JARINGAN SARAF (Revisi)

  • View
    312

  • Download
    3

Embed Size (px)

Text of JARINGAN SARAF (Revisi)

Jaringan Saraf

Jaringan SarafNeuron Jenis : Pseudounipolar ganglion spinalis Bipolar ganglion koklearis ganglion vestibularis ganglion olfaktoria ganglion retina Multipolar neuron-neuron di CNS Neuron : motorik sensorik Interneuron Struktur : Ukuran 5 150 m Soma Perikarion Dendrit Neurit, Akson Sferis Ovoid Anguler

Susunan saraf pusat dan susunan saraf tepi.

Neuron motorik multipolar dengan satu akson dan lebih dari satu dendrit.

Diagram beberapa jenis neuron.

Gambar sederhana dari 3 jenis utama neuron, berdasarkan ciri morfologinya.

Komponen Neuron Nukleus sferis mononukler sentris anyaman kromatin pucat nukleolus Retikulum Endoplasmik Granuler badan Nissl jumlah jenis neuron, fungsi neuron berkurang exhausted stimulus terus-menerus stimulus sedang RNA bertambah Aparatus Golgi Mitokondria Neurofilamen Inklusion pigmen melanin lipofuksin

Diagram struktur dari sebuah neuron.Permukaan neuron ditutupi oleh sinaps.

Fotomikrograf sebuah neuron motorik dari medula spinalis. Nampak badan Nissl, inti sel yang bulat di tengah dengan anak inti, akson dan pangkal dari dendrit.

NeurogliaAstrosit Prosesus panjang, pedikel (kaki vaskuler) Ukuran, besar Nukleus, bulat, sentral Jenis : > Astrosit Protoplasmik - di subst. grisea, medula spin., sitoplasma berbutir, prosesus bercabang > Atrosit Fibrosa - di subst.alba, prosesus panjang dantipis

Oligodendrosit - di subst.grisea, dekat perikarion (sel satelit) - subst.alba, di antara mielin (penghasil mielin), (homolog sel Schwann), - prosesus sedikit, pendek-pendek - nukleus, kecil dan bulat Mikroglia - kecil, gepeng - prosesus seperti berduri, di subst. alba dan grisea, monosit?, makrofag invasif ? Sel ependium - epiteloid - melapisi ventrikel otak dan kanal medula spinalis

Gambar sel neuroglia, dipulas dengan impregnasi logam. Astrosit yang memiliki kaki-kaki vaskular, menutupi dinding kapiler darah.

Astrosit fibrosa dengan cabang-cabangnya berakhir di permukaan luar pembuluh darah.

Fotomikrograf sel glia dari korteks serebri, diwarnai dengan pulasan Golgi.

Prosesus Neuron Dendrit Nissl (+) mitokondria (+) aparatus Golgi (-) neurofilamen (+) diameter ujung kecil pendek, bercabang-cabang Akson hanya satu, diameter konstan / sama panjang, pangkalnya di axon hillock mitokondria (+) mikrotubulus (+) neurofilamen (+) Nissl (-)

Serabut Saraf Serabut Saraf Bermielin - Sarung mielin - membran sel schwan berlapis-lapis - nodus Ranvier internodus mielin - insisuna Schmidt Lantermann - Sel Schwann/sarung neurolema

- Sel Schwann (merah) - Akson (ungu) - Nukleus sel shwann (biru)

Fase-fase pembentukan mielin di serabut saraf tepi.

Serabut Saraf Tak Bermielin Satu sel Schwann - menyelubungi banyak akson - tanpa nodus Ranvier

-

Sel Schwann (merah) Akson (ungu) Nukleus sel Schwann (biru)

Saraf Kumpulan serabut saraf, pembungkusnya dari jarlngan ikat : - endoneurium - perineurium - epineurium

Mekanisme pembentukan selubung serabut saraf tak bermielin.

Saraf~ susunan saraf tepi (perifer) terdiri atas serabutserabut saraf berkelompok sebagai berkas ~ saraf mempunyai selubung jaringan ikat, > epineurium, selubung fibrosa luar > perineurium, mengisi rongga di antara berkas > endoneurium, serat retikulin pembungkus serabut saraf , dihasilkan oleh sel Schwann

Sebuah serabut saraf tepi bermielin. Ditunjukkan celah Schmidt-Lanterman, dan nodus Ranvier. SC: sel Schwann.

Gambar skematis sebuah saraf dan lengkung refleks.

Mikrograf elektron potongan melintang saraf. Menunjukkan epineurium, perineurium, endoneurium. Col (kolagen), fibroblas (panah), SC (sel Schwann dan RF (serat retikulin).

Potongan melintang sebuah saraf menunjukkan epineurium, perineurium dan endoneurium.

Potongan sebuah saraf menunjukkan komponen kolagennya.

Potongan melintang saraf memperlihatkan sel Schwann (mata panah) dan akson (panah).

Sistem Saraf OtonomRegulasi : - otot polos : - sekresi kelenjar - irama jantung - homeostatis A. Sistem Simpatis Neuron I : - segmen torako-lumbal, akson radiks ventral - serabut preganglion - asetilkolin Neuron II : - ganglion dekat visera, akson efektor,otot,epitel - serabut postganglion - norepinefrin

B. Sistem ParasimpatisNeuron I : - akson N III N VII N IX NX - saraf sakral S2, S3 dan S4 - serabut preganglion - asetilkolin Neuron II : - ganglion intramural, akson efektor organ, gastrointestinal, urogenital - serabut postganglion - asetilkolin

Diagram eferen otonomik. Neuron preganglionik (garis tebal), neuron postganglionik (garis putus-putus), parasimpatis (garis biru),dan simpatis (garis merah).

SinapsKontak persinggungan antara, akson dendrit, aksonperikarion, akson-akson Boutons Terminaux

Jenis-jenis sinaps: aksosomatik, aksodendritik dan aksoaksonik.

Daerah presinaptik dan postsinaptik : nomor menunjukkan urutan kejadian selama aktivitas dari sinaps.

Sinaps eksitatorik dan inhibitorik pada neuron motorik.

Subtansia Grisea Substansia AlbaSubstansia Grisea Berisi, perikarion serabut non-mielin astrosit protoplasmik oligodendrosit mikroglia Substansia Alba Berisi, serabut mielin oligodendrosit astrosit fibrosa mikroglia Korteks Serebelum Lapisan 1. Lap.molekuler 2. Lap.sel Purkinje 3. Lap.granuler

GanglionAgregasi atau kelompok perikarion di luar CNS. Setiap ganglion dibungkus oleh jaringan ikat. Setiap sel ganglion dibungkus oleh sel satelit atau sel kapsul Jenis Ganglion 1. Ganglia otonom - parasimpatis (intramural) - simpatis (ekstramural) 2. Ganglia kraniospinal - sensorium

Ganglion otonom Intramural, tanpa kapsul jaringan ikat Ekstramural, dengan kapsul jaringan ikat Tanpa konfigurasi korteks medula Neuron multipolar Sel satelit sedikit Ganglion kraniospinal Perikarion berfungsi tropik Struktur akson = dendrit Neuron pseudounipolar Korteks perikarion Medula serabut saraf Ukuran : terkecil 15 30 m terbesar 120 m

Ganglion sensorik dengan neuron pseudounipolar.

Degenerasi-Regenerasi Proksimal dari kerusakan (bagian tropiknya) Regenerasi Distal dari kerusakan Degenerasi (disingkirkan oleh makrofag) Perubahan pada neuron 1. Volume perikarion tambah 2. Kromatolisis (granula Nissl larut) 3. Nukleus migrasi ke perifer 4. Akson bagian proksimal (yang masih utuh) tumbuh kembali. 5. Sel Schwann berproliferasi

Perubahan-perubahan yang terjadi bila serabut saraf mengalami cedera.

MeningesDura Mater = pakimenings periosteum dilapisi oleh sel epitel mesenkim skuamosa. Spatium epidural di medula spinalis, (ruang antara periost. vertebra dura mater), berisi jaringan ikat longgar, lemak, vena. Spatium subdural di rongga kalvaria, ruang antara dura mater dan araknoid

Pia Mater Melekat pada korteks, kaya pemb.darah Prosesus neuroglia melekat kuat pada Pia Mater Sel penutup, sel epitel mesenki, gepeng Pemb.darah masuk ke otak melalui kanal yang ditutup oleh Pia Mater (Kanal = ruang perivaskuler) Sawar darah otak (Blood-Brain Barrier) Permeabilitas kapiler jaringan saraf adalah kecil, sebab : - endotel tanpa porus - prosesus neuroglia membungkus kapiler - kapiler di otak tanpa pembungkus jaringan ikat.

Araknoid Jaringan ikat tanpa pemb.darah Sel penutup, sel epitel mesenkim, gepeng Vilus araknoid, penetrasi araknoid ke sinus venosus Absorpsi cairan serebrospinal Spatium subaraknoid, antara araknoid - pia mater Trabekula araknoid, jaringan ikat menghubungkan araknoid - pia mater (terletak di dalam spat.subaraknoid)

Struktur dari meninges : pia mater, arakhnoid dan dura mater.

Pleksus KoroideusInvaginasi pia mater ke ventrikel otak Terdiri dari : jaringan ikat, epitel kolumner/kuboid-mikrovili, makrofag. Fungsi : penghasil cairan serebrospinal, kapilernya berfenestra

Cairan Serebrospinal, mengisi :- ventrikel - kanalis sentralis - ruang subaraknoid - ruang perivaskuler ~ jumlah : 100 ml ~ fungsi : berperan pada proses metabolisme, bantalan terhadap benturan ~ absorpsi melalui vena

Foto mikrograf pleksus koroid, BC (kapiler darah) dan epitelnya selapis kuboid (mata panah).

Korteks SerebrumLapisan lapisannya : 1. Lap. pleksiform / molekuler 2. Lap. granuler eksterna 3. Lap. piramidal eksterna 4. Lap. granuler interna 5. Lap. piramidal interna 6. Lap. polimorfik / fusiformis

Korteks SerebelumLapisan-lapisannya : 1. Lap. molekular 2. Lap. sel Purkinje 3. Lap. granular

Korteks serebri dengan pewarnaan (impregnasi)perak.

Fotomikrograf dari sediaan serebelum (pewarnaan dengan H&E).

Sediaan serebelum, menunjukkan lapisan sel Purkinje dengan dendrit yang bercabang-cabang.

Potongan melintang medula spinalis.

Potongan melintang medula spinalis. Atas : substansia alba, bawah : substansia grisea.

Substansia grisea medula spinalis, menunjukkan neuron motorik dengan anak inti di beberapa nukleus.

Substansia grisea medula spinalis.Inti sel yang kecil adalah inti sel neuroglia.

Rujukan :

HISTOLOGI DASARTeks & Atlas Junqueira, L C Carneiro, J (edisi Indonesia dan English edition) Penerbit Buku Kedokteran EGC Lange Medical Books McGraw-Hill, USA