150
PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR STUDIO (Kode Mata Kuliah ISI 128) Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan Oleh I PUTU TONY HARTAWAN 0210205017 JURUSAN DESAIN PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNKASI VISUAL FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN ISTITUT SENI INDONESIA (ISI) DENPASAR 2011

Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

  • Upload
    others

  • View
    4

  • Download
    0

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR STUDIO

(Kode Mata Kuliah ISI 128)

Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif

Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan

Melalui Media Komunikasi Visual

Di Kabupaten Tabanan

Oleh

I PUTU TONY HARTAWAN

0210205017

JURUSAN DESAIN

PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNKASI VISUAL

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN

ISTITUT SENI INDONESIA (ISI) DENPASAR

2011

Page 2: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

PENGANTAR KARYA TUGAS AKHIR STUDIO

(Kode Mata Kuliah ISI 128)

Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif

Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan

Melalui Media Komunikasi Visual

Di Kabupaten Tabanan

Karya tulis ini diajukan sebagai salah satu syarat untuk memeperoleh Gelar

Sarjana Seni (S1)

Oleh

I PUTU TONY HARTAWAN

0210205017

JURUSAN DESAIN

PROGRAM STUDI DESAIN KOMUNKASI VISUAL

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN

INSTIUT SENI INDONESIA (ISI) DENPASAR

2011

Page 3: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

i

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING

Pengantar Karya Tugas Akhir dengan judul:

Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan

Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan.

Telah diperbaiki dan disetujui untuk memenuhi persyaratan dalam menempuh

ujian tingkat akhir guna memperoleh gelar sarjana (S1) pada Fakultas Seni Rupa

dan Desain Institut Seni Indonesia yang diujikan pada :

Hari : Rabu

Tanggal : 8 Juni 2011

Menyetujui :

Pembimbing I Pembimbing II

Drs. Cok Gd. Rai Padmanaba M.Erg Drs. Cok Gd. Raka Swendra M.Si

NIP: 195912161988031002 NIP: 195805041090031001

Page 4: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

ii

HALAMAN PENGESAHAN UJIAN DAN LEMBAGA

Pengantar Karya Tugas Akhir ini disusun oleh: Nama : I Putu Tony Hartawan

NIM : 0210205017 Jurusan : Desain

Program studi : Desain Komunikasi Visual Judul : KAMPANYE MANFAAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI BAYI

SAMPAI DENGAN UMUR 6 BULAN MELALUI MEDIA KOMUNIKASI

VISUAL DI KABUPATEN TABANAN.

Telah dipertahankan di depan Dewan Penguji Ujian Sarjana Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar pada tanggal 8 Juni 2011 sebagai syarat untuk mencapai gelar Sarjana Seni (S1) dan dinyatakan sah.

Dewan Penguji Nama Lengkap NIP TTD

Ketua Sidang: Drs. Cok Gd. Rai Padmanaba M.Erg 197310041999031002 ...…............

Sekretaris: Drs. Cok Gd. Raka Swendra, M.Si 195805041990031001 ...................

Penguji Utama : Drs. Olih Solihat Karso, M.Sn 196107061990031005 .…..............

Anggota: Drs. I Gede Mugi Raharja, M.Sn 196307051990101001…................

Anggota: Prof. Dr. Drs. I Nym Artayasa, M.Kes 196403241990031002 …...............

Mengesahkan Mengetahui

Denpasar, ……………………………. Pj. Ketua Jurusan Desain Pj. Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Fakultas Seni dan Desain

Institut Seni Indonesia Denpasar Institut Seni Indonesia Denpasar

Dra. Ni Made Rinu, M.Si Prof. Dr. Drs. I Nym Artayasa, M.Kes

NIP. 195702241986012002 NIP. 1964 03241 99 0031002

Page 5: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

iii

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN

Sebagai mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, yang bertanda tangan

di bawah ini, saya:

Nama : I Putu Tony Hartawan, Mahasiswa Institut Seni Indonesia Denpasar

NIM : 0210205017

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, menyetujui untuk memberikan kepada

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Bebas Royalti Non-Eksklusif (Non-

Eksklusif Royalty-Free Right) atas karya ilmiah saya yang berjudul KAMPANYE

MANFAAT PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF BAGI BAYI SAMPAI

DENGAN UMUR 6 BULAN MELALUI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL

DI KABUPATEN TABANAN, beserta perangkat yang diperlukan (bila ada),

dengan Hak Bebas Royalti Non-Eksklusif ini.

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar berhak menyimpan, mengalihkan-

media/format-kan, mengelolanya dalam bentuk pangkalan data (database)

mendistribusikannya, dan menampilkan/mempublikasikannya di internet/media

lain untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta izin dari saya.

Saya bersedia untuk menanggung secara pribadi, tanpa melibatkan pihak

Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, segala bentuk tuntutan hukum yang

diambil atas pelanggaran hak cipta dalam karya ilmiah saya ini.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenarnya.

Dibuat di : Denpasar

Pada Tanggal : ........................

Yang menyatakan

( I Putu Tony Hartawan )

Page 6: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

iv

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena

berkat rahmatNya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir yang berjudul

Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6

Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan. Tugas akhir ini

dibuat untuk memenuhi persyaratan akademis meraih gelar sarjana S1 untuk

program studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut

Seni Indonesia Denpasar.

Pada kesempatan ini penulis juga ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-

besarnya kepada:

1. Prof. DR. I Wayan Rai S, MA selaku Rektor Institur Seni Indonesia

Denpasar, yang mengijinkan mengikuti perkuliahan di Institur Seni

Indonesia Denpasar.

2. Dra. Ni Made Rinu, M.Si selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain

Institut Seni Indonesia Denpasar, yang telah memberikan fasilitas selama

kuliah.

3. Bapak Dr. Drs. I Nyoman Artayasa, M.Kes selaku Ketua Jurusan Desain

Fakultas Seni Rupa dan Desain Institut Seni Indonesia Denpasar, atas

kebijakan-kebijakan akademis.

4. Bapak Drs. I Nyoman Mantra Fandy, M.Si Selaku Ketua Program Studi

Desain Komunikasi Visual Institut Seni Indonesia Denpasar, atas arahan,

wawasan kurikulum dan program-program akademik.

5. Bapak Drs. Cok Gd. Rai Padmanaba, M.Erg. selaku pembimbing I yang

telah memberikan bimbingan selama menyusun Tugas Akhir ini.

6. Bapak Drs. Cok Gd. Raka Swendra M.Si selaku pembimbing II atas

bimbingan yang diberikan dalam menyusun Tugas akhir ini.

7. Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, atas attensi dan bantuannya selama

penulis melakukan observasi.

8. Segenap keluarga dan yang selalu memberikan motivasi dan semangat

dalam mengerjakan Tugas Akhir ini.

Page 7: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

v

Penulis menyadari bahwa Tugas Akhir ini masih sangat kurang dan jauh dari

sempurna. Oleh karena itu penulis sangat mengharapkan saran dan kritik yang

membangun demi kesempurnaan tugas akhir ini.

Denpasar, ..........................

Penulis

Page 8: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

vi

ABSTRAK

Nama : I Putu Tony Hartawan Judul : Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan

Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan

Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan merupakan sebuah Skripsi Tugas Akhir yang mencoba memaparkan sebuah

proses perancangan media untuk menginformasikan suatu pesan berkenaan dengan upaya kampanye manfaat pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan. Pemilihan manfaat pemberian ASI eksklusif ini sebagai studi kasus

dalam Tugas Akhir ini didasari atas pertimbangan bahwa rendahnya tingkat keberhasilan pemberian ASI eksklusif dikabupaten tabanan dan menduduki

peringkat keenam di Bali. Kurangnya pengetahuan mengenai manfaat dari pemberian ASI eksklusif merupakan salah satu faktornya. Oleh karena itu dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan membutuhkan bantuan seorang

desainer yang dapat merancang media komunikasi visual untuk kampanye manfaat pemberian ASI eksklusif dengan harapan masyarakat mendapat informasi

dan pengetahuan tentang manfaat pemberian ASI eksklusif ini. Untuk memperoleh data dalam tulisan ini digunakan metode observasi, wawancara dan studi kepustakaan. Setelah data-data tersebut terkumpulkan,

selanjutnya dianalisis dengan menggunakan metode analisis deskriptif. Kemudian mengenai kriteria yang dijadikan indikator untuk menilai desain adalah:

fungsional, komunikatif, informatif, ergonomis, estetis, simplicity, surprise, dan etis. Adapun konsep dasar yang digunakan untuk perancangan media

komunikasi visual untuk kampanye manfaat pemberian ASI ekskluif ini adalah konsep simplicity. Dari segi ilustrasi, digunakan ilustrasi fotografi yang akan

disempurnakan di media komputer. Dari segi tipografi, jenis font yang digunakan adalah jenis font yang mudah dibaca dan jelas seperti Arial, Bickham Script Pro Semibold, Calibri, Century Gothic, One Stroke Script LET, Trebuchet MS dan

font lainnya sesuai dengan kebutuhan media tersebut. Dan dari segi warna, warna putih dan biru (primer) akan lebih dominan digunakan yang memberikan kesan

hidup sehat yang merupakan unsur dari kesehatan. Adapun beberapa rancangan media yang dibuat untuk kampanye manfaat pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan diantaranya adalah : Poster, Spanduk, X- Banner, Flayer,

Brosur, T-Shirt, Paper bag , Stiker, Pin, serta Katalog.

Kata kunci: ASI eksklusif, manfaat dari pemberian, media komunikasi visual.

Page 9: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

vii

ABSTRACT

Name : I Putu Tony Hartawan Title : A campaign which promotesthe benefit of breastfeeding babies until 6

months old trough visual communication media in Tabanan.

The aim of the final work ”Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan” was to explain about a media design process to inform a message to the residents of Tabanan Regency in the matter of the efforts of a

campaign about the benefit of the breastfeeding. The subject of the positive effects of the breatsfeeding as a studie case in this final work has been chosen, actually

was based on the consideration of how low the rate of the giving of the breastfeeding in this regency, which earned the sixth rank in Bali. The lack of knowledge in the benefit of giving the breastfeeding to the baby is one of the

issues of the situation. Therefore, Health Department of Tabanan Regency in this case needed an assitent from a designer to be able to visualize the message to the

residents in a visual communication media to support their campaign about how important the breastfeeding is. From this project, they hoped that the recidents could be well informed en educated, so then the babies in this regency could get

more better nutrition to increase their health. There are three reseach methods were used to collect the data to write

this work, such as observation method, interview method and library method. First of all, all the data were gathered. After that, it had been analyzed with descriptive analysis method. Furthermore, over the criterions which were used as

indicators to analyzed the design, namely funtional, communicative, informative, ergonomic, estetic, simplicity, surprise and ethic.

It so happens that the main concept which was used in the design of the visual communication media was the concept of simplicity to campaign the benefit of the giving of breastfeeding. From the illustration aspects, photography

illustration was used, which had completed with computer media. Based on the typography, Arial, Trebuchet MS and other fonts depend on the nesissities of the

works were applied to the media designs in order to make the message clear to the targets. Concerning the aspect of the colours, white and blue (as the dominant colour) were utilized to give the impression of healthy life. There were few media

designs have been created for the campaign in Tabanan Regency concerned to the benefit of giving breastfeeding, just as Poster, Banner, X-Banner, Brochure, T-

shirt, Paper bag, Sticker, Pin and the last one Catalogue.

Key words: breastfeeding, the benefit of giving, visual communication media.

Page 10: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

viii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING .................................................. i

HALAMAN PENGESAHAN UJIAN DAN LEMBAGA............................... ii

SURAT PERNYATAAN PERSETUJUAN .................................................... iii

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN .......................... iii

KATA PENGANTAR...................................................................................... iv

ABSTRAK ....................................................................................................... vi

ABSTRACT ..................................................................................................... vii

DAFTAR ISI .................................................................................................... viii

DAFTAR GAMBAR ....................................................................................... xiii

LAMPIRAN DESAIN ..................................................................................... xvi

BAB I PENDAHULUAN ........................................................................... 1

1.1 Latar Belakang Masalah .................................................... 1

1.1.1 Faktor Obyektif ................................................................. 2

1.1.2 Faktor Subyektif ................................................................ 4

1.2 Pengertian Judul ................................................................ 6

1.3 Rumusan Masalah ............................................................. 7

1.4 Batasan Masalah ................................................................ 8

1.5 Tujuan dan Manfaat Perancangan ..................................... 8

1.5.1 Tujuan Perancangan .......................................................... 8

1.5.2 Manfaat Perancangan ........................................................ 8

1.6 Metode Perancangan ......................................................... 9

1.6.1 Metode Pengumpulan Data ............................................... 9

1.6.2 Metode Analisis Data ........................................................ 11

1.6.3 Indikator serta Model Penilaian Desain ............................ 11

1.7 Sitematika Penulisan ......................................................... 14

BAB II TINJAUAN DAN ANALISA DATA ............................................. 16

2.1 Data Teoritis / Aktual ........................................................ 16

2.1.1 Aspek-aspek Desain Komunikasi Visual .......................... 16

Page 11: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

ix

2.1.1.1 Ilustrasi .............................................................................. 16

2.1.1.2 Teks ................................................................................... 20

2.1.1.3 Tipografi ............................................................................ 23

2.1.1.4 Warna ................................................................................ 28

2.1.1.5 Media ................................................................................. 41

2.1.1.6 Tata Letak atau Layout ...................................................... 44

2.1.2 Prinsip Desain Komunikasi Visual.................................... 49

2.1.2.1 Keseimbangan ................................................................... 49

2.1.2.2 Titik Fokus (Centre of Interest)......................................... 52

2.1.2.3 Irama (Rhythm) .................................................................. 53

2.1.2.4 Kesatuan ............................................................................ 54

2.1.2.5 Hirarki Visual .................................................................... 57

2.1.2.7 Proporsi (Proportion) ........................................................ 58

2.1.2.8 Skala (Scale) ...................................................................... 58

2.1.3 Aspek Teknis Perwujudan ................................................. 58

2.1.3.1 Bahan ................................................................................. 59

2.1.3.2 Tehnik Produksi................................................................. 63

2.1.4 Teori Sosial Yang Mendukung Kasus ............................... 70

2.1.4.1 Teori Semantik .................................................................. 71

2.1.4.2 Teori Pragmatik ................................................................. 71

2.1.4.3 Teori Sintatik ..................................................................... 72

2.2 Data Lapangan / Data Faktual ........................................... 75

2.2.1 Nama Obyek ...................................................................... 75

2.2.2 Penanggung Jawab ........................................................... 75

2.2.3 Lokasi ............................................................................... 75

2.2.4 Sarana Komunikasi Yang Ada .......................................... 76

2.2.5 Potensi kasus ..................................................................... 78

2.3 Analisis dan Sintesis .......................................................... 79

2.3.1 Analisis .............................................................................. 79

2.3.2 Sintesis............................................................................... 82

BAB III KONSEP DESAIN .......................................................................... 85

Page 12: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

x

3.1 Konsep Dasar Desain ........................................................ 85

3.2 Pola Pikir ........................................................................... 86

3.3 Skema Proses Perancangan ............................................... 87

3.4 Strategi Media ................................................................... 89

3.4.1 Khalayak Sasaran .............................................................. 90

3.4.1.1 Demografi .......................................................................... 90

3.4.1.2 Geografi ............................................................................. 90

3.4.1.3 Psikografi........................................................................... 90

3.4.1.4 Behaviour .......................................................................... 91

3.4.2 Panduan Media .................................................................. 91

3.4.2.1 Flayer ................................................................................. 91

3.4.2.2 Poster ................................................................................. 91

3.4.2.3 X-Banner ........................................................................... 92

3.4.2.4 Paper bag ........................................................................... 92

3.4.2.5 T-Shirt................................................................................ 92

3.4.2.6 Stiker.................................................................................. 92

3.4.2.7 Pin ...................................................................................... 93

3.4.2.8 Spanduk ............................................................................. 93

3.4.2.9 Katalog Pameran ............................................................... 93

3.5 Program Tayangan Media ................................................. 94

3.6 Strategi Kreatif .................................................................. 96

3.6.1 Isi Pesan ............................................................................. 97

3.6.2 Bentuk Pesan ..................................................................... 97

3.6.3 Strategi Visual ................................................................... 97

3.6.4 Gaya Visual ....................................................................... 97

3.6.5 Material.............................................................................. 97

BAB IV VISUALISASI DESAIN ................................................................. 99

4.1. Flyer................................................................................... 99

4.1.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 99

4.1.2 Kreatif Desain.................................................................... 101

4.1.3 Tampilan Desain................................................................ 101

Page 13: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

xi

4.1.4 Biaya Kreatif ..................................................................... 101

4.2 X-Banner ........................................................................... 102

4.2.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 102

4.2.2 Kreatif Desain.................................................................... 104

4.2.4 Biaya Kreatif ..................................................................... 105

4.3 Stiker.................................................................................. 105

4.3.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 105

4.3.2 Kreatif Desain.................................................................... 106

4.3.3 Tampilan Desain................................................................ 107

4.4. Poster ................................................................................. 107

4.4.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 108

4.4.2 Kreatif Desain.................................................................... 109

4.4.3 Tampilan Desain................................................................ 109

4.4.4 Biaya Kreatif ..................................................................... 110

4.5 Pin ...................................................................................... 111

4.5.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 111

4.5.2 Kreatif Desain.................................................................... 112

4.5.3 Tampilan Desain................................................................ 112

4.6 Paperbag ............................................................................ 113

4.6.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 113

4.6.2 Kreatif Desain.................................................................... 114

4.6.3 Tampilan Desain................................................................ 114

4.6.4 Biaya Kreatif ..................................................................... 115

4.7 Spanduk ............................................................................. 116

4.7.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 116

4.7.2 Kreatif Desain.................................................................... 117

4.7.3 Tampilan Desain................................................................ 117

4.8 T-Shirt................................................................................ 118

4.8.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 118

4.8.2 Kreatif Desain.................................................................... 119

4.8.3 Tampilan Desain................................................................ 119

Page 14: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

xii

4.9 Brosur ................................................................................ 121

4.9.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 121

4.9.2 Kreatif Desain.................................................................... 122

4.9.3 Tampilan Desain................................................................ 122

4.9.4 Biaya Kreatif ..................................................................... 123

4.10 Katalog .............................................................................. 124

4.10.1 Unsur Visual Desain .......................................................... 124

4.10.2 Tampilan Desain................................................................ 125

4.10.3 Biaya Kreatif ..................................................................... 126

BAB V PENUTUP ....................................................................................... 118

5.1 Simpulan ............................................................................ 128

5.2 Saran .................................................................................. 129

DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 130

Page 15: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Ilustrasi Gambar Tangan ........................................................ 18

Gambar 2.2 Ilustrasi Fotografi ................................................................... 19

Gambar 2.3 Ilustrasi tehnik gabungan ...................................................... 20

Gambar 2.5 Contoh Tipografi Jenis Sans Serif .......................................... 24

Gambar 2.6 Contoh Tipografi Serif ........................................................... 24

Gambar 2.7 Contoh Tipografi Sricpt ......................................................... 25

Gambar 2.8 Contoh Tipografi Decoratif.................................................... 25

Gambar 2.9 Contoh Tipografi Monospace................................................. 25

Gambar 2.10 Contoh Huruf Oldstyle ........................................................... 26

Gambar 2.11 Contoh Huruf Modern ........................................................... 26

Gambar 2.12 Contoh Huruf Slab Serif ......................................................... 27

Gambar 2.13 Contoh huruf kelompok Sans Serif ........................................ 27

Gambar 2.14 Contoh rumpun huruf Universe.............................................. 28

Gambar 2.15 Gambar Lingkaran Warna ...................................................... 29

Gambar 2.16 Warna Primer ......................................................................... 30

Gambar 2.17 Contoh Warna Primer............................................................. 30

Gambar 2.18 Warna Sekunder ..................................................................... 31

Gambar 2.19 Warna Intermediete ................................................................ 32

Gambar 2.20 Warna Tertier ......................................................................... 32

Gambar 2.21 Warna Kuarter........................................................................ 33

Gambar 2.22 Gambar logoteks Fiea Catering .............................................. 34

Gambar 2.23 Gambar logoteks Kosmetik Tje Fuk ...................................... 34

Gambar 2.24 Gambar logo PLN .................................................................. 34

Gambar 2.25 Logo IMS ............................................................................... 35

Gambar 2.26 Logo Fusion Media ................................................................ 35

Gambar 2.27 Logo Visit Indonesia 2008 ..................................................... 36

Gambar 2.28 Logo Altria ............................................................................. 36

Gambar 2.29 contoh gambar media lini atas (iklan majalah) ...................... 42

Gambar 2.30 contoh gambar media lini bawah (stiker) ............................... 43

Page 16: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

xiv

Gambar 2.31 Model iklan dengan layout Axial. .......................................... 44

Gambar 2.32 Model iklan dengan layout Group. ........................................ 45

Gambar 2.33 Model iklan dengan layout Band. .......................................... 45

Gambar 2.34 Model iklan dengan layout Path. ........................................... 46

Gambar 2.35 Model iklan dengan layout T.................................................. 46

Gambar 2.36 Model iklan dengan layout Z.................................................. 47

Gambar 2.37 Model iklan dengan layout S. ................................................. 47

Gambar 2.38 Model iklan dengan layout U. ................................................ 48

Gambar 2.39 Model iklan dengan layout Grid/sistem kolom...................... 48

Gambar 2.40 Model iklan dengan layout Checkerboard/Papan Catur. ....... 49

Gambar 2.41 Keseimbangan Simetri ........................................................... 50

Gambar 2.42 gambar Aplikasi Keseimbangan Simetri................................ 50

Gambar 2.43 Keseimbangan Radial ............................................................ 51

Gambar 2.44 gambar Aplikasi Keseimbangan Radial ................................. 51

Gambar 2.45 Keseimbangan Sederajat ........................................................ 51

Gambar 2.46 gambar Aplikasi Keseimbangan Sederajat............................. 51

Gambar 2.47 Keseimbangan Asimetri ......................................................... 52

Gambar 2.48 gambar Aplikasi Keseimbangan Asimetri.............................. 52

Gambar 2.49 Titik Fokus ............................................................................. 53

Gambar 2.50 Irama, lukisan karya Widayat................................................. 54

Gambar 2.51 Kesatuan Melalui Prinsip Hubungan...................................... 55

Gambar 2.52 Kesatuan Melalui Prinsip Grid............................................... 55

Gambar 2.53 Kesatuan Melalui Prinsip Kesejajaran ................................... 56

Gambar 2.54 Kesatuan Melalui Prinsip Aliran ............................................ 56

Gambar 2.55 Hirarki Visual ......................................................................... 57

Gambar 2.56 Kontras Antarelemen.............................................................. 57

Gambar 2.57 Bagan Mesin Letterpress........................................................ 64

Gambar 2.58 Gambar Mesin Flexography ................................................... 65

Gambar 2.59 Mekanisme Cetak Offset Lithografi ....................................... 66

Gambar 2.60 Proses dimesin Offset ............................................................. 66

Gambar 2.61 Mekanisme Proses Cetak Dalam (Gravure)........................... 67

Page 17: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

xv

Gambar 2.62 Mekanisme proses cetak Saring ............................................. 68

Gambar 2.63 Proses Mencetak Tehnik Cetak Saring................................... 68

Gambar 2.64 Proses Tehnik Cetak Digital................................................... 69

Gambar 2.65 Denah Lokasi Dinas Kesehatan.............................................. 76

Gambar 2.66 Brosur mengenai ASI ............................................................. 77

Gambar 2.67 Aplikasi unsur-unsur desain komunikasi visual pada Brosur 80

Gambar 3.1 Skema Pola Pikir .................................................................... 86

Gambar 3.2 Skema Proses Perancangan .................................................... 88

Gambar 4.1 Bentuk fisik flyer.................................................................... 100

Gambar 4.2 Media flyer ............................................................................. 101

Gambar 4.3 Bentuk fisik X-Banner ........................................................... 103

Gambar 4.4 Media X-Banner ..................................................................... 104

Gambar 4.5 Bentuk stiker .......................................................................... 106

Gambar 4.6 Media Stiker ........................................................................... 107

Gambar 4.7 Bentuk fisik poster ................................................................. 109

Gambar 4.9 Bentuk pin .............................................................................. 112

Gambar 4.10 Media Pin ............................................................................... 112

Gambar 4.11 Bentuk paperbag .................................................................... 114

Gambar 4.12 Media paperbag ..................................................................... 115

Gambar 4.13 Bentuk spanduk ...................................................................... 117

Gambar 4.14 Media spanduk ....................................................................... 117

Gambar 4.15 Bentuk T-Shirt ........................................................................ 119

Gambar 4.16 Media T-Shirt ......................................................................... 120

Gambar 4.17 Bentuk Mug ............................................................................ 122

Gambar 4.18 Media brosur .......................................................................... 123

Gambar 4.19 Bentuk Katalog....................................................................... 125

Gambar 4.20 Media katalog ......................................................................... 126

Page 18: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

xvi

LAMPIRAN DESAIN

Flyer

X-banner

Stiker

Poster

Pin

Paperbag

Spanduk

T-shirt

Brosur

Katalog Karya

Page 19: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Setiap anak berhak untuk dapat hidup, tumbuh, berkembang dan

berpatisipasi secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan serta

mendapat perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi (Pasal 4 UU No. 23 tahun

2002, tentang perlindungan anak). Salah satu hak anak yang tercantum di dalam

lima cluster hak anak adalah hak uatuk mendapatkan kesehatan dasar dan

kesejahteraan, dimana bayi 0-6 bulan mendapat ASI eksklusif. (Brosur Dinas

Kesehatan Propinsi Bali : 2007).

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi

yang belum tumbuh gigi-geliginya dan mempunyai nilai biologik yang tinggi.

Kecuali sebagai zat makanan, ASI juga menjadi media untuk hubungan bayi dan

ibunya. Hubungan secara psikologis dan immunologis menghantarkan kasih

sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat kemesraan bayi

terhadap ibunya sehingga terjalin hubungan yang harmonis.

Dengan memberikan ASI sejak bayi lahir yang diikuti dengan pemberiaan

MP-ASI yang cukup pada 6 bulan berikutnya akan menyebabkan pertumbuhan

dan perkembangan bayi dan anak secara optimal, termasuk perkembangan otak

serta bayi terlindung dari penyakit infeksi dan alergi.

Pemberian ASI juga merupakan media untuk menjalin hubungan

psikologis antara ibu dan bayinya. Hubungan ini akan menghantarkan kasih

sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat kemesraan bayi

terhadap ibunya, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan erat. Namun

sering ibu-ibu tidak berhasil menyusui bayinya atau menghentikan menyusui lebih

dini.

Page 20: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

2

Pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan untuk saat ini (tahun

2010) untuk tingkat keberhasilan mencapai angka 36,88 % menduduki peringkat

keenam dari delapan kabupaten yang ada di provinsi Bali.

Penelitian dan pengamatan yang dilakukan di berbagai daerah di wilayah

kabupaten Tabanan menunjukkan dengan jelas adanya kecenderungan

meningkatkannya jumlah ibu yang tidak menyusui bayi ini dimulai di kota yang

kemudian menjalar ke daerah pinggiran kota dan menyebar sampai ke desa-desa.

Penulis tertarik mengangkat kasus ini karena masyarakat khususnya di Kabupaten

Tabanan banyak yang kurang paham dan kurangnya pengetahuan mengenai

manfaat dari pemberian ASI eksklusif, selain bermanfaat untuk ibu dan bayinya

(bayi lebih kebal terhadap penyakit, tumbuh kembang serta tingkat kecerdasan

yang optimal, ibu yang menyusui memiliki resiko yang lebih rendah terhadap

kanker rahim dan kanker payudara, dll) juga untuk keluarga, biaya lebih hemat

dan murah (Bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat)

dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit dan

tidak perlu uang untuk membeli susu formula). Apalagi belakangan ini

masyarakat cukup dibuat resah dan khawatir dengan bahaya dari bakteri sakazaki

yang diduga ada pada beberapa merek susu formula yang ada di pasaran saat ini.

Oleh karena itu sangat diperlukan media komunikasi visual yang tepat dan

efektif, yang dapat menginformasikan tentang manfaat dari pemberian ASI

eksklusif kepada para ibu- ibu khususnya di Kab. Tabanan. Dengan pemberian

ASI eksklusif pada bayi sampai dengan umur 6 bulan maka bayi lebih sehat,

lincah dan mengurangi biaya untuk pemeliharaan kesehatan ibu dan bayi

khususnya di Kabupaten Tabanan.

1.1.1 Faktor Obyektif

ASI eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman

tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak

diberikan dalam tahap ASI eksklusif ini. Pada tahun 2001 (WHO) World Health

Organization/ Organisasi Kesehatan Dunia menyatakan bahwa ASI eksklusif

selama enam bulan pertama hidup bayi adalah yang terbaik. Dengan demikian,

Page 21: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

3

ketentuan sebelumnya (bahwa ASI eksklusif itu cukup empat bulan) sudah tidak

berlaku lagi. Pedoman internasional yang menganjurkan pemberian ASI eksklusif

selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti ilmiah tentang manfaat ASI bagi

daya tahan hidup bayi, pertumbuhan, dan perkembangannya. ASI memberi semua

energi dan gizi (nutrisi) yang dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya.

Pemberian ASI eksklusif mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan

berbagai penyakit yang umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru,

serta mempercepat pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran.

Bayi yang sehat, lahir dengan membawa cukup cairan di dalam tubuhnya.

Kondisi ini akan tetap terjaga bahkan dalam cuaca panas sekalipun, bila bayi

diberi ASI secara eksklusif (ASI saja) siang dan malam. Namun sayangnya

kebiasaan memberi minuman lain pada bayi selama 6 bulan pertama yaitu periode

pemberian ASI eksklusif masih dilakukan di banyak belahan dunia, yang

berakibat buruk pada gizi dan kesehatan bayi. Kebiasaan memberi air putih dan

minuman lain seperti teh, air manis, dan jus kepada bayi menyusui dalam bulan

bulan pertama, umum dilakukan di banyak negara. Kebiasaan ini seringkali

dimulai saat bayi berusia sebulan. Riset yang dilakukan di pinggiran kota Lima,

Peru menunjukkan bahwa 83% bayi menerima air putih dan teh dalam bulan

pertama. Penelitian di masyarakat Gambia, Filipina, Mesir, dan Guatemala

melaporkan bahwa lebih dari 60% bayi baru lahir diberi air manis dan/atau teh.

Alasan untuk memberi tambahan minuman kepada bayi berbeda sesuai nilai

budaya masyarakatnya masing-masing. Alasan yang paling sering dikemukakan

adalah: diperlukan untuk hidup menghilangkan rasa haus menghilangkan rasa

sakit (dari sakit perut atau sakit telinga) mencegah dan mengobati pilek dan

sembelit menenangkan bayi/ membuat bayi tidak rewel.

(http://bayidananak.com/2008/19/asi-eksklusif, diakses 14 Maret 2011)

Nilai budaya dan keyakinan agama juga ikut mempengaruhi pemberian

minuman tambahan untuk bayi. Dari generasi ke generasi diturunkan keyakinan

bahwa bayi sebaiknya diberi minuman tambahan. Air dipandang sebagai sumber

kehidupan suatu kebutuhan batin maupun fisik sekaligus. Sejumlah kebudayaan

Page 22: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

4

menganggap tindakan memberi air kepada bayi baru lahir sebagai cara

menyambut kehadirannya di dunia.

Berikut manfaat dari pemberian ASI eksklusif untuk ibu dan bayinya

(bayi lebih kebal terhadap penyakit, tumbuh kembang serta tingkat kecerdasan

yang optimal, ibu yang menyusui memiliki resiko yang lebih rendah terhadap

kanker rahim dan kanker payudara, dll) juga untuk keluarga, biaya lebih hemat

dan murah (bila bayi sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit

(hemat) dalam perawatan kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan

sakit dan tidak perlu uang untuk membeli susu formula).

1.1.2 Faktor Subyektif

ASI merupakan makanan alamiah yang pertama dan utama bagi bayi baru

lahir. ASI dapat memenuhi kebutuhan bayi akan energi dan gizi selama 6 bulan

pertama kehidupannya, sehingga dapat mencapai tumbuh kembang yang optimal.

Selain sebagai sumber energi dan zat gizi, pemberian ASI juga merupakan media

untuk menjalin hubungan psikologis antara ibu dan bayinya. Hubungan ini akan

menghantarkan kasih sayang dan perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat

kemesraan bayi terhadap ibunya, sehingga terjalin hubungan yang harmonis dan

erat. Namun sering ibu- ibu tidak berhasil menyusui bayinya atau menghentikan

menyusui lebih dini.

Pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan untuk saat ini (tahun

2010) untuk tingkat keberhasilan mencapai angka 36,88 % menduduki peringkat

keenam dari delapan kabupaten yang ada di provinsi Bali (dikutip dari data yang

ada pada Dinas Kab. Tabanan: 2010). Data tersebut didapatkan melalui

Penggabungan dari data-data pada tiap-tiap puskesmas yang berada di masing-

masing kecamatan yang ada di Kabupaten Tabanan. Teknis penelitiannya dengan

melakukan pendataan/dipantau tiap bulan Februari dan Agustus.

Penelitian dan pengamatan yang dilakukan di berbagai daerah di wilayah

kabupaten Tabanan menunjukkan dengan jelas adanya kecenderungan

meningkatkannya jumlah ibu yang tidak menyusui bayi ini dimulai di kota

terutama pada kelompok ibu dan keluarga yang berpenghasilan cukup, yang

Page 23: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

5

kemudian menjalar ke daerah pinggiran kota dan menyebar sampai ke desa-desa.

Banyak hal yang menyebabkan ASI ekslusif tidak diberikan khususnya bagi ibu-

ibu di Kabupaten Tabanan, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh:

a. Adanya perubahan struktur masyarakat dan keluarga. Hubungan kerabat yang

luas di daerah pedesaan menjadi renggang setelah keluarga pindah ke kota.

Pengaruh orang tua seperti nenek, kakek, mertua dan orang terpandang

dilingkungan keluarga secara berangsur menjadi berkurang, karena mereka

itu umumnya tetap tinggal di desa sehingga pengalaman mereka dalam

merawat makanan bayi tidak dapat diwariskan.

b. Kemudahan-kemudahan yang didapat sebagai hasil kemajuan Teknologi

pembuatan makanan bayi seperti pembuatan tepung makanan bayi, susu

buatan bayi, mendorong ibu untuk mengganti ASI dengan makanan olahan

lain.

c. Iklan yang menyesatkan dari produksi makanan bayi menyebabkan ibu

beranggapan bahwa makanan-makanan itu lebih baik dari ASI

d. Para ibu sering keluar rumah baik karena bekerja maupun karena tugas-tugas

sosial, maka susu sapi adalah satu-satunya jalan keluar dalam pemberian

makanan bagi bayi yang ditinggalkan dirumah.

e. Adanya anggapan bahwa memberikan susu botol kepada anak sebagai salah

satu simbol bagi kehidupan tingkat sosial yan lebih tinggi, terdidik dan

mengikuti perkembangan zaman.

f. Ibu takut bentuk payudara rusak apabila menyusui dan kecantikannya akan

hilang.

Sering juga ibu tidak menyusui bayinya karena terpaksa, baik karena

faktor intern dari ibu seperti terjadinya bendungan ASI yang mengakibatkan ibu

merasa sakit sewaktu bayinya menyusu, luka- luka pada puting susu yang sering

menyebabkan rasa nyeri, kelainan pada puting susu dan adanya penyakit tertentu

seperti tuberkolose, malaria yang merupakan alasan untuk tidak menganjurkan ibu

menyusui bayinya, demikian juga ibu yang gizinya tidak baik akan menghasilkan

ASI dalam jumlah yang relatif lebih sedikit dibandingkan ibu yang sehat dan

gizinya baik.

Page 24: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

6

Di samping itu juga karena faktor dari pihak bayi seperti bayi lahir

sebelum waktunya (prematur) atau bayi lahir dengan berat badan yang sangat

rendah yang mungkin masih telalu lemah apabila mengisap ASI dari payudara

ibunya, serta bayi yang dalam keadaan sakit.

Semua faktor-faktor tersebut diatas yang dianggap sebagai penyebab

semakin berkurangnya kegiatan meminumkan ASI di kalangan para ibu- ibu untuk

saat ini, Khususnya di Kab. Tabanan.

Oleh karena itu sangat diperlukan media komunikasi visual yang tepat dan

efektif namun tetap memperhitungkan biaya yang ada, yang dapat

menginformasikan tentang manfaat dari pemberian ASI eksklusif kepada para ibu-

ibu khususnya di Kab. Tabanan. Dengan pemberian ASI eksklusif pada bayi

sampai dengan umur 6 bulan maka bayi lebih sehat, lincah dan mengurangi biaya

untuk pemeliharaan kesehatan ibu dan bayi khususnya di Kabupaten Tabanan.

1.2 Pengertian Judul

Adapun judul yang diangkat dalam tugas akhir (studio) ini antara lain;

“Kampanye Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6

Bulan Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan, Bali”.

Kampanye

Artinya serentak mengadakan suatu gerakan yang biasanya bersifat

mempengaruhi (Poerwadarminta, 1983 : 439).

Manfaat

Artinya guna, faedah; lw mudarat; mengerjakan pekerjaan yang tak ada –nya

sama dengan membuang-buang waktu dengan sia-sia; (badudu, 2001:858)

Pemberian

(:berian) suatu yang diberikan:…( Poerwadarminta, 2003 : 144)

Asi Ekslusif

ASI eksklusif berarti memberikan hanya ASI saja. Ini berarti bayi tidak diberi air

putih, teh, minuman ramuan, cairan lain, maupun MP-ASI lainnya selama 6 bulan

Page 25: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

7

pertama usianya. (http;//asuh.wikia.com/index.php,title=definisi ASI_ekslusif,

diakses 22 februari 2011)

Bagi Bayi

Berati untuk anak yang baru lahir

Umur 6 bulan

Berarti lama waktu hidup (sejak dilahirkan): Anak itu-nya enam tahun…

(Poerwadarminta, 2003 : 1338). Usia anak pada waktu 6 bulan

Melalui

Menempuh (jalan, ujian, percobaan, dsb)… (Poerwadarminta, 2003 :653)

Media Komunikasi Visual

Adalah sarana untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada publik dengan

menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau gambar/foto.

(Pujirianto, 2005:15)

Kabupaten Tabanan, Bali

Menunjukkan dimana nama tempat/lokasi (salah satu kabupaten di Bali) kasus

yang diangkat.

Maka arti judul secara keseluruhan dapat disimpulkan sebagai berikut :

Suatu gerakan yang mampu mempengaruhi khalayak ramai (masyarakat)

mengenai kegunaan dari pemberian ASI saja tanpa pemberian cairan lain dan MP-

ASI (makanan pendamping ASI) lainnya selama 6 bulan usia pertamanya melalui

sarana yang dapat menyampaikan pesan atau informasi kepada publik dengan

menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau gambar/foto

mengenai manfaat dari pemberian ASI eksklusif di salah satu kabupaten yang ada

di Bali.

1.3 Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang ingin disampaikan antara lain, sebagai berikut;

a. Media apa saja yang tepat untuk kampanye manfaat pemberian ASI ekslusif

bagi bayi sampai dengan umur 6 bulan ?

b. Bagaimana merancang media komunikasi visual yang baik, menarik,

komunikatif dan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terutama para

Page 26: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

8

ibu- ibu di Tabanan mengenai manfaat yang diperoleh bayi sampai dengan

umur 6 bulan dengan mengkonsumsi ASI eksklusif?

1.4 Batasan Masalah

Dari rumusan masalah yang telah diuraikan di atas, maka batasan masalahnya

lebih difokuskan mulai dari perumusan masalah sampai dengan perwujudan yang

hanya sebagai contoh/prototype untuk kampanye manfaat pemberian ASI Ekslusif

bagi bayi sampai dengan umur 6 bulan di kabupaten Tabanan yang tepat untuk

masyarakat.

1.5 Tujuan dan Manfaat Perancangan

Tujuan perancangan adalah suatu pencapaian akhir yang diharapkan dari suatu

perancangan yang telah disusun atau direncanakan sebelumnya dan merupakan

suatu jawaban yang akan dicari sehubungan dengan adanya pertanyaan pada

rumusan masalah perancangan, sedang manfaat adalah suatu guna atau faedah

yang didapatkan dari suatu perancangan baik terhadap penulis maupun

masyarakat.

1.5.1 Tujuan Perancangan

Tujuan perancangan yang ingin dicapai adalah sebagai berikut :

a. Untuk mengetahui media komunikasi visual (media promosi/iklan layanan

masyarakat) yang tepat dan efektif untuk menginformasikan kepada

masyarakat di Tabanan mengenai manfaat dari pemberian ASI eksklusif.

b. Untuk mengetahui proses perancangan media komunikasi visual yang baik,

menarik, komunikatif, dan sebagai media informasi yang dapat meningkatkan

kesadaran (mampu mempengaruhi) masyarakat mengenai manfaat dari

pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan.

1.5.2 Manfaat Perancangan

Adapun manfaat yang diharapkan dari karya tugas akhir ini antara lain sebagai

berikut :

a. Bagi Mahasiswa : Dapat melatih mahasiswa (penulis) dalam melihat suatu

permasalahan serta mencari solusi dari permasalahan tersebut yang tidak lain

Page 27: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

9

adalah bagaimana merancang/membuat suatu Media Komunikasi Visual yang

efektif dan tepat guna untuk memberikan informasi yang jelas kepada

masyarakat di Kabupaten Tabanan mengenai pemberian ASI eksklusif, serta

mahasiswa mampu untuk berpikir secara terstruktur/sistematis dalam

mengaplikasikan disiplin ilmu yang telah didapatkan selama berkuliah yang

nantinya akan diterapkan dilapangan.

b. Bagi Lembaga : Memperkaya khazanah desain dan karya tulis baik yang

bersifat komersil maupun sosial.

c. Bagi Masyarakat : Masyarakat di kabupaten Tabanan memperoleh informasi

lebih jelas mengenai manfaat pemberian ASI Ekslusif bagi bayi sampai

dengan umur 6 bulan.

d. Bagi Pihak Dinas Kesehatan : Akan menjadi referensi atau acuan bagi Dinas

Kesehatan Kabupaten Tabanan itu sendiri dalam membuat suatu media kepada

masyarakat dengan berdasarkan disiplin ilmu Desain Komunikasi Visual.

1.6 Metode Perancangan

Metode merupakan suatu langkah awal yang digunakan untuk dijadikan

pedoman secara teoritis dan dapat di pertanggung jawabkan secara tertulis

mengenai tugas yang dirancang sebagai karya Tugas Akhir. Adapun metode

perancangan yang digunakan penulis pada karya tugas akhir ini, antara lain

sebagai berikut :

1.6.1 Metode Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan langkah yang amat penting dalam penyusunan

karya tulis, data yang terkumpul akan digunakan sebagai bahan analisis yang telah

dirumuskan. Metode yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ini adalah:

a. Kepustakaan.

Metode ini digunakan untuk mendapatkan data yang bersifat teoritis dari

beberapa literatur atau bahan bacaan yang dapat dipertanggung jawabkan

kebenarannya. (Surakhmad, 1787 : 2) misalnya mencari informasi data-data

Page 28: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

10

pada buku, artikel, majalah, surat kabar, brosur dan media lainnya yang ada

hubunganya dengan manfaat ASI eksklusif yang akan kami bahas.

b. Observasi.

Adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara terjun

langsung atau survei ke lapangan untuk mendapatkan data asli yang ada pada

tempat melakukan survey. Metode observasi juga bisa diartikan sebagai suatu

pengamatan dan pencatatan dengan sistematis fenomena atau gejala objek

yang sedang diselidiki. (Hadi, 1978 : 28). Tempat melakukan survey yaitu di

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan.

c. Wawancara.

Adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan

tanya jawab sepihak / melalui kontak secara langsung kepada nara sumber,

dan dilakukan dengan sistematis dan berlandaskan pada tujuan penelitian

(Marzuki, 1995 : 62). Wawancara ini dapat dilakukan dengan bertanya

langsung pada orang yang dianggap dapat memberikan informasi secara

mendetail dan sebenarnya. Wawancara kami lakukan pada Ibu I.G.A.A

Witarini Dwipayanti, S.KM. (bidang Promosi Kesehatan) pada tanggal 24

Maret 2011, pukul 11.00 Wita di Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan yang

beralamat di Jln. Gunung Agung No. 82, Tabanan-Bali. Dengan No. Telp.

(0361) 811419 dan fax. (0361) 815158

d. Dokumentasi.

Metode pengumpulan data dengan cara mencari data berupa foto-foto dan

gambar yang berhubungan dengan tema kesehatan (Arikunto, 1985 : 72),

metode ini digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara merekam suatu

gambar dengan kamera foto serta mengumpulkan arsip-arsip yang

menyangkut pemberian ASI eksklusif pada bayi 0-6 bulan di Kabupaten

Tabanan.

c. Internet.

Metode ini digunakan untuk mendapatkan data baik berupa gambar maupun

teori dengan cara mengunduh atau dengan cara mengopinya, sebaiknya

Page 29: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

11

sumber yang diambil dari alamat web yang dapat dipercaya keakuratan

datanya.

1.6.2 Metode Analisis Data

Metode analisis data yang di gunakan dalam perancangan media komunikasi

visual ini adalah metode analisis deskritif. Metode analisis deskritif adalah suatu

metode dimana dalam melakukan penelitian pada suatu kelompok manusia, suatu

obyek, suatu kondisi, suatu sistem, pemikiran ataupun satu kelas peristiwa pada

masa sekarang melalui analisis tentang hubungan sebab akibat. Kemudian

dilakukan melalui berbagai kajian historis, kajian dokumen, intepretasi peristiwa,

kajian informasi, perekaman suatu kejadian, hingga penafsiran suatu fenomena

sosial yang didapat melalui pencatatan di lapangan yang kemudian ditampilkan

dalam bentuk yang terarah dan terolah secara teoritis. Metode ini bertujuan untuk

membuat deskripsi/gambaran atau lukisan secara jelas, sistematis, faktual dan

akurat mengenai fakta- fakta, sifat-sifat serta hubungan antara fenomena yang

diselidiki.

Jadi dalam hal ini penulis menganalisa dan membandingkan data yang

didapat dari Dinas Kesehatan mengenai manfaat ASI eksklusif dengan teori yang

berkaitan dengan kasus yang diangkat, kesimpulannya metode analisis deskritif

adalah menggambarkan fakta-fakta tentang manfaat pemberian ASI ekslusif bagi

bayi sampai dengan umur 6 bulan kemudian dibandingkan dengan teori- teori

yang diperoleh. Dari hasil perbandingan tersebut kemudian dilakukan koreksi atas

selisih yang terjadi sehingga nantinya akan diperoleh suatu pemecahan masalah

yaitu diperoleh suatu desain yang terpilih, sebagai media promosi yang baik dan

menarik serta komunikatif untuk menginformasikan kepada masyarakat di

Kabupaten Tabanan mengenai manfaat pemberian ASI ekslusif bagi bayi sampai

dengan umur 6 bulan.

1.6.3 Indikator serta Model Penilaian Desain

Indikator yang nantinya akan dipakai sebagai acuan didalam menilai desain

ialah ilustrasi, teks, warna, teknik cetak. Dibuat alternatif desain dari media yang

Page 30: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

12

dipilih. Desain yang terbaik dipilih dari tiga alternatif desain yang diukur

berdasarkan kriteria desain.

Adapun kriteria desain yang dijadikan indikator yaitu:

a. Komunikatif

Desain harus menggambarkan sesuatu yang tepat dan mudah d imengerti

sehingga mampu mengarahkan konsumen pada misi dan tujuan (Sachari, 1986

: 78).

b. Informatif

Pesan yang disampaikan berisi informasi yang dibutuhkan sangat jelas

(Poerwadarminta, 2000 : 432).

c. Ergonomis

Memiliki sifat sesuai desain, dan nyaman saat d inikmati oleh konsumen, baik

dari segi bentuk, ukuran, bahan dan komposisi (Sachari, 1986 : 3).

d. Artistik

Keindahan adalah sifat dari sesuatu benda yang memberi kita kesenangan

yang tidak berkepentingan yang kita bisa peroleh semata-mata dari

memikirkan atau melihat benda individu itu bagaimana mestinya (Susanto,

2002 : 54).

e. Simplicity

Penyampaian pesan yang tidak terlalu rumit, singkat, padat, dan jelas

(Poerwadarminta, 2000 : 888).

f. Surprise

Desain yang dibuat harus bisa memberikan kejutan bagi komunikan dengan

menampilkan unsur-unsur yang lain sehingga mampu menarik perhatian

(Sachari, 1986 : 89).

g. Etis

Desain tidak melanggar norma-norma yang ada di masyarakat (Sachari, 1986 :

67).

Untuk menentukan desain terpilih dengan melakukan pengukuran atau

penilaian alternatif-alternatif desain menggunakan skala ordinat (skala yang

Page 31: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

13

menunjukkan tingkatan atau rangking). Rangking didapatkan setelah dilakukan

penilaian berdasarkan prinsip-prinsip desain yang ada. Dari sinilah diperlukan

usaha menentukan tingkatan dan kualitas, kriteria-kriteria tentang apa yang

disebut sangat baik, baik, cukup, kurang, dan sangat kurang. Masing-masing

tingkatan kualitas akan disususun berdasarkan jenjang ilmu dan mulai dari nilai

tertinggi adalah lima 5 dan nilai terendah adalah 1.

a. Nilai 5 = sangat baik

b. Nilai 4 = baik

c. Nilai 3 = cukup

d. Nilai 2 = kurang

e. Nilai 1 = sangat kurang

Untuk menentukan desain terpilih dari alternatif- alternatif desain yang dibuat,

dapat dilakukan melalui pemberian nilai dari masing-masing indikator dan unsur-

unsur desain, dengan menggunakan perhitungan rumus, yaitu:

R = Jumlah rata-rata skor keseluruhan (tiap unsur) x 100%

N

Keterangan : N = Nilai skor tertinggi x jumlah indikator (5 x 8 = 40)

Setelah masing-masing alternatif desain dinilai berdasarkan prinsip dan

kriteria desain akan terlihat satu desain yang menduduki rangking teratas dan

desain inilah yang nantinya sebagai desain terpilih (Nazir, 2000 : 338).

Berikut adalah format penilaian yang digunakan untuk memberikan nilai

pada seluruh alternatif desain yang ada.

Page 32: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

14

1.7 Sitematika Penulisan

Untuk mendapatkan gambaran yang jelas, terarah dan terstruktur mengenai

pengantar karya Tugas Akhir maka dalam penulisan pengantar karya ini akan

dibagi dalam 5 bab yang dibuat secara sistematis yang mana antara bab yang satu

dengan bab yang lainnya akan memeiliki hubungan erat yang tidak akan dapat

dipisahkan. Sistematika dari pengantar karya pada masing-masing babnya dapat

dirincikan sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan

Pada bab ini akan diuraikan mengenai latar belakang masalah yang merupakan

hal dasar diangkatnya suatu masalah yang nantinya dapat digunakan sebagai

acuan untuk perancangan media yang akan dibuat, termasuk di dalamnya terdapat

pengertian judul khasus, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan dan manfaat

perancangan, metode analisis data, dan indikator penilaian desain.

Bab II Tinjauan dan Analisa Data

Pada bab ini akan diuraikan mengenai tinjauan dari berbagai data-data yang

diperoleh sehingga nantinya akan digunakan sebagai data aktual dan faktual untuk

Page 33: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

15

nantinya akan dianalisis kembali menjadi sebuah data sintesa sehingga dapat

dicjadikan acuan dalam perumusan konsep desain.

Bab III Konsep Desain

Pada bab ini akan menguraikan tentang konsep dasar perancangan, pola pikir,

skema proses perancangan, strategi media, program tayangan media, dan strategi

kreatif yang selanjutnya akan dijadikan dasar pada visualisasi desain.

Bab IV Visualisasi Desain

Pada bab ini menguraikan tentang seluruh visualisasi desain yang telah

dibuat dalam bentuk gambar serta uraian/keterangan rinci mengenai masing-

masing desain. Adapun visualisasi desain yang diuraikan, antara lain: Flyer, X-

banner, Stiker, Poster, Pin, Paperbag, Spanduk, T’shirt, Brosur, dan Katalog.

Bab V Penutup

Pada bab ini menjelaskan tentang kesimpulan dari unsur-unsur yang berpengaruh

pada proses perancangan yang telah dibuat sehingga akan diketahui hal yang

menjadi alasan media informasi yang layak untuk diperlihatkan (ditampilkan)

kepada masyarakat. Sedangkan saran merupakan rekomendasi kepada pihak-pihak

terkait. Kemudian tidak lupa bab ini berisi mengenai saran-saran dan rekomendasi

pada pihak-pihak yang terkait.

Page 34: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

16

BAB II

TINJAUAN DAN ANALISA DATA

2.1 Data Teoritis / Aktual

Data teoritis atau aktual adalah data yang mengarah (mengacu) pada sumber-

sumber data ilmiah yang bisa dipertanggung jawabkan dan literatur mengenai

teori-teori tentang media desain komunikasi visual yang berhubungan dengan

kasus dan konsep pengerjaan Tugas Akhir ini (data yang bisa dimanfaatkan dalam

perancangan).

2.1.1 Aspek-aspek Desain Komunikasi Visual

Media adalah alat (sarana) komunikasi seperti koran, majalah, radio,

televisi, film, poster dan spanduk yang terletak di antara dua pihak. (Hasan, 2002 :

726.) Landasan pemikiran dalam pemilihan media adalah kemampuan untuk

menjangkau massa, kapasitas informasi yang dapat diemban media, target

audience (Ananda, 1978 : 10). Jadi dapat disimpulkan Media komunikasi visual

adalah suatu sarana informasi yang dapat dilihat dan dapat menginformasikan

suatu maksud atau pesan (informasi) yang ingin di sampaikan. Media-media yang

dirancang tentu tidak akan terlepas dari unsur-unsur desain yang mendukung

media yang akan dibuat nantinya, antara lain : ilustrasi, teks, huruf/ tipografi,

warna dan media.

2.1.1.1 Ilustrasi

Ilustrasi berasal dari bahasa latin yaitu ilustrare yang berarti menerangkan atau

memperlihatkan sesuatu, ilustrasi dapat berupa gambar, simbol, relief, musik yang

tujuannya untuk mengkomunikasikan atau menjelaskan sesuatu (Santosa, 2002 :

57).

Ilustrasi adalah gambar untuk membantu memperjelas isi buku, atau karangan

(Hasan, 2002 : 425.). Pengertian ilustrasi menurut Maya Ananda, adalah sesuatu

yang dapat menyemarakkan halaman-halaman buku atau media lainnya sebagai

karya seni yang memiliki nilai estetis. Bentuk gambar ilustrasi dapat berupa : foto,

Page 35: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

17

karikatur, kartun, potret manusia, binatang, dan tumbuh-tumbuhan. Fungsi dari

ilustrasi adalah untuk menarik perhatian publik guna mendorong dan

mengembangkan gagasan dalam bentuk cerita realistis, dapat menumbuhkan

suasana emosional karena ilustrasi lebih mudah dipersepsi atau diserap daripada

tulisan (Kusmiati, 1999 : 44).

Ilustrasi kalau dilihat dari segi teknisnya dapat digolongkan menjadi beberapa

teknik yaitu:

a. Ilustrasi Gambar Tangan (Hand Drawing)

Yaitu gambar teknik ilustrasi dengan cara mengandalkan keterampilan tangan

sepenuhnya baik itu menggunakan kuas, pensil, pena, air brush dan alat-alat yang

dipakai menggambar lainnya atau gambar tangan dibuat secara keseluruhan

menggunakan tangan, dengan memberikan ekspresi dan karakter tertentu untuk

mendukung media komunikasi grafis (Pujiriyanto, 2005 : 42), ada beberapa tehnik

ilustrasi gambar tangan yaitu :

1. Teknik Arsir: adalah teknik menggambar dengan unsur-unsur garis, digoreskan

secara silang-menyilang untuk mewujudkan gambar yang diinginkan. Garis

tersebut saling menumpang membentuk efek gelap terang, volume dan

plastisitas.

2. Teknik Halftone: adalah teknik yang menggunakan gradasi gelap terang

dengan tinta yang dicairkan untuk memperoleh nuansa, sehingga hasilnya

mendekati foto.

3. Teknik Blok: pada teknik ini pembentukan wujud gambar dengan

memanfaatkan efek kontras antar bagian yang paling terang dengan bagian

yang paling gelap.

4. Teknik Scraper Board: pada teknik ini, cara menggoreskan garis arahnya

mengikuti obyek, garis tidak saling menumpang, tetapi dibuat sejajar satu sama

lain. Pada bagian yang gelap garis arsir dibuat rapat, sedangkan pada bagian

yang terang garis arsir dibuat agak renggang.

5. Teknik Goresan Kering: pada teknik ini, tinta/cat dibuat setengah kering, baru

kemudian ditumpangi goresan lagi dengan tujuan untuk mendapatkan atau

mencapai efek tekstur yang timbul. Untuk goresan pertama dibuat tipis,

Page 36: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

18

terutama pada bidang yang terang, pada bagian bidang yang gelap goresan

diulang-ulang sampai mendapatkan hasil yang diinginkan.

6. Teknik Dots/ Pointilisme (titik-titik): wujud gambar terdiri dari titik-titik,

dimana gelap terang dan plastisitas gambar dicapai dengan menggunakan titik-

titik. Kalau menginginkan bagian yang gelap titik-titiknya dibuat rapat dari

pada bagian yang terang.

Ada beberapa guna dari ilustrasi tangan, yaitu:

1) Sebagai simbolisasi

2) Menggambarkan fantasi

3) Menggambarkan sesuatu yang membangkitkan selera humor

4) Untuk pengganti foto.

Gambar 2.1 Ilustrasi Gambar Tangan

(Sumber: www.google.com, 25-03/2011

a. Ilustrasi Fotografi

Tehnik ilustrasi fotografi yaitu teknik membuat gambar ilustrasi berupa foto

dengan bantuan kamera baik itu manual maupun digital. Biasanya obyek fotografi

menjadi lebih realistis, eksklusif dan persuasif. (Pujiriyanto, 2005: 42).

Page 37: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

19

Adapun kelebihan dari menggunakan ilustrasi fotografi adalah gambar yang

dihasilkan nyata/ realistis, waktu pembuatannya relatif singkat dan dapat dibuat

secara spontan. Teknik fotografi dapat dibuat (diproses) berwarna ataupun hitam

putih.

Ilustrasi fotografi memiliki beberapa kegunaan, yaitu:

1. Menggambarkan perbandingan menunjukkan berita

2. Mengabadikan sesuatu

3. Mencitakan suasana hati

4. Menggambarkan sesuatu yang membangkitkan rasa kemanusiaan

(Suyanto, 2004: 89).

Gambar 2.2 Ilustrasi Fotografi

(Sumber: http://media02.hongkiat.com/art-baby-photography.jpg, 13.04.2011)

b. Ilustrasi Tehnik Gabungan

Yaitu ilustrasi bentuk komunikasi dengan struktur visual atau rupa yang terwujud

dari perpaduan antara teknik fotografi/ ilustrasi gambar tangan dengan teknik

drawing di komputer (Pujiriyanto, 2005 : 41). Teknik ini memiliki kelebihan

tersendiri yaitu:

1. Dengan aplikasi penggunaan computer tehnik menggambar tangan dan

fotografi dapat lebih disempurnakan dalam proses desainnya.

2. Hasil desain jauh lebih inofatif dan menarik karena terjadi suatu kombinasi

(tambahan/nilai plus) pada desain yang akan disempurnakan.

Page 38: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

20

Gambar 2.3 Ilustrasi tehnik gabungan

(Sumber:http://envoguephoto.files.wordpress.com/baby_art_blog.jpg . 13.04.2011)

Ilustrasi yang akan dipakai dalam perancangan media komunikasi visual untuk

mengkampenyekan manfaat Asi Eksklusif pada bayi sampai dengan umur 6 bulan

di Kabupaten Tabanan tidak lain menggunakan ilustrasi fotografi, karena

dianggap mampu untuk memberikan informasi yang lebih jelas dan lebih mudah

untuk dimengerti.

2.1.1.2 Teks

Adalah sederetan kata atau kalimat yang menjelaskan suatu barang atau jasa untuk

tujuan tertentu. Bahasa yang digunakan untuk penyusunan teks pada iklan

hendaknya sederhana jelas, singkat, dan tepat serta memiliki daya tarik pada

kalimatnya. (Ananda, 1978: 63).

Teks dalam suatu media promosi merupakan alat menjamin komunikasi yang

mempengaruhi sasarannya, seakan terlibat dalam suatu dialog. Adapun fungsi teks

yang dimaksud adalah sebagai berikut :

1. Untuk menarik perhatian konsumen tentang pesan dan tujuan yang hendak

disampaikan. Jadi harus permulaan, isi dan penutup sehingga begitu

selesai membaca maksud dan tujuan dari pesan yang disampaikan dapat

dimengerti.

2. Sebagai sarana komunikasi tentang barang atau jasa, mengenai kualitas

atau kegunaan, keuntungan-keuntungan dan keterangan lainnya.

3. Untuk membangkitkan hasrat pembaca agar mengikuti dan melaksanakan

pesan yang disampaikan.

Page 39: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

21

4. Untuk menyatakan dan mempertahankan keberadaan suatu perusahaan

atau lembaga kepada masyarakat.

Gambar 2.4 Contoh penggunaan teks pada iklan

(Sumber: Desain Grafis Komputer, Pujiriyanto, 2005: 41)

Teks dibagi menjadi beberapa sistem penamaan yang masing-masing

memiliki fungsi berbeda yaitu:

a. Headline (Baris Utama/ Judul)

Adalah teks yang letaknya paling atas pada sebuah iklan, dengan ukuran huruf

paling besar antara yang lainnya dan biasanya untuk menyampaikan pesan yang

paling penting. (Santosa, 2002 : 54).

Judul hendaknya ekspresif, mempertegas kata-katanya yang singkat dan berfungsi

untuk mengkombinasikan watak sebuah tulisan. Hal-hal yang perlu diperhatikan

dalam mendesain judul, yaitu:

1. Bentuk huruf mendukung judul dan memancarkan watak tulisan.

2. Judul kontras dengan teks lainnya baik dari segi warna, ukuran dan bentuknya.

3. Ditempatkan dalam frame atau bingkai.

4. Kata tidak terlalu panjang dan mudah dibaca.

5. Judul sebaiknya diposisikankan di tengah-tengah.

6. Hindari judul dengan pemakaian huruf kapital semua. (Pujiriyanto, 2005 : 38)

Page 40: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

22

Menurut James F. Engle (Riyanto, 2000: 303), Headline dapat diklarifikasikan

menjadi :

1. Identification Headline, yang langsung menyebutkan identitas nama atau

merek dari produk atau jasa yang ditawarkan.

2. Advice or benefit Headline, yang memberikan janji, nasihat, manfaat atau

mengarahkan tentang kelebihan produk secara langsung.

3. Information or News Headline, yang berisi berita atau informasi tentang

suatu produk.

4. Command Headline, isinya bersifat anjuran atau perintah kepada calon

konsumen untuk menggunakan produk yang ditawarkan.

5. Question Headline, yang dikemukakan dengan gaya bertanya.

6. Curlosity or Provocative Headline, untukmembangkitkan kecemasan dan

ketakutan pada diri pemirsanya, serta mengundang keingintahuan pemirsa

terhadap apa yang ingin disampaikan.

7. Boast Headline, sifatnya membesar-besarkan atau melebihkan keunggulan

suatu produk atau jasa.

b. Sub Headline (Sub Judul)

Sub judul berfungsi untuk melengkapi serta memperjelas pengertian headline dan

untuk membagi serta sebagai penyela teks berikutnya. Biasanya ukurannya lebih

kecil daripada judul dengan warna yang berbeda pula. Sub judul dapat juga

disebut sebagai kalimat peralihan yang mengarah pembaca dari judul ke kalimat

pembuka dari naskah (body copy).

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mendesain sub judul, yaitu:

1. Sub judul serasi dan saling mendukung dengan judulnya.

2. Hindari penempatan di bawah kolom.

3. Jangan berlebih menggunakan materi visual, sesuaikan jenis huruf dengan

judul dan teks isinya.

4. Gunakan tipe huruf yang kontras, misalnya tipe huruf Sans Serif.

5. Gaya dan ukuran huruf pada artikel dapat dideformasi dengan memiringkan

atau memperbesar 1-3 kali.

6. Sub judul dapat ditulis dengan lekukan atau indent dengan posisi sebelah kiri.

Page 41: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

23

7. Gunakan garis bawah atau di atas sub judul untuk kejelasan atau buatkan

frame.

8. Gunakan warna berbeda dengan warna artikel.

9. Tempatkan di kolom terpisah di samping atas, jangan di bawah artikel.

10. Susun unsur-unsur dengan posisi, proporsi, irama, latar belakang, pilihan

tipografi dalam kesatuan yang artistik. (Pujiriyanto, 2005: 38)

c. Body Copy (Teks isi)

Merupakan kalimat yang menerangkan lebih rinci tentang isi pesan yang ingin

disampaikan, berfungsi untuk mengarahkan pembaca dalam mengambil sikap,

berpikir, dan bertindak lebih lanjut (Pujiriyanto, 2005: 39).

d. Logotype (Merek dagang/ usaha)

Merupakan simbol atau nama yang dipakai oleh suatu perusahaan (Nuradi, 1996:

102).

e. Slogan (Semboyan)

Slogan (semboyan) adalah kalimat pendek yang unik dan khas yang dimiliki oleh

sebuah produk untuk lebih meyakinkan dan memperkuat sikap konsumen untuk

memilih produk atau jasa yang ditawarkan.

f. Clossing word (Kata Penutup)

Kata penutup adalah kalimat pendek yang jelas, singkat, jujur dan jernih yang

biasanya bertujuan untuk mengarahkan pembaca untuk membuat keputusan

(Pujiriyanto, 2005: 39).

Teks yang akan digunakan atau dipakai dalam perancangan media komunikasi

visual untuk kampanye manfaat ASI eksklusif d i Kabupaten Tabanan tidak lain

berisikan mengenai manfaat dari ASI eksklusif secara singkat namun jelas.

2.1.1.3 Tipografi

Kata tipografi berasal dari bahasa latin yaitu terdiri dari kata typos dan graphia.

Typos artinya cetakan bentuk dan sejenisnya, sedangkan graphia artinya hal

tentang seni tulisan (Schneder, 1997 : 4).

Secara umum tipografi diartikan seni mencetak dengan menggunakan huruf, seni

menyusun huruf dan cetakan dari huruf atau penyusunan bentuk dengan gaya-

Page 42: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

24

gaya huruf. Tipografi sama dengan menata huruf yang merupakan unsur penting

dalam sebuah karya desain komunikasi visual untuk mendukung terciptanya

kesesuaian antara konsep dan komposisi karya (Santosa, 2002: 108). Tipografi

lebih dari sepuluh ribu jenis huruf yang berlaku secara internasiona l dan sudah

dibakukan.

Beberapa jenis huruf mengesankan suasana-suasana tertentu, seperti kesan berat,

ringan, kuat, lembut, jelita dan sebagainya. Masing-masing huruf merupakan

bagian individual dalam alfabet. Bentuk dasar huruf tidak dapat diubah.

Sedangkan variasi bentuknya sangat banyak jumlahnya. Jenis huruf baru selalu

dirancang sebagai hasil teknik produksi yang lebih progresif atau sebagai adaptasi

daripada mode dan gaya. Huruf-huruf secara tersendiri berbeda dalam bentuk,

ukuran, berat, kelebaran dan miringnya (Scheder, 1976: 41). Huruf saat ini dapat

dikelompokkan menjadi lima yaitu:

a. Huruf Tak Berkait (Sans Serif)

Bentuk huruf yang tidak memiliki kait, bertangkai tebal, sederhana dan lebih

mudah dibaca dan sifat huruf ini kurang formal. Contoh bentuk huruf ini yang

paling populer yaitu tipe Arial dan Helvetic

Aa Bb Cc Gambar 2.5 Contoh Tipografi Jenis Sans Serif

(Sumber: Tipografi Komputer Untuk desainer Grafis, Adi Kusrianto, 2004: 39)

b. Huruf Berkait (Serif)

Bentuk huruf yang memiliki kait, dengan ketebalan yang kontras. Jenis ini

merupakan huruf formal, sangat anggun dan konservatif. Contoh yang paling

umum yaitu huruf tipe Times New Roman.

Aa Bb Cc Gambar 2.6 Contoh Tipografi Serif

Page 43: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

25

(Sumber: Tipografi Komputer Untuk desainer Grafis, Kusrianto, 2004: 32)

c. Huruf Tulis atau Latin (Srcipt)

Jenis ini merupakan dasar dari bentuk huruf yang ditulis dengan tangan, kontras

tebal dan tipisnya sedikit saling berhubungan dan mengalir. Dapat memberikan

kesan keanggunan dan sentuhan pribadi.

Aa Bb Cc Gambar 2.7 Contoh Tipografi Sricpt

(Sumber: Tipografi Komputer Untuk desainer Grafis, Kusrianto, 2004 : 42)

d. Decoratif (Graphic)

Bentuk huruf yang sangat rumit desainnya. Bentuk ini hanya cocok dipakai untuk

headline tidak cocok digunakan sebagai body copy jadi sifatnya sangat terbatas

dalam penggunaannya.

Gambar 2.8 Contoh Tipografi Decoratif

(Sumber: Tipografi Komputer Untuk Desainer Grafis,

Kusrianto, 2004 : 43)

e. Monospace

Setiap huruf yang berjenis monospace mempunyai jarak atau lebar yang sama

setiap hurufnya. Contoh huruf monospace yaitu huruf tipe courier dan huruf yang

ada pada mesin ketik.

Aa Bb Cc Gambar 2.9 Contoh Tipografi Monospace

(Sumber: Tipografi Komputer Untuk desainer Grafis,

Kusrianto, 2004 : 25)

Ada juga teori yang mengelompokan huruf sesuai dengan ciri-ciri

anatominya, yaitu:

a. Oldstyle

Page 44: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

26

Huruf yang diciptakan dalam periode tahun 1470 dan periode Oldstyle berakhir di

akhir abad ke-16 dengan munculnya periode transisi berupa karya John

Baskerville yang menjembatani periode berikutnya. (Kusrianto, 2006 : 202)

Ciri-ciri huruf Oldsyle adalah seperti gambar berikut:

Gambar 2.10 Contoh Huruf Oldstyle (Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 202)

b. Modern

Perkembangan huruf ini dimulai pada abad ke-18 ketika Giambastita Bodoni

menciptakan karya-karyanya yang kita kenal hingga sekarang sebagai font Bodoni

dengan anggota keluarganya yang cukup banyak. Periode itu cukup panjang

hingga abad ke-20 dan jumlah karya-karya typeface sudah semakin banyak.

(Kusrianto, 2006 : 203). Ciri-ciri huruf Modern adalah seperti gambar berikut:

Gambar 2.11 Contoh Huruf Modern

(Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 203)

Page 45: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

27

c. Slab Serif

Kelompok huruf Slab Serif ditandai dengan bentuk serif yang tebal, bahkan sangat

tebal. Masa kemunculan jenis huruf itu bervariasi dan ikut menandai kemunculan

huruf-huruf yang berfungsi lebih tepat sebagai penarik perhatian (Header).

(Kusriyanto, 2006 : 203)

Gambar 2.12 Contoh Huruf Slab Serif

(Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 204)

d. Sans Serif

Jenis huruf sans serif diciptakan oleh William Caslon IV (keturunan William

Caslon di era Oldstyle) pada tahun 1816. Pada awal kemunculannya, font jenis itu

disebut Grotesque karena pada zaman itu bentuk huruf tanpa serif itu dirasa aneh

dan unik. (Kusrianto, 2005: 204).

Gambar 2.13 Contoh huruf kelompok Sans Serif

(Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 204)

e. Type Family

Pada tahun 1488, Moritz Brandis dari Leipzig Jerman untuk pertama kalinya

membuat font semi bold dari bentuk font yang telah ada untuk melengkapi

typeface itu. Tahun 1980-an, American Type Founder Company, sebuah

perusahaan pembuat huruf menawarkan koleksi huruf yang diproduksinya

Page 46: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

28

lengkap dengan hasil modifikasi dari karya-karya klasik yang telah ada sehingga

pilihan huruf-huruf semakin diperluas.

Jadi type Family adalah kumpulan hasil modifikasi dari bentuk font yang telah ada

ke arah:

1. Ketebalannya sehingga kita mengenal huruf Semi Bold, Bold, dan Extra Bold.

2. Proporsi dari bentuk huruf sehingga kita mengenal huruf Condensed atau

penyempitan dan Expanded atau pelebaran.

3. Sudut kemiringan yaitu untuk memeperoleh efek tertentu, sejak awal dikenal

istilah Italic untuk yang bentuknya condong ke kanan.

4. Texture permukaan yang juga merupakan variasi dari tipe family.

5. Desainnya, seperti adanya type family yang memiliki desain yang berbeda.

Salah satu contoh nyata dari family yang berbeda desain adalah ITC

Officiana,dan juga ITC Stone.

Gambar 2.14 Contoh rumpun huruf Universe

(Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 207)

Tipografi yang akan digunakan atau dipakai dalam perancangan media

komunikasi visual untuk kampanye dari manfaat pemberian ASI eksklusif di

Kabupaten Tabanan tidak lain adalah jenis tipografi sans serif, jenis huruf ini

dipilih karena mampu membuat desain terlihat lebih menarik dan lebih mudah

untuk dibaca.

2.1.1.4 Warna

Warna adalah hal yang pertama dilihat oleh seseorang (terutama warna

background). Warna akan membuat kesan atau mood untuk keseluruhan gambar

atau grafis. Warna merupakan unsur penting dalam grafis karena dapat

memberikan dampak psikologis kepada orang yang melihatnya (Pujiriyanto, 2005:

43).

Warna adalah kualitas dari mutu cahaya yang dipantulkan suatu obyek ke mata

manusia. Setiap warna memiliki daya tarik yang berbeda dan dalam

Page 47: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

29

penggunaannya diharapkan dapat menciptakan keserasian dan membangkitkan

emosi (Wirya, 1999: 26).

Gambar 2.15 Gambar Lingkaran Warna

(Sumber: Pengenalan Teori Warna, Nugroho, 2008: 10)

Secara umum warna dapat dibagi menjadi tiga, antara lain :

a. Warna Primer

Warna primer disebut warna pertama, atau warna pokok. Disebut warna primer

karena warna tersebut tidak dapat dibentuk dari warna lain dan disebut warna

pokok karena warna tersebut dapat digunakan sebagai pokok percampuran untuk

memperoleh warna-warna yang lain. (Sanyoto, 2009: 28). Nama-nama warna

primer tersebut, adalah:

1. Biru, nama warna sebenarnya adalah sian (cyan), yaitu biru semu hijau.

Warna cyan yang sebenarnya terdapat pada warna bahan tinta cetak.

2. Merah, nama sebenarnya magenta, yaitu merah semu ungu. Warna magenta

yang sebenarnya terdapat pada warna bahan tinta cetak.

3. Kuning, dalam tube cat disebut lemon yellow, dalam tinta cetak disebut

yellow.

Page 48: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

30

Gambar 2.16 Warna Primer

(Sumber : Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain Nirmana : 24)

Contoh media;

Gambar 2.17 Contoh Warna Primer

(Sumber : dok. Pribadi Gambar Kartupos Mahasiswa UBINUS 2004)

b. Warna Sekunder

Yaitu merupakan warna hasil pencampuran dari dua warna primer. Contohnya:

Nama-nama warna sekunder adalah:

1. Jingga (orange), adalah hasil percampuran warna merah dan kuning.

2. Ungu (violet), adalah hasil percampuran warna merah dan biru.

Page 49: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

31

3. Hijau (green), adalah hasil percampuran warna kuning dan biru. (Sanyoto,

2009: 30)

Gambar 2.18 Warna Sekunder

( Sumber : Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain Nirmana : 24)

c. Warna Intermediate

Warna intermediate adalah warna perantara, yaitu warna yang ada diantara warna

primer dan sekunder pada lingkaran warna. (Sanyoto, 2009: 30). Nama-nama

warna intermediate adalah:

1. Kuning hijau (sejenis moon green), yaitu warna yang ada diantara kuning dan

hijau.

2. Kuning jingga (sejenis deep yellow), yaitu warna yang ada diantara kuning

dan jingga.

3. Merah jingga (red/ vermilion), yaitu warna yang ada diantara merah dan

jingga.

4. Merah ungu (purple), yaitu warna yang ada diantara merah dan ungu/ violet.

5. Biru violet (sejenis blue/ indigo), yaitu warna yang ada diantara biru dan

ungu/ violet.

6. Biru hijau (sejenis sea green), yaitu warna yang ada diantara biru dan hijau.

Page 50: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

32

Gambar 2.19 Warna Intermediete ( Sumber : Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain Nirmana : 24)

d. Warna Tertier

Warna tertier, atau warna ke tiga, adalah warna hasil percampuran dari dua warna

skunder atau warna ke dua. (Sanyoto, 2005: 31). Nama-nama warna tersier

adalah:

1. Coklat kuning, disebut juga siena mentah, kuning tersier, yellow ochre, atau

olive, yaitu percampuran warna jingga dan hijau.

2. Coklat merah, disebut juga siena bakar, merah tersier, burnt siena, atau red

brown, yaitu percampuran warna jingga dan ungu.

3. Coklat biru, disebut juga siena sepia, biru tersier, zaitun, atau navy blue, yaitu

percampuran warna hijau dan ungu.

Gambar 2.20 Warna Tertier

(Sumber : Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain Nirmana : 23)

Page 51: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

33

e. Warna Kuarter

Warna kuarter, atau warna ke empat, yaitu warna hasil percampuran dari dua

warna tersier atau warna ke tiga. (Sanyoto, 2005: 31). Nama-nama warna kuarter

adalah:

1. Coklat jingga (jingga/ oranye kuarter), atau semacam brown, adalah hasil

percampuran kuning tersier dan merah tersier.

2. Coklat hijau (hijau kuarter), atau semacam moss green, adalah hasil

percampuran biru tersier dan kuning tersier.

3. Coklat ungu (ungu/ violet kuarter), atau semacam deep purple, adalah hasil

percampuran merah tersier dan biru tersier.

Gambar 2.21 Warna Kuarter

(Sumber : Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain Nirmana : 23)

Jika menginginkan warna yang selaras atau bervariatif maka ada beberapa aplikasi

warna yang dapat dikombinasikan, berikut ulasannya :

1) Monokromatik. Merupakan paduan warna-warna yang sama tetapi berbeda

kemurniannya.

Page 52: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

34

Gambar 2.22 Gambar logoteks Fiea Catering

(Sumber : dok. pribadi)

2) Analogis adalah paduan warna-warna yang bersebelahan letaknya dalam

lingkaran warna. Misalnya kuning dengan hijau kekuningan pada logograf

Tje Fuk.

Gambar 2.23 Gambar logoteks Kosmetik Tje Fuk

(Sumber : dok pribadi)

3) Triadik. Merupakan kombinasi warna-warna yang letaknya pada titik

segitiga sama sisi dalam lingkaran warna. Misalnya merah dengan kuning dan

biru.

Gambar 2.24 Gambar logo PLN

(Sumber : www.kaskus.com, 5 April 2011)

Page 53: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

35

4) Komplementer adalah kombinasi warna-warna yang saling berseberangan

letaknya dalam lingkaran warna. Misalnya orange dengan biru.

Gambar 2.25 Logo IMS (Sumber : Majalah Digital Art, Vol 01/09: 2005)

5) Split-komplementer merupakan kombinasi warna-warna yang letaknya pada

semua titik yang membentuk huruf Y pada lingkaran warna. Misalnya kuning

dengan ungu kemerahan dan ungu kebiruan yang mengapit ungu.

Gambar 2.26 Logo Fusion Media

(Sumber : Majalah Digital Art, Vol 01/09: 2005)

6) Komplementer Ganda, merupakan sepasang warna yang berdampingan

dengan sepasang komplementernya. Misalnya perpaduan kuning, orange, biru

dan ungu (orange kemerahan komplementer biru muda, sedangkan orange

dengan biru).

Page 54: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

36

Gambar 2.27 Logo Visit Indonesia 2008

(Sumber : dok. pribadi)

7) Polikromatik, yaitu menggunakan banyak jenis warna.

Gambar 2.28 Logo Altria

(Sumber : Majalah Digital Art, Vol 01/09: 2005)

Warna Menurut Kejadiannya dapat dibagi menjadi dua, antara lain yaitu:

a. Warna Additive

Adalah warna yang berasal dari cahaya, yang disebut spectrum. Warna pokok

additive ialah Merah (Red), Hijau (Green), dan Biru (Blue) dalam komputer

disebut warna model RGB. (Sanyoto, 2009 : 17). Percampuran warna cahaya

(spectrum), yaitu:

6. Cahaya biru (blue) dipadukan dengan cahaya merah (red) menghasilkan

cahaya magenta.

7. Cahaya merah (red) dipadukan dengan cahaya hijau (green) menghasilkan

cahaya kuning (yellow).

8. Cahaya hijau (green) dipadukan dengan cahaya biru (blue) menghasilkan

cahaya sian (cyan).

Page 55: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

37

9. Cahaya biru (blue) dipadukan dengan cahaya merah (red) dan cahaya hijau

(green) menghasilkan cahaya putih jernih/ bening/ cahaya terang siang hari.

Warna-warna lain dapat dibuat dengan cara mencampur-campur warna cahaya

dengan berbagai kemungkinan warna cahaya untuk memperoleh efek tertentu.

Percampuran warna cahaya ini sifatnya sempurna, artinya pekat menyatu.

Warna cahaya sangat cermelang karena betul-betul murni tidak tercampur warna

lainnya. Paduan warna-warna cahaya ini digunakan pada dunia televisi, panggung

dan audio visual lainnya.di dunia televisi, jika kita melihat berbagai gambar

pemandangan alam sebenarnya hanya karena perpaduan tiga warna pokok cahaya

tersebut. (Sanyoto, 2009: 17)

b. Warna Subtractive

Adalah warna yang berasal dari bahan yang disebut pigmen. Warna pokok

subtractive menurut teori adalah Sian (Cyan), Magenta, dan Kuning (Yellow),

dalam komputer disebut warna model CMY. (Sanyoto, 2009 : 18). Percampuran

warna bahan (pigmen), yaitu:

10. Kuning (yellow) dicampur dengan sian (cyan) menghasilkan hijau (green).

11. Magenta dicampur dengan kuning (yellow) menghasilkan jingga merah

(orange).

12. Sian (cyan) dicampur dengan magenta menghasilkan ungu biru (violet).

13. Kuning (yellow) dicampur magenta dicampur sian (cyan) menghasilkan warna

gelap atau hitam.

Warna-warna lain dapat dibuat dengan cara mencampur-campur warna dari hasil

pencampuran-pencampuran warna-warna pokok bahan tersebut di atas untuk

memperoleh warna-warna baru. Percampuran warna bahan sifatnya tidak

sempurna, dimana warna-warna tersebut sesungguhnya tidak bercampur tetapi

pigmennya hanya berdampingan saja. Warna bahan tidak secermelang warna

cahaya karena sifat pigmen selalu ada kandungan unsur kotor atau kandungan

warna lain yang mempengaruhinya, sehingga pada komputer selalu dengan

rumusan CMYK. K adalah prosentase Black (Hitam/ gelap), dimana setiap warna

selalu mengandung unsur warna gelap.

Page 56: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

38

Warna bahan (pigmen) yang memiliki warna lengkap adalah tinta cetak, baik

cetak offset maupun tinta printer komputer. Tinta cetak memiliki warna Cyan,

Magenta, Yellow, yang sesungguhnya. Jika kita melihat hasil cetakan foto atau

gambar-gambar pemandangan sebenarnya hanyalah perpaduan 3 warna pokok

ditambah 1 warna gelap, yaitu Cyan, Magenta, Yellow, Black (CMYK). Maka

pada setiap hasil cetakan selalu diberi contoh warna CMYK dibagian tepinya.

Dengan demikian jika kita merancang sesuatu (desain) dengan komputer yang

nantinya akan dicetak, sebaiknya menggunakan warna-warna dengan model

CMYK tersebut agar tepat. (Sanyoto, 2009 : 19)

Karakter dan Simbolisasi Warna

Setiap warna dapat menimbulkan respons psikologis yang berbeda-beda.

(Pujiriyanto, 2005 : 47). Respon psikologis berbeda tersebut disebabkan karena

perbedaan karakter yang dimiliki antara warna yang satu dengan warna yang

lainnya sehingga dapat mempengaruhi mood seseorang.

Untuk lebih jelasnya, uraian mengenai karakter dan simbolisasi warna-warna

dijabarkan sebagai berikut:

Kuning

Karakter yang dimunculkan dari warna kuning yaitu: terang, gembira, ramah,

supel, riang, cerah. Asosiasi warnanya mengarah pada sinar matahari atau bahkan

pada mataharinya sendiri. Simbul/ lambang dari warna kuning, yaitu: kecerahan,

kehidupan, kemenangan, kegembiraan, kemeriahan, dan kecermelangan. Kuning

dan kuning kehijau-hijauan juga mengasiosiasikan pada sakit, penakut, iri,

cemburu bohong, luka. Bendera kuning kadang-kadang juga digunakan pada

kapal karantina, atau rumah sakit. (Sanyoto, 2009 : 54)

Jingga

Karakter yang dimunculkan dari warna jingga yaitu: memberi dorongan, merdeka,

anugrah, dan bahaya. Asosiasi warnanya mengarah pada awan yang terlihat pada

pagi hari sebelum matahari terbit. Simbul/lambang dari warna jingga, yaitu:

kemerdekaan, penganugrahan, kehangatan, dan bahaya. (Sanyoto, 2009 : 55)

Page 57: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

39

Merah

Karakter yang dimunculkan dari warna merah yaitu: kuat, enerjik, marah, berani,

bahaya, positif, agresif, merangsang, dan panas. Asosiasi warna merah mengarah

pada darah dan juga api. Simbul/ lambang dari warna merah, yaitu: sifat nafsu

primitif, marah, berani, perselisihan, bahaya, perang, seks, kekejaman, bahaya,

kesadisan. (Sanyoto, 2009 : 56)

Ungu

Ungu sering disamakan dengan violet, tetapi ungu ini lebih tepat disamakan

dengan purple, yaitu warna tersebut cenderung kemerahan. Karakter yang

dimunculkan dari warna ungu yaitu: keangkuhan, kebesaran, dan kekayaan.

Simbul/lambang dari warna ungu, yaitu: kebesaran, kejayaan, keninggratan, dan

kebangsawanan. (Sanyoto, 2009 : 56)

Violet

Violet adalah warna yang lebih dekat dengan biru. Karakter yang dimunculkan

dari warna violet yaitu: dingin, negatif, dan diam. Simbul/lambang dari warna

violet, yaitu: melankolis sampai kesusahan, kesedihan, belasungkawa, bahkan

bencana. (Sanyoto, 2009 : 57)

Biru

Asosiasi warna biru, yaitu pada air, laut, langit, dan es. Karakter yang

dimunculkan dari warna biru yaitu: dingin, pasif, melankolis, sayu, sendu, sedih,

tenang, berkesan jauh tetapi cerah. Simbul/ lambang dari warna biru yaitu:

dihubungkan dengan langit tempat tinggal para dewa/yang maha tinggi/surga/

kahyangan, sehingga biru lambang keagungan, keyakinan, keteguhan imam,

kesetiaan, kebenaran, kemurahan hati, kecerdasan, kesehatan dan pedamaian.

(Sanyoto, 2009 : 57)

Hijau

Asosiasi warna hijau, yaitu pada hijaunya alam, tumbuh-tumbuhan, sesuatu yang

hidup dan berkembang. Karakter yang dimunculkan dari warna hijau yaitu: segar,

muda, hidup, tumbuh, dan beberapa hampir sama dengan warna biru. Dibanding

dengan warna-warna lain, warna hijau relatif lebih netral pengaruh emosinya,

sehingga cocok untuk istirahat, hijau sebagai pusat spektrum menghadirkan

Page 58: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

40

keseimbangan yang sempurna dan sebagai sumber kehidupan. Simbul/lambang

dari warna hijau, yaitu: kesuburan, kesetiaan, kebangkitan, kesegaran, kemudaan,

keremajaan, keyakinan, kepercayaan, keimanan, pengharapan, kesanggupan,

keperawanan, dan kementahan/belum pengalaman. (Sanyoto, 2009 : 58)

Putih

Asosiasi warna putih, yaitu di Barat pada salju, di Indonesia pada sinar putih

berkilauan, pada kain kafan sehingga dapat menakutkan pada anak-anak. Karakter

yang dimunculkan dari warna putih yaitu: positif, merangsang, cerah, tegas, dan

mengalah. Simbul/lambang dari warna putih, yaitu: sinar kesucian, kemurnian,

kekanak-kanakan, kejujuran, ketulusan, kedamaian, ketentraman, kebenaran,

kesopanan, keadaan tak bersalah, kehalusan, kelembutan, dan kewanitaan.

(Sanyoto, 2009 : 58)

Hitam

Asosiasi warna hitam, yaitu kegelapan malam, kesengsaraan, bencana,

perkabungan, kebodohan, misteri, ketiadaan, dan keputusasaan. Karakter yang

dimunculkan dari warna hitam yaitu: menekan, tegas, dalam, dan depresive.

Simbul/ lambang dari warna hitam, yaitu: kesedihan, malapetaka, kesuraman,

kemurungan, kegelapan, bahkan kematian, teror, kejahatan, keburukan ilmu sihir,

kedurjanaan, kesalahan,kekejaman, kebusukan, rahasia, dan masih banyak lagi.

Sebagai latar belakang warna, warna hitam mengasosiasikan kuat, tajam, formal,

dan bijaksana. Hitam apabila dipergunakan bersama-sama putih mempunyai

makna kemanusiaan, resolusi, tenang, sopan, keadaan mendalam, dan

kebijaksanaan. (Sanyoto, 2009 : 59)

Abu-abu

Asosiasi warna abu-abu, yaitu suasana suram, mendung, dan kelabu tidak ada

cahaya bersinar. Karakter yang dimunculkan dari warna abu-abu yaitu: antara

hitam dan putih, pengaruh emosinya berkurang dari putih, tetapi terbebas dari

tekanan warna hitam, sehingga wataknya lebih menyenangkan, walaupun masih

membawa watak-watak warna putih dan hitam. Simbul/ lambang dari warna abu-

abu, yaitu: ketenangan, kebijaksanaan, mengalah, kerendahan hati, tetapi simbul

turun tahta, juga suasana kelabu, dan ragu-ragu. (Sanyoto, 2009 : 60)

Page 59: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

41

Coklat

Asosiasi warna coklat, yaitu pada tanah atau warna natural. Karakter yang

dimunculkan dari warna coklat yaitu: kedekatan hati, sopan, arif, bijaksanan,

hemat, hormat, tetapi sedikit terasa kurang bersih atau tidak cemerlang karena

warna ini berasal dari percampuran beberapa warna seperti halnya warna tersier.

Simbul/lambang dari warna coklat, yaitu: kesopanan, kearifan, kebijaksanaan, dan

kehormatan. (Sanyoto, 2009 : 60)

Emas

Warna yang memiliki daya pantul paling tinggi dibanding dengan warna lain.

Mengandung/melambangkan nilai yang tinggi seperti emas yaitu kehangatan,

pencerahan, intelektual. Kesan negatif yang ditimbulkan adalah sakit, pengecut

dan penghianat.

Perak

Sebuah warna yang tidak murni berwarna abu-abu natural tetapi lebih bersifat

abu-abu hangat. Warna ini tidak bisa disebut warna solid karena terdapat efek

silau apabila terkena cahaya dan warna ini juga tidak bisa ditampilkan secara

murni dikomputer. Kesan modern dan kemajuan dapat dimunculkan dari warna

silver.

2.1.1.5 Media

Media merupakan sarana untuk menyampaikan pesan atau informasi kepada

publik dengan menggunakan berbagai unsur komunikasi grafis seperti teks atau

gambar/foto (Pujiriyanto, 2005 : 15).

Didalam periklanan, media penyampaian pesan dapat dibedakan menjadi

dua pengertian yaitu:

a. Media Lini Atas (above the line media)

Adalah kelompok media promosi yang memerlukan luar ruang, artinya

sarana komunikasi massa. Misalnya media cetak, elektronik, serta media luar

ruang (iklan majalah). Dan bisa juga dikatakan kelompok media promosi yang

memerlukan luar ruang, artinya melalui sarana komunikasi massa. Misalnya

media cetak, media elektronik (radio, televisi, film, video, dsb) , serta media luar

Page 60: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

42

ruang atau outdoor media. Pada umumnya biro iklan bersangkutan mendapat

komisi karena pemasangan iklan tersebut seperti billboard, painted bulletin, neon

sign, spanduk (Nuradi, 1996 : 3).

Media Lini Atas juga merupakan iklan yang dibebani Agency Commision

Fee (komisi yang dikenakan kepada perusahaan pemasang iklan oleh agency iklan

atas iklan yang dibuatnya) yang telah disepakati dan dan telah ditentukan oleh P3I

(Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia) yaitu sebesar 17, 50% dari netto.

(Santosa, 2009 : 18)

Gambar 2.29 contoh gambar media lini atas (iklan majalah)

(Sumber : https://lh4.googleusercontent.com/Botol-Uang.JPG 13.04 2011)

b. Media Lini Bawah (below the line media)

Adalah kelompok media promosi yang tidak memerlukan media luar

ruang, artinya dalam hal ini tidak melibatkan pemasangan iklan di media massa

dan tidak memberikan komisi kepada perusahaan iklan. Media lini bawah

merupakan media yang terdiri dari media seperti direct mail, exebition (pameran),

kalender, agenda, serta media yang berupa souveneer (Kusmiati, 1999 : 23).

Promo media lini bawah juga mempunyai beberapa kelebihan

(Agusrijanto, 2001 : 131) yaitu:

Efektifitas waktu serta kecepatan penyampaian promosi kepada khalayak

sasaran.

Page 61: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

43

Penguatan citra yang relatif tanggap dan mudah diterima dibenak

konsumen.

Nilai finansial yang dikeluarkan jauh lebih ekonomis (tidak makan biaya

dalam promosinya)

Timbal balik dan reaksi khalayak sasaran terhadap kegiatan berpromo

melalui media lini bawah cukup menjanjikan.

Tenggang waktu pemanfaatan media lini bawah sangat fleksibel.

Media juga dapat digolongkan dalam beberapa bentuk antara lain:

Berdasarkan cara pembuatannya dengan alat-alat cetakan seperti:

selembaran, brosur, folder, dll.

Berdasarkan lokasi penempatannya:

- Diluar ruangan (outdoor) seperti: poster, baliho, papan nama, spanduk,

dll.

- Dalam ruangan (indoor) seperti: poster, etalase, dll.

Berdasarkan bentuk media yang digunakan:

- Media langsung seperti: katalog, selembaran, kartu nama, dll.

- Media tak langsung seperti: iklan majalah, surat kabar, televisi, radio

(Ananda, 1978 : 50)

Gambar 2.30 contoh gambar media lini bawah (stiker)

(Sumber : https://lh6.googleusercontent.com/asi-stiker.jpg 13.04 2011)

Page 62: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

44

2.1.1.6 Tata Letak atau Layout

Menata layout halaman cetak adalah satu bagian dari kegiatan desain grafis.

Bidang halaman yang ditata tak ubahnya kanvas yang harus diisi dengan elemen-

elemen grafis pengisi halaman itu (Kusrianto, 2007 : 268).

Tantangan yang palik menarik dari desain grafis maupun tata desain layout adalah

”ketiadaan aturan atau hukum yang universal”. Semuanya serba relatif. Sarana

dan teknik dalam suatu karya bisa dipakai secara efektif dan berhasil, tetapi belum

tentu sarana dan teknik tersebut efektif dan cocok untuk karya yang lain.

Sebagai contoh, desain iklan dengan ruang putih yang dominan di pinggir bidang

halaman akan mampu menonjolkan isi pesan serta memberi kesan menarik.

Namun di pihak lain, ruang kosong di pinggir halaman koran bisa membuat teks

terkesan tidak rapi sehingga pembaca akan enggan melihatnya.

Menyusun layout iklan adalah pekerjaan yang sangat menentukan. Sebuah ide,

copywrite, ataupun elemen-elemen iklan yang bagus akan gagal bila disusun dan

disajikan dengan layout yang kurang tepat. Oleh karena itu, kenalilah beberapa

model layout iklan cetak yang masih diikuti hingga sekarang (Kusrianto, 2007 :

307). Beberapa contoh tipikal metode layout iklan adalah sebagai berikut:

a. Axial

Elemen-elemen iklan diletakan berdasarkan sebuah sumbu yang diletakan

pada posisi tertentu di halaman iklan. Pada metode ini akan banyak ditampakan

bidang kosong.

Gambar 2.31 Model iklan dengan layout Axial.

(Sumber: www.huonaqua.com.au/28.04.2011).

Page 63: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

45

b. Group

Menggunakan sejumlah elemen berupa foto yang diletakan berke lompok

dalam suatu titik konsentrasi pandang di halaman iklan, Tujuan adalah untuk

memberikan satu pusat perhatian.

Gambar 2.32 Model iklan dengan layout Group. (Sumber: www.eatmedaily.com/28.04.2011).

c. Band

Elemen iklan dipasang membentang seperti sabuk, tetapi letaknya

membujur secara vertikal. Tipikal tersebut memberikan blocking materi setinggi

halaman iklan.

Gambar 2.33 Model iklan dengan layout Band.

(Sumber: www.blog.lib.umn.edu/28.04.2011).

Page 64: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

46

d. Path

Model ini menyebabkan materi, baik berupa foto maupun teks secara zig-

zag seluas halaman iklan. Secara estetika, model itu membuat mata pembaca

cepat lelah, tetapi dalam trik tertentu halaman iklan itu mendapatkan perhatian

merata pada pada permukaan halaman.

Gambar 2.34 Model iklan dengan layout Path. (Sumber: www.visitwesthollywood.com/28.04.2011).

e. T

Walaupun ini termasuk model lama yang sudah kuno tetapi ternyata model

itu masih banyak yang menggunakan karena dirasa masih efektif.

Gambar 2.35 Model iklan dengan layout T.

(Sumber: www.calvinscl.wordpress.com/28.04.2011).

Page 65: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

47

f. Z

Ide pengguanaan model ini adalah untuk meratakan perhatian di seluas

permukaan halaman. Biasanya model ini digunakan dalam iklan- iklan ber-scrip

latin yang dibaca dari kiri ke kanan.

Gambar 2.36 Model iklan dengan layout Z. (Sumber: www.housewareslive.net/28.04.2011)

g. S

Layout ini merupakan kebalikan dari mode Z, tetapi dipergunakan bagi

pembaca yang menggunakan script non latin dan membacanya dari kanan ke kiri,

misalnya huruf arab.

Gambar 2.37 Model iklan dengan layout S. (Sumber: www.amazon.co.uk/28.04.2011)

Page 66: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

48

h. U

Elemen iklan dipasang mengikuti bentuk huruf U.

Gambar 2.38 Model iklan dengan layout U.

(Sumber: www.newsspace.com.au/28.04.2011)

i. Grid/Sistem Kolom

Model ini mirip dengan Axial, tetapi ukuran dan letak elemen lebih

memenuhi bidang iklan sehingga tidak banyak bidang kosong.

Gambar 2.39 Model iklan dengan layout Grid/sistem kolom. (Sumber: www.corey hengen.blogspot.com/28.04.2011)

Page 67: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

49

j. Checkerboard/Papan Catur

Model yang memasang elemen-elemen gambar/foto secara rapi

menyerupai kotak-kotak papan catur. Model ini cocok dipergunakan untuk iklan

yang memiliki banyak elemen foto yang serupa.

Gambar 2.40 Model iklan dengan layout Checkerboard/Papan Catur.

(Sumber: www.ba-reps.com/28.04.2011)

layout yang digunakan pada perancangan media komunikasi visual The Caesar

International Restaurant adalah tipe band dan tipe T karena layout ini terlihat

simpel dan menonjolkan satu obyek utama

2.1.2 Prinsip Desain Komunikasi Visual

Prinsip desain digunakan sebagai pedoman dalam mengorganisasikan

elemen-elemen grafis untuk dapat menghasilkan desain yang berkualitas. Prinsip-

prinsip desain tersebut antara lain:

2.1.2.1 Keseimbangan

Keseimbangan atau balance merupakan prinsip komposisi yang menghindari

kesan berat sebelah atas suatu bidang atau ruang yang diisi dengan unsur-unsur

rupa. (Kusrianto, 2007: 38)

Suatu keseimbangan bisa terjadi secara fisik maupun secara optis. Keseimbangan

menurut ilmu matematika adalah keadaan yang dialami oleh sesuatu (benda) jika

semua daya yang bekerja saling meniadakan. Dalam bidang seni/desain sifatnya

perasaan, tetapi pengertiannya hampir sama, yaitu suatu keadaan di mana semua

Page 68: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

50

bagian pada karya tidak ada yang lebih terbebani. Jadi dikatakan seimbang

manakala disemua bagian pada karya bebannya sama, sehingga pada gilirannya

akan membawa rasa tenang dan enak dilihat. (Sanyoto, 2009: 259)

Keseimbangan dapat dibagi menjadi yaitu:

a. Keseimbangan Simetri (Symmetrical Balance),

Yaitu keseimbangan antara ruang sebelah kiri dan kanan sama persis atau

setangkup. Karakter yang ditimbulkan dari keseimbangan ini adalah formal/resmi,

tenang, statis/tak bergerak, dan kaku. (Sanyoto, 2009 : 260).

Gambar 2.41 Keseimbangan Simetri

(Sumber : Dasar-Dasar Seni & Desain : 261)

Gambar 2.42 gambar Aplikasi Keseimbangan Simetri

(Sumber : http://kvp2131irul.files.wordpress.com/2010/12/poster2.jpg 13.04.2011)

b. Keseimbangan Memancar (Radial Balance)

Yaitu keseimbangan ruang kiri, kanan, atas, bawah, sama persis, karakternya sama

seperti keseimbangan simetri. (Sanyoto, 2009 : 261)

Page 69: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

51

Gambar 2.43 Keseimbangan Radial

(Sumber : Dasar-Dasar Seni & Desain : 262)

Gambar 2.44 gambar Aplikasi Keseimbangan Radial

(Sumber : http://fc04.deviantart.net/Leehyori_by_aznsarang86.jpg 13.04.2011)

c. Keseimbangan Sederajat (Obvius Balance)

Yaitu suatu keseimbangan antara ruang kiri dan sebelah kanan memiliki beban

besaran sederajat (besaran sama tetapi bentuk rautnya berbeda), misalnya

lingkaran dengan segitiga dengan besaran sama. Karakternya: t idak terlalu resmi,

ada sedikit dinamika. (Sanyoto, 2009: 262).

Gambar 2.45 Keseimbangan Sederajat

(Sumber : Dasar-Dasar Seni & Desain (Nirmana) : 263)

Gambar 2.46 gambar Aplikasi Keseimbangan Sederajat

(Sumber : http://fairuzelsaid.files.wordpress.com/communicat ion.gif 13.04.2011)

Page 70: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

52

d. Keseimbangan Tersembunyi (Asymmetrical Balance)

Yaitu keseimbangan antara ruang sebelah kiri dan kanan tidak memiliki beban

sama besaran maupun bentuk rautnya tetapi tetap dalam keadaan seimbang.

Karakter yang ditimbulkan dari keseimbangan ini adalah dinamik, hidup, dan

tidak resmi. (Sanyoto, 2009: 263).

Gambar 2.47 Keseimbangan Asimetri

(Dasar-Dasar Seni & Desain (Nirmana) : 263)

Gambar 2.48 gambar Aplikasi Keseimbangan Asimetri

(Sumber : http://images.irwandesigner.multip ly.com/sundanes ekecil.jpg13.04.2011)

2.1.2.2 Titik Fokus (Centre of Interest)

Titik fokus adalah untuk menghindari kesan monoton atau membosankan

sehingga salah satu unsur dapat ditampilkan lebih menonjol dari dari unsur

lainnya. (Riyanto, 1992: 27)

Titik fokus atau pusat perhatian selalu diperlukan dalam suatu komposisi untuk

menunjukkan bagian yang dianggap penting dan diharapkan menjadi perhatian

utama. Penjagaan keharmonisan dalam membuat suatu titik fokus dilakukan

dengan menjadikan segala sesuatu yang berada di sekitar titik fokus mendukung

titik fokus yang telah ditentukan.

Page 71: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

53

Gambar 2.49 Titik Fokus

(Sumber : dok. pribadi)

2.1.2.3 Irama (Rhythm)

Irama berasal dari kata wirama (Jawa), wirahma (Sunda), rhutmos (Yunani),

semua berarti gerak berukuran, ukuran perbandingan, berkerabatan dengan kata

rhein yang artinya mengalir. Jadi irama dalam hal ini dapat diartikan sebagai

gerak yang berukuran (teratur) dan mengalir. (Sanyoto, 2005: 121).

Irama atau ritme adalah penyusunan unsur-unsur dengan mengikuti suatu pola

penataan tertentu secara teratur agar didapatkan kesan yang menarik. Penataannya

dapat dilaksanakan dengan mengadakan pengulangan maupun pergantian secara

teratur dapat berupa perubahan intesitas per-ulangan dalam keberkalaan bentuk

(besar-kecil, tinggi- rendah, panjang-pendek), berkalaan warna (panas-dingin, tua-

muda, cemerlang-suram), keberkalaan ruang/ kedudukan (atas-bawah, kanan-kiri,

muka-belakang), keberkalaan arah (vertikal-diagonal-horisontal), dan keberkalaan

gerak (repetisi-transisi-oposisi). Irama berfungsi untuk mengarahkan perhatian

dari suatu tempat atau bidang ke tempat atau bidang yang lain, sehingga tercipta

suatu kesan gerak.

Page 72: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

54

Gambar 2.50 Irama, lukisan karya Widayat

(Sumber : Dasar- dasar Seni dan Desain, Sanyoto : 177))

2.1.2.4 Kesatuan

Prinsip kesatuan atau unity (proximity = kedekatan) adalah hubungan antara

elemen-elemen desain yang semula berdiri sendiri-sendiri serta memiliki ciri

sendiri-sendiri yang disatukan menjadi sesuatu yang baru dan memiliki fungsi

baru yang utuh. (Kusrianto, 2007: 285)

Prinsip kesatuan dalam desain grafis adalah suatu prinsip bagaimana

mengorganisasi seluruh elemen dalam suatu tampilan grafis. (Suyanto, 2004 : 67)

Untuk mencapai kesatuan seorang desainer harus mengerti tentang garis, bentuk,

warna, tekstur, kontras nilai, format, keseimbangan, titik fokus, dan ritme. Dengan

kata lain, seseorang harus mengetahui bagaimana mengorganisasi elemen dan

membangun ikatan atau hubungan diantaranya.

Beberapa prinsip untuk membuat kesatuan, antara lain:

a. Hubungan

Yaitu keseimbangan yang diperoleh dengan cara mengulang suatu elemen,

misalnya: warna, arah, nilai tekstur, atau membangun suatu gaya, misalnya gaya

linier atau membangun hubungan di antara elemen yang ada. (Suyanto, 2004 : 68)

Page 73: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

55

Gambar 2.51 Kesatuan Melalui Prinsip Hubungan

(Sumber : Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan : 69)

b. Grid

Yaitu keseimbangan yang diperoleh dengan cara membagi subbagian format ke

dalam bagian horizontal dan vertikal secara tetap, kolom, margin, dan ruang yang

membentuk kerangka untuk mengorganisasi ruang, huruf, dan gambar dalam

desain. (Suyanto, 2004 : 68)

Gambar 2.52 Kesatuan Melalui Prinsip Grid

(Sumber : Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan : 70)

Page 74: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

56

c. Kesejajaran

Yaitu hubungan visual yang dibuat antara eleme-elemen, bentuk, dan objek yang

mempunyai garis poros yang sama. (Suyanto, 2004 : 68)

Gambar 2.53 Kesatuan Melalui Prinsip Kesejajaran

(Sumber : Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan : 70

d. Aliran

Yaitu keseimbangan yang diperoleh dengan menggunakan prinsip ritme bergerak

dari elemen satu ke elemen lain (Suyanto, 2004 : 68).

Gambar 2.54 Kesatuan Melalui Prinsip Aliran

(Sumber : Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan : 71)

Page 75: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

57

2.1.2.5 Hirarki Visual

Prinsip hirarki visual merupakan prinsip yang mengatur elemen-elemen yang

mengikuti perhatian yang berhubungan secara langsung dengan titik fokus. Titik

fokus merupakan perhatian yang pertama, kemudian baru diikuti perhatian yang

lainnya. (Suyanto, 2004 : 64)

Gambar 2.55 Hirarki Visual

(Sumber : Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan : 64)

2.1.2.6 Kontras

Kontras di dalam komposisi diperlukan sebagai vitalitas agar tidak terkesan

monoton. Tentu saja, kontras ditampilkan secukupnya saja karena bila terlalu

berlebihan, akan muncul ketidakteraturan dan kontradiksi yang jauh dari kesan

harmonis. (Kusrianto, 2007: 42)

Gambar 2.56 Kontras Antarelemen (Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 43)

Page 76: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

58

2.1.2.7 Proporsi (Proportion)

Proporsi atau perbandingan adalah merupakan perbandingan antara satu bagian

dari suatu objek/komposisi terhadap bagian yang lain atau terhadap keseluruhan

objek. (Kusmiati, 1999 : 13)

Pengertian proporsi ada kemiripan dengan pengertian skala hanya saja unsur

proporsi tidak berdiri sendiri, melainkan selalu dikaitkan dengan ukuran objek lain

yang telah diketahui sebelumnya. Dalam menciptakan karya seni/desain, seniman/

desainer harus dapat menciptakan karya yang memiliki proporsi yang bagus

(proposional), sesuai dengan ukuran-ukuran perbandingan yang dianggap

proposional yang mengacu pada prinsip proporsi, yaitu bagaimana menciptakan

suatu karya yang serasi sehingga dapat terlihat menarik.

2.1.2.8 Skala (Scale)

Skala adalah ukuran relatif dari suatu objek, jika dibandingkan terhadap objek

atau elemen lain yang telah diketahui ukurannya. Pemakaian skala dimaksud

untuk menciptakan keserasian dan kesatuan objek suatu desain, melalui

kesamaan-kesamaan atau kontras yang dibuat dalam skala. (Kusmiati, 1999 : 14)

Skala biasanya dinyatakan dengan ukuran panjang dan lebar. Elemen-elemen

yang digunakan memiliki hubungan dalam skala secara konsisten.

2.1.3 Aspek Teknis Perwujudan

Untuk perwujudan suatu desain diperlukan adanya suatu proses cetak yang berarti

usaha untuk mereproduksi atau menyalin suatu original dengan menggunakan

suatu alat/ mesin atau secara umum dikatakan “mencetak”. Yang dimaksudkan

ialah mencetak teks atau gambar. Dalam teknis perwujudannya sebuah karya

desain menggunakan bahan, media dan teknik cetak untuk menghasilkan karya

desain yang diinginkan. Aspek teknik desain tersebut meliputi :

Page 77: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

59

2.1.3.1 Bahan

Penggunaan bahan harus sesuai dengan kebutuhan. Ada beberapa jenis bahan

yang dugunakan yaitu berupa kertas, kayu, logam, plastik dan sebagainya.

(Scheder, 1976 : 43).

Kertas merupakan bahan yang pada umumnya dipakai dalam mewujudakan

suatu rancangan desain ke media cetak. Nama kertas berasal dari bahasa Yunani

“Papyros”, suatu tanaman air yang telah digunakan oleh orang-orang Mesir kuno

sebagai bahan tulis menulis. Dari kata Papyros ini diturunkan menjadi kata Paper.

Pabrik kertas yang pertama dibangun di Eropa pada pertengahan abad 15.

sobekan kertas merupakan bahan mentah berserat. Satu-satunya alat yang dipakai

menumbuk dan melumatkan serat-serat itu menjadi kertas adalah kincir angin

pada waktu itu. Pada tahun 1799 seorang yang bernama Louis Robert dari Prancis

memperoleh gagasan untuk membuat sebuah mesin yang akan menghasilkan

kertas yang tak putus. Kertas yang panjang dan sudah berupa gulungan itu

dipotong-potong menjadi lembaran dan dikeringkan. Proes tersebut masih berlaku

sampai saat ini.

Pembuatan kertas juga bisa digunakan bubur kertas. Bubur kertas adalah

bahan mentah pokok untuk membuat semua kertas. Ditambah ramuan tambahan

untuk mewarnai, membuat kuat dan tahan lama. Bubur ini hanya memilki serat

pendek dan kertas yang dihasilkan sifatnya mudah robek. Kertas model ini hanya

dipakai pada koran surat selebaran dan kertas buram (coklat). Bubur kertas

kimiawi dibuat dengan memasak serpihan potongan kayu dalam alat pelarut untuk

menyingkirkan getah, minyak dan bahan lainya. Hasil pengolahan model ini

menghasilkan serat yang murni dan panjang yang akan menghasilkan kertas yang

kuat. Selain itu kapas juga bisa digunakan untuk membuat bubur kertas, bubur

kertas yang dihasilkan oleh kapas sangat halus sehingga kertas yang dihasilkan

sangat kuat dan tahan lama.

Setelah kayu, sobekan kertas menjadi bubur kertas dan dibuat menjadi serat

maka bubur atau serat tersebut dibawa ke dalam satu alat penggilas, yaitu wadah

yang didalamnya berisi pisau kecil yang berputar pada suatu tabung. Proses ini

Page 78: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

60

akan menjadi serta kertas kasar sehingga akan lebih baik dalam menjalinnya ke

lembaran kertas jadi nantinya.

Untuk kertas yang akan digunakan dalam proses cetak mencetak maka bahan

tersebut dicampur dengan bahan perekat dalam pengolahanya, namun kertas yang

dihasilkan akan tidak lunak dan sedikit kaku. Pemberian tanah liat juga dilakukan

dalam pencampuran ke dalam bubur kertas, ini gunanya agar kertas yang dipakai

untuk kepentingan cetak mencetak tintanya mudah rekat.

Adapun jenis-jenis kertas yaitu :

a. Machine finished printing paper (MF Paper)

Machine finished printing paper (MF Paper) merupaka kertas yang diolah lewat

rol-rol penekanan, pengeringan dan pendinginan dalam mesin pembuat kertas dan

meninggalkan mesin dalam bentuk jadi.

b. Kertas licin (Calendered Paper)

Kertas licin adalah kertas yang halus, bakal kertas harus melewati mesin

tambahan yaitu Calendered (mesin pengepres), bakal kertas disalurkan lewat

suatu sistem putar tekan meliuk yang berbentuk huruf S sistem putar tekan itu

terdiri dari silinder-silinder besi dan kertas.tekanan yang tinggi dan efek gesekan

membuat membuat mencapai gesekan dan kehalusan tetentu.

c. Coated Paper (kertas berlapis)

Kertas berlapis dihasilkan dalam mesin pembuat kertas dalam sekali jalan. Setelah

bakal kertas melewati selinder pengering, kemudian disalurkan kealat pelapis dan

meninggalkan mesin pembuat kertas sebagai kertas kunstdruk ( art paper ) olahan

mesin.

d. Karton

Kertas disebut karton kalau kertas tersebut mempunyai berat berat melampui 170

gsm, untuk percetakan biasanya dipakai empat macam karton diantaranya ;

1) Karton yang tidak diputihkan, diolah mesin atau lewat mesin pengepres.

2) Karton berlapis, satu atau kedua mukanya.

3) Karton lapis (pasteboard) terdiri dari dua atau lebih lapisan yang dilekatkan

bersama, dengan berat sekitar 200 gsm.

Page 79: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

61

4) Karton Emboss adalah karton yang diberi permukaan yang khusus, dikerjakan

oleh mesin embos (Embossing Calender), misalnya permukaan kertas linen

atau moyif tekstur lainnya. ( Scheder,1976 : 250)

Berikut adalah beberapa istilah kertas yang dipakai diantaranya :

a. Rim

Rim yaitu kertas yang berisi 500 lembaran kertas, yang biasanya jumlah itu

dibungkus dalam kertas biasa.

b. Potongan kertas ( Piece )

Potongan kertas adalah kertas dengan ukuran penuh yang dikeluarkan dari

bungkusan satu Rim, dipotong menjadi ukuran untuk keperluan cetak atau

pekerjaan lainya.

c. Lembaran kertas

Lembaran Kertas adalah lembaran – lembaran besar dan dapat dipotong – potong

sesuai dengan kebutuan, tetapi setelah mencapai percetakan potongan kertas itu

disebut disebut kembali lembaran.

d. Sisi kempa kertas

Sisi kempa kertas adalah sisi permukaan kertas yang terkena permukaan lembaran

kempa pada mesin pembuat kertas, dimana sisi ini adalah sisi permukaan yang

terbaik pada kertas.

e. Sisi saringan kertas

Sisi saringan kertas adalah permukaan kertas yang terkena jaringan kawat peda

mesin pembuat kertas, pola-pola jaringan dapat dilihat nyata pada beberapa kertas

dengan memegang kertas horisontal ke arah cahaya.

f. Arah serat kertas

Arah serat kertas adalah arah serat yang ditentukan oleh serat-serat bubur kertas

yang membentuk lembaran kertas pada kertas, arah ini biasanya panjang dan

bergaris tipis.

Disamping istilah kertas tersebut diatas ada beberapa ukuran kertas yang dibagi

menurut ukurannya. Berikut adalah beberapa jenis ukuran kertas :

Page 80: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

62

1) Format A

- A1 ( 59.4 x 84.1 cm ).

- A2 ( 42.0 x 59.4 cm ).

- A3 ( 29,7 x 42,0 cm ).

- A4 ( 21,0 x 29,7 cm ).

- A5 ( 14,8 x 21,0 cm ).

- A6 (10,5 x 14,8 cm )

- A7 ( 7,4 x 10,5 cm )

2) Format B

- B0 (1000 mm x 1.414 mm)

- B1 (707 mm x 1000 mm)

- B2 (500 mm x 707 mm)

- B3 (353 mm x 500 mm)

- B4 (250 mm x 353 mm)

- B5 (176 mm x 250 mm)

- B7 (88 mm x 125 mm)

3) Plano dengan ukuran 65 cm x 100 cm, 69 cm x 88 cm, dan ukuran 79 cm x 109

cm. (Santosa, 2009 : 80)

Negara-negara yang berbahasa inggris masih menggunakan berbagai macam

ukuran kertas dan juga lebih rumit sistem yang dipakai untuk menentukan berat

kertas. (Scheder, 1976 :255-259 ). Dalam fungsi, ukuran, dan kegunaan kertas

yang berdasarkan atas tingkat kehalusannya dapat dibagi menjadi beberapa bagian

yaitu :

a. Kertas band ( Coated Paper ), merupakan kertas yang sifatnya mudah

menerima tinta, mudah dihapus, ukuran lembarannya 21.25 x 27.5 cm.

b. Kertas teks ( Teks Paper ), kerupakan kertas tekstur dan memiliki warna

yang menarik dan biasanya digunakan untuk buku kecil dan brosur khusus.

Ukurannya 62,5 x 95 cm

c. Kertas Lapis ( Coated Paper ), kerupakan kertas yang lapisanya halus sekali

dan mengkilap dan digunakan untuk cetak kualitas tinggi. Ukuran dari kertas

ini adalah 62,5 x 95 cm

Page 81: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

63

d. Kertas sampul ( Cover Paper ), kertas yang agak tebal dan berat berlapis dan

memilki warna menarik. Ukuran kertas ini adalah 50 x 65 cm

e. Kertas Buku, Kertas yang digunakan untuk buku – buku umum dengan

permukaan yang halus dan harganya lebih murah dari dari kertas teks. Ukuran

dari kertas ini adalah 62,5 x 76,25 cm

f. Kertas kartolik ( Index Paper ), kertas ini kaku dan mudah ditulisi tinta.

Ukuran kertas ini adalah 56,25 x 87,5 cm

g. Kertas Offset ( Offset Paper ), kertas ini serupa dengan kertas buku, berlapis

khusus dibuat untuk kepentingan percetakan litografi offset. Ukuran kertas ini

adalah 62,5 x 76,25 cm.

h. Kertas koran ( News Print Paper ), kertas ini digunakan khusus untuk

kertas koran dengan hisap air yang sangat kuat. Ukuran kertas ini adalah 60 x

90 cm.

i. Kertas etiket ( Taq Paper ), kertas ini ada yang berwarna di salah satu

permukaanya, bisa dipakai dalam segala macam cetakan. (Pujirianto, 2005 :

105)

2.1.3.2 Tehnik Produksi

Produksi adalah apa yang terjadi diantara disetujuinya sebuah gagasan iklan dan

waktu ketika akhirnya tampil di media yang direncanakan. Produksi cetak, siaran,

dan internet semuanya memiliki karakteristik umum yang sama : mereka berawal

pada reset awal, perencanaan, dan penaskahan konsep periklanan dari tim kreatif.

Dalam semua kasus, tim kreatif pada umumnya bekerja pada tim produksi untuk

memastikan bahwa iklan sebagaimana dibayangkan, telah benar-benar diproduksi.

Produksi media cetak merangkul keahlia tersendiri menyangkut tipografi,

repodruksi dan percetakan. (Lee, 1999 : 169).

Proses cetak berarti usaha mereproduksi atau menyalin suatu original dengan

menggunakan suatu alat / mesin atau secara umum dikatakan “mencetak “. Selalu

yang dimaksud adalah mencetak teks atau gambar. (Scheder, 1977 : 160).

Sebelum diuraikan perbedaan proses cetak, berikut sejarah awal ditemukan proses

cetak/percetakan.

Page 82: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

64

Proses cetak dibedakan berdasarkan prinsip kerjanya yang berbeda, yaitu:

1. Cetak Tinggi (Relief Printing)

Disebut cetak tinggi karena pada acuan cetaknya permukaan bagian yang

mencetak lebih tinggi dari pada bagian yang tidak mencetak. (Tapran, 2006 : 22).

Cetak tinggi ada dua macam yaitu cetak letterpress dan cetak flekso. Hal yang

membedakan antara cetak yaitu cetak letterpress dan cetak flekso yaitu pada acuan

cetaknya.

a. Letterpress (Boekdruck)

Acuan cetaknya terbuat dari bahan yang keras. Disebut boekdruck yang berarti

cetak buku. Secara historikal pada pertengahan abad ke 15 tepatnya pada tahun

1440, seorang bernama Johannes Gutenberg, memikirkan dan melakukan teknik

cetak ini untuk mencetak buku dengan menyusun huruf-huruf lepas yang terbuat

timah sebagai acuan cetaknya, maka dari itu proses ini dikenal sebagai cetak

boedruck. (idem). Contoh produknya meliputi: formulir, nota dan pekerjaan-

pekerjaan sederhana.

Gambar 2.57 Bagan Mesin Letterpress

(Sumber: Buku Pengantar Desain Komunikasi Visual, 2007 : 135)

Proses cetak ini semakin jarang digunakan, karena biaya pembuatan acuan

cetaknya mahal dan keterbatasan mutu produknya.

b. Cetak Flekso (Fleksografi)

Acuan cetak flekso halus dan elastis menjadikan sifat permukaannya mampu

mengalihkan tinta cetak dengan viskositas yang rendah ke berbagai jenis bahan

yang menyerap tinta maupun yang tidak menyerap tinta. Proses cetaknya

sederhana seperti halnya cetak letterpress. (Tapran, 2006 : 24).

Page 83: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

65

Kualitas cetaknya memenuhi tuntutan pasar, maka teknik cetak ini masih terus

berkembang mengimbangi kemajuan teknik cetak lainnya. Produk-produknya

berupa label, kemasan dan sebagainya.

Gambar 2.58 Gambar Mesin Flexography

(Sumber: Buku Pengantar Desain Komunikasi Visual, 2007 : 136)

2. Cetak Datar (Lithografi Offset)

Disebut cetak datar karena pada acuan cetaknya permukaan bagian yang mencetak

sama tinggi dengan bagian yang tidak mencetak. Lithografi artinya gambar pada

batu solnhofen atau limestone, batu ini disebut batu litho dan proses cetak yang

menggunakan batu ini disebut cetak lithografi. (Tapran, 2006: 25). Ada dua jenis

cetak lithografi, yaitu:

a. Lithografi dengan pembasah dimana pada acuan cetaknya bagian yang

mencetak bersifat menyerap minyak (oleophilic) dan menolak air (hydrophobic)

dan bagian yang tidak mencetak smenyerap air (hydrophilic) dan tidak menolak

minyak.

b. Lithografi tanpa pembasah dimana pada acuan cetaknya bagian yang

mencetak menyerap minyak (oleophilic) dan bagian yang tidak mencetak menolak

minyak (oleophobic). Proses cetak lithografi offset adalah proses alih tinta dari

acuan cetak lithografi kepada bahan yang dicetak melalui silinder kain karet

(blanket cylinder) yang disebut silinder offset. Cetak lithografi offset dengan

pembasahan (wet offset) adalah proses cetak yang melibatkan banyak komponen

dengan berbagai macam proses yang saling berkaitan. Setiap komponen dan setiap

Page 84: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

66

prosesnya akan mempengaruhi hasil cetaknya. Oleh karena itu proses cetak offset

lithografi dengan pembasahan ini bisa disebut cetak multi parameter.

Acuan cetaknya disebut pelat cetak. Bahan dasar pelat cetak umumnya pelat

aluminium. Ada yang dilapisi dengan bahan peka cahaya ultra violet yaitu pelat

photopolymer dan pelat silver halida. Proses pembuatan pelat cetak offset

lithografi ada dua cara yaitu secara manual menggunakan plate maker dan secara

digital dari komputer ke platesetter yang disebut Computer To Plate (CTP).

(Tapran, 2006 : 25)

Gambar 2.59 Mekanisme Cetak Offset Lithografi (Sumber : Pengantar Desain Komunikasi Visual : 132)

Gambar 2.60 Proses dimesin Offset (Sumber : dok. Pribadi)

3. Cetak Dalam (Gravure Printing)

Cetak dalam adalah teknologi cetak yang permukaan bagian yang mencetak pada

acuan cetaknya lebih rendah dari pada bagian yang tidak dicetak. Dalam bahasa

Indonesia Gravure adalah ukiran ke dalam permukaan logam yang rata. Baik itu

Page 85: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

67

berupa teks maupun gambar. Gravure merupakan kebalikan dari relief yang

gambarnya menonjol keluar. (Tapran, 2006 : 26).

Acuan cetak gravure umumnya berupa silinder yang disebut silinder gravure.

Bagian permukaan silinder yang rata adalah bagian yang tidak mencetak dan

ukiran ke dalam menjadi bagian yang mencetak. Cetak gravure populer dengan

sebutan rotogravure dan intaglio. Sedangkan acuan cetak dalam yang datar

disebut klise. Proses cetaknya adalah proses cetak tidak langsung.

Gambar 2.61 Mekanisme Proses Cetak Dalam (Gravure)

(Sumber : Gra fika & Teknologi Cetak Offset Lithography : 27)

4. Cetak Saring/ Sablon (Screen Printing)

Cetak saring yaitu teknik cetak yang acuan cetaknya berupa kasa. Kasa ini

merupakan kombinasi stensil dengan screen. Bagian yang mencetak pada acuan

cetak bersifat tembus tinta dan bagian yang tidak mencetak tidak tembus tinta.

Teknik cetak ini disebut juga cetak tembus atau cetak sablon. (Tapran, 2006 : 28).

Proses cetak sablon relatif sederhana, dapat mencetak dalam jumlah kecil maupun

besar. Teknik cetak ini diaplikasikan pada banyak hal, dari yang bersifat seni

sampai industri. Selain itu juga, teknik cetak ini bisa digunakan untuk mencetak di

atas segala dasar seperti kayu, kertas, tekstil, keramik, logam, plastik dan lain

sebagainya.

Dalam proses cetak sablon terdiri dari empat metode yaitu proses cetak rata ke

rata (flat to flate), rata ke silinder (flat to cylnder), silinder ke silinder (cylinder to

cylinder) dan menurut bentuk (body printing). (Tapran, 2006 : 29)

Page 86: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

68

Gambar 2.62 Mekanisme proses cetak Saring

(Sumber : Grafika & Teknologi Cetak Offset Lithography : 29)

Gambar 2.63 Proses Mencetak Teknik Cetak Saring

(Sumber: Buku Pengantar Desain Komunikasi Visual, 2007 : 133)

5. Digital Printing

Merupakan suatu teknologi cetak memiliki high quality langsung dari komputer.

Perbandingan kwalitas antara cetakan offset dan digital printing bukan lagi

menjadi aspek utama karena ada kelebihan dan digital printing yang tidak dapat

dilakukan oleh cetak offset, yaitu kecepatan (speed) dan flexibilitas. Beberapa

kelebihan dari digital printing dibandingkan teknik cetak lainnya, yaitu:

a. Short Run Printing

Yaitu mencetak dengan oplah di bawah 1000, dalam full colour termasuk 3

lembar, 20 lembar, atau 100 lembar.

b. On Demand Printing

Yaitu mencetak sesuai dengan kebutuhan, kapan saja, dimana saja, serta dapat

merubah data pada siap cetak.

c. Personalization

Yaitu memiliki kemampuan mencetak secara personal/ per individu/ per group

dengan data yang bervariasi.

Page 87: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

69

d. Distribud Printing

Yaitu data digital dapat langsung dicetak secara bersamaan di tempat lain, segera

setelah data tersebut diterima dimanapun.

Gambar 2.64 Proses Teknik Cetak Dig ital

(Sumber: Buku Grafika dan Teknologi Cetak Offset Lithografy)

Tidak seperti istem cetak offset, untuk mendapatkan hasil cetak harus melewati

tahap pembuatan film separasi warna, motage, platmaking, hingga proses cetak.

Proses tersebut memakan waktu yang cukup lama. Apalagi terdapat perubahan,

maka memerlukan waktu yang lebih lama. (Dameria, 2000 : 36)

Banyak sekali cara memberi efek dalam cetakan yang akan dibuat,

berikut adalah beberapa diantaranya :

a. UV (Varnish)

Yaitu memberikan lapisan tipis diatas permukaan kertas yang berfungsi sebagai

pelindung dan untuk mempercantik penampilan cetakan.

b. Spot UV

Yaitu pemberian lapisan vernis pada bagian tertentu gambar yang akan dicetak

c. Die Cutting

Untuk membuat efek ini digunakan Die atau pisau yang dibentuk sesuai gambar

yang akan dipotong.

Page 88: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

70

d. Embosse

Yaitu cetak timbul, dapat memberikan efek kertas benar- benar menyembul, akan

terasa bila diraba.

e. Debose

Merupakan kebalikan dari embosse, dengan memberikan efek cekung pada kertas.

f. Special Color

Mencetak dengan menggunakan warna khusus yang tidak terdapat pada campuran

warna CMYK, misalnya toka atau pantone.

g. Hot Print

Adalah mencetak dengan menggunakan warna emas atau perak, memberi efek

pada huruf agar mengkilat seperti emas atau perak.

h. Line Art

Adalah gambar yang solid, berwarna hitam dan putih, tanpa ada warna abu- abu.

i. Halftones

Adalah gambar yang tercetak seperti sebuah foto hitam putih.

2.1.4 Teori Sosial Yang Mendukung Kasus

Teori sosial yang akan digunakan dalam mendukung kasus ini adalah teori

semiotika, kata semiotika berasal dari kata Yunani yaitu “semeion”yang berarti

tanda, jadi semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda (sign),

berfungsinya tanda, dan produksi makna. Tanda adalah sesuatu yang bagi

seseorang berarti sesuatu yang lain, oleh karena itu tanda tidak terbatas pada

benda (Widyatama, 2007 : 11).

Semiotik atau semiology adalah ilmu tentang tanda-tanda atau simbol. Istilah

semiotik berasal dari bahasa Yunani yaitu Semeion/Sema, yang berarti tanda.

Dengan demikian tentu akan mudah dipahami bahwa untuk menggambarkan suatu

pesan atau informasi secara visual diperlukan suatu gambar, yang akan ditafsirkan

sama oleh semua orang yang menerima pesan tersebut. Oleh karena itu, semiotik

bisa dikatakan sebagai ilmu untuk memahami konteks tanda secara umum yang

berlaku di masyarakat, yang akan menjadi sasaran penerima pesan. Suatu studi

tentang pemaknaan semiotik menyangkut aspek-aspek budaya, adat- istiadat, atau

Page 89: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

71

kebiasaan di masyarakat (Kusrianto, 2007 : 58). Semiotik dibagi menjadi tiga

bagian, yaitu:

2.1.4.1 Teori Semantik

Semantik berasal dari kata Semanien dalam bahasa Yunani yaitu: berarti,

bermaksud, dan meneliti. Sedangkan semantik merupakan semiotika yang

berkenaan dengan makna dan konsep. Dalam dunia Komunikasi Visual, Semantik

berarti :

Meneliti dan menganalisis makna dalam visual tertentu. Visualiasi dari

suatu image merupakan simbol dari suatu makna.

Makna suatu visual dan perkembangannya. Etimologinya adalah

mempelajari perubahan dan perkembangan desain, sejarah seni dan desain,

serta pergerakannya.

Ditinjau berdasarkan makna, konsep, dan arti terdapat 2 aspek dalam visual image

yaitu:

Aspek secara umum yaitu: suatu tanda atau simbol bisa diterima oleh

setiap orang secara luas.

Pada lingkup tertentu, misalnya tanda atau simbol yang dimengerti

maknanya secara kepercayaan turun-temurun atau berdasarkan adat-

istiadat. Contohnya: Hong Shui, Primbon (Jawa), Feng Shui, Numerologi,

dll.

2.1.4.2 Teori Pragmatik

Pragmatik adalah mempelajari hubungan tanda dengan pemakainya (Sachari,

2000 : 53). Jadi pragmatik yaitu hubungan fungsional yang berkenaan dengan

teknis dan praktis, material atau bahan yang dipergunakan, serta efisiensi yang

menyangkut ukuran bahan, warna yang dipergunakan, maupun teknik

memproduksinya, dst (Kusrianto, 2007 : 96).

Page 90: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

72

2.1.4.3 Teori Sintatik

Sintatik berasal dari kata Sintaksis (yang berasal dari bahasa Yunani Suntattein)

yang berarti mengatur dan mendisiplinkan. Ketika kita menyadari adanya korelasi,

kita akan mendapatkan apa yang dalam dunia desain disebut dengan kepatutan

atau kepantasan. Dalam hal ini, Sintatik berkenaan dengan perpaduan,

keseragaman, dan kesatuan sistem. Penerapannya sangat penting untuk menjaga

citra yang baik dari sebuah rancangan dalam bentuk apa pun. Usaha itu dilakukan

agar citra yang baik dapat tertanam serta dapat diingat oleh para khalayak. Di

dalam kalangan desainer istilah yang digunakan adalah “benang merah” sebuah

rancangan yang merujuk pada kesatuan rancangan (Kusrianto, 2007 : 89).

Jadi teori semiotika dipakai oleh penulis (desainer) untuk menentukan efisiensitas

pada media yang akan dibuat. Menurut Charles Sanders Pierce (1839-1914) tanda

(semiotika) dibagi menjadi tiga jenis yaitu icon, indeks, simbol. Media yang akan

dibuat setidaknya akan mengandung tiga jenis tanda ini,berikut penjelasan

mengenai jenis tanda yang aka nada pada media yang akan dirancang dan dibuat :

a. Icon

adalah tanda yang menggambarkan kemiripan dengan suatu objek/benda yang

pernah dikenal berdasarkan pengalaman, jadi icon yang ada pada media

komunikasi visual yang akan dibuat adalah ilustrasi fotografi yang ada pada media

tersebut, penulis menggunakan ilustrasi fotografi karena dengan ilustrasi fotografi

diharapkan mampu memperlihatkan ilustrasi secara nyata/jelas kepada

masyarakat.

b. Indeks

adalah tanda yang memiliki hubungan sebab–akibat, indikasi, informasi/petunjuk

antara tanda dengan obyek yang sangat dekat. Indeks yang ada pada media yang

akan dibuat tidak lain berupa keterangan–keterangan (teks) mengenai manfaat dari

pemberian ASI eksklusif itu sendiri, sehingga selain dapat mempertegas ilustrasi

yang ada pada media, keterangan (teks) ini dapat memberikan informasi yang

singkat, padat, dan jelas kepada khalayak sasaran.

Page 91: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

73

c. Simbol

adalah tanda yang telah menjadi kesepakatan/terbentuk secara konfensional di

masyarakat, jadi simbol yang ada pada media yang akan dirancang dan dibuat

tidak lain adalah logo dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan itu sendiri,

sehingga dapat memberikan kesan kepada khalayak sasaran (masyarakat) bahwa

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan peduli terhadap tumbuh kembang anak-anak

yang baik khususnya Kabupaten Tabanan.

Desainer menggunakan teori ini karena dengan teori semiotika desainer dapat

mengetahui bagaimana efek media yang dibuat terhadap masyarakat, apakah

sudah mampu menyampaikan pesan dengan baik ke masyarakat dalam hal ini

menyangkut manfaat dari pemberian ASI eksklusif. Media yang akan dibuat

adalah media yang mampu untuk memberikan informasi dengan tepat sehingga

membuat masyarakat akan lebih tahu mengenai manfaat yang didapatkan dengan

memberikann ASI eksklusif pada bayinya.

Untuk mendukung teori semiotik maka pada proses perancangan media

komunikasi visual dalam upaya untuk menginformasikan kepada masyarakat di

kabupaten Tabanan akan manfaat dari pemberian ASI eksklusif, penulis

mempergunakan data-data yang digunakan dari hasil survey yang telah didapatkan

dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan mengenai manfaat ASI eksklusif, hal

ini bertujuan agar desain yang akan dibuat dapat memberikan informasi yang jelas

dan mudah dimengerti, serta sesuai dengan norma-norma yang berlaku di

lingkungan masyarakat (Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan bagian Bidang

Bina Kesehatan Masyarakat).

Dalam proses perancangan media komunikasi visual untuk kampanye manfaat

dari pemberian ASI eksklusif, penulis menggunakan data-data survey yang

didapat sebagai berikut :

a. ASI eksklusif merupakan pemberian ASI tanpa makanan dan minuman

tambahan lain pada bayi berumur nol sampai enam bulan (aturan 0-4 bulan

sudah tidak berlaku lagi). Bahkan air putih tidak diberikan dalam tahap ASI

eksklusif ini.

Page 92: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

74

b. Pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama didasarkan pada bukti

ilmiah tentang manfaat ASI bagi daya tahan hidup bayi, pertumbuhan, dan

perkembangannya. ASI memberi semua energi dan gizi (nutrisi) yang

dibutuhkan bayi selama 6 bulan pertama hidupnya. Pemberian ASI eksklusif

mengurangi tingkat kematian bayi yang disebabkan berbagai penyakit yang

umum menimpa anak-anak seperti diare dan radang paru, serta mempercepat

pemulihan bila sakit dan membantu menjarangkan kelahiran.

c. Banyak hal yang menyebabkan ASI ekslusif tidak diberikan khususnya bagi

ibu- ibu di Kabupaten Tabanan, hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh:

Adanya perubahan struktur masyarakat dan keluarga.

Hubungan kerabat yang luas di daerah pedesaan menjadi renggang

setelah keluarga pindah ke kota. Pengaruh orang tua seperti nenek, kakek, mertua

dan orang terpandang dilingkungan keluarga secara berangsur menjadi berkurang,

karena mereka itu umumnya tetap tinggal di desa sehingga pengalaman mereka

dalam merawat makanan bayi tidak dapat diwariskan.

Kemudahan-kemudahan yang didapat sebagai hasil kemajuan

Teknologi pembuatan makanan bayi seperti pembuatan tepung

makanan bayi, susu buatan bayi, mendorong ibu untuk mengganti ASI

dengan makanan olahan lain.

Iklan yang menyesatkan dari produksi makanan bayi menyebabkan ibu

beranggapan bahwa makanan-makanan itu lebih baik dari ASI

Para ibu sering keluar rumah baik karena bekerja maupun karena tugas-

tugas sosial, maka susu sapi adalah satu-satunya jalan keluar dalam

pemberian makanan bagi bayi yang ditinggalkan dirumah.

Adanya anggapan bahwa memberikan susu botol kepada anak sebagai

salah satu simbol bagi kehidupan tingkat sosial yang lebih tinggi,

terdidik dan mengikuti perkembangan zaman.

Ibu takut bentuk payudara rusak apabila menyusui dan kecantikannya

akan hilang.

Page 93: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

75

2.2 Data Lapangan / Data Faktual

Data lapangan/faktual merupakan data yang diperoleh berdasarkan kenyataan

yang ada di lapangan atau berdasarkan keterangan yang ada dilapangan atau

sebenarnya yang nantinya akan digunakan sebagai materi (sample) sebagai data

pendukung saat merancang media nanti.

2.2.1 Nama Obyek

Dalam penulisan Tugas Akhir ini, nama obyek yang diangkat adalah Kampanye

Manfaat Pemberian Asi Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan

Melalui Media Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan. Penulis tertarik

mengangkat kasus ini karena masyarakat khususnya di Kabupaten Tabanan yang

tingkat keberhasilan dalam pemberian ASI eksklusif menduduki peringkat 6

banyak yang kurang paham dan kurangnya pengetahuan mengenai manfaat dari

pemberian ASI eksklusif, selain bermanfaat untuk ibu dan bayinya (bayi lebih

kebal terhadap penyakit, tumbuh kembang serta tingkat kecerdasan yang optimal,

ibu yang menyusui memiliki resiko yang lebih rendah terhadap kanker rahim dan

kanker payudara, dll) juga untuk keluarga, biaya lebih hemat dan murah (Bayi

sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan

kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit dan tidak perlu uang

untuk membeli susu formula). Apalagi belakangan ini masyarakat cukup dibuat

resah dan khawatir dengan bahaya dari bakteri sakazaki yang diduga ada pada

beberapa merek susu formula yang ada di pasaran saat ini.

2.2.2 Penanggung Jawab

Data-data survey mengenai manfaat pemberian asi eksklusif diperoleh dari Dinas

Kesehatan Kabupaten Tabanan bagian Pelayanan Kesehatan serta bagian Jibang

Promosi dengan Ibu I.G.A.A. Witarini Dwipayanti, S.KM

2.2.3 Lokasi

Dalam penulisan pengantar Tugas Akhir ini penulis membutuhkan data mengenai

Manfaat pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai dengan umur 6 bulan di

kabupaten Tabanan, data-data tersebut diambil, dicari dan disurvey di Dinas

Page 94: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

76

Kesehatan Kabupaten tabanan yang berlokasi di Jl. Gunung Agung No. 82,

Tabanan-Bali, dengan tlp (0361) 811419, dan fax (0361) 815158. Berikut adalah

denah lokasi Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan tersebut:

Gambar 2.65 Denah Lokasi Dinas Kesehatan

2.2.4 Sarana Komunikasi Yang Ada

Dinas Kesehatan kabupaten Tabanan belum memiliki media untuk

mengkampanyekan manfaat ASI eksklusif. Ini dikarenakan selain terbentur

masalah biaya, masalah rabies dan flu burung yang menjadi paling diperhatikan

oleh Dinas Kabupaten Tabanan, itu menyebabkan kurang diperhatikannya

masalah pemberian ASI eksklusif di Tabanan. Satu-satunya media kampanye

resmi yang dikeluarkan hanya berupa brosur mengenai pengetahuan ASI secara

menyeluruh yang dikeluarkan oleh Departemen Kesehatan Provinsi Bali.

1. Aplikasi Unsur-Unsur Desain Komunikasi Visual

Unsur-unsur media komunikasi visual yang digunakan selama ini yaitu:

Page 95: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

77

a. Brosur

Gambar 2.66 Brosur mengenai ASI

(Sumber: Foto hasil survey dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan)

Aplikasi unsur-unsur desain komunikasi visual pada brosur:

1) Ilustrasi

Dalam brosur ini menggunakan ilustrasi fotografi berupa foto seorang ibu yang

sedang menyusui bayinya.

2) Warna

Warna yang di gunakan adalah warna primer, sekunder serta warna monokromatik

yaitu biru, hijau serta merah muda.

3) Teks

Teks yang digunakan adalah berupa judul, sub judul, dan Dinas terkait yang

mengeluarkan brosur ini

Page 96: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

78

4) Huruf dan Tipografi

Jenis huruf yang di gunakan adalah jenis huruf Sans Serif (tak berkait).

5) Ukuran dan Bahan

Brosur ini berukuran A4 atau 21,0cm x 29,7cm dengan bahan art paper

6) Teknik

Untuk media brosur ini tehnik pencetakannya menggunakan tehnik offset.

2.2.5 Potensi kasus

Air Susu Ibu (ASI) merupakan makanan pertama dan utama bagi bayi yang belum

tumbuh gigi-geliginya dan mempunyai nilai biologik yang tinggi. Kecuali sebagai

zat makanan, ASI juga menjadi media untuk hubungan bayi dan ibunya.

Hubungan secara psikologis dan immunologis menghantarkan kasih sayang dan

perlindungan ibu kepada bayinya serta memikat kemesraan bayi terhadap ibunya

sehingga terjalin hubungan yang harmonis.

Manfaat dari pemberian ASI eksklusif untuk ibu dan bayinya (bayi lebih kebal

terhadap penyakit, tumbuh kembang serta tingkat kecerdasan yang optimal, ibu

yang menyusui memiliki resiko yang lebih rendah terhadap kanker rahim dan

kanker payudara, dll) juga untuk keluarga, biaya lebih hemat dan murah (bila bayi

sehat berarti keluarga mengeluarkan biaya lebih sedikit (hemat) dalam perawatan

kesehatan dan berkurangnya kekhawatiran bayi akan sakit dan tidak perlu uang

untuk membeli susu formula). Apalagi belakangan ini masyarakat cukup dibuat

resah dan khawatir dengan bahaya dari bakteri sakazaki yang diduga ada pada

beberapa merek susu formula yang ada di pasaran saat ini.

Pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan untuk saat ini (tahun 2010) untuk

tingkat keberhasilan mencapai angka 36,88 % menduduki peringkat keenam dari

delapan kabupaten yang ada di provinsi Bali (dikutip dari data yang ada pada

Dinas Kab. Tabanan: 2010).

Untuk itulah alasan penulis mengangkat judul Kampanye Manfaat Pemberian ASI

Eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan Melalui Media Komunikasi

Visual Di Kabupaten Tabanan sebagai usaha untuk membuat suatu media

komunikasi visual yang menarik serta komunikatif yang tentunya tepat sasaran

Page 97: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

79

untuk menginformasikan kepada masyarakat di Kabupaten Tabanan mengenai

Manfaat ASI eksklusif.

2.3 Analisis dan Sintesis

Analisis sangat diperlukan untuk memperoleh kesimpulan dari permasalahan yang

ada. Sedangkan sintesa adalah suatu perpaduan dari permasalahan yang ada pada

latar belakang masalah yang telah dirangkum dalam analisis.

2.3.1 Analisis

Analisis dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu analisis teori, analisis faktual,

dan analisis wawancara. Adapaun ketiga analisis tersebut yaitu :

a. Analisis data Teori

Analisis data yang dilakukan dengan menganalisis semua pendekatan teori yang

dipakai dalam perencanaan untuk mendapatkan keabsahan yang lebih akurat di

dalam proses perancangan untuk dikaji agar memperoleh positif dan negatifnya.

Analisis dilakukan dengan menggunakan metode analisa kualitatif komparatif.

Analisis ini dilakukan dengan cara membandingkan data-data aktual dengan data-

data faktual atau dengan memperhatikan hubungan sebab-akibat antara data aktual

dengan faktual, sehingga pada nantinya bisa ditarik kesimpulan mengenai desain

yang tepat digunakan sebagai dasar dalam perancangan media komunikasi visual.

b. Analisis data Faktual

Dalam perancangan Tugas Akhir ini guna mendapatkan data-data yang akurat

penulis menganalisa segala permasalahan yang ada di lapangan yang berkaitan

dengan penulisan. Belum pernah terdapat media kampanye yang dibuat untuk

manfaat ASI eksklusif selama ini oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan,

media yang tersedia hanya brosur mengenai ASI yang dikeluarkan oleh Dinas

Kesehatan provinsi Bali tahun 2007.

Page 98: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

80

Gambar 2.67 Aplikasi unsur-unsur desain komunikasi visual pada Brosur

(Sumber: Foto hasil survey dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan)

1) Ilustrasi

Pada Brosur ini menggunakan ilustrasi fotografi berupa gambar foto Ibu yang

sedang menyusui bayinya. Dengan melihat ilustrasi ini saja orang dapat menebak

apa kira- kira isi brosur ini, yang berisi tentang penjelasan mengenai asi dan

lainnya, itu berarti ilustrasi yang digunakan sudah tepat.

2) Warna

Warna yang di gunakan dominan mengunakan warna primer dan sekunder serta

warna monokromatik yaitu wana biru, hijau serta merah muda dengan dasar

putih. Warna biru dan hijau memberikan kesan hidup sehat, sedangkan merah

muda memberikan sedikit kesan suatu peringatan/ajakan.

3) Teks

Teks yang digunakan adalah berupa judul, sub judul, Dinas terkait yang

mengeluarkan brosur ini. kurang lengkap dan informatif untuk memberi tahu

orang mengenai isi brosurnya.

Page 99: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

81

4) Huruf dan Tipografi

Pemilihan jenis huruf sudah terlihat baik dengan jenis huruf yang terlihat kokoh,

terkesan kuat dan yang sifatnya sederhana sehingga mudah untuk dibaca, jenis

huruf yang di gunakan adalah jenis huruf Sans Serif agar kata-katanya mudah

untuk dibaca, selain itu jenis huruf ini memiliki jarak yang agak longgar per

hurufnya, sehingga ergonomi bagi mata saat membaca teks di brosur ini.

5) Ukuran dan Bahan

Brosur ini berukuran A4 atau 21,0cm x 29,7cm. Dengan bahan art paper,

merupakan ukuran standar brosur agar tidak banyak terdapat kertas yang terbuang

saat pemotongan sehingga menghemat biaya pencetakan.

6) Material

Untuk brosur menggunakan kertas Art Paper dengan ukuran A4 atau 21 cm x

29,7cm

7) Teknik cetak

Untuk media brosur tehnik pembuatan yang dibuat adalah tehnik offset, karena

jumlah cetakannya cukup banyak, dengan cetak offset hasil cetakan didapat

dengan waktu yang cepat serta harga yang murah.

c. Analisis data wawancara

Analisis wawancara dilakukan dengan cara bertanya pada beberapa staf yang

bekerja di Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, antara lain; Bapak I Wayan

Sudiarta, M.Kes (selaku seksi di bagian Bina Gizi Masyarakat pada Bidang Bina

Kesehatan Masyarakat), serta Ibu I.G.A.A Witarini Dwipayanti, S.KM di bagian

PROMKES Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan, karena dianggap tahu dan

mengerti mengenai permasalahan yang ada di lapangan khususnya yang berkaitan

dengan penulisan ini.

Pertanyaan yang diajukan saat wawancara berupa staf jajaran Dinas Kesehatan

Kabupaten Tabanan, denah dan lokasi kantornya, sub bidang yang menangani

masalah ASI eksklusif, upaya-upaya yang telah dilakukan untuk

mengkampanyekan manfaat dari pemberian ASI eksklusif pada bayi sampai

dengan umur 6 bulan di kabupaten Tabanan, serta media apa saja yang sudah

pernah dibuat.

Page 100: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

82

Belum ada upaya khusus dari Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan untuk

mengkampanyekan masalah manfaat ASI eksklusif ini, yang ada saat ini hanya

berupa program Posyandu secara umum, belum pernah membuat media yang

secara khusus untuk mengkampanyekan manfaat ASI eksklusif. Maka dari itu

penulis mengambil kesimpulan bahwa memang benar saat ini perlu adanya media

kampanye untuk manfaat pemberian ASI eksklusif untuk menginformasikan

kepada masyarakat Tabanan.

2.3.2 Sintesis

Berdasarkan analisa yang telah dilakukan maka diketahui bahwa media

komunikasi viaual yang digunakan sebagai sarana informasi masih kurang bahkan

hampir tidak ada , untuk itu guna mencapai tujuan yang diinginkan maka akan

dirancang beberapa media komunikasi visual yang nantinya mampu

menginformasikan tentang manfaat pemberian ASI eksklusif di Kabupaten

Tabanan, adapun unsur media yang akan dirancang yaitu :

1. Media

Media yang akan dirancang untuk menginformasikan manfaat pemberian ASI

eksklusif di Kabupaten Tabanan menggunakan media Media Lini Bawah (below

the line media) saja, sebab semua media hanya digunakan pada saat penyuluhan

saja.

Adalah merupakan kelompok media promosi yang tidak memerlukan media luar

ruang, artinya dalam hal ini tidak melibatkan pemasangan iklan di media massa

dan tidak memberikan komisi kepada perusahaan iklan. Media lini bawah

merupakan media yang terdiri dari media seperti direct mail, exhebition

(pameran), kalender, agenda, serta media yang berupa souveneer (Kusmiati, 1999

: 23).

Media-media yang akan digunakan untuk mengkampanyekan manfaat pemberian

ASI eksklusif adalah media media yang dapat menarik perhatian dan beberapa

diantaranya memiliki fungsi lain yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-

hari. dan media yang dirancang adalah Pin, Poster, Stiker, T-Shirt, Brosur, Paper

bag, X- banner, Spanduk, flyer, Katalog karya.

Page 101: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

83

2. Ilustrasi

Selain tehnik komputer beberapa ilustrasi yang akan di gunakan menggunakan

tehnik gabungan yaitu ilustrasi tehnik fotografi yang diolah kembali di komputer,

dimana menggunakan foto yang berhubungan dan menggambarkan mengenai

manfaat dari pemberian ASI eksklusif dan dikomposisikan agar menarik dan

komunikatif.

3. Teks

Teks berisi judul (headline), sub judul (sub headline), teks isi (body copy) pada

beberapa media saja, baseline dan logotype dari dinas kesehatan. secara singkat,

jelas, informatif, komunikatif sehingga mudah dipahami dan cepat dimengerti.

Sedangkan untuk head line teks yang digunakan adalah berupa keterangan nama

(judul slogan).

4. Huruf

Menggunakan tipe huruf yang mudah di baca seperti san serif dan decorative

dengan jenis Arial, Bickham Script Pro Semibold, Calibri, Century Gothic, One

Stroke Script LET, Trebuchet MS, Pilihan jenis huruf divariasikan sehingga

terlihat indah namun tetap mudah dibaca dan tidak mengganggu informasi yang

hendak dibawakan.

5. Warna

Warna yang di gunakan ialah warna-warna primer, sekunder, tersier. Dalam

desain yang akan di rancang akan dominan menggunakan biru dan putih sehingga

dapat mewakili dari unsur kesehatan yaitu hidup sehat. Untuk proses cetaknya

nanti akan menggunakan warna CMYK (yellow, magenta, cyan, key).

6. Ukuran dan Bahan

Ukuran memakai satuan panjang cm, dan disesuaikan dengan jenis media agar

memenuhi syarat ergonomis sehingga menarik dan nyaman dipandang. Sedangkan

bahan yang digunakan harus sesuai dengan media promosi yang akan digunakan.

Dan bahan yang di gunakan hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tahan

lama sehingga pesan yang terkandung di dalam media dapat berfungsi lebih lama.

Page 102: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

84

7. Tehnik Cetak

Tehnik yang di gunakan dalam perancangan desain adalah menggunakan

tehnik cetak offset warna (Lithography) untuk media stiker, poster, paper bag,

flyer dan brosur. Sedangkan tehnik digital printing digunakan untuk mencetak pin,

x-banner, dan katalog. Sedangkan untuk media T-Shirt dan menggunakan teknik

cetak saring.

Page 103: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

85

BAB III

KONSEP DESAIN

3.1 Konsep Dasar Desain

Konsep dasar perancangan dijadikan sebagai landasan pemikiran untuk

membuat suatu desain agar dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Adapun

konsep simplicity dipilih sebagai konsep dasar perancangan media komunikasi.

Dalam arti kata simplicity diartikan penyampaian pesan yang tidak terlalu rumit,

singkat, padat dan jelas. (Poerwadarminta, 2000 : 888). Sedangkan simple dalam

bahasa Inggris mengandung arti kesederhanaan. Makin sederhana ide yang kita

punya, makin mudah dimengerti dan diterima audience. Sebab iklan hanya

memiliki beberapa detik untuk menyampaikan pesan, sehingga perlu

penyederhanaan isi pesan. Sederhana yang dimaksud dalam hal ini bukan berarti

harus sedikit, tetapi dalam memvisualisasikan desain media yang dibuat tidak

terlalu berlebih dan tidak kurang sehingga mudah untuk dicerna, namun dengan

catatan tidak mengurangi dan keluar dari maksud dan tujuan daripada

perancangan media yang telah ditetapkan sebelumnya.

Desain dari alternatif media komunikasi visual tersebut ditekankan pada

penggunaan warna seperti biru (warna primer) dan putih, yang kembali ke konsep

awal yaitu simplicity agar desain tidak terlihat ramai sehingga isi pesan yang

terkandung di dalamnya lebih cepat dan mudah ditangkap oleh audience. Dalam

visualisasi media, ilustrasi fotografi yang diberikan sedikit efek pada komputer

digunakan untuk memperjelas maksud iklan dan mempermudah orang yang

melihatnya untuk mengerti, seperti ilustrasi foto bayi yang sehat yang

mendapatkan ASI eksklusif dimana si bayi memiliki kekebalan tubuh yang bagus,

cerdas dll . Penyampaian teks dalam hal ini juga tidak terlalu rumit, tetapi singkat,

padat dan jelas agar tidak membosankan untuk dibaca namun tetap dapat

dimengerti, dimana teksnya berupa headline, sub headline, baseline, serta

bodycopy. Huruf yang digunakan adalah jenis huruf tak berkait (Sans Serif) yang

mudah dibaca dan memiliki nilai estetis.

Page 104: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

86

3.2 Pola Pikir

Pola pikir merupakan langkah- langkah pemikiran dalam merancang media

komunikasi visual dari komunikator (pihak yang menyampaikan pesan) ke

komunikan (penerima pesan), tujuannya adalah untuk memastikan pesan yang

disampaikan agar sesuai sasarannya. Adapun pola pikir perancangannya yaitu:

Gb. 3.1 Skema Pola Pikir

Dalam hal ini manusia dikatakan sebagai mahkluk sosial sehingga pasti

memiliki suatu permasalahan yang bisa saja berkaitan dengan kebutuhan akan

Page 105: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

87

suatu informasi kesehatan. Lalu ada pihak yang berfungsi sebagai penyedia

informasi yaitu komunikator yang dalam kasus ini dimaksud adalah Subdin Gizi

Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. Agar informasi (pesan) yang

hendak disampaikan oleh komunikator kepada komunikan (masyarakat umum)

dapat menjadi informasi yang komunikatif dan informatif. Desain media yang

dibuat tentunya harus berisikan informasi yang dibutuhkan oleh komunikan

namun dengan catatan tetap mengacu pada peraturan serta norma-norma yang

berlaku di masyarakat. Adapun visualisasi media informasi yang akan dirancang

dapat berupa brosur, poster, flyer, x-banner, stiker dan jenis media lainnya yang

dirasa perlu untuk kepentingan penyampaian informasi yang berkaitan dengan

kampanye kesehatan.

3.3 Skema Proses Perancangan

Skema proses perancangan merupakan skema yang menjabarkan bagaimana

proses awal pemilihan tema sampai akhirnya pada perwujudan desain. Adapun

skema pola perancangan dari tema yang diangkat, yaitu:

Page 106: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

88

Gb. 3.2 Skema Proses Perancangan

Page 107: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

89

Dari bagan skema proses perancangan diatas dapat dijelaskan sebagai

berikut: Skema proses perancangan merupakan skema yang akan dijadikan

sebagai patokan dalam membuat media rancang grafis atau media desain

komunikasi visual. Tema yang diangkat dalam Tugas Akhir Studio ini adalah

tema sosial (kampanye kesehatan) dengan mengambil judul Kampanye Manfaat

Pemberian ASI eksklusif Bagi Bayi Sampai Dengan Umur 6 Bulan Melalui Media

Komunikasi Visual Di Kabupaten Tabanan, kemudian dilanjutkan dengan

masalah yang dihadapi, dapat ditetapkan tujuan dan sasaran yang hendak dicapai.

Kemudian tahapan dilanjutkan dengan identifikasi data, baik itu data aktual

maupun data faktual. Setelah data-data tersebut terkumpul, barulah data dianalisis

dan disintesa sehingga diperoleh jawaban media-media komunikasi visual apa saja

yang sesuai dan dirasa efektif sebagai media informasi manfaat dari pemberian asi

eksklusif. Tahapan selanjutnya adalah proses kreatif dengan membuat alternatif

pra desain masing-masing media yang disesuaikan dengan kriteria dan unsur-

unsur desain, kemudian dilakukan analisa pra desain sehingga diperoleh desain

terpilih. Desain terpilih kemudian diwujudkan sesuai dengan teknik cetak, alat dan

bahan yang disesuaikan dengan keperluan masing-masing media. Kemudian

setelah melewati proses perwujudan maka akan diperoleh wujud media yang

akhirnya siap untuk didistribusikan. Tahapan distribusi merupakan tahapan

penyebaran media yang sudah jadi ke masyarakat sasaran.

3.4 Strategi Media

Strategi kreatif memfokuskan pada apa yang harus dikomunikasikan yang

akan memandu pengembangan seluruh pesan yang digunakan dalam kampanye

atau mempromosikan sebuah iklan. Media tersebut adalah berupa Poster,

Spanduk, Flyer, X- Banner, yang akan dipasang ditempat keramaian atau di

rumah sakit dan puskesmas-puskesmas, sedangkan media lainnya berupa Pin,

Stiker, T-Shirt, Paper bag, Brosur digunakan sebagai merchandise atau dibagikan

pada saat penyuluhan ke masyarakat.

Page 108: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

90

3.4.1 Khalayak Sasaran

Merupakan sasaran dari tujuan perancangan media komunikasi visual yang

ingin dicapai. Adapaun sasaran/audience ini dapat dilihat dari beberapa sisi, yaitu:

3.4.1.1 Demografi

Masyarakat dikelompokkan berdasarkan variabel-variabel pendapatan,

jenis kelamin, pendidikan, jumlah pendududk, usia, ukuran, keluarga, siklus hidup

keluarga, pekerjaan, agama, ras, generasi, kewarganegaraan dan kelas sosial

(Suyanto, 2004 : 3)

Ditinjau dari faktor demografi, media yang dirancang diperuntukkan untuk

seluruh lapisan masyarakat, dan informasi mengenai manfaat dari pemberian ASI

eksklusif.

3.4.1.2 Geografi

Merupakan pembagian Masyarakat menjadi unit-unit geografis yang

berbeda, misalnya wilayah, negara bagian, provinsi kota dan kepulauan. (Suyanto,

2004 : 2).

Segi geografi yang berubah berkenaan dengan daerah, besarnya kota atau

area metropolitan, kepadatan (urban, pinggir kota, pedesaan) dan iklim atau semua

hal yang menyangkut faktor geografi. Berdasarkan geografi maka sasaran yang

diinginkan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan adalah seluruh daerah baik

dari pedesaan, perkotaan, maupun pegunungan ataupun masyarakat pesisir di

Kabupaten Tabanan.

3.4.1.3 Psikografi

Mengelompokkan Masyarakat dalam variabel gaya hidup, nilai dan

kepribadian. (Suyanto, 2004 : 4)

Kepribadian berkaitan dengan faktor kejiwaan, maka daripada itu media-

media yang dibuat hendaknya disesuaikan dengan kondisi kejiwaan masyarakat

yang seperti diketahui sebagian besar orang cenderung lebih senang melihat

daripada membaca apabila melihat suatu tampilan media untuk memperoleh

Page 109: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

91

informasi. Oleh sebab itu media yang dibuat hendaknya menampilkan unsur

gambar yang lebih dominan dibandingkan unsur teksnya.

3.4.1.4 Behaviour

Dalam strategi media, behaviour dari masyarakat sangat perlu kita

perhatikan karena hal ini akan berpengaruh terhadap media yang digunakan untuk

sosialisasi. Behaviour disini meliputi kesukaan dan kebutuhan masyarakat akan

sesuatu. Jadi dalam media, diharapkan mempunyai suatu daya tarik pesan yang

mampu mempengaruhi (persuasif), mengajak, dan membujuk masyarakat ataupun

dapat menginformasikan kepada masyarakat tentang manfaat dari pemberian Asi

Eksklusif.

3.4.2 Panduan Media

Media yang digunakan sebagai solusi di dalam mempengaruhi/mengajak

masyarakat agar memberikan Asi eksklusif kepada bayi mereka dengan manfaat

yang diperoleh, oleh Dinas Kabupaten Tabanan antara lain:

3.4.2.1 Flyer

Flyer adalah bahan promosi yang dibuat dalam bentuk selebaran.

Merupakan media pengumuman untuk memberitahukan sesuatu pesan kepada

khalayak sasaran dengan cara ditaruh di tempat umum atau dibagi-bagikan.

Berbentuk lembaran kertas dengan media gambar pada 1 atau 2 sisi. (Nuradi dkk,

1996:67).

3.4.2.2 Poster

Poster di tinjau dari segi etimologinya, berasal dari kata to post yang

berarti mengumumkan surat tempelan. Poster dapat pula berarti media grafis yang

memuat unsur teks dan gambar/ilustrasi yang dipasang atau ditempel pada dinding

(Pujirianto,2005:16).

Poster akan menjadi media promosi yang efektif bila didukung oleh unsur-unsur

desain komunikasi visual yang menarik akan langsung bisa menjadi pusat

perhatian dan akan menjadi media yang sangat efektif untuk mengkampanyakan

manfaat dari pemberian ASI eksklusif.

Page 110: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

92

.Poster dapat dicetak dalam jumah banyak dengan biaya yang terjangkau guna

menarik perhatian orang agar menerima pesan yang di sampaikan.

3.4.2.3 X-Banner

Merupakan media komunikasi grafis yang dibuat dari kertas dan dipasang

dengan direntangkan dengan plastik yang berbentuk X sebagai penyangga.

(Pujiriyanto, 2005 : 45).

X-Banner ini merupakan media promosi yang efektif bila diletakkan di tempat-

tempat strategis/tempat yang ramai misal pada rumah sakit, puskesmas-puskesmas

dan dibalai desa tempat mengadakan penyuluhan-penyuluhan yang berhubungan

dengan manfaat yang didapatkan dengan memberikan ASI eksklusif.

3.4.2.4 Paper bag

Tas belanjaan berbahan kertas yang yang berfungsi sebagai tempat

penyimpanan benda-benda kecil dan ringan (Sigit Santoso, Advertising Guide

Book, 2002).

3.4.2.5 T-Shirt

Merupakan media komunikasi grafis yang dicetak diatas kain katun atau

TC. Cara mencetaknya adalah menggunakan teknik cetak saring atau sablon.

Bagian yang tercetak biasanya bagian depan dan bagian belakang. Unsur-unsur

yang digunakan meliputi warna, teks, dan ilustrasi. (Pujiriyanto, 2005 : 28).

Fungsi T’Shirt adalah sebagai benda pakai yang dapat digunakan secara berulang-

ulang dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga promosi/informasi yang

terdapat pada media ini juga akan dilakukan secara berulang-ulang juga. Apalagi

ditunjang dengan desain yang unik dan menarik akan menjadi media yang sangat

efektif untuk mengkampanyekan manfaat dari pemberian ASI eksklusif.

3.4.2.6 Stiker

Merupakan lembaran kecil berupa kertas atau plastik yang bisa direkatkan

atau ditempel. (Alwi, 2002:1091). Termasuk media paling efektif karena bisa

direkatkan dimana saja tetapi kekurangan media ini tidak dapat memuat banyak

informasi karena ukurannya yang terbatas. Pesan yang ditampilkan pada stiker

Page 111: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

93

sangat beragam. Mulai dari nama produk, organisasi, sampai dengan kalimat

himbauan, ajakan, petunjuk-petunjuk tertentu, dan bahkan ada yang menyertakan

gambar-gambar tertentu. Kendati begitu beragam bentuk dan pesan yang muncul,

setidaknya sebagai media komunikasi visual striker mempunyai fungsi atau

manfaat sebagai berikut:

a. Mengkomunikasikan citra suatu organiasasi (nama, logo atau bahkan

corporate colour) dan biasanya dalam rangka membangun citra.

b. Mengkomunikasikan pesan-pesan tertentu seperti: ajakan, himbauan, perintah,

penolakan, petunjuk-petunjuk atau semboyan.

c. Mengkomunikasikan foto atau image tertentu: tokoh, bayi, buah-buahan,

binatang dan lain- lain.

3.4.2.7 Pin

Merupakan salah satu media promosi yang berbentuk seperti lencana ada

peniti atau semacam jarum penyemat di bagian belakangnya. Pin merupakan suatu

media promosi yang tergolong cukup efektif dalam memberikan informasi kepada

khalayak sasaran mengenai manfaat pemberian ASI eksklusif karena pin dapat

disematkan dimana-mana baik di baju, tas, dll. Selain untuk media promosi, pin

juga merupakan aksesoris yang cukup menarik.

3.4.2.8 Spanduk

Merupakan media kain rentang yang berisi slogan, propaganda, atau berita

yang perlu diketahui umum. (Alwi, 2001 : 1086)

Jenis media promosi luar ruang yang pada umumnya diletakkan di tepian

jalan atau perempatan. Bentuknya memanjang dan dapat digunakan sebagai media

komunikasi yang efektif untuk mengkampanyekan manfaat dari pemberian ASI

eksklusif.

3.4.2.9 Katalog Pameran

Katalog merupakan media komunikasi grafis berbentuk buku yang

didalamnya berisi aneka jenis produk, harga, formulasi dan cara penggunaanya.

(Ibid, 2005 : 20)

Page 112: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

94

Katalog pameran berisi daftar desain media komunikasi visual yang dibuat oleh

penulis mengenai manfaat asi eksklusif.

3.5 Program Tayangan Media

Program tayangan media yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan

Kabupaten Tabanan dalam rangka meningkatkan pengetahuan masyarakat akan

manfaat dari pemberian Asi Eksklusif bagi bayi sapai dengan umur 6 bulan dapat

dilihat pada tabel berikut:

Jenis Media Kapan Dimana Frekuensi

1. Poster

pada saat

melakukan

program

penyuluhan-

penyuluhan.

di Rumah Sakit,

Puskesmas-

puskesmas, dan

Balai Desa di

pemukiman warga

ditempel pada

waktu acara

penyuluhan dan

bisa tetap dipasang

di tempat-tempat

umum semisal

rumah sakit,

puskesmas, dll.

2. Flyer pada saat

melakukan

program

penyuluhan-

penyuluhan.

di Rumah Sakit,

Puskesmas-

puskesmas, dan

Balai Desa di

pemukiman warga

dibagikan pada

waktu acara

penyuluhan dan

bisa disediakan di

tempat-tempat

umum semisal

rumah sakit,

puskesmas, dll.

3. Brosur pada saat

melakukan

program

di Rumah Sakit,

Puskesmas-

puskesmas, dan

dibagikan pada

waktu acara

penyuluhan dan

Page 113: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

95

penyuluhan-

penyuluhan.

Balai Desa di

pemukiman warga

bisa disediakan di

tempat-tempat

umum semisal

rumah sakit,

puskesmas, dll.

4. Spanduk pada saat

melakukan

program

penyuluhan-

penyuluhan.

di Rumah Sakit,

Puskesmas-

puskesmas, dan

Balai Desa di

pemukiman warga

dipasang pada

waktu acara

penyuluhan dan

bisa terus dipasang

di tempat-tempat

umum semisal

rumah sakit,

puskesmas, dll.

5. X-Banner pada saat

melakukan

program

penyuluhan-

penyuluhan.

di Rumah Sakit,

Puskesmas-

puskesmas, dan

Balai Desa di

pemukiman warga

digunakan pada

waktu acara

penyuluhan dan

bisa terus

ditempatkan di

tempat-tempat

umum semisal

rumah sakit,

puskesmas, dll.

6. T’Shirt pada saat

melakukan

program

penyuluhan-

penyuluhan.

di Rumah Sakit,

Puskesmas-

puskesmas, dan

Balai Desa di

pemukiman warga

digunakan oleh

petugas pada waktu

acara penyuluhan

dan dapat

dibagikan terbatas

sebagai souvenir

Page 114: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

96

7. Pin pada saat

melakukan

program

penyuluhan-

penyuluhan.

di Rumah Sakit,

Puskesmas-

puskesmas, dan

Balai Desa di

pemukiman warga

digunakan oleh

petugas pada waktu

acara penyuluhan

dan dapat dibagi -

bagikan sebagai

souvenir

8. Stiker pada saat

melakukan

program

penyuluhan-

penyuluhan.

di Rumah Sakit,

Puskesmas-

puskesmas, dan

Balai Desa di

pemukiman warga

dibagi - bagikan

sebagai souvenir di

tempat acara

penyuluhan

9. Paperbag dibagi-bagikan

pada saat

melakukan

program

penyuluhan

di Rumah Sakit,

Puskesmas-

puskesmas, dan

Balai Desa di

pemukiman warga

dibagi - bagikan

sebagai souvenir di

tempat acara

penyuluhan

10. Katalog digunakan pada

waktu ujian akhir

TA

disediakan di lokasi

ujian Tugas Akhir

digunakan hanya

pada saat ujian TA

berlangsung

3.6 Strategi Kreatif

Strategi adalah siasat, taktik, langkah- langkah atau kebijakan-kebijakan

yang ditempuh untuk mencapai tujuan dan strategi kreatif adalah kebijakan yang

akan dilakukan terhadap paduan kreatif (creative mix).

Page 115: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

97

3.6.1 Isi Pesan

Pesan atau informasi yang akan disampaikan hendaknya memberikan

informasi atau keterangan yang berkaitan dengan manfaat pemberian ASI

eksklusif kepada khalayak sasaran.

3.6.2 Bentuk Pesan

Bentuk pesan yang bersifat informal dan komunikatif agar lebih menarik

dan mudah dimengerti oleh kalayak sasaran dalam kalimat-kalimat sederhana

dengan menggunakan bahasa Indonesia.

3.6.3 Strategi Visual

Ilustrasi yang ditampilkan adalah berupa ilustrasi fotografi bagaimana

manfaat dari Pemberian ASI eksklusif yang diolah dengan bantuan komputer agar

tampilan terlihat lebih menarik dan komunikatif.

3.6.4 Gaya Visual

Guna menarik minat khalayak sasaran untuk memperhatikan is i pesan

yang disampaikan sehingga khalayak yang menjadi sasaran bisa terpengaruh dan

memudahkan di dalam memahami isi pesan, maka gaya visual yang akan

ditampilkan yaitu gaya visual ilustratif, dimana setiap media yang dibuat

mengandung ilustrasi yang berkaitan dengan kampanye manfaat Asi Eksklusif

dan tidak keluar dari konsep dasar yang telah ditentukan yaitu simplicity

(penyampaian pesan yang tidak terlalu rumit, singkat, padat dan jelas) untuk

mendukung keseluruhan unsur dalam media sehingga menciptakan kesatuan

(unity).

3.6.5 Material

Akan diuraikan jenis material yang digunakan dalam perwujudan dari

masing-masing media yang dirancang, yaitu:

1) Paperbag : Artpaper 210 gsm

2) Poster : Art Paper 150 gsm.

3) Flyer : Art Paper 150 gsm.

4) X-Banner : Pvc gliter

Page 116: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

98

5) Spanduk : Coley Bright.

6) T-Shirt : Bahan katun combed 20’s

7) Stiker : Stiker Bontax 100 gsm

8) Pin : Plastik

9) Brosur : Art Paper 150 gsm.

10) Katalog : Art Paper 260 gsm.

Page 117: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

99

BAB IV

VISUALISASI DESAIN

Pada Bab ini akan dibahas visualisasi media yang dibuat untuk meningkatkan

pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya manfaat pemberian ASI eksklusif,

khususnya di Kabupaten Tabanan.

4.1. Flyer

4.1.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang ditampilkan pada media flyer yaitu ilustrasi tehnik gabungan yang

digunakan pada ilustrasi fotografi wajah bayi yang terlihat sehat dan ceria.

Ditampilkannya ilustrasi logotype ASI eksklusif, logotype Bakti Husada dan

Pemkab. Tabanan pada media flyer ini sebagai petunjuk bahwa Dinas Kesehatan

kabupaten Tabanan juga mendukung program kampaye pemberian ASI eksklusif

khususnya di Kabupaten Tabanan.

b. Teks

Teks yang digunakan pada flyer adalah, ”apakah ASI eksklusif?” yang juga

merupakan headline dari flyer ASI eksklusif tersebut, kemudian teks “ASI

eksklusif adalah pemberian ASI tanpa makanan dan minuman tambahan lain pada

bayi berumur nol sampai enam bulan. Bahkan air putih tidak diberikan…” sebagai

bodycopy yang merupakan pengertian dari ASI eksklusif. Kemudian di bagian

bawah flyer tertera logotype dan informasi mengenai alamat lokasi, nomor telepon

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan.

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media flyer ini adalah Trebuchet MS

pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana sehingga mampu

menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan kesan modern

namun tetap mudah dibaca.

Page 118: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

100

d. Warna

Warna yang digunakan pada media flyer lebih didominasi oleh warna putih.

Sedangkan warna lain yang digunakan adalah warna biru pada warna teks dan

juga logotype dari ASI eksklusif agar terlihat jelas dan mudah dibaca, sebab warna

putih dan biru mampu memberikan kesan yang bersih dan higenis sehingga sangat

cocok sekali untuk kampanye di bidang kesehatan. Sedangkan pada logotype

Bakti Husada dan Pemda. Kabupaten Tabanan menggunakan warna hijau yang

intensitasnya tidak terlalu banyak.

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik dari media flyer adalah persegi panjang dengan ukuran 22.5 cm x 10

cm.

Gambar 4.1 Bentuk fisik flyer

f. Bahan

Aplikasi bahan yang digunakan untuk media flyer ini yaitu art paper 150 gsm.

Dengan tekstur glossy dan hasil cetak yang tajam, bahan ini memiliki kualitas

cetak yang baik untuk flyer.

g. Tehnik Cetak

Tehnik Cetak yang digunakan dalam mewujudkan media flyer ini adalah tehnik

cetak offset.

Page 119: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

101

4.1.2 Kreatif Desain

Pada proses kreatif flyer dibuat tiga alternatif desain yang kemudian dipilih

salah satu desain sebagai desain terpilih. Disain flyer ini dipilih karena

komposisinya dianggap paling menarik.

4.1.3 Tampilan Desain

Dari hasil alternatif desain, dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Gambar 4.2 Media flyer

Skala 1 : 2

Nama Media : flyer

Ukuran : 22.5 cm x 10 cm

Bahan : Art Paper 150 gsm

Tehnik Cetak : Offset

Media flyer ini dibuat dengan bentuk landscape agar terkesan lebar. Daya tarik

utama yang ditampilkan media ini yaitu pada ilustrasi foto wajah bayi yang

terlihat tampak sehat dan ceria. Sedangkan konsep simplicity dapat dilihat dari

keseluruhan komposisi desain yang tidak terlalu ramai, sederhana dan

penyampaian pesannya tidak rumit sehingga dapat dengan mudah dimengerti dan

diterima audience.

4.1.4 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan flyer dihitung 1.000 lembar untuk diedarkan yaitu:

Kertas artpaper 150 gsm 300 lembar = Rp. 300.000

Film 22.5 x 10 x 35 x 4 pcs = Rp. 44.100

Page 120: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

102

Plat Rp. 25.000 x 4 pcs = Rp. 100.000

Ongkos cetak 500-1.000 lembar = Rp. 650.000

Biaya potong kertas = Rp. 25.000

Biaya disain = Rp. 200.000 +

Total Rp. 1.319.100

Dibulatkan menjadi Rp. 1.350.000

(harga mengacu pada percetakan Multimedia)

4.2 X-Banner

4.2.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang digunakan pada media x-banner ini menampilkan foto anak yang

sedang berkomunikasi dengan menggunakan handphone dan ilustrasi bayi yang

sedang minum ASI, sebab bayi yang minum ASI eksklusif kepandaiannya lebih

tinggi daripada anak yang minum susu formula. Sedangkan untuk mewakili

konsep “simplicyty” ilustrasi yang digunakan tidak terlalu banyak,

polos/sederhahana sebab yang lebih ditonjolkan ialah pesan yang ingin

disampaikan. Ditampilkannya ilustrasi logotype ASI eksklusif, logotype Bakti

Husada dan Pemkab. Kabupaten Tabanan pada media x-banner ini sebagai

petunjuk bahwa Dinas Kesehatan kabupaten Tabanan juga mendukung program

kampaye pemberian ASI eksklusif khususnya di Kabupaten Tabanan.

b. Teks

Teks yang digunakan pada x-banner adalah, ”manfaat ASI untuk bayi?” yang juga

merupakan headline dari x-banner ASI eksklusif tersebut, kemudian teks “IQ

pada bayi ASI lebih tinggi…” sebagai bodycopy yang yang merupakan manfaat

dari pemberian ASI eksklusif. Kemudian di bagian bawah x-banner tertera

logotype dan informasi mengenai alamat lokasi, nomor telepon Dinas Kesehatan

Kabupaten Tabanan.

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media x-banner ini adalah

Trebuchet MS pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana

Page 121: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

103

sehingga mampu menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan

kesan modern namun tetap mudah dibaca.

d. Warna

Warna dominan yang digunakan pada media x-banner adalah warna biru

bergradasi ke warna putih, sehingga terkesan simple dan ringan. Sedangkan

logotype dari ASI eksklusif agar terlihat jelas dan mudah dibaca, sedangkan pada

logotype Bakti Husada dan Pemda. Tabanan menggunakan warna hijau yang

intensitasnya tidak terlalu banyak.

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik dari media x-banner adalah berbentu persegi panjang dengan ukuran

160 cm x 60 cm. Posisinya potrait yang mana direntangkan dengan tiang

penyangga yang berbentuk X.

Gambar 4.3 Bentuk fisik X-Banner

f. Bahan

Bahan yang digunakan untuk mewujudkan media x-banner ini adalah bahan pvc

gliter.

g. Tehnik Cetak

karena media x-banner dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit, tehnik cetak yang

digunakan adalah tehnik cetak digital printing.

Page 122: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

104

4.2.2 Kreatif Desain

Pada proses kreatif desain x-banner dibuat tiga alternatif desain yang kemudian

dipilih salah satu desain sebagai desain terpilih. Desain x-banner ini dipilih karena

komposisinya dianggap lebih menarik jika dibandingkan dengan dua alternatif

lainnya. Ilustrasi yang digunakan dikomposisikan lebih dinamis dibandingkan

alternatif yang lain sehingga menjadi lebih menarik.

4.2.3 Tampilan Desain

Dari hasil alternatif desain, dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Gambar 4.4 Media X-Banner

Skala 1 : 10

Page 123: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

105

Nama Media : x-banner

Ukuran : 160 cm x 60 cm

Bahan : pvc gliter

Tehnik Cetak : Digital Printing

X-Banner ini dibuat dengan bahan pvc gliter karena lebih ergonomis dalam

pemasangannya yang mana akan direntangkankan kemudian di belakangnya

terdapat tiang penyangga yang berbentuk huruf X. Ilustrasi yang digunakan adalah

ilustrasi yang dibuat dengan tehnik fotografi, penampilan ilustrasi fotografi

digunakan agar media tersebut menarik. Selain itu, juga bersifat sebagai daya tarik

yang informatif yaitu menginformasikan mengenai manfaat dari pemberian ASI

eksklusif.

4.2.4 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan x-banner dengan harga 1 set Rp.125.000

Pembuatan 30 pcs = 30 x Rp. 125.000 = Rp. 3.750.000

Biaya disain = Rp. 300.000 +

Total biaya = Rp. 4.050.000

(harga mengacu pada Niti Mandala digital printing)

4.3 Stiker

4.3.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang digunakan pada media stiker ini menampilkan logotype ASI

eksklusif, yang digunakan untuk menampilkan identitas identitas dari ASI

eksklusif tersebut agar terlihat lebih menonjol, dan menggunakan teknik ilustrasi

komputer, berupa ilustrasi ibu yang sedang menyusui bayinya.

b. Teks

Teks yang digunakan pada media stiker berisikan himbauan dan ajakan “berilah

ASI eksklusif kepada bayi anda”, yang mewakili pengertian bahwa mari dengan

memberikan ASI eksklusif akan memberikan banyak manfaat pada bayi.

Page 124: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

106

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media stiker ini adalah Trebuchet

MS pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana sehingga

mampu menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan kesan

modern namun tetap mudah dibaca.

d. Warna

Warna yang digunakan pada media stiker adalah perpaduan antara warna biru dan

putih, Sedangkan pada teks digunakan warna putih agar terlihat lebih kontras dan

mudah dibaca.

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik media stiker ini adalah berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10

cm x 8 cm.

Gambar 4.5 Bentuk stiker

f. Bahan

Bahan yang digunakan pada media stiker ini adalah stiker bontax.

g. Tehnik Cetak

Tehnik cetak yang digunakan adalah tehnik cetak offset karena teknik cetak ini

lebih cepat dan efisien dimana dalam pembuatannya dibutuhkan dalam jumlah

yang banyak.

4.3.2 Kreatif Desain

Pada proses kreatif desain stiker dibuat tiga alternatif desain yang kemudian

dipilih salah satu desain sebagai desain terpilih. Desain stiker ini dipilih karena

komposisi dan pemakaian intensitas warna yang lebih simpel, Intensitas ilustrasi

Page 125: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

107

& teks yang digunakan dinilai tepat sehingga tidak terlalu penuh sehingga dapat

mengurangi nilai artistik desain itu sendiri.

4.3.3 Tampilan Desain

Dari hasil alternatif desain, dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Gambar 4.6 Media Stiker Skala 1 : 1

Nama Media : Stiker

Ukuran : 10 cm x 8 cm

Bahan : stiker bontax

Tehnik Cetak : Offset

Stiker ini dibuat dalam bentuk landscape agar logotype berkesan menghadap ke

teks, mengajak untuk memberikan ASI eksklusif.

4.3.4 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan stiker :

Dibutuhkan 200 lembar stiker bontak A3 = Rp. 1.000.000

Biaya cetak 200 lembar = Rp. 800.000

Biaya disain = Rp 200.000 +

Total biaya = Rp. 2.000.000

(harga mengacu pada percetakan Multimedia)

Page 126: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

108

4.4. Poster

4.4.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang digunakan pada media poster ini menampilkan foto-foto wajah bayi

yang terlihat sehat dan ceria. Selain itu ada juga ilustrasi bayi yang sedang minum

ASI. Ilustrasi logotype diposisikan pada bagian atas poster digunakan untuk

menampilkan identitas masing-masing dari ASI eksklusif, Bakti Husada, dan

Pemda.Kabupaten Tabanan.

b. Teks

Teks yang digunakan pada media poster adalah ”manfaat ASI untuk bayi” yang

merupakan headline dari poster tersebut, kemudian teks “merupakan metode

pemberian makan bayi yang terbaik” sebagai bodycopy yang mewakili pengertian

bahwa ASI mengandung semua zat, gizi dan cairan yang dibutuhkan untuk

memenuhi seluruh gizi bayi pada 6 bulan pertama. Kemudian berisikan teks

informasi mengenai alamat lokasi, nomor telepon Dinas Kesehatan Kabupaten

Tabanan.

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media poster ini adalah Trebuchet

MS pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana sehingga

mampu menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan kesan

modern namun tetap mudah dibaca.

d. Warna

Warna dominan yang digunakan pada media poster adalah biru, warna tersebut

merupakan warna ciri khas dari ASI eksklusif. Sedangkan warna lain yang dipakai

adalah warna putih pada teks dan logotype untuk ASI eksklusif agar terlihat lebih

kontras dan mudah dibaca, sedangkan pada logotype Bakti Husada dan Pemda.

Kabupaten Tabanan menggunakan warna hijau yang intensitasnya tidak terlalu

banyak.

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik dari media promosi poster adalah persegi panjang dengan ukuran

29.7 cm x 45 cm

Page 127: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

109

Gambar 4.7 Bentuk fisik poster

f. Bahan

Bahan yang digunakan untuk mewujudkan media poster ini adalah bahan kertas

art paper 150 gsm.

g. Tehnik Cetak

Tehnik cetak yang digunakan untuk mewujudkan media poster ini adalah tehnik

cetak offset karena tehnik cetak ini lebih cepat dan efisien dimana dalam

pembuatannya dibutuhkan dalam jumlah yang banyak.

4.4.2 Kreatif Desain

Pada proses kreatif desain poster dibuat tiga alternatif desain yang kemudian

dipilih salah satu desain sebagai desain terpilih. Desain poster ini dipilih karena

warna yang menarik, komposisi yang tepat dan intensitas ilustrasi & teks yang

digunakan dinilai mampu mewakili informasi yang ingin disampaikan.

4.4.3 Tampilan Desain

Dari hasil alternatif desain, dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Page 128: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

110

Gambar 4.8 Media Poster

Skala 1 : 4

Nama Media : Poster

Ukuran : 29.7 cm x 45 cm

Bahan : Art Paper 150 gram

Tehnik Cetak : Offset

Konsep poster ini dibuat dengan gaya yang simpel, agar penyampaian pesan dapat

dengan mudah dimengerti oleh audiens. Ilustrasi yang digunakan adalah ilustrasi

yang dibuat dengan tehnik fotografi, penampilan ilustrasi fotografi digunakan agar

media tersebut menarik. Selain itu, juga bersifat sebagai daya tarik yang

informatif yaitu menginformasikan mengenai manfaat dari pemberian ASI

eksklusif.

4.4.4 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan poster dihitung 500 lembar untuk disebarkan :

65 lembar kertas artpaper 150 gsm ukuran A0 = Rp. 350.000

Film 39.7 x 45 cm x 150 x 4 pcs = Rp. 748.440

Plat Rp. 25.000 x 4 pcs = Rp. 100.000

Ongkos cetak 500-1000 lembar = Rp. 650.000

Page 129: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

111

Biaya potong kertas = RP. 25.000

Biaya desain = Rp. 300.000 +

Total biaya Rp.2.173.440

Dibulatkan menjadi Rp.2.200.000

(harga mengacu pada percetakan Multimedia)

4.5 Pin

4.5.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang digunakan pada media pin ini menampilkan logotype ASI eksklusif,

yang digunakan untuk menampilkan identitas identitas dari ASI eksklusif tersebut

agar terlihat lebih menonjol, dan menggunakan teknik ilustrasi komputer, berupa

ilustrasi ibu yang sedang menyusui bayinya.

b. Teks

Teks yang digunakan pada media pin berisikan himbauan dan ajakan “berilah ASI

eksklusif kepada bayi anda”, yang mewakili pengertian bahwa mari, dengan

memberikan ASI eksklusif akan memberikan banyak manfaat pada bayi.

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media pin ini adalah Trebuchet MS

pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana sehingga mampu

menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan kesan modern

namun tetap mudah dibaca.

d. Warna

Warna yang digunakan pada media pin adalah perpaduan antara warna putih dan

biru, Sedangkan pada teks digunakan warna biru agar terlihat lebih kontras dan

mudah dibaca.

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik media pin ini adalah berbentuk lingkaran dengan ukuran berdiameter

5.5 cm.

Page 130: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

112

Gambar 4.9 Bentuk p in

f. Bahan

Bahan yang digunakan pada media pin ini adalah Plastik

g. Tehnik Cetak

Tehnik cetak yang digunakan adalah tehnik cetak offset karena teknik cetak ini

lebih cepat dan efisien dimana dalam pembuatannya dibutuhkan dalam jumlah

yang banyak.

4.5.2 Kreatif Desain

Pada proses kreatif desain pin dibuat tiga alternatif desain yang kemudian dipilih

salah satu desain sebagai desain terpilih. Desain pin ini dipilih karena komposisi

dan pemakaian intensitas warna yang menarik, Intensitas ilustrasi & teks yang

digunakan dinilai tepat untuk mewakili konsep ”simplycity”.

4.5.3 Tampilan Desain

Dari hasil alternatif desain, dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Gambar 4.10 Media Pin Skala 1 : 1

Page 131: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

113

Nama Media : Pin

Ukuran : diameter 5.5 cm

Bahan : Plastik

Tehnik Cetak : Offset

Pin ini dibuat dalam bentuk yang sederhana, dengan komposisi ilustrasi yang

dibuat menghadap ke teks, mengajak untuk memberikan ASI eksklusif.

4.5.4 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan pin, dihitung 500 pcs untuk diedarkan:

Harga 1 pcs Rp.4500 x 500 = Rp. 2.250.000

Biaya desain = Rp. 200.000 +

Total biaya Rp. 2.450.000

(harga mengacu pada Niti Mandala digital printing)

4.6 Paperbag

4.6.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang digunakan pada media Paperbag ini menampilkan ilustrasi wajah

bayi yang terlihat sehat dan ceria pada bagian depan paperbag logotype ASI

eksklusif juga tertera di bagian depan, sedangkan untuk bagian belakang juga

terdapat ilustrasi fotografi seorang bayi dan logotype ASI eksklusif yang dibuat

transparan ibauat cukup besar sebagai background. Logotype recycle tertera di

bagian samping Paperbag ASI eksklusif tersebut.

b. Teks

Teks yang digunakan pada media Paperbag adalah, ”berilah ASI eksklusif kepada

bayi anda” pada bagian depan, dan di bagian belakang terdapat teks “manfaat ASI

untuk bayi” sebagai headline dan juga terdapat bodycopy. Kemudian berisikan

teks informasi mengenai alamat lokasi, nomor telepon Dinas Kesehatan

Kabupaten Tabanan.

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media paperbag ini adalah

Trebuchet MS pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana

Page 132: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

114

sehingga mampu menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan

kesan modern namun tetap mudah dibaca.

d. Warna

Warna yang digunakan pada media paperbag adalah warna putih mengikuti dari

warna media paperbag tersebut, logotype ASI eksklusif dan teks berwarna biru

agar terlihat lebih kontras dan mudah dibaca. sedangkan pada logotype Bakti

Husada dan Pemda. Kabupaten Tabanan yang memang menggunakan warna hijau

dimana intensitasnya tidak terlalu banyak.

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik media ini adalah paperbag dengan ukuran 24 cm x 31 cm 8 cm.

Gambar 4.11 Bentuk paperbag

f. Bahan

Bahan yang digunakan pada media paperbag ini adalah artpaper 260 gsm

g. Tehnik Cetak

Tehnik cetak yang digunakan adalah tehnik cetak offset

4.6.2 Kreatif Desain

Pada proses kreatif desain paperbag, dibuat tiga alternatif desain yang kemudian

dipilih salah satu desain sebagai desain terpilih. Desain paperbag ini dipilih

karena komposisi dan Intensitas ilustrasi yang digunakan dinilai tepat untuk

mewakili konsep ”simplycity” pada media paperbag ini.

4.6.3 Tampilan Desain

Dari hasil alternatif desain, dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Page 133: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

115

Gambar 4.12 Media paperbag Skala 1 : 6

Nama Media : paperbag

Ukuran : 24 cm x 31 cm x 8 cm

Bahan : artpaper 260 gsm

Tehnik Cetak : cetak offset

Desain paperbag ini dibuat dalam bentuk yang sederhana, dengan komposisi

ilustrasi yang ditata sedemikian rupa, sehingga menjadi sebuah kesatuan yang

harmonis.

4.6.4 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan paperbag diedarkan 500 biji:

Harga 1 biji paper bag Rp 4.500 x 500 = Rp. 2.250.000

Biaya disain = Rp. 300.000 +

Total biaya Rp. 2.550.000

(harga mengacu pada percetakan Nadhi )

Page 134: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

116

4.7 Spanduk

4.7.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang ditampilkan pada media spanduk yaitu ilustrasi tehnik gabungan

yang digunakan pada ilustrasi fotografi wajah bayi yang terlihat sehat dan ceria.

Ditampilkannya ilustrasi logo type ASI eksklusif, logotype Bakti Husada dan

Pemkab. Tabanan pada media spanduk ini sebagai petunjuk bahwa Dinas

Kesehatan kabupaten Tabanan juga mendukung program kampaye pemberian ASI

eksklusif khususnya di Kabupaten Tabanan.

b. Teks

Teks yang digunakan pada spanduk adalah, ”manfaat ASI untuk bayi” yang juga

merupakan headline dari spanduk ASI eksklusif tersebut, kemudian teks “Dokter

sepakat bahwa ASI mengurangi resiko infeksi lambung-usus, sembelit, dan alergi”

sebagai bodycopy. Kemudian di bagian bawah spanduk tertera logotype dan

informasi mengenai alamat lokasi, nomor telepon Dinas Kesehatan Kabupaten

Tabanan.

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media spanduk ini adalah Trebuchet

MS pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana sehingga

mampu menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan kesan

modern namun tetap mudah dibaca.

d. Warna

Warna yang digunakan pada media spanduk lebih didominasi oleh warna putih,

sedangkan warna lain yang digunakan adalah warna biru pada warna teks dan juga

logotype dari ASI eksklusif agar terlihat jelas dan mudah dibaca, sedangkan pada

logotype Bakti Husada dan Pemda. Kabupaten Tabanan menggunakan warna

hijau yang intensitasnya tidak terlalu banyak dan terdapat persegi panjang yang

bergradasi warna biru keputih pada informasi mengenai lokasi dan no.telpon dari

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan.

Page 135: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

117

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik media spanduk ini adalah berbentuk persegi panjang horisontal

dengan ukuran 300 cm x 100 cm.

Gambar 4.13 Bentuk spanduk

f. Bahan

Bahan yang digunakan pada media spanduk ini adalah coleybrigth.

g. Tehnik Cetak

Tehnik cetak yang digunakan adalah tehnik cetak digital printing

4.7.2 Kreatif Desain

Pada proses kreatif desain spanduk, dibuat tiga alternatif desain yang kemudian

dipilih salah satu desain sebagai desain terpilih. Desain spanduk ini dipilih karena

komposisi dan Intensitas ilustrasi yang digunakan dinilai tepat untuk mewakili

konsep ”simplycity” pada media spsnduk ASI eksklusif ini.

4.7.3 Tampilan Desain

Dari hasil alternatif desain, dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Gambar 4.14 Media spanduk Skala 1 : 20

Page 136: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

118

Nama Media : spanduk

Ukuran : 300 cm x 100 cm.

Bahan : coleybrigth.

Tehnik Cetak : digital printing

Media spanduk ini dibuat dengan bentuk landscape agar terkesan lebar. Daya

tarik utama yang ditampilkan media ini yaitu pada ilustrasi foto wajah bayi yang

terlihat tampak sehat dan ceria. Sedangkan konsep simplicity dapat dilihat dari

keseluruhan komposisi desain yang tidak terlalu ramai, sederhana dan

penyampaian pesannya tidak rumit sehingga dapat dengan mudah dimengerti dan

diterima audience.

4.7.4 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan spanduk :

Biaya pembuatan spanduk @ Rp. 60.000 x 50 = Rp. 3.000.000

Biaya disain = Rp. 200.000 +

Total biaya Rp. 3.200.000

(harga mengacu pada percetakan Multimedia)

4.8 T-Shirt

4.8.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang digunakan pada media t-shirt ini menampilkan logo ASI eksklusif,

yang ditata sedemikian rupa dari depan hingga belakang t-shirt. yang digunakan

untuk menampilkan identitas dari ASI eksklusif tersebut, dan logotype

ditampilkan pada bagian belakang t-shirt.

b. Teks

Teks yang digunakan pada media t-shirt adalah, ”berilah ASI eksklusif kepada

bayi anda” pada bagian depan, dan di bagian belakang terdapat teks “ASI

eksklusif adalah…”.

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media t-shirt ini adalah Trebuchet

MS pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana sehingga

Page 137: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

119

mampu menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan kesan

modern namun tetap mudah dibaca.

d. Warna

Warna yang digunakan pada bahan media t-shirt adalah warna biru dan putih,

kemudian perpaduan warna hitam dan biru untuk teks , agar terlihat lebih kontras

dan mudah dibaca. sedangkan pada logotype Bakti Husada dan Pemda. Kabupaten

Tabanan menggunakan warna hijau yang intensitasnya tidak terlalu banyak.

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik media ini adalah t-shirt dengan ukuran all size.

Gambar 4.15 Bentuk T-Shirt

f. Bahan

Bahan yang digunakan pada media t-shirt ini adalah katun kombad

g. Tehnik Cetak

Tehnik cetak yang digunakan adalah tehnik cetak sablon.

4.8.2 Kreatif Desain

Pada proses kreatif desain t-shirt, dibuat tiga alternatif desain yang kemudian

dipilih salah satu desain sebagai desain terpilih. Desain t-shirt ini dipilih karena

komposisi dan pemakaian intensitas warna dan Intensitas ilustrasi yang digunakan

dinilai tepat untuk mewakili konsep ”simplycity”.

4.8.3 Tampilan Desain

Dari hasil alternatif desain, dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Page 138: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

120

Gambar 4.16 Media T-Shirt

Nama Media : T-Shirt

Ukuran : All size

Bahan : Katun kombat

Tehnik Cetak : Sablon

Desain t-shirt ini dibuat dalam bentuk yang sederhana, dengan komposisi ilustrasi

yang dibuat seimbang, penngan penataan (layout) logotype seperti disain t-shirt

tersebut, sehingga menjadi sebuah disain unik yang dapat menarik perhatian

audiens yang melihatnya.

4.8.4 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan t-shirt :

Harga t-shirt kosong (lengan warna biru) = Rp. 30.000

Biaya sablon = Rp. 10.000

Untuk pembuatan 300 pcs

(Rp.30.000 + Rp.10.000) x 500 pcs = Rp. 12.000.000

Biaya desain = Rp. 300.000 +

Total biaya Rp. 12.300.000

(harga mengacu pada Sidartha Conveksi)

Page 139: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

121

4.9 Brosur

4.9.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang digunakan pada media brosur ini berupa ilustrasi foto-foto bayi

yang terlihat sehat dan ceria di kedua sisi brosur ASI eksklusif tersebut. Di bagian

tengah brosur logotype ASI eksklusif dibuat transparan digunakan sebagai

background. Di bagian cover dan halaman belakang logotype dari ASI eksklusif,

Bakti Husada dan Pemkab. Kabupaten Tabanan diletakkan pada bagian bawah

dan atas brosur.

b. Teks

Teks yang digunakan pada media brosur adalah pada bagian depan terdapat teks,

”manfaat ASI eksklusif untuk bayi anda”, “berilah ASI eksklusif kepada bayi

anda” dan “apakah ASI eksklusif” juga tertera informasi mengenai alamat lokasi,

nomor telepon Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan. Sedangkan pada bagian

dalam brosur terdapat teks mengenai beberapa manfaat ASI dan bagaimana

mencapai ASI eksklusif.

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media brosur ini adalah Trebuchet

MS pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana sehingga

mampu menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan kesan

modern namun tetap mudah dibaca.

d. Warna

Warna yang digunakan pada media spanduk lebih didominasi oleh warna putih,

sedangkan warna lain yang digunakan adalah warna biru pada warna teks dan juga

logotype dari ASI eksklusif agar terlihat jelas dan mudah dibaca, sedangkan pada

logotype Bakti Husada dan Pemda. Kabupaten Tabanan menggunakan warna

hijau yang intensitasnya tidak terlalu banyak dan terdapat persegi panjang yang

bergradasi warna biru keputih pada informasi mengenai lokasi dan no.telpon dari

Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan.

Page 140: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

122

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik media brosur ini adalah persegi panjang dengan ukuran 29.7 cm x 21

cm

Gambar 4.17 Bentuk brosur Skala 1 : 3

f. Bahan

Bahan yang digunakan pada media brosur ini adalah artpaper 150 gsm

g. Tehnik Cetak

Tehnik cetak yang digunakan adalah tehnik cetak offset.

4.9.2 Kreatif Desain

Pada proses kreatif desain brosur, dibuat tiga alternatif desain yang kemudian

dipilih salah satu desain sebagai desain terpilih. Desain mug ini dipilih karena

komposisi dan Intensitas ilustrasi yang digunakan dinilai tepat untuk mewakili

konsep ”simplycity” pada media brosur ASI eksklusif tersebut.

4.9.3 Tampilan Desain

Dari hasil alternatif desain, dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Page 141: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

123

Gambar 4.18 Media brosur Skala 1 : 3

Nama Media : brosur

Ukuran : 29.7cm x tinggi 21 cm

Bahan : artpaper 150 gsm

Tehnik Cetak : cetak offset.

Desain brosur ini dibuat dalam bentuk yang sederhana, dengan komposisi ilustrasi

dengan teks yang dibuat seimbang, sehingga menjadi sebuah kesatuan yang

harmonis.

4.9.4 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan brosur, dihitung 500 lembar untuk diedarkan :

Page 142: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

124

Kertas artpaper 150 gsm 150 lembar = Rp. 150.000

Film 21 x 29.7 x 35 x 4 pcs = Rp. 87.318

Plat Rp.25.000 x 4 pcs = Rp. 100.000

Ongkos cetak 500-1000 lembar = Rp. 650.000

Biaya potong kertas = Rp. 25.000 +

Rp. 1.012.308

Biaya desain = Rp. 400.000 +

Total biaya Rp. 1.412.308

Dibulatkan menjadi Rp. 1.450.000

(harga mengacu pada percetakan Multimedia)

4.10 Katalog

4.10.1 Unsur Visual Desain

a. Ilustrasi

Ilustrasi yang digunakan pada media katalog ini adalah tampilan keseluruhan

desain yang terpilih sebagai media komunikasi visual ASI eksklusif. Pada cover

depan terdapat ilustrasi ASI eksklusif yang dibuat transparan sebagai latar

belakang, dan logo Institut Seni Indonesia Denpasar. Dan begitu pula pada

halaman belakang.

b. Teks

Teks yang digunakan pada media katalog yaitu menerangkan katalog, judul tugas

akhir, identitas penulis yaitu nama, nim, jurusan, program studi, fakultas, dan

lembaga. Selain itu terdapat prakata, dan selanjutnya keterangan masing-masing

media

c. Tipografi

Jenis huruf/tipografi yang digunakan dalam media katalog ini adalah Trebuchet

MS pada isi pesannya. Penggunaan teks sengaja dibuat sederhana sehingga

mampu menyampaikan informasi dengan cepat dan jelas, memberikan kesan

modern namun tetap mudah dibaca.

Page 143: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

125

d. Warna

Warna yang digunakan pada media katalog adalah warna biru putih, kemudian

teks berwarna biru biru agar terlihat lebih kontras dan mudah dibaca.

e. Bentuk Fisik

Bentuk fisik media katalog ini adalah persegi panjang dengan posisi landscape

dengan ukuran 14 cm x tinggi 14.86 cm

Gambar 4.19 Bentuk Katalog

f. Bahan

Bahan yang digunakan pada media katalog ini adalah art paper 260 gsm

g. Tehnik Cetak

Tehnik cetak yang digunakan adalah tehnik cetak digital printing.

4.10.2 Tampilan Desain

Dapat ditampilkan desain terpilih sebagai berikut:

Page 144: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

126

Gambar 4.20 Media katalog

Skala 1 : 3

Nama Media : katalog

Ukuran : 14 cm x 14.86 cm

Bahan : art paper 260 gsm

Tehnik Cetak : digital printing.

Media katalog ini dibuat dengan format horisontal dengan penjilidan spiral yang

berfungsi sebagai media yang merangkum semua desain yang sudah dibuat untuk

keperluan Ujian Akhir (studio)

4.10.3 Biaya Kreatif

Biaya produksi pembuatan katalog :

dengan ukuran 14 cm x 14.86 cm seharga @ Rp.27.000,- order sebanyak 5

katalog.

Jadi total biaya pembuatan katalog Rp. 27.000 x 5 biji = Rp. 135.000

(Harga berdasarkan Percetakan Nitimandala)

Page 145: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

127

Jadi biaya keseluruhan media komunikasi visual pendukung kampanye manfaat

pemberian ASI eksklusif di Kabupaten Tabanan:

Flyer = Rp. 1.350.000

X-banner = Rp. 4.050.000

Stiker = Rp. 2.000.000

Poster = Rp. 2.200.000

Pin = Rp. 2.450.000

Paperbag = Rp. 2.550.000

Spanduk = Rp. 3.200.000

T-shirt = Rp. 12.300.000

Brosur = Rp. 1.450.000 +

Total biaya Rp. 31. 550.000

Page 146: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

128

BAB V

PENUTUP

5.1 Simpulan

Setelah melewati proses pengamatan dan penelitian pada studi kasus

kampanye manfaat dari pemberian Asi Eksklusif pada bayi sampai dengan umur 6

bulan di Kabupaten Tabanan dapat ditarik beberapa simpulan yaitu:

5.1.1 Adapun jenis media komunikasi visual yang sesuai dalam rangka

kampanye manfaat dari pemberian Asi Eksklusif pada bayi sampai dengan

umur 6 bulan di Kabupaten Tabanan antara lain: Poster, X- Banner, Paper

Bag, T-Shirt, Brosur, Flayer, Stiker, Pin, dan Spanduk. Diharapkan dengan

dilakukannya perancangan media di atas mampu menunjang kegiatan

kampanye yang dilakukan oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan

untuk mengajak khususnya masyarakat di Kabupaten Tabanan untuk

memberikan Asi Eksklusif pada bayi-bayi mereka, agar dapat memenuhi

standar WHO mengenai perkembangan anak.

5.1.2 Dalam merancang suatu media komunikasi agar sesuai dengan prinsip

desain seperti fungsional, informatif, komunikatif, etis, ergonomis, estetis,

simplicity, dan surprise, maka diperlukan sebuah konsep perancangan

media yang didasari oleh teori- teori desain. Pada proses perancangan ini,

konsep simplicity dipakai sebagai acuan dalam penyampaian pesan yang

diterapkan disetiap desain media, didukung dengan tampilan ilustrasi yang

berkaitan dengan Asi Eksklusif sehingga mampu menciptakan daya tarik,

didukung dengan pemakaian warna primer (putih dan biru) yang mampu

mewakili kesan bersih dan sehat, sebab ASI eksklusif masuk dalam bidang

kesehatan. Dengan konsep dasar perancangan di atas diharapkan akan dapat

memperoleh suatu media yang efektif sebagai sarana informasi kepada

masyarakat tentang manfaat dari Asi Eksklusif.

Page 147: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

129

5.2 Saran

Saran-saran penulis sebagai bahan pertimbangan setelah mengetahui dan

melakukan studi penelitian ini, antara lain:

5.2.1 Untuk mencapai hasil yang maksimal diharapkan dalam proses

perancangan suatu media komunikasi visual dalam usaha menunjang

kegiatan penyuluhan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Tabanan

menggunakan jasa atau tenaga seorang desainer agar pesan yang

disampaikan melalui pengadaan media kepada masyarakat dapat diterima

dengan baik dan tepat sasaran sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.

5.2.2 Dalam pemilihan media komunikasi visual sebagai media penunjang

kegiatan penyuluhan sebaiknya mengacu pada kebutuhan sasaran terhadap

media dan efektifitas media dalam menjangkau sasaran.

5.2.3 Perlunya peran serta masyarakat untuk ikut terlibat dalam menjaga kwalitas

pengembangan sumber daya manusia (menjaga kwalitas perkembangan

anak agar tumbuh kembangnya sehat dan sempurna), dengan cara

memberikan anak-anak mereka ASI eksklusif selama 6 bulan pertama.

5.2.4 Kepedulian terhadap sesama juga mestinya ditingkatkan karena akan

menjadi dasar seseorang bertindak untuk kepentingan bersama.

Page 148: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

130

DAFTAR PUSTAKA

Alwi, Hasan. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. PT (Persero) Penerbitan dan

Percetakan Balai Pustaka: Jakarta.

Ananda, Maya. 1978. Seluk Beluk Reklame Dalam Dunia Perdagangan. Jakarta:

Mutiara.

Arikunto, Prof. Dr. Suharsimi. 1983. Prosedur Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Brosur Dinas kesehatan Propinsi Bali. 2007

Dameria, Anne. 2000. Digital Work workflow. Dalam industi Grafka

Hadi Sutrisno. 1987. Metodelogi Research, Fak. Psikologi UGM, Yogyakarta.

Kusmiati, Artini, Et.al, 1999, Teori Dasar Desain Komunikasi Visual. Jakarta ;

Penerbit Djambatan.

Kusmiati, Artini, 1999, Media Promosi dan Periklanan, Bina Cipta, Bandung

Kusrianto, Adi. 2007. Pengantar Desain Komunikasi Visual. CV Andi Offset:

Yogyakarta.

Nugroho, Eko. 2008. Pengenalan Teori Warna. CV Andi Offset: Yogyakarta.

Nuradi. 1996. Kamus Istilah Periklanan Indonesia. PT Gramedia Pustaka Utama:

Jakarta.

Poerwadarmintam W.J.S, 1983, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta; Balai

Pustaka.

Poerwadarmintam W.J.S, 2000, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta; Balai

Pustaka.

Poerwadarmintam W.J.S, 2003, Kamus Umum Bahasa Indonesia, Jakarta; Balai

Pustaka.

Pujirianto, 2005, Desain Grafis Komputer (Teori Desain Grafis Komputer), Andi

:Yogjakarta

Sanyoto, Ebdi, Sadjiman, 2005, Dasar-Dasar Tata Rupa Dan Desain: Nirmana,

Yogyakarta; CV. Arti Bumi Intaran.

Sachari, Agus. 1986. Paradigma Desain Indonesia CV Rajawali: Jakarta.

Santosa, Sigit. 2002. Advertising Guide Book. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka.

Page 149: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

131

Scheder, George. 1977. Perihal Cetak Mencetak , Conisius, Jakarta Nuradi, Dkk.

1996. Kamus Istilah Periklanan. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama

Suyanto, M. 2004. Analisis & Desain Aplikasi Multimedia untuk Pemasaran.

Yogyakarta: Andi.

Suyanto, M. Aplikasi Desain Grafis Untuk Periklanan. Andi Offset

2004:Yogyakarta

Tampran, Hidayat, dkk.2006. Grafika & Teknologi Cetak Offset Lhitography.JP

Books.Surabaya

Wirya, Iwan. 1999. Kemasan Yang Menjual. PT Gramedia, Jakarta.

http://asuh.wikia.com/indeks.php,title=devinisi Asi eksklusif 22/2/2011

http://bayidananak.com/2008/19/Asi-eksklusif 14/3/2011

http://images.irwandesaigner.multiplay.com/sundanesosekecil.jpg 13/4/2011

http://fairuzelsaid.files.wordpaper.com/communication.gif 13/4/2011

http://fe04.deviantart.net/leehyori by aznsarang 86.jpg 13/4/2011

http://kup2131irul.files.wordpress.com/2010/12/poster 2.jpg 13/4/2011

http://asuh.wikia.com/indeks.php,title=devinisi Asi eksklusif 13/4/2011

http://lh6.googleusercontent.com/asi-stiker.jpg 13/4/2011

http://lh4.googleusercontent.com/botol-uang.jpg 13/4/2011

http://envoguephoto.files.wordpress.com/baby art blog.jpg 13/4/2011

http://media02.hongkiat.com/art-baby-photograpy.jpg 13/4/2011

www.ba-reps.com 28/4/2011

www.corey.hegen.blogspot.com 13/4/2011

www.google.com 25/3/2011

www.kaskus.com 5/4/2011

www.newspace.com.au 13/4/2011

www.amazon.co.uk 13/4/2011

www.housewareslive.net 13/4/2011

www.calvinsel.wordpress.com 13/4/2011

www.visitwestholiwood.com 13/4/2011

www.blog.lib.umn.edu 13/4/2011

www.eatmedaily.com 13/4/2011

Page 150: Kampanye Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Bagi Bayi Sampai

132

www.huonaqua.com.au 13/4/2011