Jurnal Penataan Jalur Pejalan Kaki Di Kawasan Taman Unsyiah

  • Published on
    15-Jul-2016

  • View
    29

  • Download
    0

DESCRIPTION

Tugas Perencanaan dan Perancangan Perkotaan

Transcript

PENATAAN JALUR PEJALAN KAKI DI KAWASAN TAMAN UNSYIAHFitra SaulinaProgram Studi ArsitekturFakultas Teknik Universitas Syiah Kualafsaulina95@gmail.comABSTRAKJalur Pejalan kaki pada kawasan Taman Unsyiah telah beberapa kali mengalami perbaikan untuk meningkatkan pelayanan dan dapat memfasilitasi mobilitas masyarakat, namun jalur tersebut tetap saja tidak digunakan karena dimensi ketinggian jalur pejalan kaki dari permukaan tanah terlalu tinggi dar ukuran standar. Tujuan dari penelitian ini adalah unutk menyusun konsep penataan jalur pejalan kaki pada kawasan Taman Unsyiah. Dalam studi ini hanya menggunakan metode evaluatif berupa analisis tapak. Berdasarkan dari hasil analisis tapak diperoleh kondisi fisik lingkungan jalur pejalan kaki kawasan Taman Unsyiah diantaranya yaitu pergerakan dan aktivitas muncul akibat kebutuhan, aktivitas yang menarik, penggunaan fasilitas sesuai kebutuhan dan lingkungan; sepeda motor mudah mengakses jalur pejalan kaki; keberadaan pedagang menghidupkan suasana; serta penggunaan fasilitas pada jalur pejalan kaki masih kurang optimal. Konsep penataan pada jalur pejalan kaki pada Kawasan Taman Unsyiah yaitu menjadikan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman dengan dimensi melebihi lebar standar, ketinggian menerus, memiliki pohon peneduh, fasilitas beristirahat dan tidak ada halangan; memiliki suasana yang atraktif dengan adanya pedagang kecil, aktivitas hiburan dan tempat berkumpul serta mudah diakses oleh semua usia.Kata kunci: pedestrian, analisis tapak, konsep penataan, taman Unsiah, area hijauPENDAHULUANTaman Unsyiah adalah sebuah area terbuka yang berada di kawasan universitas tertua di Aceh, yaitu Universitas Syiah Kuala. Kawasan ini menjadi tempat favorit bagi mahasiswa Unsyiah dan masyarakat sekitar untuk berkumpul, bersosialisasi, dan melakukan berbagai aktivitas. Kawasan Taman Unsyiah ini terdiri dari dari area hijau, taman Playground (playground), Jogging Track, lapangan basket, dan lapangan Skateboard. Terdapat beberapa jalur untuk mengakses kawasan ini, termasuk melalui jalur pedestrian (pejalan kaki).Kebutuhan dan peluang pengembangan fasilitas jalur pejalan kaki berdasarkan sistem jalan menjadi persoalan penting di tengah semakin dominannya para pengguna moda bermotor. Hal ini dapat diamati secara langsung dari meningkatnya kecenderungan masyarakat untuk memilih menggunakan kendaraan bermotor daripada menggunakan jalur pejalan kaki dalam melakukan perjalanan (Kusbiantoro (2007:75).Jalur Pejalan Kaki pada kawasan Taman Unsyiah telah beberapa kali mengalami perbaikan untuk meningkatkan pelayanan dan memfasilitasi mobilitas masyarakat, namun tetap saja rusak karena penempatan jalurnya tidak pada tempatnya. Jalur pedestrian yang sudah ada dibuat sejajar dengan pohon sehinnga jalur tersebut akan rusak lagi karena disebabklan oleh akar pohon yang terus berkembang. Selain itu, dimensi pedestrian yang sudah dibuat terlalu tinggi sehingga susah untuk diakses.Untuk mengoptimalkan kinerja jalur pejalan kaki, perlu dilakukan peningkatan peran jalur pejalan kaki dengan cara penataan lanjutan pada jalur pejalan kaki tersebut. Konsep penataan lanjutan jalur pejalan kaki yang telah didesain ulang ini akan disusun berdasarkan kondisi fisik lingkungan jalur pejalan kaki.METODE PENELITIANMetode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode secara kualitatif melalui teknik pengumpulan data berupa observasi lapangan dan dokumentasi.Wilayah PenelitianWilayah Penelitian ini adalah jalur pejalan kaki di sekitar kawasan Taman Unsyiah, yaitu pada sekitar Jogging Track, Playground, lapangan basket, hingga lapangan Skateboard. Jalur pejalan kaki ini sudah beberapa kali mengalami perbaikan dan sekarang sedang diperbaiki kembali. Gambar 1. Wilayah Penelitian (sumber: Google Earth, 2015)Teknik AnalisisTeknik analisis yang digunakan yaitu teknik Analisis tapak. Analisa tapak digunakan untuk menggambarkan kondisi lingkungan yang ada pada tapak sebelum memulai konsep-konsep peran-cangan dalam perencanaan tapak (White, 1985). Menurut White (1985), informasi yang potensial dari analisis tapak diantaranya sebagai berikut :1. Tautan lingkungan, yaitu dilakukan pada tata guna lahan dan bangunan penting. 2. Keistimewaan fisik alamiah, yaitu dilakukan pada vegetasi dan elevasi 3. Keistimewaan buatan, yaitu dilakukan pada tampilan jalur pejalan kaki dan street furniture. 4. Sirkulasi, yaitu dilakukan pada lalu lintas kendaraan, parkir dan rute transportasi umum.5. Utilitas, yaitu dilakukan pada lokasi tiang listrik dan telepon. 6. Panca indera, yaitu dilakukan untuk mendapatkan data kebisingan.7. Iklim, dilakukan untuk mengetahui musim dan suhu udara.KAJIAN PUSTAKAMenurut Derpartemen Pekerjaan Umum No.: 011/T/Bt/1995 tentang Tata Cara Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki Di Kawasan Perkotaan, Jalur pejalan kaki adalah jalur yang disediakan untuk pejalan kaki guna memberikan pelayanan kepada pejalan kaki sehingga dapat meningkatkan kelancaran, keamanan, dan kenyamanan pejalan kaki tersebut. Sejalan dengan hal tersebut, menurut Peraturan Presiden No. 43 tahun 1993 tentang Prasarana Jalan Bag. VII pasal 39 Jalur pejalan kaki adalah termasuk fasilitas pendukung, yaitu fasilitas yang disediakan untuk mendukung kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan baik yang berada di badan jalan maupun yang berada di luar badan jalan, dalam rangka keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas serta memberikan kemudahan bagi pemakai jalan. Dalam hal ini fasilitas pejalan kaki yang dimaksud adalah trotoar, tempat penyeberangan yang dinyatakan dengan marka jalan dan/atau rambu-rambu, jembatan penyeberangan dan terowongan penyeberangan.Berdasarkan RTRW Kota Banda Aceh 2009-2029, Rencana pengembangan jalur pejalan kaki terdapat dalam pasal 29 ayat (3) yang meliputi:a. Penyediaan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman pada Pusat Kota terutama kawasan perdagangan dan jasa, perkantoran, sekolah dan rekreasi/wisata serta mengkaitkannya dengan lokas-lokasi pemberhentian angkutan umum (halte);b. Penyediaan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman pada setiap pengembangan jaringan jalan arteri dan kolektor dan diintegrasikan dengan pengembangan Ruang Terbuka Hijau;c. Penyediaan jalur pejalan kaki yang aman nyaman dapat diakses olah penyandang cacat sesuai dengan ketentuan yang berlaku;d. Penyediaan jalur pejalan kaki yang menghubungkan antar perumahan di jalan lingkungan maupun di jalan kolektor.HASIL DAN PEMBAHASANPemilihan LokasiWilayah Penelitian ini adalah jalur pejalan kaki di sekitar kawasan Taman Unsyiah, yaitu pada sekitar Jogging Track, Playground, lapangan basket, hingga lapangan Skateboard. Jalur pejalan kaki ini sudah beberapa kali mengalami perbaikan dan sekarang sedang diperbaiki kembali.Analisis TapakAnalisis tapak digunakan untuk mengevaluasi fisik lingkungan pada jalur pejalan kaki.Tabel Fisik Lingkungan Kawasan Taman Unsyiah disajikan pada tabel berikut.Tabel 1. Fisik Lingkungan JalanKawasanKondisi Fisik LingkunganKawasan Jogging Track Potensi pejalan kaki sedang Pengguna dominan mahasiswa Peneduhan cukup Tingkat kebisingan tinggi berasal dari simpang kopelma, terutama pada pagi, siang, dan sore hari (waktu sibuk) dan aktivitas pada Jogging Track Belum disediakan fasilitas bangku Terdapat area parkir Pedagang kecil dan taman menjadi faktor penarik pergerakan utamaKawasan Taman Playground Potensi pejalan kaki sedang Pengguna dominan mahasiswa Peneduhan cukup Tinggi jalur pejalan kaki dari tanah tidak sesuai standar Tingkat kebisingan tinggi berasal dari kendaraan dan aktivitas pengguna taman pada sore hari Pedagang kecil dan taman menjadi faktor penarik pergerakan utama Belum dilengkapi fasilitas bangku Tidak ada area parkirKawasan lapangan Basket dan Skateboard Potensi pejalan kaki tinggi Pengguna dominan mahasiswa Peneduhan cukup Tinggi jalur pejalan kaki dari tanah tidak sesuai standar Belum dilengkapi fasilitas bangku Tingkat kebisingan tinggi berasal dari kendaraan dan aktivitas pengguna lapangan pada sore hari Tidak ada area parkirKonsep Penataan jalur Pejalan Kaki pada Kawasan Taman UnsyiahKonsep penataan jalur pejalan kaki pada kawasan taman unsyiah secara umum yaitu menjadikan jalur pejalan kaki yang aman, nyaman dan atraktif dengan konsep sesuai dengan karakteristik fisik lingkungan berdasarkan hasil analisis tapak. Prinsip keamanan diperlukan pada jalur pejalan kaki lalu lintas yang padat, prinsip kenyamanan diaplikasikan untuk menarik pergerakan pengguna serta disesuaikan dengan kebutuhan lingkungannya, sedangkan prinsip atraktif digunakan untuk meningkatkan peran jalur pejalan kaki untuk berbagai aktivitas masyarakat.Tabel 2. Konsep Penataan Jalur Pejalan kaki pada Kawasan Taman UnsyiahNoAspek PenataanKawasan Jogging TrackKawasan Playground Kawasan Lapangan Basket dan Skateboard1Fungsi kegiatanMempertahankan pedagang, membatasi lokasi pedagangMempertahankan pedagang, membatasi lokasi pedagangMempertahankan pedagang, membatasi lokasi pedagang2Sistem ParkirMelakukan penataan parkirMelakukan penataan parkir, membatasi lokasi parkirMelakukan penataan parkir, membatasi lokasi parkir3VegetasiMempertahankan vegetasi peneduh, menambah vegetasi penghiasMempertahankan vegetasi peneduh, menambah vegetasi penghiasMempertahankan vegetasi peneduh, menambah vegetasi penghias4 TampilanMemperbaiki penampilanMemperbaiki penampilanMemperbaiki penampilan5Street FurnitureMenambah bangku, menambah bak sampah, menambah dan memperbaiki lampu peneranganMenambah bangku, menambah bak sampah, menambah dan memperbaiki lampu peneranganMenambah bangku, menambah bak sampah, menambah dan memperbaiki lampu penerangan6Jalur pejalan kakiMempertahankan jalur sirkulasiMempertahankan jalur sirkulasiMempertahankan jalur sirkulasi7UtilitasMenata ulang tiang utilitas Menata ulang tiang utilitas Menata ulang tiang utilitas 8KebisinganTidak perlu menambah vegetasi peredam kebisinganTidak perlu menambah vegetasi peredam kebisinganTidak perlu menambah vegetasi peredam kebisinganGambar 2. Konsep penataan lanjutan jalur pejalan kaki pada Kawasan Taman Unsyiah(Sumber: Analisa)KESIMPULANBerdasarkan teknik Analisis Tapak, kondisi fisik lingkungan jalur pejalan kaki kawasan Taman Unsyiah diantaranya yaitu pergerakan dan aktivitas muncul akibat kebutuhan, aktivitas yang menarik, penggunaan fasilitas sesuai kebutuhan dan lingkungan; sepeda motor mudah mengakses jalur pejalan kaki; keberadaan pedagang menghidupkan suasana; serta penggunaan fasilitas pada jalur pejalan kaki masih kurang optimal.Konsep penataan pada jalur pejalan kaki pada Kawasan Taman Unsyiah yaitu menjadikan jalur pejalan kaki yang aman dan nyaman dengan dimensi melebihi lebar standar, ketinggian menerus, memiliki pohon peneduh, fasilitas beristirahat dan tidak ada halangan; memiliki suasana yang atraktif dengan adanya pedagang kecil, aktivitas hiburan dan tempat berkumpul serta mudah diakses oleh semua usia.DAFTAR PUSTAKADepartemen Pekerjaan Umum Direktorat Jenderal Bina Marga, 1995. Tata Cara Perencanaan Fasilitas Pejalan Kaki Di Kawasan Perkotaan. Jakarta: Direktorat Jenderal Bina MargaLidya Pramita, Elen, dkk. 2013. Konsep Penataan Lanjutan Jalur Pejalan Kaki di Kota Surabaya. Jurnal Tata Kota dan Daerah, Volume 5.Utomo, Nugroho dan Iwan Wahyudjanto. 2008. Analisa Tingkat Pelayanan Jalur Pejalan Kaki Yang Sinergis Dengan Fasilitas Transportasi Publik Di Kota Surabaya. Jurnal Rekayasa Perencanaan Vol. 4Qanun Kota Banda Aceh No. 4 tahun 2009, Rencana tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Banda Aceh 2009-2029. Banda Aceh: Walikota Banda Aceh

Recommended

View more >