh. Rongga-rongga atas, atrium, menerima darah yang kembali ke jantung dan memindahkannya ke rongga bawah, ventrikel, yang memompa darah dari jantung. Pembuluh yang mengembalikan darah dari jaringan ke atrium adalah vena, dan yang membawa darah dari ventrikel ke jaringan adalah arteri. Kedua paruh jantung dipisahkan oleh septum, suatu partisi berotor kontinyu yang mencegah percampuran darah dari kedua sisi jantung. Permisahan sangat penting karena separuh kanan jantung menerima dan memompa darah miskin O2, sementara sisi kiri jantung menerima dan memompa darah kayak O2.1Jantung terletak dianatara kedua paru-paru dibagian tengah rongga toraks. Dua pertiga jantung terletak disebelah kiri garis midsternal, dan jantung dilindungi mediastinum. Jantung berukuran kurang lebih sebesar kepalan tangan pemiliknya. Bentuknya seperti kerucut tumpul. Ujung atas yang lebar mengarah ke bahu kanan, dan ujung bawah yang mengerucut (apeks) mengarah ke panggul kiri.2

Gambar 1. Letak Posisi Jantung.3Jantung dilapis oleh lapisan yang disebut perikardium. Perikardium adalah kantong berdinding ganda yang dapat membesar dan mengecil. Membungkus jantung dan pembuluh darah besar. Kantong ini melekat pada diafragma, sternum, dan pleura yang membungkus paru-paru. Pada perikardium terdapat dua macam lapisan, yaitu lapisan fibrosa luar pada perikaridum yang tersusun dari serabut kolagen yang membentuk lapisan jaringan ikat rapat untuk melindungi jantung. Dan terdapat lapisan serosa dalam terdiri dari dua lapisan, yaitu membran viseral yang menutup permukaan jantung, dan membran parietal yang melapisi permukaan bagian dalam fibrosa perikardium. Selain itu terdapat rongga perikardial yang dimana merupakan ruang potensial antara membran viseral dan parietal. Ruang ini mengandung cairan perikardial yang disekresi lapisan serosa untuk melumasi membran dan mengurangi friksi. Dinding jantung tersusun dari tiga lapisan:2,41. Epikardium, bagian luar yang tersusun dari lapisan sel-sel mesotelial yang berbeda di atas jaringan ikat. Epikardium terdiri dari 3 lapisan yaitu perikardium viseral, lapisan subepikardial dan perikardium parietal. Perikardium viseral terdiri dari mesothelium. Lapisan subepikardial terdiri dari jaringan ikat longgar dengan pembuluh darah koroner, saraf serta ganglia. Perikardium parietal terdiri dari mesotelium dan jaringan ikat.2. Miokardium, bagian tengah yang terdiri dari jaringan otot jantung yang berkontraksi untuk memompa darah. Ketebalan miokardium bervariasi dari satu ruang jantung ke ruang lainnya. Kemudian serabut otot yang tersusun dalam berkas-berkas spiral melapisi ruang jantung. Kontraksi miokardium menekan darah keluar ruang menuju arteri besar. Miokardium, terdiri dari otot polos. Miokardium pada ventrikel kiri lebih tebal dibandingkan pada ventrikel kanan. Sel otot yang khusus pada atrium dapat menghasilkan atriopeptin, ANF (Atrial Natriuretic Factor), kardiodilatin dan kardionatrin yang berfungsi untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit. Miokardium terdiri dari 2 jenis serat otot yaitu serat kondukdi dan serat kontraksi.3. Endokardium, bagian dalam yang tersusun dari lapisan endotelial yang terletak di atas jaringan ikat. Lapisan ini melapisi jantung, katup, dan menyambung dengan lapisan endotelial yang melapisi pembuluh darah yang memasuki dan meinggalkan jantung. Endokarium homolog dengan tunika intima pada pembuluh darah. Endokardium terdiri dari endotelium dan lapisan subendokardial. Endotelium pada endokardium merupakan epitel selapis pipih dimana terdapat tight/occluding junction dan gap junction. lapisan subendokardial terdiri dari jaringan ikat longgar. Di lapisan subendokardial terdapat vena, saraf, dan sel purkinje.Ruang jantung terdapat empat ruang, atrium kanan dan kiri atas yang dipisahkan oleh septum intratrial. Dan kemudian ventrikel kanan dan kiri bawah, dipisahkan oleh septum interventrikular. Berikut adalah penjelasan mengenai pembagian ruangan pada jantung:2,4,51. Dinding atrium relatif tipis. Atrium menerima darah dari vena yang membawa darah kembali ke jantung. Atrium kanan terletak dalam bagian superior kanan jantung, menerima darah dari seluruh jaringan kecuali paru-paru. Vena kava superior dan inferior membawa darah yang tidak mengandung oksigen dari tubuh kembali ke jantung. Kemudian sinus koroner membawa kembali darah dari dinding jantung itu sendiri, dan atrium kiri di bagian superior kiri jantung berukuran lebih kecil dari atrium kanan, tetapi dindingnya lebih tebal. Atrium kiri menampung empat vena pulmonalis yang mengembalikan darah teroksigenasi dari paru-paru.2. Ventrikel berdinding tebal. Bagian ini mendorong darah ke luar jantung menuju arteri yang membawa darah meninggalkan jantung. Ventrikel kanan terletak dibagian inferior kanan pada apeks jantung. Darah meninggalkan ventrikel kanan melalui trunkus pulmonar dan mengalir melewati jarak yang pendek ke paru-paru. Ventrikel kiri terletak di bagian inferior kiri pada apeks jantung tebal dindingnya 3 kali tebal dinding ventrikel kanan. Darah meninggalkan ventrikel kiri melalui aorta dan mengalir ke seluruh bagian tubuh kecuali paru-paru. Trabeculae carnae adalah hubungan otot bundar atau tidak teratur yang menonjol dari permukaan bagian dalam kedua ventrikel ke rongga ventrikular. Otot papilaris adalah penonjolan trabeculae carnae ke tempat perlekatan korda kolagen katup jantung atau yang disebut juga chordae tendineae. Pita moderator (trabekula septomarginal) adalah pita lengkung otot pada ventrikel kanan yang memanjang ke arah transversal dari septun interventrikular menuju otot papilaris anterior. Otot ini membantu dalam transmisi penghantaran impuls untuk kontraksi jantung.

Gambar 2. Jantung.3Katup jantung terdiri atas 4 yaitu katup trikuspid, katup mitral atau bikuspid, katup semilunar dan kemudian katup pumonar, berikut penjelasannya:1,2,,4 Katup trikuspid terletak antara atrium kanan dan ventrikel kanan. Katup ini memiliki tida daun katup jaringan ikat fibrosa iregular yang dilapisi endokardium. Bagian ujung daun katup yang mengerucut melekat pada korda jaringan ikat fibrosa, chordae tendineae, yang melekat pada otot papilaris. Chordae tendineae mencegah terjadinya pembalikan daun katup ke arah belakang menuju atrium. Jika tekanan darah pada atrium kanan lebih besar daripada tekanan darah di atrium kiri, daun katup trikuspid terbuka dan darah mengalir dari atrium kanan ke ventrikel kanan. Jika tekanan darah dalam ventrikel kanan lebih besar dari tekanan darah di atrium kanan, maka daun katup akan menutup dan mencegah aliran balik ke dalam atrium kanan. Katup bikuspid (mitral) teletak antara atrium kiri dan ventrikel kiri. Katup ini melekat pada chordae tendineae dan otot papilaris, fungsinya sama dengan fungsi katup trikuspid. Katup semilunar aorta dan katup pulmonar terletak di jalur keluar ventrikular jantung sampai ke aorta dan trunkus pulmonar. Katup semilunar terdiri dari tiga kuspis mebentuk bulan sabit, yang tepi konveksnya melekat pada bagian dalam pembuluh darah. Tepi bebasnya memanjang ke dalam lumen pembuluh. Katup semilunar pulmonar terletak di antara ventrikel kanan dan trunkus pulmonar, sedangk