Click here to load reader

Journal Reading Splenomegali Masif Pada Anak

  • View
    25

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kesehatan

Text of Journal Reading Splenomegali Masif Pada Anak

  • Departemen Ilmu BedahDivisi Bedah AnakFakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Rumah Sakit Dr. Wahidin SudirohusodoMakassar, Indonesia

  • Latar belakang dan objektif:splenektomi laparoskopik pada splenomegali masif masih tergolong kontroversial jika dibandingkan dengan open splenectomyMetode:Data diambil dari anak- anak usia
  • Hasil:

    KriteriaSplenektomi Laparaskopik(12 pasien)Open splenectomy(20 pasien)Umur rata- rata (tahun)8,58Lama operasi (menit)180120Perdarahan rata- rata (mL)60110Komplikasi postoperatif1 kasus2 kasusOral-feeding postoperatif (jam)7,530Lama opname rata- rata (jam)36 jam96 jamNyeri postoperatifLebih rendah daripada open splenectomy

  • Kesimpulan:Splenektomi laparoskopik untuk splenomegali masif merupakan prosedur yang aman dan sangat mungkin untuk dilakukanMeskipun dibutuhkan waktu operasi yang lebih banyak, akan tetapi splenektomi laparoskopik secara statistik menyebabkan lebih sedikit nyeri, lebih sedikit pendarahan, proses penyembuhan yang lebih baik, serta waktu opname yang lebih singkatSplenektomi laparoskopik pada anak dengan gangguan hematologik seharusnya menjadi pemeriksaan gold-standard tanpa memperhatikan ukuran dari spleen

  • Kata kunci: Laparoskopi, splenektomi, anak, masif

  • Splenektomi laparoskopik pada anak pertama kali dipublikasikan oleh Tulman et al pada tahun 1993Literatur terbaru -> splenektomi laparoskopik pada splenomegali masif masih kontroversi. Splenektomi laparoskopik pada splenomegali massif dihubungkan dengan tingkat konversi yang tinggi pada anak dan dewasa

  • Data anak usia 12 tahun dengan splenomegali masif (diidentifikasi menggunakan USG yaitu jika ukuran spleen 500 mg yang dihitung dengan menggunakan rumus oleh Downey, 0.43 x panjang x lebar x ketebalan = ukuran spleen [dalam gram]) yang menjalani splenektomi karena adanya gangguan hematologik

  • Data didapatkan dari dua pusat bedah pediatrik di Mesir dari Juni 2004 hingga Juli 2012Dari Juni 2004 hingga Juni 2009, splenektomi pada kasus splenomegali masif dilakukan melalui open splenectomy. Sedangkan setelah 2009, seluruh prosedur pada splenomegali masif dilakukan secara laparoskopik

  • 69 pasien yang menjalani splenektomi32 di antaranya didiagnosis sebagai splenomegali masif melalui pemeriksaan USG preoperatif12 orang menjalani splenektomi laparoskopik20 orang menjalani open splenectomy

  • Sampel penelitian: 22 wanita10 priarentang usiasplenektomi laparoskopik: 6-12 tahun open splenectomy : 5-11 tahun

    Indikasi splenektomi gangguan hematologik (sickle cell anemia sebanyak 15 kasus, purpura trombositopenik idiopatik kronik sebanyak 6 kasus, sferositosis herediter sebanyak 5 kasus, thalasemia mayor sebanyak 4 kasus, dan anemia hemolitik otoimun sebanyak 2 kasus)

  • Keuntungan splenektomi laparoskopik tampak sangat jelas pada kasus splenomegali masifBerat spleen 1000 g dianggap memerlukan waktu operasi yang lebih panjang, tingkat konversi yang lebih tinggi, serta tingkat morbiditasyang lebih tinggi dibandingkan splenektomi laparoskopik

  • Targarona et al dan Grahn et al:perbandingan antara splenektomi laparoskopik dan open splenectomy pada splenomegali masif dengan tingkat morbiditas yang lebih rendah, kebutuhan transfusi darah yang lebih sedikit, serta lama opname postoperatif yang lebih singkat

  • tidak ada konsensus yang jelas mengenai definisi dari splenomegali masifBatas berat terendah yang dianut berdasarkan literatur terbaru berkisar antara 500 g dan 1000 gO'Reilly mendefinisikan splenomegali dengan panjang spleen >12 cm yang diperkirakan oleh 2 orang dokter serta berat spleen >250 g

  • Pada kategori anak- anak, Zhu et al mendefinisikan splenomegali masif apabila batas spleen berada di bawah umbilikus atau memanjang hingga ke garis tengah perut secara anterior

  • penelitian ini menggunakan ukuran spleen 500 g berdasarkan USG preoperatif sebagai batas terendah untuk mendefiniskan splenomegali masif pada anak

  • Tingkat konversi:Deng et al: 13,33%Literatur terbaru: 18,5%-60%Penelitian ini: 8% (1 kasus)Terjadi perlekatan hilus dan spleen

  • splenektomi laparoskopik pada anak dengan splenomegali masif adalah prosedur yang aman dan sangat mungkin untuk dilakukan tetapi juga memerlukan persiapan tindakan apabila diperlukan konversi ke open splenectomysplenektomi laparoskopik pada anak dengan splenomegali masif yang mengalami gangguan hematologik seharusnya menjadi gold-standard tanpa memperhitungkan ukuran spleen

  • 1. Guaglio M, Romano F, Garancini M, et al. Is expertise in pediatric surgery necessary to perform laparoscopic splenectomy in children? An experience from a department of general surgery. Updates Surg. 2012;64(2):119-123.2. Tulman S, Holcomb GW III, Karamanoukian HL, Reynhout J. Pediatric laparoscopic splenectomy. J Pediatr Surg. 1993;28:689-692.3. Bax NMA, van der Zee DC. Laparoscopic splenectomy: is this the way to do it? Pediatr Endosurg Innov Tech. 2001;5(3):281-286.4. Deng XG, Maharjan A, Tang J, et al. A modified laparascopic splenectomy for massive splenomegaly in children with haematological disorder: a single institute retrospective clinical research. Pediatr Surg Int. 2012;28(12):1201-1209.5. Owera A, Hamade AN, Bani Hani OI, Ammori BJ. Laparasopic versus open splenectomy for massive splenomegaly: a comparative study. J Laparoendosc Adv Surg Tech A. 2006;16(3): 241-246.6. Zhu J, Ye H, Wang Y, et al. Laparascopic versus open pediatric splenectomy for massive splenomegaly. Surg Innov. 2011;18(4):349-353.7. Patel AG, Parker JE, Wallwork B, et al. Massive splenomegaly associated with significant morbidity after laparascopic splenectomy. Ann Surg. 2003;238(2):235-240.8. Downey MT. Estimation of splenic weight from ultrasonography measurements. Can Assoc Radiol J. 1992;43(4):273-277

Search related