Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 1 No

Embed Size (px)

Text of Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 1 No

  • 1. Nurul Mahmida Ariani

    Minimasi Limbah Di Industri Kulit Dengan Recovery Garam Amonium Dari Air Limbah Proses

    Deliming

    2 Misbachul Moenir, Rustiana Yuliasni

    Penerapan Teknologi Bio-Desulfurasi Gas Hidrogen Sulfida (H S) Pada IPAL Industri Tahu Sebagai 2

    Upaya Pengambilan Kembali (Recovery) Sulfur

    3 Muhammad Nasir, Djarwanti, Cholid Syahroni, Moch Syarif Romadhon

    Pembuatan Katalis TIO Nano Partikel Secara Anodising 2

    4 Suryana Purawisastra

    Penggunaan Beberapa Jenis Abu Untuk Isolasi Senyawa Galaktomanan Dari Ampas Kelapa

    5 Marihati

    Minimalisasi Beban Cemaran Industri Garam Beryodium Dengan Pemenuhan Mutu Garam Rakyat

    Melalui Pola Sentralisasi Ait Tua dan Air Lewat Tua

    6 Basir, Dedy W.A

    Desain dan Rekayasa Prototipe Daur Ulang Limbah Cair Industri Tahu

    7 Nani Harihastuti , Ikha Rasti Julia Sari

    Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan Pada Pemanfaatan Hasil Purifikasi Biogas Memberikan Nilai

    Tambah Pada IKM Tahu

    Ulasan Buku (Moch Syarif Romadhon)

    JURNAL RISET

    TEKNOLOGI PENCEGAHAN

    PENCEMARAN INDUSTRI

    234 - 296Vol. 1 No. 4Juni 2011

    kantorText BoxDesember 2011

    mirzaText BoxAir Tua dan Air Lewat Tua

  • Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 1, No. 4, Desember 2011

    JURNAL RISET

    TEKNOLOGI PENCEGAHAN PENCEMARAN INDUSTRI

    Berdasarkan Keputusan Kepala LIPI No. 279/AUI/P2MBI/05/2010 diklasifikasikan sebagai Majalah

    Ilmiah dan Nomor 536/D/2007 tanggal 6 Mei 2010 sebagai Majalah Berkala Ilmiah Terakreditasi.

    Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri merupakan majalah ilmiah yang berkaitan

    dengan bidang teknologi pencegahan pencemaran industri yang terbit 2 kali dalam setahun. Majalah

    ini juga memuat karya tulis ilmiah keindustrian lainnya serta terkait dengan ilmu lingkungan. Majalah ini

    dahulu bernama Bulletin Penelitian dan Pengembangan Industri.

    DEWAN REDAKSI

    Penanggung Jawab Kepala BBTPPI Semarang

    Pemimpin Redaksi Drs. Sigit Kartasanjaya (Kimia Lingkungan)

    Mitra Bestari edisi ini Dr. Ir. Eddy Hermawan, M.Sc (Meteorologi,) Dr. Bambang Cahyono, M.Sc (Kimia organik)

    Prof Dr Ir Purwanto ( Teknologi Kimia - lingkungan) Prof Dr Ir- Budi Widianarko(Environmental Toxicology and Food Safety)

    Dewan Redaksi Ir. Sri Murtinah, M.Si (Teknologi lingkungan), Ir. Nani Harihastuti, M.Si (Teknologi lingkungan),

    Ir. Marihati (Simulasi dan Kontrol Proses), Dra. Muryati, Apt (Simulasi dan Kontrol Proses),

    Drs. Misbachul Munir, M.Si (Teknologi Lingkungan), Ir. Ais Lestari Kusumawardhani (Simulasi dan Kontrol Proses),

    Aris Mukimin, S.Si, M.Si (Kimia Lingkungan), Ir. Basir (Teknologi Pangan), Ir. Djarwanti (Teknologi Lingkungan)

    Redaksi Pelaksana Drs. M. Nasir, MA (Tekno Ekonomi ), Drs. Budi Nur Prasetya, M.Si (Ilmu Lingkungan),

    Endang Purwani, Nur Zen, ST

    Sekretaris Aniek Yuniati Sisworo, ST

    Setting/Tata naskah Ahamd Nashorudin Muamar, S.AP,

    Distribusi Marlina Saptianingsih, A,Md, Eko Widowati, SH, Santoso

    Dari Redaksi

    Dengan segala kerendahan hati, kami panjatkan puji syukur kehadirat Allah Yang Maha Kuasa, yang telah

    melimpahkan taufik, hidayah dan nikmat-Nya sehingga Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

    yang merupakan kelanjutan dari Bulletin Penelitian dan Pengembangan Industri ini dapat hadir kehadapan para

    pembaca.

    Pada penerbitan Jurnal Riset kali ini, kami sajikan penelitian mengenai :

    Minimasi Limbah Di Industru Kulit dengan Recovery Garam Amonium dari Air Limbah Proses Deliming

    Penerapan Teknologi Bio-Desulfurisasi Gas Hidrigen Sulfida (H2S) Pada Ipal Industri Tahu Sebagai Upaya

    Pengambilan Kembali (Recover) Sulfur

    Pembuatan Katalis TIO2 Nano Partikel Secara Anodising

    Minimalisasi Beban Cemaran Industri Garam Beryodium Dengan Pemenuhan Mutu Garam Rakyat Melalui

    Pola Sentralisasi Air Tua dan Air Lewat Tua

    Penggunaan Beberapa Jenis Abu Untuk Isolasi Senyawa Galaktomanan Dari Ampas Kelapa

    Desain dan Rekayasa Prototype Daur Ulang Limbah Cair Industri Tahu

    Penerapan Teknologi Ramah Lingkungan Pada Pemanfaatan Hasil Purifikasi Biogas Memberikan Nilai

    Tambah Pada IKM Tahu

    Redaksi mengucapkan terima kasih kepada para penulis yang telah menyumbangkan karya ilmiahnya untuk

    dipublikasikan di Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri. Kritik dan saran dari pembaca untuk

    memperbaiki mutu dan penampilan Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri sangat kami harapkan.

    Alamat Redaksi/Penerbit

    Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri (BBTPPI)

    Jl. Ki Mangunsarkoro 6 Semarang, Telp. (024) 8316315 Fax. (024) 8414811

    email : jurnalristektppi@kemenperin.go.id ; jurnalristekppi@yahoo.co.id

    i

    mirzaText Boxjurnalrisettppi

  • Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 1, No. 4, Desember 2011

    JURNAL RISET TEKNOLOGI PENCEGAHAN PENCEMARAN INDUSTRI

    ( RESEARCH JOURNAL OF INDUSTRIAL POLLUTION CONTROL TECHN0LOGY )

    ISSN 2087-0965 Vol. 1, No. 4, Desember 2011

    MINIMISASI LIMBAH DI INDUSTRI KULIT DENGAN RECOVERY GARAM AMONIUM

    DARI AIR LIMBAH PROSES DELIMING

    Nurul Mahmida Ariani

    Balai Riset dan Standarisasi Surabaya

    Jl. Jagir Wonokromo No. 360, Surabaya

    Email : ariani_nm@yahoo.com

    Garam Amonium (NH4)

    2SO

    4 atau disebut ZA merupakan bahan baku utama dalam proses deliming di industry

    kulit. Keberadaan garam ini (sebagai NH3-N total) dalam air limbah akan mempengaruhi tingkat kesulitan

    pengolahan, serta akan terjadi peningkatkan konsumsi oksigen yang dibutuhkan karena terjadinya proses nitrifikasi.

    2 NH4 + + 4 O

    2 2 NO

    3 - + 4 H + + 2 H

    2O

    Pengambilan Garam Amonium pada air limbah dengan kualitas TSS : 1.050 mg /l, BOD : 4.100 mg /l, NH3-

    N : 346 mg /l menggunakan centrifuge dengan kapasitas 150 liter, 900 rpm selama 2 menit akan menghasilkan

    kualitas filtrat dengan TSS 430 mg /l, BOD 2.108 mg /l, NH3-N 284 mg /l. (removal TSS: 59,05%, removal BOD

    48,59% dan pengambilan kembali dari NH3-N 82,08%)

    Dengan mengambil kembali garam amonium dari air limbah proses deliming pada basis 1.000 kg kulit kering,

    akan bisa mengurangi biaya investasi total sebesar Rp. 5.376.123 (dari Rp. 289.671.249 menjadi Rp.284.295.126)

    dan biaya operasional Rp.301.312 / hari (dari Rp. 920.244 menjadi Rp.622.516). Filtrat tersebut dimungkinkan

    dapat digunakan untuk substitusi nitrogen pada pupuk majemuk cair atau kompos.

    Kata kunci : minimisasi limbah, recovery, deliming, garam amonium,

    ABSTRAK

    PENERAPAN TEKNOLOGI BIO-DESULFURISASI GAS HIDROGEN SULFIDA (H2S) PADA IPAL

    INDUSTRI TAHU SEBAGAI UPAYA PENGAMBILAN KEMBALI (RECOVERY) SULFUR

    Misbachul Moenir, Rustiana Yuliasni

    Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

    Jl. Ki Mangunsarkoro No. 6 Semarang

    Email : mismoen@yahoo.co.id

    Gas hidrogen sulfida (H2S) merupakan salah satu gas dari IPAL industri tahu selain gas methan, yang tidak

    berwarna, berbau seperti telur busuk, bersifat racun yang amat berbahaya dan mematikan. Cemaran gas H2S

    yang berasal dari IPAL industri tahu, ini jumlahnya cukup besar sekitar 1110,7 mg/Nm3. Mengingat gas ini sangat

    beracun maka perlu dihilangkan sebelum dibuang ke lingkungan. Salah satu cara penghilangan adalah dengan

    proses desulfurisasi. Proses desulfurisasi dapat dilakukan dengan cara fisika-kimia dan biologi. Desulfurisasi

    secara fisika-kimia dapat dilakukan dengan cara ekstraksi menggunakan pelarut dan dekomposisi senyawa

    sulfur, sedang desulfurisasi secara biologi dilakukan dengan Bio-desulfurisasi

    Telah dilakukan penerapan teknologi bio-desulfurisasi pada IPAL industri tahu di Desa Purwogondo, Kartasura,

    Sukoharjo, dengan hasil penangkapan gas H2S dengan menggunakan pelarut Na

    2CO

    3 (larutan NaHS) sebesar

    573,27 ppm pada konsentrasi Na2CO

    3 12,5%, dan dengan waktu kontak selama 150 menit. Hasil kristal sulfur

    optimal yang diperoleh sebesar 136,6 mg atau dapat menghilangkan senyawa H2S sebesar 52,01 % dengan

    waktu 12 jam

    Kata kunci : Gas H2S, IPAL industri tahu, Bio-desulfurisasi, pengambilan kembali sulfur

    ii

  • Jurnal Riset Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri Vol. 1, No. 4, Desember 2011

    JURNAL RISET TEKNOLOGI PENCEGAHAN PENCEMARAN INDUSTRI

    ( RESEARCH JOURNAL OF INDUSTRIAL POLLUTION CONTROL TECHN0LOGY )

    ISSN 2087-0965 Vol. 1, No. 4, Desember 2011

    PEMBUATAN KATALIS TIO2 NANO PARTIKEL

    SECARA ANODISING

    Muhamad Nasir, Djarwanti, Cholid Syahroni, Moch Syarif Romadhon

    Balai Besar Teknologi Pencegahan Pencemaran Industri

    Jl. Ki Mangunsarkoro No. 6 Semarang

    Email: nasir_6963@yahoo.co.id

    Partikel Titanium Oksida (TiO2)yang berukuran nano mempunyai sifat semikonduktor dan fotovoltaik, sehingga

    prospektif untuk katalis guna pengolahan air limbah industri. Pembuatan katalis TiO2 dapat menggunakan berbagai

    cara, antara lain anodizing (elektrokimiawi). Dari berbagai cara tersebut, hanya cara anodizing menggunakan

    elektrolit organik mengandung flourida yang dapat digunakan untuk mengontrol dimensi partikelnya. Percobaan

    pembuatan katalis TiO2 nanopartikel secara anodising menggunakan elektrolit etilen glikol mengandung 1%

    NH4F dan 3% H

    2O dilakukan pada tegangan voltase 20V, 30V, 40V dan 50V dengan variable waktu 1 jam, 2 jam,

    4 jam, 6 jam dan 8 jam. Anodising pada 40 V selama 1 dan 2 jam menghasilka