23
HANDOUT Bahan Kajian : Struktur dan Proses Sosial (Pengantar Filsafat Ilmu) Sks/Kode : 2 sks/SOA 166 Program Studi : Pendidikan Sosiologi Antropologi Fakultas : Ilmu Sosial Dosen : Nora Susilawati, S.Sos, M.Si (4437) Delmira Syafrini S.Sos,MA (4445) Pertemuan Ke : 1 (satu) Learning Outcome : Mata kuliah ini mengkaji tentang dasar-dasar dari filsafat ilmu yang meliputi konsep- konsep dasar filsafat dan filsafat ilmu, jenis dan sumber pengetahuan, dasar-dasar ilmu, struktur ilmu, logika ilmu, sarana ilmiah, kebenaran dalam ilmu, berpikir dalam ilmu, etika dan moral dalam ilmu serta beberapa pandangan dalam filsafat ilmu sosial. Indikator : 1. Menjelaskan konsep-konsep dasar filsafat ilmu.l 2. Menjelaskan ruang lingkup dan manfaat filsafat ilmu. Materi : 1.Pengertian filsafat dan filsafat ilmu 2.Ruang lingkup filsafat ilmu 3.Manfaat mempelajari filsafat ilmu

IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

  • Upload
    hakhue

  • View
    296

  • Download
    1

Embed Size (px)

Citation preview

Page 1: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

HANDOUT

Bahan Kajian : Struktur dan Proses Sosial (Pengantar Filsafat Ilmu)

Sks/Kode : 2 sks/SOA 166

Program Studi : Pendidikan Sosiologi Antropologi

Fakultas : Ilmu Sosial

Dosen : Nora Susilawati, S.Sos, M.Si (4437)

Delmira Syafrini S.Sos,MA (4445)

Pertemuan Ke : 1 (satu)

Learning Outcome :

Mata kuliah ini mengkaji tentang dasar-dasar dari filsafat ilmu yang meliputi

konsep- konsep dasar filsafat dan filsafat ilmu, jenis dan sumber pengetahuan,

dasar-dasar ilmu, struktur ilmu, logika ilmu, sarana ilmiah, kebenaran dalam ilmu,

berpikir dalam ilmu, etika dan moral dalam ilmu serta beberapa pandangan dalam

filsafat ilmu sosial.

Indikator :

1. Menjelaskan konsep-konsep dasar filsafat ilmu.l

2. Menjelaskan ruang lingkup dan manfaat filsafat ilmu.

Materi :

1.Pengertian filsafat dan filsafat ilmu

2.Ruang lingkup filsafat ilmu

3.Manfaat mempelajari filsafat ilmu

Page 2: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

Materi 1.

PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU

Dalam kajian sejarah dapat dijelaskan bahwa perjalanan manusia telah mengantarkan

dalam berbagai fase kehidupan. Sejak zaman kuno, pertengahan dan modern telah

melahirkan sebuah cara pandang terhadap gejala alam dengan berbagai variasinya. Dalam

proses tersebut melahirkan pemikiran yang mengantarkan pemikiran umat manusia dari

mitologi oriented pada arah menuju pola pikir ilmiah (perubahan dari pola pikir

mitosentris ke logosentris).

Setelah adanya demitologisasi oleh para pemikir alam seperti Thales, Anaximenes,

Phitagoras, Heraklitos, Parminides, dan pemikir-pemikir lainnya maka pemikiran filsafat

berkembang secara cepat karena adanya arus gerakan rasionalisme, empirisme, dan

positivisme. Gerakan ini dipelopori oleh pemikir kotemporer yang mengantarkan

kehidupan manusia pada tataran era modernitas yang berbasis pada pengetahuan ilmiah.

Pengetahuan ilmiah atau ilmu merupakan “a higher level of knowledge”, maka

lahirlah filsafat ilmu sebagai penerusan pengembangan filsafat umum. Filsafat ilmu

sebagai cabang filsafat menempatkan objek sasarannya ilmu (pengetahuan).

Filsafat adalah peletak dasar suatu pengetahuan. Oleh sebab itu filsafat disebut

sebagai induk segala ilmu pengetahuan (mater scientarium). Filsafat berasal dari kata

Yunani yaitu “philosophia” yang artinya cinta keraifan. Akar katanya adalah philos

(philia : cinta, kekasih, sahabat, kecenderungan pada sesuatu) dan sophia (kearifan,

kebijaksanaan, pengetahuan). Jadi secara harfiah berarti mencintai kebijaksanaan atau

pengetahuan.

Filsafat adalah suatu studi yang mempelajari seluruh fenomena kehidupan dan

pemikiran manusia secara kritis, mendeteksi problem secara radikal, mencari solusi,

memberikan argumentasi dan alasan yang tepat untuk solusi tertentu, serta akhir dari

proses-proses itu dimasukkan ke dalam sebuah proses kerja ilmiah. Filsafat dimulai dari

perenungan untuk mengusahakan kejelasan, keruntutan dan keadaan memadai dari

pengetahuan agar memperoleh pemahaman.

Page 3: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

PERENUNGAN→PEMIKIRAN→PEMAHAMAN

Filsafat memiliki karakteristik seperti :

1. Filsafat sebagai berpikir secara kritis

2. Filsafat adalah berpikir dalam bentuk yang sistematis

3. Filsafat menghasilkan sesuatu yang runtut

4. Filsafat adalah berpikir secara rasional

5. Filsafat bersifat komprehensif

Ilmu mempelajari alam sebagaimana adanya (das sein) dan terbatas pada lingkup

pengalaman kita. Ilmu adalah kumpulan pengetahuan yang disusun secara konsisten dan

kebenarannya telah teruji secara empiris. Hakikat ilmu bersifat pramatis yaitu ilmu tidak

mencari kebenaran absolut tetapi kebenaran yang bermanfaat bagi manusia dalm tahap

perkembangan tertentu. Ilmu bersifat konsisten artinya penemuan yang satu didasarkan

kepada penemuan-penemuan sebelumnya.

Ilmu = science dan pengetahuan= knowledge

Perkembangan ilmu :

Commonsense→Seni→Rasionalisme→Empirisme→Falsifikasionisme→Relativisme→Pra

gmatisme→Filsafat ilmu

Filsafat ilmu adalah bagian dari filsafat yang menjawab beberapa pertanyaan

mengenai hakikat ilmu. Bidang ini mempelajari dasar-dasar filsafat, asumsi dan implikasi

dari ilmu, yang termasuk di dalamnya antara lain ilmu alam dan ilmu sosial. Filsafat ilmu

menempatkan ilmu pengetahuan sebagai sasarannya dan tiang penyangga bagi eksistensi

ilmu yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi ilmu. Filsafat ilmu sosial adalah filsafat

khusus, yang mengkaji tentang seluk beluk ilmu atau hakikat ilmu dari disiplin ilmu

sosial yang membicarakan tentang idividu, masyarakat dan kebudayaan dalam relaitas

sosial.

Page 4: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

Thales Thales Thales Aristoteles

Kosmologi Astronomi Fisika Geometri Analitika

Dialektika

Plato Phythagoras Aristoteles

(Filsafat Spekulatif) (Organon)

Zaman Romawi Kuno Zaman Romawi Kuno

Cicero Logika

Abad Pertengahan

Filsafat Teknologi

Zaman Renaisance

Galileo, F Bacon

Metode Eksperimental

Zaman Modern Zaman Modern Zaman Modern Zaman Modern

Abad XVII Abad XVII Abad XVII

Descartes Descartes

Newton Newton

Leibniz

Abad XVIII Abad XVII Abad XIX

Filsafat Mental Filsafat Alam Fisika Boole A de Morgan

Dan Moral

Abad XX Abad XX Abad XX Abad XX

Filsafat Analitik Berbagai Ilmu Baru Berbagai Cabang Logika Modern

Filsafat Ilmu

Gambar . Pilar Fisafat Ilmu

Page 5: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

Tabel 4.1 Tingkat Patokan Ilmu , Filsafat Ilmu

Level Disiplin Substansi Materi

2 Filsafat

ilmu

Analisis prosedur dan logika penjelasan

ilmiah

1 Ilmu Penjelasan Fakta

0 - Fakta

Materi 2

RUANG LINGKUP FILSAFAT ILMU

1. Objek material :

Objek material adalah objek yang dijadikan sasaran menyelidiki oleh suatu ilmu,

atau objek yang dipelajari oleh ilmu itu. Objek materialnya adalah pengetahuan itu

sendiri, yaitu pengetahuan yang telah disusun secara sistematis dengan metode ilmiah

tertentu, sehingga dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya secara umum.

2. Objek Formal :

Objek formal adalah suatu pandang dari mana sang subjek menelaah objek

materialnya. Objek formal filsafat ilmu adalah hakikat (esensi) ilmu pengetahuan,

bagaimana cara memperoleh kebenaran ilmiah dan apa fungsi ilmu itu bagi manusia.

Problem inilah yang akan dikaji dalam pengembangan ilmu pengetahuan sebagi

landasan ontologi, epistemologi dan aksiologi.

Ruang Lingkup

Ontologi Ilmu Apa hakikat ilmu, apa hakikat kebenaran dan kenyataan yang

koheren dengan pengetahuan ilmiah. Filsafat ini menjawab apa

dan bagaimana objek apa yang ada (being : objek sebenarnya

dapat berupa objek material dan formal).

Epistemologi ilmu Sumber, sarana dan tata cara menggunakan sarana tersebut

untuk mencapai pengetahuan ilmiah. Perbedaan dalam

Page 6: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

menentukan ontologi akan menentukan sarana yang dipilih.

Aksiologi Ilmu Nilai manfaat yang bersifat normatif dalam memberikan makna

terhadap hasil kajian epistemologi atau kebenaran sebagaimana

dijumpai dalam kehidupan. Makna ilmu dapat bersifat

teleologis, etis, dan integratif.

Gambar . Berfikir Reflektif (Supriyanto)

Peristiwa alam/Sosial

THE FACT

Analisis

Analisis

INDRAWI TEORI

Root of Couse

What

How Why

NILAI

KEGUNAAN Tindakan A

KS

IOL

OG

I E

PIS

TE

MO

LO

GI

O

NT

OL

OG

I

Page 7: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

Materi 3

MANFAAT MEMPELAJARI FILSAFAT ILMU

Mempelajari filsafat ilmu dapat memberikan manfaat antara lain

1. Sebagai sarana pengujian penalaran ilmiah, sehingga menjadi kritis terhadap

kegiatan ilmiah.

2. Merupakan metode untuk mereflleksi, menguji, mengkritisi, memberikan asumsi

keilmuan.

3. Memberikan pendasaran logis terhadap metode keilmuan.

Manfaat lain mengkaji filsafat ilmu adalah :

1. Tidak terjebak dalam budaya arogansi intelektual.

2. Kritis terhadap aktivitas ilmu/keilmuan.

3. Merefleksi, menguji, mengkritik asumsi dan metode ilmu terus menerus sehingga

ilmuan tetap bermain dalam koridor yang benar (metode dan struktur ilmu).

4. Mempertanggungjawabkan metode keilmuan secara logis rasional.

5. Memecahkan masalah keilmuan secara cerdas dan valid.

6. Berpikir sintetis-aplikatif (lintas ilmu-kontekstual).

Page 8: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

HANDOUT

Bahan Kajian : Struktur dan Proses Sosial (Pengantar Filsafat Ilmu)

Sks/Kode : 2 sks/SOA 166

Program Studi : Pendidikan Sosiologi Antropologi

Fakultas : Ilmu Sosial

Dosen : Nora Susilawati, S.Sos, M.Si (4437)

Delmira Syafrini S.Sos,MA (4445)

Pertemuan Ke : 2 (dua)

Learning Outcome :

Mata kuliah ini mengkaji tentang dasar-dasar dari filsafat ilmu yang meliputi

konsep- konsep dasar filsafat dan filsafat ilmu, jenis dan sumber pengetahuan,

dasar-dasar ilmu, struktur ilmu, logika ilmu, sarana ilmiah, kebenaran dalam ilmu,

berpikir dalam ilmu, etika dan moral dalam ilmu serta beberapa pandangan dalam

filsafat ilmu sosial.

Indikator : Mengklasifikasikan jenis dan sumber pengetahuan

Materi :

1. Jenis pengetahuan

2. Sumber pengetahuan

Page 9: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

Materi 1

JENIS PENGETAHUAN

Gazalba menjelaskan bahwa pengetahuan adalah apa yang diketahui atau hasil

pekerjaan tahu. Pekerjaan tahu tersebut adalah hasil dari kenal, sadar, insaf, mengerti dan

pandai. Pengetahuan itu adalah semua milik atau isi pikiran. Dengan demikian

pengetahuan merupakan hasil proses dari usaha manusia untuk tahu. John Dewey tidak

membedakan pengetahuan dan kebenaran (antara knowledge dengann truth). Jadi

pengetahuan itu harus benar, kalau tidak benar berarti kontradiksi.

Ada 4 jenis pengetahuan, yaitu :

1. Pengetahuan biasa

Pengetahuan yang dalam filsafat dikatakan dengan istilah common sense dan sering

diartikan dengan good sense, karena seseorang memiliki suatu dimana ia menerima

secara baik. Semua orang menyebutnya sesuatu itu merah karena memang itu merah,

benda itu panas karena memang dirasakan panas. Dengan common sense semua orang

sampai pada keyakinan secara umum tentang sesuatu.Dimana mereka berpendapat sama

semuanya. Common sense diperoleh dari pengalaman sehari-hari seperti air dapat dipakai

untuk menyiram bunga, makanan dapat memuaskan rasa lapar, musim kemarau akan

mengeringkan sawah tadah hujan.

2. Pengetahuan ilmu

Ilmu sebagai terjemahan dari science, dalam arti yang sempit diartikan untuk

menunjukkan ilmu pengetahuan alam, yang sifatnya kuantitatif dan objektif. Ilmu pada

prinsipnya merupakan usaha mengorganisasikan common sense, suatu pengetahuan yang

berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari. Namun,

dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan

berbagai metode.

Ilmu dapat merupakan suatu metode berpikir secara objektif untuk memberi makna

terhadap dunia faktual. Pengetahuan yang diperoleh dari ilmu melalui observasi,

eksperimen, klasifikasi dan mengutamakan logika.

Page 10: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

3. Pengetahuan filsafat

Pengetahuan yang diperoleh dari pemikiran yang bersifat kontemplatif dan spekulatif.

Pengetahuan filsafat lebih menekankan pada universalitas dan kedalaman kajian tentang

sesuatu. Filsafat memberikan pengetahuan yang reflektif dan kritis sehingga ilmu yang

tadinya kaku menjadi longgar.

4. Pengetahuan agama

Pengetahuan yang diperoleh dari Tuhan lewat utusan-Nya. Pengetahuan agama

bersifat mutlak dan wajib diyakini oleh para pemeluk agama. Pengetahuan mengandung

bagaimana berhubungan dengan Tuhan dan sesama manusia.

Materi 2

SUMBER PENGETAHUAN

Pengetahuan berkembang dari rasa ingin tahu manusia yang merupakan ciri khas

manusia karena manusia adalah satu-satunya makhluk yang mengembangkan

pengetahuan namun pengetahuan tersebut masih terbatas untuk melangsungkan

kehidupannya. Pengetahuan diperoleh dari alat yang merupakan sumber dari pengetahuan

tersebut. Adapun sumber pengetuan itu adalah :

a. Empirisme

Manusia memperoleh pengetahuan dari pengalaman indrawi. Dengan indera manusia

berhubungan dengan hal-hal yang kongkrit material. Masing-masing indra menangkap

aspek yang berbeda mengenai barang atau makhluk yang menjadi objeknya. Jadi,

pengetahuan indrawi menurut perbedaan indra dan terbatas pada sensibilitas organ-organ

tertentu. Bagaaimana dia mengetahui es itu dingin karena pernah meraba es tersebut.

John Locke mengemukakan teori tabula rasa. Menurutnya manusia pada mulanya

kosong dari pengetahuan, lantas pengalamannya mengisi jiwa yang kosong tersebut lalu

ia memiliki pengetahuan. Mula-mula tangkapan indra tersebut sederhana lalu lama

kelamaan menjadi kompleks. David Hume menjelaskan bahwa manusia tidak membawa

pengetahuan bawaan dalam hidupnya. Sumber pengetahuan adalah pengamatan. Jadi

sumber pengetahuan utama memperoleh pengetahuan adalah data empiris yang diperoleh

dari panca indra. Kelemahan empiriisme adalah :

Indera terbatas karena benda yang jauh kelihatan kecil padahal tidak.

Page 11: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

Indera menipu seperti orang sakit merasakan lidahnya pahit padahal manis

terhadap makanan yang dirasakannya.

Objek menipu seperti fatamorgana yang membohongi manusia.

Berasal dari indera dan objek sekaligus. Indera tidak bisa melihat kerbau sekaligus

dan kerbaupun tidak bisa memperlihatkan selutuh badannya semuanya.

b. Rasionalisme

Aliran ini mengatakan bahwa akal adalah dasar pengetahuan. Pengetahuan yang

benar diperoleh dan diukur dengan akal. Bagi aliran ini kelemahan alat indra dapat

dikoreksi seandainya akal digunakan. Namun rasionalisme tidak mengingkari kegunaan

indra dalam memperoleh pengetahuan. Pengalaman indra diperlukan untuk merangsang

akal dan memberikan bahan-bahan yang menyebabkan akal dapat bekerja, tetapi

sampainya manusia kebenaran adalah karena akal. Descartes mengemukakan bahwa akal

budi dipahamkan sebagai teknik deduktif untuk dapat menemukan kebenaran. Dengan

demikian penalaranlah yang akan menyusun pengetahuan.

c. Intuisi

Henry Begson mengatakan bahwa intuisi adalah hasil dari evolusi pemahaman yang

tertinggi. Intuisi juga merupakan suatu pengetahuan yang langsung, mutlak dan bukan

pengetahuan yang nisbi. Aliran yang mirip dengan intuisi adalah iluminasionisme yang

berkembang di kalangan tokoh agama yang disebut dengan ma’rifah yaitu pengetahuan

yang datang dari Tuhan melalui pencerahan atau penyinaran. Pengetahuan tersebut akan

diperoleh oleh orang yang hatinya telah bersih, telah siap dan sanggup menerima

pengetahuan terebut.

Kemampuan menerima pengetahuan secara langsung itu diperoleh dengan cara

latihan yang dalam Islam disebut dengan Riyadhah dipakai dalam thariqat atau tasawuf..

Memurut ajaran tasawuf manusia ditutupi oleh hal-hal material yang dipengaruhi

nafsunya. Bila nafsu bisa dikendalikan, maka kekuatan rasa itu mampu bekerja dan

menangkap objek-objek gaib.Jiwa mampu melihat alam gaib dan dari situlah diperoleh

pengetahuan.

Page 12: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

d. Wahyu

Pengetahuan yang disampaikan oleh Allah kepada manusia lewat perantaraan para

nabi. Para nabi memperoleh pengetahuan dari Tuhan tanpa upaya, tanpa bersusah payah,

tanpa memerlukan waktu untuk memperolehnya. Pengetahuan mereka terjadi ataas

kehendak Tuhan. Tuhan mensucikan jiwa merke dan diterangkan jiwa mereka

memperoleh kebenaran dengan jalan wahyu.

Page 13: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

HANDOUT

Bahan Kajian : Struktur dan Proses Sosial (Pengantar Filsafat Ilmu)

Sks/Kode : 2 sks/SOA 166

Program Studi : Pendidikan Sosiologi Antropologi

Fakultas : Ilmu Sosial

Dosen : Nora Susilawati, S.Sos, M.Si (4437)

Delmira Syafrini S.Sos,MA (4445)

Pertemuan Ke : 3 (tiga)

Learning Outcome :

Mata kuliah ini mengkaji tentang dasar-dasar dari filsafat ilmu yang meliputi

konsep- konsep dasar filsafat dan filsafat ilmu, jenis dan sumber pengetahuan,

dasar-dasar ilmu, struktur ilmu, logika ilmu, sarana ilmiah, kebenaran dalam ilmu,

berpikir dalam ilmu, etika dan moral dalam ilmu serta beberapa pandangan dalam

filsafat ilmu sosial.

Indikator : Mengidentifikasi dasar-dasar dari ilmu

Indikator : Mengidentifikasi dasar-dasar dari ilmu

Materi : Dasar-Dasar Ilmu

a. Ontologi

b. Epistemologis

Page 14: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

ONTOLOGI ILMU

Landasan Pengembangan Ilmu

Ontologi Epistemologi Aksiologi

Apa ? Bagaimana ? Mengapa/Untuk Apa?

Realita Metodologi Tujuan Nilai

A. Dasar Ontologi Ilmu

Ontologi membahas tentang apa yang ingin diketahui atau dengan kata lain suatu

pengkajian mengenai teori tentang ada. Dasar ontologi ilmu berhubungan dengan materi

yang menjadi objek penelaahan ilmu dan bersifat empiris. Apa yang ingin diketahui ilmu ?

Atau apa yang menjadi bidang telaah ilmu ? Objek telaah ilmu mencakup seluruh aspek

kehidupan yang dapat diuji oleh pancaindera manusia.

Dalam pemahaman ontologi, dapat dikemukakan pandangan-pandangan pokok

pemikiran sebagai berikut :

1. Monoisme

Paham ini menganggap bahwa hakikat yang asal dari seluruh kenyataan itu

hanyalah satu saja, lalu paham ini terbagi dua yaitu :

a. Materialisme : sumber asal itu adalah materi bukan rohani.

b. Idealisme : hakikat kenyataan yang beraneka ragam itu berasal dari ruhani.

2. Dualisme : hakikat kenyataan ada dua materi dan ruhani

3. Pluralisme : segenap mancam bentuk itu semuanya adalah kenyataan. Dunia itu

bukan uni-versum tetapi multi-versum.

4. Nihilisme : realitas itu sebenarnya tidak ada atau tidak ada sesuatupun yang eksis.

Page 15: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

5. Agnostisisme : menyangkal adanya kenyataan yang mutlak dan bersifat transenden.

Timbulnya aliran ini karena belum dapatnya manusia mengenal dan mampu menerangkan

secara kongkrit akan adanya kenyataan yang berdiri sendiri dan dapat kita kenal.

EPISTEMOLOGI ILMU

Epistemologi atau teori pengetahuan, membahas secara mendalam segenap proses

yang terlihat dalam usaha kita untuk memperoleh pengetahuan. Proses tertentu itu dikenal

dengan metode ilmiah yang merupakan paduan dari berpikir sebelumnya yaitu

rasionalisme dan empirisme. Kebenaran ilmu tidaklah absolut karena itu hasil

pengetahuan yang diperoleh harus diuji kebenarannya sesuai dengan berjalannya waktu.

Pengetahuan yang diperoleh oleh manusia melalui akal, indera, dan lain-lain mempunyai

metode tersendiri dalam teori pengetahuan di antaranya adalah :

1. Metode induktif

Suatu metode yang menyimpulkan pernyataan-pernyataan hasil observasi

disimpulkan dalam suatu pernyataan yang lebih umum.

2. Metode deduktif

Suatu metode yang menyimpulkan bahwa data-data empirik diolah lebih lanjut dalam

suatu sistem pernyataan yang runtut dan adanya perbandingan logis antara

kesimpulan-kesimpulan itu sendiri.

3. Metode positivisme

Metode ini berpangkal dari apa yang telah diketahui yang faktual dan positif.

4. Metode kontemplatif

Pengetahuan ini diperoleh melalui intuisi, karena keterbatasan indera dan akal

manusia untuk memperoleh pengetahuan. Dalam tasawuf disebut ma”rifah yaitu

pengetahuan yang datang dari Tuhan melalui pencerahan dan penyinaran.

Pengetahuan lewat intuisi bersifat individual dan tidak digunakan untuk mencari

pengetahuan yang dikomersialkan.

5. Metode dialektis

Bentuk pemikiran yang tidak tersusun dari satu pikiran tetapi pemikiran itu seperti

dalam percakapan, bertolak paling kurang dua kutub. Dalam kehidupan sehari-hari

berarti kecakapan untuk melakukan perdebatan.

Page 16: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

AKSIOLOGI ILMU

Kegunaan ilmu adalah menghasilkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk

tujuan antara lain :

1. Membuktikan kebenaran

2. Menemukan pengetahuan

3. Memperoleh suatu pemahaman fenomena

4. Memberikan penjelasan

5. Memberikan peramalan

6. Melakukan pengemdalian

7. Melakukan penerapan

Ada 3 bentuk value dan valuation

1. Nilai yang digunakan sebagai kata benda abstrak seperti baik, menarik dan bagus

2. Nilai sebagai kata benda kongkret contohnya ketika kita berkata sebuah nilai

atau nilai-nilai seringkali dipakai untuk merujuk kepada sesuatu yang bernilai

seperti nilainya, nilai dia dan sistem nilai dia.

3. Nilai juga digunakan sebagai kata kerja dalam ekspresi menilai, memberi nilai

dan dinilai.

Jadi, tujuan ilmu tidak tunggal. Ilmu dikembangkan oleh manusia untuk mencapai

kebenaran atau memperoleh pengetahuan. Ilmu dapat memberikan pemahaman tentang

alam semesta, dunia sekitar/masyarakat dan diri manusia.

Landasan dari ontologi ilmu adalah analisi dari objek materi terkait dengan hal atau

benda empiris. Landasan epistemologi ilmu adalah analisis tentang proses tersusunnya

ilmu atau metode ilmiah. Landasan aksiologi ilmu adalah analisis tentang penerapan hasil

temuan ilmu. Penerapan ilmu untuk memudahkan manusia untuk memenuhi kebutuhan

dan keluhuran hidupnya.

Etika keilmuan merupakan etika normatif yang merumuskan prinsip-prinsip etis yang

dapat dipertanggungjawabkan secara rasional dan dapat diterapkan dalam ilmu

pengetahuan. Pokok persoalan etika keilmuan selalu mengacu pada kaidah moral, yaitu

hati nurani, kebebasan dan tanggung jawab, nilai dan norma yang bersifat kegunaan.

Penerapan ilmu pengetahuan yang telah dihasilkan ilmuan, apakah itu berupa

Page 17: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

teknologi maupun teori-teori mestinya memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan, nilai

agama, nilai adat, dan sebagainya. Ini berarti, ilmu pengetahuan sudah tidak bebas nilai.

Page 18: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

PENALARAN

Penalaran atau reasoning merupaka suatu konsep yang paling umum merujuk pada

salah satu proses pemikiran (kegiatan berpikir) untuk sampai pada suatu kesimpulan

sebagai pernyataan baru dari beberapa pernyataan lain yang telah diketahui. Dalam proses

pemikiran ini perlu di pelajari terlebih dahulu unsur-unsur dari penalaran yang bertolak

ada mater atau objek yang dibicarakan. Unsur penalaran yang dimaksud adalah

pengertian (ide atau konsep) yang merupakan pembagian (analitis) dari pengertian yang

bersifat umum menjadi unsur yang terkecil seingga tidak lagi terjadi kekaburan arti.

Penalaran dinyatakan dalam kalimat tertutup atau pernyataan.

Segala sesuatu yang ada, senantiasa memiliki materi dan bentuk. Materi yang sama

dapat memiliki berbagai bentuk. Misalnya kayu sebagai materi dapat berbentuk patung,

kursi, meja, tiang pintu dan sebagainya. Bentuk sama dapat pula terdiri dari materi yang

berbeda. Misalnya patung kuda, dapat dibangun dari materi kayu, atau besi, atau plastik

dan sebagainya. Pikiran yang digunakan dalam penalaran dan diungkapkan lewat bahasa,

juga memiliki materi dan bentuk.

Hasil tangkapan manusia mengenai suatu objek baik materil maupun non material

disebut ide atau konsep. Ide dari kata Yunani “eidos” yang artinya gambar, rupa yang

dilihat. Akal budi manusia menangkap sesuatu objek melalui bentuk gambarnya. Gambar

ini disebut ide. Konsep dalam bahasa latin “concipere” yang artinya mencakup,

mengambil, menangkap. Dari cocipere muncul kata benda “conceptus” yang artinya

tangkapan. Jadi akal manusia apabila menangkap sesuatu terwujud dengan membuat

konsep. Konsep dan ide adalah sama. Ungkapan tentang konsep, ide atau pengertian

disebut term.

LOGIKA

Penalaran merupaka proses berpikir yang membutuhkan pengetahuan. Agar

pengetahuan yng dihasilkan oleh penalaran mempunyai dasar kebenaran, maka proses

berpikir itu harus dilakukan melalui cara tertentu. Cara tertentu ini yang merupakan

kelanjutan dari pernyataan lain yang telah diketahui. Pernyataan yang telah diketahui itu

disebut pangkal pikir (premis). Cara tertentu dalam proses berpikir untuk

Page 19: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

membuahkan pengetahuan yang benar tersebut disebut dengan logika.

Logika merupakan jembatan penghubung antara filsafat dan ilmu. Objek materialnya

adalah pemikiran dan objek formalnya adalah kelurusan berpikir. Logika juga

didefenisikan sebagai kecakapan bernalar yang berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa

atau alat untuk berpikir secara lurus.

MACAM-MACAM LOGIKA

Logika ada dua macam yaitu :

a. Logika Kodratiah

Proses berpikir yang menggunakan perpaduan intuisi, perasaan, dan

keterampilan serta akal budinya untuk menghasilkan pengetahuan

kreatif/inovatif. Logika kodratiah disebut juga dengan logika tradisional.

b. Logika Ilmiah (logika modern)

Logika ilmiah membantu logika kodratiah. Logika ini memperhalus,

mempertajam pikiran serta akal budi. Berkat pertolongan logika ilmiah, maka

akal budi dapat bekerja lebih cepat, lebih teliti, lebih mudah dan lebih aman.

Secara umum logika ilmiah dikelompokkan menjadi logika deduktif dan

induktif.

FUNGSI LOGIKA

Fungsi logika adalah :

1. Untuk berpikir rasional, kritis, tertib, metodis, tepat dan koheren.

2. Meningkatkan kemampuan berpikir abstrak, cermat dan objektif.

3. Menambah kecerdasan, meningkatkan ketajaman dan kemandirian berpikir.

4. Cinta ilmu pengetahuan dan menghindari kekeliruan serta kesesatan.

AZAS PEMIKIRAN LOGIKA

1. Kata dan Tanda : Berpikir dengan akal budi supaya diterima dan dimgerti oleh orang

lain tentu diperlukan kata (verbal) dan simbolik (tanda).

2. Term dan kalimat : Kata yang sudah mengandung pengertian dan membentuk

Page 20: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

keputusan (kalimat) berfungsi sebagai subjek, predikat dan kata penghubung. Kata

yang berfungsi dalam keputusan ini disebut “term” tersubjek (S), term predikat (P),

dan term penghubunag diberi kode M

3. Penyimpulan : Setelah dihadapkan pada kaliamat lalu sampai pada penyimpulan

yang merupakan ide pikiran yang hakiki. Kalimat penyimpulan juga disebut dengan

proposisi.

Gambar .Unsur dan Asas Dasar Logika

Gambar. Proses Penalaran Menjadi Premis dan Proposisi

BAHASA

Bahasa memegang peranan penting dalam kehidupan manusia karena bahasa sebagai

sarana komunikasi antar manusia. Jika tidak ada bahasa, maka tidak akan ada komunikasi.

Tanpa komunikasi manusia tidak dapat bersosialisasi dan kehidupan bermasyarakatpun

tidak akan terwujud. Karena bahasa adalah sebagai sarana komunikasi, maka segala hal

yang menyangkut dengan komunikasi tidak terlepas dari bahasa, seperti berpikir

Pengertian Lahiriah

Pengertian Lahiriah

Pengertian Lahiriah

Pengertian Lahiriah

Keputusan

Keputusan

Penyimpulan

Tepat-

Materi

Lurus-Benar

Teratur-

Sistematis

Premis,

Proposisi

Page 21: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

sistematis dalam menggapai ilmu pengetahuan.Tanpa mempunyai kemampuan berbahasa

seseorang tidak dapat melakukan kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur.

Bahasa sebagai alat komunikasi verbal digunakan dalam proses berpikir ilmiah

dimana bahasa untuk menyampaikan jalan pikiran kepada orang lain baik induktif

maupun deduktif.

Bahasa ilmiah yang notabedan notabene adalah ciptaan manusia, bagaimanapun

indahnya gaya bahasa dan teraturnya urutan katanya akan berhadapan dengan kritikan

dan saran dari pembaca.

MATEMATIKA

Matematika merupakan sarana untuk melambangkan makna dari serangkaian

pernyataan yang ingin diungkapkan. Matematika dikenal sebagai ilmu deduktif dimana

proses pengerjaan matematis harus bersifat deduktif. Matematika tidak menerima

generalisasi berdasarkan pengamatan (induktif). Metode dalam mencari kebenaran yang

dipakai adalah metode deduktif lewat penjabaran. Lambang-lambang matematika bersifat

artifisial yang mempunyai makna setelah sebuah makna diberikan kepadanya. Kelebihan

matematika dibandingkan bahasa vernal adalah dapat dikembangkan secara numerik yang

memungkinkan kita melakukan pengugukuran secara kuantitatif.

SATISTIKA

Statistika diartikan sebagai kumpulan bahan keterangan atau data baik berwujud

angka maupun tidak berwujud angka. yang mempunyai arti penting dan kegunaan yang

besar bagi suatu negara. Namun dalam perkembangannya artinya menjadi kumpulan

bahan keterangan berwujud angka (data kuantitatif) saja. Statistik tidak lagi dibatasi

untuk kepentingan negara saja tetapui sudah digunakan dalam keseharian untuk

mempermudah masyarakat untuk menganalisis sesuatu yang berkaitan dengan data-data.

Dengan demikian masyarakat bisa menggunakannya untuk kehidupan sehari-hari.

Statistik merupakan pengetahuan untuk melakukan penarikan kesimpulan induktif

secara lebih seksama. Dalam penalaran induktif meskipun premisnya adalah benar dan

prosedur penarikan kesimpulannya adalah sah, namun kesimpulan itu belum tentu benar.

Statistik memberikan secara kuantitatif tingkat ketelitian dari kesimpulan yang ditarik

Page 22: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian

tersebut. Semakin besar sampel, maka semakin tinggi tingkat ketelitiannya.

LOGIKA

Penalaran merupakan proses berpikir yang membuahkan pengetahuan. Agar

pengetahuan yang dihasilkan oleh penalaran mempunyai dasar kebenaran, maka proses

berpikir itu harus dilakukan melalui cara tertentu. Cara tertentu ini yang merupakan

kelanjutan dari pernyataan lain yang telah diketahui. Pernyataan yang telah diketahui itu

disebut pangkal pikir (premis). Cara tertentu dalam proses berpikir untuk

membuahkan pengetahuan yang benar tersebut disebut dengan Logika.

Logika merupakan jembatan penghubung antara filsafat dan ilmu. Objek materialnya

adalah pemikiran dan objek formalnya adalah kelurusan berpikir. Logika juga

didefenisikan sebagai kecakapan bernalar yang berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa

atau alat untuk berpikir secara lurus.

Page 23: IX. KEBENARAN DALAM ILMU - sosiologi.fis.unp.ac.idsosiologi.fis.unp.ac.id/images/download/BAHAN/PENGANTAR FILSAFAT... · Materi 1. PENGERTIAN FILSAFAT DAN FILSAFAT ILMU Dalam kajian