Jbptunpaspp Gdl Sutarmanda 3708 1 Sutarman 4

  • View
    11

  • Download
    7

Embed Size (px)

DESCRIPTION

kl;k;kll

Text of Jbptunpaspp Gdl Sutarmanda 3708 1 Sutarman 4

PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENGADAAN MATERIAL

Infomatek Volume 5 Nomor 4 Desember 2003 : 187-202Infomatek Volume 5 Nomor 4 Desember 2003 : 187-202Perencanaan Kebutuhan dan Pengadaan Material

Pesawat Telepon Tipe PTE 991 N-3

INFOMATEK

Volume 5 Nomor 4 Desember 2003

PERENCANAAN KEBUTUHAN DAN PENGADAAN MATERIAL PESAWAT TELEPON TIPE PTE 991 N-3

Sutarman dan Wahyu Katon

Jurusan Teknik Industri

Fakultas Teknik-Universitas Pasundan

Abstrak : Saat ini sudah semakin banyak perusahaan yang menyadari perlunya analisis yang seksama terhadap jenis-jenis material yang bernilai tinggi (High Cost) dan penggunaan dalam jumlah banyak (High Usage), dan kebijakan persediaan harus menghasilkan jumlah dan saat yang tepat dalam melakukan pemesanan, selanjutnya juga harus memperoleh material yang sesuai dengan spesifikasi, dan akhirnya disertai dengan biaya yang wajar, berdasarkan pemikiran tersebut, maka masalah pokok dalam penelitian ini diformulasikan antara lain; (1) bagaimana melakukan perencanan persediaan yang baik agar pihak perusahaan tidak mengalami stockout maupun overstock, dan (2) bagaimana melakukan seleksi pemasok, agar memperoleh pemasok yang mampu mengirim material secara tepat waktu, sesuai dengan spesifikasi, dan harga yang wajar. Upaya untuk menjawab masalah tersebut, peneliti menggunakan Material Requirement Planning, dengan metode Lotting Algoritma Wagner Within, dan untuk melakukan seleksi pemasok menggunakan Multy Criteria Decision Making dengan metode Analytical Hierarchy Process.Berdasarkan penggunaan kedua metode tersebut menghasilkan ukuran dan saat pemesanan material yang optimum, sehingga memperoleh ongkos persediaan yang minimum, sedangkan pemasok yang mampu memenuhi kriteria yang ditetapkan perusahaan adalah pemasok A.

Kata Kunci : MRP, Wagner Within, Pair-wise comparison, Eigen Value, Consistency RatioI. PENDAHULUANPT. X(Persero) adalah merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak dalam produksi alat telekomunikasi, mempunyai wilayah pemasaran dalam dan luar negeri, saat ini perusahaan selalu berusaha untuk melayani pelanggan secara baik, dan salah satu faktor yang harus diperhatikan adalah bagaimana menjaga kelancaran prosedur dan pelaksanaan bidang operasional terutama dalam melakukan perencanaan dan pengendalian persediaan, oleh karena itu, peranan logistik sangatlah diperlukan.

Saat ini kebijakan persediaan material yang dilakukan pihak perusahaan masih belum

memperhitungkan ukuran pemesanan optimum, akan tetapi perusahaan melakukan pemesanan material pada saat akan dimulai produksi dengan jumlah sekali pesan. Gejala ini berakibat terjadinya pembengkakkan ongkos persediaan, hal ini diperkuat dengan adanya kondisi objektif bahwa ternyata dana yang diinvestasikan untuk persediaan di perusahaan mencapai 66 % dari keseluruhan biaya operasional.

Oleh karena itu, perusahaan sangat menyadari perlunya analisis yang seksama terhadap jenis-jenis material yang bernilai tinggi (High Cost) dan penggunaan dalam jumlah banyak (High Usage), karena kebijakan persediaan harus menghasilkan jumlah dan saat yang tepat dalam melakukan pemesanan, selanjutnya juga harus memperoleh material yang sesuai dengan spesifikasi, dan akhirnya disertatai dengan biaya yang wajar.

Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, maka masalah pokok dalam penelitian ini diformulasikan antara lain; (1) bagaimana melakukan perencanan persediaan yang baik agar pihak perusahaan tidak mengalami stockout maupun overstock, dan (2) bagaimana melakukan seleksi pemasok, agar memperoleh pemasok yang mampu mengirim material secara tepat waktu, sesuai dengan spesifikasi, dan harga yang wajar.

Apabila persediaan material yang diperlukan dapat mendukung terselenggaranya aktivitas produksi sehingga mampu memenuhi permintaan pelanggan, maka langkah selanjutnya perusahaan harus melakukan seleksi terhadap para pemasok yang bersedia untuk mendukung terciptanya kominmen perusahaan kepada para pelanggannya.

II. MANAJEMEN LOGISTIKProses kegiatan logistik tidak akan lepas dari proses bisnis, baik manufaktur maupun jasa, karena logistik akan selalu melibatkan kegiatan-kegiatan pelayanan kepada pelanggan, transportasi, persediaan, pemrosesan pesanan, pergudangan, pemindahan bahan, dan pemeliharaan informasi, sehingga merupakan kegiatan yang tak mungkin terhindar dari proses bisnis, maka kegiatan logistik adalah keniscayaan yang perlu diperhatikan, agar pelayanan kepada pelanggan dapat dipelihara secara konsisten.

Definisi yang dikemukakan oleh pakar manajemen logistik, Bowersox [1] sebagai berikut : The process of strategically managing the movement and storage of materials, part and finished inventory from supplier, between enterprise facilities, and to customers.Selain dari hal tersebut ia pun mengemukakan bahwa terdapat 5 komponen yang bergabung untuk membentuk sistem logistik, yaitu, (1) struktur lokasi fasilitas, (2)transportasi, (3)

persediaan,(4) komunikasi,(5) penanganan dan (6) penyimpananSedangkan lembaga swadaya masyarakat Amerika Serikat yang bergerak dalam manajemen logistik (The Council of Logistics Management), dalam Ballou [2] mendefinisikan bahwa logistik adalah : The process of planning, implementing, and controlling the efficient, cost-effective flow and storage of raw material, in process inventory, finished goods, and related information from the point of origin to the point of consumption for the purpose of conforming to customer requirements. Mengingat logistik akan selalu melibatkan unsur pemasok, manufaktur, distribusi dan para pelanggan, maka misi logistik harus dapat melaksanakan kegiatan pengiriman barang dan jasa yang diperlukan pelanggan secara efisien, maka misi logistik yang dimaksud menurut Ballou [2] adalah:

The mission of logistics is to get the right goods, or services to the right place, at the right time, and in the desired condition, while making the greatest contribution to the firm

Sehubungan sistem logistik mengalami perkembangan yang pesat, maka organisasi profesi tersebut menambahkan unsur jasa (services) dalam definisinya, yang dikemukakan oleh Johnson [3] adalah menjadi:

The process of planning, implementing, and controlling the efficient, effective flow and storage of goods, services, and related information from the point of origin to the point of consumption for the purpose of conforming to customer requirement.

Sedangkan peranan logistik apabila dilihat dari perspektif Supply Chains menurut Chopra [4], adalah: Inventory exists in the supply chains because of a miss match between supply and demand. This mismatch is intentional at a steel manufacturer, where it is economical to manufacture in large lot than are then stored for future sales. The missmatch is also intentional at a retail store, when inventory is held in anticipation of future demand. An important role that inventory plays in supply chains is to increase amount of demandthat can be satisfied by having the product ready and available when the customer wants it. Another significant role inventory plays is to reduce cost by exploiting ani economies of scale that may exist during both production and distribution.

Berdasarkan definisi logistik yang diutarakan di atas, menyatakan bahwa kegiatan logistik tidak akan pernah terpisah dari menajemen persediaan, dan manajemen persediaan merupakan aktivitas kunci dari kegiatan logistik Maka dengan demikian Tersine [5], mengemukakan tentang definisi, tujuan persediaan dan tujuan manajemen persediaan sebagai berikut: Inventory as a material held an idle or incomplete state awaiting future sales, use, or transformation.

Tujuan persediaan adalah : Inventory exist because supply and demand are difficult to synchronized perfectly and it take time to perform material related operations. For several reason, supply and demand frequently differ in the rate at which they respectively provide and require stock. These reason can be best explained by four functional factors of inventory, that is Time, discontinuity, uncertainly, and economy.

Sedangkan tujuan manajemen persediaan adalah :

The objective of inventory management is to have the appropriate amounts of material in the right place, at the right time and at low cost. Inventory costs are associated with the operation of an inventory system and result from action or lack of action on the part of management in establishing the system. They are the basic economic parameters to any inventory decision model, and the more relevant ones to most systems are itemized as follows. Sedangkan Yamit [6] telah mencoba mendefinisikan bahwa :Persediaan adalah jumlah bahan-bahan, bagian-bagian yang disediakan dan bahan-bahan dalam proses yang terdapat dalam perusahaan untuk proses produksi, serta barang-barang jadi atau produk yang disediakan untuk memenuhi permintan dari pelanggan atau langganan setiap waktu.Rangkuti [7], menyatakan bahwa :

Persediaan timbul oleh tidak singkronnya permintaan dan waktu yang digunakan untuk memproses material.Sehubungan dengan tujuan persediaan tersebut, maka komponen biaya persediaan adalah terdiri dari 4 komponen, yaitu (1) biaya pembelian, (2) biaya pemesanan, (3) biaya simpan dan (4) biaya kekurangan persediaan, komponen biaya persediaan tersebut merupakan variable yang dapat menentukan tingkat pemesanan optimum, sehingga ongkos total persediaan menjadi minimum. 3. Material Requirement Planning

Material Requirement Planning adalah suatu set teknik yang dipakai untuk merencanakan pembuatan atau pembelian Sub-Assembly, komponen dan bahan baku yang diperlukan untuk melaksanakan Master Production Schedule (MPS).

MRP merupakan sistem yang dirancang secara khusus untuk situasi permintaan bergelombang, yang secara tipikal karena permintaan tersebut dependen. Sedangkan tujuan M