JURNAL CHACHA

  • View
    295

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of JURNAL CHACHA

Efektivitas Fototerapi Tunggal Dibandingkan Fototerapi Ganda Pada Neonatus Dengan Hiperbilirubinemia IndirekNanda Susanti Milyana, Guslihan Dasa Tjipta, Muhammad Ali, Emil Azlin, Bugis Mardina Lubis, Pertin Sianturi, Beby Sofiani Hasibuan

Elissa Evanti Widjaja 0815014 Pembimbing : dr. Mutia K. Widjaja, Sp.A, M.Kes

Abstrak Latar belakang :

Hiperbilirubinemia

adalah permasalahan yang umum pada neonatus cukup bulan dan fototerapi merupakan terapi yang paling banyak digunakan untuk menurunkan kadar bilirubin pada neonatus. Fototerapi ganda dapat meningkatkan efektivitas fototerapi.

Abstrak Tujuan :

1. Membandingkan

efektivitas fototerapi tunggal dan fototerapi ganda 2. Meningkatkan spektrum iradiansi

untuk menurunkan kadar serum bilirubin pada neonatus dengan hiperbilirubinemia indirek.

Abstrak Metode :

Uji terbuka, acak, terkontrol Dilakukan di RS.H.Adam Malik dan RS. Dr.

Pirngadi Medan. Mei - Desember 2009. Subjek dibagi menjadi 2 grup. Grup pertama dengan menggunakan fototerapi tunggal (n=30) dan grup yang ke 2 menggunakan fototerapi ganda (n=30).

Abstrak Kriteria inklusi :

neonatus aterm dengan ikterus neonatorum pada minggu pertama kehidupan. Serum bilirubin dan tingkat spektrum iradiansi diukur pada awal, 12 jam dan setelah 24 jam fototerapi.

Abstrak Hasil : Rerata kadar bilirubin total pada awal terapi :

17.6 mg/dL (SD 1.41) : fototerapi tunggal 17.5 mg/dL (SD 1.32) : fototerapi ganda Spektrum iradiansi secara signifikan lebih tinggi pada grup fototerapi ganda dibandingkan fototerapi tunggal (P37.5C) terhadap subyek penelitian : 3 subyek : kelompok fototerapi tunggal. 5 subyek : kelompok fototerapi ganda Efek samping yang lain berupa diare dan dehidrasi

tidak ditemukan.

Diskusi Rerata umur subjek yang digunakan adalah 4-5 hari,

karena pada masa tersebut kadar bilirubin mencapai puncaknya dalam minggu pertama kehidupan. Rerata penurunan kadar bilirubin : Fototerapi ganda : signifikan awal dg 12 jam = 6.5 mg/dL (P=0.001) awal dg 24 jam = 10.1 mg/dL (P=0.001) Fototerapi tunggal : hanya signifikan pada awal dg 24 jam = 3.8 mg/dL (P=0.001)

Diskusi Neonatus yang diberi fototerapi ganda memiliki

permukaan lebih luas yang terekspos dengan iradiansi, sehingga dosis yang diterima lebih banyak dibanding menggunakan fototerapi tunggal. Peningkatan dosis ini mengakibatkan peningkatan produksi lumirubin.

Diskusi Berdasar studi di Thailand, Brazil, Arab Saudi :

Fototerapi ganda merupakan model alternatif untuk fototerapi intensif yang sangat efektif, ekonomis mudah digunakan, serta efek sampingnya minimal.

Diskusi Intensitas sinar yang diberikan menentukan

efektivitas dari fototerapi makin tinggi intensitas sinar maka makin cepat penurunan kadar bilirubin. Dalam penelitian ini jarak terdekat sumber sinar dengan tubuh neonatus adalah 10 cm. Pada saat fototerapi berlangsung mata dan genitalia neonatus ditutup dengan penutup mata untuk menghindari kerusakan akibat dari paparan sinar dengan intensitas tinggi.

Diskusi Jenis sinar yang terbaik dalam menurunkan kadar

bilirubin indirek adalah sinar biru dengan panjang gelombang 425-475 nm, karena sinar biru memiliki panjang gelombang yang lebih pendek dibandingkan dengan sinar tampak (visible light) lainnya kecuali sinar ungu. Panjang gelombang berbanding terbalik dengan energi sehingga semakin pendek panjang gelombang maka akan menghasilkan energi yang lebih besar.

Diskusi Untuk meningkatkan intensitas sinar fototerapi,

neonatus diposisikan terlentang dan posisi diubah setiap 3 jam selama fototerapi.

Diskusi Maturitas neonatus

intake kalori adekuat suhu unit fototerapi jarak antara sinar dengan

neonatus kecepatan menghilangnya panas pada inkubator

faktor yang mempengaruhi peningkatan suhu tubuh neonatus, frekuensi napas, dan aliran darah ke kulit.

Diskusi Efek overexpose terhadap sinar fluorescen :

perubahan kulit, mis. rash, warna menjadi lebih gelap, kulit seperti terbakar Neonatus yang dirawat dengan kadar bilirubin yang tinggi juga berisiko dehidrasi membutuhkan tambahan asupan cairan. Selama fototerapi suhu tubuh dan kadar cairan harus dipantau ketat.

Diskusi Peningkatan aliran darah perifer dapat

meningkatkan kehilangan cairan Studi di Belanda : pemberian cairan ditingkatkan 20% dari kebutuhan total cairan selama fototerapi dapat mencegah terjadinya peningkatan suhu tubuh.

Diskusi Pemberian cairan dilakukan setiap 2 jam dan

kebutuhan cairan ditingkatkan 10 - 20% dari kebutuhan total cairan. Jika neonatus sedang diberi ASI, fototerapi dihentikan sementara waktu sampai neonatus selesai disusui oleh ibunya

Simpulan Terdapat penurunan signifikan kadar bilirubin pada

kelompok fototerapi ganda pada 12 jam dan 24 jam dibandingkan kelompok fototerapi tunggal. Fototerapi ganda lebih efektif menurunkan kadar bilirubin dengan intensitas sinar yang tinggi pada neonatus dengan hiperbilirubinemia.

Critical Appraisal Kriteria inklusi penelitian ini (yaitu neonatus aterm

yang mengalami ikterus neonatorum pada minggu pertama kehidupan) kurang spesifik, karena tidak dijelaskan secara jelas tentang cara menentukan usia neonatus tersebut aterm atau tidak. Selain itu ikterus patologis juga onsetnya terjadi pada minggu pertama kehidupan, sehingga kurang jelas kriteria inklusi neonatus yang layak ikut penelitian ini.

Critical Appraisal Kriteria eksklusi penelitian ini kurang spesifik. Lebih

baik dituliskan secara rinci kriteria eksklusi yang diharapkan sehingga menjadi lebih jelas. Pada penelitian ini tidak dicantumkan data karakteristik dari ibu yang mempunyai hubungan dengan kejadian hiperbilirubinemia pada neonatus, sehingga tidak diketahui penyebab pasti hiperbilirubinemia pada neonatus yang dijadikan subjek penelitian.

Critical Appraisal Penentuan awal pemeriksaan tidak dijelaskan

secara spesifik waktunya, sehingga tidak diketahui apakah seluruh subjek diperiksa bersamaan di waktu yang sama atau tidak Pemeriksaan laboratorium hanya kadar bilirubin, albumin, dan Hemoglobin. Sebaiknya diperiksa juga golongan darah neonatus, SADT, SGOT, SGPT untuk memastikan penyebab hiperbilirubinemia.

Critical Appraisal Pada penelitian ini tidak dibedakan neonatus yang

mendapat ASI saja dengan yang mendapat ASI + Susu formula Dilakukan pemantauan terhadap keadaan kulit, namun tidak dilaporkan hasilnya ada atau tidak neonatus yang mengalami perubahan kulit setelah difototerapi.

TERIMA KASIH