Kanker Serviks - Neoplasia

  • Upload
    wenny-d

  • View
    251

  • Download
    2

Embed Size (px)

Citation preview

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    1/24

    1. Memahami dan Menjelaskan Kanker Serviks

    1.1. Pengertian Kanker Serviks

    Kanker serviks uteri adalah keganasan yang terjadi pada leher rahim. Kanker 

    serviks uteri disebut juga kanker leher rahim atau kanker mulut rahim dimulai pada

    lapisan serviks. Kanker serviks uteri terbentuk sangat perlahan dan memakan waktu

     beberapa tahun sebelum berkembang menjadi kanker. Pertama, beberapa sel berubah

    dari normal menjadi sel-sel pra-kanker dan kemudian menjadi sel kanker. Ini dapat

    terjadi bertahun-tahun, tapi kadang-kadang terjadi lebih cepat, perubahan ini sering

    disebut displasia. Dari leher rahim, apabila telah memasuki tahap lanjut, kanker ini

     bisa menyebar ke organ-organ lain di seluruh tubuh. Gambaran perubahan sel

    serviks dapat ditemukan dengan tes Pap Smear  dan dapat diobati untuk mencegah

    terjadinya kanker. Karsinoma serviks adalah penyakit yang progresi, mulai dengan

    intra epitel, perubahan neoplastik, berkembang menjadi kanker serviks setelah

    sepuluh tahun atau lebih. !ecara histopatologi lesi preinvasi biasanya berkembang

    melalui beberapa stadium displasia "ringan, sedang dan berat# menjadi karsinoma

    insitu dan akhirnya invasi. $eskipun kanker invasi berkembang melalui perubahan

    intraepitel, tidak semua perubahan ini progres menjadi invasi. Dalam jangka waktu

    tujuh hingga sepuluh tahun perkembangan tersebut menjadi bentuk preinvasi 

     berkembang menjadi invasi pada stroma serviks dengan adanya proses keganasan.

    Perluasan lesi di serviks dapat menimbulkan luka, pertumbuhan yang eksoitik atau

    dapat beriniltrasi ke kanalis serviks. %esi dapat meluas ke orniks, jaringan pada

    serviks, parametria dan akhirnya dapat menginvasi ke rektum dan atau vesika

    urinaria. Karsinoma serviks dapat meluas ke arah segmen bawah uterus dan kavum

    uterus. Penyebaran kanker ditentukan oleh stadium dan ukuran tumor, jenis

    histologik dan ada tidaknya invasi ke pembuluh darah, anemis hipertensi dan adanya

    demam. Penyebaran dapat pula melalui metastase limpatik dan hematogen. &ila

     pembuluh lime terkena invasi, kanker dapat menyebar ke pembuluh getah bening

     pada servikal dan parametria, kelenjar getah bening obturator, iliaka eksterna dan

    kelenjar getah bening hipogastrika. Dari sini tumor menyebar ke kelenjar getah

     bening iliaka komunis dan pada aorta. !ecara hematogen, tempat penyebaran

    terutama adalah paru-paru, kelenjar getah bening mediastinum dan supravesikuler,

    tulang, hepar, empedu, pankreas dan otak.

    1.2.  Epidemiologi Kanker Serviks

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    2/24

    Kanker serviks merupakan jenis kanker terbanyak kedua pada wanita dan

    menjadi penyebab lebih dari '().))) kematian pada tahun '))(. Kurang lebih *)+

    kematian tersebut terjadi di negara berkembang. anpa penatalaksanaan yang

    adekuat, diperkirakan kematian akibat kanker serviks akan meningkat '(+ dalam )

    tahun mendatang. $enurut data !I! '))/, di Indonesia kanker serviks "/,'+#

    menempati urutan kedua setelah kanker payudara "',0+#. 1umlah prevalensi wanita

     pengidap kanker serviks di Indonesia terbilang cukup besar. !etiap hari, ditemukan

    2) sampai 2( kasus baru dengan jumlah kematian mencapai ') sampai '( orang.,',3

    1.3. Etiologi dan Faktor Risiko Kanker Serviks

    erdapat sejumlah bukti yang menunjukkan  Human Papilloma Virus  "4P5#

    sebagai penyebab neoplasia servikal. Ineksi 4P5 terdeteksi pada 66,/+ kanker 

    serviks, sehingga ineksi 4P5 merupakan ineksi yang sangat penting pada

     perjalanan penyakit kanker serviks uteri. Pada penelitian kasus-kontrol, prevalensi

    ineksi 4P5 pada kanker serviks jenis karsinoma sel skuamosa dijumpai /*,2+ -

    6*,+ "metaanalisis ' negara#. Prevalensi ineksi 4P5 pada kanker serviks jenis

    adenokarsinoma dijumpai sejumlah *(,/+-))+ "metaanalisis 6 negara#. Pada

     penelitian kasus kontrol juga dijumpai adanya ineksi 4P5 pada lesi prakanker dan

    kanker invasi. &erdasarkan hasil temuan pada penelitian epidemiologi, tipe 4P5

    diklasiikasikan dalam tiga klasiikasi yaitu risiko tinggi "tipe7 0, *, 3, 33, 3(, 36,

    2(, (, (', (0, (*, (6#, kemungkinan risiko tinggi "tipe7 '0, (3, 00, 0*, /3, *'# dan

    risiko rendah "tipe7 0, , 2), 2', 23, 22, (2, 0, /), /', *#. 5irus 4P5 berisiko

    rendah dapat menimbulkan genital warts "penyakit kutil kelamin# yang dapat

    sembuh dengan sendirinya dengan kekebalan tubuh. 8amun pada 5irus 4P5

     berisiko tinggi, tipe virus ini dapat mengubah permukaan sel-sel vagina. &ila tidak 

    segera terdeteksi dan diobati, ineksi 5irus 4P5 ini dalam jangka panjang dapat

    menyebabkan terbentuknya sel-sel pra kanker serviks. $elakukan hubungan seks

    tidak aman terutama pada usia muda atau memiliki banyak pasangan seks,

    memungkinkan terjadinya ineksi 4P5. iga dari empat kasus baru ineksi virus

    4P5 menyerang wanita muda "usia (-'2 tahun#. Ineksi 5irus 4P5 dapat terjadi

    dalam dua sampai tiga tahun pertama mereka akti secara seksual. Pada usia remaja

    "'-') tahun# organ reproduksi wanita sedang akti berkembang. angsangan

     penis9sperma dapat memicu perubahan siat sel menjadi tidak normal, apalagi bila

    terjadi luka saat berhubungan seksual dan kemudian ineksi 5irus 4P5. !el

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    3/24

    abnormal inilah yang berpotensi tinggi menyebabkan kanker serviks. !aat ini sudah

    ada beberapa vaksin yang mencegah terjadinya ineksi dari beberapa jenis 4P5. 

    Ketika seorang wanita terkena kanker serviks, tidak mungkin untuk 

    mengatakan dengan pasti bahwa aktor risiko tertentu adalah penyebabnya. Dengan

    mengetahui tentang aktor-aktor risiko, hal ini dapat mencegah atau menghindari

    terkenanya kanker servik tapi ada juga aktor risiko yang sulit untuk dihindari seperti

    "adanya sejarah dalam keluarga#. Penting bagi perempuan yang memiliki aktor-

    aktor ini untuk mendapatkan pemeriksaa Pap !mear secara teratur untuk 

    mendeteksi dini kanker serviks. &eberapa aktor risiko terjadinya kanker serviks

    adalah7 ,'

    a. $erokok7 :anita yang merokok berada dua kali lebih mungkin mendapat kanker 

    serviks dibandingkan mereka yang tidak. okok mengandung banyak ;at

    racun9kimia yang dapat menyebabkan kanker paru.

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    4/24

    . Kontrasepsi oral7 Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka panjang dapat

    meningkatkan risiko terjadinya kanker serviks. iset menemukan bahwa resiko

    kanker serviks meningkat sejalan dengan semakin lama wanita tersebut

    menggunakan kontrasepsi oral tersebut dan cenderung menurun pada saat

    kontrasepsi oral dihentikan.

    g. Kehamilan yang berulang-ulang "$ulti paritas#7 :anita yang menjalani tiga atau

    lebih kehamilan utuh memiliki peningkatan risiko kanker serviks.

    h. 4amil pertama di usia muda7 :anita yang hamil pertama pada usia dibawah /

    tahun hampir selalu dua kali lebih mungkin terkena kanker serviks di usia

    tuanya, daripada wanita yang menunda kehamilan hingga usia '( tahun atau

    lebih tua.

    i. Penghasilan rendah7 :anita dengan tingkat ekonomi rendah berada pada tingkat

    risiko kanker serviks yang lebih tinggi. Ini mungkin karena mereka tidak mampu

    untuk memperoleh perawatan kesehatan yang memadai, seperti tes Pap !mear 

    secara rutin.

     j. iwayat Keluarga7 Kanker serviks dapat berjalan dalam beberapa keluarga. &ila

    Ibu atau kakak perempuan memiliki kanker serviks, risiko untuk terkena kanker 

    ini bisa dua atau tiga kali lipat dari orang lain yang bukan. Ini mungkin karena

    wanita-wanita ini kurang dapat memerangi ineksi 4P5 daripada wanita lain

     pada umumnya.k. Perilaku seksual7 Kanker serviks berhubungan erat dengan perilaku seksual

    seperti berganti-ganti mitra seks dan usia saat melakukan hubungan seksual yang

     pertama. isiko meningkat lebih dari sepuluh kali bila mitra seks enam orang

    atau lebih, atau bila hubungan seks pertama dibawah umur ( tahun. 1uga risiko

    meningkat bila berhubungan dengan pria yang berisiko tinggi yaitu pria yang

     berhubungan dengan banyak mitra seks.

    .2. Patoisiologi

    !erviks normal secara alami mengalami proses metaplasi9erosi akibat saling

    desak-mendesak kedua jenis epitel yang melapisi. Dengan masuknya mutagen,

     porsio yang erosi "metaplasia skuamosa# yang semula isiologik dapat berubah

    menjadi patologik melalui tingkatan 8I! I, II, III dan KI! untuk akhirnya

    menjadi karsinoma invasi. !ekali menjadi mikroinvasi atau invasi, prose

    keganasan akan berjalan terus.

    Periode laten dari 8I! > I s9d KI! ) tergantung dari daya tahan tubuh penderita.

    ?mumnya ase pra invasi berkisar antara 3 > ') tahun "rata-rata ( > ) tahun#.

    Perubahan epitel displastik serviks secara kontinyu yang masih memungkinkan

    terjadinya regresi spontan dengan pengobatan 9 tanpa diobati itu dikenal dengan

    ?nitarian @oncept dari ichard. 4istopatologik sebagian besar 6(-6/+ berupa

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    5/24

    epidermoid atau sAuamos cell carsinoma sisanya adenokarsinoma, clear cell

    carcinoma9mesonephroid carcinoma dan yang paling jarang adalah sarcoma.

    &erdasarkan karsinogenesis umum, proses perubahan menjadi kanker 

    diakibatkan oleh adanya mutasi gen pengendali siklus sel. Gen pengendali

    tersebut adalah onkogen, tumor supresor gene, dan repair genes. Bnkogen dantumor supresor gen mempunyai eek yang berlawanan dalam karsinogenesis,

    dimana onkogen memperantarai timbulnya transormasi maligna, sedangkan

    tumor supresor gen akan menghambat perkembangan tumor yang diatur oleh gen

    yang terlibat dalam pertumbuhan sel. $eskipun kanker invasive berkembang

    melalui perubahan intraepitel, tidak semua perubahan ini progres menjadi invasi.

    %esi preinvasi akan mengalami regresi secara spontan sebanyak 3 -3(+.

    &entuk ringan "displasia ringan dan sedang# mempunyai angka regresi yang

    tinggi. :aktu yang diperlukan dari displasia menjadi karsinoma insitu "KI!#

     berkisar antara > / tahun, sedangkan waktu yang diperlukan dari karsinoma

    insitu menjadi invasi adalah 3 > ') tahun

    1.5. Klasifikasi

    ahapan stadium klinis yang dipakai sekarang ialah pembagian yang ditentukan oleh he

    International Cederation B Gynecologi =nd Bbstetric "CIGB# tahun 6/0. Pembagian ini

    didasarkan atas pemeriksaan klinik, radiologi, suktase endoserviks dan biopsi. ahapan > 

    tahapan tersebut yaitu 7

    a. Karsinoma pre invasi

     b. Karsinoma in-situ, karsinoma intraepitel

    c. Kasinoma invasive

    Pembagian stadium kanker seviks berdasarkan CIGB

    !tadium ) Kasinoma in situ, karsinoma intra epitel

    !tadium I Karsinoma masih terbatas di serviks "penyebaran ke korpus uteri

    diabaikan#

    !tadium Ia Invasi kanker ke stroma hanya dapat dikenali secara mikroskopik, lesi

    yang dapat dilihat secara langsung walau dengan invasi yang sangat

    superisial dikelompokkan sebagai stadium Ib. Kedalaman invasi ke

    stroma tidak lebih dari (mm dan lebarnya lesi tidak lebih dari /mm

    !tadium Ia Invasi ke stroma dengan kedalaman tidak lebih dari 3mm dan lebar tidak 

    lebih dari /mm

    !tadium Ia' Invasi ke stroma dengan kedalaman lebih dari 3mm tapi kurang dari

    (mm dan lebar tidak lebih dari /mm!tadium Ib %esi terbatas di serviks atau secara mikroskopis tidak lebih dari Ia

    !tadium Ib &esar lesi secara klinis tidak lebih dari 2cm

    !tadium Ib' &esar lesi secara klinis lebih besar dari 2 cm

    !tadium II elah melibatkan vagina, tapi belum sampai 93 bawah atau iniltrasi ke

     parametrium belum mencapai dinding panggul

    !tadium IIa elah melibatkan vagina, tapi belum melibatkan parametrium

    !tadium IIb Iniltrasi ke parametrium, tetapi belum mencapai dinding panggul

    !tadium III elah melibatkan 93 bawah vagina atau adanya perluasan sampai dinding

     panggul. Dengan hidronerosis atau gangguan ungsi ginjal dimasukkan

    dalam stadium ini, kecuali kelainan ginjal dapat dibuktikan oleh sebab

    lain.

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    6/24

    !tadium IIIa Keterlibatan 93 bawah vagina dan iniltrasi parametrium belum

    mencapai dinding panggul

    !tadium IIIb Perluasan sampai dinding panggul atau adanya hidronerosis atau

    gangguan ungsi ginjal

    !tadium I5 Perluasan ke luar organ reprodukti 

    !tadium I5a Keterlibatan mukosa kandung kemih atau mukosa rektum!tadium I5b $etastase jauh atau telah keluar dari rongga panggul

    &erdasarkan gambaran histologinya,kelainan prekanker dapat peringkatkan sebagai

     berikut7

    @I8"!I%# I 7 displasia ringan

    @I8 II 7 displasi sedang

    @I8 III 7 displasia berat dan karsinoma in situ

    &erdasarkan gambaran sitologinya,kelainan prekanker dapat peringkatkan sebagai

     berikut7

    %!I%"%ow grade !I%#

    4!I% "4igh grade !I%#

    enis histopatologis pada kanker serviks

    1enis skuamosa merupakan jenis yang paling sering ditemukan, yaitu 6)+

    merupakan karsinoma sel skuamosa "K!!#, adenokarsinoma (+ dan jenis lain sebanyak 

    (+. Karsinoma skuamosa terlihat sebagai jalinan kelompok sel-sel yang berasal dari

    skuamosa dengan pertandukan atau tidak, dan kadang-kadang tumor itu sendiri

     berdierensiasi buruk atau dari sel-sel yang disebut small cell ,  berbentuk kumparan ataukecil serta bulat seta mempunyai batas tumor stroma tidak jelas. !el ini berasal dari sel

     basal atau reserved cell. !edang adenokarsinoma terlihat sebagai sel-sel yang berasal dari

    epitel torak endoserviks, atau dari kelenjar endoserviks yang mengeluarkan mucus.

    1.!. Manifestasi Klinis

    Pada ase prakanker, sering tidak ada gejala atau tanda-tanda yang khas. 8amun, kadang

     bisa ditemukan gejala-gejala sebagai berikut 7

    E Keputihan atau keluar cairan encer dari vagina. Getah yang keluar dari vagina inimakin lama akan berbau busuk akibat ineksi dan nekrosis jaringan

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    7/24

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    8/24

    c. Pernah melahirkan lebih dari 3 kali.

    d. Pemakaian alat kontrasepsi lebih dari ( tahun, terutama I?D atau kontrsepsi

    hormonal.

    e. $engalami perdarahan setiap hubungan seksual.

    . $engalami keputihan atau gatal pada vagina.

    g. !udah menopause dan mengeluarkan darah pervagina.h. &erganti-ganti pasangan dalam senggama.

    Persiapan Pemeriksaan Pap !mear 

    a. $enghindari persetubuhan, penggunaan tampon, pil vagina, ataupun mandi

     berendam dalam bath tub, selama '2 jam sebelum pemeriksaan, untuk 

    menghindari Fkontaminasi ke dalam vagina yang dapat mengacaukan hasil

     pemeriksaan.

     b. idak sedang menstruasi , karena darah dan sel dari dalam rahim dapat

    mengganggu keakuratan hasil pap smear.

    @ara pengambilan sampel Pap smear 7a. Pemeriksaan ini dilakukan di atas kursi pemeriksaan khusus ginekologis.

     b. !ampel sel-sel diambil dari luar serviks dan dari liang serviks dengan melakukan

    usapan dengan spatula yang terbuat dari bahan kayu atau plastik.

    c. !etelah usapan dilakukan, sebuah cytobrush "sikat kecil berbulu halus, untuk 

    mengambil sel-sel serviks# dimasukkan untuk melakukan usapan dalam kanal

    serviks.

    d. !etelah itu, sel-sel diletakkan dalam object glass "kaca objek# dan disemprot

    dengan ;at untuk memiksasi, atau diletakkan dalam botol yang mengandung ;at

     pengawet, kemudian dikirim ke laboratorium untuk diperiksa.

    =da ' cara pemeriksaan Pap !mear7

    a. Pemeriksaan !itologi Konvensional

    Keterbatasan pemeriksaan !itologi Konvensional 7

    o !ampel tidak memadai karena sebagian sel tertinggal pada brus "sikat untuk 

     pengambilan sampel#, sehingga sampel tidak representati dan tidak 

    menggambarkan kondisi pasien sebenarnya

    o !ubyekti dan bervariasi, dimana kualitas preparat yang dihasilkan tergantung

     pada operator yang membuat usapan pada kaca benda

    o Kemampuan deteksi terbatas "karena sebagian sel tidak terbawa dan preparat

    yang bertumpuk dan kabur karena kotoran9aktor pengganggu#

     b. Pemeriksaan !itologi &erbasis cairan atau %iAuid

    $erupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-

    sel leher rahim. Dengan metode ini, sampel "cara pengambilan sama seperti

     pengambilan untuk sampel sitologi biasa9Pap !mear# dimasukkan ke dalam cairan

    khusus sehingga sel atau aktor pengganggu lainnya dapat dieliminasi.

    !elanjutnya, sampel diproses dengan alat otomatis lalu dilekatkan pada kaca

     benda kemudian diwarnai lalu dilihat di bawah mikroskop oleh seorang dokter 

    ahli Patologi =natomi. Keungulan pemeriksaan sitologi berbasis cairan9%iAuid 7

    o !ampel memadai karena hampir )) + sel yang terambil dimasukkan ke

    dalam cairan dalam tabung sampel

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    9/24

    o Proses terstandardisasi karena menggunakan prosesor otomatis, sehingga

     preparat "usapan sel pada kaca benda# representati, lapisan sel tipis, serta

     bebas dari kotoran9pengganggu

    o $eningkatkan kemampuan9keakuratan deteksi awal adanya kelainan sel leher 

    rahim

    o !ampel dapat digunakan untuk pemeriksaan 4P5-D8=

    4asil Pap !mear 

    a. 4asil pap smear normal menunjukkan hasil negati, yaitu tidak adanya sel-sel

    serviks yang abnormal,

     b. Interpretasi hasil "menurut Papanicolaou#

    - Kelas I 7 Identik dengan normal smear pemeriksaan ulang tahun lagi.

    - Kelas II 7 $enunjukkan adanya ineksi ringan non spesiik, kadang disertai7

    o Kuman atau virus tertentu.

    o !el dengan kariotik ringan.

    Pemeriksaan ulang tahun lagi, pengobatan yang sesuai dengan kausalnya&ila ada erosi atau radang bernanah, pemeriksaan ulang bulan setelah

     pengobatan.

    - Kelas III 7 Ditemukannya sel diaknostik sedang dengan keradangan berat.

    Periksa ulang bulan sesudah pengobatan

    - Kelas I5 7 Ditemukannya sel-sel yang mencurigakan ganas dalam hal

    demikian dapat ditempuh 3 jalan, yaitu7

    o Dilakukan biopsi.

    o Dilakukan pap test ulang segera, dengan skreping lebih dalam diambil 3

    sediaan

    o ujuk untuk biopsi konirmasi.

    -Kelas 5 7 Ditemukannya sel-sel ganas. Dalam hal ini seperti ditempuh 3 jalanseperti pada hasil kelas I5 untuk konirmas

    2. Metode 'nspeksi (is#ala. Inspeksi visual dengan lugol iodin "5I%I#

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    10/24

     b. Inspeksi visual dengan asam asetat "I5=#

    !elain dua metode visual ini, dikenal juga metode visual kolposkopi dan servikogra 

    ' nspeksi (is#al )sam )setat %'()&

    Prinsip Kerja dan $etode I5=7

    . memulas leher rahim dengan kapas yang telah dicelupkan dalam asam asetat 3-(+'. Pemberian asam asetat "3-(+# itu akan mempengaruhi epitel abnormal, bahkan

     juga akan meningkatkan osmolaritas cairan ekstraseluler

    3. @airan ekstraseluler yang bersiat hipertonik ini akan menarik cairan dari

    intraseluler sehingga membran akan kolaps dan jarak antar sel akan semakin

    dekat. !ebagai akibatnya, jika permukaan epitel mendapat sinar, sinar tersebut

    tidak akan diteruskan ke stroma, tetapi dipantulkan keluar sehingga permukaan

    epitel abnormal akan berwarna putih, disebut juga epitel putih "acetowhite#

    2. Daerah metaplasia yang merupakan daerah peralihan akan berwarna putih juga

    setelah pemulasan dengan asam asetat tetapi dengan intensitas yang kurang dan

    cepat menghilang. 4al ini membedakannya dengan proses prakanker yang epitel

     putihnya lebih tajam dan lebih lama menghilang karena asam asetat berpenetrasilebih dalam sehingga terjadi koagulasi protein lebih banyak.

    (. 1ika makin putih dan makin jelas, main tinggi derajat kelainan jaringannya.(*

    Dibutuhkan -' menit untuk dapat melihat perubahan-perubahan pada epitel.

    %eher rahim yang diberi (+ larutan asam asetat akan berespons lebih cepat

    daripada 3+ larutan tersebut. Hek akan menghilang sekitar ()-0) detik sehingga

    dengan pemberian asam asetat akan didapatkan hasil gambaran leher rahim yang

    normal "merah homogen# dan bercak putih "mencurigakan displasia#. %esi yang

    tampak sebelum aplikasi larutan asam asetat bukan merupakan epitel putih, tetapi

    disebut leukoplakia biasanya disebabkan oleh proses keratosis

    Prosedur screening dengan inspeksi visual asam asetat memiliki banyak kelebihan,

    yaitu sebagai berikut7

    a. Inspeksi visual serviks dengan menggunakan asam asetat atau cairan %ugol untuk 

    mewarnai lesi prekanker sehingga lesi tersebut dapat dilihat dengan mata

    telanjang, sehingga identiikasi prekanker dapat dilakukan secara klinis.

     b. Prosedur tersebut mengurangi kebutuhan adanya laboratorium dan transportasi

    specimen, sehingga hanya membutuhkansedikit peralatan dan hasil tesnya dapat

    diketahui secara cepat oleh pasien.

    c. 4ampir semua petugas pelayanan kesehatan "dokter, perawat dan bidan

     proessional# bisa melakukan prosedur ini secara eekti, dengan syarat telah

    mendapatkan pelatihan dan supervise yang adekuat.d. !ebagai uji  screening , I5= menghasilkan hasil yang lebih akurat dalam

    mengidentiikasi lesi prekanker dibandingkan sitologi serviks. &eberapa penelitian

    menunjukkan bahwa dengan I5=, dari wanita yang berisiko tinggi mengalami

    karsinoma serviks, 2(-/6+ dia antaranya teridentiikasi adanya lesi prekanker,

    namun spesiitasnya lebih rendah dan terdapat risiko overtreatment . !edangkan

    tingkat sensitivitas pemeriksaaan sitologi sebesar 2/-0'+.

     8amun sama seperti pemeriksaan sitologi, salah satu kekurangan pemeriksaan

    I5= adalah bahwa hasilnya sangat bergantung pada tingkat akurasi dari interpretasi

    individu. Bleh karena itu, pelatihan dan system pengontrolan kualitas merupakan hal

    yang sangat penting.I5= memiliki banyak kelebihan yang signiikan dibandingkan Pap smear  

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    11/24

    untuk kondisi dengan sarana dan prasarana terbatas,

    terutama dari segi peningkatan jangkauan screening ,

     perbaikan dalam perawatan dan follow up, serta kualitas program secara umum.

    !yarat mengikuti tes I5= adalah 7

    a# !udah pernah melakukan hubungan seksual

     b# idak sedang datang bulan9haidc# idak sedang hamil

    d# '2 jam sebelumnya tidak melakukan hubungan seksual

    Klasiikasi I5= berdasarkan temuan klinis "!HH =8D H,'))/#

    a. 4asil tes > Positi 7 DIH$?K=8 Plak putih yang tebal atau epitel acetowhite,

     biasanya dekat !@1

     b. 4asil es 8egati 7 Ditemukan pertemuan polos dan halus, berwarna merah

     jambu7 ectropion, polyp,cervicitis, inlammantion, 8abothian cysts

    c. Kanker 7 ditemukan secara klinis massa mirip kembang kol atau bisul

    Brang-Brang yang dirujuk untuk kelanjutan es I5= bila Ditemukan7a. Diduga Kanker @erviJ

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    12/24

     b. %esi /(+

    c. %esi ' mm melebihi cryoprobe

    d. %esi meluas sampai dinding vagina

    e. 4amil " ') minggu#

    'nspeksi vis#al dengan l#gol iodin %('*'& + ,es S -hilleres !chiller atau tes pengecatan dengan yodium ialah tes yang digunakanuntuk 

    mengenal kanker serviks lebih dini. es ini didasarkan pada siat epitel

    serviks yang berubah menjadi berwarna coklat gelap atau tua jika terkena

    larutan yodium.

    ji /olpos-op$

    1ika pada saat pap smear ditemukan ketidaknormalan pada serviks, maka langkah

    selanjutnya adalah dilakukan colposcopy. @olposcopy adalah suatu pengujian yang

    memungkinkan dokter untuk melihat serviks "leher rahim# lebih dekat dengan

    menggunakan sebuah alat bernama colposcope.

    @ara ini merupakan cara penilaian sel invito dengan pembesaran ')) kali karenaabnormalitas pada neoplasma yang terlihat dengan pembesaran umumnya terlihat pada

    inti sel. $aka inti sel harus diwarnai terlebihdahulu dengan biru tolvidin +. Dalam ')-

    3) detik inti sel akanmengambil ;at warna.

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    13/24

    Colposcopy ?ntuk $engambil 1aringan yang =bnormal

    Radiologi

    a. Pelvik limphangiograi, yang dapat menunjukkan adanya gangguan pada saluran

     pelvik atau peroartik lime.

     b. Pemeriksaan intravena urograi, yang dilakukan pada kanker serviks tahap lanjut,yang dapat menunjukkan adanya obstruksi pada ureter terminal. Pemeriksaan

    radiologi direkomendasikan untuk mengevaluasi kandung kemih dan rektum yang

    meliputi sitoskopi, pielogram intravena "I5P#, enema barium, dan sigmoidoskopi.

    $agnetic esonance Imaging "$I# atau scan @ abdomen 9 pelvis digunakan untuk 

    menilai penyebaran lokal dari tumor dan 9 atau terkenanya nodus limpa regional. 

    ji 0P( )

    es 4P5 D8= dapat mendeteksi adanya tipe virus 4P5 penyebab kanker pada sel

    serviks atau vagina yang mengindikasikan apakah wanita tersebut baru terineksi.

    !ebagian besar ineksi 4P5 dapat sembuh secara spontan dan tidak mengarah ke

    karsinoma serviks, hal yang banyak terjadi pada wanita remaja dan berumur ') tahun. 8amun apabila virus 4P5 penyebab kanker ditemukan pada wanita berusia L 3) tahun,

    terdapat kemungkinan virus tersebut menetap dalam tubuh dan wanita tersebut berisiko

    tinggi untuk menderita karsinoma serviks, baik pada saat virus 4P5 dideteksi atau di

    masa mendatang.

    :alaupun sangat eekti, uji 4P5 yang selama ini digunakan tidak didesain untuk 

    digunakan pada kondisi dengan sumber daya yang rendah. ?ji 4P5 hanya digunakan

    secara terbatas di negara berpenghasilan perkapita rendah, karena membutuhkan

    inrastuktur laboratorium, teknisi yang terlatih, dan asilitas penyimpanan. yang biasanya

    ditemukan hanya di daerah perkotaan dengan sumber daya yang memadai. !elain itu,

     prosedur uji 4P5 membutuhkan waktu sekitar 2,( jam, yang artinya hasil interpretasinya

    tidak akan langsung dapat diterima pasien dalam sekali kunjungan.

    Kelebihannya, uji 4P5 memberikan proil hasil tes yang lebih reprodusibel bagi

    wanita yang berisiko tinggi menderita lesi kanker atau prekanker. =pabila digunakan

    sendiri atau dikombinasikan dengan I5=, ujia 4P5 D8= memberikan hasil yang sangat

    menjanjikan.

    !uatu uji 4P5 yang sederhana, akurat, cepat, terjangkau dan dapat diterima secara

    luas akan berpotensi besar untuk mengurangi karsinoma serviks di negara-negara

     berkembang dan akan lebih hemat biaya pada kondisi dengan sumber daya terbatas. !uatu

    asosiasi yang dinamakan  Program for Appropriate echnology in Health  "P=4# telah

    meluncurkan suatu proyek yang diberi nama Screening echologies to Advance !apid esting for Cervical Cancer Prevention Pro"ect   "!= Pro"ect #, yang bertujuan untuk 

    memajukan strategi pencegahan karsinoma serviks di negara-negara dengan sumber daya

    terbatas, dengan cara memasilitasi pengembangan dan validasi ormat uji biokimia yang

    tepat, terjangkau, dan eekti untuk mendeteksi @I8 dan karsinoma serviks tahap awal

    dengan deteksi 4P5 tipe onkogenik.

    ')4S'S EF'','F

    . &iopsi !erviks dan Kuretase

    !elama melakukan colposcopy, dokter mungkin saja melakukan biopsy dan

    tentunya biopsy ini dilakukan berdasarkan apa yang dia temukan selama pemeriksaan

    itu. &iopsi serviks dilakukan dengan cara mengambil sejumlah contoh jaringanserviks untuk kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Dibutuhkan hanya beberapa

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    14/24

    detik untuk melakukan biopsi contoh jaringan dan hanya menimbulkan

    ketidaknyamanan dalam waktu yang tidak lama. 1ika diperlukan maka akan dilakukan

     biospi disekitar area serviks, tergantung pada temuan saat melakukan colposcopy.

    &ersamaan dengan biopsi serviks, kuretase endoserviks juga bisa dilakukan.

    !elama kuretase, dokter akan menggunakan sikat kecil untuk menghilangkan jaringan

     pada saluran endoserviks, area antara uterus dan serviks. Kuretase akan menimbulkansedikit nyeri, tapi nyeri akan hilang setelah kuretase dilakukan. 4asil biopsi dan

    kuretase biasanya baru bisa dilihat paling tidak ' minggu.

    '. &iopsi Kerucut "Konisasi#

    Konisasi serviks ialah pengeluaran sebagian jaringan serviks sedemikian rupa

    sehingga yang keluarkan berbentuk kerucut "konus#, dengan kanalis servikalis

    sebagai sumbu kerucut. ?ntuk tujuan diagnostik, tindakan konisasi harus selalu

    dilanjutkan dengan kuretase. &atas jaringan yang dikeluarkan ditentukan dengan

     pemeriksaan kolposkopi. 1ika karena suatu hal pemeriksaan kolposkopi tidak dapat

    dilakukan, dapat dilakukan tes !chiller. Pada tes ini digunakan pewarnaan dengan

    larutan lugol "yodium (g, kalium yodida )g, air )) ml# dan eksisi dilakukan di luar daerah dengan tes positi "daerah yang tidak berwarna oleh larutan lugol#.

    Konisasi diagnostik dilakukan pada keadaan-keadaan sebagai berikut 7

    - Proses dicurigai berada di endoserviks

    - '.%esi tidak tampak seluruhnya dengan pemeriksaan kolposkopi

    - 3.Diagnostik mikroinvasi ditegakkan atas dasar spesimen biopsi

    1.. iagnosis 6 diagnosis 7anding

    a. =namnesisPada anamnesis perlu diidentiikasi data mengenai riwayat perkawinan dan

     pesalinan, perilaku seks yang sering berganti ganti pasangan "promiskusitas#, waktu

    coitus pertama kali, penyakit yang pernah dialami misalnya herpes genitalis, ineksi 4P5,

    servisitis kronis, gaya hidup seperti meroko, hygienis, jenis makanan san social ekonomi

    rendah, juga keluhan perdarahan spontan ataupun pasca senggama. Gejala Klinis kurang

    menunjang sebagai penunjuk diagnostic karena lesi prakanker umumnya asimptomatik 

    kecuali pada keganasan yang sudah lanjut. 

     b.Pemeriksaan Cisik

    Diagnosis kanker serviks tidaklah sulit apalagi tingkatannya sudah lanjut. Mang

    menjadi masalah adalah bagaimana melakukan skrining untuk mencegah kanker serviks,dilakukan dengan deteksi, eradikasi, dan pengamatan terhadaplesi prakanker serviks.

    Kemampuan untuk mendeteksi dini kanker serviks disertaidengan kemampuan dalam

     penatalaksanaan yang tepat akan dapat menurunkan angka kematian akibat kanker 

    serviks.

    # Keputihan. Keputihan merupakan gejala yang paling sering ditemukan, berbaubusuk 

    akibat ineksi dan nekrosis jaringan.

    '# Pendarahan kontak merupakan /(-*)+ gejala karsinoma serviks. Perdarahantimbul

    akibat terbukanya pembuluh darah, yang makin lama makin seringterjadi diluar 

    senggama.

    3# asa nyeri, terjadi akibat iniltrasi sel tumor ke serabut sara.

    2# Gejala lainnya adalah gejala-gejala yang timbul akibat metastase jauh.(# Pemeriksaan tanda vital seperti tensi, nadi, respirasi, suhu badan.

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    15/24

    0# !tatus pasien 7

    • =da atau tidaknya anemia.

    • anda-tanda metastase di paru seperti7 sesak napas, batuk darah.

    • !tatus lokalis abdomen7 umumnya tak khas, jarang menimbulkan kelainan berupa

     benjolan, kecuali bila sudah ada penyebaran ke rektum menimbulkan obstipasi

    ileusobstrukti.

    • Palpasi hepar, supraklavikula, dan diantara kedua paha untuk melihat ada tidaknya

     benjolan untuk meyakinkan ada tidaknya metastase.

    c. Pemeriksaan Ginekologi

    Pada pemeriksaan makroskopis9inspekulo

    o Prekanker7 tidak ada kelainan porsio gambaran khas leukoplakia,erosi,ektropion atau

    servisitis

    etapi tidak demikian halnya pada tingkat lanjut dimana porsio terlihat benjol-

     benjol menyerupai bunga kol "pertumbuhan eksoitik# atau

    mungkin juga ditemukan istula rektovaginal ataupun vesikovagina. Pada

    keadaan ini porsio mudah sekali berdarah karena kerapuhan sel sehingga pada

     pemeriksaan ginekologi dianjurkan mulai dengan pemeriksaan inspekulo yang

    dilanjutkan dengan pemeriksaan vagina bimanual untuk eksplorasi vagina

    Diagnosis &anding

    • Polip serviks

    • Hrosi porsio• @ervicitis

    • Perdarahan uterus

    • Pendarahan uterus disungsional

    • rauma karena adanya kehamilan ektopik 

    • $olahidatidosa

    • =borsi

    • Hndometriosis

    • !olusio plasenta

    Plasenta previa

    .6. atalaksana

    iga jenis utama dari pengobatan untuk kanker serviks adalah operasi, radioterapi, dan

    kemoterapi.

    . !tadium pra kanker hingga = biasanya diobati dengan histerektomi. &ila

     pasien masih ingin memiliki anak, metode %HHP atau cone biopsy dapat menjadi

     pilihan.

    8iopsi /one.  !elama operasi ini, dokter menggunakan scalpel untuk mengambil

    selembar jaringan serviks berbentuk cone dimana abnormalitas ditemukan

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    16/24

    *oop ele-tros#rgi-al e9-ision pro-ed#re %*EEP&. eknik ini menggunakan lintasan

    kabel untuk memberikan arus listrik, yang memotong seperti pisau bedah , dan

    mengambil sel dari mulut serviks

    '. ?ntuk stadium I& dan II= kanker serviks 7

    E &ila ukuran tumor N 2cm7 radikal histerektomi ataupun radioterapi dengan9tanpakemoterapi

    E &ila ukuran tumor 2cm7 radioterapi dan kemoterapi berbasis cisplatin,

    histerektomi, ataupun kemo berbasis cisplatin dilanjutkan dengan histerektomi

    3. Kanker serviks stadium lanjut "II&-I5=# dapat diobati dengan radioterapi dan kemo

     berbasis cisplatin.

    2. Pada stadium sangat lanjut "I5, dokter dapat mempertimbangkan kemo dengan

    kombinasi obat, misalnya hycamtin dan cisplatin.

    1ika kesembuhan tidak dimungkinkan, tujuannya pengobatan adalah untuk 

    mengangkat atau menghancurkan sebanyak mungkin sel-sel kanker. Kadang-kadang pengobatan ditujukan untuk mengurangi gejala-gejala. 4al ini disebut perawatan paliati.

    Pem7edahan #nt#k Kanker Serviks

    =da beberapa jenis operasi untuk kanker serviks. &eberapa melibatkan pengangkatan

    rahim "histerektomi#, yang lainnya tidak. Datar ini mencakup jenis operasi yang paling

    umum untuk kanker serviks.

    1. /r$os#rger$

    !ebuah probe metal yang didinginkan dengan nitrogen cair dimasukkan ke dalam

    vagina dan pada leher rahim. Ini membunuh sel-sel abnormal dengan cara

    membekukan mereka. @ryosurgery digunakan untuk mengobati kanker serviks yang

    hanya ad adi dalam leher rahim "stadium )#, tapi bukan kanker invasi yang telah

    menyebar ke luar leher rahim.

    2. 8edah *aser

    !ebuah sinar laser digunakan untuk membakar sel-sel atau menghapus sebagian kecil

    dari jaringan sel rahim untuk dipelajari. Pembedahan laser hanya digunakan sebagai

     pengobatan untuk kanker serviks pra-invasi "stadium )#.

    3. Konisasi

    !epotong jaringan berbentuk kerucut akan diangkat dari leher rahim. 4al ini

    dilakukan dengan menggunakan pisau bedah atau laser tau menggunakan kawat tipis

    yang dipanaskan oleh listrik "prosedur ini disebut %HHP atau %HH

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    17/24

    "I#. 4al ini juga digunakan untuk stadium pra-kanker serviks "o#, jika sel-sel

    kanker ditemukan pada batas tepi konisasi.

    E 0isterektomi radikal dan diseksi kelenjar getah 7ening pangg#l ; pada operasi

    ini, dokter bedah akan mengangkat seluruh rahim, jaringan di dekatnya, bagian

    atas vagina yang berbatasan dengan leher rahim, dan beberapa kelenjar getah

     bening yang berada di daerah panggul. Bperasi ini paling sering dilakukan melalui pemotongan melalui bagian depan perut dan kurang sering melalui vagina. !etelah

    operasi ini, seorang wanita tidak bisa menjadi hamil. !ebuah histerektomi radikal

    dan diseksi kelenjar getah bening panggul adalah pengobatan yang umum

    digunakan untuk kanker serviks stadium I, dan lebih jarang juga digunakan pada

     beberapa kasus stadium II, terutama pada wanita muda.

    5. ,ra-helektomi

    !ebuah prosedur yang disebut trachelectomy radikal memungkinkan wanita muda

    tertentu dengan kanker stadium awal untuk dapat diobati dan masih dapat mempunyai

    anak. $etode ini melibatkan pengangkatan serviks dan bagian atas vagina dan

    meletakkannya pada jahitan berbentuk seperti kantong yang bertindak sebagai

     pembukaan leher rahim di dalam rahim. Kelenjar getah bening di dekatnya jugadiangkat. Bperasi ini dilakukan baik melalui vagina ataupun perut.

    !. Ekstenterasi Pangg#l

    !elain mengambil semua organ dan jaringan yang disebutkan di atas, pada jenis

    operasi ini7 kandung kemih, vagina, dubur, dan sebagian usus besar juga diangkat.

    Bperasi ini digunakan ketika kanker serviks kambuh kembali setelah pengobatan

    sebelumnya.

    1ika kandung kemih telah diangkat, sebuah cara baru untuk menyimpan dan

    membuang air kecil diperlukan. !epotong usus pendek dapat digunakan untuk 

    membuat kandung kemih baru. ?rine dapat dikosongkan dengan menempatkan

    sebuah tabung kecil "disebut kateter# ke dalam lubang kecil di perut tersebut "disebut7

    urostomi#. =tau urin bisa mengalir ke kantong plastik kecil yang ditempatkan di

     bagian depan perut.

    Radioterapi #nt#k Kanker Serviks

    adioterapi adalah pengobatan dengan sinar berenergi tinggi "seperti sinar-O# untuk 

    membunuh sel-sel kanker ataupun menyusutkan tumornya. !ebelum radioterapi

    dilakukan, biasanya =nda akan menjalani pemeriksaan darah untuk mengetahui apakah

    =nda menderita =nemia. Penderita kanker serviks yang mengalami perdarahan pada

    umumnya menderita =nemia. ?ntuk itu, transusi darah mungkin diperlukan sebelum

    radioterapi dijalankan.

    Pada kanker serviks stadium awal, biasanya dokter akan memberikan radioterapi"eJternal maupun internal#. Kadang radioterapi juga diberikan sesudah pembedahan.

    =khir-akhir ini, dokter seringkali melakukan kombinasi terapi "radioterapi dan

    kemoterapi# untuk mengobati kanker serviks yang berada antara stadium I& hingga I5=.

    Maitu, antara lain bila ukuran tumornya lebih besar dari 2 cm atau bila kanker ditemukan

    telah menyebar ke jaringan lainnya "di luar serviks#, misalnya ke kandung kemih atau

    usus besar.

    adioterapi ada ' jenis, yaitu radioterapi eksternal dan radioterapi internal.

    . Radioterapi eksternal 7 berarti sinar O diarahkan ke tubuh =nda "area panggul#

    melalui sebuah mesin besar.

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    18/24

    '. Radioterapi internal ; berarti suatu bahan radioakti ditanam ke dalam rahim9leher 

    rahim =nda selama beberapa waktu untuk membunuh sel-sel kankernya. !alah satu

    metode radioterapi internal yang sering digunakan adalah brachytherapy.

    8ra-h$therap$ #nt#k Kanker Serviks

    &rachytherapy telah digunakan untuk mengobati kanker serviks sejak awal abad ini.Pengobatan yang ini cukup sukses untuk mengatasi keganasan di organ kewanitaan. &aik 

    radium dan cesium telah digunakan sebagai sumber radioakti untuk memberikan radiasi

    internal

    Hek !amping adioterapi =da beberapa eek samping dari radioterapi, yaitu7

    - Kelelahan

    - !akit maag

    - !ering ke belakang "diare#

    - $ual

    - $untah

    - Perubahan warna kulit "seperti terbakar#

    -Kekeringan atau bekas luka pada vagina yang menyebabkan senggama menyakitkan

    - $enopause dini

    - $asalah dengan buang air kecil

    - ulang rapuh sehingga mudah patah tulang

    - endahnya jumlah sel darah merah "anemia#

    - endahnya jumlah sel darah putih

    - Pembengkakan di kaki "disebut lymphedema#

    Kemoterapi #nt#k Kanker Serviks

    Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk membunuh sel-sel kanker.

    &iasanya obat-obatan diberikan melalui inuse ke pembuluh darah atau melalui mulut.!etelah obat masuk ke aliran darah, mereka menyebar ke seluruh tubuh. Kadang-kadang

     beberapa obat diberikan dalam satu waktu.

    Kemoterapi dapat menyebabkan eek samping. Hek samping ini akan tergantung

     pada jenis obat yang diberikan, jumlah9dosis yang diberikan, dan berapa lama pengobatan

     berlangsung. Hek samping bisa termasuki7

    - !akit maag dan muntah "dokter bisa memberikan obat mual9muntah#

    - Kehilangan nasu makan

    - Kerontokan rambut jangka pendek 

    - !ariawan

    - $eningkatkan kemungkinan terjadinya ineksi "kekurangan sel darah putih#

    -Pendarahan atau memar bila terjadi luka "akibat kurang darah#

    - !esak napas "dari rendahnya jumlah sel darah merah#

    - Kelelahan

    - $enopause dini

    - 4ilangnya kemampuan menjadi hamil "inertilitas#

    KB$P%IK=!I

    a.  !etensi #ri

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    19/24

    er"adi a$ibat rudapa$sa ple$sus saraf dan pembuluh darah $ecil intra pelvis,

    hingga timbul gangguan sir$ulasi darah, disuria, retensi uri saat histere$tomi

    total radi$al.

    7.  %ista &imfati$ Pelvis

    er"adi a$ibat pasca pembersihan $elen"ar limfe pelvis, drainase limfe tida$ 

    lancar sehingga dapat terbentu$ $ista limfati$ retroperitoneal.

    Penanganan untuk kanker serviks invasive biasanya membuat seseorang tidak hamil.

    Pada beberapa wanita terutama wanita yang lebih muda dan yang belum memulai

    keluarga- inertilitas merupakan eek samping yang paling tidak disukai dari

     penatalaksanaan. 1ika pasien mengkhawatirkan tentang kemampuannya untuk dapat

    hamil, maka dokter perlu memberikan penjelasan tentang untung rugi dari

     penatalaksanaan tersebut dengan jelas.

    ?ntuk beberapa kelompok wanita dengan kanker serviks dini, operasi aman-dari

    ertilitas merupakan pilihan yang tepat. Prosedur operasi ini yaitu hanya dengan

    memindahkan serviks dan jaringan limatik "radikal trachelectomy# dapat

    mempertahankan uterus. Penelitian mengenai radical trachlectomy mengatakan bahwa

    kanker serviks dapat ditangani dengan teknik ini, walaupun tidak semua wanita cocok 

    dan beberapa resiko tambahan pada operasi ini. Kehamilan mungkin dapat terjadi

    namun terjadi peningkatan resiko yang bermakna terhadap insiden kelahiran

     premature dan keguguran.

    &erdasarkan komplikasi yang dapat terjadi pasca terapi antara lain 7

    - &erkaitan dengan pembedahan istula uretra, disungsi kandung

    kemih, emboli pulmonal, ineksi pelvis, obstruksi usus besar dan istula

    retovaginal

    -  berkaitan saat terapi radiasi reaksi kulit, sistitits radiasi, dan enteritis

    -  berkaitan dengan kemoterapi tergantung pada obat kombinasi, masalah

    yang sering muncul seperti supresi sumsum tulang, mual muntah karena obat

    mengandung sisplatin

    1.1

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    20/24

    menentukan aktor prognosis adalah berdasarkan klinis dan histopatologis seperti keadaan

    umum, stadium, besar tumor primer, jenis sel, derajat dierensiasi &roders. Prognosis

    kanker serviks tergantung dari stadium penyakit. ?mumnya, '-years survival rate untuk 

    stadium I lebih dari 6)+, untuk stadium II 0)-*)+, stadium III kira - kira ()+, dan untuk 

    stadium I5 kurang dari 3)+.

    E !tadium ) )) + penderita dalam stadium ini akan sembuh.E !tadium Kanker serviks stadium I sering dibagi menjadi I= dan I&. Dari semua

    wanita yang terdiagnosis pada stadium I= memiliki '-years survival rate sebesar 

    6(+. ?ntuk stadium I& '-years survival rate sebesar /) sampai 6)+. Ini tidak 

    termasuk wanita dengan kanker pada limonodi mereka.

    E !tadium ' Kanker serviks stadium ' dibagi menjadi ', '= dan '&. Dari semua wanita

    yang terdiagnosis pada stadium '= memiliki '-years survival rate sebesar /)-6)+.

    ?ntuk stadium '& '-years survival rate sebesar 0) sampai 0(+.

    E !tadium 3 Pada stadium ini (-years survival rate-nya sebesar 3)-()+.

    E !tadium 2 Pada stadium ini (- years survival rate-nya sebesar ')-3)+. 0. !tadium (

    Pada stadium ini '-years survival rate-nya sebesar (-)+.

    1.11. Pen-egahan

    !ebagian besar kanker dapat dicegah dengan kebiasaan hidup sehat dan menghindari

    aktor- aktor penyebab kanker meliputi 7

    a. $enghindari berbagai aktor risiko, yaitu hubungan seks pada usia muda, pernikahan

     pada usia muda, dan berganti-ganti pasangan seks. :anita yang berhubungan seksual

    dibawah usia ') tahun serta sering berganti pasangan beresiko tinggi terkena ineksi.

     8amun hal ini tak menutup kemungkinan akan terjadi pada wanita yang telah setia

     pada satu pasangan saja.

     b. :anita usia di atas '( tahun, telah menikah, dan sudah mempunyai anak perlumelakukan pemeriksaan pap smear setahun sekali atau menurut petunjuk dokter.

    Pemeriksaan Pap smear adalah -ara #nt#k mendeteksi dini kanker serviks.

    Pemeriksaan ini dilak#kan dengan -epat= tidak sakit dengan 7ia$a $ang relatif 

    terjangka# dan hasiln$a ak#rat. Disarankan untuk melakukan tes Pap setelah usia

    '( tahun atau setelah akti berhubungan seksual dengan rekuensi dua kali dalam

    setahun. &ila dua kali tes Pap berturut-turut menghasilkan negati, maka tes Pap dapat

    dilakukan sekali setahun. 1ika menginginkan hasil yang lebih akurat, kini ada teknik 

     pemeriksaan terbaru untuk deteksi dini kanker leher rahim, yang dinamakan teknologi

    4ybrid @apture II !ystem "4@II#.

    c. Pilih kontrasepsi dengan metode barrier, seperti diaragma dan kondom, karena dapat

    memberi perlindungan terhadap kanker leher rahim.d. $emperbanyak makan sayur dan buah segar. Caktor nutrisi juga dapat mengatasi

    masalah kanker mulut rahim. Penelitian mendapatkan hubungan yang terbalik antara

    konsumsi sayuran berwarna hijau tua dan kuning "banyak mengandung beta karoten

    atau vitamin =, vitamin @ dan vitamin H# dengan kejadian neoplasia intra epithelial

     juga kanker serviks. =rtinya semakin banyak makan sayuran berwarna hijau tua dan

    kuning, maka akan semakin kecil risiko untuk kena penyakit kanker mulut ahim.

    e. Pada pertengahan tahun '))0 telah beredar vaksin pencegah ineksi 4P5 tipe 0 dan

    * yang menjadi penyebab kanker serviks. 5aksin ini bekerja dengan cara

    meningkatkan kekebalan tubuh dan menangkap virus sebelum memasuki sel-sel

    serviks. !elain membentengi dari penyakit kanker serviks, vaksin ini juga bekerja

    ganda melindungi perempuan dari ancaman 4P5 tipe 0 dan yang menyebabkankutil kelamin.Mang perlu ditekankan adalah, vaksinasi ini baru eekti apabila

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    21/24

    diberikan pada perempuan yang berusia 6 sampai '0 tahun yang belum akti secara

    seksual. 5aksin diberikan sebanyak 3 kali dalam jangka waktu tertentu. Dengan

    vaksinasi, risiko terkena kanker serviks bisa menurun hingga /(+.

    Pengendalian kinder serviks dengan pencegahan dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu

     pencegahan prmer, pencegahan sekunder, dan pencegahan tersier !trategi kesehatanmasyarakat dalam mencegah kematian karena kanker serviks antara lain adalah dengan

     pencegahan primer dan pencegaan sekunder.

    a. Pencegahan Primer 

    Pencegahan primer merupakan kegiatan uang dapat dilakukan oleh setiap orang untuk 

    menghindari diri dari aktor-aktor yang dapat menyebabkan timbulnya kanker 

    serviks. 4al ini dapat dilakukan dengan cara menekankan perilaku hdup sehat untuk 

    mengurangi atau menghindari aktor resiko seperti kawin muda, pasangan seksual

    ganda dan lain-lain. !elain itu juga pencegahan primer dapat dilakukan dengan

    imuisasi 4P5 pada kelompok masyarakat

     b. Pencegahan sekunder

    Pencegahan sekunder kanker serviks dilakukan dengan deteksi dini dan skriningkanker serviks yang bertujuan untuk menemukan kasus-kasus kanker serviks secara

    dibni sehingga kemungkinan penyembuhan dapat ditingkatkan. Perkembangan kanker 

    serviks memerlukan waktu yang lama. Dari prainvasi ke invasive memerlukan waktu

    sekitar ) tahun atau lebih. Pemeriksaan sitologi merupakan metode sederhana dan

    sensitive untuk mwndeteksi karsinoa pra invasive. &ila diobati dengan baik,

    karsinoma pra invasive mempunyai tingkat penyembuhan mendekati ))+. Diagnosa

    kasus pada ase invasive hanya memiliki tingkat ketahanan sekitar 3(+. Program

    skrining dengan pemeriksaan sitologi dikenal dengan Pap mear test dan telah

    dilakukan di 8egara-negara maju. Pencegahan dengan pap smear terbukimampu

    menurunkan tingkat kematian akibat kanker serviks ()-0)+ dalamkurun waktu ')

    tahun ":4B,6*0#.

    !elain itu, terdapat juga tiga tingkatan pencegahan dan penanganan kanker serviks,

    yaitu 7

    # Pencegahan ingkat Pertama

    a. Promosi Kesehatan $asyarakat misalnya 7

    - Kampanye kesadaran masyarakat

    - Program pendidikan kesehatan masyarakat

    - Promosi kesehatan

     b. Pencegahan khusus, misalnya 7

    -Interensi sumber keterpaparan

    - Kemopreventi 

    '# Pencegahan ingkat Kedua

    a. Diagnosis dini, misalnya screening

     b. Pengobatan, misalnya 7

    - Kemoterapi

    - &edah

    3# Pencegahan ingkat Ketiga

    ehabilitasi, misalnya perawatan rumah sedangkan penanganan kanker umumnya

    ialah secara pendekatan multidiscipline. 4asil pengobatan radioterapi dan operasi

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    22/24

    radikal kurang lebih sama, meskipun sebenarnya sukar untuk dibandingkan karena

    umumnya yang dioperasi penderita yang masih muda dan umumnya baik.

    Stadi#m Kanker Serviks

    !etelah diagnosa kanker serviks uteri ditegakkan, berdasarkan pemeriksaan

    histopatologi jaringan biopsi, dilanjutkan denan penentuan stadium. !tadium kanker 

    serviks uteri ditentukan melalui pemeriksaan klinis dan sebaiknya dilakukan di

     bawah pengaruh anestesia umum. Penentuan stadium kanker serviks uteri menurut

     (nternational )ederation of *ynecology and +bstetrics "CIGB# masih berdasarkan

     pemeriksaan klinis praoperati ditambah dengan oto toraks dan sistoskopi serta

    rektoskopi. '

    Stadi#m Kanker Serviks teri Men#r#t F'4 2

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    23/24

    dinding pelvis, tumor melibatkan 93 bagian bawah vagina semua

    kasus dengan hidronerosis dan gangguan ungsi ginjal, kecuali

    diketahui karena penyebab lain.

    !tadium IIIa idak ada perluasan ke dinding pelvis, tapi keterlibatan 93 bagian

     bawah vagina.

    !atdium IIIb Perluasan ke dinding pelvis atau hidronerosis atau gangguan ungsi

    ginjal

    !tadium I5 Karsinoma telah meluas melewati pelvis atau secara klinis telah

    melibatkan mukosa kandung kemih atau rektum.

    !tadium I5a $etastase dan pertumbuhan pada organ-organ terdekat

    !tadium I5b $etastase jauh

    2.1.! Pengo7atan Kanker Serviks

    Pengobatan kanker serviks uteri bervariasi tergantung pada stadium penyakit.

    ?ntuk kanker serviks uteri invasi dini, pembedahan merupakan pengobatan pilihan.

    Pada kasus-kasus dengan stadium yang lebih lanjut, radiasi dikombinasikan dengan

    kemoterapi merupakan pengobatan standar. Pasien dengan penyakit yang menyebar,

    kemoterapi atau radiasi merupakan terapi paliati. 3

    • !tadium )7 Pilihan pengobatan untuk kanker stadium ) termasuk prosedur 

     &oop lectrosurgical cision Procedure  "%HHP#, terapi laser, konisasi, dan

    krioterapi.3

    • !tadium Ia7 Pilihan terapi untuk stadium Ia adalah, radikal histerektomi, dan

    konisasi. adiasi intrakaviter merupakan pilihan untuk pasien-pasien yang

    terpilih.3

    • !tadium Ib atau IIa7 ?ntuk pasien-pasien dengan stadium Ib atau Iia, pilihan

     pengobatan adalah kombinasi radiasi eksternal dengan brakiterapi atau

    histerektomi radikal dengan limaadenektomi pelvis bilateral. !ebuah

     penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa pasien dengan keterlibatan

     parametrium, kelenjar lime yang positi, atau batas sayatan yang positi lebih

     baik diobati dengan kombinasi cisplatin paska operati dan radiasi pelvis.3

    • !tadium IIb > I5a7 ?ntuk kanker serviks uteri bersiat lokal dan lanjut "stadium

    IIb, III dan I5a#, radiasi merupakan pilihan pengobatan selama bertahun-tahun.

    &agaimanapun juga, hasil-hasil dari uji klinis acak yang luas menunjukkan

     perbaikan yang dramatis pada ketahanan hidup pasien dengan kombinasi

     penggunaan kemoterapi dan radiasi. erapi radiasi dimulai dengan pengobatan

    radiasi sinar eksternal untuk mengurangi massa tumor agar dapat dilakukan

  • 8/16/2019 Kanker Serviks - Neoplasia

    24/24

    aplikasi intrakaviter selanjutnya. &rakiterapi menggunakan aplikator 

    afterloading   yang ditempatkan pada kavum uteri dan vagina. Kemoterapi

     berbasiskan cisplatin dikombinasikan dengan radiasi pada pasien-pasien

    dengan kanker serviks uteri stadium lanjut merupakan pengobatan standar.3

    • !tadium I5b dan kanker yang rekurens7 !elama bertahun-tahun pasien

    diberikan dengan kemoterapi. =gen tunggal cisplatin merupakan pengobatan

    standar. &aru-baru ini, kombinasi penggunaan cisplatin dan topocetan

    menunjukkan perbaikan ketahanan hidup secara signiikan dibandingkan agen

    tunggal cisplatin. adiasi paliati sering digunakan secara individual untuk 

    mengontrol perdarahan, nyeri pelvis, atau obstruksi urin maupun obstruksi

    usus.3