JURNAL PENATAAN RUANG, Vol.4 No.1 Mel 2009

  • View
    218

  • Download
    0

Embed Size (px)

Transcript

  • 79

    JURNAL PENATAAN RUANG, Vol.4 No.1 Mel 2009

    PENGEMBANGAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) BERDASARKAN POTENSI WILAYAH KABUPATEN KEDIRI

    Oktari Argadewi1 Eko Budi Santoso2

    Endang Titi Sunarti3

    ABSTRAK

    Sekolah Menengah Kejuruan merupakan salah satu sarana pendidikan tingkat atas yang lulusannya merupakan tenaga terampil dan siap kerja. Pelaksanaan perluasan SMK di semua wilayah sudah mulai berjalan di Kabupaten Kediri. Data pokok pendidikan Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa SMK yang ada bidang keahliannya tidak sesuai potensi wilayah Kabupaten Kediri. Di samping itu, potensi wilayah Kabupaten Kediri juga perlu dikembangkan. Padahal, pendidikan merupakan salah satu aspek yang berpengaruh terhadap perumbuhan ekonoini suatu daerah. Penelitian tentang faktor - faktor penyebab ketidaksesuaian bidang keahlian SMK dengan potensi wilayah dan pemetaan potensi menjadi dasar dalam merumuskan arahan untuk mengembangkan SMK berdasarkan potensi wilayah Kabupaten Kediri.

    Metode penelitian yang digunakan adalah metode diskriptif dengan pendekatan rasionalistik. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis Delphi dan anaiisis LQ. Analisis Delphi digunakan untuk menemukan faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian bidang keahlian SMK dengan potensi wilayah KabupatenKediri dan merumuskan arahan dalam mengembangkan SMK berdasarkan potensi Kabupaten Kediri. Analisis LQ digunakan untuk menganailsis potensi Kabupaten Kediri.

    Hasil penelitian ini adalah arahan dalam mengembangkan SMK berdasarkan potensi wilayah Kabupaton Kediri yaitu pendirian SMK jasa di Kabupaten Kediri. Pengembangan SMK yang sudah sesuai dengan potensi wilayah kabupaten dapat ditingkatkan dengen menanggulangi faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian bidang keahlian SMK dengan potensi daerah. Juga perlu didirikan SMK teknologi industri di Kecamatan Tarokan.

    Kata kunci: pengembangan SMK, potensi wilayah, Sekolah Menengah Kejuruan

    PENDAHULUAN

    Arah kebijakan nasional yang tercantum dalam Renstra Diknas tahun 2004 dilakukan agar lulusan pendidikan yang ada dapat menjadi tenaga terampil di bidangnya karena tenaga terampil meiniliki keterampilan dan peluang yang tinggi untuk bekerja dan produktif. Dalam tingkat pendidikan menengah, penyediaan tenaga terampil dilaksanakan pada lembaga pendidikan SMK. Pemerintah Kabupaten Kediri sudah mulai mengembangkan pendidikan SMK untuk melahirkan tenaga-tenaga yang terampil di bidangnya. Hal ini terlihat dan program-program dalam Renstra Kabupaten Kediri mulai mengarah pada pengembangan SMK, salah satunya adalah program pengembangan kompetensi pendidikan kejuruan (Renstra Kabupaten Kediri, 2006-2010).

    1. Mahasiswa Program Magister Manajemen Pembangunan Kota ITS 2. Pengajar Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota ITS (Pembimbing I) 3. Pengajar Jurusan Arsitektur ITS (Peinbimbing II)

  • 80

    Program pemerintah Kabupaten Kediri cenderung belum sejalan dengan keadaan eksisting yang ada. Hal itu dapat dilihat dan semakin menurunnya jumlah SMK di Kabupaten Kediri tiap tahunnya. Data dari data pokok pendidikan Kabupaten Kediri tentang kondisi eksisting pendidikan tingkat atas di Kabupaten Kediri bahwa jumlah SMK tiap tahun semakin berkurang, sedang jumlah SMA yang tetap tetap tahunnya mempunyai siswa yang semakin banyak. Hal ini menunjukkan bahwa sekolah kejuruan di Kabupaten Kediri belum diininati masyarakat. Masyarakat lebih cenderung meinilih SMA daripada SMK. Mengacu pada keadaan tersebut, pemerintah dan Dinas pendidikan masih harus mensosialisasikan pentingnya pendidikan kejuruan pada masyarakat.

    Dengan pendidikan kejuruan dapat mencetak tenaga yang siap bekerja dan terampil di bidangnya. Sesuai dengan Kebijakan Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun 2005- 2009 bahwa peningkatan pendidikan kejuruan salah satunya dititikberatkan pada peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing. Sehingga secara bertahap SMK berupaya meningkatkan mutu hasil pembelajaran yang relevan dengan keunggulan daerahnya, meiniliki daya saing kuat dan mampu mengisi kesempatan kerja yang ditawarkan oleh pasar kerja nasional /internasional.

    Dari perkembangan potensi yang ada di Kabupaten Kediri potensi secara umumnya adalah di sektor pertanian. Sebagian besar wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Kediri potensinya adalah sektor pertanian. Pada tingkat kabupaten, potensi wilayah yang ada dapat dilihat dari produksi yang paling doininan pada wilayah tersebut, seperti pada Kecamatan Pare, produksi yang paling doininan adalah pertanian dengan produksi sebesar 400.000 kwintal pada tahun 2005 (Kabupaten Kediri dalam Angka, 2006). Sedangkan SMK pertanian ada di Kecarnatan Plosoklaten, sehingga ada ketidaksesuaian program keahilan SMK dengan potensi wilayah yang ada. Jurusan pada SMK pertanian sangat menunjang pengembangan pertanian di suatu wilayah, yaitu tanaman pangan dan holtikultura (Data Pokok Pendidikan Kab Kediri, 2007).

    Adapun tujuan penelitian ini adalah dapat merumuskan arahan untuk mengembangkan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berdasarkan potensi wilayah di Kabupaten Kediri. Sedangkan output dari penelitian ini adalah sebagai benkut: 1. Mengidentiflkasi potensi wilayah Kabupaten Kediri. 2. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian bidang keahlian SMK dengan potensi

    wilayah Kabupaten Kediri. 3. Merumuskan arahan untuk mengembangkan SMK berdasarkan potensi wilayah di Kabupaten

    Kediri

    SINTESA TEORI

    SMK meiniliki multi fungsi dan manfaat yang berkontnbusi besar dalam pembangunan wilayah. Pengembangan wilayah rnerupakan suatu proses kontinyu yang melibatkan aspek ekonoini, aspek sosial, lingkungan dan politik. Sedang potensi wilayah dapat dilihat dari bagaimana wilayah tersebut memenuhi kebutuhan wilayahnya sendiri. Untuk meningkatkan sektor unggulan, maka produktifitas sektor unggulan tersebut haruslah semakin baik. Peningkatan produktifltas didukung oleh tenaga kerja yang terampil di bidangnya. Tenaga kerja yang terampil salah satunya dapat diperoleh dan pendidikan SMK. Tabel 1 berikut adalah variabel-variabel berdasarkan teori.

    Tabel 1. Variabel Penelitlan

    No Teori Sumber Veriabel (1) (2) (3) (4) 1. Perkembangan dan

    Pertumbuhan Wilayah Nugroho (2004) a. Ekonoini

    b. Sosial

  • 81

    No Teori Sumber Veriabel (1) (2) (3) (4)

    c. Lingkungan d. Ketenagakerjaan

    Alkadrie (2006) a. Pendapatan masyarakat b. Lapangan pekerjaan c. Pemerataan pendapatan d. PDRB

    Tarigan (2006) a. Jarak b. Aksesibilitas c. Keadaan prasarana d. Ketersediaan sarana

    Suryadi (2002) a. Kesempatan kerja b. Investasi c. Teknologi

    2. Potensi Wilayah Warpani (1980) a. Pendapatan b. Nilai tambah c. Penduduk d. Area / kawasan e. Tenaga kerja

    3. Sarana dan Prasarana Sosial Kodoatie (2005) a. Transportasi b. Drainase c. Bangunan gedung d. Fasilitas umum e. Fasilitas pendidikan f. Fasilitas perumahan g. Fasilitas kesehatan h. Ruang Terbuka Hijau

    Tarigan (2005) a. Fasilitas pendidikan b. Fasilitas kesehatan c. Fasilitas umum d. Fasilitas rekreasi e. Sarana dan prasarana f. Transportasi

    Pada Tabel 1 di atas, dapat disimpulkan bahwa yang menjadi variabel dalam perkembangan

    program keahlian SMK adalah sebagai berikut: a. Faktor internal:

    1. Tenaga kependidikan 2. Sarana dan prasarana pendidikan 3. Biaya operasional pendidikan 4. Manajemen pendidikan

    b. Faktor ekstemal: 1. Persebaran penduduk 2. Sarana dan prsarana sosial 3. Kerjasama dunia kerja dengan lembaga pendidikan 4. Kebijakan pemenntah

    Sedangkan vanabel untuk merumuskan arahan pengembangan SMK, dapat disimpulkan sebagai benkut:

    a. SMK bertaraf Intenasional b. Pengembangan SMK berbasis keunggulan Lokal di setiap Kabupaten/Kota.

  • 82

    c. Pembangunan SMK Baru (USB) d. Penambahan Ruang Kelas Baru (RKB). e. Rehabilitasi Gedung SMK f. Pembangunan Unit Gedung Baru (UGB) g. Perbaikan sarana dan prasarana SMK yang sudah ada. h. Penambahan sarana dan prasarana SMK.

    METODE PENELITIAN Tahapan penelitian dalam studi pengembangan SMKberdasarkan potensi wilayah Kabupaten Kediri adalah sebagai berikut: 1. Analisis potensi wilayah Kabupaten Kediri.

    Untuk menganalisis potensi wilayah Kabupaten Kediri dengan menggunakan analisis Location Quotient (LQ), sehingga diperoleh potensi yang merupakan basis dari masing-masing wilayah di Kabupaten Kediri.

    2. Analisis faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian bidang keahlian SMK dengan potensi wilayah KabupatenKediri. Dalam analisis tahap kedua dilakukan dengan survai primer menggunakan analisis delphi, sehingga diperoleh faktor-faktor penyebab ketidaksesuaian bidang keahlian SMK dengan potensi wilayah Kabupaten Kediri.

    3. Perumusan arahan dalam pengembangan SMK berdasarkan potensi wllayah di Kabupaten Kediri. Perumusan arahan dalam penelitian ini dilakukan dengan analisis delphi, sehingga diperoleh rumusan arahan dalam pengembangan SMK berdasarkan potensi wilayah di Kabupaten Kediri.

    HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Potensi Wilayah Kabupaten Kediri

    Analisis potensi wilayah Kabupaten Kediri dalam penelitian ini menggunakan analisis LQ. Dalam LQ menggunakan data tenaga kerja per kecamatan tiap sektor ekonoini. Dari hasil penelitian ini diperoleh potensi yang menjadi basis dari tiap kecamatan dan dapat digambarkan pada gambar berikut ini:

    Gambar 1. Peta Potensi dan SMK

  • 83

    Analisis Faktor-faktor Penyebab Ketidaksesuaian SMK dengan Potensi Wilayah Kabupaten Kediri Bidang Keahlian

    Untuk memperoleh faktor-faktor yang menjadi penyebab ketidaksesuaian bidang keahlian SMK dengan potensi wilayah dalam penelitian ini dengan menyebar kuisioner pada analisis Delphi kepada 4