Click here to load reader

Kamus Rimbawan

  • View
    697

  • Download
    193

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Kamus Rimbawan

Text of Kamus Rimbawan

  • 1

  • 2

    KATA PENGANTAR

    Salam Rimbawan,

    Pertama-tama terimalah salam, dan kerinduan kami kepada para rimbawan sekalian.

    Kami merasa sangat bahagia bahwa Kamus Rimbawan, ternyata menjadi best seller di kalangan para

    rimbawan. Terbukti, edisi pertama dalam dalam waktu yang relatif singkat sudah habis terjual.

    Tidak terasan waktu berjalan dengan cepatnya. Sudah 4 (empat) tahun sejak Kamus Rimbawan edisi

    pertama diterbitkan, tepatnya tanggal Juli 2006. Dalam kurun waktu tersebut, perkembangan

    peristilahan kehutanan sudah cukup banyak. Namun lebih dari itu, para rimbawan yang belum memiliki

    Kamus Rimbawan menanyakan dimana dapat membeli Kamus Rimbawan sedangkan para rimbawan yang

    sudah memiliki Kamus Rimbawan menanyakan kapan Kamus Rimbawan di revisi.

    Edisi revisi, artinya Kamus Rimbawan edisi Pertama ditambah dengan peristilah baru di bidang kehutanan

    yang muncul dalam kurun waktu 2006-2009. Istilah yang diketemukan cukup banyak, yakni 1000

    istilah. Dengan demikian peristilah kehutanan yang ada dalam Kamus Rimbawan edisi revisi berjumlah

    4545, suatu angka yang mudah untuk diingat.

    Untuk Kamus Rimbawan Edisi Revisi, Kami terbitkan dalam bentuk ebook dengan judul EBOOK KAMUS

    RIMBAWAN. Harapannya sederhana, agar Kamus Rimbawan Edisi Revisi dapat diperoleh dengan harga

    yang lebih terjangkau dan lebih mudah. Dengan demikian akan semakin banyak para rimbawan yang

    dapat memiliki Kamus Rimbawan.

    Sebagai penyusun yang telah membaca ribuan peraturan perundang-undangan di bidang kehutanan,

    mengingatkan kepada para rimbawan bahwa istilah kehutanan sangat sederhana, namun bila sudah

    dikemas dalam peraturan perundang-undangan akan mempunyai kekuatan hukum yang yang luar biasa.

    Untuk itu, kami sampaikan kembali potongan sambutan Bapak Menteri Kehutanan pada Kamus

    Rimbawan edisi pertama : ..... Saya berharap KAMUS RIMBAWAN ini menjadi pegangan para rimbawan

    dimanapun berkerja.

    Terima kasih kepada para rimbawan yang telah mendorong, memberi semangat dan juga yang telah

    memiliki Kamus Rimbawan, karena para rimbawan sekalian, maka Kamus Rimbawan ini ada.

    Bogor, 15 Juni 2010,

    Ir. Bambang Winarto, MM

  • 3

    PENGANTAR PENYUSUN

    Salam Rimbawan,

    Pertama-tama terimalah salam kami, kerinduan kami dan hormat kami kepada para rimbawan sekalian.

    Sebagai penyusun kami memberi judul buku ini KAMUS RIMBAWAN dengan harapan menjadi pegangan

    para rimbawan. Rimbawan adalah rimbawan, dimanapun bekerja apakah bekerja di sektor pemerintahan

    atau di sektor swasta atau sebagai mahasiswa kehutanan.

    Sebagai penyusun kami tidak menduga bahwa pengertian/definisi dari istilah kehutanan cukup banyak

    atau malahan sangat banyak, tercatat lebih dari 3456 pengertian/definisi dari istilah kehutanan yang

    tersebar diberbagai peraturan perundangan. Pengertian/definisi dari istilah yang demikian banyak tidak

    mungkin untuk diingat. Satu-satunya cara adalah dengan memiliki KAMUS RIMBAWAN yang sementara

    ini sedang dibaca.

    KAMUS RIMBAWAN disusun bersifat praktis dan dinamis, yang mengandung makna bahwa

    pengertian/definisinya dipergunakan dalam kegiatan pemerintahan dan bersifat dinamis, yang berarti

    bahwa KAMUS RIMBAWAN akan senantiasa diperbarui seseuai dengan perkembangan kehutanan.

    Jika rimbawan berdiskusi tentang kawasan hutan, tentu bukan berbicara masalah hutan, karena

    pengertian kawasan hutan dan hutan adalah berbeda. Demikian pula, jika berbicara mengenai

    kawasan pelestarian alam adalah berbicara masalah taman nasional, taman wisata alam, taman

    wisata laut dan taman hutan raya, bukan bicara hutan lindung. Kedua hal tersebut sekedar contoh

    bagaimana para rimbawan mempunyai pandangan yang sama terhadap suatu istilah.

    Sebagai contoh pengertian/definisi suatu istilah tentang Dana Reboisasi yang terdapat dalam UU

    41/1999, PP 35/2002 dan Kepmenhut 128/Kpts-II/2003 sebagai berikut :

    Dana Reboisasi adalah dana yang dipungut dari pemegang izin usaha pemanfaatan hutan dari hutan

    alam yang berupa kayu dalam rangka reboisasi dan rehabilitasi hutan. Dana tersebut hanya digunakan

    hanya untuk membiayai kegiatan reboisasi dan rehabilitasi serta kegiatan pendukungnya. (UU 41/1999).

    Dana Reboisasi adalah dana untuk reboisasi dan rehabilitasi hutan serta kegiatan pendukungnya yang

    dipungut dari pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan dari hutan alam yang berupa kayu. (PP

    35/2002).

    Dana Reboisasi adalah dana untuk reboisasi dan rehabilitasi hutan serta kegiatan pendukungnya yang

    dipungut dan Pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan dari hutan alam yang berupa kayu.

    (Kepmenhut 128/Kpts-II/2003).

  • 4

    Secara teknis pengertian di atas, baik menurut UU 41/1999, PP 35/2002 dan Kepmenhut 128/Kpts-

    II/2003, tentang dana reboisasi adalah sama. Akan tetapi, dari sisi hukum dapat memberikan makna

    yang berbeda, yang dapat diartikan PP 35/2002 tidak mengacu pada UU 41/1999. Akibat lebih lanjut

    yang terjadi adalah dalam penyusunan peraturan pada tingkat peraturan menteri atau peraturan eselon

    satu, yang diacu bukan Undang-Undang seperti yang terdapat pada contoh di atas akan tetapi pada

    peraturan yang lebih rendah, dalam contoh di atas Kepmenhut 128/Kpts-II/2003 mengacu pada PP

    35/2002 bukan lagi pada UU 41/1999.

    Kita mengetahui dan menyadari bahwa dalam peraturan perundangan mempunyai konsekuensi hukum

    yang harus ditaati. Ada contoh menarik yang terjadi di lapangan, hanya karena masalah

    pengertian/definisi, suatu hasil hutan berupa rotan disita di pelabuhan Surabaya.

    Secara singkat, penyusun ingin menyampaikan bahwa pengertian/ definisi dalam suatu peraturan

    perundangan adalah penting.

    Ide penyusunan KAMUS RIMBAWAN adalah sangat sederhana, yakni : 1. Para rimbawan mempunyai

    pengertian/definisi yang sama tentang istilah kehutanan; 2. Sebagai pegangan para rimbawan dalam

    melaksanakan tugas; 3. Memudahkan para rimbawan dalam mencari suatu istilah atau pengertian/definisi

    dari suatu istilah yang berhubungan dengan kehutanan; 4. Memudahkan para rimbawan dalam

    memberikan pengertian kepada pejabat atau masyarakat yang berlatar belakang bukan rimbawan;

    5. Dapat dijadikan acuan dalam pembakuan istilah kehutanan.

    Di dalam KAMUS RIMBAWAN juga disajikan Landasan Idiil Penunaian Tugas Rimbawan Dalam

    Bidang Hutan Dan Kehutanan dan Mars SERUAN RIMBA untuk mengingatkan kembali akan tugas

    Rimbawan dalam mengurus hutan dan kehutanan.

    Mudah-mudahan KAMUS RIMBAWAN dapat memberikan manfaat bagi para rimbawan dalam

    melaksanakan tugasnya

    Tidak ada gading yang tak retak, kami sangat menyadari bahwa KAMUS RIMBAWAN yang ada di

    tangan saudara masih belum mencakup seluruh istilah kehutanan, masih banyak kekurangan. Untuk itu,

    saran dan kritik untuk perbaikan buku ini akan kami terima dengan tangan terbuka disertai ucapan terima

    kasih.

    Bogor, Juli 2006

    Ir. Bambang Winarto, MM.

  • 5

    SAMBUTAN MENTERI KEHUTANAN

    Assalaamualaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

    Pertama yang ingin saya sampaikan adalah kegembiraan saya dengan adanya KAMUS RIMBAWAN, yang

    akan memudahkan saya untuk lebih mengerti tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan

    kehutanan. Kedua adalah saya sungguh tidak menduga bahwa istilah yang berhubungan dengan

    kehutanan sangat banyak, yang mau tidak mau harus kita ketahui pula.

    Kita sadari dan yakini bersama bahwa hutan tropika Indonesia merupakan anugrah dari Tuhan Yang

    Maha Esa kepada bangsa Indonesia. Suatu kekayaan alam yang luar biasa, baik nilai secara ekonomi

    maupun nilai lainnya yang tidak dapat dihitung secara ekonomi. Undang-Undang Dasar 1945 telah

    mengamanatkan bahwa hutan dengan segala isinya hendaknya dapat dimanfaatkan untuk sebasar-besar

    kemakmuran rakyat dengan tetap menjaga kelestariannya.

    Dalam sistem pemerintahan sekarang ini, ada pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah

    kabupaten/kota, pengelolaan hutan menjadi semakin rumit. Bahkan sering terjadi perbedaan pendapat

    sesama rimbawan dalam memandang hutan. Sudah saatnya, para rimbawan dimananapun bekerja,

    apakah di pemerintah pusat, pemeritah daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, ataupun

    rimbawan yang bekerja di sektor swasta mempunyai pengertian yang sama dalam memandang

    kehutanan sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

    KAMUS RIMBAWAN yang disusun Ir. Bambang Winarto MM, pegawai Departemen Kehutanan yang telah

    mengabdi lebih dari 27 tahun dan mempunyai pengalaman di berbagai daerah patut dihargai. Kamus

    yang akan memudahkan mencari pengertian tentang istilah kehutanan berdasarkan peraturan

    perundangan. Meskipun hanya pengertian, namun saya anggap itu cukup penting. Jika rimbawan sendiri

    belum memahami suatu pengertian kehutanan bagaimana mungkin duduk bersama mendiskusikan suatu

    masalah kehutanan?

    Kepada Saudara Ir. Bambang Winarto MM, saya ucapkan selamat, saya menghargai Saudara yang

    dengan ketekunan, kesabaran dan ketelitiannya telah mampu menyusun sebuah kamus yang kita

    perlukan bersama. Terima kasih atas karya Saudara. Saya berharap KAMUS RIMBAWAN ini menjadi

    pegangan para rimbawan dimanapun berkerja.

    Saya ingin mengingat kembali bahwa kelestarian hutan kini dan masa datang sangat ditentukan oleh

    para rimbawan sendiri. Mari kita bangun bersama hutan dan kehutanan untuk kesejahteraan masyarakat.

    Sekian da