Isyarat listrik tubuh Isyarat listrik tubuh merupakan hasil perlakuan kimia dari tipe-tipe sel tertentu. Dengan mengukur isyarat listrik tubuh secara selektif sangat berguna untuk memperole informasi klinik tentang funsi tubuh. Yang termasuk dalam isyarat listrik tubuh yaitu 1. Elektromiogram (EMG), digunakan untuk mencatat potensial otot selama pergerakan otot 2. Elektroneurogram (ENG), di gnakan untuk mengetahui keadaan lengkungan refleks dan mengetahui kecepatan konduksi saraf motoris dan sensoris 3. Elektroretinogram (ERG), digunakan untuk mencatat bentuk kompleks potensial biolistrik yang terdapat pada retina mata yang dikerjakan mealui rangsangan cahaya pada retina 4. Elektrookulogram (EOG), digunakan untuk mencatat atau mengukur berbagai potensial pada kornea-retina sebagai akibat perubahan posisi dan gerakan mata. 5. Elektroensefalogram (EEG), digunakan ntuk mencatat isyarat listrik pada otak. E. ECG (Electrocardiogram) Electrocardiogram (ECG), digunakan untuk mencatat isyarat biolistrik pada jantung. Kondisi kelistrikan atau potensial yang terjadi pada otot jantung sehingga menghasilkan denyut yang dapat memompa darah ke seluruh tubuh dapat diamati dari pola gelombang tegangan yang dihasilkan dari pengukuran menggunakan alat electrocardiogram (ECG). Pada jantung, apabila diberi suatu rangsangan, maka gelombang rangsangan tersebut akan menyebar ke seluruh bagian jantung. Rangsangan awal biasa diterima oleh atrium kanan di bagian atas (lihat gambar 4.8-2 bagian paling atas). Daerah ini disebut SINOATRIAL (SA). Dari sinoatrial, pulsa rangsangan disebar ke seluruh bagian atrium kanan maupun kiri sehingga seluruh atrium berkontraksi. Pulsa tegangan yang dibangkitkan oleh sinoatrial disebut SA node.Untuk merekam pola tegangan pada otot jantung dengan peralatan ECG, dibutuhkan sebanyak minimum 3 buah elektroda. Elektroda-elektroda ini ditempelkan pada permukaan kulit tubuh. Memilih letak penempatan elektroda pada tubuh sangat menentukan jenis pulsa tegangan yang terukur. Perhatikan gambar 4.8-3. Polarisasi muatan pada otot jantung saat setelah sinoatrial dirangsang akan dirambatkan ke seluruh bagian otot jantung. Bagian atas kanan jantung adalah daerah dimana akan terjadi proses depolarisasi dan menghasilkan muatan-muatan negatif. Jadi, jantung lebih bersifat negatif pada bagian atas dibanding bagian bawahnya (gambar 4.8-3a). Apabila kita meletakkan elektroda di titik A dan B, maka kita akan mendapatkan beda tegangan antar dua titik itu. Titik A lebih bersifat negatif dari titik B. Bila diambil titik acuan titik A, maka pulsa tegangan yang kita dapatkan adalah bernilai positif. Namun, informasi yang kita dapatkan sangatlah miskin bila hanya menggunakan 2 elektroda. Menggunakan 3 elektroda sangat dianjurkan, seperti ditunjukkan pada gambar 4.8-3b. Kita akan mendapatkan beda tegangan (pengukuran I) antara titik lengan kanan (RA) dengan titik lengan kiri (LA), beda tegangan (pengukuran II) antara titik lengan kanan (RA) dengan titik kaki kiri (LL), dan beda tegangan (pengukuran III) antara titik lengan kiri (LA) dengan titik kaki kiri (LL). Ketiga pasangan titik ini akan dapat diukur beda tegangannya. Pemasangan elektroda-elektroda diistilahkan sebagai “sandapan”, yang bahasa tekniknya adalah “lead”. [Lead dapat diartikan sebagai pengukuran terhadap sesuatu yang ada di bagian dalam. Jadi arti “lead” pada topik ini adalah mengukur sesuatu, yaitu: tegangan listrik jantung di mana jantung tersebut terdapat di bagian dalam, yaitu: bagian dalam tubuh, dan alat ukurnya (elektroda-elektroda tersebut) tidak kena ke jantung tetapi hanya melekat pada kulit tubuh bagian luar]. Dikenal ada 2 jenis lead pada ECG, yaitu bipolar lead dan unipolar lead. Bipolar adalah kata yang dapat dipisahkan menjadi “bi” dan “polar”. “Bi” arti umumnya “dua” dan “polar” arti umumnya “pengutuban” (yang berkaitan dengan muatan positif dan negatif). Jadi bipolar lead maksudnya mengukur beda tegangan pada 2 titik dengan polaritas yang berbeda. Pada teknik pengukuran bipolar, elektroda-elektroda dilengketkan pada lengan kanan (right arm, RA), lengan kiri (left arm, LA) dan kaki kiri (left leg, LL). Dengan memperhatikan kembali gambar , pengukuran diperkenalkan sebagai Lead I, Lead II dan Lead III. Karena menggunakan lengan sebagai letak elektroda, maka teknik ini disebut LIMB LEAD. Metode pengukuran bipolar dengan model segitiga sama sisi ini diperkenalkan oleh EINTHOVEN
Please download to view
All materials on our website are shared by users. If you have any questions about copyright issues, please report us to resolve them. We are always happy to assist you.
...

Isyarat listrik tubu1

by jimmy-arias

on

Report

Category:

Documents

Download: 0

Comment: 0

231

views

Comments

Description

Download Isyarat listrik tubu1

Transcript

Isyarat listrik tubuh Isyarat listrik tubuh merupakan hasil perlakuan kimia dari tipe-tipe sel tertentu. Dengan mengukur isyarat listrik tubuh secara selektif sangat berguna untuk memperole informasi klinik tentang funsi tubuh. Yang termasuk dalam isyarat listrik tubuh yaitu 1. Elektromiogram (EMG), digunakan untuk mencatat potensial otot selama pergerakan otot 2. Elektroneurogram (ENG), di gnakan untuk mengetahui keadaan lengkungan refleks dan mengetahui kecepatan konduksi saraf motoris dan sensoris 3. Elektroretinogram (ERG), digunakan untuk mencatat bentuk kompleks potensial biolistrik yang terdapat pada retina mata yang dikerjakan mealui rangsangan cahaya pada retina 4. Elektrookulogram (EOG), digunakan untuk mencatat atau mengukur berbagai potensial pada kornea-retina sebagai akibat perubahan posisi dan gerakan mata. 5. Elektroensefalogram (EEG), digunakan ntuk mencatat isyarat listrik pada otak. E. ECG (Electrocardiogram) Electrocardiogram (ECG), digunakan untuk mencatat isyarat biolistrik pada jantung. Kondisi kelistrikan atau potensial yang terjadi pada otot jantung sehingga menghasilkan denyut yang dapat memompa darah ke seluruh tubuh dapat diamati dari pola gelombang tegangan yang dihasilkan dari pengukuran menggunakan alat electrocardiogram (ECG). Pada jantung, apabila diberi suatu rangsangan, maka gelombang rangsangan tersebut akan menyebar ke seluruh bagian jantung. Rangsangan awal biasa diterima oleh atrium kanan di bagian atas (lihat gambar 4.8-2 bagian paling atas). Daerah ini disebut SINOATRIAL (SA). Dari sinoatrial, pulsa rangsangan disebar ke seluruh bagian atrium kanan maupun kiri sehingga seluruh atrium berkontraksi. Pulsa tegangan yang dibangkitkan oleh sinoatrial disebut SA node.Untuk merekam pola tegangan pada otot jantung dengan peralatan ECG, dibutuhkan sebanyak minimum 3 buah elektroda. Elektroda-elektroda ini ditempelkan pada permukaan kulit tubuh. Memilih letak penempatan elektroda pada tubuh sangat menentukan jenis pulsa tegangan yang terukur. Perhatikan gambar 4.8-3. Polarisasi muatan pada otot jantung saat setelah sinoatrial dirangsang akan dirambatkan ke seluruh bagian otot jantung. Bagian atas kanan jantung adalah daerah dimana akan terjadi proses depolarisasi dan menghasilkan muatan-muatan negatif. Jadi, jantung lebih bersifat negatif pada bagian atas dibanding bagian bawahnya (gambar 4.8-3a). Apabila kita meletakkan elektroda di titik A dan B, maka kita akan mendapatkan beda tegangan antar dua titik itu. Titik A lebih bersifat negatif dari titik B. Bila diambil titik acuan titik A, maka pulsa tegangan yang kita dapatkan adalah bernilai positif. Namun, informasi yang kita dapatkan sangatlah miskin bila hanya menggunakan 2 elektroda. Menggunakan 3 elektroda sangat dianjurkan, seperti ditunjukkan pada gambar 4.8-3b. Kita akan mendapatkan beda tegangan (pengukuran I) antara titik lengan kanan (RA) dengan titik lengan kiri (LA), beda tegangan (pengukuran II) antara titik lengan kanan (RA) dengan titik kaki kiri (LL), dan beda tegangan (pengukuran III) antara titik lengan kiri (LA) dengan titik kaki kiri (LL). Ketiga pasangan titik ini akan dapat diukur beda tegangannya. Pemasangan elektroda-elektroda diistilahkan sebagai “sandapan”, yang bahasa tekniknya adalah “lead”. [Lead dapat diartikan sebagai pengukuran terhadap sesuatu yang ada di bagian dalam. Jadi arti “lead” pada topik ini adalah mengukur sesuatu, yaitu: tegangan listrik jantung di mana jantung tersebut terdapat di bagian dalam, yaitu: bagian dalam tubuh, dan alat ukurnya (elektroda-elektroda tersebut) tidak kena ke jantung tetapi hanya melekat pada kulit tubuh bagian luar]. Dikenal ada 2 jenis lead pada ECG, yaitu bipolar lead dan unipolar lead. Bipolar adalah kata yang dapat dipisahkan menjadi “bi” dan “polar”. “Bi” arti umumnya “dua” dan “polar” arti umumnya “pengutuban” (yang berkaitan dengan muatan positif dan negatif). Jadi bipolar lead maksudnya mengukur beda tegangan pada 2 titik dengan polaritas yang berbeda. Pada teknik pengukuran bipolar, elektroda-elektroda dilengketkan pada lengan kanan (right arm, RA), lengan kiri (left arm, LA) dan kaki kiri (left leg, LL). Dengan memperhatikan kembali gambar , pengukuran diperkenalkan sebagai Lead I, Lead II dan Lead III. Karena menggunakan lengan sebagai letak elektroda, maka teknik ini disebut LIMB LEAD. Metode pengukuran bipolar dengan model segitiga sama sisi ini diperkenalkan oleh EINTHOVEN
Fly UP