Jurnal sistem pakar

  • View
    360

  • Download
    4

Embed Size (px)

DESCRIPTION

Jurnal referensi

Text of Jurnal sistem pakar

  • JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : 2086 4981

    VOL. 5 NO. 2 SEPTEMBER 2012

    1

    EXPERT SYSTEM UNTUK MENDIAGNOSA TINGKAT INTELLIGENSI (INTELLIGENCE STRUCTURE TEST) PADA USIA REMAJA DENGAN

    MENGGUNAKAN BAHASA PEMOGRAMAN WAP

    Rini Sovia1 Feni Octania2 Dodon Yendri3

    ABSTRACT

    This application is to execute IQ test , at this application there are some test which must follow by user, from each a very application test will accumulate the amount of real correct answer from each every test. Hereinafter application will use input formula which have in program to count IQ user, end result of this test in the form of comparison of IQ user with standard of IQ existing. Keyword : IQ , Test , WAP

    INTISARI

    Aplikasi ini adalah aplikasi untuk melaksanakan tes IQ, pada aplikasi ini terdapat beberapa test yang harus diikuti oleh user, dari setiap test aplikasi akan mengakumulasikan jumlah jawaban benar user , dan nantinya akan digabungkan dengan jawaban benar dari setiap test . Selanjutnya aplikasi berbasis WAP system akan menggunakan rumus yang telah diinputkan dalam program untuk menghitung jumlah IQ user, hasil akhir dari test ini berupa perbandingan IQ user dengan standar IQ yang ada. Kata Kunci : IQ , Test , WAP

    1 Dosen FILKOM UPI YPTK Padang

    2 Mahasiswa FILKOM UPI YPTK Padang

    3 Dosen Program Studi Sistem Komputer FTI UNAND

  • JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : 2086 4981

    VOL. 5 NO. 2 SEPTEMBER 2012

    2

    PENDAHULUAN Secara tradisional fungsi tes

    psikologi untuk mengukur perbedaan individu antara relasi individu yang sama, dalam berbagai situasi pada dasarnya tes psikologi dirancang untuk mengukur prilaku, namun pada perkembangannya tes tersebut juga dapat digunakan untuk mengukur minat dan bakat. Oleh karena itu, seleksi atau tes yang tepat dapat memberi petunjuk tentang minat seseorang.

    Intelligensi yang di tes seharusnya dipandang sebagai konsep yang deskriptif dari pada suatu konsep yang eksplanatoris. Intelligensi bukanlah sesuatu yang tunggal dan seragam, tetapi merupakan keputusan dari berbagai fungsi. Tes intelligensi umum yang dirancang biasanya mengukur kemampuan verbal symbol numeric dan symbol-simbol abstrak lainnya. Hal tersebut adalah kemampuan dominan dalam proses belajar disekolah. Kebanyakan tesintelligensi dipandang sebagai ukuran kemampuan belajar atau intelligensi akademik.

    Tes IQ ini dilakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang mampu mengukur IQ seseorang dengan hasil output berupa data angka biasanya tes ini dilakukan secara manual. Peneliti menggunakan metode Intelligenz Struktur Test, adalah tes intelligensi yang dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt/Main Jerman, pada tahun 1953, intelligensi dipandang sebagai suatu gestalt yang terdiri dari bagian-bagian yang saling berhubungan secara bermakna (struktur), dipercaya bahwa struktur intelligensi tertentu menggambarkan pola pekerja yang tertentu yang akan cocok dengan tuntutan pekerjaan/profesi tertentu pila. Tes ini dikonstruksikan untuk usia 14 sampai dengan 60 tahun setelah melalui uji coba terhadap lebih kurang 4000 orang.

    Agar perhitungan lebih teliti maka sistem perhitungan secara manual yang selama ini dilakukan akan dikembangkan ke dalam system komputerisasi dimana aplikasi yang digunakan nanti akan mengganti peran proses manual tersebutsebagai prasarana dalam mengukur tingkat IQ seseorang.

    PENDEKATAN PEMECAHAN MASALAH Sistem Pakar

    Sistem pakar adalah sistem berbasis komputer yang menggunakan pengetahuan, fakta, dan teknik penalaran dalam memecahkan masalah yang biasanya hanya dapat dipecahkan oleh seorang pakar dalam bidang tersebut [1].

    Sistem pakar merupakan cabang dari Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) yang cukup tua. Sistem pakar mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1960-an oleh Artificial Intelligence Corporation. Sistem pakar yang pertama kali diciptakan adalah General Purpose Problem-Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Allen Newell, John Cliff Shaw, dan Herbert Alexander Simon. Setelah beberapa lama terjadi pergantian dari program serba bias (general purpose) ke program yang spesialis (special-purpose) dengan dikembangkannya DENDRAL oleh E. Feigenbaum dari Universitas Stanford dan kemudian diikuti oleh MYCIN pada pertengahan tahun 1970 yang merupakan system pakar untuk melakukan diagnosis kesehatan. Pada tahun 1980-an muncul lagi XCON, XSEL dan sebagainya. Struktur dan Komponen Sistem pakar. Menurut Turban didalam Elaine Rich [2], sistem pakar dapat ditampilkan dengan dua lingkungan, yaitu :

  • JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : 2086 4981

    VOL. 5 NO. 2 SEPTEMBER 2012

    3

    1. Lingkungan pengembangan yang digunakan oleh pembangun sistem pakar (ES builder) untuk membangun komponen dan memasukkan pengetahuan ke dalam basis pengetahuan.

    2. Lingkungan konsultasi yang digunakan oleh user nonpakar

    untuk memperoleh pengetahuan dan nasihat pakar. Kedua lingkungan ini dapat

    dipisahkan setelah system lengkap. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada gambar 1.

    Lingkungan Konsultasi Lingkungan Pengembangan Fakta-fakta Tentang kejadian khusus

    Gambar 1. Struktur Sistem Pakar Dalam pembangunan nya

    system pakar memiliki beberapa komponen yang saling berhubungan, yaitu : Basis pengetahuan (Knowledge Base), Mesin Inferensi (Inference Engine), dan Antarmuka Pemakai (UserIinterface). User Interface

    User Interface merupakan bagian software yang menyediakan sarana untuk user agar bisa berrkomunikasi dengan sistem. Interface akan mengajukan

    pertanyaan atau menyajikan menu pilihan untuk memasukkan informasi awal dalam basisdata User Interface menyediakan pula sarana komunikasi jawaban atau solusi bila masalahnya sudah ditemukan. Setiap komunikasi antara selama proses pemecahan masalah komunikasi dikendalikan oleh User Interface.

    User Interface berisi pertanyaan, statement, atau urutan menu yang sudah dikemas. User Interface pun mengandung saran

    Basis pengetahuan

    Fakta : Apa yang diketahui

    Tentang area domain

    Aturan : Logical reference

    User

    Antarmuka

    Aksi yang direkomendasi

    - Interpreter - Scheduler - Consistency

    Enforcer Inference

    Engine

    Fasilitas penjelasan

    Blackboard

    Rencana Agenda Solusi Deskripsi

    masalah

    Rekayasa Pengetahuan

    Pengetahuan Ahli

    Penyaring pengetahuan

    Penambahan pengetahuan

  • JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : 2086 4981

    VOL. 5 NO. 2 SEPTEMBER 2012

    4

    pilihan kaidah final agar jawabannya bisa ditayangkan. Umumnya, dalam sistem sederhana klausa yang digunakan dalam kaidah dipakai sebagai output dengan kata pengantar yang sesuai. Beberapa sistem pakar dapat pula memasukkan blok teks dengan setiap kaidah pada awal atau akhir sistem pakar. Hal ini merupakan built-in yang dirancang oleh pembuat dan digunakan untuk menyediakan informasi atau keterangan tambahan. Artificial Intelligence

    Intelligence atau Inteligensia artinya adalah seseorang yang pandai melaksanakan pengetahuan yang dimilikinya. Dengan pengertian diatas, kita bisa menarik suatu

    kesimpulan bahwa walaupun sesorang memliki banyak pengetahuan, tetapi bila tidak bisa melaksanakannya dalam praktik, maka ia tidak bisa digolongkan ke dalam inteligensia. Dengan kata lain, inteligensia adalah kemampuan manusia untuk memperoleh pengetahuan dan pandai melaksanakannya dalam praktik. Hal ini berarti kemampuan berpikir dan menalar. Pada batas-batas tertentu, artificial intelligence memungkinkan komputer bisa menerima pengetahuan melalui input manusia dan menggunakan pengetahuannya melalui simulasi proses penalaran dan berpikir manusia untuk memecahkan berbagai masalah.

    Dengan teknik pelacakan basis pengetahuan untuk mencari fakta dan hubungannya yang relevan, komputer bisa mencapai satu atau lebih solusi alternative pada masalah yang diberikan. Basis pengetahuan komputer dan kemampuan inferensi telah meningkatkan daya guna komputer bagi manusia. Pengukuran Intelligensi

    Pada tahun 1904, Alfred Binet dan Theodor Simon, 2 orang psikolog asal Perancis merancang suatu alat evaluasi yang dapat dipakai untuk mengidentifikasi siswa-siswa yang memerlukan kelas-kelas khusus (anak-anak yang kurang pandai). Alat tes itu dinamakan Tes Binet-Simon.tes ini kemudian direvisi padatahun 1911.

    Tahun 1961, Lewis Terman seorang psikolog dari Amerika mengadakan banyak perbaikan dari tes Binet-Simon. Sumbangan utamanya adalah menetapkan indeks numeric yang menyatakan kecerdasan sebagai rasio (perbandingan) antara mental age dan chronological age. Hasil perbaikan ini disebut Tes Stanford Binet. Indeks seperti ini sebetulnya telah diperkenalkan oleh psikolog Jerman yang bernama William Stern, yang kemudian dikenal dengan Intelligence Quotient atau IQ. Tes Stanford-Binet ini banyak digunakan untuk mengukur kecerdasan anak-anak sampai usia 13 tahun.

    Salah satu reaksi atas tes Binet-Simon atau tes Stanford-Binet adalah bahwa tes itu terlalu umum.

    Gambar 2. Penerapan Konsep AI Dalam Komputer

    Sumber : Suparman & Marlan (2007)

    KNOWLEDGE

    BASE

    OUTPUT (ANSWER, SOLUTION,

    ETC)

    INPUT (QUESTION, PROBLEM,

    ETC

    INFERENCING

    CAPABILITY

  • JURNAL TEKNOLOGI INFORMASI & PENDIDIKAN ISSN : 2086 4981

    VOL. 5 NO. 2 SEPTEMBER 2012

    5

    Seorang tokoh dalam bidang ini, Charles Sperrman mengemukakan bahwa inteligensi tidak hanya terdiri dari satu faktor yang umum saja (general factor), tetapi juga terdiri dari faktor-faktor yang lebih spesifik. Teori