of 150/150
PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR STUDIO (Kode Mata Kuliah ISI 128) Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan Oleh I PUTU TONY HARTAWAN 0210205017 JURUSAN DESAIN PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNKASI VISUAL FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN ISTITUT SENI INDONESIA (ISI) DENPASAR 2011

Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

  • View
    0

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR STUDIOBagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan
Melalui Media Komunikasi Visual
2011
Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan
Melalui Media Komunikasi Visual
Di Kabupaten Tabanan
Karya tulis ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memeperoleh Gelar
Sarjana Seni (S1)
2011
i
Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan
Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan.
Telah diperbaiki dan disetujui untuk memenuhi persyaratan dalam menempuh
ujian tingkat akhir guna memperoleh gelar sarjana (S1) pada Fakultas Seni Rupa
dan Desain Institut Seni Indonesia yang diujikan pada :
Hari : Rabu
Pembimbing I Pembimbing II
Drs. Cok Gd. Rai Padmanaba M.Erg Drs. Cok Gd. Raka Swendra M.Si
NIP: 195912161988031002 NIP: 195805041090031001
HALAMAN PENGESAHAN UJIAN DAN LEMBAGA
Pengantar Karya Tugas Akhir ini disusun oleh: Nama : I Putu Tony Hartawan
NIM : 0210205017 Jurusan : Desain
Program studi : Desain Komunikasi Visual Judul : KAMPANYE MANFAAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI BAYI
SAMPAI DENGAN UMUR 6 BULAN MELALUI MEDIA KOMUNIKASI
VISUAL DI KABUPATEN TABANAN.
Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Ujian Sarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar pada tanggal 8 Juni 2011 sebagai syarat untuk mencapai gelar Sarjana Seni (S1) dan dinyatakan sah.
Dewan Penguji Nama Lengkap NIP TTD
Ketua Sidang: Drs. Cok Gd. Rai Padmanaba M.Erg 197310041999031002 ...…............
Sekretaris: Drs. Cok Gd. Raka Swendra, M.Si 195805041990031001 ...................
Penguji Utama : Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn 196107061990031005 .…..............
Anggota: Drs. I Gede Mugi Raharja, M.Sn 196307051990101001…................
Anggota: Prof. Dr. Drs. I Nym Artayasa, M.Kes 196403241990031002 …...............
Mengesahkan Mengetahui
Denpasar, ……………………………. Pj. Ketua Jurusan Desain Pj. Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Fakultas Seni dan Desain
Institut Seni Indonesia Denpasar Institut Seni Indonesia Denpasar
Dra. Ni Made Rinu, M.Si Prof. Dr. Drs. I Nym Artayasa, M.Kes
NIP. 195702241986012002 NIP. 1964 03241 99 0031002
iii
Sebagai mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, yang bertanda tangan
di bawah ini, saya:
Nama : I Putu Tony Hartawan, Mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar
NIM : 0210205017
Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-
Eksklusif Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul KAMPANYE
MANFAAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI BAYI SAMPAI
DENGAN UMUR 6 BULAN MELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL
DI KABUPATEN TABANAN, beserta perangkat yang diperlukan (bila ada),
dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif ini.
Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar berhak menyimpan, mengalihkan-
media/format-kan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (database)
mendistribusikannya, dan menampilkan/mempublikasikannya di internet/media
lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya.
Saya bersedia untuk menanggung secara pribadi, tanpa melibatkan pihak
Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, segala bentuk tuntutan hukum yang
diambil atas pelanggaran hak cipta dalam karya ilmiah saya ini.
Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di : Denpasar
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena
berkat rahmatNya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul
Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6
Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan. Tugas akhir ini
dibuat untuk memenuhi persyaratan akademis meraih gelar sarjana S1 untuk
program studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut
Seni Indonesia Denpasar.
Pada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-
besarnya kepada:
1. Prof. DR. I Wayan Rai S, MA selaku Rektor Institur Seni Indonesia
Denpasar, yang mengijinkan mengikuti perkuliahan di Institur Seni
Indonesia Denpasar.
2. Dra. Ni Made Rinu, M.Si selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain
Institut Seni Indonesia Denpasar, yang telah memberikan fasilitas selama
kuliah.
3. Bapak Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes selaku Ketua Jurusan Desain
Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar, atas
kebijakan-kebijakan akademis.
4. Bapak Drs. I Nyoman Mantra Fandy, M.Si Selaku Ketua Program Studi
Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Denpasar, atas arahan,
wawasan kurikulum dan program-program akademik.
5. Bapak Drs. Cok Gd. Rai Padmanaba, M.Erg. selaku pembimbing I yang
telah memberikan bimbingan selama menyusun Tugas Akhir ini.
6. Bapak Drs. Cok Gd. Raka Swendra M.Si selaku pembimbing II atas
bimbingan yang diberikan dalam menyusun Tugas akhir ini.
7. Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, atas attensi dan bantuannya selama
penulis melakukan observasi.
8. Segenap keluarga dan yang selalu memberikan motivasi dan semangat
dalam mengerjakan Tugas Akhir ini.
v
Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih sangat kurang dan jauh dari
sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang
membangun demi kesempurnaan tugas akhir ini.
Denpasar, ..........................
Penulis
vi
ABSTRAK
Nama : I Putu Tony Hartawan Judul : Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan
Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan
Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan merupakan sebuah Skripsi Tugas Akhir yang mencoba memaparkan sebuah
proses perancangan media untuk menginformasikan suatu pesan berkenaan dengan upaya kampanye manfaat pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan. Pemilihan manfaat pemberian ASI eksklusif ini sebagai studi kasus
dalam Tugas Akhir ini didasari atas pertimbangan bahwa rendahnya tingkat keberhasilan pemberian ASI eksklusif dikabupaten tabanan dan menduduki
peringkat keenam di Bali. Kurangnya pengetahuan mengenai manfaat dari pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu faktornya. Oleh karena itu dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan membutuhkan bantuan seorang
desainer yang dapat merancang media komunikasi visual untuk kampanye manfaat pemberian ASI eksklusif dengan harapan masyarakat mendapat informasi
dan pengetahuan tentang manfaat pemberian ASI eksklusif ini. Untuk memperoleh data dalam tulisan ini digunakan metode observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Setelah data-data tersebut terkumpulkan,
selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Kemudian mengenai kriteria yang dijadikan indikator untuk menilai desain adalah:
fungsional, komunikatif, informatif, ergonomis, estetis, simplicity, surprise, dan etis. Adapun konsep dasar yang digunakan untuk perancangan media
komunikasi visual untuk kampanye manfaat pemberian ASI ekskluif ini adalah konsep simplicity. Dari segi ilustrasi, digunakan ilustrasi fotografi yang akan
disempurnakan di media komputer. Dari segi tipografi, jenis font yang digunakan adalah jenis font yang mudah dibaca dan jelas seperti Arial, Bickham Script Pro Semibold, Calibri, Century Gothic, One Stroke Script LET, Trebuchet MS dan
font lainnya sesuai dengan kebutuhan media tersebut. Dan dari segi warna, warna putih dan biru (primer) akan lebih dominan digunakan yang memberikan kesan
hidup sehat yang merupakan unsur dari kesehatan. Adapun beberapa rancangan media yang dibuat untuk kampanye manfaat pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan diantaranya adalah : Poster, Spanduk, X- Banner, Flayer,
Brosur, T-Shirt, Paper bag , Stiker, Pin, serta Katalog.
Kata kunci: ASI eksklusif, manfaat dari pemberian, media komunikasi visual.
vii
ABSTRACT
Name : I Putu Tony Hartawan Title : A campaign which promotesthe benefit of breastfeeding babies until 6
months old trough visual communication media in Tabanan.
The aim of the final work ”Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan” was to explain about a media design process to inform a message to the residents of Tabanan Regency in the matter of the efforts of a
campaign about the benefit of the breastfeeding. The subject of the positive effects of the breatsfeeding as a studie case in this final work has been chosen, actually
was based on the consideration of how low the rate of the giving of the breastfeeding in this regency, which earned the sixth rank in Bali. The lack of knowledge in the benefit of giving the breastfeeding to the baby is one of the
issues of the situation. Therefore, Health Department of Tabanan Regency in this case needed an assitent from a designer to be able to visualize the message to the
residents in a visual communication media to support their campaign about how important the breastfeeding is. From this project, they hoped that the recidents could be well informed en educated, so then the babies in this regency could get
more better nutrition to increase their health. There are three reseach methods were used to collect the data to write
this work, such as observation method, interview method and library method. First of all, all the data were gathered. After that, it had been analyzed with descriptive analysis method. Furthermore, over the criterions which were used as
indicators to analyzed the design, namely funtional, communicative, informative, ergonomic, estetic, simplicity, surprise and ethic.
It so happens that the main concept which was used in the design of the visual communication media was the concept of simplicity to campaign the benefit of the giving of breastfeeding. From the illustration aspects, photography
illustration was used, which had completed with computer media. Based on the typography, Arial, Trebuchet MS and other fonts depend on the nesissities of the
works were applied to the media designs in order to make the message clear to the targets. Concerning the aspect of the colours, white and blue (as the dominant colour) were utilized to give the impression of healthy life. There were few media
designs have been created for the campaign in Tabanan Regency concerned to the benefit of giving breastfeeding, just as Poster, Banner, X-Banner, Brochure, T-
shirt, Paper bag, Sticker, Pin and the last one Catalogue.
Key words: breastfeeding, the benefit of giving, visual communication media.
viii
SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................... iii
KATA PENGANTAR...................................................................................... iv
1.1.1 Faktor Obyektif ................................................................. 2
1.1.2 Faktor Subyektif ................................................................ 4
1.2 Pengertian Judul ................................................................ 6
1.3 Rumusan Masalah ............................................................. 7
1.4 Batasan Masalah ................................................................ 8
1.5.1 Tujuan Perancangan .......................................................... 8
1.5.2 Manfaat Perancangan ........................................................ 8
1.6 Metode Perancangan ......................................................... 9
1.6.3 Indikator serta Model Penilaian Desain ............................ 11
1.7 Sitematika Penulisan ......................................................... 14
2.1 Data Teoritis / Aktual ........................................................ 16
2.1.1 Aspek-aspek Desain Komunikasi Visual .......................... 16
ix
2.1.2.1 Keseimbangan ................................................................... 49
2.1.2.3 Irama (Rhythm) .................................................................. 53
2.1.3.1 Bahan ................................................................................. 59
2.1.4.1 Teori Semantik .................................................................. 71
2.1.4.2 Teori Pragmatik ................................................................. 71
2.1.4.3 Teori Sintatik ..................................................................... 72
2.2.1 Nama Obyek ...................................................................... 75
2.2.2 Penanggung Jawab ........................................................... 75
2.2.5 Potensi kasus ..................................................................... 78
2.3.1 Analisis .............................................................................. 79
x
3.2 Pola Pikir ........................................................................... 86
3.4 Strategi Media ................................................................... 89
3.4.1 Khalayak Sasaran .............................................................. 90
3.6 Strategi Kreatif .................................................................. 96
3.6.1 Isi Pesan ............................................................................. 97
3.6.2 Bentuk Pesan ..................................................................... 97
3.6.3 Strategi Visual ................................................................... 97
3.6.4 Gaya Visual ....................................................................... 97
4.1. Flyer................................................................................... 99
4.1.2 Kreatif Desain.................................................................... 101
4.1.3 Tampilan Desain................................................................ 101
4.2.2 Kreatif Desain.................................................................... 104
4.3.2 Kreatif Desain.................................................................... 106
4.3.3 Tampilan Desain................................................................ 107
4.4.2 Kreatif Desain.................................................................... 109
4.4.3 Tampilan Desain................................................................ 109
4.5.2 Kreatif Desain.................................................................... 112
4.5.3 Tampilan Desain................................................................ 112
4.6.2 Kreatif Desain.................................................................... 114
4.6.3 Tampilan Desain................................................................ 114
4.7.2 Kreatif Desain.................................................................... 117
4.7.3 Tampilan Desain................................................................ 117
4.8.2 Kreatif Desain.................................................................... 119
4.8.3 Tampilan Desain................................................................ 119
4.9.2 Kreatif Desain.................................................................... 122
4.9.3 Tampilan Desain................................................................ 122
4.10.2 Tampilan Desain................................................................ 125
Gambar 2.2 Ilustrasi Fotografi ................................................................... 19
Gambar 2.3 Ilustrasi tehnik gabungan ...................................................... 20
Gambar 2.5 Contoh Tipografi Jenis Sans Serif .......................................... 24
Gambar 2.6 Contoh Tipografi Serif ........................................................... 24
Gambar 2.7 Contoh Tipografi Sricpt ......................................................... 25
Gambar 2.8 Contoh Tipografi Decoratif.................................................... 25
Gambar 2.9 Contoh Tipografi Monospace................................................. 25
Gambar 2.12 Contoh Huruf Slab Serif ......................................................... 27
Gambar 2.13 Contoh huruf kelompok Sans Serif ........................................ 27
Gambar 2.14 Contoh rumpun huruf Universe.............................................. 28
Gambar 2.15 Gambar Lingkaran Warna ...................................................... 29
Gambar 2.16 Warna Primer ......................................................................... 30
Gambar 2.17 Contoh Warna Primer............................................................. 30
Gambar 2.21 Warna Kuarter........................................................................ 33
Gambar 2.23 Gambar logoteks Kosmetik Tje Fuk ...................................... 34
Gambar 2.24 Gambar logo PLN .................................................................. 34
Gambar 2.25 Logo IMS ............................................................................... 35
Gambar 2.26 Logo Fusion Media ................................................................ 35
Gambar 2.27 Logo Visit Indonesia 2008 ..................................................... 36
Gambar 2.28 Logo Altria ............................................................................. 36
Gambar 2.29 contoh gambar media lini atas (iklan majalah) ...................... 42
Gambar 2.30 contoh gambar media lini bawah (stiker) ............................... 43
xiv
Gambar 2.35 Model iklan dengan layout T.................................................. 46
Gambar 2.36 Model iklan dengan layout Z.................................................. 47
Gambar 2.37 Model iklan dengan layout S. ................................................. 47
Gambar 2.38 Model iklan dengan layout U. ................................................ 48
Gambar 2.39 Model iklan dengan layout Grid/sistem kolom...................... 48
Gambar 2.40 Model iklan dengan layout Checkerboard/Papan Catur. ....... 49
Gambar 2.41 Keseimbangan Simetri ........................................................... 50
Gambar 2.42 gambar Aplikasi Keseimbangan Simetri................................ 50
Gambar 2.43 Keseimbangan Radial ............................................................ 51
Gambar 2.44 gambar Aplikasi Keseimbangan Radial ................................. 51
Gambar 2.45 Keseimbangan Sederajat ........................................................ 51
Gambar 2.46 gambar Aplikasi Keseimbangan Sederajat............................. 51
Gambar 2.47 Keseimbangan Asimetri ......................................................... 52
Gambar 2.48 gambar Aplikasi Keseimbangan Asimetri.............................. 52
Gambar 2.49 Titik Fokus ............................................................................. 53
Gambar 2.50 Irama, lukisan karya Widayat................................................. 54
Gambar 2.51 Kesatuan Melalui Prinsip Hubungan...................................... 55
Gambar 2.52 Kesatuan Melalui Prinsip Grid............................................... 55
Gambar 2.53 Kesatuan Melalui Prinsip Kesejajaran ................................... 56
Gambar 2.54 Kesatuan Melalui Prinsip Aliran ............................................ 56
Gambar 2.55 Hirarki Visual ......................................................................... 57
Gambar 2.56 Kontras Antarelemen.............................................................. 57
Gambar 2.59 Mekanisme Cetak Offset Lithografi ....................................... 66
Gambar 2.60 Proses dimesin Offset ............................................................. 66
Gambar 2.61 Mekanisme Proses Cetak Dalam (Gravure)........................... 67
xv
Gambar 2.63 Proses Mencetak Tehnik Cetak Saring................................... 68
Gambar 2.64 Proses Tehnik Cetak Digital................................................... 69
Gambar 2.65 Denah Lokasi Dinas Kesehatan.............................................. 76
Gambar 2.66 Brosur mengenai ASI ............................................................. 77
Gambar 2.67 Aplikasi unsur-unsur desain komunikasi visual pada Brosur 80
Gambar 3.1 Skema Pola Pikir .................................................................... 86
Gambar 3.2 Skema Proses Perancangan .................................................... 88
Gambar 4.1 Bentuk fisik flyer.................................................................... 100
Gambar 4.3 Bentuk fisik X-Banner ........................................................... 103
Gambar 4.4 Media X-Banner ..................................................................... 104
Gambar 4.5 Bentuk stiker .......................................................................... 106
Gambar 4.6 Media Stiker ........................................................................... 107
Gambar 4.7 Bentuk fisik poster ................................................................. 109
Gambar 4.9 Bentuk pin .............................................................................. 112
Gambar 4.10 Media Pin ............................................................................... 112
Gambar 4.11 Bentuk paperbag .................................................................... 114
Gambar 4.12 Media paperbag ..................................................................... 115
Gambar 4.13 Bentuk spanduk ...................................................................... 117
Gambar 4.14 Media spanduk ....................................................................... 117
Gambar 4.15 Bentuk T-Shirt ........................................................................ 119
Gambar 4.16 Media T-Shirt ......................................................................... 120
Gambar 4.17 Bentuk Mug ............................................................................ 122
Gambar 4.18 Media brosur .......................................................................... 123
Gambar 4.19 Bentuk Katalog....................................................................... 125
xvi
berpatisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta
mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 4 UU No. 23 tahun
2002, tentang perlindungan anak). Salah satu hak anak yang tercantum di dalam
lima cluster hak anak adalah hak uatuk mendapatkan kesehatan dasar dan
kesejahteraan, dimana bayi 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif. (Brosur Dinas
Kesehatan Propinsi Bali : 2007).
Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi
yang belum tumbuh gigi-geliginya dan mempunyai nilai biologik yang tinggi.
Kecuali sebagai zat makanan, ASI juga menjadi media untuk hubungan bayi dan
ibunya. Hubungan secara psikologis dan immunologis menghantarkan kasih
sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat kemesraan bayi
terhadap ibunya sehingga terjalin hubungan yang harmonis.
Dengan memberikan ASI sejak bayi lahir yang diikuti dengan pemberiaan
MP-ASI yang cukup pada 6 bulan berikutnya akan menyebabkan pertumbuhan
dan perkembangan bayi dan anak secara optimal, termasuk perkembangan otak
serta bayi terlindung dari penyakit infeksi dan alergi.
Pemberian ASI juga merupakan media untuk menjalin hubungan
psikologis antara ibu dan bayinya. Hubungan ini akan menghantarkan kasih
sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat kemesraan bayi
terhadap ibunya, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan erat. Namun
sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui bayinya atau menghentikan menyusui lebih
dini.
2
Pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan untuk saat ini (tahun
2010) untuk tingkat keberhasilan mencapai angka 36,88 % menduduki peringkat
keenam dari delapan kabupaten yang ada di provinsi Bali.
Penelitian dan pengamatan yang dilakukan di berbagai daerah di wilayah
kabupaten Tabanan menunjukkan dengan jelas adanya kecenderungan
meningkatkannya jumlah ibu yang tidak menyusui bayi ini dimulai di kota yang
kemudian menjalar ke daerah pinggiran kota dan menyebar sampai ke desa-desa.
Penulis tertarik mengangkat kasus ini karena masyarakat khususnya di Kabupaten
Tabanan banyak yang kurang paham dan kurangnya pengetahuan mengenai
manfaat dari pemberian ASI eksklusif, selain bermanfaat untuk ibu dan bayinya
(bayi lebih kebal terhadap penyakit, tumbuh kembang serta tingkat kecerdasan
yang optimal, ibu yang menyusui memiliki resiko yang lebih rendah terhadap
kanker rahim dan kanker payudara, dll) juga untuk keluarga, biaya lebih hemat
dan murah (Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat)
dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit dan
tidak perlu uang untuk membeli susu formula). Apalagi belakangan ini
masyarakat cukup dibuat resah dan khawatir dengan bahaya dari bakteri sakazaki
yang diduga ada pada beberapa merek susu formula yang ada di pasaran saat ini.
Oleh karena itu sangat diperlukan media komunikasi visual yang tepat dan
efektif, yang dapat menginformasikan tentang manfaat dari pemberian ASI
eksklusif kepada para ibu- ibu khususnya di Kab. Tabanan. Dengan pemberian
ASI eksklusif pada bayi sampai dengan umur 6 bulan maka bayi lebih sehat,
lincah dan mengurangi biaya untuk pemeliharaan kesehatan ibu dan bayi
khususnya di Kabupaten Tabanan.
ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman
tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak
diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini. Pada tahun 2001 (WHO) World Health
Organization/ Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif
selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian,
ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak
berlaku lagi. Pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI eksklusif
selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi
daya tahan hidup bayi, pertumbuhan, dan perkembangannya. ASI memberi semua
energi dan gizi (nutrisi) yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya.
Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan
berbagai penyakit yang umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru,
serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran.
Bayi yang sehat, lahir dengan membawa cukup cairan di dalam tubuhnya.
Kondisi ini akan tetap terjaga bahkan dalam cuaca panas sekalipun, bila bayi
diberi ASI secara eksklusif (ASI saja) siang dan malam. Namun sayangnya
kebiasaan memberi minuman lain pada bayi selama 6 bulan pertama yaitu periode
pemberian ASI eksklusif masih dilakukan di banyak belahan dunia, yang
berakibat buruk pada gizi dan kesehatan bayi. Kebiasaan memberi air putih dan
minuman lain seperti teh, air manis, dan jus kepada bayi menyusui dalam bulan
bulan pertama, umum dilakukan di banyak negara. Kebiasaan ini seringkali
dimulai saat bayi berusia sebulan. Riset yang dilakukan di pinggiran kota Lima,
Peru menunjukkan bahwa 83% bayi menerima air putih dan teh dalam bulan
pertama. Penelitian di masyarakat Gambia, Filipina, Mesir, dan Guatemala
melaporkan bahwa lebih dari 60% bayi baru lahir diberi air manis dan/atau teh.
Alasan untuk memberi tambahan minuman kepada bayi berbeda sesuai nilai
budaya masyarakatnya masing-masing. Alasan yang paling sering dikemukakan
adalah: diperlukan untuk hidup menghilangkan rasa haus menghilangkan rasa
sakit (dari sakit perut atau sakit telinga) mencegah dan mengobati pilek dan
sembelit menenangkan bayi/ membuat bayi tidak rewel.
(http://bayidananak.com/2008/19/asi-eksklusif, diakses 14 Maret 2011)
Nilai budaya dan keyakinan agama juga ikut mempengaruhi pemberian
minuman tambahan untuk bayi. Dari generasi ke generasi diturunkan keyakinan
bahwa bayi sebaiknya diberi minuman tambahan. Air dipandang sebagai sumber
kehidupan suatu kebutuhan batin maupun fisik sekaligus. Sejumlah kebudayaan
menganggap tindakan memberi air kepada bayi baru lahir sebagai cara
menyambut kehadirannya di dunia.
Berikut manfaat dari pemberian ASI eksklusif untuk ibu dan bayinya
(bayi lebih kebal terhadap penyakit, tumbuh kembang serta tingkat kecerdasan
yang optimal, ibu yang menyusui memiliki resiko yang lebih rendah terhadap
kanker rahim dan kanker payudara, dll) juga untuk keluarga, biaya lebih hemat
dan murah (bila bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit
(hemat) dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan
sakit dan tidak perlu uang untuk membeli susu formula).
1.1.2 Faktor Subyektif
ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi baru
lahir. ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi selama 6 bulan
pertama kehidupannya, sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal.
Selain sebagai sumber energi dan zat gizi, pemberian ASI juga merupakan media
untuk menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayinya. Hubungan ini akan
menghantarkan kasih sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat
kemesraan bayi terhadap ibunya, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan
erat. Namun sering ibu- ibu tidak berhasil menyusui bayinya atau menghentikan
menyusui lebih dini.
Pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan untuk saat ini (tahun
2010) untuk tingkat keberhasilan mencapai angka 36,88 % menduduki peringkat
keenam dari delapan kabupaten yang ada di provinsi Bali (dikutip dari data yang
ada pada Dinas Kab. Tabanan: 2010). Data tersebut didapatkan melalui
Penggabungan dari data-data pada tiap-tiap puskesmas yang berada di masing-
masing kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan. Teknis penelitiannya dengan
melakukan pendataan/dipantau tiap bulan Februari dan Agustus.
Penelitian dan pengamatan yang dilakukan di berbagai daerah di wilayah
kabupaten Tabanan menunjukkan dengan jelas adanya kecenderungan
meningkatkannya jumlah ibu yang tidak menyusui bayi ini dimulai di kota
terutama pada kelompok ibu dan keluarga yang berpenghasilan cukup, yang
5
kemudian menjalar ke daerah pinggiran kota dan menyebar sampai ke desa-desa.
Banyak hal yang menyebabkan ASI ekslusif tidak diberikan khususnya bagi ibu-
ibu di Kabupaten Tabanan, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh:
a. Adanya perubahan struktur masyarakat dan keluarga. Hubungan kerabat yang
luas di daerah pedesaan menjadi renggang setelah keluarga pindah ke kota.
Pengaruh orang tua seperti nenek, kakek, mertua dan orang terpandang
dilingkungan keluarga secara berangsur menjadi berkurang, karena mereka
itu umumnya tetap tinggal di desa sehingga pengalaman mereka dalam
merawat makanan bayi tidak dapat diwariskan.
b. Kemudahan-kemudahan yang didapat sebagai hasil kemajuan Teknologi
pembuatan makanan bayi seperti pembuatan tepung makanan bayi, susu
buatan bayi, mendorong ibu untuk mengganti ASI dengan makanan olahan
lain.
c. Iklan yang menyesatkan dari produksi makanan bayi menyebabkan ibu
beranggapan bahwa makanan-makanan itu lebih baik dari ASI
d. Para ibu sering keluar rumah baik karena bekerja maupun karena tugas-tugas
sosial, maka susu sapi adalah satu-satunya jalan keluar dalam pemberian
makanan bagi bayi yang ditinggalkan dirumah.
e. Adanya anggapan bahwa memberikan susu botol kepada anak sebagai salah
satu simbol bagi kehidupan tingkat sosial yan lebih tinggi, terdidik dan
mengikuti perkembangan zaman.
f. Ibu takut bentuk payudara rusak apabila menyusui dan kecantikannya akan
hilang.
Sering juga ibu tidak menyusui bayinya karena terpaksa, baik karena
faktor intern dari ibu seperti terjadinya bendungan ASI yang mengakibatkan ibu
merasa sakit sewaktu bayinya menyusu, luka- luka pada puting susu yang sering
menyebabkan rasa nyeri, kelainan pada puting susu dan adanya penyakit tertentu
seperti tuberkolose, malaria yang merupakan alasan untuk tidak menganjurkan ibu
menyusui bayinya, demikian juga ibu yang gizinya tidak baik akan menghasilkan
ASI dalam jumlah yang relatif lebih sedikit dibandingkan ibu yang sehat dan
gizinya baik.
6
Di samping itu juga karena faktor dari pihak bayi seperti bayi lahir
sebelum waktunya (prematur) atau bayi lahir dengan berat badan yang sangat
rendah yang mungkin masih telalu lemah apabila mengisap ASI dari payudara
ibunya, serta bayi yang dalam keadaan sakit.
Semua faktor-faktor tersebut diatas yang dianggap sebagai penyebab
semakin berkurangnya kegiatan meminumkan ASI di kalangan para ibu- ibu untuk
saat ini, Khususnya di Kab. Tabanan.
Oleh karena itu sangat diperlukan media komunikasi visual yang tepat dan
efektif namun tetap memperhitungkan biaya yang ada, yang dapat
menginformasikan tentang manfaat dari pemberian ASI eksklusif kepada para ibu-
ibu khususnya di Kab. Tabanan. Dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi
sampai dengan umur 6 bulan maka bayi lebih sehat, lincah dan mengurangi biaya
untuk pemeliharaan kesehatan ibu dan bayi khususnya di Kabupaten Tabanan.
1.2 Pengertian Judul
Adapun judul yang diangkat dalam tugas akhir (studio) ini antara lain;
“Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6
Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan, Bali”.
Kampanye
mempengaruhi (Poerwadarminta, 1983 : 439).
Manfaat
Artinya guna, faedah; lw mudarat; mengerjakan pekerjaan yang tak ada –nya
sama dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia; (badudu, 2001:858)
Pemberian
Asi Ekslusif
ASI eksklusif berarti memberikan hanya ASI saja. Ini berarti bayi tidak diberi air
putih, teh, minuman ramuan, cairan lain, maupun MP-ASI lainnya selama 6 bulan
7
diakses 22 februari 2011)
Umur 6 bulan
Berarti lama waktu hidup (sejak dilahirkan): Anak itu-nya enam tahun…
(Poerwadarminta, 2003 : 1338). Usia anak pada waktu 6 bulan
Melalui
Media Komunikasi Visual
Adalah sarana untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada publik dengan
menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau gambar/foto.
(Pujirianto, 2005:15)
Menunjukkan dimana nama tempat/lokasi (salah satu kabupaten di Bali) kasus
yang diangkat.
Suatu gerakan yang mampu mempengaruhi khalayak ramai (masyarakat)
mengenai kegunaan dari pemberian ASI saja tanpa pemberian cairan lain dan MP-
ASI (makanan pendamping ASI) lainnya selama 6 bulan usia pertamanya melalui
sarana yang dapat menyampaikan pesan atau informasi kepada publik dengan
menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau gambar/foto
mengenai manfaat dari pemberian ASI eksklusif di salah satu kabupaten yang ada
di Bali.
Adapun rumusan masalah yang ingin disampaikan antara lain, sebagai berikut;
a. Media apa saja yang tepat untuk kampanye manfaat pemberian ASI ekslusif
bagi bayi sampai dengan umur 6 bulan ?
b. Bagaimana merancang media komunikasi visual yang baik, menarik,
komunikatif dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terutama para
8
ibu- ibu di Tabanan mengenai manfaat yang diperoleh bayi sampai dengan
umur 6 bulan dengan mengkonsumsi ASI eksklusif?
1.4 Batasan Masalah
Dari rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka batasan masalahnya
lebih difokuskan mulai dari perumusan masalah sampai dengan perwujudan yang
hanya sebagai contoh/prototype untuk kampanye manfaat pemberian ASI Ekslusif
bagi bayi sampai dengan umur 6 bulan di kabupaten Tabanan yang tepat untuk
masyarakat.
Tujuan perancangan adalah suatu pencapaian akhir yang diharapkan dari suatu
perancangan yang telah disusun atau direncanakan sebelumnya dan merupakan
suatu jawaban yang akan dicari sehubungan dengan adanya pertanyaan pada
rumusan masalah perancangan, sedang manfaat adalah suatu guna atau faedah
yang didapatkan dari suatu perancangan baik terhadap penulis maupun
masyarakat.
a. Untuk mengetahui media komunikasi visual (media promosi/iklan layanan
masyarakat) yang tepat dan efektif untuk menginformasikan kepada
masyarakat di Tabanan mengenai manfaat dari pemberian ASI eksklusif.
b. Untuk mengetahui proses perancangan media komunikasi visual yang baik,
menarik, komunikatif, dan sebagai media informasi yang dapat meningkatkan
kesadaran (mampu mempengaruhi) masyarakat mengenai manfaat dari
pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan.
1.5.2 Manfaat Perancangan
Adapun manfaat yang diharapkan dari karya tugas akhir ini antara lain sebagai
berikut :
a. Bagi Mahasiswa : Dapat melatih mahasiswa (penulis) dalam melihat suatu
permasalahan serta mencari solusi dari permasalahan tersebut yang tidak lain
9
efektif dan tepat guna untuk memberikan informasi yang jelas kepada
masyarakat di Kabupaten Tabanan mengenai pemberian ASI eksklusif, serta
mahasiswa mampu untuk berpikir secara terstruktur/sistematis dalam
mengaplikasikan disiplin ilmu yang telah didapatkan selama berkuliah yang
nantinya akan diterapkan dilapangan.
b. Bagi Lembaga : Memperkaya khazanah desain dan karya tulis baik yang
bersifat komersil maupun sosial.
lebih jelas mengenai manfaat pemberian ASI Ekslusif bagi bayi sampai
dengan umur 6 bulan.
d. Bagi Pihak Dinas Kesehatan : Akan menjadi referensi atau acuan bagi Dinas
Kesehatan Kabupaten Tabanan itu sendiri dalam membuat suatu media kepada
masyarakat dengan berdasarkan disiplin ilmu Desain Komunikasi Visual.
1.6 Metode Perancangan
pedoman secara teoritis dan dapat di pertanggung jawabkan secara tertulis
mengenai tugas yang dirancang sebagai karya Tugas Akhir. Adapun metode
perancangan yang digunakan penulis pada karya tugas akhir ini, antara lain
sebagai berikut :
Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam penyusunan
karya tulis, data yang terkumpul akan digunakan sebagai bahan analisis yang telah
dirumuskan. Metode yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah:
a. Kepustakaan.
Metode ini digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat teoritis dari
beberapa literatur atau bahan bacaan yang dapat dipertanggung jawabkan
kebenarannya. (Surakhmad, 1787 : 2) misalnya mencari informasi data-data
10
pada buku, artikel, majalah, surat kabar, brosur dan media lainnya yang ada
hubunganya dengan manfaat ASI eksklusif yang akan kami bahas.
b. Observasi.
Adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara terjun
langsung atau survei ke lapangan untuk mendapatkan data asli yang ada pada
tempat melakukan survey. Metode observasi juga bisa diartikan sebagai suatu
pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena atau gejala objek
yang sedang diselidiki. (Hadi, 1978 : 28). Tempat melakukan survey yaitu di
Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan.
tanya jawab sepihak / melalui kontak secara langsung kepada nara sumber,
dan dilakukan dengan sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian
(Marzuki, 1995 : 62). Wawancara ini dapat dilakukan dengan bertanya
langsung pada orang yang dianggap dapat memberikan informasi secara
mendetail dan sebenarnya. Wawancara kami lakukan pada Ibu I.G.A.A
Witarini Dwipayanti, S.KM. (bidang Promosi Kesehatan) pada tanggal 24
Maret 2011, pukul 11.00 Wita di Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan yang
beralamat di Jln. Gunung Agung No. 82, Tabanan-Bali. Dengan No. Telp.
(0361) 811419 dan fax. (0361) 815158
d. Dokumentasi.
Metode pengumpulan data dengan cara mencari data berupa foto-foto dan
gambar yang berhubungan dengan tema kesehatan (Arikunto, 1985 : 72),
metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara merekam suatu
gambar dengan kamera foto serta mengumpulkan arsip-arsip yang
menyangkut pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Kabupaten
Tabanan.
Metode ini digunakan untuk mendapatkan data baik berupa gambar maupun
teori dengan cara mengunduh atau dengan cara mengopinya, sebaiknya
11
sumber yang diambil dari alamat web yang dapat dipercaya keakuratan
datanya.
Metode analisis data yang di gunakan dalam perancangan media komunikasi
visual ini adalah metode analisis deskritif. Metode analisis deskritif adalah suatu
metode dimana dalam melakukan penelitian pada suatu kelompok manusia, suatu
obyek, suatu kondisi, suatu sistem, pemikiran ataupun satu kelas peristiwa pada
masa sekarang melalui analisis tentang hubungan sebab akibat. Kemudian
dilakukan melalui berbagai kajian historis, kajian dokumen, intepretasi peristiwa,
kajian informasi, perekaman suatu kejadian, hingga penafsiran suatu fenomena
sosial yang didapat melalui pencatatan di lapangan yang kemudian ditampilkan
dalam bentuk yang terarah dan terolah secara teoritis. Metode ini bertujuan untuk
membuat deskripsi/gambaran atau lukisan secara jelas, sistematis, faktual dan
akurat mengenai fakta- fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang
diselidiki.
Jadi dalam hal ini penulis menganalisa dan membandingkan data yang
didapat dari Dinas Kesehatan mengenai manfaat ASI eksklusif dengan teori yang
berkaitan dengan kasus yang diangkat, kesimpulannya metode analisis deskritif
adalah menggambarkan fakta-fakta tentang manfaat pemberian ASI ekslusif bagi
bayi sampai dengan umur 6 bulan kemudian dibandingkan dengan teori- teori
yang diperoleh. Dari hasil perbandingan tersebut kemudian dilakukan koreksi atas
selisih yang terjadi sehingga nantinya akan diperoleh suatu pemecahan masalah
yaitu diperoleh suatu desain yang terpilih, sebagai media promosi yang baik dan
menarik serta komunikatif untuk menginformasikan kepada masyarakat di
Kabupaten Tabanan mengenai manfaat pemberian ASI ekslusif bagi bayi sampai
dengan umur 6 bulan.
Indikator yang nantinya akan dipakai sebagai acuan didalam menilai desain
ialah ilustrasi, teks, warna, teknik cetak. Dibuat alternatif desain dari media yang
12
dipilih. Desain yang terbaik dipilih dari tiga alternatif desain yang diukur
berdasarkan kriteria desain.
a. Komunikatif
Desain harus menggambarkan sesuatu yang tepat dan mudah d imengerti
sehingga mampu mengarahkan konsumen pada misi dan tujuan (Sachari, 1986
: 78).
(Poerwadarminta, 2000 : 432).
c. Ergonomis
Memiliki sifat sesuai desain, dan nyaman saat d inikmati oleh konsumen, baik
dari segi bentuk, ukuran, bahan dan komposisi (Sachari, 1986 : 3).
d. Artistik
Keindahan adalah sifat dari sesuatu benda yang memberi kita kesenangan
yang tidak berkepentingan yang kita bisa peroleh semata-mata dari
memikirkan atau melihat benda individu itu bagaimana mestinya (Susanto,
2002 : 54).
e. Simplicity
Penyampaian pesan yang tidak terlalu rumit, singkat, padat, dan jelas
(Poerwadarminta, 2000 : 888).
Desain yang dibuat harus bisa memberikan kejutan bagi komunikan dengan
menampilkan unsur-unsur yang lain sehingga mampu menarik perhatian
(Sachari, 1986 : 89).
Desain tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat (Sachari, 1986 :
67).
13
penilaian berdasarkan prinsip-prinsip desain yang ada. Dari sinilah diperlukan
usaha menentukan tingkatan dan kualitas, kriteria-kriteria tentang apa yang
disebut sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Masing-masing
tingkatan kualitas akan disususun berdasarkan jenjang ilmu dan mulai dari nilai
tertinggi adalah lima 5 dan nilai terendah adalah 1.
a. Nilai 5 = sangat baik
b. Nilai 4 = baik
c. Nilai 3 = cukup
d. Nilai 2 = kurang
Untuk menentukan desain terpilih dari alternatif- alternatif desain yang dibuat,
dapat dilakukan melalui pemberian nilai dari masing-masing indikator dan unsur-
unsur desain, dengan menggunakan perhitungan rumus, yaitu:
R = Jumlah rata-rata skor keseluruhan (tiap unsur) x 100%
N
Keterangan : N = Nilai skor tertinggi x jumlah indikator (5 x 8 = 40)
Setelah masing-masing alternatif desain dinilai berdasarkan prinsip dan
kriteria desain akan terlihat satu desain yang menduduki rangking teratas dan
desain inilah yang nantinya sebagai desain terpilih (Nazir, 2000 : 338).
Berikut adalah format penilaian yang digunakan untuk memberikan nilai
pada seluruh alternatif desain yang ada.
14
Untuk mendapatkan gambaran yang jelas, terarah dan terstruktur mengenai
pengantar karya Tugas Akhir maka dalam penulisan pengantar karya ini akan
dibagi dalam 5 bab yang dibuat secara sistematis yang mana antara bab yang satu
dengan bab yang lainnya akan memeiliki hubungan erat yang tidak akan dapat
dipisahkan. Sistematika dari pengantar karya pada masing-masing babnya dapat
dirincikan sebagai berikut :
Bab I Pendahuluan
Pada bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang masalah yang merupakan
hal dasar diangkatnya suatu masalah yang nantinya dapat digunakan sebagai
acuan untuk perancangan media yang akan dibuat, termasuk di dalamnya terdapat
pengertian judul khasus, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat
perancangan, metode analisis data, dan indikator penilaian desain.
Bab II Tinjauan dan Analisa Data
Pada bab ini akan diuraikan mengenai tinjauan dari berbagai data-data yang
diperoleh sehingga nantinya akan digunakan sebagai data aktual dan faktual untuk
15
nantinya akan dianalisis kembali menjadi sebuah data sintesa sehingga dapat
dicjadikan acuan dalam perumusan konsep desain.
Bab III Konsep Desain
Pada bab ini akan menguraikan tentang konsep dasar perancangan, pola pikir,
skema proses perancangan, strategi media, program tayangan media, dan strategi
kreatif yang selanjutnya akan dijadikan dasar pada visualisasi desain.
Bab IV Visualisasi Desain
Pada bab ini menguraikan tentang seluruh visualisasi desain yang telah
dibuat dalam bentuk gambar serta uraian/keterangan rinci mengenai masing-
masing desain. Adapun visualisasi desain yang diuraikan, antara lain: Flyer, X-
banner, Stiker, Poster, Pin, Paperbag, Spanduk, T’shirt, Brosur, dan Katalog.
Bab V Penutup
Pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dari unsur-unsur yang berpengaruh
pada proses perancangan yang telah dibuat sehingga akan diketahui hal yang
menjadi alasan media informasi yang layak untuk diperlihatkan (ditampilkan)
kepada masyarakat. Sedangkan saran merupakan rekomendasi kepada pihak-pihak
terkait. Kemudian tidak lupa bab ini berisi mengenai saran-saran dan rekomendasi
pada pihak-pihak yang terkait.
TINJAUAN DAN ANALISA DATA
2.1 Data Teoritis / Aktual
Data teoritis atau aktual adalah data yang mengarah (mengacu) pada sumber-
sumber data ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan dan literatur mengenai
teori-teori tentang media desain komunikasi visual yang berhubungan dengan
kasus dan konsep pengerjaan Tugas Akhir ini (data yang bisa dimanfaatkan dalam
perancangan).
Media adalah alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio,
televisi, film, poster dan spanduk yang terletak di antara dua pihak. (Hasan, 2002 :
726.) Landasan pemikiran dalam pemilihan media adalah kemampuan untuk
menjangkau massa, kapasitas informasi yang dapat diemban media, target
audience (Ananda, 1978 : 10). Jadi dapat disimpulkan Media komunikasi visual
adalah suatu sarana informasi yang dapat dilihat dan dapat menginformasikan
suatu maksud atau pesan (informasi) yang ingin di sampaikan. Media-media yang
dirancang tentu tidak akan terlepas dari unsur-unsur desain yang mendukung
media yang akan dibuat nantinya, antara lain : ilustrasi, teks, huruf/ tipografi,
warna dan media.
Ilustrasi berasal dari bahasa latin yaitu ilustrare yang berarti menerangkan atau
memperlihatkan sesuatu, ilustrasi dapat berupa gambar, simbol, relief, musik yang
tujuannya untuk mengkomunikasikan atau menjelaskan sesuatu (Santosa, 2002 :
57).
Ilustrasi adalah gambar untuk membantu memperjelas isi buku, atau karangan
(Hasan, 2002 : 425.). Pengertian ilustrasi menurut Maya Ananda, adalah sesuatu
yang dapat menyemarakkan halaman-halaman buku atau media lainnya sebagai
karya seni yang memiliki nilai estetis. Bentuk gambar ilustrasi dapat berupa : foto,
17
mengembangkan gagasan dalam bentuk cerita realistis, dapat menumbuhkan
suasana emosional karena ilustrasi lebih mudah dipersepsi atau diserap daripada
tulisan (Kusmiati, 1999 : 44).
Ilustrasi kalau dilihat dari segi teknisnya dapat digolongkan menjadi beberapa
teknik yaitu:
Yaitu gambar teknik ilustrasi dengan cara mengandalkan keterampilan tangan
sepenuhnya baik itu menggunakan kuas, pensil, pena, air brush dan alat-alat yang
dipakai menggambar lainnya atau gambar tangan dibuat secara keseluruhan
menggunakan tangan, dengan memberikan ekspresi dan karakter tertentu untuk
mendukung media komunikasi grafis (Pujiriyanto, 2005 : 42), ada beberapa tehnik
ilustrasi gambar tangan yaitu :
1. Teknik Arsir: adalah teknik menggambar dengan unsur-unsur garis, digoreskan
secara silang-menyilang untuk mewujudkan gambar yang diinginkan. Garis
tersebut saling menumpang membentuk efek gelap terang, volume dan
plastisitas.
2. Teknik Halftone: adalah teknik yang menggunakan gradasi gelap terang
dengan tinta yang dicairkan untuk memperoleh nuansa, sehingga hasilnya
mendekati foto.
3. Teknik Blok: pada teknik ini pembentukan wujud gambar dengan
memanfaatkan efek kontras antar bagian yang paling terang dengan bagian
yang paling gelap.
4. Teknik Scraper Board: pada teknik ini, cara menggoreskan garis arahnya
mengikuti obyek, garis tidak saling menumpang, tetapi dibuat sejajar satu sama
lain. Pada bagian yang gelap garis arsir dibuat rapat, sedangkan pada bagian
yang terang garis arsir dibuat agak renggang.
5. Teknik Goresan Kering: pada teknik ini, tinta/cat dibuat setengah kering, baru
kemudian ditumpangi goresan lagi dengan tujuan untuk mendapatkan atau
mencapai efek tekstur yang timbul. Untuk goresan pertama dibuat tipis,
18
terutama pada bidang yang terang, pada bagian bidang yang gelap goresan
diulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang diinginkan.
6. Teknik Dots/ Pointilisme (titik-titik): wujud gambar terdiri dari titik-titik,
dimana gelap terang dan plastisitas gambar dicapai dengan menggunakan titik-
titik. Kalau menginginkan bagian yang gelap titik-titiknya dibuat rapat dari
pada bagian yang terang.
1) Sebagai simbolisasi
2) Menggambarkan fantasi
4) Untuk pengganti foto.
(Sumber: www.google.com, 25-03/2011
a. Ilustrasi Fotografi
Tehnik ilustrasi fotografi yaitu teknik membuat gambar ilustrasi berupa foto
dengan bantuan kamera baik itu manual maupun digital. Biasanya obyek fotografi
menjadi lebih realistis, eksklusif dan persuasif. (Pujiriyanto, 2005: 42).
dihasilkan nyata/ realistis, waktu pembuatannya relatif singkat dan dapat dibuat
secara spontan. Teknik fotografi dapat dibuat (diproses) berwarna ataupun hitam
putih.
1. Menggambarkan perbandingan menunjukkan berita
2. Mengabadikan sesuatu
(Suyanto, 2004: 89).
b. Ilustrasi Tehnik Gabungan
Yaitu ilustrasi bentuk komunikasi dengan struktur visual atau rupa yang terwujud
dari perpaduan antara teknik fotografi/ ilustrasi gambar tangan dengan teknik
drawing di komputer (Pujiriyanto, 2005 : 41). Teknik ini memiliki kelebihan
tersendiri yaitu:
fotografi dapat lebih disempurnakan dalam proses desainnya.
2. Hasil desain jauh lebih inofatif dan menarik karena terjadi suatu kombinasi
(tambahan/nilai plus) pada desain yang akan disempurnakan.
(Sumber:http://envoguephoto.files.wordpress.com/baby_art_blog.jpg . 13.04.2011)
Ilustrasi yang akan dipakai dalam perancangan media komunikasi visual untuk
mengkampenyekan manfaat Asi Eksklusif pada bayi sampai dengan umur 6 bulan
di Kabupaten Tabanan tidak lain menggunakan ilustrasi fotografi, karena
dianggap mampu untuk memberikan informasi yang lebih jelas dan lebih mudah
untuk dimengerti.
2.1.1.2 Teks
Adalah sederetan kata atau kalimat yang menjelaskan suatu barang atau jasa untuk
tujuan tertentu. Bahasa yang digunakan untuk penyusunan teks pada iklan
hendaknya sederhana jelas, singkat, dan tepat serta memiliki daya tarik pada
kalimatnya. (Ananda, 1978: 63).
Teks dalam suatu media promosi merupakan alat menjamin komunikasi yang
mempengaruhi sasarannya, seakan terlibat dalam suatu dialog. Adapun fungsi teks
yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Untuk menarik perhatian konsumen tentang pesan dan tujuan yang hendak
disampaikan. Jadi harus permulaan, isi dan penutup sehingga begitu
selesai membaca maksud dan tujuan dari pesan yang disampaikan dapat
dimengerti.
2. Sebagai sarana komunikasi tentang barang atau jasa, mengenai kualitas
atau kegunaan, keuntungan-keuntungan dan keterangan lainnya.
3. Untuk membangkitkan hasrat pembaca agar mengikuti dan melaksanakan
pesan yang disampaikan.
atau lembaga kepada masyarakat.
Teks dibagi menjadi beberapa sistem penamaan yang masing-masing
memiliki fungsi berbeda yaitu:
a. Headline (Baris Utama/ Judul)
Adalah teks yang letaknya paling atas pada sebuah iklan, dengan ukuran huruf
paling besar antara yang lainnya dan biasanya untuk menyampaikan pesan yang
paling penting. (Santosa, 2002 : 54).
Judul hendaknya ekspresif, mempertegas kata-katanya yang singkat dan berfungsi
untuk mengkombinasikan watak sebuah tulisan. Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam mendesain judul, yaitu:
1. Bentuk huruf mendukung judul dan memancarkan watak tulisan.
2. Judul kontras dengan teks lainnya baik dari segi warna, ukuran dan bentuknya.
3. Ditempatkan dalam frame atau bingkai.
4. Kata tidak terlalu panjang dan mudah dibaca.
5. Judul sebaiknya diposisikankan di tengah-tengah.
6. Hindari judul dengan pemakaian huruf kapital semua. (Pujiriyanto, 2005 : 38)
22
Menurut James F. Engle (Riyanto, 2000: 303), Headline dapat diklarifikasikan
menjadi :
merek dari produk atau jasa yang ditawarkan.
2. Advice or benefit Headline, yang memberikan janji, nasihat, manfaat atau
mengarahkan tentang kelebihan produk secara langsung.
3. Information or News Headline, yang berisi berita atau informasi tentang
suatu produk.
4. Command Headline, isinya bersifat anjuran atau perintah kepada calon
konsumen untuk menggunakan produk yang ditawarkan.
5. Question Headline, yang dikemukakan dengan gaya bertanya.
6. Curlosity or Provocative Headline, untukmembangkitkan kecemasan dan
ketakutan pada diri pemirsanya, serta mengundang keingintahuan pemirsa
terhadap apa yang ingin disampaikan.
7. Boast Headline, sifatnya membesar-besarkan atau melebihkan keunggulan
suatu produk atau jasa.
Sub judul berfungsi untuk melengkapi serta memperjelas pengertian headline dan
untuk membagi serta sebagai penyela teks berikutnya. Biasanya ukurannya lebih
kecil daripada judul dengan warna yang berbeda pula. Sub judul dapat juga
disebut sebagai kalimat peralihan yang mengarah pembaca dari judul ke kalimat
pembuka dari naskah (body copy).
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain sub judul, yaitu:
1. Sub judul serasi dan saling mendukung dengan judulnya.
2. Hindari penempatan di bawah kolom.
3. Jangan berlebih menggunakan materi visual, sesuaikan jenis huruf dengan
judul dan teks isinya.
4. Gunakan tipe huruf yang kontras, misalnya tipe huruf Sans Serif.
5. Gaya dan ukuran huruf pada artikel dapat dideformasi dengan memiringkan
atau memperbesar 1-3 kali.
6. Sub judul dapat ditulis dengan lekukan atau indent dengan posisi sebelah kiri.
23
7. Gunakan garis bawah atau di atas sub judul untuk kejelasan atau buatkan
frame.
8. Gunakan warna berbeda dengan warna artikel.
9. Tempatkan di kolom terpisah di samping atas, jangan di bawah artikel.
10. Susun unsur-unsur dengan posisi, proporsi, irama, latar belakang, pilihan
tipografi dalam kesatuan yang artistik. (Pujiriyanto, 2005: 38)
c. Body Copy (Teks isi)
Merupakan kalimat yang menerangkan lebih rinci tentang isi pesan yang ingin
disampaikan, berfungsi untuk mengarahkan pembaca dalam mengambil sikap,
berpikir, dan bertindak lebih lanjut (Pujiriyanto, 2005: 39).
d. Logotype (Merek dagang/ usaha)
Merupakan simbol atau nama yang dipakai oleh suatu perusahaan (Nuradi, 1996:
102).
e. Slogan (Semboyan)
Slogan (semboyan) adalah kalimat pendek yang unik dan khas yang dimiliki oleh
sebuah produk untuk lebih meyakinkan dan memperkuat sikap konsumen untuk
memilih produk atau jasa yang ditawarkan.
f. Clossing word (Kata Penutup)
Kata penutup adalah kalimat pendek yang jelas, singkat, jujur dan jernih yang
biasanya bertujuan untuk mengarahkan pembaca untuk membuat keputusan
(Pujiriyanto, 2005: 39).
Teks yang akan digunakan atau dipakai dalam perancangan media komunikasi
visual untuk kampanye manfaat ASI eksklusif d i Kabupaten Tabanan tidak lain
berisikan mengenai manfaat dari ASI eksklusif secara singkat namun jelas.
2.1.1.3 Tipografi
Kata tipografi berasal dari bahasa latin yaitu terdiri dari kata typos dan graphia.
Typos artinya cetakan bentuk dan sejenisnya, sedangkan graphia artinya hal
tentang seni tulisan (Schneder, 1997 : 4).
Secara umum tipografi diartikan seni mencetak dengan menggunakan huruf, seni
menyusun huruf dan cetakan dari huruf atau penyusunan bentuk dengan gaya-
24
gaya huruf. Tipografi sama dengan menata huruf yang merupakan unsur penting
dalam sebuah karya desain komunikasi visual untuk mendukung terciptanya
kesesuaian antara konsep dan komposisi karya (Santosa, 2002: 108). Tipografi
lebih dari sepuluh ribu jenis huruf yang berlaku secara internasiona l dan sudah
dibakukan.
bagian individual dalam alfabet. Bentuk dasar huruf tidak dapat diubah.
Sedangkan variasi bentuknya sangat banyak jumlahnya. Jenis huruf baru selalu
dirancang sebagai hasil teknik produksi yang lebih progresif atau sebagai adaptasi
daripada mode dan gaya. Huruf-huruf secara tersendiri berbeda dalam bentuk,
ukuran, berat, kelebaran dan miringnya (Scheder, 1976: 41). Huruf saat ini dapat
dikelompokkan menjadi lima yaitu:
a. Huruf Tak Berkait (Sans Serif)
Bentuk huruf yang tidak memiliki kait, bertangkai tebal, sederhana dan lebih
mudah dibaca dan sifat huruf ini kurang formal. Contoh bentuk huruf ini yang
paling populer yaitu tipe Arial dan Helvetic
Aa Bb Cc Gambar 2.5 Contoh Tipografi Jenis Sans Serif
(Sumber: Tipografi Komputer Untuk desainer Grafis, Adi Kusrianto, 2004: 39)
b. Huruf Berkait (Serif)
Bentuk huruf yang memiliki kait, dengan ketebalan yang kontras. Jenis ini
merupakan huruf formal, sangat anggun dan konservatif. Contoh yang paling
umum yaitu huruf tipe Times New Roman.
Aa Bb Cc Gambar 2.6 Contoh Tipografi Serif
25
c. Huruf Tulis atau Latin (Srcipt)
Jenis ini merupakan dasar dari bentuk huruf yang ditulis dengan tangan, kontras
tebal dan tipisnya sedikit saling berhubungan dan mengalir. Dapat memberikan
kesan keanggunan dan sentuhan pribadi.
Aa Bb Cc Gambar 2.7 Contoh Tipografi Sricpt
(Sumber: Tipografi Komputer Untuk desainer Grafis, Kusrianto, 2004 : 42)
d. Decoratif (Graphic)
Bentuk huruf yang sangat rumit desainnya. Bentuk ini hanya cocok dipakai untuk
headline tidak cocok digunakan sebagai body copy jadi sifatnya sangat terbatas
dalam penggunaannya.
(Sumber: Tipografi Komputer Untuk Desainer Grafis,
Kusrianto, 2004 : 43)
e. Monospace
Setiap huruf yang berjenis monospace mempunyai jarak atau lebar yang sama
setiap hurufnya. Contoh huruf monospace yaitu huruf tipe courier dan huruf yang
ada pada mesin ketik.
(Sumber: Tipografi Komputer Untuk desainer Grafis,
Kusrianto, 2004 : 25)
anatominya, yaitu:
a. Oldstyle
26
Huruf yang diciptakan dalam periode tahun 1470 dan periode Oldstyle berakhir di
akhir abad ke-16 dengan munculnya periode transisi berupa karya John
Baskerville yang menjembatani periode berikutnya. (Kusrianto, 2006 : 202)
Ciri-ciri huruf Oldsyle adalah seperti gambar berikut:
Gambar 2.10 Contoh Huruf Oldstyle (Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 202)
b. Modern
Perkembangan huruf ini dimulai pada abad ke-18 ketika Giambastita Bodoni
menciptakan karya-karyanya yang kita kenal hingga sekarang sebagai font Bodoni
dengan anggota keluarganya yang cukup banyak. Periode itu cukup panjang
hingga abad ke-20 dan jumlah karya-karya typeface sudah semakin banyak.
(Kusrianto, 2006 : 203). Ciri-ciri huruf Modern adalah seperti gambar berikut:
Gambar 2.11 Contoh Huruf Modern
(Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 203)
27
c. Slab Serif
Kelompok huruf Slab Serif ditandai dengan bentuk serif yang tebal, bahkan sangat
tebal. Masa kemunculan jenis huruf itu bervariasi dan ikut menandai kemunculan
huruf-huruf yang berfungsi lebih tepat sebagai penarik perhatian (Header).
(Kusriyanto, 2006 : 203)
d. Sans Serif
Jenis huruf sans serif diciptakan oleh William Caslon IV (keturunan William
Caslon di era Oldstyle) pada tahun 1816. Pada awal kemunculannya, font jenis itu
disebut Grotesque karena pada zaman itu bentuk huruf tanpa serif itu dirasa aneh
dan unik. (Kusrianto, 2005: 204).
Gambar 2.13 Contoh huruf kelompok Sans Serif
(Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 204)
e. Type Family
Pada tahun 1488, Moritz Brandis dari Leipzig Jerman untuk pertama kalinya
membuat font semi bold dari bentuk font yang telah ada untuk melengkapi
typeface itu. Tahun 1980-an, American Type Founder Company, sebuah
perusahaan pembuat huruf menawarkan koleksi huruf yang diproduksinya
28
lengkap dengan hasil modifikasi dari karya-karya klasik yang telah ada sehingga
pilihan huruf-huruf semakin diperluas.
Jadi type Family adalah kumpulan hasil modifikasi dari bentuk font yang telah ada
ke arah:
1. Ketebalannya sehingga kita mengenal huruf Semi Bold, Bold, dan Extra Bold.
2. Proporsi dari bentuk huruf sehingga kita mengenal huruf Condensed atau
penyempitan dan Expanded atau pelebaran.
3. Sudut kemiringan yaitu untuk memeperoleh efek tertentu, sejak awal dikenal
istilah Italic untuk yang bentuknya condong ke kanan.
4. Texture permukaan yang juga merupakan variasi dari tipe family.
5. Desainnya, seperti adanya type family yang memiliki desain yang berbeda.
Salah satu contoh nyata dari family yang berbeda desain adalah ITC
Officiana,dan juga ITC Stone.
Tipografi yang akan digunakan atau dipakai dalam perancangan media
komunikasi visual untuk kampanye dari manfaat pemberian ASI eksklusif di
Kabupaten Tabanan tidak lain adalah jenis tipografi sans serif, jenis huruf ini
dipilih karena mampu membuat desain terlihat lebih menarik dan lebih mudah
untuk dibaca.
2.1.1.4 Warna
Warna adalah hal yang pertama dilihat oleh seseorang (terutama warna
background). Warna akan membuat kesan atau mood untuk keseluruhan gambar
atau grafis. Warna merupakan unsur penting dalam grafis karena dapat
memberikan dampak psikologis kepada orang yang melihatnya (Pujiriyanto, 2005:
43).
Warna adalah kualitas dari mutu cahaya yang dipantulkan suatu obyek ke mata
manusia. Setiap warna memiliki daya tarik yang berbeda dan dalam
29
emosi (Wirya, 1999: 26).
(Sumber: Pengenalan Teori Warna, Nugroho, 2008: 10)
Secara umum warna dapat dibagi menjadi tiga, antara lain :
a. Warna Primer
Warna primer disebut warna pertama, atau warna pokok. Disebut warna primer
karena warna tersebut tidak dapat dibentuk dari warna lain dan disebut warna
pokok karena warna tersebut dapat digunakan sebagai pokok percampuran untuk
memperoleh warna-warna yang lain. (Sanyoto, 2009: 28). Nama-nama warna
primer tersebut, adalah:
1. Biru, nama warna sebenarnya adalah sian (cyan), yaitu biru semu hijau.
Warna cyan yang sebenarnya terdapat pada warna bahan tinta cetak.
2. Merah, nama sebenarnya magenta, yaitu merah semu ungu. Warna magenta
yang sebenarnya terdapat pada warna bahan tinta cetak.
3. Kuning, dalam tube cat disebut lemon yellow, dalam tinta cetak disebut
yellow.
30
Contoh media;
(Sumber : dok. Pribadi Gambar Kartupos Mahasiswa UBINUS 2004)
b. Warna Sekunder
Yaitu merupakan warna hasil pencampuran dari dua warna primer. Contohnya:
Nama-nama warna sekunder adalah:
1. Jingga (orange), adalah hasil percampuran warna merah dan kuning.
2. Ungu (violet), adalah hasil percampuran warna merah dan biru.
31
3. Hijau (green), adalah hasil percampuran warna kuning dan biru. (Sanyoto,
2009: 30)
c. Warna Intermediate
Warna intermediate adalah warna perantara, yaitu warna yang ada diantara warna
primer dan sekunder pada lingkaran warna. (Sanyoto, 2009: 30). Nama-nama
warna intermediate adalah:
1. Kuning hijau (sejenis moon green), yaitu warna yang ada diantara kuning dan
hijau.
2. Kuning jingga (sejenis deep yellow), yaitu warna yang ada diantara kuning
dan jingga.
3. Merah jingga (red/ vermilion), yaitu warna yang ada diantara merah dan
jingga.
4. Merah ungu (purple), yaitu warna yang ada diantara merah dan ungu/ violet.
5. Biru violet (sejenis blue/ indigo), yaitu warna yang ada diantara biru dan
ungu/ violet.
6. Biru hijau (sejenis sea green), yaitu warna yang ada diantara biru dan hijau.
32
Gambar 2.19 Warna Intermediete ( Sumber : Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain Nirmana : 24)
d. Warna Tertier
Warna tertier, atau warna ke tiga, adalah warna hasil percampuran dari dua warna
skunder atau warna ke dua. (Sanyoto, 2005: 31). Nama-nama warna tersier
adalah:
1. Coklat kuning, disebut juga siena mentah, kuning tersier, yellow ochre, atau
olive, yaitu percampuran warna jingga dan hijau.
2. Coklat merah, disebut juga siena bakar, merah tersier, burnt siena, atau red
brown, yaitu percampuran warna jingga dan ungu.
3. Coklat biru, disebut juga siena sepia, biru tersier, zaitun, atau navy blue, yaitu
percampuran warna hijau dan ungu.
Gambar 2.20 Warna Tertier
33
e. Warna Kuarter
Warna kuarter, atau warna ke empat, yaitu warna hasil percampuran dari dua
warna tersier atau warna ke tiga. (Sanyoto, 2005: 31). Nama-nama warna kuarter
adalah:
1. Coklat jingga (jingga/ oranye kuarter), atau semacam brown, adalah hasil
percampuran kuning tersier dan merah tersier.
2. Coklat hijau (hijau kuarter), atau semacam moss green, adalah hasil
percampuran biru tersier dan kuning tersier.
3. Coklat ungu (ungu/ violet kuarter), atau semacam deep purple, adalah hasil
percampuran merah tersier dan biru tersier.
Gambar 2.21 Warna Kuarter
(Sumber : Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain Nirmana : 23)
Jika menginginkan warna yang selaras atau bervariatif maka ada beberapa aplikasi
warna yang dapat dikombinasikan, berikut ulasannya :
1) Monokromatik. Merupakan paduan warna-warna yang sama tetapi berbeda
kemurniannya.
34
(Sumber : dok. pribadi)
Tje Fuk.
(Sumber : dok pribadi)
3) Triadik. Merupakan kombinasi warna-warna yang letaknya pada titik
segitiga sama sisi dalam lingkaran warna. Misalnya merah dengan kuning dan
biru.
35
4) Komplementer adalah kombinasi warna-warna yang saling berseberangan
letaknya dalam lingkaran warna. Misalnya orange dengan biru.
Gambar 2.25 Logo IMS (Sumber : Majalah Digital Art, Vol 01/09: 2005)
5) Split-komplementer merupakan kombinasi warna-warna yang letaknya pada
semua titik yang membentuk huruf Y pada lingkaran warna. Misalnya kuning
dengan ungu kemerahan dan ungu kebiruan yang mengapit ungu.
Gambar 2.26 Logo Fusion Media
(Sumber : Majalah Digital Art, Vol 01/09: 2005)
6) Komplementer Ganda, merupakan sepasang warna yang berdampingan
dengan sepasang komplementernya. Misalnya perpaduan kuning, orange, biru
dan ungu (orange kemerahan komplementer biru muda, sedangkan orange
dengan biru).
(Sumber : dok. pribadi)
Gambar 2.28 Logo Altria
Warna Menurut Kejadiannya dapat dibagi menjadi dua, antara lain yaitu:
a. Warna Additive
Adalah warna yang berasal dari cahaya, yang disebut spectrum. Warna pokok
additive ialah Merah (Red), Hijau (Green), dan Biru (Blue) dalam komputer
disebut warna model RGB. (Sanyoto, 2009 : 17). Percampuran warna cahaya
(spectrum), yaitu:
6. Cahaya biru (blue) dipadukan dengan cahaya merah (red) menghasilkan
cahaya magenta.
7. Cahaya merah (red) dipadukan dengan cahaya hijau (green) menghasilkan
cahaya kuning (yellow).
8. Cahaya hijau (green) dipadukan dengan cahaya biru (blue) menghasilkan
cahaya sian (cyan).
37
9. Cahaya biru (blue) dipadukan dengan cahaya merah (red) dan cahaya hijau
(green) menghasilkan cahaya putih jernih/ bening/ cahaya terang siang hari.
Warna-warna lain dapat dibuat dengan cara mencampur-campur warna cahaya
dengan berbagai kemungkinan warna cahaya untuk memperoleh efek tertentu.
Percampuran warna cahaya ini sifatnya sempurna, artinya pekat menyatu.
Warna cahaya sangat cermelang karena betul-betul murni tidak tercampur warna
lainnya. Paduan warna-warna cahaya ini digunakan pada dunia televisi, panggung
dan audio visual lainnya.di dunia televisi, jika kita melihat berbagai gambar
pemandangan alam sebenarnya hanya karena perpaduan tiga warna pokok cahaya
tersebut. (Sanyoto, 2009: 17)
b. Warna Subtractive
Adalah warna yang berasal dari bahan yang disebut pigmen. Warna pokok
subtractive menurut teori adalah Sian (Cyan), Magenta, dan Kuning (Yellow),
dalam komputer disebut warna model CMY. (Sanyoto, 2009 : 18). Percampuran
warna bahan (pigmen), yaitu:
10. Kuning (yellow) dicampur dengan sian (cyan) menghasilkan hijau (green).
11. Magenta dicampur dengan kuning (yellow) menghasilkan jingga merah
(orange).
12. Sian (cyan) dicampur dengan magenta menghasilkan ungu biru (violet).
13. Kuning (yellow) dicampur magenta dicampur sian (cyan) menghasilkan warna
gelap atau hitam.
Warna-warna lain dapat dibuat dengan cara mencampur-campur warna dari hasil
pencampuran-pencampuran warna-warna pokok bahan tersebut di atas untuk
memperoleh warna-warna baru. Percampuran warna bahan sifatnya tidak
sempurna, dimana warna-warna tersebut sesungguhnya tidak bercampur tetapi
pigmennya hanya berdampingan saja. Warna bahan tidak secermelang warna
cahaya karena sifat pigmen selalu ada kandungan unsur kotor atau kandungan
warna lain yang mempengaruhinya, sehingga pada komputer selalu dengan
rumusan CMYK. K adalah prosentase Black (Hitam/ gelap), dimana setiap warna
selalu mengandung unsur warna gelap.
38
Warna bahan (pigmen) yang memiliki warna lengkap adalah tinta cetak, baik
cetak offset maupun tinta printer komputer. Tinta cetak memiliki warna Cyan,
Magenta, Yellow, yang sesungguhnya. Jika kita melihat hasil cetakan foto atau
gambar-gambar pemandangan sebenarnya hanyalah perpaduan 3 warna pokok
ditambah 1 warna gelap, yaitu Cyan, Magenta, Yellow, Black (CMYK). Maka
pada setiap hasil cetakan selalu diberi contoh warna CMYK dibagian tepinya.
Dengan demikian jika kita merancang sesuatu (desain) dengan komputer yang
nantinya akan dicetak, sebaiknya menggunakan warna-warna dengan model
CMYK tersebut agar tepat. (Sanyoto, 2009 : 19)
Karakter dan Simbolisasi Warna
(Pujiriyanto, 2005 : 47). Respon psikologis berbeda tersebut disebabkan karena
perbedaan karakter yang dimiliki antara warna yang satu dengan warna yang
lainnya sehingga dapat mempengaruhi mood seseorang.
Untuk lebih jelasnya, uraian mengenai karakter dan simbolisasi warna-warna
dijabarkan sebagai berikut:
Karakter yang dimunculkan dari warna kuning yaitu: terang, gembira, ramah,
supel, riang, cerah. Asosiasi warnanya mengarah pada sinar matahari atau bahkan
pada mataharinya sendiri. Simbul/ lambang dari warna kuning, yaitu: kecerahan,
kehidupan, kemenangan, kegembiraan, kemeriahan, dan kecermelangan. Kuning
dan kuning kehijau-hijauan juga mengasiosiasikan pada sakit, penakut, iri,
cemburu bohong, luka. Bendera kuning kadang-kadang juga digunakan pada
kapal karantina, atau rumah sakit. (Sanyoto, 2009 : 54)
Jingga
Karakter yang dimunculkan dari warna jingga yaitu: memberi dorongan, merdeka,
anugrah, dan bahaya. Asosiasi warnanya mengarah pada awan yang terlihat pada
pagi hari sebelum matahari terbit. Simbul/lambang dari warna jingga, yaitu:
kemerdekaan, penganugrahan, kehangatan, dan bahaya. (Sanyoto, 2009 : 55)
39
Merah
Karakter yang dimunculkan dari warna merah yaitu: kuat, enerjik, marah, berani,
bahaya, positif, agresif, merangsang, dan panas. Asosiasi warna merah mengarah
pada darah dan juga api. Simbul/ lambang dari warna merah, yaitu: sifat nafsu
primitif, marah, berani, perselisihan, bahaya, perang, seks, kekejaman, bahaya,
kesadisan. (Sanyoto, 2009 : 56)
Ungu
Ungu sering disamakan dengan violet, tetapi ungu ini lebih tepat disamakan
dengan purple, yaitu warna tersebut cenderung kemerahan. Karakter yang
dimunculkan dari warna ungu yaitu: keangkuhan, kebesaran, dan kekayaan.
Simbul/lambang dari warna ungu, yaitu: kebesaran, kejayaan, keninggratan, dan
kebangsawanan. (Sanyoto, 2009 : 56)
Violet
Violet adalah warna yang lebih dekat dengan biru. Karakter yang dimunculkan
dari warna violet yaitu: dingin, negatif, dan diam. Simbul/lambang dari warna
violet, yaitu: melankolis sampai kesusahan, kesedihan, belasungkawa, bahkan
bencana. (Sanyoto, 2009 : 57)
Biru
Asosiasi warna biru, yaitu pada air, laut, langit, dan es. Karakter yang
dimunculkan dari warna biru yaitu: dingin, pasif, melankolis, sayu, sendu, sedih,
tenang, berkesan jauh tetapi cerah. Simbul/ lambang dari warna biru yaitu:
dihubungkan dengan langit tempat tinggal para dewa/yang maha tinggi/surga/
kahyangan, sehingga biru lambang keagungan, keyakinan, keteguhan imam,
kesetiaan, kebenaran, kemurahan hati, kecerdasan, kesehatan dan pedamaian.
(Sanyoto, 2009 : 57)
Asosiasi warna hijau, yaitu pada hijaunya alam, tumbuh-tumbuhan, sesuatu yang
hidup dan berkembang. Karakter yang dimunculkan dari warna hijau yaitu: segar,
muda, hidup, tumbuh, dan beberapa hampir sama dengan warna biru. Dibanding
dengan warna-warna lain, warna hijau relatif lebih netral pengaruh emosinya,
sehingga cocok untuk istirahat, hijau sebagai pusat spektrum menghadirkan
40
dari warna hijau, yaitu: kesuburan, kesetiaan, kebangkitan, kesegaran, kemudaan,
keremajaan, keyakinan, kepercayaan, keimanan, pengharapan, kesanggupan,
keperawanan, dan kementahan/belum pengalaman. (Sanyoto, 2009 : 58)
Putih
Asosiasi warna putih, yaitu di Barat pada salju, di Indonesia pada sinar putih
berkilauan, pada kain kafan sehingga dapat menakutkan pada anak-anak. Karakter
yang dimunculkan dari warna putih yaitu: positif, merangsang, cerah, tegas, dan
mengalah. Simbul/lambang dari warna putih, yaitu: sinar kesucian, kemurnian,
kekanak-kanakan, kejujuran, ketulusan, kedamaian, ketentraman, kebenaran,
kesopanan, keadaan tak bersalah, kehalusan, kelembutan, dan kewanitaan.
(Sanyoto, 2009 : 58)
dimunculkan dari warna hitam yaitu: menekan, tegas, dalam, dan depresive.
Simbul/ lambang dari warna hitam, yaitu: kesedihan, malapetaka, kesuraman,
kemurungan, kegelapan, bahkan kematian, teror, kejahatan, keburukan ilmu sihir,
kedurjanaan, kesalahan,kekejaman, kebusukan, rahasia, dan masih banyak lagi.
Sebagai latar belakang warna, warna hitam mengasosiasikan kuat, tajam, formal,
dan bijaksana. Hitam apabila dipergunakan bersama-sama putih mempunyai
makna kemanusiaan, resolusi, tenang, sopan, keadaan mendalam, dan
kebijaksanaan. (Sanyoto, 2009 : 59)
Abu-abu
Asosiasi warna abu-abu, yaitu suasana suram, mendung, dan kelabu tidak ada
cahaya bersinar. Karakter yang dimunculkan dari warna abu-abu yaitu: antara
hitam dan putih, pengaruh emosinya berkurang dari putih, tetapi terbebas dari
tekanan warna hitam, sehingga wataknya lebih menyenangkan, walaupun masih
membawa watak-watak warna putih dan hitam. Simbul/ lambang dari warna abu-
abu, yaitu: ketenangan, kebijaksanaan, mengalah, kerendahan hati, tetapi simbul
turun tahta, juga suasana kelabu, dan ragu-ragu. (Sanyoto, 2009 : 60)
41
Coklat
Asosiasi warna coklat, yaitu pada tanah atau warna natural. Karakter yang
dimunculkan dari warna coklat yaitu: kedekatan hati, sopan, arif, bijaksanan,
hemat, hormat, tetapi sedikit terasa kurang bersih atau tidak cemerlang karena
warna ini berasal dari percampuran beberapa warna seperti halnya warna tersier.
Simbul/lambang dari warna coklat, yaitu: kesopanan, kearifan, kebijaksanaan, dan
kehormatan. (Sanyoto, 2009 : 60)
Emas
Warna yang memiliki daya pantul paling tinggi dibanding dengan warna lain.
Mengandung/melambangkan nilai yang tinggi seperti emas yaitu kehangatan,
pencerahan, intelektual. Kesan negatif yang ditimbulkan adalah sakit, pengecut
dan penghianat.
Perak
Sebuah warna yang tidak murni berwarna abu-abu natural tetapi lebih bersifat
abu-abu hangat. Warna ini tidak bisa disebut warna solid karena terdapat efek
silau apabila terkena cahaya dan warna ini juga tidak bisa ditampilkan secara
murni dikomputer. Kesan modern dan kemajuan dapat dimunculkan dari warna
silver.
publik dengan menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau
gambar/foto (Pujiriyanto, 2005 : 15).
dua pengertian yaitu:
Adalah kelompok media promosi yang memerlukan luar ruang, artinya
sarana komunikasi massa. Misalnya media cetak, elektronik, serta media luar
ruang (iklan majalah). Dan bisa juga dikatakan kelompok media promosi yang
memerlukan luar ruang, artinya melalui sarana komunikasi massa. Misalnya
media cetak, media elektronik (radio, televisi, film, video, dsb) , serta media luar
42
ruang atau outdoor media. Pada umumnya biro iklan bersangkutan mendapat
komisi karena pemasangan iklan tersebut seperti billboard, painted bulletin, neon
sign, spanduk (Nuradi, 1996 : 3).
Media Lini Atas juga merupakan iklan yang dibebani Agency Commision
Fee (komisi yang dikenakan kepada perusahaan pemasang iklan oleh agency iklan
atas iklan yang dibuatnya) yang telah disepakati dan dan telah ditentukan oleh P3I
(Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) yaitu sebesar 17, 50% dari netto.
(Santosa, 2009 : 18)
(Sumber : https://lh4.googleusercontent.com/Botol-Uang.JPG 13.04 2011)
Adalah kelompok media promosi yang tidak memerlukan media luar
ruang, artinya dalam hal ini tidak melibatkan pemasangan iklan di media massa
dan tidak memberikan komisi kepada perusahaan iklan. Media lini bawah
merupakan media yang terdiri dari media seperti direct mail, exebition (pameran),
kalender, agenda, serta media yang berupa souveneer (Kusmiati, 1999 : 23).
Promo media lini bawah juga mempunyai beberapa kelebihan
(Agusrijanto, 2001 : 131) yaitu:
sasaran.
konsumen.
Nilai finansial yang dikeluarkan jauh lebih ekonomis (tidak makan biaya
dalam promosinya)
melalui media lini bawah cukup menjanjikan.
Tenggang waktu pemanfaatan media lini bawah sangat fleksibel.
Media juga dapat digolongkan dalam beberapa bentuk antara lain:
Berdasarkan cara pembuatannya dengan alat-alat cetakan seperti:
selembaran, brosur, folder, dll.
dll.
Berdasarkan bentuk media yang digunakan:
- Media langsung seperti: katalog, selembaran, kartu nama, dll.
- Media tak langsung seperti: iklan majalah, surat kabar, televisi, radio
(Ananda, 1978 : 50)
(Sumber : https://lh6.googleusercontent.com/asi-stiker.jpg 13.04 2011)
2.1.1.6 Tata Letak atau Layout
Menata layout halaman cetak adalah satu bagian dari kegiatan desain grafis.
Bidang halaman yang ditata tak ubahnya kanvas yang harus diisi dengan elemen-
elemen grafis pengisi halaman itu (Kusrianto, 2007 : 268).
Tantangan yang palik menarik dari desain grafis maupun tata desain layout adalah
”ketiadaan aturan atau hukum yang universal”. Semuanya serba relatif. Sarana
dan teknik dalam suatu karya bisa dipakai secara efektif dan berhasil, tetapi belum
tentu sarana dan teknik tersebut efektif dan cocok untuk karya yang lain.
Sebagai contoh, desain iklan dengan ruang putih yang dominan di pinggir bidang
halaman akan mampu menonjolkan isi pesan serta memberi kesan menarik.
Namun di pihak lain, ruang kosong di pinggir halaman koran bisa membuat teks
terkesan tidak rapi sehingga pembaca akan enggan melihatnya.
Menyusun layout iklan adalah pekerjaan yang sangat menentukan. Sebuah ide,
copywrite, ataupun elemen-elemen iklan yang bagus akan gagal bila disusun dan
disajikan dengan layout yang kurang tepat. Oleh karena itu, kenalilah beberapa
model layout iklan cetak yang masih diikuti hingga sekarang (Kusrianto, 2007 :
307). Beberapa contoh tipikal metode layout iklan adalah sebagai berikut:
a. Axial
Elemen-elemen iklan diletakan berdasarkan sebuah sumbu yang diletakan
pada posisi tertentu di halaman iklan. Pada metode ini akan banyak ditampakan
bidang kosong.
(Sumber: www.huonaqua.com.au/28.04.2011).
Menggunakan sejumlah elemen berupa foto yang diletakan berke lompok
dalam suatu titik konsentrasi pandang di halaman iklan, Tujuan adalah untuk
memberikan satu pusat perhatian.
c. Band
membujur secara vertikal. Tipikal tersebut memberikan blocking materi setinggi
halaman iklan.
(Sumber: www.blog.lib.umn.edu/28.04.2011).
d. Path
Model ini menyebabkan materi, baik berupa foto maupun teks secara zig-
zag seluas halaman iklan. Secara estetika, model itu membuat mata pembaca
cepat lelah, tetapi dalam trik tertentu halaman iklan itu mendapatkan perhatian
merata pada pada permukaan halaman.
Gambar 2.34 Model iklan dengan layout Path. (Sumber: www.visitwesthollywood.com/28.04.2011).
e. T
Walaupun ini termasuk model lama yang sudah kuno tetapi ternyata model
itu masih banyak yang menggunakan karena dirasa masih efektif.
Gambar 2.35 Model iklan dengan layout T.
(Sumber: www.calvinscl.wordpress.com/28.04.2011).
Ide pengguanaan model ini adalah untuk meratakan perhatian di seluas
permukaan halaman. Biasanya model ini digunakan dalam iklan- iklan ber-scrip
latin yang dibaca dari kiri ke kanan.
Gambar 2.36 Model iklan dengan layout Z. (Sumber: www.housewareslive.net/28.04.2011)
g. S
Layout ini merupakan kebalikan dari mode Z, tetapi dipergunakan bagi
pembaca yang menggunakan script non latin dan membacanya dari kanan ke kiri,
misalnya huruf arab.
48
(Sumber: www.newsspace.com.au/28.04.2011)
i. Grid/Sistem Kolom
Model ini mirip dengan Axial, tetapi ukuran dan letak elemen lebih
memenuhi bidang iklan sehingga tidak banyak bidang kosong.
Gambar 2.39 Model iklan dengan layout Grid/sistem kolom. (Sumber: www.corey hengen.blogspot.com/28.04.2011)
49
menyerupai kotak-kotak papan catur. Model ini cocok dipergunakan untuk iklan
yang memiliki banyak elemen foto yang serupa.
Gambar 2.40 Model iklan dengan layout Checkerboard/Papan Catur.
(Sumber: www.ba-reps.com/28.04.2011)
layout yang digunakan pada perancangan media komunikasi visual The Caesar
International Restaurant adalah tipe band dan tipe T karena layout ini terlihat
simpel dan menonjolkan satu obyek utama
2.1.2 Prinsip Desain Komunikasi Visual
Prinsip desain digunakan sebagai pedoman dalam mengorganisasikan
elemen-elemen grafis untuk dapat menghasilkan desain yang berkualitas. Prinsip-
prinsip desain tersebut antara lain:
2.1.2.1 Keseimbangan
Keseimbangan atau balance merupakan prinsip komposisi yang menghindari
kesan berat sebelah atas suatu bidang atau ruang yang diisi dengan unsur-unsur
rupa. (Kusrianto, 2007: 38)
Suatu keseimbangan bisa terjadi secara fisik maupun secara optis. Keseimbangan
menurut ilmu matematika adalah keadaan yang dialami oleh sesuatu (benda) jika
semua daya yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni/desain sifatnya
perasaan, tetapi pengertiannya hampir sama, yaitu suatu keadaan di mana semua
50
bagian pada karya tidak ada yang lebih terbebani. Jadi dikatakan seimbang
manakala disemua bagian pada karya bebannya sama, sehingga pada gilirannya
akan membawa rasa tenang dan enak dilihat. (Sanyoto, 2009: 259)
Keseimbangan dapat dibagi menjadi yaitu:
a. Keseimbangan Simetri (Symmetrical Balance),
Yaitu keseimbangan antara ruang sebelah kiri dan kanan sama persis atau
setangkup. Karakter yang ditimbulkan dari keseimbangan ini adalah formal/resmi,
tenang, statis/tak bergerak, dan kaku. (Sanyoto, 2009 : 260).
Gambar 2.41 Keseimbangan Simetri
Gambar 2.42 gambar Aplikasi Keseimbangan Simetri
(Sumber : http://kvp2131irul.files.wordpress.com/2010/12/poster2.jpg 13.04.2011)
b. Keseimbangan Memancar (Radial Balance)
Yaitu keseimbangan ruang kiri, kanan, atas, bawah, sama persis, karakternya sama
seperti keseimbangan simetri. (Sanyoto, 2009 : 261)
Gambar 2.44 gambar Aplikasi Keseimbangan Radial
(Sumber : http://fc04.deviantart.net/Leehyori_by_aznsarang86.jpg 13.04.2011)
c. Keseimbangan Sederajat (Obvius Balance)
Yaitu suatu keseimbangan antara ruang kiri dan sebelah kanan memiliki beban
besaran sederajat (besaran sama tetapi bentuk rautnya berbeda), misalnya
lingkaran dengan segitiga dengan besaran sama. Karakternya: t idak terlalu resmi,
ada sedikit dinamika. (Sanyoto, 2009: 262).
Gambar 2.45 Keseimbangan Sederajat
(Sumber : http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/communicat ion.gif 13.04.2011)
d. Keseimbangan Tersembunyi (Asymmetrical Balance)
Yaitu keseimbangan antara ruang sebelah kiri dan kanan tidak memiliki beban
sama besaran maupun bentuk rautnya tetapi tetap dalam keadaan seimbang.
Karakter yang ditimbulkan dari keseimbangan ini adalah dinamik, hidup, dan
tidak resmi. (Sanyoto, 2009: 263).
Gambar 2.47 Keseimbangan Asimetri
Gambar 2.48 gambar Aplikasi Keseimbangan Asimetri