of 47 /47
j Kode/Nama Rumpun Ilmu: 562./Akuntansi LAPORAN PENELITIAN KERJASAMA DALAM NEGERI TIM PENGUSUL : Dr Dwi Asih Surjandari,MM,Ak,CA NIDN : 0311066802 MITRA Dr. Lela Nurlaela Wati, SE ,MM NIDN : 0307127801 Dr. Ramdany, SE,Ak,M.Ak,CA,CPA NIDN : 0310107202 Analisis Pengaruh Intelectual Capital, Firm Size dan Corporate Social Responsibility terhadap Firm Performance (Bukti Empiris pada Perusahaan Sektor Properti di BEI) UNIVERSITAS MERCU BUANA STIE MUHAMMADIYAH JAKARTA NOVEMBER 2018

j Kode/Nama Rumpun Ilmu: 562./Akuntansi

  • Author
    others

  • View
    11

  • Download
    0

Embed Size (px)

Text of j Kode/Nama Rumpun Ilmu: 562./Akuntansi

LAPORANLAPORAN
MITRA
Dr. Ramdany, SE,Ak,M.Ak,CA,CPA NIDN : 0310107202
Analisis Pengaruh Intelectual Capital, Firm Size dan Corporate Social
Responsibility terhadap Firm Performance
UNIVERSITAS MERCU BUANA
STIE MUHAMMADIYAH JAKARTA
Responsibility terhadap Firm Performance (Studi Pada Perusahaan Properti terdaftar
di BEI)
Topik Unggulan : Akuntansi Keuangan
CA
Ketua MITRA
b.NIDN : 0307127801
e. Perguruan Tinggi : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi
Muhamadiyah Jakarta
Anggota MITRA
b. NIDN : 0310107202
Muhammdiyah
Jakarta
Biaya Penelitian Keseluruhan :
Jakarta, 02 Agustus 2019
(Prof.Dr.Ing. Mudrik Alaydrus ) (Dr. Dwi Asih Surjandari,MM,Ak,CA)
NIP/NIK : ….. NIK/NIP : 113590387
NIP/NIK : 197580607 NIP/NIK : 106780273
BAB 1 PENDAHULUAN 6
BAB 3 METODOLOGI 17
LAMPIRAN 1 : OUTPUT EVIEWS 26
LAMPIRAN 2 : PERSONALIA PENELITIAN 29
LAMPIRAN 3 : SURAT PERNYATAAN 41
DAFTAR PUSTAKA 42
Size (ukuran perusahaan) dan Corporate Social Responsibility(CSR) terhadap Kinerja
perusahaan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) tahun 2014-2018.
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa laporan tahunan (annual
report) yang diperoleh dari website Bursa Efek Indonesia (Indonesia Stock Exchange)
yang dianalisis dengan regresi data panel, sedangkan uji hipotesis menggunakan uji-t
untuk menguji pengaruh variabel secara parsial dan uji -F untuk menguji goodnes of
fit model. Selain itu juga dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas, uji
multikolinearitas, uji heteroskedasitas dan uji korelasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Intelectual Capital berpengaruh positif
signifikan terhadap kinerja perusahaan baik secara total maupun melalui masing-
masing indikatornya yaitu VAHU, STVA, dan VACA. Firm size tidak berpengaruh
signifikan terhadap kinerja perusahaan, sehingga firm size bukan faktor penentu
kinerja perusahaan di sektor properti. Corporate Social Responsibility (CSR)
berpengaruh positif signifikan terhadap kinerja perusahaan. Semakin baik Intelectual
capital dan pengungkapan CSR perusahaan maka kinerja perusahaan properti akan
semakin meningkat.
IDENTITAS DAN URAIAN UMUM
Keuangan
Muhammadiyah
1. Objek Penelitian(jenis material yang akan diteliti dan segi penelitian):
Universitas
Mitra Rp. 5.000.000,-
4. Lokasi Penelitian (lab/studio/lapangan): UMB
5. Instansi lain yang terlibat (jika ada, dan uraikan apa kontribusinya)
6. Temuan yang ditargetkan (penjelasan gejala atau kaidah, metode, teori, atau
antisipasi yang dikontribusikan pada bidang ilmu)
Bahwa pentingnya Intellectual Capital dalam meningkatkan kinerja tidak
hanya dijumpai di sektor perbankan, tetapi juga di sektor2 lainnya.
7. Kontribusi mendasar pada suatu bidang ilmu memberikan bukti empiris bahwa
teori tentang Intellectual Capital bisa berlaku untuk seluruh sektor usaha.
Jurnal ilmiah yang menjadi sasaran : Asian Academic Research Journal atau
yang sejenisnya.
Tujuan pendirian perusahaan bagi pemiliknya adalah supaya sumber daya
ekonomi yang ditanam dalam usahanya tersebut terus bekermbang dari waktu ke
waktu sehingga perusahaan diharapkan semakin dapat memberikan manfaat bagi
banyak fihak tidak hanya bagi pemiliknya saja. Untuk dapat memberikan manfaat
kepada banyak fihak seiring dengan berjalannya waktu, perusahaan harus mampu
menciptakan nilai tambah dari setiap rupiah yang diinvestasikan sehingga diperoleh
peningkatan secara terus menerus, dengan kata lain perusahaan harus melakukan
usaha untuk memberdayakan seluruh sumber daya ekonomi yang dimilkinya untuk
mencapai kinerja yang baik dari tahun ke tahun. Pencapaian kinerja yang baik
merupakan indikator keberhasilan perusaahaan yang akan menjamin keberlangsungan
usaha di masa-masaa yang akan datang dan menunjukkan bahwa perusahaan mampu
mengatasi persainngan usaha. Dari persepsi ekonomi mikro, persaingan usaha yang
diterjemahkan sebagai semakin banyak nya pelaku usaha akan meningkatkan total
factor produktifitas (Nickel 2014) yang pada akhirnya akan berpengaruh pada kinerja.
Secara makro, peningkatan kinerja yang dicapai masing-masing peusahaan, sebagai
pelaku bisnis dalam suatu negara akan megakibatkan akumulasi pergerakan
pembangunan sehingga pertumbuhan ekonomi akan meningkat. Pencapaian kinerja
perusahaan sangat penting baik bagi persahaan itu sendiri, industry maupun ekonomi
secara keseluruhan.
Dari segi teori, factor-faktor yang mempengaruhi kinerja perusahaan banyak sekali
yang merupakan kombinasi dari berbagai sumber daya ekonomi yang dimilki baik
berupa aktiva, hutang modal baik tangible maupun intangible. Dari kajian terdahulu
atas berbagai vraibel yang mempengaruhi kinerja perusahaan, Firm Performance (FP),
3 variabel berikut masih terdapat kontroversi dalam prakteknya, yakni variable
Intelectual Capital (IC), Firm Size (FS) dan Corporate Social Responsibility (CSR).
Hubungan pengaruh IC terhadap FP, secara teori dijelaskan antara lain oleh
Choong(2015), yang menyatakan bahwa pengaruh IC terhadap FP terlihat dari value
creation dari IC, lebih lanjut Gioacasi (2014) menyampaikan bahwa “ IC is considered
the most important resources of enterprise in order to provide financial health and
value for business partners”. Demikian pula Marr Carson et all, Enhard dan Anghel
dalam Alipour (2011) mengemukakan bahwa praktek ekonomi telah berdasar pada
knowledge based information sehingga menempatkan IC sebagai factor penting dalam
penciptaan nilai untuk pencapian kinerja perusahaan.
Sedangkan penelitian yang berkaitan dengan pengaruh IC terhadap FP dengan
hasil bahwa IC berpengaruh terhadap FP ditemukan pada penelitian-penilitan yang
dilakukan oleh A’layi (2014), Matinfard and Khavari(2015), Ameneh, Bagher and
Zhale(2015), Fahim, Maleki, Yousefnezhad(2012), sedangkan temuan dengan hasil IC
tidak berpengaruh pada IC ditemui pada kajian-kajian Rita, Vera, Rulyanti dan Misa
(2016), Ameneh, Bagher and Zhale(2015).
Kajian teori tentang pengaruh FS terhadap FP dijelaskan dengan baik oleh Dang
dan Li (2015) yang melakukan elaborasi berbagai ukuran FS berpengaruh terhadap FP
yang didasarkan pada pemahaman ekonomi dasar bahwa ukuran berpengaruh pada
hasil, semakin kecil perusahaan semakin kecil hasil, demikian sebaliknya.
Adapun penelitian yang terkait pengaruh FS terhadap FP, Opeyemi(2019),
Luqman’s Banindele, Fatai(2013),Dogan, M(2013), Yisau Abiodene(2013), Philip
Kioko(2013), Wati (2017) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan berpengaruh
terhadap FP, namun kajian yang dilakukan oleh Niresh dan Velnampy(2014)
menyatakan bahwa variable FS tidak berpengaruh terhadap FP.
Secara teori, banyak pembahasan tentang pengaruh CSR terhadap FP, yang antara
lain dikemukakan oleh Hamidu, Haron dan Amran(2015) yang menyatakan bahwa
konsep-konsep yang ada dalam CSR memungkinkan manager menggunakan CSR
sebagai alat untuk membangun strategi, selalu ta at peraturan, memelihara standard-
standard, membangun reputasi perusahaan untuk nemperoleh loyalitas pelanggan yang
pada puncaknya akan meningkatkan profitabilitas dan pencapaian semua tujuan
perusahaan.
stakeholder concern berpengaruh terhadap FP, tapi variable employee engage tidak
berpengaruh, sementara itu Kumar and Priyadarsini (2017), Ocran, E (2011)
menyatakan bahwa CSR berpegaruh terhadap FP.
Berdasar pada uraian diatas disimpulkan bahwa variable IC berpengaruh terhadap
FP sebagaimana dinyatakan oleh Alipour (2011), Gioacasi(2014), Choong,2015)
didukung kajian A’layi (2014), Matinfard and Khavari(2015), Ameneh, Bagher and
Zhale(2015), Fahim, Maleki, Yousefnezhad(2012), dan variable FS berpengaruh
terhadap FP sebagaimana pernyataaan Dang dan Li (2015) didukung kajian-kajian
oleh Opeyemi(2019), Luqman’s Banindele, Fatai(2013),Dogan, M(2013), Yisau
Abiodene(2013), Philip Kioko(2013), serta variable CSR berpengaruh terhadap FP
sebagaimana pernyataan Hamidu, Haron dan Amran(2015) dan didukung oleh
Dilashenyi (2018) sebagaimana diringkas dalam Gambar 1 Rerangka Pemikiran.
Dengan pertimbangan bahwa FP adalah penting baik bagi perusahaan secara
individual maupun dalam perekonomian nasional dan masih ditemukan adanya
kontroversi dalam temuan kajian-kajian terkait pengaruh variable-variabel C, FS dan
CSR terhadap FP dan dengan mengambil obyek penelitian pada sector properti yang
terdaftar di BEI, maka penelitian ini diberi judul :” Pengaruh Intelectual Capital, Firm
Size dan Corporate Social Responsibility terhadap Firm Performance (Studi pada
perusahaan sector yang terdaftar di BEI tahun 2014 s/d 2018)
Gambar 1
Rerangka Pemikiran
sebagai berikut :
Struktur Modal
Firm Size
Corporate Social
perusahaan ?
Tujuan penelitian “Analisis Pengaruh Intelectual Capital, Firm Size da Corporate
Social Responsibility Terhadap Kinerja Perusahaan (studi kasus pada perusahaan
manufaktur industry sector properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia(BEI)
Tahun 2014 s/d 2018) adalah untuk mengkaji :
1. Apakah Intelectual Capital berpengaruh terhadap kinerja perusahaan ?
2. Apakah Firm Size berpengaruh terhadap kinerja perusahaan
3. Apakah Corporate Social Responsibility berpengaruh terhadap kinerja
perusahaan ?
Originalitas penelitian ini tampak pada obyek penelitian yang selama ini
dilakukan.Penelitian terkait Intelectual Capital mayoritas mengambil obyek adalah
perbankan dengan pertimbangan bahwa pemberdayaan sumber daya manusia dan
intangible asset lainnya dianggap berperan penting dalam penciptaan nilai untuk
meningkatkan kinerja di dunia perbankan, penelitian ini mencoba keluar dari pola
tersebut dengan memilih obyek penelitian perusahaan manufaktur sektor properti
untuk memperoleh bukti apakah IC juga mempunyai peran dalam penciptaan nilai di
luar dunia perbankan.
pengetahuan untuk mendukung teori yang telah berlaku berkaitan dengan pengaruh
Intelectual Capital, Firm Size dan Corporte Social Responsibility terhadap kinerja
perusahaan (Firm Performance) dan sebagai masukan dalam pemilihan strategi
penciptaan nilai bagi perusahaan.
Rencana Target luaran penelitian tampak pada tabel 1 berikut :
Tabel 1.
Luaran Penelitian
Publikasi Ilmiah Internasional Published**}
**) Asean Academic Research Journal
untuk menjalankan perusahaannya yang disebabkan oleh adanya perbedaan
kepentingan antara Principal dan agent. Dalam prakteknya agent adalah manajemen
yang neniliki kekuasaan untuk membuat keputusan keputusan bisnis yang dipimpin
oleh seorang manager puncak, chief executive officer. (Berk, Jonathan; DeMarzom
Peter, 2011). Tujuan Principal menunjuk manajemen adalah dengan misi untuk
membuat pemegang saham semakin sejahtera (Brigham,Eugene F;Houston, Joel
F,2004), di sisi lain manajmen mempunyai kepentingan untuk memperoleh
penghasilan dan berbagai kemudahan atas pekerjaan tersebut yang tentunya terlihat
berlawanan dengan kepentingan Principal mengingat bahwa pemberian manfaat
kepada manajemen merupakan biaya, dan biaya akan mengurangi kesejahteraan yang
mereka harapkan. Kondisi ini dijelaskan dengan teori agen yang berasumsi bahwa
agen adalah egois, oportunis yang menggunakan kelebihan superior atas informasi
perusahaan yang dikelolanya bagi kepentungan pribadinya, sehingga seperti
mengeksploitasi pemegang saham untuk memuaskan kepentingan pribadi agen yang
dalam prakteknya bisa dibatasi adanya mekanisme tata kelola usaha yang baik atau
tidak adanya ruang untuk melakukan hal tersebut (Miller and Sardis, 2011 dalam
Terrance & Mercedes, Jalbert, 2011).
Kinerja perusahaan dapat dilihat dari berbagai sudut tergantung pada fihak-fihak
yang berkepentingan terhadap perusahaan, namun pendekatan yang dirasa lengkap
sesuai dengan fihak-fihak terkait yang bekepentingan tersebut adalah pendekatan
stakeholder (Santos, Juliana Bononi; Ledur Brito, Luiz Artur,2012) yang
memungkinkan untuk membangun struktur konseptual dimensi dan indikator kinerja
perusahaan dengan memasukkan dimensi sosial dalam tujuan perusahaan, yang dalam
beberapa hal berlawanan dengan tujuan maksimisasi welfare. Selvam et all (2016),
Santos and Brito (2012) menyatakan bahwa “different stakeholder represented by
different performance of the firm basedn on their interests”.
Dalam pendekatan ini, prioritas pertama yang harus dipenuhi kepentingannya
adalah pemilik perusahaan yang akan berhasil apabila perusahaan mencapai superior
financial perfromance dengan indicator antara lain profitability, growth dan market
value (Cho and Pucik, 2005 dalam Juliana Bonomi dan Luiz Artur (2012). Prioritas
kedua yang harus dipenuhi kepentingannya adalah pegawai dan pelanggan yang
menuntut perusahaan untuk menghasilkan produk berkualitas yang memberikan nilai
tambah sehingga meningkatkan ‘willingness to pay’ pelanggan yang merupakan nilai
penciptaan nilai bagi perusahaan. Kepuasan karyawan akan diperoleh dengan
Standard Operation Procedure yang jelas, peningkatan ketrampilan melalui pelatihan-
pelatihan, jenjang karir yang jelas dan kebijakan reward yang memadai, karyawan
yang puas akan mengurangi tingkat turn over pegawai dan bisa menjadi daya tarik
bagi tenaga kerja baru. Prioritas ke tiga yang harus dipenuhi kepentingannya adalah
indirect stakeholder seperti pemerintah dan komunitas lingkungan yang terkena
dampak kegiatan bisnis perusahaan terutama tindakan sosial dan lingkungan yang
dapat diminmisasi dengan praktek bisnis aman lingkungan, mengingkatkan kualitas
dan keamanan produk, promosi etik, memperkerjakan minoritas dan pengembangan
proyek-proyek sosial. Berdasar pada pemenuhan kepentingaan para
stakeholder,kinerja perusahaan paling tidak akan terdiri 7 aspek yakni : pertumbuhan,
profitabilitas, nilai pasarm kepuasan pelanggan, kepuasan karyawan, kinerja sosial dan
lingkungan (Juliana Bonomi dan Luiz Artus ,2012 Selvam et all (2016)) menyebutkan
ada 9 dimensi yakni profitability, growth, market value, customer satisfaction,
employee satisfaction, environmental audit, corporate governance and social
governance.
Terkait dengan kajian pengaruh IC,FS dan CSR terhadap FP maka kepentingan
pemilik perusahaan adalah yang paling diutamakan, oleh karena itu kinerja yang dapat
memuaskan investor adalah super normal profitability, growth dan market value
dengan indkator ROA.ROE sebagai bagian dari Accounting Based Measurement of
Performance dan formula Tobin’s Q untuk mrepresentasikan Market Based
Measurement of Performance (Matari and Swidi, 2014).
2.3. Intellectual Capital (IC)
daya organisasi berubah secara fundamental dan semakin beragam. Gelombang
ekonomi baru, new wave economy mendasarkan pengetahuan pada pengetahuan dan
informasi yang menempatkan Intelectual Capital menjadi lebih penting (
(Anghel,2008) seingga IC bersama-sama dengan financial capital dipertimbangkan
sebagai factor utama dari firm profitability.
Alipour (2012) menyatakan bahwa IC adalah sekelompok asset pengetahuan yang
dimiliki dan dikendalikan oleh perusahaan yang paling banyak mendorong mekanisme
penciptaan nilai, yang terdiri kombinasi intangible asset dengan knowledge asset
sebagai dasar kompetensi organisasi , dimana menurut Ordonez DE Pablos dalam
Alipour(2012) menyatakan bahwa investasi pada IC tidak dapat dilaporkan dalam
laporan keuangan perusahaan, oleh karena itu perlu adanya konsep lain untuk
mengukur IC bagi perbaikan kinerja secara berkelanjutan. Papula and Volna (2011)
menyatakan bahwa inti dari IC adalah penciptaan nilai melalui kombinasi dari asset
intangible, pengetahuan, keahlian, proses tehnologi dan pengalaman yang
diaplikasikan dalam organisasi untuk memperoleh keunggulan kompetitif di pasar.
Berdasar pada orientasi skills dan knowledge, menurut Edvinsson 1997, Sveiby 1997,
Stewart 1998, Bontis 2002, Mauritsen et all 2002 dan Pablos 2003 dalam Holienka M
& Pilkova,A (2014) komponen IC terdiri dari Human Capital, Organizational Capital
dan Relational Capital sebagaimana dirangkum oleh Papula and Volna (2011) yang
tampak dalam Gambar 2.
Sumber: Papula & Volna (2011)
Berdasar pada orientasi skills dan knowledge, menurut Edvinsson 1997,
Sveiby 1997, Stewart 1998, Bontis 2002, Mauritsen et all 2002 dan Pablos 2003
dalam Holienka M & Pilkova,A (2014) komponen IC terdiri dari Human Capital,
Organizational Capital dan Relational Capital sebagaimana dirangkum oleh Papula
and Volna (2011) yang tampak dalam Gambar 2. Keahlian dan pengetahuan yang
berorientasi ke dalam diri karyawan termasuk dalam komponen Human Capital (HC),
yang berorientasi diluar karyawan tetapi masih dalam ranah dalam perusahaan
termasuk dalam komponen Organizational Capital (OC), sedangkan yang berorientasi
di luar karyawan dan perusahaan termasuk dalam komponen Relational Capital.
Konsep orientasi ini mampu menjelaskan dengan terang komponen-komponen IC,
namun dengan alasan kemudahan operasional, penelitian ini akan menggunakan
model Ante Pulic (2000) dimana dalam model ini the Value Added Intellectual
Coeficient digunakan untuk mengukur IC perusahaan yang merupakan penjumlahan
dari 3 koefisien yaitu:
b. The Human Capital Coefficient (VAHU) dan
c. The Structural Capital Coefficient (SCVA)
Untuk mengukur IC perusahaan digunakan The Value Added Intellectual
Coefficient (VAIC) yang merupakan penjumlahan dari koefisien-koefisien physical
capital coefficient (VACA), the Human Capital Coefficient (VAHU) dan the
Structural Capital Coeeficient(STVA). Model Pulic dirancang untuk memberikan
informasi tentang efisiensi penciptaan nilai dari tangible dan intangible asset yang
secara tehnis perhitungan dilakukan beberapa tahap, yakni :
1. Menghitung Corporate Value added dengan rumus VA = OP + EC + D + A,
dimana OP=operational Profit, EC= Employee Cost, D=Depresiasi dan A =
Amortisasi.
2. Menghitung efisiensi dari Capital employed (VACA) dengan rumus VACA=
VA/CA, dimana CA adalah Capital Employed yang sama dengan Nilai Buku
Total Asset dikurangi Intangibel Asset.
3. Menghitung efisiensi Human Capital (VAHU) dengan rumus VAHU=
VA/HU, dimana VAHUadalah Value Added Human Capital, sedangkan HU
adalah total employed cost regarded as Human Capital/Upah
4. Menghitung efisiensi Structural Capital dengan rumus SC=VA-HC, dimana
SC adalah Structural Capital dan HC adalah Human Capital, sehingga
SCVA=SC/VA
VAIC=VACA+VAHU+SCVA.
Trigueiros (2000) menyatakan bahwa ukuran perusahaan sebenarnya
dapat dilihat dari skala yang lebh luas, namun dalam pengertian umum ukuran
perusahaan adalah besar kecilnya perusahaan dilihat dari sisi akuntansi dapat
dilihat dari besarnya , nilai penjualan atau nilai total asset ataupun market
capitalization (Dang ad Li, 2013). Perusahaan besar relatif lebih mempunyai
kesempatan untuk menghasilkan laba lebih besar dibandingkan dengan
perusahaan kecil. Semakin besar ukuran perusahaan, semakin besar pula
kesempatan untuk dapat menciptakan nilai sehingga perusahaan semakin
tinggi skalanya dari waktu ke waktu, tingginya skala persahaan dapat
diterjemahkan semakin tinggi kinerjanya. Dalam penelitian ini ukuran
perusahaan dirumuskan sebagai Ln (Total Aset).
2.5. Corporate Social Responsibility
tahap(Hamidu,Haron and Amran,2015). Tahap 1, periode tahun 50-60 an
menunjukkan kebutuhan akan kegiatan pilantropic berupa ikut berkontribusi
menuju pembangunan dan kesejahteraan sosial, definisi CSR pada periode ini
diinterpretasikan sebagai voluntarism and contributing towards social welfare.
Tahap 2, adalah periode tumbuhnya kesadaran dan kepedulian pada hak-hak
pekerja, kepuasaan stakeholder dan relationship management, regulated CSR
practice and consumer protection. Tahap ke 3, terakhir adalah periode
instrumentalty and sustainability yang menunjukkan adopsi CSR sebagai
sebuah alat strategis dalam mencapai tujuan organisasi dimana dalam periode
ini CSR dilembagakan dan distandardisasi oleh index-index internasional yang
berkaitan dengan tanggung jawab sosial dan keberlanjutan. 3 tahap
perkembanan ini menggambarkan kegiatan CSR oleh organisasi bisnis dimulai
kegiatan sukarela, managing external factor, stakeholder management,
alignment of social and economis responsibility, considering practices and
values, finally extending CSR beyond philantrophyc activities. Perkembangan
teori CSR dimulai dari rasionalisasi aplikasi beberaa teori dalam kajian
pengaruh CSR pada kinerja dan reputasi perusahaan, teori klasik memberikan
kontribusi pandangan shareholder yang tidak keberatan jika perusahaan
meminimisasi pengeluaran untuk CSR asal mereka dapat memperoleh
keuntungan dalam jangka Panjang. Sedangkan teori selebihnya semua
menekankan untuk menempatkan CSR sebagai bagian tak terpisahkan dari
strategi untuk mencapai tujuan organisasi.
Aktifitas CSR yang dilakukan oleh perusahaan adalah bertujuan untuk
memastikan bahwa perusahaan dalam menjalankan usahanya dilakukan secara
etis dengan mempertimbangkan dampak kegiatan usahanya kepada masyarakat
yang diungkapkan dalam sustainability reporting. Penelitian Wiwik utami
(2015) menyatakan bahwa terdapat hubungan antara kwalitas CSR disclosure
dengan NP, oleh karena itu Proxy CSR dalam penelitian ini adalah
pengungkapan (disclosure) CSR dalam laporan perusahaan
2.6. Kajian Terdahulu
perusahaan-perusahaan yang terdaftar di Tehran Stock Exchange(TSE) kurun
waktu 2007 s/d 2010 dengan hasil terdapat hubungan positip yang signifikan
antara IC dengan Return on Asset(ROA0, Rturn on Equity (ROE) dan
rasioTobin’s Q. Sementara Matinfard and Khavari(2015) meneliti obyek yang
sama dengan A’layi(2014) hanya kurun waktu mulai 2006 s/d 2012 dengan
hasil terdapat pengaruh positip dan signifikan antara IC dan FP. Sedangkan
Ameneh, Bagher and Zhale(2015) meneliti 14 Banks yang terdaftar di TSE
periode 2004 s/d 2013 dengan hasil bahwa IC berpengaruh positip signifikan
terhadap FP. Kajian oleh Fahim, Maleki, Yousefnezhad(2012) terhadap
perusahaan yang terdaftar di TSE tahun 2004 s/d 2010 menghasilkan temuan
bahwa terdapat hubungan yang berari antara IC dan Stock Return, Tobin’s Q
dan MTB, sedangkan temuan dengan hasil bahwa IC tidak berpengaruh pada
IC ditemui pada kajian-kajian Rita, Vera, Rulyanti dan Misa (2016) yang
meneliti perusahaan-perusahaan sector industry properti kurun waktu 2009 s/d
2012 dengan hasil bahwa IC tidak berpengaruh terhadap ROE, sedangkan
Ameneh, Bagher and Zhale(2015) yang meneliti 14 bank yang terdaftar di TSE
2004 s/d 2012 terdapat salah satu komponen IC, yaitu Physical Capital
Efficincy yang tidak berpengaruh terhadap FP.
Sedangkan penelitian yang terkait pengaruh FS terhadap FP,
Oyelade(2019) terhadap sejumlah perusahaan property di Nigeria kurun waktu
2004 s/d 2017 diperoleh hasil diantaranya adalah terdapat pengaruh signifikan
FS (diukur dengan total sales, age of the firm) terhadap FP yang diukur dengan
ROA dan ROE. Sedangkan Luqman’s Banindele, Fatai(2013) meneliti non
financial firm di igeria kurun waktu tahun 2005 s/d 2013 mengahsilkan temuan
bahwa FS yang dikur dengan Total Aset berpengaruh negatip tapi ketika
diukur dengan Total Sales berpengaruh positip terhadap FP yang diukur
dengan ROE. Sementara Dogan, M(2013) meneliti 200 perusahaan aktif di
Istambul Stock Exchange (ISE) kurun waktu 2008 s/d 2011 yang
menghasilkan temuan bahwa terdapat positip korelasi antara Size Indicator dan
FP, demikian juga Yisau Abioden(2013) yang meneliti perusahaan manufaktur
yang terdaftar di Nigeria Stock Exchange periode 2000 s/d 2009 dengan hasil
bahwa FS diukur dengan total aset dan total sales berpengaruh positip terhadap
FP diukur dengan ROA. Hasil yang sama ditemukan oleh Kioko(2013)
terhadap 43 bank komersial di Kenya kurun waktu 1998 s/d 2012 dengan hasil
terdapat moderata correlation between FS (net asset, total loan, total depoti)
dan FP (ROA), namun kajian yang dilakukan oleh Niresh dan
Velnampy(2014) yang meneliti 15 perusahaan manufaktur yang terdaftar di
Colombo Stock Exchange (CSE) kurun waktu 2008 s/d 2012 dengan hasil
bahwa tidak terdapat indikasi hubungan antara FS (total aset dan total sales)
dan FP (ROA, Net Profit).
Terkait kajian pengaruh CSR terhadap FP, dilakukan peneliti-peneliti
berikut yakni: Selvarajah, Murthy, Massilaamany (2018) terhadap 153
responden perusahaan di Malaysia dengan hasil menyatakan bahwa business
risk, company reputation, dan stakeholder concern berpengaruh terhadap FP,
tapi variable employee engage tidak berpengaruh, sementara itu Kumar and
Priyadarsini (2018) yang melakukan survey atas selected banks, Ocran, E
(2011) yang meneliti Nestle Ghana Limited menyatakan bahwa CSR
berpegaruh terhadap FP.
seluruh perusahaan manufaktur sub sector industry property yang terdaftar di Bursa
Efek Indonesia (BEI) dalam kurun waktu tahun 2013 s/d 2018, sedangkan obyek
penelitian adalah Intelectual Capital, Firm Size, Corporate Social Responsibility dan
Firm Performance. Populasi adalah seluruh perusahaan manufaktur sub sector industry
barang knsumsi yang terdaftar di BEI kurun waktu 2013 s/d 2017. Jenis data yang
dikumpulkan adalah data Intelectual Capital, Firm Size, CSR dan Firm Performance
dengan tehnik pengumpulan pencatatan bersumber dari web site pasar modal dan yang
berkaitan, selanjutnya data diolah dengan SPSS dan Eviews 9.0 version.
BAB 4
Pada tabel 4.1 dibawah ini disajikan deskripsi variabel-variabel penelitian
yaitu kinerja perusahaan yang diukur oleh Tobins Q, Intelectual capital yang
diukur oleh human capital (VAHU), struktur capital (STVA), dan capital
employed (VACA). Ukuran perusahaan (firm size) diukur oleh Log Asset, dan
CSR menggunakan GRI dengan content analysis. Jumlah perusahaan sector
properti sebanyak 15 sampel perusahaan dengan tahun pengamatan dari tahun
2013-2017 sehingga total tahun pengamatan adalah sebanyak 75 data
perusahaan (data panel).
VARIABEL Min Max Mean
CSR .30 .60 .4119
Nilai minimum kinerja perusahaan yang diproksi oleh Tobins Q pada
perusahaan sektor properti sebesar 0.22 dan maksimum sebesar 1.99. Nilai
terendah dimiliki oleh BEST pada tahun 2014 dan nilai tertinggi dimiliki oleh
PWON Tbk. Rata-rata nilai perusahaan sebesar 0.9978, artinya perusahaan-
perusahaan pada sector properti belum memiliki prospek investasi yang baik
karena nilai Tobins Q masih dibawah satu.
Nilai minimum human capital (VAHU) sebesar 2.55 dan nilai maksimum
sebesar 43.96. Nilai human capital terendah dimiliki oleh perusahaan LPKR
pada tahun 2017 dan tertinggi oleh PWON pada tahun 2014. Nilai rata-rata
human capital (VAHU) sebesar 10.5818. Nilai minimum struktur capital
(STVA) sebesar 0.61 dan nilai maksimum sebesar 0.98. Nilai human capital
terendah dimiliki oleh perusahaan LPKR pada tahun 2017 dan tertinggi oleh
PWON pada tahun 2014. Nilai rata-rata struktur capital (STVA) sebesar 0.85.
Nilai minimum capital employed (VACA) sebesar 0.03 dan nilai maksimum
sebesar 0.28. Nilai capital employed terendah dimiliki oleh perusahaan DART
pada tahun 2017 dan tertinggi oleh BEST pada tahun 2013. Nilai rata-rata
capital employed sebesar 0.123. Proporsi rata-rata VAIC didominasi oleh
VAHU (89.68%),STVA(9,18%) dan VACA(1,14%).
Nilai minimum firm size sebesar 15.55 dan nilai maksimum sebesar 31.46.
Nilai firm size terendah dimiliki oleh perusahaan LPCK pada tahun 2016 dan
tertinggi oleh BSDE pada tahun 2017. Nilai rata-rata firm size sebesar 26.08.
Pengungkapan CSR minimal adalah 0.30 dan maksimum sebesar 0,60
dengan rata-rata sebesar 0,4110. Pengungkapan CSR minimal dimiliki oleh
perusahaan MLTA tahun 2016 dan pengungkapan CSR maksimal diiliki oleh
perusahaan KIJA pada tahun 2016. Rata-rata pengungkapan CSR di sector
properti masih rendah karena masih di bawah 0.5.
Untuk memperjelas gambaran tiap-tiap variabel, berikut rata-rata variabel-
variabel penelitian setiap periode dari tahun 2013-2017.
Tabel 4.2. Rata-rata Variabel Penelitian Periode 2013-2017
TAHUN VAHU STVA VACA VAIC SIZE CSR TOBINSQ
2013 13.16964 0.870449 0.139099 14.17918 26.88477 0.411867 0.983855
2014 13.10621 0.874577 0.138465 14.11925 27.05176 0.411867 0.997001
2015 10.12819 0.845564 0.12369 11.09745 27.19365 0.411867 1.027533
2016 8.377231 0.83912 0.110908 9.327259 24.54748 0.411867 1.030469
2017 8.127948 0.831513 0.103611 9.063071 24.71203 0.411867 0.950386
Sumber: Data BEI diolah, 2019
Terlihat pada grafik 4.1 di bawah ini, rata-rata Tobins Q yang merupakan
indicator dari kinerja perusahaan, setiap tahunnya mengalami kenaikan yang
signifikan dari tahun 2013-2016 namun mengalami penurunan pada tahun 2017.
Grafik 4.1. Rata-Rata Kinerja Perusahaan tahun 2013-2017
Sumber: Data BEI diolah, 2019
Grafik 4.2 dibawah menjelaskan bahwa nilai rata-rata Intelectual Capital (VAIC)
mengalami penurunan dari tahun ke tahun yang tampak pada indicator Intelectual
Capitalnya yaitu VAHU, STVA dan VACA yang juga mengalami penurunan.
Grafik 4.2. Rata-Rata Intelectual Capital Tahun 2013-2017
Sumber : Data BEI diolah, 2019
Dari grafik 4.3 di bawah, rata-rata firm size perusahaan properti mengalami
fluktuasi dari tahun ke tahun. Dari tahun 2013-2015 firm size mengalami kenaikan,
namun di tahun 2016 dan 2017 tren mengalami penurunan signifikan.
Grafik 4.3. Rata-rata Firm Size tahun 2013-2017
Sumber : Data BEI diolah, 2019
Berdasar grafik 4.4 di bawah ini, Pengungkapan CSR mengalami trend
yang stabil, nilai rata-rata CSR sama dari tahun ke tahun.
Grafik 4.4. Rata-rata CSR tahun 2013-2017
Sumber : Data BEI diolah, 2019
Hal ini menunjukan kesadaran perusahaan sector properti untuk terus melakukan
dan mengungkapkan CSR tidak meningkat.
4.2. Uji Asumsi Klasik
Berdasarkan pengujian asumsi klasik melalui uji normalitas, heteroskedastisitas
dengan uji gletser, uji autokorelasi, uji multikolinieritas dengan nilai VIF dan
Tolerance memenuhi kriteria Best Linier Unbiased Estimator (BLUE). Hasil
pengujian statistic uji asumsi klasik terdapat pada lampiran.
4.3. Pengujian Hipotesis Penelitian dan Pembahasan
Pengujian hipotesis pada penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda
dengan data panel. Total jumlah perusahaan di sector properti yang memenuhi kriteria
sebanyak 15 perusahaan yang listingdi BEI dalam pengamatan dari tahun 2013 sampai
2017 sehingga total tahun pengamatan adalah sebanyak 75 data (data panel).
Pengujian hipotesis menggunakan weighted general least square dengan Software
Eviews versi 9.
Variabel Prediksi TobinsQ
***Didukung secara statistik pada alpha 1%, ** pada alpha 5%,*10%
Berdasarkan hasil pengujian hipotesis pada table 4.3 diatas, terlihat variable
Intelectual Capitalbaik secara total (VAIC) maupun dengan indicator-indikatornya
yaitu VAHU, STVA, dan VACA memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap
nilai perusahaan, dengan proporsi rata-rata terbesar adalah VAHU(89,68%),
STVA(9,18%) dan VACA(1,14%), sehingga pada perusahaan property komponen
paling dominan dari IC VAHU. Hasil penelitian ini sependapat dengan teori yang
dikemukakan oleh Choong(2015) yang menyatakan bahwa pengaruh Intelectual
Capital terhadap FP terlihat dari value creation dari Intelectual Capital, hal ini
didukung oleh Gioacasi (2014), Carson et al, Enhard dan Anghel dalam Alipour
(2011) yang mengemukakan bahwa praktek ekonomi telah berdasar pada knowledge
based information sehingga menempatkan IC sebagai factor penting dalam penciptaan
nilai untuk pencapian kinerja perusahaan. Hasil penelitian ini juga mendukung
penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh A’layi (2014), Matinfard and
Khavari(2015), Ameneh, Bagher and Zhale(2015), Fahim, Maleki,
Yousefnezhad(2012) dimana Intelectual Capital berpengaruh signifikan terhadap nilai
perusahaan.
Berdasar pada table 4.2., selama periode pengamatan tampak bahwa nilai rata-rata
FS relative sama, tidak bervariasi, demikian juga apabila dikaitkan dengan nilai rata-
rata FP tidak bervariasi pula, oleh karena itu hal ini menyebabkan FS tidak
berpengaruh signifikan terhadap FP. Secara teori, FS akan mempengaruhi kinerja
perusahaan, semakin besar skala perusahaan berpotensi untuk meningkatkan
kinerjanya, dalam penelitian tidak terlihat ada perbedaan skala ataupun kinerja selama
5 tahun periode pengamatan, kemungkinan hasil berbeda akan diperoleh apabila tahun
penelitian diperpanjang yang barangkali akan diperoleh variasi data yang cukup untuk
mendorong pengaruh FS terhadap FP.
Hasil pengujian pengaruh CSR terhadap nilai perusahaan juga mendukung
hipotesis dimana Corporate Social Responsibility berpengaruh positif signifikan
terhadap nilai perusahaan pada tingkat signifikansi 1%. Hasil penelitian ini
mendukung teori yang dikemukakan oleh Hamidu, Haron dan Amran(2015) yang
menyatakan bahwa konsep-konsep yang ada dalam CSR memungkinkan manager
menggunakan CSR sebagai alat untuk membangun strategi, selalu ta at peraturan,
memelihara standard-standard, membangun reputasi perusahaan untuk nemperoleh
loyalitas pelanggan yang pada puncaknya akan meningkatkan profitabilitas dan
pencapaian semua tujuan perusahaan. Hasil ini juga mendukung penelitian
sebelumnya yang dilakukan oleh Dilashenyi (2018), Kumar and Priyadarsini (2017),
Ocran, E (2011) yang mendokumentasikan bahwa bahwa CSR berpengaruh terhadap
nilai perusahaan.
Dilihat dari goodness of fit model penelitian, nilai R2 model kinerja perusahaan
dengan total intelecuat capital adalah 23,83%. Nilai F statistik untuk keempat model
signifikan pada level 1%, artinya keempat model penelitian dengan model intellectual
capital total maupun melalui indikatornya yaitu VAHU, STVA dan VACA semuanya
layak atau fit.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh intelectual capital, firm size, dan
Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja perusahaan. Hasil pengujian
menunjukkan bahwa:
VAHU, STVA dan VACA, yang didominasi oleh VAHU, faktor Human
(manusia). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin baik intellectual
capital maka kinerja perusahaan sektor property semakin meningkat.
2. Firm size tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan. Selama
tahun pengamatan hasil penelitian menunjukkan bahwa firm size bukan factor
penentu kinerja perusahaan pada sektor property di Indonesia.
3. Corporate Social Responsibility (CSR) berpengaruh positif signifikan terhadap
kinerja perusahaan. Semakin baik pengungkapan CSR yang dilakukan
perusahaan maka kinerja perusahaan di sektor property akan semakin
meningkat.
untuk mempertimbangkan aplikasi konsep-konsep yang berkaitan dengan:
a. Intelectual Capital, yang indikatornya VAHU, STVA dan VACA,
dimana VAHU menduduki porsi terbesar pada perusahaan property,
dengan cara recruitment pegawai yang tepat sehingga mampu
menghasilan nilai tambah untuk mendorong peningkatan kinerja.
b. Corporate Social Responsibility, dimana untuk perusahaan property
mempunyai skor yang masih rendah sedangkan penelitian
menunjukkan factor ini berpengaruh signifikan terhadap kinerja, yang
dilakukan dengan cara menambah item -item pengungkapan dalam
GRI index yang menunjukkan tranparansi kepada stakeholder dimana
hal ini akan mendorong peningkatan kinerja perusahaan.
2. Disarankan kepada akademisi untuk meneliti ulang pengaruh Firm Size
terhadap kinerja pada perusahaan property, untuk mengetahui arah teori yang
berkaitan mengingat bahwa teori baku yang berlaku FS berpengaruh terhadap
kinerja perusahaan, dengan cara memperpanjang periode pengamatan untuk
memperoleh hasil yang lebih jelas.
DAFTAR PUSTAKA
a. Al-Matari, Ebrahim Mohammed; Al-Swidi, Abdulah Kaid; Hanim, Faudziah, 2014, The
Measurements of Firm Performance Dimensions, Asian Journal of Finance and Accounting,
Vol 6, N0. 1..
b. Alipour,M(2012). The effect of intellectual capital on firm performance: an investigation of
Iran insurance companies. Measuring Business excellence, Emerald Group Publishing
Limited, Vol 16, No. 1
c. Anghel, I. (2008), ‘‘Intellectual capital and intangible assets analysis and valuation’’,
Theoretical and Applied Economics, Vol. 2, pp. 75-84. VOL. 16
d. A’layi, Azar Sharbandar, 2014, The Impact of Intelellectual Capital on Retursn and Stock
Price of Listed Companies in Tehran Stock Exchange, Applied Science Report Vol 4, No 3
e. Ameneh, Zarei; Bagher, Shamszadeh; Zhale, Zarei, 2014, The Effect f Intellectual Capital
on Financial Performance of Banks Listed In Tehran Stock Exchange, Journal of Money
and Economy, Vol 9, No 4
f. Brigham, Eugene F; Houston, Joel F, 2004 Fundamental of Financial Management,
University of Florida, Thomson Southwestern, USA
g. Berk, Jonathan; DeMarzo, Peter, 2011, Corporate Finance, second edition,Stanford
University, Pearson International, USA
h. Choong, Kwee Keong, 2008, Intelectual Capital : Definitions, Categorization and Reporting
Models, Journal of Intelectual Capital.
i. Dogan, Mesut, 2013, Does Firm Size Affect the Firm Profitability? Evidence From Turkey,
Research Journal of Finance and Accounting, Vol 4, No 4.
j. Dang, Chongyu (David); Li, Frank, 2015, Measuring Firm Size in Empirical Corporate
Finance, Richard Ivey School of Business, University of Western, Ontario
k. Fahim, SR Seyednezhad; Maleki,M;Yousefnezhad,S, 2013, Effect of Intellectual Capital
on Market Criteria in The Performance Evaluation of Accepted Companies in Tehran SEC,
International Journal of Applied Operational Research, Vol 3, No. 2.
l. Gioacasi, Diana, 2014, Intellectual Capital : A Critical Approah on Definitions and
Categorization, CES Working Paper-Volume 6 Issue 4
m. Holienka M & Pilkova A, 2014.“Impact of Intellectual Capital and its Components on
Firm Performance Before and After Crisis”. Electronic Journal of Knowledge
Management, Volume 12 Issue 4.
n. Hamidu, Aminu Ahmadu; Haron, Harashid Md; Amran, Azlan, 2015, Corporate Social
Responsibility: A Revie on Definitions, Core Characteristics and Theoretical Perspective,
Meditrranean Journal of Social Sciences Vol 6 no 4 ,MCSER Publishing, Rome-Italy
o. Kumar, Praveen, 2016, Impact of CSR on Performance- Reference to Selected
Banks,ResearchGate
p. Luqman, Clawale, 2017, The Effect of Firm Size on Performance of Firms in Nigeria,
ResearchGate
q. Matinfard, Mehran & Khavari, Ali, 2015, The Impact of Intellectual Capital on Firm
Performance : Evidence From Tehran Stock Exchange, Management Science Letter.
r. Mercedes and Terrance, Jalbert,2011, Does Educational Background Affect CEO
Compensation and Firm Perfromance ?, University of Hawai, The Institute for Business
and Finance Research, USA
s. Nickel, S, 1996, Competition and Corporate Performance, Journal of olitical Economy.
t. Oyelade, Aduralere Opeyemi, 2019, The Impact of Firm Size on Firm Performance n
Nigeria : A Comparative Stud Of Selected Firms in The Building Industry in Nigeria, Asian
Development Pilicy Review, Vol 7, No 1, 1-9.
u. Niresh, Alloy & Velhampy, T, 2014, Firm Size and Profitability: A Study of Listed
Manufacturing Firms in Sri Lanka, International Journal of Business and Management, Vol
9, No. 4.
v. Ocran, Emanuel, 2011, The Effect of Corporate Social Responsibility(CSR) on Profitability
of Multinational Companies, A Case Study of Nestle Ghana Limited.,Kwame Nkrumah
University of Science and Technology.
w. Pulic A, 2000. “VAIC: an accounting tool for IC Management”. International Journal of
Technology Management, Vol 20, No 8, pp 5-8
x. Papula, J. and Volná, J. (2011) “Intellectual capital as value adding element in knowledge
management”, Knowledge as Business Opportunity. Proceeding of the Conference of the
International School for Social and Business Studies, Celje, Slovenia, June.
y. Philip Kioko, Nzioka, 2010, The Relationship Between Firm Size and Financial
Performance of Commercial Banks in Kenya, University of Nairobi.
z. Rita Martini & Rulyanti Wardhani, 2016, Effect of Intellectual Capital To Return On
Equity (Study On Consumer Goods Industry Listed In Indonesia Stock Exchange,
ResearchGate.
aa. Selvarajah, Dilashenyi Devi; Murthy, Uma; Massilamany, Mathavi, 2018, The Impact of
Corporate Social Responsibility on Firm’s Financial Performance in Malaysia,
International Journal of Business and Management, Vol 13, No 3
bb. Selvam, Murugesan; Gayathri, Jayapal; Vasanth, Vinayagamoorthi; Lingaraja, Kaslingam;
Marxioli, Sigo, 2016, Determinants of Firm Performance : A Subjective Model,
International Journal of Social Science Studies, Vol 4, no 7.
cc. Santos, Juliana Bonomi; Ledur Brito, Luiz Arturm 2012, Toward a Subjective Measurement
Model for Firm Perfromance, Lancaster University Management School, Lancaster
University, Lancaster, UK
University of Macau, Macau.
ee. Wiwik Utami.2015.” Financial Performance and the Quality of Sustainability Disclosure
Based on Global Reporting Initiative: Value Relevances Study in Indonesia Stock
Exchange.”. Mediteranean Journal of Social Sciences, Vol 6, No 5, October 2015
ff. Yisau Abiodun, Babalola, 2013, The Effect of Firm Size on Firms Profitability in Nigeria,
Journal of Economics and Sustainable Development,, Vol 4, No 5.
Lampiran 1. Output Eviews Uji Asumsi Klasik
UJI ASUMSI KLASIK
1.1 UJI NORMALITAS
Terdapat 9 data yang dibuang outlier karena diperoleh data tidak fit tidak terdistribusi normal.
Sehingga uji normalitas diujikan untuk 66 data. Diperoleh sebagai berikut:
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
b. Calculated from data.
c. Lilliefors Significance Correction.
d. This is a lower bound of the true significance.
1.2 UJI HETEROSKEDASITAS
Hasil sebagai berikut:
1.4 UJIMULTIKOLINEARITAS
Nilai VIF < 10 dan nilai toleransi > 0.1. hasil uji sudah sesuai dengan syarat lolos
multikolinearitas
Coefficientsa
Model
Collinearity
Statistics
Unstandardize
A. Ketua UMB
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
B. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr. Dwi Asih Surjandari, MM,CA,Ak
2 Jenis Kelamin Perempuan
3 Jabatan Fungsional Lektor
5 NIDN 1117105901
7 E-mail [email protected],
[email protected]
8 Nomor Telepon / HP 081 281 101717, 081 355 546 317
9 Alamat Kantor Universitas Mercu Buana
Jl. Meruya Selatan, Kembangan,
12 Mata Kuliah Yg Diampu 1 Auditing
2.Akuntansi Manajemen
Judul
Skripsi/Tesis/Disertasi
FA Handoko, SE, MSc
(Bukan Skripsi, Tesis maupun disertasi)
No Tahun Judul Penelitian Pendanaan
Sumber Jml (Juta
1 2015 Analisis Kesiapan Mahasiswa Akuntansi dalam Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean 2015
P2M Univ
Performance Incentives,Internal Control
Vol 6, No. 5, Suplement 5, ISSN 2039-
9340(Print), 2039-2117(Online)
Akuntansi Pada Perguruan Tinggi Swasta
Wilayah III Jakarta Era Masyarakat
Ekonomi Asean tahun 2016
Capital Structure and Shareholding
Exchange)The Accounting Journal of
Binaniaga 1(02) 57-68,EISSN 2580-
Control in the Performance of
Auditor(Empirical Studies) ABC Kap in
South Jakarta, 2009-2013.The Accounting
2580-1481,PISSN 2527-4309
Level Either Before or After Merger (Case
Study up on 7 open companies in 2012)
The Accounting Journal of Binaniaga 2(02)
77-84, EISSN 2580-1481PISSN 2527-4309
Liquidity, and Capital on Banking
Profitability.Global Journal of Management
ISSN 2249-4588,PISSN 09755853
Manufacturing Companies in The Basic
Industrial and Chemical Sector. Asian
Academic Research Journal of Social
Sciences & Humanities, Vol 5, Issue 6,
ISSN : 2278-859X
Mechanism and Earning Management on
Company Financial Performance. Global
Research, Vol 19, Issue 1, ISSN 2249-
4588, PISSN 09755853
No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan
Sumber* Jml(Jt Rp)
Akuntansi pada Guru dan Siswa di SMUN 32,
Jakarta
Asean pada Guru dan Siswa SMUN 32,
Jakarta
SMUN 32, Jakarta
dengan Software Accurate pada siswa SMU 32
Jakarta
P2M
Universitas
Mercubuana
3.500.000
Jakarta Barat
Jakarta Barat
Pelatihan Kerajinan De Coupage
Jakarta Barat
PKK, Kelurahan Kembangan Utara, Jakarta
Barat
P2M
Universitas
Mercubuana
5.000.000
E. . Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir
No. Judul Artikel Ilmiah
Performance Incentives,Internal
Government Officer.
Ratios, Capital Structure and
Shareholding Structure Against on
Value Company (Empirical Study
on Indonesia Stock Exchange)
3 The Influence of Aplication System
Quality Control in the Performance
of Auditor(Empirical Studies) ABC
2013.The Accounting Journal of
4 The Analysis of the Company
Profitability Level Either Before or
After Merger (Case Study up on 7
open companies in 2012) The
Accounting Journal of Binaniaga
2(02) 77-84, EISSN 2580-
Liquidity, and Capital on Banking
Profitability.Global Journal of
Management and Business
2249-4588,PISSN 09755853
Structure of Manufacturing
and Chemical Sector. Asian
Academic Research Journal of
Social Sciences & Humanities, Vol
. Asian Academic
Research Journal
Governance Mechanism and
ISSN 2249-4588, PISSN 09755853
Jakarta, 05 Juli, 2019
D. Ketua Mitra
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
A. Identitas Diri
1 Nama Lengkap (dengan gelar) Dr. Lela Nurlaela Wati, SE, MM
2 Jenis Kelamin Perempuan
4 NIP / NIK/ Identitas lainnya 02080307127801
5 NIDN 0307127801
7 E-mail [email protected]
9 Alamat Kantor Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah
Jakarta, Jl. Minagkabau No. 60 Jakarta Selatan
10 Nomor Telepon / Faks 02187927022
11 Lulusan yang Telah Dihasilkan S1 = 10 orang /tahun, S2 = 5 orang/tahun
12 Mata Kuliah Yg Diampu 1 Manajemen Keuangan
2.Seminar Manajemen Keuangan
5 Metodologi Peneitian
B. Riwayat Pendidikan
S1 S2 S3
Jakarta
Tahun Masuk-Lulus 1999 - 2003 2004 - 2005 2012 - 2016
Judul
Skripsi/Tesis/Disertasi
MM
Tahun
Social Reporting dan Dampaknya terhadap
Nilai Perusahaan di Indonesia
Responsibility terhadap Kinerja Perusahaan
Internal STIE
Pengungkapan Corporate Social
Manufaktur Indonesia
Internal STIE
Kesulitan Keuangan Dan Kebangkrutan
Hibah Dikti Rp. 13.000.000
No Tahun Judul Pengabdian Kepada Masyarakat Pendanaan
Sumber* Jml(Jt Rp)
Pembinaan Menumbuhkan Jiwa Kewirausahaan
Lingkungan RW 031, Mangunjaya, Tambun
Selatan-Bekasi
Lingkungan terhadap Warga Masyarakat Kel.
Pasar Manggis Jakarta Selatan
Pinjam Desa Cihanjawar, Kec. Bojong Purwakarta
Internal 7.500.000
Pendapatan Daerah Dalam Meningkatkan
Kec. Bojong Purwakarta
Pinjam" Untuk Pengurus, RT, RW, dan Warga
Desa. Tahun 2016
pada Pengurus TPA/TKA Baitul Ilmi Depok
Mandiri
E. . Publikasi Artikel Ilmiah Dalam Jurnal Dalam 5 Tahun Terakhir
No. Tahun Judul
Jurnal Ecodemica Vol. 2 No. 2
3. March The Effect of Using Balanced Journal of Applied Vol. 2 No. 1
2018 Scorecard on Competitive
Performance
No. Tahun Judul/Tema HKI
Nama-nama
Penulis
Lela Nurlaela
Lela Nurlaela
Jakarta, 05 Juli, 2019
E. Anggota/Mitra
Tempat & Tgl Lahir : Bangka, 10 Okt 1972
NIDN : 0310107202
Alamat Rumah : Jl. Polisi I No. 1, Paledang – Bogor
No. Telepon : 0815-1821475; 081319314090
Gelar Akademik
Tahun Lulus
3. S-1 Universitas Indonesia Akuntansi SE, Ak 1999
4. D-III Akademi Akuntansi
Negeri I – Pangkal Pinang –
PGRI I, Toboali – Bangka
209 Toboali – Bangka
1. 2000- Sekarang
Kaprodi D-III Akuntansi
2. 2015- Sekarang
3. 2018 - Sekarang
4. 2007-2014 PT. Dinamika Mitra Pratama Manager Akuntansi dan Keuangan
5. 2006-2007 JMT Lawhouse Senior Konsultan
6. 2006-2007 Radinka Group Senior Staff Keuangan dan Akt
7. 2000-2006 PT. Enerfra Septadaya Prima Manager Akuntansi & Kuangan
8. 1995-2000 PT. ITCI Hutani Manunggal Kasi Umum & Logistik
9. 1994-1995 PT. Dwinada Gitaswara Staf Akuntansi
JURNAL ILMIAH 5 TAHUN TERAKHIR
No Judul Tempat Publikasi
It
Mandiri
International
3. Pengaruh Tata Kelola Organisasi Terhadap Kualitas Pelaporan Keuangan - Studi Kasus Pada Pemda Bangka Selatan
Hibah Bersaing Tahun 2018
Systems and The
Reporting Quality
Vol.6, No.6, 2015
STIEMJ
6. Pengaruh Price Earning Ratio, Price to Book Value dan Return on Equity Terhadap Return Saham (Survey Pada Perusahaan Otomotif di Bursa Efek Indonedia) (Joint Research)
Jurnal Akuntansi STIEMJ, Volume 1, Nomor 6, Nov 2014
STIEMJ
7. Analisa Efektifitas Pengelolaan Keuangan dan Pengukuran Kinerja Badan Layanan Umum Daerah
Hibah Bersaing Tahun 2014
Jurnal Akuntansi STIEMJ, Volume 1 Nomor 4, Nov 2013
STIEMJ
9. Pengaruh Perhitungan Pajak Penghasilan Terhadap Laba Ditinjau dari Sudut Perpajakan dan Akuntansi (Studi kasus Pada PDAM Tirtanadi) (Joint Research)
Jurnal Akuntansi STIEMJ Volume, 1, Nomor 2, Nov 2012
STIEMJ
Laporan Keuangan", di PT. Indoport Prima, Jakarta. Tahun 2015
Jakarta Timur STIEMJ
2. Pembentukan Koperasi: "Koperasi Simpan Pinjam" Untuk Pengurus, RT, RW, dan Warga Desa. Tahun 2016
Desa Cihanjawar, Kecamaatan
No Nama Seminar/Pelatihan Tahun Penyelenggara
1. Peserta – The 1st Asian Applied Accounting and 27 – 28 October IAI Jabar & FEB
Business Conference – Accountability For Sustainable Development: Asian Perspectives
2017 UNPAD
13 september 2017
05 Agustus 2017 STIEMJ
20 Agustus 2016 BPK-RI
5. Peserta Seminar “Metode Penelitian Terapan (Applied Research Method) – Part II
16 Agustus 2016 IAI Jabar & FEB UNPAD
6. Peserta Workshop Nasional: "Peningkatan Akreditasi Program Studi Perguruan Tinggi Muhammadiyah/'Asiyiyah". Tanggal 8-10 April 2016. Penyelenggara Majelis Dikti Muhammadiyah & Univ. Muhammadiyah Jakarta
8-10 April 2016
Majelis Dikti Muhammadiyah &
Jakarta
7. Peserta Seminar Ilmiah dalam Workshop Nasional dengan Topiik "Training of Trainer- Pasar Modal Syariah".
13-14 Desember 2016
8. Pemakalah Seminar " Meningkatkan Budaya dan Etika Organisasi Untuk Mencegah Fraudulent Dalam Laporan Keuangan dan Diseminasi Artikel Publikasi Internasional Berindex",
6 Juni 2015 Univ. Padjadjaran - Bandung
9. Narasumber Seminar " Peran Akuntan di Era Globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean"
18 April 2015 STIEMJ
1. Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Anggota
2. Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Anggota
3. Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Anggota
4. Assosiasi Profesi Pendidik dan Praktisi Teknisi Akuntansi Indonesia (APPTASI)
Anggota
Bogor, 23 Februari 2019
Lampiran 3. Surat Pernyataan Ketua Peneliti
SURAT PERNYATAAN KETUA PENELITI/PELAKSANA
Nama : Dr. Dwi Asih Surjandari, MM, Ak, CA
NIDN : 1117105901
terhadap Firm Performance
(Studi kasus pada perusahaan sector properti di BEI)
yang diusulkan k e P u s a t P e n e l i t a n U M B untuk tahun anggaran 2019-2020 bersifat original dan belum pernah dibiayai oleh lembaga / sumber dana lain.
Bilamana di kemudian hari ditemukan ketidaksesuaian dengan pernyataan ini, maka saya
bersedia dituntut dan diproses sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan mengembalikan
seluruh biaya Riset yang sudah diterima ke kas universitas mercu buana.
Demikian pernyataan ini dibuat dengan sesungguhnya dan dengan sebenar-
benarnya.
Direktur Pascasarjana Yang Menyatakan
NIP/NIK : NIP/NIK : 11359038